Anda di halaman 1dari 16

SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN

Usulan Kegiatan Budidaya Tanaman Wortel Organik

Kelompok 6
Hafifi Aldi Syaiful Jannet Aszury Aida Ghaissani 150610090103 150610090109 150610090111 150610090112

Komoditas Wortel
Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerahdaerah sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel nasional mencapai 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi

Lembang Wortel Cipanas

Kondisi lahan pada saat ini


Imam Koeswahyono mengatakan, kondisi lahan di Indonesia saat ini sudah kritis karena maraknya alih fungsi lahan pertanian atau menipisnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dengan begitu produksi pertanian akan terus menurun.

Tujuan Budidaya Wortel Organik


Agar melihat perbandingan kualitas wortel orgnik dengan wortel yang ditanam di lahan konvesional.
Meminimalisir penggunan bahan sintetik Meminimalisir penggunan bahan sintetik

Mencoba melakukan polikultur antara tanaman wortel dengan jagung manis.

METODOLOGI
Cangkul ALAT Pengukur Curah Hujan

Benih wortel dan jagung

BAHAN

Kompos Pestisida Organik

PROSEDUR PRAKTIKUM

Wortel :

Persiapan lahan

Pembibitan

Pengolahan Media Tanam

Panen

Persiaan Lahan
Perhatikan keadaan tanah tanaman wortel adalah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), tata udara dan tata airnya berjalan baik. Keasaman tanah (pH) antara 5,5-6,5 untuk hasil optimal diperlukan pH 6,0-6,8. Ketinggian tempat, pada ketinggian 1.000-1.200 m dpl. tetapi dapat pula ditanam di dataran medium (ketinggian lebih dari 500 m dpl.)

Pembibitan :
1. Persyaratan Benih: a) Tanaman tumbuh subur dan kuat. b) Bebas hama dan penyakit/sehat. c) Bentuknya seragam. d) Dari jenis yang berumur pendek. e) Berproduksi tinggi.
2. Persiapan Benih 3. Penyemaian Benih: Jarak barisan paling tidak 15 cm, biji wortel akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari. 4. Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian: penyiangan bersamaan dengan pemupukan pada waktu tanaman berumur 1 bulan sejak tanam.

Pengolahan Media Tanam


Pesiapan: Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm, dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm. Pembukaan Lahan: Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma), batu kerikil dll Pembentukan Bedengan: Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm Pengairan dan Penyiraman: Pada fase awal pertumbuhannya 1-2 kali sehari

Panen
Tanaman wortel yang telah berumur 3 bulan sejak sebar benih Cara panen wortel relatif gampang, yaitu dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbinya. Tanaman yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar.

PROSEDUR PRAKTIKUM
Penanaman Jagung Manis Benih Pengolahan Tanah: dilakukan minimal 15 hari sebelum tanam Teknik Penanaman: Lahan ditugal dengan kedalaman 5 cm Penjarangan dan Penyulaman Penyiangan: Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali Pengairan: Pengairan diberikan setiap kali selesai pemupukan. Jadwal pengairan yang dianjurkan adalah pada umur 3, 15, 30, 45 hari. Dangir dan Bumbun Cabut Bunga (Detaseling) Babat Jantan Rouguing Pengairan dan Penyiraman Panen: Panen jagung manis dilakukan sekitar umur 95-100 hst

Metode Polikultur
Polikultur adalah sebuah sistem pertanian atau model pertanian yang ekonomis, ekologis, berbudaya, mampu diadaptasi dan manusiawi. Polikultur merupakan metode budidaya yang digunakan untuk pemeliharaan banyak produk dalam satu lahan.

Manfaat menanam dengan teknik polikultur: Mengurangi serangan OPT Menambah kesuburan tanah Siklus hidup hama atau penyakit dapat terputus Memperoleh hasil panen yang beragam Kelemahan sistem polikultur: Terjadi persaingan unsur hara antar tanaman OPT banyak sehingga sulit dalam pengendaliannya

Hama dan Penyakit


Ulat Tanah Wortel Kutu Daun

Lalat Bibit Ulat pemotong dan penggerek buah Penyakit bulai Penyakit busuk tongkol dan busuk biji

Jagung Manis