Anda di halaman 1dari 7

HYDROCORTISON

HYDROCORTISONE
.: KEMASAN & NO REG :.

Hydrocortisone cream 1%, tube 5 gram, No. Reg. : D.2016276 Hydrocortisone cream 2,5%, tube 5 gram, No. Reg. : D.2016277

.: INDIKASI :.
Pengobatan eksema, inflamasi pada kulit, dan dermatitis karena alergi.

.: KONTRA INDIKASI :.
Hydrocortisone cream sebaiknya tidak digunakan bila ada tuberkulosis kulit, varisela, vaksinia, dan penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh virus atau jamur.

.: DOSIS :.
Oleskan tipis-tipis Hydrocortisone cream pada daerah lesi 3 sampai 4 kali sehari.

.: LAIN-LAIN :.
Penyimpanan: Simpan di bawah suhu 30C. Terlindung dari panas.

Hidrokortison
Deskripsi - Nama & Struktur Kimia - Sifat Fisikokimia - Keterangan : : 11,17,21-trihydroxy-,(11beta)-pregn-4-ene-3,20-dione Hidrokortison merupakan serbuk kristalin berwarna putih. BM 362,47

: -

Golongan/Kelas Terapi Hormon, obat Endokrin Lain dan Kontraseptik Nama Dagang - Solu Cortef Indikasi Insufisiensi adrenokortikoid, Reaksi hipersensitifitas, seperti syok anafilaktik dan angioudema, Radang usus, Hemoroid, Reumatik, Penyakit mata, Penyakit kulit. Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral: untuk terapi pengganti (replacement therapy) 20-30 mg/hari dalam dosis terbagi untuk orang dewasa, anak-anak 10-30 mg/hari dalam dosis terbagi, Injeksi im atau iv lambat atau infus: 100-500 mg, 3-4 kali sehari. Anak sampai usia 1 tahun, 25 mg. Anak 1-5 tahun, 50 mg. Anak 6-12 tahun, 100 mg, Hidrokortison topikal (salep atau krim) digunakan sebagai anti radang dan antipruritis. - Silacort

Farmakologi Hidrokortison memiliki efek imunosupresan, efek anti radang yang kuat,serta meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah. Hidrokortison bekerja sebagai antagonis fisiologis untuk insulin dengan meningkatkan glikogenolisis (penguraian glikogen), lipolisis (penguraian lipid),dan proteinolisis (penguraian protein), menurunkan pembentukan glikogen di hati, meningkatkan mobilisasi, asam amino dan badan keton ekstrahepatik. Ini akan meningkatkan kadar glukosa di dalam darah. Oleh karena itu, pemberian hidrokortison yang berlebihan dapat menyebabkan hiperglikemia. Hidrokortison meningkatkan tekanan darah dengan jalan meningkatkan kepekaan pembuluh darah terhadap epinefrin dan norepinefrin.Pemberian hidrokortison topikal menyebabkan vasokonstriksi. Apabila kekurangan kortisol di dalam darah, maka terjadi vasodilatasi secara meluas.Hidrokortison menekan sistem imun dengan jalan menghambat proliferasi sel T. Hidrokortison menurunkan pembentukan tulang,oleh sebab itu pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis. Hidrokortison dapat diserap dengan baik pada pemberian per oral. Hidrokortison juga dapat diserap melalui kulit. Tingkat absorpsi melalui kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor,antara lain jenis zat pembawa, integritas sawar epidermal, dan penggunaan pembalut. Pembalut umumnya akan meningkatkan absorpsi. Kortikosteroid topikal dapat diserap melalui kulit utuh normal.Adanya radang atau penyakit lain di kulit dapat meningkatkan absorpsi melalui kulit. Pada pemberian per rektal,hidrokortison diserap hanya sebagian, sekitar 30-50%. Setelah diserap, hidrokortison yang diberikan secara topikal akan mengalami nasib sama seperti hidrokortison per oral atau per parenteral. Di dalam darah, sebagian besar(lebih kurang 95%) hidrokortison terikat pada protein antara lain CBG (corticosteroid binding globulin) dan albumin serum. Hanya hidrokortison dalam bentuk bebas yang dapat berikatan dengan reseptor dan menimbulkan efek. Senyawa-senyawa kortikosteroid terutama dimetabolisme di hati, merupakan substrat dari enzim CYP450: 3A4. Ekskresi terutama melalui ginjal, namun sebagian kortikosteroid yang diberikan secara topikal dan metabolitnya juga diekskresikan ke dalam empedu. Stabilitas Penyimpanan Simpan dalam wadah aslinya, dalam ruang dengan suhu kamar, jauhkan dari lembab, panas, dan sinar matahari langsung. Kontraindikasi Infeksi jamur sistemik, ileocolostomi pasca operasi, serta hipersensitivitas terhadap hidrokortison atau komponen-komponen obat lainnya. Efek Samping Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit : Retensi cairan, retensi natrium

