R. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI 1.

Penetapan kebijakan di bidang kepemudaan skala provinsi : a. Penge mbang an keseras ian kebijak an dan pember dayaan. b. Penge mbang an kemitra an pemeri ntah dengan masyar akat dalam pemba ngunan . c. Pening katan perans 1. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Penetapan kebijakan di bidang kepemudaan skala kabupaten/kota : a.Pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan. b.Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan. c.Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral. d.Pengembangan manajemen, wawasan dan kreativitas. e.Kemitraan dan kewirausahaan. f.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ). g.Peningkatan

SUB BIDANG 1. Kepemudaan

SUB-SUB BIDANG 1. Kebijakan di bidang Kepemudaan 1.

PEMERINTAH Penetapan kebijakan di bidang kepemudaan skala nasional : a.Pengembangan keserasian kebijakan dan pemberdayaan. b.Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan. c.Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral. d.Pengembangan manajemen, wawasan dan kreativitas. e.Kemitraan dan kewirausahaan. f.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keimanan ketaqwaan (IMTAQ). g.Peningkatan

profesionalisme, kepemimpinan dan kepeloporan. h.Pengaturan sistem penganugerahan prestasi. i.Peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana. j.Pengembangan jaringan dan sistem informasi. k.Kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan. l.Pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan. m.Pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif. n.Hubungan internasional. 1. 2. Pelaksanaan Pelaksanaan kebijakan di bidang kepemudaan skala nasional : a.Aktivitas kepemudaan yang berskala nasional dan internasional. b.Fasilitasi dan dukungan

erta secara lintas bidang dan sektoral . d. Penge mbang an manaje men, wawas an dan kreativit as. e. Kemitra an dan kewirau sahaan. f. Penge mbang an ilmu penget ahuan dan teknolo gi (IPTEK) dan keiman an

profesionalisme, kepemimpinan dan kepeloporan. h.Pengaturan sistem penganugerahan prestasi. i.Peningkatan prasarana dan sarana. j.Pengembangan jaringan dan sistem informasi. k.Kriteria dan standarisasi lembaga kepemudaan. l.Pembangunan kapasitas dan kompetensi lembaga kepemudaan. m.Pencegahan dan perlindungan bahaya distruktif. n.― 1. Pelaksanaan kebijakan di bidang kepemudaan skala kabupaten/kota : a.Aktivitas kepemudaan yang berskala kabupaten/kota,

1.Pendidikan dan pelatihan kepemudaan tingkat nasional.Fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas kecamatan skala kabupaten/kota. d. provinsi. c. ketaqw aan (IMTAQ ). Pening katan profesio nalisme . Pengat uran sistem pengan ugerah an prestasi .aktivitas kepemudaan lintas provinsi.Pembangunan pusat pemberdayaan pemuda berskala nasional. e. nasional dan internasional. pemerintah dan internasional. kepemi mpinan dan kepelop oran. Koordinasi antar Departemen/Lembaga Koordinasi bidang kepemudaan skala kabupaten/kota : . Pening katan 1.Pembangunan pusat pemberdayaan pemuda. g.Kerjasama antar provinsi dan internasional. e. d. i. Koordinasi bidang kepemudaan skala nasional : a.Pendidikan dan pelatihan kepemudaan tingkat kabupaten/kota. h.Kerjasama antar kecamatan skala kabupaten/kota. provinsi. b. c.

Koordinasi antar dinas instansi terkait. Pemba ngunan kapasit as dan kompet ensi lembag a kepemu daan.Koordinasi dengan lembaga non pemerintah. b. c. l. Pembinaan dan Pengawasan b. d. Pembinaan terhadap organisasi kepemudaan. 4.― 1. Koordinasi Pemerintah Non Departemen (LPND). Koordinasi antar pemerintah dan daerah. c. Koordinasi antar negara. j. Pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan. b. Pembinaan terhadap kegiatan kepemudaan.3. Pembinaan dan pengawasan di bidang kepemudaan skala nasional: a. Pembinaan terhadap organisasi kepemudaan. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di bidang kepemudaan. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di bidang kepemudaan.Koordinasi antar kecamatan skala kabupaten/kota. prasara na dan sarana. Pembinaan dan pengawasan di bidang kepemudaan skala kabupaten/kota: a. c. d. c. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah. d. a. Penge mbang an jaringan dan sistem informa si. b. k. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di . Kriteria dan standari sasi lembag a kepemu daan. 1. Pembinaan.

Fasilitasi dan dukungan aktivitas kepemudaan lintas kabupaten/kota. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. g. penyusunan pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. Pembinaan pemberian bimbingan. Pembinaan perencanaan. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan.Aktivitas kepemudaan yang berskala provinsi. b. c. penelitian. penelitian. n. f.bidang kepemudaan. . e. e. Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang kepemudaan. 1. Penceg ahan dan perlindu ngan bahaya distrukti f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. Pembinaan pemberian bimbingan. pengembangan. pengembangan. Pembinaan. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang kepemudaan. Pembinaan perencanaan. supervisi dan konsultasi urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. d. m.Pembangunan pusat g. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan. h. f. ― Pelaksanaan kebijakan di bidang kepemudaan skala provinsi : a.

