Anda di halaman 1dari 7

Salah satu rahasia sukses mereka adalah IDEAS... ya ideas.

Mungkin Anda bertanya, Kalau hanya sekadar ideas, saya dan karyawan-karyawan saya juga memilikinya, bahkan punya banyak sekali ide-ide. Lalu,apa bedanya? IDEAS merupakan salah satu kunci kesuksesan perusahaan- perusahaan yang langgeng. IDEAS merupakan singkatan dari: I = Improvement

& Integrity D = Dynamic Development E = Enthusiasm & Evaluation A = Achievement S = Spirit & Solving Problem.
Improvement & integrity Suatu perusahaan akan menjadi lebih langgeng jika ada keseimbangan antara pengembangan berbagai unsur yang ada di dalam perusahaan dalam suatu integritas penuh. Karena tidak sedikit perusahaan yang sangat bernafsu untuk mengembangkan perusahaan, namun mengabaikan faktor integritas dalam setiap elemen perusahaan yang ada, yang akhirnya justru mengalami banyak tantangan dalam perkembangannya. Dynamic development Perusahaan dituntut untuk mampu terus berkembang dengan dinamis, mampu mengikuti perkembangan yang ada. Banyak perusahaan yang bangkrut bahkan dalam waktu singkat, karena mereka sudah merasa sukses,dan tidak mau untuk membuka diri akan perkembangan atau tuntutan pasar yang ada dengan lebih dinamis. Enthusiam & evaluation Untuk menjadi lebih maju, kita memang harus selalu antusias, namun yang penting pula kita juga harus terus melakukan evaluasi. Mengevaluasi dan memonitor secara rutin akan perkembangan yang ada. Atau akan tantangan yang ada,sehingga perusahaan kita tetap bisa dahsyat dengan cara yang lebih efektif tentunya. Hal ini sangat penting sebagai salah satu fondasi dalam peralihan generasi dalam suatu perusahaan. Karena banyak ditemukan perusahaan yang berjaya hingga puluhan tahun lamanya saat dipimpin oleh orang tuanya,

namun ketika diwariskan ke anaknya hanya dalam beberapa tahun saja perusahaan tersebut mengalami banyak kerugian bahkan bangkrut. Maka selain tetap selalu antusias, kita juga harus melakukan evaluasi dan monitoring secara tertulis,untuk mempermudah proses regenerasi nantinya. Spirit & solving problem Tetap selalu menjaga perusahaan dalam semangat yang positif.Karena tidak sedikit perusahaan yang melakukan pembiaran ketika ada salah satu karyawan/timnya mulai menghembuskan pembicaraan yang negatif, akhirnya hal negatif berkembang seperti virus sehingga tidak mustahil jika perusahaan Anda secara keseluruhan bisa menjadi negatif. Tanamkan selalu semangat kejujuran dan semangat saling membangun dalam budaya kerja di perusahaan. Dengan demikian, berbagai permasalahan dalam perusahaan bisa dipecahkan dengan caracara yang lebih efektif.

Kesalahan-kesalahan mengelola keuangan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut: 1. Over investasi Banyak pebisnis pemula menghabiskan dana untuk investasi yang tidak perlu, demi alasan prestise misalnya. Alih-alih meningkatkan produktivitas justru akan menghabiskan modal dan tabungan. Solusinya adalah gunakan setiap uang yang dimiliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna. 2. Tidak menggaji diri sendiri Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda. Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis. Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis lantas memberi gaji tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit. 2. Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk. Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya. Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, Eric Johnson menyarankan untuk membuat suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.

3. Mencampur aset bisnis dan pribadi Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda

membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda. 4. Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk mencharge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi. Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting. 5. Merampok kas perusahaan Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu. Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti.

Kita memang tidak bisa memprediksi sebuah bisnis akan berhasil atau gagal. Namun, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain yang pernah mengalami kegagalan. Apa saja kesalahan mereka dalam berbisnis? 1. Tidak ada perencanaan Berkali-kali mendatangi seminar bisnis atau membaca profil pengusaha sukses seringkali membuat kita terdorong untuk segera memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Tapi hati-hati, menjalankan bisnis hanya bermodal semangat, salah-salah akan berujung pada kebangkrutan. Agar itu tidak terjadi, selalu dampingi semangat menggebu tersebut dengan perencanaan matang. Tentukan dulu visi, sasaran, dan arah bisnis yang akan Anda geluti. Termasuk menggali informasi lebih banyak tentang bisnis tersebut, bagaimana dan di mana membeli bahan bakunya, siapa saja yang akan menjadi konsumen, serta di mana dan bagaimana memasarkannya. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar. 2. Pemasaran yang lemah Di awal usaha, kita pasti tergoda untuk memproduksi sebanyak-banyaknya produk agar segera mencicip keuntungan berlipat. Tak salah memang, asal kita tahu bagaimana memasarkan produk tersebut. Jelilah memanfaatkan setiap celah untuk mempromosikan produk Anda. Tak perlu nekat memasang iklan di media massa bila modal Anda tak memungkinkan untuk itu. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk pada calon konsumen, seperti melalui media sosial atau mailing list. Tapi ingat, jangan melupakan netiket karena jika salah berpromosi, bukannya mendapatkan pembeli, promo produk Anda bisa dianggap spam.

3. Manajemen yang buruk Bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi untuk menjadi pebisnis sukses. Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan. 4. Pegawai tak terkendali Tak salah memang bila membayangkan bisnis yang akan Anda geluti mempekerjakan banyak pegawai. Tapi apakah Anda betul-betul membutuhkan pegawai di saat bisnis baru berjalan? Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan menjalankan sendiri bisnisnya. Mereka baru merekrut pegawai ketika bisnis sudah berkembang. Jangan buru-buru merekrut pegawai bila belum membutuhkannya. Sebaiknya, rekrut pegawai hanya ketika bisnis sudah berkembang pesat dan Anda sudah merumuskan job description bagi calon pegawai Anda. Tak perlu dalam jumlah banyak, cukup rekrut sesuai yang Anda butuhkan. Pastikan juga bahwa orang yang direkrut memenuhi kriteria. 5. Terlalu cepat menarik uang Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar tidak tergoda untuk menghabiskannya. Sebaiknya manfaatkan keuntungan tersebut untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis.

http://hypnoseduction.com/index.php?option=com_content&view=article&id=295%3Abagaimanamengatasi-traumaphobia-24-mei-2011 http://hypnoseduction.com/index.php?option=com_content&view=article&id=305%3Akekuatan-katadalam-percintaan-24-mei-2011 http://hypnoseduction.com/index.php?option=com_content&view=article&id=309%3Agemeteran-deketdia-16-mei-2011 http://hypnoseduction.com/index.php?option=com_content&view=article&id=300%3Aenergi-cinta-12mei-2011 http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/12818-inilah-elemen-suksesbisnis-ritel.html http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6611-pentingnyahak-cipta-bagi-entrepreneur.html