P. 1
Pengantar Perpajakan 1-2

Pengantar Perpajakan 1-2

|Views: 600|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Wahyuni

More info:

Published by: Dwi Wahyuni on May 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

PENGANTAR PERPAJAKAN

Pengantar Perpajakan

1

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
1. Menjelaskan mengapa suatu negara memungut Pajak 2. Menjelaskan fungsi- fungsi Pajak 3. Menguraikan definisi pajak

Pengantar Perpajakan

2

MENGAPA HARUS ADA PEMUNGUTAN PAJAK?


 

Fungsi Pemerintah Fungsi Pajak Justifikasi Pemungutan Pajak

Pengantar Perpajakan

3

SETIAP NEGARA PASTI MEMPUNYAI CITA-CITA DAN TUJUAN NASIONAL

PERLU DILAKUKAN PEMBANGUNAN

PERLU PEMBIAYAAN

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN
Pengantar Perpajakan 4

RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL Pengantar 5 Perpajakan 5 .

PENGHAPUSAN KEMISKINAN 4. PERBAIKAN DAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA 2. PENINGKATAN AKSES RAKYAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS 6. PERBAIKAN KINERJA DAN STABILITAS EKONOMI MAKRO 3.PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN 1. PENINGKATAN AKSES RAKYAT TERHADAP PENDIDIKAN YANG LEBIH BERKUALITAS 5. PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN PELESTARIAN MUTU LINGKUNGAN HIDUP 8. PENGHAPUSAN KETIMPANGAN DALAM BERBAGAI BENTUKNYA 7. REVITALISASI PERTANIAN DAN PERDESAAN Pengantar 6 Perpajakan .

97 38.75 16.66 2005 2006 2007 35.20 17.41 1999 2000 2001 47.30 37.43 19.42 16.10 39.Tahun Jumlah Penduduk Miskin(Juta) Jumlah Penduduk Miskin (%) 23.58 7 .90 2002 2003 2004 38.10 18.40 37.30 36.17 Pengantar Perpajakan 15.14 18.70 37.97 17.

Pengantar Perpajakan 8 .

FAKTA 1 Pengantar Perpajakan 9 .

FAKTA 2 TERJADI KRISIS EKONOMI GLOBAL BERAWAL DI AMERIKA • Subprime mortgage menjerat institusi keuangan negara maju • Ekonomi Amerika. terintegrasi dan terkoneksi dgn ekonomi dunia • Eropa terkena dampak langsung USA Pengantar Perpajakan 10 .

KRISIS AMERIKA MENYEBAR  Kontribusi perdagangan Amerika:  pangsa PDB AS thd PDB dunia 21.3%  pangsa perdagangan LN AS 9.6%  Negara–negara maju – Eropa & Jepang yang terintegrasi & terkoneksi dg AS – mendominasi perdagangan dunia  Pasar modal terkoreksi dengan tajam:  China  67%  Indonesia  54%  Thailand  51%  Singapura  48%  Filipina  46%  Malaysia  40% Pengantar11 Perpajakan .

KRISIS ATAU TIDAK.... Pengantar Perpajakan 12 .....

►stabilization function Pengantar Perpajakan 13 .FISCAL FUNCTIONS ►allocation function ►distribution function.

Pengantar Perpajakan 14 .

Non-excludability .consumption by one person does not reduce the amount available for others. This is because they are goods that display two particular characteristics: Non-rivalry .Public goods are goods that would not be provided in a pure free-market system.once the good is provided it is impossible to stop people consuming it even if they haven't paid. Pengantar Perpajakan 15 .

housing. piped water imprisonment of crimals cable and satellite TV Pengantar Perpajakan national defense. stadium. library electric power fire proteection police patrol lighthouse Joint TOOL GOODS telephone. broadcast TV COLLECTIVE GOODS 16 . hotel medical care street parking Consumption  parking lot  mail delivery  mass transit Central park  theater. bottle water) COMMON Infeasible POOL mineral in the ocean    GOODS fish air in the sea elective surgery taxi ride  restaurant. clothes.INDIVIDUAL GOODS Feasible Individual Exclusion  Market purchases fish in a stocked lake (food.

Pengantar Perpajakan 17 .

Pengantar Perpajakan 18 .

misalnya dengan menerbitkan obligasi pemerintah. Menjual cadangan devisa (Running down foreign exchange reserves) Pemungutan Pajak Pengantar Perpajakan 19 .     Cetak Uang (printing money) Pinjaman Luar Negeri (borrowing abroad) Pinjaman Dalam Negeri (borrowing domestically).

