SEMINAR PENDIDIKAN SEKS REMAJA DI KAB BANYUASIN SUM – SEL

PROJECT PROPOSAL “Penyuluhan pendidikan seks remaja dalam upaya mengatasi maraknya pornografi dan aborsi di kalangan remaja” KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2012 I. LATAR BELAKANG “Ada kasus yang tergolong langkah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.Yakni, lima bocah laki-laki yang masih bau kencur (11 tahun ke bawah) memperkosa dua bocah perempuan yang umurnya 5 tahun dan 7 tahun. Dia melakukan karena terpengaruh olah gambar dan video porno.(Jawa pos: 2 Peb 2011)”. Pemuda merupakan garda depan dalam upaya mengawal pembangunan suatu bangsa. Baik moral maupun fisik. Dibidang budaya, politik, ekonomi, pendidikan, agama serta bidang hukum. Namun generasi harapan bangsa tersebut tak jarang terperangkap pada dampak negative globalisasi. Diantaranya, banyak dari mereka yang terkena penyakit HIV/Aids akibat pergaulan bebas (Free Seks), terlibat pemerkosaan, narkotika, serta obat-obatan terlarang lainnya. Dengan fenomena itu globalisasi yang semestinya menjadi peluang berubah menjadi ancaman bagi generasi muda, harapan kemandirian bangsapun terenggut percuma. Maraknya peredaran film porno dan mudahnya mengakses situs porno merusak mental para remaja. Kondisi itu diperparah oleh minimnya pengetahuan para remaja mngenai kesehatan reproduksi. Akibat pergaulan bebas tersebut, Banyak remaja saat ini yang menjadi pelaku hubungan seksual pranikah. Bahkan banyak remaja yang menjadi korban pemaksaan hubungan seks, termasuk pemerkosaan. Tindakan itu berisiko meningkatnya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan(KTD), ujung-ujungnya, mereka melakukan aborsi alias menggugurkan janin secara ilegal. Jumlah remaja yang menjadi pelaku hubungan seks pranikah dan pemaksaan hubungan seks cenderung meningkat setiap tahun. Berdasarkan data dari Sebaya PKBI Jatim, terdapat 149 remaja pelaku hubungan seks pranikah yang menjalani konseling, dan 52 remaja korban pemaksaan hubungan seks yang menjalani konseling. Sementara itu The United Nationals Population Fund (UNFPA), menemukan sekitar 15 % remaja sudah berhubungan seks pranikah, juga banyak remaja yang ditemukan terjangkit HIV( Jawa Pos: 2/2 /2011). Banyaknya remaja yang melakukan seks pranikah, itu bisa disebabkan banyak faktor diantaranya, mngikuti adegan dalam film porno serta melihat gambar porno di internet dan media lain. Masukan pengetahuan tentang seks dari sarana tersebut tentu tidak memberikan pengetahuan soal kesehatan reproduksi, orang tua juga tak membekali buah hatinya mengenai masalah tersebut. Akibatnya, remaja tidak memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi berbagi perubahan, gejolak dan maslah yang sering timbul di masanya. Inilah yang menjadi keprihatinan

karena sejak dulu bicara seks di kalangan remaja dianggap tabu oleh banyak orang. Diskusi dan Tanya Jawab III. 6. Pendidikan seks remaja perlu diberikan sebagai upaya mengatasi problematika seksual remaja dan pengendaliannya. TUJUAN 1. Aborsi di Kalangan Remaja”. lembaga pendidikan. Perhatian orang tua terhadap perkembangan anak 3. Internet. Pengaruh pornografi(film porno. Ceramah oleh beberapa nara sumber 2. 4. Mendapatkan cara.cara pemecahan problematik seksual remaja. Gaya hidup remaja masa kini 2. Memberikan gambaran tentang bahaya dari free seks/ . . orang tua. esensi dari seminar ini adalah : 1. Bentuk Kegiatan 1. 2. 5. 3.seks pranikah baik dari segi jasmani maupun rohani serta aspek hukumnya.SEL akan mengadakan seminar tentang “SOSIALISASI PENDIDIKAN SEKS REMAJA DALAM UPAYA MENGATASI MARAKNYA PORNOGRAFI DAN ABORSI DIKALANGAN REMAJA. obat-obatan terlarang. B. Nama Kegiatan Kegiatan ini diberi nama “Seminar sosialisasi Pendidikan Seks Remaja Sebagai Upaya Mengatasi Maraknya Pornograsi . NAMA DAN BENTUK KEGIATAN A. Agar semua komponen baik itu pemerintah.” Yang diformat dengan tanya jawab interaktifagar apa yang kita berikan bisa lebih mengena tentang Free seks . dan pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Kami akan menghadirkan pembicara sesuai dengan bidangnya. media massa) terhadap perilaku seks remaja. Apabila hal tersebut tidak segerah dicegah sedini mungkin bukan tidak mungkin lagi remaja kita terutama anak-anak muda di kabupaten Pasuruan akan semakinbertambah yang terjerumus dalam lembah hitam. dan masyarakat peduli terhadap generasi muda dengan memberikan pengetahuan /pendidikan seks agar terhindar dari kesesatan. II. Atas kepedulian tersebut DEWAN PIMPINAN KABUPATEN/KOTA BANYUASIN GAFATAR SUM . Membekali para remaja dengan memberikan pendidikan seks sejak dini.kami. aborsi. Terwujudnya generasi muda yang andal dengan menguasai IPTEK dan IMTAK yang jauh dari pengaruh seks bebas dan pengaruh narkoba. 4. Mengubah mindset orangtua bahwa bicara seks pada anak sejak dini bukan hal yang tabu lagi.