1. j. Pengelolaan keolahraagaan.Kerjasama antar kabupaten/kota skala provinsi. pemerintah dan internasional h. c.Pendidikan dan pelatihan kepemudaan tingkat provinsi. b. 1. 1. f. Pengembangan IPTEK keolahragaan. d. b. c. c. g. Penyelenggaraan keolahragaan. f. d. Penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga. Koordinasi antar dinas instansi terkait. Penyelenggaraan keolahragaan.pemberdayaan pemuda. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana olahraga. Kebijakan di Bidang Keolahragaa n d. ― . Penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga. Pengembangan kerjasama dan informasi b. Pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga. Koordinasi antar provinsi dan kabupaten/kota. Pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana olahraga. d. h. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan. e. Olahraga 1. Koordinasi bidang kepemudaan skala provinsi : a. i. e. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan. 2. Pendanaan keolahragaan. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah. Penetapan kebijakan di bidang keolahragaan skala kabupaten/kota : a. Pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga. Pengelolaan keolahragaan. Penetapan kebijakan di bidang keolahragaan skala nasional : a. Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang kepemudaan. e. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan.

Peningkatan profesionalisme atlit. Pengembangan IPTEK olahraga. Pembina an terhadap kegiatan kepemud aan. Pembinaan dan pengawasan di bidang kepemudaan skala provinsi: a. l. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga. Pengembangan manajemen olahraga. pelatih. Pengembangan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangunan olahraga. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan.keolahragaan. manager dan m. l. Pembina an terhadap organisas i kepemud aan. i. j. Pengembangan IPTEK keolahragaan. m. Pengembangan manajemen . Pembina an koordinas h. c. k. Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat. b. o. Kemitraan industri dan kewirausahaan olahraga. Peningkatan peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat. p. 1. Pendanaan keolahragaan. g. k. Pengembangan kerjasama dan informasi keolahragaan. n.

r. t. Pengaturan sistem penganugerahan. Pengembangan IPTEK olahraga. q. n. i pemerint ahan antar susunan pemerint ahan di bidang kepemud aan. v. manager dan pembina olahraga. u. Pembangunan dan pengembangan industri olahraga. u. Peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga. Peningkatan profesionalisme atlit. d. akreditasi dan sertifikat keolahragaan. Pembangunan dan pengembangan industri olahraga.pembina olahraga. Pembina an. penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga. Hubungan internasional di bidang keolahragaan. Pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat. s. Pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan. olahraga. penyusun an pemberia n pedoman dan standar pelaksan aan urusan pemerint ahan di bidang kepemud aan. Peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga. q. akreditasi dan sertifikat keolahragaan. r. Pengaturan standarisasi. o. Kriteria lembaga keolahragaan. p. w. Kemitraan industri dan kewirausahaan olahraga. t. Pembina an pemberia n bimbinga n. e. Pengaturan sistem penganugerahan. x. Pengaturan pelaksanaan standarisasi. penghargaan dan kesejahteraan pelaku olahraga. Pengembangan jaringan dan sistem informasi keolahragaan. pelatih. s. .

v. pengemb . Kriteria lembaga keolahragaan. f. Pembina an perencan aan. penelitian . x. Pembina an pendidika n dan pelatihan di bidang kepemud aan. Pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat. ― g.supervisi dan konsultas i urusan pemerint ahan di bidang kepemud aan. w.

1. Penetapan kebijakan di bidang keolahragaan skala provinsi : . h. pemanta uan dan evaluasi pelaksan aan urusan pemerint ahan di bidang kepemud aan. Pengatur an pengawa san terhadap pelaksan aan norma dan standar di bidang kepemud aan.angan.

Pembinaan dan pengemba ngan keolahraga an. Penyeleng garaan keolahraga an. e. d. b. Pengemba ngan dan keserasian kebijakan olahraga.a. Penyeleng garaan pekan dan kejuaraan . Pengelolaa n keolahraga an. c.

Pendidikan dan pelatihan keolahraga an. . i. h. j. Pendanaan keolahraga an. f. Pengemba ngan IPTEK keolahraga an. Pembangu nan dan peningkata n prasarana dan sarana olahraga. Pengemba ngan kerjasama dan informasi keolahraga an.olahraga. g.

l. Pengemba ngan . Peningkata n peranserta secara lintas bidang dan sektoral serta masyarakat . m.k. Pengemba ngan kemitraan pemerintah dengan masyarakat dalam pembangu nan olahraga.

manajemen olahraga. Pengaturan sistem penganuge . p. Kemitraan industri dan kewirausah aan olahraga. Peningkata n profesionali sme atlit. Pembangu nan dan pengemba ngan industri olahraga. n. r. q. pelatih. Pengemba ngan IPTEK olahraga. manager dan pembina olahraga. o.

t.rahan. akreditasi dan sertifikat keolahraga an. Peningkata n dan pembangun an prasarana dan sarana olahraga. Pengemba ngan jaringan dan sistem . Pengaturan pelaksanaa n standarisas i. pengharga an dan kesejahtera an pelaku olahraga. u. s.