Pengantar Perpajakan 20 .

Household 1 income HOUSEHOLDS Consumption Household Saving Business Wages Capital Income Saving Retained 16 3 13 14 15 earnings FACTOR MARKETS 11 Payroll CAPITAL MARKET 2 5 Investment 12 Profits M ARK ET FOR CONSUM ER GOODS 9 Depreciation M ARK ET FOR CAPI TAL GOODS 6 10 4 Gross receipts Outlays 8 Pengantar Perpajakan FIRMS 7 21 .

     Failure of Provision Failure of Competition Externalities Common Property Resources Macroeconomic Problems Pengantar Perpajakan 22 .

terjadi karena adanya public goods yang tidak bisa disediakan oleh pasar. selalu saja penambahan jumlah polisi tidak memadai dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk atau jumlah jalan yang tidak memadai dibanding dengan jumlah kendaraan. Pengantar Perpajakan 23 .Kegagalan dalam penyediaan. Misalnya keamanan (Polisi. Karena itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan public goods tersebut. Apalagi ancaman dari public goods adalah kekurangan dalam penyediaannya. Pemadam Kebakaran. Di Indonesia misalnya. Jalan dan sebagainya. ABRI).

Tapi dengan adanya monopoli dan atau oligopoli terjadi asymetric information.Kegagalan adanya kompetisi terjadi karena adanya monopoli dan atau oligopoli. Konsumen bisa saja disesatkan oleh iklan yang dibuat produsen atau paling tidak terpaksa harus “taken for granted” terhadap semua informasi yang disediakan produsen karena tidak adanya informasi pembanding yang memadai. Kompetisi akan menjamin bahwa barangbarang yang diproduksi pasar adalah merupakan respon terhadap preferensi konsumen. Pengantar Perpajakan 24 .

Pengantar Perpajakan 25 . Masyarakatlah yang menanggung biaya atau efek sampingan tersebut dan pemerintah yang juga harus bertanggung jawab untuk menanggulangi hal tersebut.Seringkali bukan produsen yang harus menanggung biaya-biaya yang timbul sebagai efek sampingan suatu produksi. Contohnya masalah polusi dan limbah.

Op. Cit.Pasar Besi Setelah Ada Intervensi Pemerintah (Melalui Pemungutan Pajak) Biaya Polusi Harga Besi Social Cost Penawaran (Private Cost) Ekuilibrium Optimum Permintaan (Private Value) 0 Kuantitas Optimum Kuantitas Pasar Kuantitas Besi 26 Sumber : Modifikasi dari N. Pengantar Perpajakan . Gregory Mankiw. hal. 206.

208. hal. Op. Pengantar Perpajakan 27 . Cit.Implikasi Eksternalitas Positif Harga Pendidikan Penawaran (Private Cost) Ekuilibrium Optimum Social Value Permintaan (Private Value) 0 Kuantitas Pasar Kuantitas Optimum Kuantitas Pendidikan Sumber : Modifikasi dari N. Gregory Mankiw.

Penggalian pasir dan penebangan hutan apabila dilakukan melebihi batas kewajaran. maka akan menyebabkan cost yang sangat besar -yang tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan. tetapi dampaknya akan merugikan masyarakat luas apabila dieksploitasi secara berlebihan. Pengantar Perpajakan 28 .Sumber daya milik umum dapat dijangkau oleh masyarakat dengan biaya yang murah.

nilai tukar dan masih banyak aspek makro ekonomi lainnya yang tidak bisa diselesaikan oleh pasar secara otomatis. Pengantar Perpajakan 29 . inflasi. suplai uang. pertumbuhan ekonomi. karena itu pemerintah yang harus menangani hal-hal tersebut.Macroeconomic Problems Masalah pengangguran.

