Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN

INSTALASI DAN PENGECEKAN SPEEDY


pada

PT. TELKOM INDONESIA tbk. DIVISI ACCESS AREA SITUBONDO

DISUSUN OLEH: 30209217 BAYU NUNGKI SATRIO

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMASI

POLITEKNIK TELKOM BANDUNG 2012

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertandatangan dibawah ini, Nama NIK Jabatan :___________________________ : ___________________________ : ___________________________

Menerangkan bahwa mahasiswa: Nama NIM Bidang : : : BAYU NUNGKI SATRIO 30209217 Teknik Komputer

Telah menyelesaikan Kerja Praktek di: Nama Perusahaan Alamat Bidang : PT TELKOM INDONESIA tbk. : Jl.Basuki Rahmat no.1,Situbondo : DIVISI ACCESS AREA/DCS AREA Situbondo

Waktu Pelaksanaan : 16 Januari - 24 Februari 2012

Situbondo, 7 Maret 2012 Pembimbing Lapangan

Joko Purnomo

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan dengan judul :

INSTALLASI ATAU PENGECEKAN SPEDDY

telah disetujui dan disahkan pada sidang Laporan Akhir Politeknik Telkom bidang DIVISI ACCESS PT TELKOM INDONESIA tbk. pada tanggal 7 Maret 2012

Pembimbing Akademik,

Heru Nugroho

- iii -

Abstrak
1 Di zaman yang semakin maju dan berkembang pesat saat ini menuntut semakin banyaknya

kebutuhan orang dalam pekerjaan mereka. Teknologi informasi merupakan salah satu bidang yang semakin maju seiring dengan berkembangnya zaman. Contohnya adalah komputer, komputer saat ini memilki berbagai kemampuan yang dapat membantu pekerjaan orang sehari-harinya. Atas dasar itulah penulis mengangkat tema Menginstallasi dan Pengecekan Speddy yang merupakan salah satu fungsi untuk menjalankan internet. Tujuannya adalah agar pembaca dapat lebih mengetahui bagaimana proses pemasangan atau pengecekan speddy,dengan menggunakan program yg sudah disiap kan dari PT itu sendiri,yaitu program siska(sisfo). Disini penulis menjelaskan tentang Speedy, yang artinya nama produk PT Telkom yang merupakan layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broadband akses) menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang memiliki kemampuan akses untuk kecepatan up to 1 Mbps serta dapat melakukan pengiriman data dan suara secara simultan. Digital Subsriber Line (DSL) atau juga disebut XDSL adalah teknologi akses dengan perangkat khusus pada central office dan pelanggan yang memungkinkan transmisi broadband melalui kabel tembaga, teknologi ini sering disebut juga dengan istilah teknologi suntikan atau injection technology. XDSL adalah teknologi yang mendasari teknologi ADSL yang digunakan Telkom untuk akses internet kecepatan tinggi.

- iv -

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayahnya kami telah menyelesaikan pelaksanaan program kerja praktek yang dilaksanakan pada 16 Januari - 24 Februari 2012 03 September 2010 bertempat di PT TELKOM Area Situbondo Divisi Access. Dengan adanya program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman baik secara teknis maupun teoritis. Selain itu, mahasiswa dapat mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia industria dan mendapatkan pengalaman baik didunia kerja. Selama penyusunan laporan ini penyusun banyak menerima bantuan dari berbagai pihak baik moral maupun material. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada : 1. Allah SWT, yang telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya 2. Orangtua, yang selalu memberikan dorongan semangat, moral, dan material. 3. Heru Nugroho, selaku pembimbing akademis dari Telkom Polytechnic 4. Joko purnomo, selaku Manager Divisi Access Area Situbondo. 5. Teman-teman Mitra TELKOM (out source), lapangan,selama kerja berlangsung. 6. Teman-teman wilayah Situbondo, yang telah bekerja sama dengan baik. Kami menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan penulisan laporan kami di masa yang akan datang. yang telah memberikan ilmu di

Situbondo, 7 Maret 2012 Penulis

-v-

Daftar Isi

LEMBAR PENGESAHAN .....................................................................................................................2 LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................................... iii Abstrak ........................................................................................................................................... iv Kata Pengantar .................................................................................................................................v Daftar Isi ......................................................................................................................................... vi Daftar Tabel ................................................................................................................................... vii Daftar Gambar .............................................................................................................................. viii Daftar Istilah .....................................................................................................................................x 1 BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................11 1.1 Latar Belakang....................................................................................................................... 11 1.2 1.3 1.4 2 2.1. 2.2. 2.3. 3 4 5 5.1. 5.2. Tujuan ................................................................................................................................... 11 Batasan Masalah ................................................................................................................... 12 Metode Penelitian ................................................................ Error! Bookmark not defined. BAB II PROFIL PERUSAHAAN..............................................................................................13 Sejarah Perusahaan............................................................................................................... 13 Struktur Organisasi................................................................................................................ 14 Proses Bisnis Divisi ................................................................................................................ 15 BAB III DASAR TEORI ..........................................................................................................16 BAB IV PEMBAHASAN ........................................................................................................23 BAB V PENUTUP ................................................................................................................40 Kesimpulan............................................................................................................................ 40 Saran ..................................................................................................................................... 41

Daftar Pustaka ................................................................................................................................42 LAMPIRAN A: Proses Bisnis ............................................................ Error! Bookmark not defined. LAMPIRAN B: Antarmuka Aplikasi .................................................. Error! Bookmark not defined.