3. V. orang tua dan masyarakat agar terhindar dari perilaku penyimpangan seks. B. Bagi Masyarakat Diharapkan dapat memberikan manfaat atas terlaksananya seminar ini sehingga masyarakat peduli terhadap kemajuan dan keselamatan generasi muda dari problemsatik seksual.IV. Bagi Remaja Dengan seminar sosialisasi pendidikan seks remaja dalam upaya mengatasi maraknya pornografi dan aborsi di kalangan remaja.Remaja akan mendapatakan pengetahuan /pendidikan tentang pentingnya pendidikan seks bagi remaja secara dini sehingga mereka mampu mengatasi problematic seksual . Nara Sumber 1. . Tempat Kegiatan VI. NARA SUMBER A. C. WAKTU DAN TEMPAT A. Kepala BKKBN Banyuasin 2. Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (UPPA) Polres Kebupaten Banyuasin. kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Banyuasin. Waktu Kegiatan Hari : Tanggal : Pukul : B. Bagi Kabupaten Banyuasin Dengan seminar ini bisa di jadikan tempat sosialisasi akan pentingnya pendidikan seks kepada remaja. MANFAAT A.

VII.. JADWAL KEGIATAN ( Terlampir ) . Telp (0343)6606580. SUSUNAN PANITIA ( Terlampir ) X. PESERTA Seluruh peserta kegiatan ini sebanyak .. orang yang berasal dari : 1. IX. PENYELENGGARA Penyelenggara kegiatan ini adalah DPK BANYUASIN GERAKAN FAJAR NUSANTARA (GAFATAR) SUM – SEL yang bersekretariat di Jl Mawar no 2 Kelurahan ledug Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan . ANGGARAN DANA ( Terlampir ) XI.Pelajar SMA yang ada di kabupaten Banyuasin VIII.

DPK BANYUASIN GAFATAR SUM – SEL Ketua. agar tidak terjerumus dengan gaya hidup sekarang ini. Dengan mengagungkan nama Allah Yang Maha Kuasa. semoga kegiatan ini berjalan lancar dan mendapatkan rahmat serta Ridho-Nya. 30 April 2011 Hormat Kami. serta berguna bagi nusa dan bangsa. dimana maraknya pornografi yang memicu para remaja untuk berbuat Free seks. Palembang. PENUTUP Salah satu tujuan pendidikan nasional Indonesia adalah membentuk generasi muda yang berkualitas sebagai manusia pembangunan yang menguasai IPTEK disertai IMTAK.XII. KADARSYAH FITRIANSYAH PUTRA . Amin. dan besar harapan kami atas partisipasi semua pihak untuk terlaksana dan berhasilnya kegiatan ini. Proposal ini kami susun agar pelaksanaan kegiatan dapat terkoordinasi dengan baik. Sekretaris. Penyuluhan Tentang “sosialisasi Pendidikan Seks Remaja dalam Upaya Mangatasi Maraknya Pornografi dan Aborsi di Kalangan Remaja “ ini diselenggarakan oleh DPK BANYUASIN GAFATAR SUM .SEL sebagai bukti bahwa sebagai generasi penerus bangsa sangat peduli dengan masa depan bangsa serta adanya kecintaan kami terhadap generasi muda.

Rendy 3. Seksi Keamanan Edy Rianto Lampiran 2 : ANGGARAN DANA Penyuluhan pendidikan seks remaja dalam upaya mengatasi maraknya pornografi dan aborsi di kalangan remaja . Rian 5. Seksi Konsumsi Ida Fitria. Seksi Publikasi. dan Dokumentasi Arifin 6. Seksi Kesekretariatan Fitriansyah Putra 2. Seksi Perlengkapan Mahmudi. Nuriady. Dekorasi.Lampiran 1 : SUSUNAN PANITIA seminar sosialisasi pendidikan seks remaja dalam upaya mengatasi maraknya pornografi dan aborsi di kalangan remaja. Seksi Transportasi dan Akomodasi Pujianto. KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2012 PANITIA PELAKSANA Ketua Panitia Pelaksana : Haris Fadhli Sekretaris : Ida Fitria Bendahara : Khairul SEKSI – SEKSI : 1. Evi raulina 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.