Fungsi Pajak Beberapa Rasio/Indikator Pemungutan Pajak Struktur Perpajakan di Indonesia Pengantar Perpajakan 30 .

maka besaran yang lain juga berubah. Besaran yang berhubungan.Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Fungsi mempunyai empat pengertian yakni : 1. Pengantar Perpajakan 31 . 2. 4. Kegunaan suatu hal. fungsi jantung ialah memompa dan mengalirkan darah. Jabatan (pekerjaan) yang dilakukan. jika ketua tidak ada. fungsi sosial : kegunaan suatu hal bagi hidup suatu masyarakat. 3. Faal (kerja suatu bagian tubuh). jika besaran yang satu berubah. wakil ketua melakukan fungsi ketua.

dalam menentukan kebijakan pajak. berlaku second best theory. misalnya dengan menerapkan schedular taxation.maka mungkin saja pemerintah lebih mengedepankan asas simplicity / ease of administration daripada asas equality. Karena itu.   Fungsi pajak yang paling utama adalah untuk mengisi kas negara (to raise government’s revenue). Pengantar Perpajakan 32 . Karena itu pula-lah. Jika suatu pajak sulit untuk dipungut –padahal potensinya (sangat) signifikan. Fungsi ini disebut dengan fungsi budgetair atau fungsi penerimaan (revenue function). suatu pemungutan pajak yang baik sudah seharusnya memenuhi asas revenue productivity.

Pajak juga digunakan oleh pemerintah sebagai instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pengantar Perpajakan 33 .  Pada kenyataannya. Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur (regulating/regulerend) guna tercapainya tujuan-tujuan tertentu yang ditetapkan pemerintah. pajak bukan hanya berfungsi untuk mengisi kas negara.

PPN ditanggung Pemerintah. PPN dibayar Pemerintah Penurunan Tarif PPh OP Kenaikan PTKP dll Pengantar Perpajakan 34 .      Excise vs Eksternalitas Negatif Bea Masuk untuk proteksi Infant Industri PPN Tidak Dipungut.

Pengaruh Kebijakan Tariff terhadap Produksi Dalam Negeri Dd Sd Pt = Harga Setelah diberlakukan kebijakan Tariff Po = Harga sebelum diberlakukan Tariff Pt C D Po A E E F F Q4 B 0 Q1 Q 2 Q3 Q5 Q6 35 Pengantar Perpajakan .

Pengantar Perpajakan 36 .

DEFINISI PAJAK
•PARADIGMA KLASIK •PARADIGMA KONTEMPORER

Pengantar Perpajakan

37

DEFINISI PAJAK DALAM PARADIGMA KLASIK
1. Sommerfeld, Anderson dan Brock

Pengantar Perpajakan

38

“……… any nonpenal yet compulsory transfer of resources from the private to the public sector, levied on the basis of predetermined criteria and without receipt of a specific benefit of equal value, in order to accomplish some of a nation’s economic and social objectives

Sommerfeld, Anderson dan Brock
Pengantar Perpajakan 39

Iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi-kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas Negara untuk menyelenggarakan pemerintahan

Adriani, sebagaimana dikutip Brotodihardjo
Pengantar Perpajakan 40

in order to accomplish some of a nation‟s economic and social objectives” (Simon James and Christopher Nobes) Pengantar Perpajakan 41 . levied on the basis of predetermined criteria and without receipt of a specific benefit of equal value.DEFINISI PAJAK “……… any nonpenal yet compulsory transfer of resources from the private to the public sector.

without reference to special benefits conferred (The Encyclopedia Americana) Pengantar Perpajakan 42 .DEFINISI PAJAK “a compulsory contribution from the person to the government to defray the expenses incurred in the common interest of all.

dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Pengantar Perpajakan 43 .Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang.

UNSUR-UNSUR DALAM DEFINISI PAJAK ►Dapat Dipaksakan ►Dipungut Berdasarkan Undangundang ►Tidak Mendapatkan Manfaat Langsung ►Digunakan Untuk Menjalankan Fungsi Negara Pengantar Perpajakan 44 .

►Dalam rangka Law enforcement.DAPAT DIPAKSAKAN ►Salah satu hal yang membedakan pajak dengan pungutan/iuran lainnya adalah sifat „memaksa‟ yang melekat didalamnya. ►Kata “compulsory” digunakan untuk membedakan pajak dengan sumbangan atau hadiah. salah satu instrumen “paksaan” (compulsory) dalam adalah Penagihan Pajak dengan Surat Paksa Pengantar Perpajakan 45 .

Prosedur Penagihan Pajak dengan Surat Paksa Tidak dibayar Tidak dibayar Hutang Pajak Surat Teguran Surat Paksa Tidak dibayar Tidak dibayar Tidak dibayar Lelang Penyitaan Surat Perintah Melakukan Penyitaan Pengantar Perpajakan 46 .