Gangguan jantung kongestif : Kehilangan kalium, Alkalosis hipokalemia, Hipertensi. Gangguan Muskuloskeletal : da ujung tulang paha dan tungkai,fraktur patologis dari tulang panjang. Lemah otot : miopati steroid, hilangnya masa otot, osteoporosis, putus tendon, terutama tendon Achilles, fraktur vertebral, nekrosis aseptik pa Gangguan Pencernaan : Iritasi dan rasa tidak enak di lambung, kembung, borok lambung (peptic ulcer) kemungkinan disertai perforasi dan perdarahan, borok esophagus (Ulcerative esophagitis), pankreatitis. Gangguan dermatologis : Gangguan penyembuhan luka : Kulit menjadi tipis dan rapuh. Petechiae dan ecchymoses : Erythema pada wajah, Keringat berlebihan. Gangguan Metabolisme : Keseimbangan nitrogen negatif, yang disebabkan oleh katabolisme protein Gangguan Neurologis : Tekanan intrakranial meningkat disertai papilledema (pseudo-tumor cerebri), biasanya setelah terapi, konvulsi, vertigo, sakit kepala, pusing, depresi, rasa cemas berlebihan. Gangguan Endokrin : Menstruasi tak teratur, Cushingoid, menurunnya respons kelenjar hipofisis dan adrenal, terutama pada saat stress, misalnya pada trauma, pembedahan atau sakit. Hambatan pertumbuhan pada anak-anak menurunnya toleransi karbohidrat, manifestasi diabetes mellitus laten. Perlunya peningkatan dosis insulin atau OHO (Obat Hipoglikemik Oral) pada pasien yang sedang dalam terapi diabetes mellitus Katarak subkapsular posterior, tekanan intraokular meningkat, glaukoma. Interaksi - Dengan Obat Lain : Obat-obat yang menginduksi enzim-enzim hepatik, seperti fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat meningkatkan klirens kortikosteroid. Oleh sebab itu jika terapi kortikosteroid diberikan bersama-sama obat-obat tersebut,maka dosis kortikosteroid harus ditingkatkan untuk mendapatkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Obat-obat seperti troleandomisin danketokonazol dapat menghambat metabolisme kortikosteroid, dan akibatnya akan menurunkan

klirens atau ekskresi kortikosteroid. Oleh sebab itu jika diberikan bersamaan, maka dosis kortikosteroid harus disesuaikan untuk menghindari toksisitas steroid. Kortikosteroid dapat meningkatkan klirens aspirin dosis tinggi yang diberikan secara kronis. Hal ini dapat menurunkan kadar salisilat di dalam serum, dan apabila terapi kortikosteroid dihentikan akan meningkatkan risiko toksisitas salisilat. Aspirin harus digunakan secara berhati-hati apabila diberikan bersama-sama dengan kortikosteroid pada pasien yang menderita hipoprotrombinemia. Efek kortikosteroid pada terapi antikoagulan oral bervariasi. Beberapa laporan menunjukkan adanya peningkatan dan laporan lainnya menunjukkan adanya penurunan efek antikoagulan apabila diberikan bersama-sama dengan kortikosteroid. Oleh sebab itu indeks koagulasi harus selalu dimonitor untuk mempertahankan efek antikoagulan sebagaimana yang diharapkan. - Dengan Makanan : Ketika dalam terapi dengan hidrokortison sistemik, sebaiknya kurangi konsumsi garam, dan makan makanan yang banyak mengandung kalium dan tinggi protein Pengaruh - Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : C - Terhadap Ibu Menyusui : Distribusi hidrokortison di dalam air susu tidak diketahui, gunakan dengan perhatian. - Terhadap Anak-anak : Dapat terjadi penghambatan pertumbuhan yang tak dapat pulih kembali, oleh sebab itu tidak boleh diberikan jangka panjang. - Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Bentuk Sediaan Tablet, Salep, Krim, Serbuk untuk Injeksi Peringatan Gunakan dengan perhatian pada pasien hipertiroidisme, sirosis,kolitis ulseratif non

spesifik, hipotensi, osteoporosis, tromboembolik, gagal jantung kongestif, myasthenia gravis,tromboflebitis, peptic ulcer, diabetes, glaukoma, katarak, tuberkulosis,gangguan hati. Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Informasi Pasien Menurunkan inflamasi dengan menekan migrasi leukosit polimorfonuklear, dan peningkatkan permeabilitas kapiler Mekanisme Aksi Monitoring Penggunaan Obat Daftar Pustaka Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 2000 Suharti K Suherman. Adrenokortikotropin, Adrenokortikosteroid, Analog Sintetik dan Antagonisnya. Dalam: Farmakologi dan Terapi edisi 4, 2004. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hydrocortisone, Rx List, The Internet Drug Index @ http://www.rxlist.com/cgi/generic/hc25.html Cortenema, Rx List, The Internet Drug Index @ http://www.rxlist.com/cgi/generic/cortenema.html Hydrocortisone Topical, Medline Plus @ http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a682793.html Hydrocortisone Oral, Medline Plus @ http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/medmaster/a682206.html www.healthyontario.com/ Drugs/H_-_Drugs/Hydrocortisone.html Drug Information Handbook, 2006/2007