- vi -

Daftar Tabel

- vii -

Daftar Gambar

- viii -

- ix -

Daftar Istilah

STO DIVA MDF

Site Operation Divisi Access Main Distribution Frame

-x-

1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
. Komputer saat ini bukan hanya sebagai alat yang digunakan untuk mengetik. Zaman yang semakin berkembang pesat begitu pula dengan perkembangan teknologi informasi saat ini membuat komputer dapat memiliki berbagai macam fungsi yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan orang yang saat ini semakin banyak dan rumit. Kali ini penulis akan membahas tema yang sekaligus merupakan salah satu fungsi komputer yang cukup penting yaitu Pemasangan atau Pengecekan Speddy Internet. Komputer bukan hanya digunakan sebagai mengetik saja tetapi bisa juga dapat mengakses internet,dengan produk PT Telekomunikasi yaitu speddy. Layanan internet speddy ini merupakan sebuah perusahaan yang khusus bergerak di bidang komputer. Yang dibuat oleh perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia. Perusahaan ini terletak di kawasan situbondo,jawa barat. Namun internet speddy ini masih memiliki kelebihan dan juga kekurangannya dalam menangani internet itu sendiri. Kelebihannya mungkin dari sisi kekencangan akses internet nya lebih maksimal,dibandingkan produk2 lainya. sehingga dapat sangat membantu pelanggan yg memasang internet speedy. Kekurangannya mungkin dari sisi kekencangan internet speddy terkadang down,sehingga masih sulit untuk di maksimalkan. Terkadang ada orang yang tidak berhak mengakses internet speedy,lalu akan di cek dengan program siska(sisfo speedy). Dan disitu terlihat semua masalahnya dimana.

1.2 Tujuan
1. Memberikan informasi tentang proses instalasi Speedy yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Akses Area Situbondo. 2. Memberikan informasi tentang proses pengecekani Speedy yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Akses Area Situbondo.

- 11 -

1.3 Batasan Masalah


Laporan ini hanya akan membahas tentang proses penginstalan dan pengecekan produk Speedy yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Akses Area Situbondo.

- 12 -

2 BAB II PROFIL PERUSAHAAN


2.1. Sejarah Perusahaan
PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk atau dikenal dengan TELKOM adalah suatu badan usaha yang memiliki sejarah panjang, berawal pada tahun 1984, pemerintah kolonial Belanda mendirikan Post En Telegraafedienst sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspedisi surat menyurat untuk domistik dan jasa layanan telegraph international. Di Indonesia jasa telepon mulai ada sejak tahun 1882 hingga tahun 1906, bentuk perusahaan adalah swasta tetapi telah mendapat izin dari pemerintah selama 25 tahun, pada tahun 1906 pemerintah kolonial Belanda membentuk Depatment untuk mengawasi kegiatan jasa Pos dan Telekomunikasi di Indonesia dengan Staatsblad Nomor : 52 Tahun 1884. Penyelenggaraan Telekomunikasi oleh swasta ini berlangsung sampai tahun 1906 dan sejak itu diambil alih oleh Pemerintah Hin$dia Belanda dengan berdasarkan kepada Staatsblad Nomor : 395 Tahun 1906. Sejak itu berdirilah Post Telegaraf En Telefoondients, atau disebut PTT Dients yang pada tahun 1927 ditetapkan sebagai Perusahaan Negara Pemintah Hindia Belanda. Jawatan PTT berlangung sampai dikeluarkannya Peratuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor : 19 Tahun 1961 Perusahaan Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Pada tahun 1961, jasa Pos dan Telekomunikasi baru berdiri dengan bentuk perusahaan pemerintah pertama, agar menjaga jasa Pos dan Telekomunikasi di wilayah Sumatera, dimana mulai terbentuk pada tahun 1970 secara Nasional. Kemudian berdasarkan Peratuan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 240 Tahun 1961 Perusahaan Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Pemerintah memisahkan Jasa Pos dengan Telekomunikasi pada tahun 1965 ke dalam dua perusahaan milik Negara yaitu PN Pos dan Giro dan PN. Telekomunikasi, seiring dengan kemajuan teknologi dan jasa telekomunikasi mendorong pemerintah untuk meningkatkan bntuk PN Telekomunikasi menjadi Perusahaan Umum (PERUM). Dan kemudian pada tahun 1974 PN Telekomunikasi terbagi menjadi dua perusahaan milik negara, Perusahaan Umum Telekomunikasi dan PT. Inti untuk peningkatan jasa telekomunikasi dalam dan luar negeri, juga pembuatan peralatan telekomunikasi pada khususnya. Untuk itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 1974 resmi berdiri Perusahaan Umum Telekomunikasi yang popular dengan sebutan PERUMTEL. Dalam peraturan tersebut PERUMTEL dinyatakan sebagai penyelenggara telekomunikasi untuk umum, baik