Pengantar Perpajakan 47 .

Pengantar Perpajakan 48 .

PAJAK DALAM PARADIGMA KONTEMPORER Pengantar Perpajakan 49 .

MERUMUSKAN KEMBALI DEFINISI PAJAK (1) ►Dalam Pemungutan Pajak tidak boleh fokus pada PEMAKSAAN. agar definisi pajak menjadi lebih netral dan tidak berkonotasi negatif (untuk membedakan antara Negara Merdeka dan Negara yang masih terjajah yang harus membayar pajak pada Negara yang menjajahnya). karena prinsipnya. Pajak merupakan wujud kesadaran masyarakat dalam memberikan kontribusi terhadap Negara. ►Model pemungutan pajak tidak mengutamakan pemaksaan. Pengantar Perpajakan 50 .

misalnya secara transparan pemerintah menunjukkan bahwa hasil pajak digunakan untuk membangun infrastruktur. ►Pajak juga memiliki Pengukuran Benefit. pelayanan dan sebagainya Pengantar Perpajakan 51 . sehingga seharusnya hasil penerimaan pajak tidak boleh digunakan untuk membayar hutang atau menutup defisit anggaran. baik akses informasi maupun akses ekonomi.MERUMUSKAN KEMBALI DEFINISI PAJAK (2) ►Pajak harus Dikembalikan ke Masyarakat. ►Pembayar Pajak mendapat benefit. subsidi pendidikan. terutama akses dari Pemerintah.

►menguatnya sistem ekonomi yang demokratis Pengantar Perpajakan 52 . ►meningkatnya kesadaran masyarakat sehingga meningkatkan tuntuntan adanya transparasi dalam pengelolaan pajak.Gagasan Demokratisasi Perpajakan ►semakin terbukanya iklim politik di Indonesia dan perkembangan pasar bebas.

Pajak adalah saham politik rakyat atas negara sehingga rakyat memiliki hakhak istimewa dalam setiap proses politik untuk menentukan kebijakan negara Edi Slamet Irianto Pengantar Perpajakan 53 .

PERAN PAJAK DALAM APBN Pengantar Perpajakan 54 .

sehingga terbangun voluntary tax compliance? 2. Menurut pendapat saudara. Jelaskan kaitan antara pemungutan pajak dan demokrasi Pengantar Perpajakan 55 . bagaimana seharusnya pemerintah mensosialisasikan peran pajak dalam pembangunan.TUGAS INDIVIDU 1 1.

TAX RATIO 56 A N G K A YA N G M E N U N J U K K A N P E R B A N D I N G A N A N TA R A J U M L A H PA J A K YA N G T E R H I M P U N D E N G A N P R O D U K D O M E S T I K B R U TO ( P D B ) Pengantar Perpajakan .

Tax Ratio dan Penerimaan Pajak Pengantar Perpajakan 57 .

ASAS ASAS PEMUNGUTAN PAJAK • Dalam memungut suatu pajak. bahwa apabila tidak setiap ketentuan rancangan undang-undang pada saat penyusunannya selalu diuji apakah sejalan tidaknya dengan tujuan dan asas yang harus dipegang teguh. ketentuan tersebut mudah sekali mengatur sesuatu yang sebenarnya tidak sejalan dengan asas yang harus dipegang teguh. terdapat asas-asas atau prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam sistem pemungutan pajak tersebut. Mansury menyatakan bahwa: “Dari pengalaman ternyata.” Pengantar Perpajakan 58 .

• Fair : it should be seen to be fair in its impact on all individuals Pengantar Perpajakan 59 . • Politically accountable : taxpayers should be able to determine what they are actually paying so that the political system can more accurately reflect the preferences of individuals.Menurut Stiglitz (Pemenang Nobel Ekonomi) • Economically efficient : it should not have an impact on allocation of resources • Administratively simple : it should be easy and inexpensive to administer • Flexible : it should be easy for the system to respond to changing economic circumstances.

Asas-asas Dalam Sistem Perpajakan yang Ideal Revenue Productivity Equality Ease of Administration Pengantar Perpajakan 60 .

ISUE KEADILAN • What are the different concepts of equity. and how are do they translate into different principles of taxation? What are the alternative measures of income inequality and their implications for tax equity? What are the alternative theories of distributive justice and their implications for tax equity? • • Pengantar Perpajakan 61 .

