Anda di halaman 1dari 4

TINEA VERSICOLOR

DEFINISI Tinea versikolor / Pityriasis versikolor adalah infeksi ringan yang sering terjadi disebabkan oleh Malasezia furfur. Penyakit jamur kulit ini adalah penyakit yang kronik dan asimtomatik ditandai oleh bercak putih sampai coklat yang bersisik. Kelainan ini umumnya menyerang badan dan kadang- kadang terlihat di ketiak, sela paha, tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala.

EPIDEMIOLOGI Penyakit ini ditemukan diseluruh dunia terutama di daerah beriklim panas. Di Indonesia frekuensinya tinggi. Penularan terjadi bila ada kontak dengan jamur penyebab oleh karena itu kebersihan pribadi sangat penting.

MORFOLOGI Selompok sel-sel bulat,bertunas, berdinding tebal dan memiliki hifa yang berbatang pendek dan bengkok yang pertumbuhannya pada kulit (stratum korneum) Biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda patologik selain sisik halus sampai kasar. Bentuk lesi tidak teratur, berbatas tegas sampai difus dan ukuran lesi dapat Ada dua bentuk yang sering dijumpai :

1. Bentuk makuler : Berupa bercak-bercak yang agak lebar, dengan sguama halus diatasnya dan tepi tidak meninggi. 2. Bentuk folikuler : Seperti tetesan air, sering timbul disekitar rambut.

PATOGENESIS Mallasezia furfur, merupakan organisme saprofit pada kulit normal. Bagaimana perubahan dari i saprofit menjadi patogen belum diketahui.

Organisme ini merupakan "lipid dependent yeast". Timbulnya penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor hormonal, ras, matahari,peradangan kulit dan efek primer pytorosporum terhadap melanosit.

GAMBARAN KLINIS Timbul bercak putih atau kecoklatan yang kadang-kadang gatal bila berkeringat. Bisa tanpa keluhan gatal sama sekali Pada orang kulit berwarna, lesi tampak sebagai bercak hipopigmentasi Tetapi pada orang yang berkulit pucat, lesi bisa berwarna kecoklatan ataupun kemerahan. Di atas lesi terdapat sisik halus. Adanya Folikulitis: 1. Merupakan bentuk klinis yang lebih berat, Malasezia furfur dapat tumbuh dalam jumlah banyak pada folikel rambut dan kelenjar sebasea. 2. Pada pemeriksaan histologis organisme tersebut terlihat dilobang folikel bagian infudibulum saluran sebasea dan sering disekitar dermis. 3. Folikel berdilatasi akibat sumbatan dan terdiri dari debris keratin. 4. Secara klinis lesi terlihat eritem, papula folikular atau pustula dengan ukuran 2-4mm, distribusinya dipunggung, dada kadang-kadang dibahu, dengan leher dan rusuk. 5. Bentuknya yang lebih berat disebut Acneifonn folliculitis Adanya Dacriosis obstructif: 1. Malasezia furfur dapat membentuk koloni pada kelenjar lakrimalis, menyebabkan pembengkakan dan obstruksi. 2. Pada beberapa kasus terbentuk dakriolit, terjadi inflamasi dan mengganggu produksi air mata.

CARA MENEGAKKAN DIAGNOSA Mengenal kelainan-kelainan yang khas yang disebabkan oleh Melasezi fulfur Diagnosa pitiriasis versikolor harus dibantu dengan pemeriksaan-pemeriksaan sebagai berikut :

a. Pemeriksaan langsung dengan KOH 10%. Bahan-bahan kerokan kulit di ambil dengan cara mengerok bagian kulit yang mengalami lesi. Sebelumnya kulit dibersihkan dengan kapas alkohol 70%, lalu dikerok dengan skalpel steril dan jatuhannya ditampung dalam lempeng-lempeng steril.

Sebagian dari bahan tersebut diperiksa langsung dengan KOH% yang diberi tinta Parker Biru Hitam, Dipanaskan sebentar, ditutup dengan gelas penutup dan diperiksa di bawah mikroskop.

Bila penyebabnya memang jamur, maka kelihatan garis yang memiliki indeks bias lain dari sekitarnya dan jarak-jarak tertentu dipisahkan oleh sekat-sekat atau seperti butir-butiir yang bersambung seperti kalung.

Hifa tampak pendekpendek, lurus atau bengkok dengan disana sini banyak butiran-butiran kecil bergerombol.

b. Pembiakan. Organisme penyebab Tinea versikolor belum dapat dibiakkan pada media buatan.

c. Pemeriksaan dengan sinar wood, Dapat memberikan perubahan warna pada seluruh daerah lesi sehingga batas lesi lebih mudah dilihat. Daerah yang terkena infeksi akan memperlihatkan fluoresensi warna emas sampai orange.

PENGOBATAN Pakaian, kain sprei, handuk harus dicuci dengan air panas. Kebanyakan pengobatan akan menghilangkan bukti infeksi aktif (skuama) dalam waktu beberapa hari, tetapi untuk Menjamin pengobatan yang tuntas harus dilanjutkan beberapa minggu. Perubahan pigmen lebih lambat hilangnya. Daerah hipopigmentasi belum akan tampak normal sampai daerah itu menjadi coklat kembali. Sesudah terkena sinar matahari lebih lama daerah-daerah yang hipopigmentasi akan coklat kembali. Obat-obat anti jamur yang dapat menolong misalnya salep whitfield, salep salisil sulfur (salep 2/4), tiosulfatnatrikus (25%), derivatimidasol seperti ketokonasol, isokonasol, toksilat dalam bentuk krim atau larutan dengan konsentrasi 1-2% sangat berkhasiat

PROGNOSIS Umumnya baik bila faktor-faktor predisposisi dapat dieliminer dengan baik.

SUMBER: Budimulja, U. 2002. Mikosis.Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta. P:87-102.

Anda mungkin juga menyukai