- 13 -

hubungan telekomunikasi dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat itu hubungan telekomunikasi luar negeri juga diselenggaakan oleh PT. Indonesia Satelit Corporation (INDOSAT) yang saat itu berstatus perusahaan asing, bagian dari America Cable and Radio Corporation sebuah perusahaan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat. Seluruh saham PT. INDOSAT dengan modal asing tersebut, pada akhir tahun 1980 dibeli oleh negara Republik Indonesia. Pada tahun 1980 bisnis telekomunikasi international dipindahkan dari PERUMTEL ke INDOSAT dengan dikeluakannya Peraturan Pemerintah Nomor : 53 Tahun 1980 yang isinya tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor : 22 Tahun 1974. Berdasakan Peratuan Pemerintah Nomor : 53 Tahun 1980, PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggaraan telekomunikasi dalam negeri dan INDOSAT sebagai penyelenggara telekomunikasi jasa luar negeri. Pada tahun 1991, memasuki Repelita V Pemerintah merasa perlu percepatan pembangunan di bidang telekomunikasi, karena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu perkembangan pembangunan di sektor lainnya, untuk itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 25 Tahun 1991, Pemerintah telah mengubah PERUMTEL dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Negara dengan layanan untuk masyarakat umum sebagai tujuan utama perusahaan, yaitu Persero.

2.2. Struktur Organisasi


Perusahaan juga mengorganisasikan jasa pendukung bisnis untuk penyediaan jasa informasi, memperbaiki pelatihan dan pendukung manajemen dalam Divisi regional TELKOM , dari Divisi I sampai dengan VII mewakili wilayah Geografis Indonesia seperti : 1. Divisi Regional I, Sumatera. 2. Divisi Regional II, Jakarta dan Wilayah sekitarnya. 3. Divisi Regional III, Jawa Barat. 4. Divisi Regional IV, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakata. 5. Divisi Regional V, Jawa Timur. 6. Divisi Regional VI, seluruh Kalimantan 7. Divisi Regional VII kawasan Indonesia Timur yang terdiri dari seluruh Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Perkembangan terakhir berdasarkan keputusan Direksi TELKOM, mulai tanggal 31 Desember 1996 TELKOM menambah dua Divisi, yaitu Divisi Multimedia dan Divisi Pembangunan. Divisi Multimedia yang mengelola jasa pengelola bisnis utama, sedangkan Divisi Pembangunan termasuk Divisi Penunjang.

- 14 -

2.3. Proses Bisnis Divisi


GHeru Nugroho besar proses bisnis divisi access adalah maintenance (perawatan) perangkat-perangkat keras yang menyusun jaringan lokal Telkom. Mulai dari kabel primer yang menghubungkan MDF (Main Distribution Frame) dengan RK (Rumah Kabel) sampai dengan DP (Distribution Point) yang merupakan point terakhir pembagian kabel-kabel Telkom menuju pelanggan dan mengatasi komplain dari costumer.

- 15 -

3 BAB III DASAR TEORI


1.1. DASAR SPEEDY

Telkom Speedy merupakan product Telkom untuk layanan Internet dengan kecepatan tinggi berbasis pada teknologi ADSL, dimana ADSL merupakan akses broadband yang dapat menggunakan kabel tembaga untuk menyalurkan data dan suara secara simultan.

Gambar 1 Konfigurasi End to End Speedy

Gambar 2 Konfigurasi End to End Speedy 2

- 16 -

Gambar 3 Demarkasi Layanan

Network Speedy Jakarta terdiri atas 3 perangkat : 1. Network Siemens (berbasis ATM) 2. Network Alcatel (berbasis ATM) 3. Network Huawei (berbasis IP) Elemen dasar Network speedy terdiri dari : 1. CPE (komputer, modem, splitter) 2. DSLAM 3. Agregator (ATM switch/Ethernet agregator) 4. BRAS 5. Radius 6. Network Management System (NMS) Fungsi Dasar Elemen Network Speedy : 2. Modem. Melakukan modulasi/demodulasi data dan mengirimkannya ke DSLAM dengan format ADSL standart ITU G.992.1 3. Splitter. Melakukan fungsi Band Pass Filter untuk memisahkan frekuensi suara dan frekuensi modulasi ADSL. 4. DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) a. Melakukan modulasi / demodulasi data dan mengirimkannya ke Modem dengan format ADSL standart ITU G.992.1 b. Melakukan fungsi Splitter untuk memisahkan sinyal suara dan meneruskannya ke Sentral PSTN c. Melakukan Fungsi Multipleksing / Demultipleksing port pelanggan untuk berhubungan dengan network data.

- 17 -

d. Melaksanakan fungsi paketisasi data dari port pelanggan ke ATM Format / IP Format, dan sebaliknya. e. Mengirimkan / menerima data ke BRAS. 5. ATM (Asynchronous Transfer Mode) Switch a. Menerima paket data ATM dari DSLAM b. Melakukan pengiriman paket data dengan format ATM dari DSLAM ke BRAS dengan menggunakan transmisi E-1 (2 MBps) / STM 1 (155 MBps) 6. Ethernet Agregator a. Menerima Paket data IP dari DSLAM b. Melakukan pengiriman paket data dengan format IP dari DSLAM ke BRAS dengan menggunakan transmisi Gigabit Ethernet (1000 Mbps) 7. BRAS (Broadband Remote Access Server) a. Melaksanakan fungsi PPP (Point to Point Protocol) yaitu PPPoA untuk DSLAM berbasis ATM (PPP over ATM) dan PPPoE untuk DSLAM berbasis IP ( PPP over Ethernet) b. Melakukan fungsi Routing untuk menghubungkan pelanggan ke Internet

c. Melakukan fungsi Network Accounting untuk memonitor pemakaian pelanggan d. Melakukan fungsi Security untuk melindungi Network. 8. Radius (Remote Authentication dial in User Service) Melakukan fungsi AAA (Authentication, Authorization, Accounting) Authentication : saat melakukan akses ke DSL, user harus memasukkan identitas dan password. Informasi ini akan diperiksa dalam server RADIUS Authorisation : RADIUS akan memeriksa kevalidan informasi user. Jika informasi valid, server akan memberikan akses ke internet, serta memberikan parameter yang diperlukan, termasuk alamat IP bagi user Accounting : RADIUS juga akan mengetahui kapan user memulai dan mengakhiri akses internetnya, sehingga dapat melakukan fungsi billing 9. Network Management