PENDEKATAN KEADILAN PENDEKATAN KEADILAN BENEFIT RECEIVED APPROACH ABILITY TO PAY APPROACH INCOME CONSUMPTION WEALTH Pengantar Perpajakan 62 .

misalnya selama satu tahun.ALTERNATIF MENGUKUR ABILITY TO PAY 1. Kemampuan yang dimiliki pada suatu saat yang disebut kekayaan. apabila alternatif ini yang dipilih maka disebut PPh = Pajak Penghasilan atau Income Tax. pajak itu disebut Pajak Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Tax ataupun dapat disebut juga sebagaimana disarankan Nicholas Kaldor sebagai Pajak Pengeluaran atau Expenditure Tax Pengantar Perpajakan 63 3. Kemampuan yang benar-benar dipakai untuk membeli barang dan jasa untuk pemenuhan hidupnya : apabila alternatif ini yang dipakai. Tambahan kemampuan yang didapat orang tersebut selama jangka waktu tertentu. apabila alternatif ini yang dipilih maka pajak yang dipungut disebut Pajak Kekayaan atau Nett Wealth Tax. . 2.

PERBEDAAN IBT DAN CBT ►I = C + S ►C = I .S Pengantar Perpajakan 64 .

200 JUTA JIKA NEGARA MENERAPKAN TARIF PPh 30% MAKA : PAJAK TERHUTANG 30% X 200 JUTA = 60 JUTA BERARTI SISA YANG DAPAT DIKONSUMSI ATAU DITABUNG/INVESTASI OLEH BUDI = 140 JUTA Pengantar Perpajakan 65 .INCOME BASED TAXATION I=C+S BUDI MEMPUNYAI PENGHASILAN SEBESAR Rp.

MAKA PENGHITUNGAN PAJAK TERHUTANG ADALAH: 30% X Rp. 200 JUTA JIKA NEGARA MENERAPKAN TARIF PPh 30% DAN BUDI HANYA MEMBELANJAKAN PENGHASILANNNYA SEBESAR 170 JUTA (SISANYA DITABUNG). 170 juta = 51 juta Pengantar Perpajakan 66 .CONSUMPTION BASED TAXATION C=I-S BUDI MEMPUNYAI PENGHASILAN SEBESAR Rp.

APLIKASI ASAS KEADILAN DALAM INCOME BASED TAXATION KEADILAN KEADILAN HORISONTAL KADILAN VERTIKAL EQUAL TREATMENT FOR THE EQUALS UNEQUAL TREATMENT FOR THE UNEQUAL Pengantar Perpajakan 67 .

maka dalam menghitung taxable income.”46 Karena itu.adalah : 1. Diberlakukan Worldwide Income. Karena yang menjadi obyek PPh adalah tambahan kemampuan ekonomis. b. karena itu yang terbaik -yang memenuhi asas keadilan.EQUALS TREATMENT FOR THE EQUALS SELURUH TAMBAHAN KEMAMPUAN EKONOMI NETTO Yang menjadi obyek pajak adalah semua tambahan Kemampuan Ekonomis. This is the base to which tax rates are applied when computing tax. dengan demikian semua jenis penghasilan dijadikan sebagai obyek pajak penghasilan dengan tidak melihat dari mana sumber penghasilan tersebut. Accreation concept 2. Diperbolehkan Deductible Expenses sebagai Biaya 3M Adanya Personal Exemption bagi WP Orang Pribadi 68 2. Diberlakukan Global taxation. dengan demikian semua jenis penghasilan dijadikan sebagai obyek pajak penghasilan dengan tidak melihat dari mana asal penghasilan tersebut. “Total income is then reduced by certain exemptions and deductions to arrive at income subject to tax. dalam menghitung taxable income harus ada: a. total income harus dikurangi dengan tax reliefs. apakah dari Dalam Negeri atau dari Luar Negeri. Pengantar Perpajakan . 1.

UNEQUAL TREATMENT FOR THE UNEQUAL ABILITY TO PAY BERBEDA DIPERLAKUKAN TIDAK SAMA SEMAKIN BESAR ATP SEMAKIN BESAR TAX BURDEN Pengantar Perpajakan 69 .

a tax that represents a smaller proportion of a person's income as their income rises. The balance of these taxes can have a significant effect on income distribution in an economy.Who pays what? • Progressive tax .Income Tax Theories : Progressive or Regressive . If a government chooses to switch the balance of taxation from progressive to regressive taxes then the less-well-off in society will be harder hit. the average rate of taxation rises.a tax where the percentage of income paid in taxation always stays the same. In other words. In other words. • Proportional tax . Pengantar Perpajakan 70 . In other words.a tax that represents a greater proportion of a person's income as their income rises. the average rate of taxation is constant. the average rate of taxation falls. • Regressive tax .

