Anda di halaman 1dari 6

Mata Kuliah : Kimia Anorganik 2 Nama Nim : Boby Royan : 0807035060

SOAL : 1. Jelaskanlah ikatan kovalenkoordinasi yang menjadi ikatan penting dalam struktur senyawa komplek? 2. Buatlah struktur senyawa kompleks Ni(CO)4, Ti(H2O)6, Co(NH3)63+, Co(F) Jelaskanlan dengan meninjau: a. Hibridisasi ikatan kovalenkoordinasinya? b. Bentuk struktur molekulnya?
33-

, dan Ni(CN)

dan

JAWAB : Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan elektron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron. Ikatan kovalen koordinasi hanya dapat terjadi jika salah satu atom mempunyai pasangan elektron bebas (PEB). Contoh: Atom N pada molekul amonia, NH3, mempunyai satu PEB. Oleh karena itu molekul NH3 dapat mengikat ion H+ melalui ikatan kovalen koordinasi,sehingga menghasilkan ion amonium, NH4+. Dalam ion NH4+ terkandungempat ikatan, yaitu tiga ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi.

Seperti yang telah dijelaskan pada ikatan kovalen koordinasi NH3 dan BF3 bereaksi membentuk H3N.BF3. Secara umum senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen koordinasi dianggap sebagai senyawa koordinasi atau senyawa kompleks. Lebih khusus lagi senyawa koordinasi adalah senyawa yang pembentukannya melibatkan pembentukan ikatan kovalen koordinasi antara ion logam atau logam dengan ion nonlogam. Kini senyawa-senyawa koordinasi yang dihasilkan dengan melibatkan pembentukan ikatan kovalen koordinasi lebih sering disebut sebagai senyawa kompleks. Beberapa jenis senyawa kompleks, yaitu: 1. Senyawa kompleks netral. Misalnya [Ni(CO)4] This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message

2. Senyawa kompleks ionik. Senyawa kompleks ionik terdiri atas ion positif (kation) dan ion negatif (anion) misalnya [Ag(NH3)2]. Dalam senyawa kompleks ionik salah satu dari ion tersebut atau keduanya dapat merupakan ion kompleks. 3 jenis senyawa kompleks ionik yaitu: a. Senyawa kompleks ionik dengan kation sebagai ion kompleks. b. Senyawa kompleks ionik dengan anion sebagai ion kompleks. c. Senyawa kompleks ionik dengan kation dan anion sebagai ion kompleks.

This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message

A. Ni(CO)4
28Ni 28Ni

: [Ar] 3d8 4s2 : [Ar] 3d8 4s2

Ni

3d8
Ni

4s2

4p0

Sp3

Ni Sp3

Orbital pada 4s mengalami proses promosi ke orbital 3d yang lebih tinggi tingkat energinya, sehingga orbital 4s kosong dan dapat mengalami hibridisasi dengan orbital 4p membentuk orbital hibrida sp3. Orbital hibrida sp3 yang telah terbentuk kemudian digunakan untuk berikatan dengan 4 ligan CO yang masing-masing menyumbangkan pasangan elektron bebas Karena semua elektron berpasangan pada orbital d, maka senyawa Ni(CO)4 bersifat diamagnetik. Dan bentuk Orbital hybrid Sp3 = tetrahedral.

This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message

B. Ti(H2O)6
22Ti

= [ Ar ] 3d24s2

3d2

4s2

4p0

Sp3d2

Sp3d2

Orbital pada 4s mengalami proses promosi ke orbital 3d yang lebih tinggi tingkat energinya, sehingga orbital 4s kosong dan dapat mengalami hibridisasi dengan orbital 4p membentuk orbital hybrid sp3d2. Orbital hybrid sp3d2 yang telah terbentuk kemudian digunakan untuk berikatan dengan 6 ligan H2O. Karena tidak semua elektron berpasangan pada orbital d, maka senyawa Ti(H2O)6 bersifat paramagnetik. dan Bentuk Orbital hibrid sp3d2 = Oktahedral

This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message

C.Co(NH3)63+ Co= 4s23d7 Co3+= 4s0 3d6

3d7

4s2

4p0

3d6

4s0

4p0

Sp3d2

Ion pusat harus menyediakan orbital hybrid yang kosong untuk diisi oleh pasangan electron ligand. Orbital hibrida sp3d2 yang telah terbentuk kemudian digunakan untuk berikatan dengan 6 ligan NH3 yang masing-masingmenyumbangkan pasangan elektron bebas. Karena semua elektron berpasangan pada orbital d, maka senyawa Co(NH3)63+ bersifatDiamagnetik. Bentuk Geometri sp3d2 = Oktahedral D. Co(F) 63Co = [Ar] 4s2 3d74po Muatan F- =-1, ada 6 = -6 CO . F6 = 3X + -6 = 3X=3 Co3+= [Ar] 4s0 3d6

3d6

4s0

4p0 Sp3d2

This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message

Ion pusat harus menyediakan orbital hybrid yang kosong untuk diisi oleh pasangan electron ligand. Orbital hibrida sp3d2 yang telah terbentuk kemudian digunakan untuk berikatan dengan 6 ligan F yang masing-masing menyumbangkan pasangan elektron bebas. Karena semua elektron berpasangan pada orbital d, maka senyawa Co(NH3)63+ bersifat Diamagnetik. Bentuk Geometri sp3d2= Oktahedral

E. Ni(CN) 4328Ni

: [Ar] 3d8 4s2

Ligan CN adalah merupakan ligan bermuatan -1 dan pada senyawa kompleks ini Ni(CN)4 memiliki muatan -3. Sehingga atom pusat Ni adalah atom pusat bermuatan positif satu, adapun hibridisasinya dapat digambarkan seperti berikut.
28Ni 27Ni

: [Ar] 3d8 4s2 : [Ar] 3d8 4s1

3d7

4s2

4p0

Orbital pada 4s mengalami proses promosi ke orbital 3d, sehingga orbital 4s kosong dan dapat ter-hibridisasi dengan orbital 4p membentuk orbital hibridad sp2, Karena semua elektron berpasangan pada orbital d, maka senyawa Ni(CN) 43- bersifatDiamagnetik. Bentuk Geometri d2sp3= Segiempat Planar.

This PDF is Created by trial version of 123File PDF Professional. Please use purchased version to remove this message