10. NMS (Network Management System) Merupakan suatu tool yang digunakan untuk memonitor dan memanajemen suatu network dengan menggunakan protokol SNMP dan berbasis GUI (Graphical User Interface) 11. EMS (Element Management System) Fungsi :

- 18 -

Configuration Management : (Network Element (DSLAM) Inventory, Network Topology and Network Element Directory, Network element and equipment view) Fault Management :(Current alarm management,Alarm history, Presentation of alarm information) Performance Management :(Storage historic performance data, Reporting performance data) Security Management :(Management of access control information,Control of user privilege ) System Management: (Management of access control information) Penomoran Speedy Contoh Nomor : 1 2 1 1 2 0 0 0 0 0 12 A B C D E E F GGGGG A : Kode Produk (1 Digit Numerik) 1 = TelkomLink B : Divisi asal (site A) : (1 Digit Numerik) 2 = Divre II C : Kode Layanan (1 Digit Numerik) 1 = Kode Produk Speedy (1) D : Kode Kandatel : (1 Digit Numerik) 1=Tmr, 2=Slt, 3=Bgr, 4=Tng, 5=Utr, 6=Pst, 7=Brt, 8=Bek E : Kode STO : (2 Digit Numerik) F : Kode Vendor 0 = Siemens, 1 = Alcatel, 2 = Huawei G : Nomor Pelanggan Range Number = 00000 s.d. 99999

SETTING MODEM DEFAULT 1. 2. 3. 4. Hubungkan ADSL dengan PC dan line telepon. Pastikan power dalam posisi on ON Setting PC anda Lihat IP address ADSL, Start ->Run ->ketik cmd-> enter-> ketik ip config /all lihat alamat DNS server nya misal -> 10.0.0.138

- 19 -

5. 6. 7. 8. 9.

Dari ie masuk ke alamat 10.0.0.138 , sesuai dengan DNS servernya Selanjut nya pilih next-> keluar system Information Pilih Set Up wizard Ada menu select service->pilih PPPoA-DHCP-NAPT Muncul kolom pilihan vpi/vci -> isi dengan 8/35

10. Next ->Muncul menu ADSL username -> No ADSL@telkom.net, masukan pwd nya 11. Next -> muncul verifikasi ulang ->Username bisa diganti dengan login biasa missal ->erna mulayni syarifudin, input passwordnya harus sama dengan #step 10 12. Next terus sampai muncul verifikasi login sesuaikan dengan #step 11 13. next terus sampai finish.

Tulis VPI dan VCI : Siemens : VPI = 1, VCI = 33 Alcatel : VPI = 8, VCI = 35 Ericson : VPI = 0, VCI = 35 Huawei : VPI = 0, VCI = 35 ZTE : VPI = 8 , VCI = 81 Pilih Encapsulation VCMux untuk pelanggan Dynamic Pilih protocol : PPPoA untuk Siemens dan Alcatel (D2) PPPoE untuk Ericson, Huawei dan ZTE Masukkan User name dan password yang anda dapat dari ISP

1.2. Jenis Gangguan :

Gangguan Email

Gangguan Webmail

Masalah : 1. tidak bisa kirim email 2. tidak bisa download/upload file attach 3. tidak bisa login Analisa :

- 20 -

1. cek koneksi di mdf, apakah stabil pada speed yang tetap atau labil (speed naik turun tidak normal), dispatch to TDC 2. cek kualitas jaringan dari sisi plg ke mdf (bisa diketahui secara gamblang dari noise pada telephone), untuk detailnya, dispatch to TDC 3. Jika dari sisi jaringan diklaim OK dari TDC, masuk ke tahap solusi Solusi : 1. Setting MTU Gangguan MailClient

Masalah : 1. tidak bisa terima email 2. tidak bisa kirim/terima email 3. tidak bisa kirim email 4. tidak bisa download file attach Analisa : 1. point a, kemungkinan terjadi gangguan pada mail server hosting-an plg 2. point b, kemungkinan setingan email plg salah (setting email) 3. point c, kemungkinan setingan smtp plg salah (setting email) 4. point d, kemungkinan komdat jaringan plg jelek Solusi : 1. point a, minta plg untuk menghubungi provider mail hosting plg 2. point b, pastikan password plg benar dan seting email plg benar 3. point c, jika plg hosting di luar Telkom, gunakan smtp milik mail hosting plg 4. point c, tetapi untuk pengecekan masalah, plg harus menggunakan smtp.telkom.net atau 125.160.6.250;251;253, pastikan sudah mencoba ketiganya sebelum dispatch ke care center 5. point c, jika plg menggunakan mail hosting Telkom, gunakan smtp.telkom.net 6. untuk mencari tahu plg menggunakan mail hosting mana, gunakan perintah nslookup dan manfaatkan perintah whois di web http://www.dnsstuff.com/ contoh masuk command promt (start=>run=>ketik cmd=>OK) C:\Documents and Settings\BOC>nslookup mail.telkom.net Server: ns.telkom.co.id Address: 10.2.1.5 :

