Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA SISTEM RESPIRASI

Oleh : Dwi Wahyuni 2011 730 169

Dosen Pembimbing : dr. Hafis Soewoto

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2012

BAB I Pendahuluan

I.1 Pendahuluan

Hemoglobin merupakan protein yang terdapat didalam Sel Darah Merah (SDM)/ Red Blood Cell dan berfungsi untuk : 1. Mengikat dan membawa oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan tubuh 2. Mengikat dan membawa karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh ke paru-paru 3. Memberi warna merah pada darah 4. Mempertahankan keseimbangan asam basa dari tubuh Hemoglobin merupakan protein tetramer kompak yang setiap monomernya terikat pada gugus prostetik heme. Darah mengandung 7,8 11,2 mMcl hemoglobin monomer/L (12,6 18,4 g/dL) tergantung pada umur dan jenis kelamin. Hemoglobin dapat mengikat 4 atom oksigen/tetramer. Atom oksigen terikat pada atom Fe2+, yang terdapat pada heme pada ikatan koordinasi kelima. Hemoglobin terikat pada oksigen disebut Hemoglobin teroksigenasi (HbO2), sedangkan hemoglobin yang telah melepas oksigen disebut Deoksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin dapat mengikat gas hasil pembakaran yang tidak sempurna disebut karbon monoksida (Co) dan disebut karbon monoksida hemoglobin (HbCo). Dalam keadaan lain muatan atom Fe yang terdapat pada pusat heme dapat berubah menjadi Fe3+. Hal ini terjadi karena oksidasi oleh senyawa-senyawa peroksidasi. Hemoglobinnya disebut Hemoglobin teroksidasi atau metHemoglobin (metHb) atau Hb (Fe3+). Beberapa derifat dari Hb misalnya oksiHb, Hb dan HbCo dapat dibedakan dengan melakukan pengenceran, pada pengenceran ini oksiHb terlihat berwarna merah kekuningan, Hb berwarna merah kecoklatan dan HbCo berwarna merah terang.

I.2 Tujuan Praktikum 1. Memperlihatkan bahwa oksigen dapat mengikat dan melepaskan oksigen. 2. Memperlihatkan bahwa ikatan Hb dengan karbonmonoksida jauh lebih kuat dibandingkan ikatan Hb dengan oksigen.

BAB II PERCOBAAN DAN HASL PENGAMATAN

II.1 Uji Hemoglobin dan Deoksihemoglobin

Dasar : Dalam keadaan tereduksi Fe dalam molekul Hb dapat mengikat dan melepaskan oksigen tergantung pada tekanan O2 dan CO2. Hb(Fe2+) + O2 Hb(Fe2+) O2 Deoksi Hb Oksi Hb Untuk mereduksi Oksi Hb menjadi deoksi Hb digunakan larutan stokes.

Bahan dan Pereduksi : 1. Darah segar 2. Pereaksi stokes 3. Larutan NH4OH

Cara kerja : 1. Oksihemoglobin a. Kedalam sebuah tabung reaksi encerkan 2 mL darah dengan 6 mL air suling campur dengan baik dan perhatikan warna merah kekuning-kuningan dari oksihemoglobin yang terbentuk. b. Bagi 2 isi tabung sehingga masing-masing tabung berisi 4 mL. gunakan tabung 1 sebagai control. 2. Deoksihemoglobin a. Isi tabung ketiga dengan 2 mL pereaksi stokes dan tambahkan NH4OH secukupnya untuk melarutkan endapan yang segera terbentuk. Campuran ini merupakan pereduksi yang amat kuat. b. Masukan beberapa tetes larutan stokes kedalam 2 tabung 2. Terlihat perubahan warna karena terbentuknya deoksihemoglobin. Bandingkan dengan tabung 1. c. Pindahkan 2 mL larutan deoksihemoglobin ke tabung lain sebagai control.

3. Pembentukan kembali oksihemoglobin dari deoksihemoglobin a. Kocok kuat-kuat tabung yang berisi deoksihemoglobin, maka akan kembali terjadi oksigenasi dari udara. Perhatikan dan catat warna HbO2 yang kembali terbentuk. b. Oksigenasi dan deoksigenasi ini dapat dilakukan berulang-ulang.

Hasil Pengamatan :

Hasil

Tabung I oksiHb

Tabung II DeoksiHb Merah pekat

Warna yang terbentuk

Merah kecoklatan

Prtanyaan : Peristiwa faal apakah yang ditiru dari percobaan ini? Jawab : pengikatan molekul Hb terhadap molekul lain (O2, CO, HCN)

II.2 Uji Karbonmonoksida Hemoglobin

Dasar : Gas CO yang berasal dari proses-proses pembakaran yang tidak sempurna dapat mengikat Hb membentuk HbCO. Ikatan ini sangat kuat ( 200 kali lebih kuat disbanding ikatan Hb dengan O2). HbCO berwarna merah terang. HbO2 + CO HbCO + O2 HbCO + stokes tidak bereaksi (tetap berwarna merah terang)

Bahan dan pereaksi : 1. Darah segar 2. Sumber gas CO 3. Larutan stokes

Cara kerja : 1. Encerkan 2 mL darah dengan 48 mL air suling. Bagi 2 daraah encer itu (masing-masing 5 mL) dalam 2 tabung reaksi. 2. Pada tabung 1 alirkan gas CO (dalam lemari asam). Oksihemoglobin akan berubah menjadi karbonmonoksida hemoglobin. Bandingkan kedua warna tabung tadi. 3. Pindahkan masing-masing 1 mL dari tabung 1 (yang berisi HbCO) ke dalam tabung 3 dan tabung 4, dan masing-masing 1 mL dari tabung 2 (yang berisi HbO2) ke dalam tabung 5-6 4. Tambahkan pereaksi stokes pada tabung 3 dan 5. Perhatikan jasil yang diperoleh 5. Encerkan isi tabung ke 4 dan tabung ke 6 dengan 4 mL air suling. Bandingkan warna kedua cairan itu. oksiHb berwarna kekuning-kuningan, sedangkan HbCO berwarna merah terang (carmine tint)

Hasil Pengamatan : Hasil Warna sebelum penambahan pereaksi stokes OksiHb Merah kekuningan Karbonmonoksida Merah muda

Pertanyaan : Gejala-gejala apakah yang terlihat pada seseorang yang keracunan CO ? Jawab : Kulit dan kuku menjadi merah.

BAB III KESIMPULAN

1. Pada percobaan pertama terbukti bahwa Hb bisa mengikat O2 dan membentuk oksihemoglobin dan terurai kembali menjadi O2 dan deoksihemoglobin. 2. Pada percobaan kedua terbukti bahwa Hb dapat mengikat CO yang ikatannya lebih kuat daripada Hb dengan O2

Beri Nilai