MENGUKUR BESAR TARIF PAJAK TAX RATE EFFECTIVE TAX RATE MARGINAL TAX RATE Pengantar Perpajakan 71 .

2. Jelaskan. 5 juta. Doni menerima gaji Rp. Pada bulan September 2010. 17 b. Pada bulan September 2010 Dio memperoleh gaji pokok Rp. c. Pertanyaan: a. 20 juta ditambah uang lembur Rp. apakah keadilan vertikal bisa terpenuhi dalam proportional tax rate/ flat rate Pengantar Perpajakan 72 . Hitung tax on employment income jika negara menggunakan progressive tax rate spt Psl. 6 juta. Hitung tax on employment income jika negara menggunakan proportional tax rate sebesar 15%. Dio (K/1) adalah karyawan PT ABC. Doni (K/3) juga merupakan karyawan PT ABC.LATIHAN 1.

TAX RELIEFS FOR EMPLOYMENT INCOME IN INDONESIA Employment Income tax treatment Pegawai tetap Pegawai tidak tetap Biaya jabatan (5% dr Ph Bruto. maks 500rb) Iuran pensiun PTKP Bagian penghasilan bruto yg tdk dikenakan PPh 73 Pengantar Perpajakan .

Penjualan Bruto = 30M – HPP = 20 M – Biaya Operasional = 2M 2. Penghasilan lain-lain – Pendapatan sewa mobil = 500 juta • Hitung PPh yang terhutang Pengantar Perpajakan 74 .PENERAPAN KONSEP/TEORI PAJAK DALAM SISTEM PPh Budi (K/4) pada tahun 2010 mempunyai penghasilan sebagai berikut: 1.

PENERAPAN KONSEP/TEORI PAJAK DALAM SISTEM PPh Fajar (K/2) pada tahun 2010 mempunyai penghasilan sebagai berikut: 1. Penjualan Bruto = 30M – Harga Pokok Penjualan = 20 M – Biaya Operasional = 2M 2. Penghasilan lain-lain – Pendapatan sewa = 500 juta • Hitung PPh yang terhutang Pengantar Perpajakan 75 .

>500juta • Tarif 30% • Sisa Penghasilan Kena Pajak (Total Taxable Income – Rp. 500jt) 500 juta • Tarif 25% • Selisihnya 250 juta 250 juta • Tarif 15% • (selisihnya 200 juta) 50 juta • Tarif 5% Pengantar Perpajakan 76 .

100 ribu (dipotong ari gaji). 5 juta dan tunjangan transport = Rp.000. PT ABC mengikuti program pensiun pada DPLK BNI’46.PPh Pasal 21 setahun: 5% x 25 juta = 1.170.000.5 juta (Rp.250.Pengantar Perpajakan 77 .000.Total PPh 21 setahun Rp. 5.420. 5..10% x 21. 16.400.000.000.000.400./ 12 bulan = 285. 63. • • • • • • • • • • • • • • • Gaji Rp. 500.-) Penghasilan Netto sebulan Rp.000.000.000.000.Dikurangi : PTKP Wajaib Pajak : 12.Tunjangan Transport Rp.504. 3.000. 1.Total PTKP (Rp.420.000. Amir membayar iuran pensiun Rp.704.033.Penghasilan Netto disetahunkan Rp.800. Setiap bulan. 5.704. Amir menerima gaji Rp. 100.Total Penghasilan Bruto sebulan Rp. 3.200.-) Penghasilan Kena pajak Rp.200.Amir (K/5) bekerja pada PT ABC sebagai staf pemasaran.Istri : 1.400.000.500. 46.292. 500 ribu.PPh Pasal 21 sebulan Rp.000. Pada bulan Maret 2005.Dikurangi : Biaya Jabatan : 5% x 5.Tanggungan : 3 x Rp.-) Iuran pensiun (Rp. 108.000.000= 2.

PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh Pasal 21 • PT ABC sebagai Pemotong Pajak. Pelaporan dilakukan dengan cara mengisi SPT Masa PPh Pasal 21/26 (harus melampirkan Bukti Pemotongan dan Daftar Bukti Pemotongan serta SSP) Pengantar Perpajakan 78 . tgl 10 bulan berikutnya (10 April 2005).l tanggal 20 bulan berikutnya (20 April 2005). maka PT ABC menyetorkannya via Bank Persepsi p. pemotongan dan penyetoran PPh 21/26 tsb dilaporkan oleh PT ABC ke KPP p. harus membuat Bukti Potong dan membuat rekapitulasi semua PPh Pasal 21 yang sudah PT ABC potong dalam Daftar bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26. • Setelah diketahui berapa jumlah total PPh Pasal 21/26 yang dipotong oleh PT ABC (atas gaji/penghasilan dari pekerjaan di bulan maret 2005). • Selanjutnya.l.

000. PADA TAHUN 2004 MEMPUNYAI PENGHASILAN BERSIH SEBESAR 100 JUTA.880.000.640.TANGGUNGAN 4 (MAKS 3) = (3 X Rp.000.500.000..440.000.360.= Rp. 41. 25.= Rp.100.000. 8.PENGHASILAN KENA PAJAK = Rp..PAJAK PENGHASILAN TERHUTANG: 5% X Rp.000.000. 2.000.000.10% x Rp.ISTRI = Rp.15% x Rp. 1. 1.= Rp.000.250. MEMPUNYAI 4 TANGGUNGAN).440. HITUNG BERAPA BESARNYA PAJAK PENGHASILAN YANG TERHUTANG PENGHASILAN : Rp. 25. 2.KETENTUAN SEBELUM 2005 UDIN K/4 (MENIKAH.000.000. 1. 91.360.-) TOTAL PTKP = Rp.DIKURANGI PTKP: UDIN (WAJIB PAJAK) = Rp. Pengantar Perpajakan 79 .000.

.= Rp..000.500.000.000.000. 25.000.000.TANGGUNGAN 4 (MAKS 3) = (3 X Rp. PADA TAHUN 2004 MEMPUNYAI PENGHASILAN BERSIH SEBESAR 100 JUTA.PENGHASILAN KENA PAJAK = Rp. 1. 1.000.000.000.800.000.-) TOTAL PTKP = Rp.ISTRI = Rp. 16.100. Pengantar Perpajakan 80 .000. 25. 1.15% x Rp..000. 2. 83. MEMPUNYAI 4 TANGGUNGAN).000. 33.= Rp.250.200.= Rp.10% x Rp.000.200.200.KETENTUAN 2005 UDIN K/4 (MENIKAH.DIKURANGI PTKP: UDIN (WAJIB PAJAK) = Rp.PAJAK PENGHASILAN TERHUTANG: 5% X Rp.000.200. 12. HITUNG BERAPA BESARNYA PAJAK PENGHASILAN YANG TERHUTANG PENGHASILAN : Rp.

000..PAJAK PENGHASILAN TERHUTANG: 5% X Rp.000. 25.. PADA TAHUN 2004 MEMPUNYAI PENGHASILAN BERSIH SEBESAR 100 JUTA.100.200.200.000.000.000.500. Pengantar Perpajakan 81 .200.000.= Rp.10% x Rp.= Rp.000. 1.000. 13. 82. 2.= Rp. MEMPUNYAI 4 TANGGUNGAN).ISTRI = Rp.000. 25.KETENTUAN 2006 UDIN K/4 (MENIKAH. 1.PENGHASILAN KENA PAJAK = Rp. HITUNG BERAPA BESARNYA PAJAK PENGHASILAN YANG TERHUTANG PENGHASILAN : Rp. 18.000.000. 1.000.TANGGUNGAN 4 (MAKS 3) = (3 X Rp.000.DIKURANGI PTKP: UDIN (WAJIB PAJAK) = Rp.000.-) TOTAL PTKP = Rp.15% x Rp.000.000. 32.000.250.

840. Rp1. 2.000.00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat.320. yang menjadi tanggungan sepenuhnya.00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1). Rp15.KETENTUAN UU PPh Tahun 2008 Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun diberikan paling sedikit sebesar: 1. Rp1. Pengantar Perpajakan 82 . Rp15.00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.000.320.000. dan 4.840.000. 3. paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

500 juta /tahun (berdasarkan ketentuan Lama dan Baru) Pengantar Perpajakan 83 . 6 juta /tahun • Hitung berapa besarnya pajak yang terhutang. jika udin mempunyai penghasilan sebesar Rp. jika udin mempunyai penghasilan sebesar Rp.Pertanyaan: • Hitung berapa besarnya jumlah dan prosentase perbandingan antara pajak penghasilan yang terhutang oleh Udin menurut ketentuan Baru dan menurut ketentuan Lama • Hitung berapa besarnya pajak yang terhutang.