- 21 -

Non-authoritative answer: Name: mail.telkom.net.co.id Address: 203.130.198.36 Pada web http://www.dnsstuff.com/ Pilih option whois dan isikan IP yang telah diperoleh dari command nslookup sebelumnya, yaitu 203.130.198.36. Jika IP tersebut milik Telkom berarti mail hosting plg punya telkom 1. jika seluruh setingan sudah dicoba dan masih tidak bisa, dispatch terlebih dahulu ke TDC untuk cek dari sisi jaringan. 2. Jika dari sisi jaringan tidak ada masalah, baru dispatch ke Care Center (catatan : SMTPnya harus SMTP.TELKOM.NET) Jika dari sisi Care Center diklaim tidak ada masalah juga, padahal gangguan masih terjadi di sisi plg, gunakan seting MTU, seperti pada solusi gangguan webmail

1.3.

Aplikasi EMBASSY Sebagai upaya untuk mewujudkan visi sebagai leader dalam bisinis infokom di tingkat

regional, TELKOM melakukan diversifikasi produk selain POTS dimana second curve product yaitu TelkomFlexi, produk non POTS serta SPEEDY yang diharapkan dapat menjadi andalan produk baru yang dapat diandalkan menghasilkan REVENUE bagi TELKOM. Untuk memenuhi kebutuhan Speedy akan informasi data yang cepat dan akurat tentang keadaan lapangan mengenai kecepatan akses Speedy, maka di perlukan suatu aplikasi berbasis web. Embassy merupakan Easy Measurement for Bandwidth, Attenuation, Attainable Rate and SNR Speedy. EMBASSY adalah aplikasi berbasis wab yang saat ini dapat digunakan untuk mengetahui kualitas jaringan Speedy pelanggan. Aplikasi ini bisa digunakan di hampir seluruh kantor Telkom diseluruh Indonesia (datel I sampai VII). Tujuan: 1. Sebagai acuan user/pemakai dalam pengoperasian Aplikasi EMBASSY sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman pada aplikasi EMBASSY dan menjalankan aplikasi tersebut sesuai fungsi dan perannya. 2. User mampu mengidentifikasi kualitas jaringan SPEEDY pelanggan.

- 22 -

4 BAB IV PEMBAHASAN
PT Telekomunikasi Indonesia area Situbondo mempunyai 4 divisi, antara lain Divisi Akses (DIVA), Divisi Telkom Flexi (DTF), Divisi Area & Network (ARNET), dan Divisi Customer Service (DCS). Adapun lingkup pekerjaan yang harus dilakukan di setiap STO meliputi: 1. Memantau terhadap kemungkinan adanya gangguan dengan menggunakan Software SISKA dan COC (Customer Operation Centre). 2. Mencetak gangguan yang terjadi dalam bentuk surat tugas dengan bantuan software SISKA dan Printer. 3. Mengambil dan mencetak SPK Pemasangan baik telepon, speedy maupun kabel LC dengan bantuan software SISKA dan Printer sebagai bukti administrasi dan surat tugas pengerjaan di lapangan. 4. Mengirimkan gangguan yang telah tercetak kepada petugas di lapangan melalui telepon dan sms untuk segera ditangani. 5. Membantu tugas lapangan seperti perawatan rumah kabel (RK), omset primer, omset sekunder, jumper port speedy dan jumper port telepon apabila ada pelanggan yang melakukan PSB (pasang baru) maupun pencabutan. 6. Memetakan seluruh rumah kabel (RK) baik itu RK dari nomor DLU, DLC, maupun MSAN dengan menggunakan alat GPS (GARMIN). 7. Melakukan validasi pada seluruh nomor telepon maupun speedy yang ada di ruang MDF (Main Distribution Frame) agar didapatkan data yang akurat terhadap jumlah pelanggan sekarang. Inti dari STO adalah sentral dan RPU, karena disana dilakukan penanganan gangguan atau kerusakan, pembangunan sambungan baru dan pelepasan isolir. Langkah-langkah untuk membangun sebuah jaringan baru di daerah baru dimulai dengan penggambaran denah lokasi, estimasi kebutuhan sarana prasarana juga biayanya. Kemudian pemasangan dilakukan dengan bantuan pekerja dari Kopegtel. Perbaikan dilapangan juga telah

dilaksanakan. Penelusuran titik kerusakan dilakukan dari pesawat hingga RK. Untuk laporan gangguan diketahui melaui software SISKA ataupun laporan langsung dari pelanggan. Permaslahan yang paling utama jsutru ditimbulkan dari perangkat keras yang membangun jaringan Telkom itu sendiri, yaitu kabel-kabel Telkom dan juga perangkat-perangkat lain seperi RK dan DP yang mana usianya sudah tua dan mungkin mengalami kerusakankerusakan baik yang disebabkan oleh faktor manusia maupun faktor alamiah. Dan dalam

- 23 -

kegiatan ini kami ditekankan agar paling tidak mengetahui dasar-dasar pengetahuan tentang gangguan-gangguan dan kerusakan pada perangkat tersebut dan memperbaikinya, serta melakukan perawatan dengan tujuan meminimalkan resiko kerusakan yang mungkin terjadi.

