Anda di halaman 1dari 1

3.

Dampak kebijaksanaan makro dari sudut bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat miskin didalam perekonomian adalah Terdapat perbedaan antara prioritas pengeluaran masyarakat miskin untuk kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Dampak BLT terhadap kesejahteraan ini terlihat pada prioritas spending pattern masyarakat miskin dimana prioritas penggunaan uang BLT paling utama adalah sembako. Hal ini menunjukkan bahwa BLT belum efisien dalam memenuhi wants masyarakat miskin karena prioritas utama dari BLT tersebut masih untuk kebutuhan dasar. Namun, BLT tersebut memiliki manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat miskin terutama dalam pemenuhan kebutuhannya. Selain itu, BLT tidak berpengaruh terhadap kinerja masyarakat miskin karena masyarakat miskin tidak bisa hidup jika hanya menggantungkan penerimaannya pada BLT, tetapi untuk beberapa kasus masyarakat miskin tergantung dengan BLT tersebut. BLT merupakan bentuk kebijakan pemerintah dalam mempromosikan kesejahteraan bagi rakyat miskinyang pada hakikatnya adalah pelayanan social dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan social yang mungkin timbul seiring kenaikan beban hidup mayarakat. Menyandingkan BLT dengan APBN mengkerangkai bentuk pelayanan social dalam lebijakan makroekonomi yang menjadi alat ukur utama. Namun konteks pelayanan social sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang tersingkir dari akses-akses pemenuhan kebutuhan karena keterbatasan ekonomi menjadi tidak efektif dapat terwujud dengan bentuk subsidi langsung seperti yang dipilih saat ini. Pelayanan sosial pada hakikatnya merupakan salah satu kebijakan penting ang harus diperhatikan oleh pemerintah sebagai exit strategy terhadap munculnya kelompok masyarakat yang tersingkir dari proses pembangnan. BLT juga mampu mengamankan APBN perlu mendapat dukungan. Pengaruhnya terhadap angka kemiskinan, pemerintah mangamati bahwa BLT sudah mampu mangurangi jumlah penduduk miskin.