000. 500 juta.Penghasilan Kena Pajak: Rp.35% x Rp.000. 25.200.15% x Rp.200.000. 284.400. jika Bayu (K/2) pada tahun 2005 mempunyai penghasilan bersih sebesar Rp.000. 484.000.Total PTKP : 15.000.Dikurangi PTKP: Wajib Pajak : 12.Tanggungan : 2 x Rp.000. 50.Pajak Penghasilan yang terhutang: 5% x Rp.LATIHAN Hitunglah pajak penghasilan yang terhutang.000. 1. 100.Pengantar Perpajakan 84 . 500. 25.25% x Rp.400.000.000.10% x Rp.000.000.Istri : 1.600.000.000.000. Jawab: Penghasilan Netto : Rp.000.000.

Dari segi Fiskus : Administrative & Enforcement Cost relatif rendah b.Asas EASE OF ADMINISTRATION 1Certainty aSubyek bObyek cDasar Pengenaan Pajak dTarif eProsedur 2Efficiency : a. Dari segi Wajib Pajak :Compliance Cost relatif rendah 3Convenience of Payment aPajak dipungut pada saat yang tepat (Pay As You Earn) bPenentuan Jatuh Tempo Pembayaran pajak cProsedur Pembayaran 4Simplicity aMudah dilaksanakan bTidak berbelit-belit Pengantar Perpajakan 85 .

• biaya pencetakan dan penggandaan formulir-formulir perpajakan (tinta. compliance cost –biaya yang dikeluarkan oleh Wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannyadibedakan menjadi 3 kelompok: 1. Dari sisi Wajib pajak. dll. Psychic cost. Pengantar Perpajakan 86 . misalnya stress yang terjadi saat pemeriksaan pajak. • Waktu yang diperlukan untuk mendiskusikan tax management dan tax exposure dengan pihak konsultan pajak. ketidakpastian. 2. • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dan menyampaikan SPT. Time Cost. dll). 2. kegamangan.MENURUT CEDRIC SANDFORD Compliance cost tidak selalu biaya yang tangible –yang dapat dinilai dengan uang – tetapi juga dengan biaya yang intangible. • jasa konsultan yang disewa Wajib Pajak. Direct Money Cost. • biaya transportasi pengurusan perpajakan. cetak SSP/Faktur Pajak Standar. • biaya representasi (jamuan). yaitu biaya atau beban yang dapat diukur dengan nilai uang yang harus dikeluarkan/ditanggung oleh Wajib Pajak berkaitan dengan proses pelaksanaan kewajiban-kewajiban dan hak-hak perpajakan. forocopy. yaitu biaya psikis/psikologis –antara lain berupa stress dan atau ketidaktenangan. • Waktu yang diperlukan untuk membahas Laporan Hasil Pemeriksaan/ closing conference dengan pihak Fiskus/Pemeriksa Pajak • Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan keberatan dan atau banding. Termasuk dalam kelompok biaya ini adalah: • honor/gaji staf/pegawai Divisi Pajak (atau Divisi Akuntansi yang menangani masalah perpajakan). saat pengajuan keberatan dan atau banding. misalnya: • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi formulir-formulir perpajakan. yaitu biaya berupa waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dan hakhak perpajakan. kertas.yang terjadi dalam proses pelaksanaan kewajiban-kewajiban dan hak-hak perpajakan. kegelisahan.

APAKAH ASAS-ASAS PEMUNGUTAN PAJAK SUDAH SEPENUHNYA DITERAPKAN DALAM SISTEM PERPAJAKAN INDONESIA? Pengantar Perpajakan 87 .TUGAS INDIVIDU (TUGAS 2) MENURUT PENDAPAT SAUDARA.

Mengapa asas kemudahan administrasi sangat penting dalam mendisain sistem perpajakan suatu negara ? 3. Uraikan konsepsi cost of taxation! Pengantar Perpajakan 88 .TUGAS INDIVIDU 3 1. Uraikan konsepsi asas kemudahan administrasi! 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->