8. Monitoring Gangguan dan PSB Monitoring gangguan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak adanya gangguan yang terjadi di lapangan. Gangguan ini dapat di monitor melalui software SISKA ( Sistem Informasi Kastamer ) dan COC (Customer Operation Centre). Monitoring gangguan ini bertujuan untuk mengupdate dengan cepat apabila ada laporan gangguan, sehingga petugas yang memonitor gangguan ini dapat cepat manyampaikan adanya gangguan kepada petugas yang ada di lapangan. Selain melalui aplikasi ini, pelanggan juga dapat langsung menelepon kantor terdekat untuk mengatasi gangguan yang dialami. Sehingga alur perbaikan gangguan, sebagai berikut : Pusat COC petugas yang memonitor SISKA (cetak) petugas lapangan

Pelanggan Sedangkan penanganan PSB atau pasang baru hampir sama dengan menanganan gangguan. Proses monitoring baik untuk gangguan atau PSB ini sangat penting mengingat aktivitas penanganan gangguan ini merupakan proses estafet sehingga apabila dari monitoring yang kemudian disampaikan ke petugas lapangan terjadi komunikasi yang kurang atau bahkan mungkin salah tentu akan menghambat proses perbaikan, sehingga berujung pada penurunan tingkat kepuasan pelanggan.

a.

Mengecek RK Kegiatan di lapangan yang dilakukan selama gelada adalah mengikuti regu lapangan. Banyak kasus yang terjadi, mulai dari yang sederhana hingga yang sulit. Permasalahan yang sering terjadi pada waktu itu adalah pada RK. RK tiap STO jumlahnya berbeda-beda, setelah mengecek RK, lalu ditambah beberapa DP dan ke beberapa rumah pelanggan.

- 24 -

Gambar 11. DP

Gambar 12. DLC

b.

Validasi Speedy Validasi merupakan suatu kegiatan untuk mengecek apakah data yang terdapat pada system sama dengan yang terjadi di lapangan. Untuk kegiatan ini kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan validasi pada pelanggan speedy di area STO. Validasi dilakukan di MDF. Sedangkan peralatan yang digunakan antara lain : Daftar nomor speedy Alat tulis Test phone, dan Telepon / HP flexi

- 25 -

Gambar 15. MDF

Validasi ini dilakukan dengan cara: Menempatkan jack test phone pada klem yang akan dicek. Dengarkan pada Test Phone apakah ada nada, jika ada, telepon pada no flexi No telepon yang masuk dicatat sesuai nomor speedy nya Data yang telah diperoleh dicocokkan pada COC apakah sama atau tidak. Bila tidak, ditandai dan diberi keterangan tentang permasalahannya. Mengubah port-port yang salah melalui system (disesuaikan dengan keadaan yang ada di lapangan).

c. Membantu membuat laporan Laporan ini dibuat berdasarkan fakta sehari-hari yang ada dilapangan yang sudah diolah dan dimasukkan ke aplikasi COC. Laporan yang dibuat antara lain mengenai: a. Laporan kinerja tiap regu yang ada di masing-masing STO. b. PSB telepon c. Jumlah gangguan untuk speedy dan telepon Dengan adanya laporan ini, sangat memudahkan untuk proses analisis apakah kegiatan yang telah terjadi selama satu bulan ini sudah berjalan sesuai dengan target atau belum.

d. Pembelajaran secara teori dan praktek

- 26 -

Kami sangat beruntung diberi kesempatan untuk belajar dahulu mengenai jaringan dan speedy secara teori, mengingat tidak ada satu pun diantara kami yang ada di jurusan yang tepat untuk mengembangkan keahliannya di bidang ini. Sehingga paling tidak ada gambaran sedikit dahulu mengenai apa yang akan terjadi di lapangan, kemudian yang nanti akan dilanjutkan dengan melihat langsung di lapangan sehingga akan memudahkan kami untuk memahami maksudnya. Yang kami pelajari antara lain struktur jaringan kabel di PT Telkom, RPU (Rangka Pembagi Utama), RK (Rumah Kabel), KP (Kotak Pembagi), soket telepon, kabel dan berbagai macam jenisnya, dll. Kemudian dilanjutkan dengan mempelajari secara langsung di lapangan mulai dari sentral hingga ke rumah pelanggan. Pembelajaran ini tidak kami lakukan dalam satu waktu, tetapi pada penggunaan waktu-waktu yang berbeda disesuaikan dengan situasi dan kondisi namun tetap berkaitan. Berikut sebagian dokumentasi dari hasil pembelajaran: a. Menelusuri kabel

Gambar 16. Kabel primer dan tutup air di lapangan

- 27 -

Gambar 17. Pengecekan RK

Gambar 18. DP

Titik naik b. Struktur kabel

Gambar 19. Lapisan Kabel

Gambar 20. (dari kiri) Kabel 80,kabel 20, kabel tanah

c. Merangkai DP

- 28 -

Gambar 21. Rangkaian kabel (BOHCA) pada port DP

Gambar 22. Rangkaian DP d. Di mdf

Gambar 23. penangkal petir e. Mengenal dan pengoperasikan SISKA

- 29 -

Siska yaitu sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitoring semua kegiatan yang harus dioperasikan oleh divisi akses. Di dalam SISKA kita dapat melihat gangguan telepon, pasang baru telepon atau speedy, serta pencabutan telepon atau speedy.

9. Mengoperasikan COC COC adalah sebuah software yang berfungsi untuk melihat gangguan sebelum kita melihatnya di dalam siska. Di dalam COC kita dapat mengetahui berapa jumlah gangguan yang sudah ditangani dan yang belum ditangani. Di dalam COC ini kita juga dapat melihat sudah berapa lama gangguan tersebut. Selain itu COC juga berfungsi untuk mencari penomoran EQN pada MDF.

10. Belajar menginstal Speedy di sisi pelanggan Untuk menginstal speedy di sisi pelanggan terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu secara hardware dan secara software. Secara hardware kita membutuhkan jaringan telepon, kabel RJ 45, kabel RJ 11, modem ADSL, dan device berupa PC ataupun laptop. Splitter adalah komponen dari CPE yang berfungsi memisahkan atau menduplikasi frekuensi yang membawa informasi baik itu voice maupun data. Voice dibawa oleh frekuensi 0 4 KHz akan diarahkan menuju ke terminal telepon pada sisi ROT dan ke Sentral Telepon Lokal pada sisi COT, sedangkan Data dibawa oleh frekuensi 26 KHz 1,1 MHz akan diarahkan ke Modem pada sisi ROT dan ke DSLAM pada sisi ROT. Terdiri dari 3 port, 1 port RJ11 untuk dihubungkan ke Roset, 1 port RJ11 dihubungkan ke telepon dan satu portnya lagi RJ11 yang dihubungkan ke modem.

Gambar 24. Splitter Modem adalah salah satu komponen dari CPE yang berfungsi melakukan modulasi dan demodulasi sinyal informasi. Dengan adanya kebijakan Liberalisasi Terminal pelanggan Speedy diberi kebebasan memilih merk modem yang beredar dipasaran. Modem ADSL terdiri dari dua tipe yaitu Bridge dan Router.

- 30 -

Gambar 25. Modem ADSL

Jenis Modem ROUTER Modem jenis ini dapat terhubung ke RAS baik dengan IP statik maupun dengan user/password (dynamic) Spesifikasi: ANSI T1.413, G.DMT (G.992.1), G.Lite (G.992.2) RFC1483R (MPoA), RFC2364 (PPPoA/PPPoE) Encapsulation LLC, VC TCP/IP, NAT Support IP WAN/LAN statik/dinamik

BRIDGE/USB Modem yang hanya mensupport protokol Dial-in, tidak bisa untuk konfigurasi statik. Modem jenis ini terhubung ke RAS melalui proses autentikasi di RADIUS. Spesifikasi: ANSI T1.413, G.DMT (G.992.1),G.Lite (G.992.2) RFC2364: PPPoA/PPPoE TCP/IP,NAT Encapsulation LLC, VC Support IP WAN/LAN dinamik Langkah langkah instalasi speedy secara hardware: Langkah I : Periksa kelengkapan CPE yang ada. Untuk kelengkapan modem biasanya terdiri dari 1 paket yaitu ; Modem ADSL, Power Adaptor, Kabel UTP, Kabel RJ11, CD Installer, Splitter, Buku manual dan kabel USB untuk modem yang berjenis Bridge. Langkah ke II : Baca buku manual yang tersedia dengan seksama, perhatikan alamat atau IP Address modem, Username dan Password modem yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya

- 31 -

Langkah III : Hubungkan komputer dengan modem ADSL menggunakan kabel UTP yang tersedia dengan memasukan konektor RJ45 pada port ethernet pada kedua device tersebut.

Langkah IV : Hubungkan Roset dengan Splitter pada port line menggunakan RJ11, Splitter dengan telepon pada port Phone dan Splitter dengan Modem pada port DSL.

Langkah V : Hubungkan kabel power adaptor dari modem ADSL ke catuan listrik, kemudian tekan tombol power ON

Tunggu beberapa saat. Apabila ada pesan Local Area Connection Is Now Connected yang muncul pada layar komputer sebelah kanan bawah, hal ini menandakan bahwa komputer dan modem telah terhubung dengan baik.

a. Menginstal speedy secara software Buka browser interner (Internet Explorer). Ketikan : HTTP://192.168.254.254, lalu tekan enter

- 32 -

Pilih Login pada sebelah kiri layar. Pada kolom password ketikan admin, lalu tekan OK.

Muncul tampilan pada layar seperti pada gambar dibawah. Pada layar sebelah kiri pilih / klik Set Up, WAN Interface.

- 33 -

Muncul tampilan pada layar seperti pada gambar dibawah. Ketikan admin pada kolom User name dan Password, lalu tekan OK.

Muncul tampilan pada layar, Current Configuration. Klik / Pilih type PPPoA. Akan muncul tampilan pada layar seperti pada gambar

- 34 -

Ketikan nomor speedy beserta password yang diberikan oleh ISP. Lalu tekan Finish.

Muncul tampilan pada layar seperti pada gambar. Modem minta di reboot, pilih / klik reboot.

- 35 -

11. Instalasi Speedy di MDF ADSL adalah teknologi modem digital yang menyalurkan data kecepatan tinggi yang tidak simetris antara kecepatan Up-stream dengan Down-stream. Keuntungan : memberikan kemampuan High Speed Internet Access dan Voice/Fax secara simultan (menggunakan Spliter). LABELING / JUMPERING SPEEDY MDF MDF Termination Speedy

Terminologi ADSL

DSLAM

- 36 -

Digital Subscriber Line Access Multiplexer. Perangkat dalam sistem DSL yang berfungsi menerima sinyal koneksi dari modem DSL kastamer. Perangkat ini diletakkan di sentral telpon. CO Central Office. Sentral telpon dimana perangkat switching diletakkan. Perangkatperangkat ini merupakan terminasi panggilan/koneksi dari subscribers. CLEC CLEC kependekan dari Competitive Local Exchange Carrier. RADIUS Kependekan dari Remote Authentication Dial In User Service, ditetapkan sebagai standar pertama kali sebagai RFC 2058 pada Januari 1997. Diupdate dengan RFC 2138 April 1997. Ini adalah standar bagi authentikasi kastamer/subscriber yang login secara remote. Penggunaannya seperti pada RAS untuk kastamer dial-up, atau BRAS untuk kastamer broadband.

Implementasi ADSL

- 37 -

Konfigurasi Speedy

Tahap Implementasi ADSL

ISP ISP Metro Access/ Colocation BRAS


Ethernet Ethernet

PE CE PE IP Backbone

ISP

VPN VPN VPN PE VPN


Ethernet

Ethernet

PE

DHCP RADIUS BILLING - NMS

Metro Access Mini DSLAM

DSLAM

TDM /SDH Network

DSLAM Mini DSLAM

Tahap I DSLAM terkoneksi ke BRAS via E1 Cocok untuk mendeliver layanan internet ( browsing, chatting, email) Kurang cocok untuk layanan haus BW (Vid stream, VOD, Vid conf) Tidak scalable Tahap II DSLAM terkoneksi di layer IP via FE Cocok untuk mendeliver layanan internet ( browsing, chatting, email)

- 38 -

Dapat dikembangkan untuk layanan haus BW (Vid stream, VOD, Vid conf) Kurang scalable untuk penempatan konten lokal Tahap III

DSLAM dalam 1 awan IP (metro access) Cocok untuk mendeliver layanan internet ( browsing, chatting, email) Cocok untuk layanan haus BW (Vid stream, VOD, Vid conf) Scalable untuk penempatan konten lokal

- 39 -

5 BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang dapat diambil sehubungan dengan kegiatan instalasi atau pengecekan Speedy di PT Telekomunikasi Indonesia area Situbondo: 1. Digital Subsriber Line (DSL) atau juga disebut XDSL adalah teknologi akses dengan perangkat khusus pada central office dan pelanggan yang memungkinkan transmisi broadband melalui kabel tembaga, teknologi ini sering disebut juga dengan istilah teknologi suntikan atau injection technology. XDSL adalah teknologi yang mendasari teknologi ADSL yang digunakan Telkom untuk akses internet kecepatan tinggi. 2. Speedy adalah nama produk PT Telkom yang merupakan layanan akses internet dengan kecepatan tinggi (broadband akses) menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang memiliki kemampuan akses untuk kecepatan up to 1 Mbps serta dapat melakukan pengiriman data dan suara secara simultan. 3. Terdapat dua buah jenis arsitektur jaringan speedy yaitu Arsitektur jaringan speedy yang menggunakan ATM Switch sebagai penghubung DSLAM ke ISP dan Arsitektur jaringan Speedy yang menggunakan Metro Ring sebagai penghubung DSLAM ke ISP. 4. Gangguan pada jaringan speedy dapat diadukan ke 147 sebagai costumer service, akan tetapi bila tidak mampu memberikan solusi maka 147 akan mengkonfirmasikan langsung ke BOC. Setelah itu BOC melakukan contact dengan technical support speedy yaitu CPE agar menindaklanjuti keluhan pelanggan untuk memperbaiki gangguan pada jaringan speedy baik fisik (hardware) maupun non fisik (software). 5. Mengetahui dan mempelajari cara berkomunikasi yang baik dengan pelanggan. Tentunya hal ini sangat penting untuk memeberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan.

- 40 -

5.2. Saran
Adapun saran saran nya antara lain sebagai berikut ini : a. Hendaknya PT. TELKOM lebih meningkatkan pelayanan dalam menghadapi era globalisasi agar dapat bersaing dengan pesaing swasta yang lainnya. b. Pembaharuan sarana dan prasarana seperti komputer dan tangga untuk operasional seharusnya dilakukan secara merata ditiap bagian. c. Agar penangganan gangguan lebih dipercepat supaya pelanggan merasa puas dengan pelayanan. d. Sebelum melakukan pekerjaan sangat perlu diketahui terlebih dahulu spesifikasi teknis pekerjaan dan orientasi lapangan. e. Proses administrasi pelaksanaan survey lebih diperbaiki agar survey dapat berjalan dengan lebih lancar. f. Bandwith dan wilayah jangkauan Speedy diperluas agar bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

- 41 -

Daftar Pustaka
Google, http://www.google.com, 2010 Wikipedia, http://wikipedia.org, 2010 Trouble ticketing online, http://www.t3-online.com, 2010

- 42 -