― . w. Pemberday aan dan pemasyara katan olahraga serta peningkata n kebugaran jasmani masyarakat .informasi keolahraga an. Kriteria lembaga keolahraga an. v. x.

Aktivitas keolahragaan skala kabupaten/kota. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan. Pendidikan dan pelatihan . e. nasional dan internasional. b. Pelaksanaan kebijakan di bidang keolahragaan skala nasional : a. Pelaksanaan kebijakan di bidang keolahragaan skala provinsi : a. d. e. b. Pembangunan dan penyediaan prasarana dan sarana olahraga. provinsi. Aktivitas keolahragaan skala nasional dan internasional. nasional dan internasional. f. 2. f. b. c. e. Pembangunan dan penyediaan prasarana dan sarana olahraga.2. Fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas kecamatan skala kabupaten/kota. Fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas provinsi. Pendanaan keolahragaan. Kerjasama antar provinsi dan internasional. Pendanaan keolahragaan. d. provinsi. d. Pelaksanaan 1. Pelaksanaan kebijakan di bidang keolahragaan skala kabupaten/kota : a. Fasilitasi dan dukungan aktivitas keolahragaan lintas kabupaten/kota. c. Pendanaan keolahragaan. Kerjasama antar kecamatan skala kabupaten/kota. c. pemerintah dan internasional. 1. Kerjasama antar kabupaten/kota skala provinsi. pemerintah dan internasional. Pembangunan dan penyediaan prasarana dan sarana olahraga. Aktivitas keolahragaan skala provinsi.

1. Pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga. g. Koordinasi bidang keolahragaan skala kabupaten/kota : a. b. 3. Koordinasi bidang keolahragaan skala nasional : g. Pendidikan dan pelatihan keolahragaan. Pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah.keolahragaan. g. . Koordinasi a. Pembangunan sentra pembinaan prestasi olahraga. Koordinasi antar Departemen/LPND. Koordinasi antar dinas/instansi terkait. 1.Koordinasi antar dinas/instansi terkait. b. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat. b. 1. Koordinasi dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat. f. Koordinasi bidang keolahragaan skala provinsi: a.

b. .Pembinaan terhadap organisasi keolahragaan. b. d. b. Pembinaan terhadap organisasi keolahragaan. c. ― Pembinaan dan pengawasan di bidang keolahragaan skala provinsi: a. Pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan. Pembinaan dan Pengawasan 1. Koordinasi antara kabupaten/kota dan kecamatan. ― d. Pembinaan dan pengawasan di bidang keolahragaan skala kabupaten/kota : a. d. Pembinaan terhadap organisasi keolahragaan.c. 1. Pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan. 1. c.Pembinaan terhadap kegiatan keolahragaan. Koordinasi antara pemerintah dan daerah serta masyarakat. Koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota. 4. Pembinaan dan pengawasan di bidang keolahragaan skala nasional : a. Koordinasi pihak luar negeri/internasional.

Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di kabupaten/ kota. c Pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan.Pembinaan koordinasi pemerintahan antar pemerintah/ departemen. Pembinaan koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan di provinsi. e. Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan. LPND dan daerah.Pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan. e. Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan. f.c. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan. f. c.Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan. d. d e f . Pembinaan pengelolaan olahraga dan tenaga keolahragaan.Pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga termasuk olahraga unggulan. Pembinaan pendidikan dan pelatihan di bidang keolahragaan. d.

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintaha n di bidang keolahragaa n. i. Pembinaan dan pengembangan industri olahraga. g Pembinaan perencanaa n. pemant auan dan evaluasi pelaksa naan urusan pemerin tahan di bidang keolahr agaan. g. pengemban gan. Pengaturan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar di bidang keolahragaan. Pengat uran pengaw asan terhada p g Pembinaa n perencana an. pemantau an dan evaluasi pelaksana an urusan pemerinta han di bidang keolahraga an. penelitian.g Pembin aan perenca naan. h. penelitia n. Pengawasan terhadap h h Pengatura n pengawas an terhadap pelaksana an norma . pengemba ngan. penelitian. pengem bangan.

i Pembinaa n dan pengemba ngan industri olahraga. j j k k .pelaksa naan norma dan standar di bidang keolahr agaan. i Pembin aan dan pengem bangan industri olahrag a. penyelenggaraan olahraga. Penga wasan terhada p penyele nggaraa n olahrag a. Pengawas an terhadap pelaksana an anggaran/ dana. j. dan standar di bidang keolahraga an. Pengawas an terhadap penyeleng garaan olahraga. Penga wasan terhada p pelaksa naan anggara n/dana. Pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/dana.

TUGAS INDIVIDU Hukum Pemda Pembagian Urusan Pemerintahan Menurut PP no 38 tahun 2007 .

DI SUSUN OLEH: Mahesha Daru Mardhika 110110090284 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PADJADJARAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful