Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN CEPHALGIA Pengkajian 1.

Data Subyektif Pengertian pasien tentang sakit kepala dan kemungkinan penyebabnya.

Sadar tentang adanya faktor pencetus, seperti stress. Langkah - langkah untuk mengurangi gejala seperti obat-obatan. Tempat, frekwensi, pola dan sifat sakit kepala termasuk tempat nyeri, lama dan interval diantara sakit kepala. Awal serangan sakit kepala. Ada gejala prodomal atau tidak Ada gejala yang menyertai. Riwayat sakit kepala dalam keluarga (khusus penting sekali bila migren). Situasi yang membuat sakit kepala lebih parah. Ada alergi atau tidak.

2. Data Obyektif

Perilaku : gejala yang memperlihatkan stress, kecemasan atau nyeri. Perubahan kemampuan dalam melaksanakan aktifitas sehari - hari. Terdapat pengkajian anormal dari sistem pengkajian fisik sistem saraf cranial. Suhu badan Drainase dari sinus.

Dalam pengkajian sakit kepala, beberapa butir penting perlu dipertimbangkan. Diantaranya ialah:

Sakit kepala yang terlokalisir biasanya berhubungan dengan sakit kepala migrain atau gangguan organik. Sakit kepala yang menyeluruh biasanya disebabkan oleh penyebab psikologis atau terjadi peningkatan tekanan intrakranial. Sakit kepala migren dapat berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain. Sakit kepala yang disertai peningkatan tekanan intrakranial biasanya timbil pada waktu bangun tidur atau sakit kepala tersebut membengunkan pasien dari tidur. Sakit kepala tipe sinus timbul pada pagi hari dan semakin siang menjadi lebih buruk. Banyak sakit kepala yang berhubungan dengan kondisi stress. Rasa nyeri yang tumpul, menjengkelkan, menghebat dan terus ada, sering terjadi pada sakit kepala yang psikogenis. Bahan organis yang menimbulkan nyeri yang tetap dan sifatnya bertambah terus. Sakit kapala migrain bisa menyertai mentruasi.sakit kepala bisa didahului makan makanan yang mengandung monosodium glutamat, sodim nitrat, tyramine demikian juga alkohol.

Tidur terlalu lama, berpuasa, menghirup bau-bauan yang toksis dalam lingkungan kerja dimana ventilasi tidak cukup dapat menjadi penyebab sakit kepala. Obat kontrasepsi oral dapat memperberat migrain. Tiap yang ditemukan sekunder dari sakit kepala perlu dikaji.

3. Pemeriksaan Diagnostik

CT Scan, menjadi mudah dijangkau sebagai cara yang mudah dan aman untuk menemukan abnormalitas pada susunan saraf pusat. MRI Scan, dengan tujuan mendeteksi kondisi patologi otak dan medula spinalis dengan menggunakan tehnik scanning dengan kekuatan magnet untuk membuat bayangan struktur tubuh. Pungsi lumbal, dengan mengambil cairan serebrospinalis untuk pemeriksaan. Hal ini tidak dilakukan bila diketahui terjadi peningkatan tekanan intrakranial dan tumor otak, karena penurunan tekanan yang mendadak akibat pengambilan CSF.

Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri b.d stess dan ketegangan, iritasi/tekanan saraf, vasospasme, peningkatan tekana intrakranial. 2. Koping individual tak efektif b.d situasi krisis, kerentanan personal, sistem pendukung tidak adequat, kelebihan beban kerja, ketidakadequatan relaksasi, metode koping tidak adequat, nyeri berat, ancaman berlebihan pada diri sendiri. 3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b.d kurang mengingat, tidak mengenal informasi, keterbatasab kognitif. Intervensi Keperawatan 1. Nyeri b.d stess dan ketegangan, iritasi/tekanan saraf, vasospasme, peningkatan tekana intrakranial. Intervensi ;

Pastikan durasi/episode masalah , siapa yang telah dikonsulkan, dan obat dan/atau terapi apa yang telah digunakan Teliti keluhan nyeri, catat itensitasnya ( dengan skala 0-10 ), karakteristiknya (misal : berat, berdenyut, konstan) lokasinya, lamanya, faktor yang memperburuk atau meredakan. Catat kemungkinan patofisiologi yang khas, misalnya otak/meningeal/infeksi sinus, trauma servikal, hipertensi atau trauma. Observasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal, seperi : ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis/meringis, menarik diri, diaforesis, perubahan frekuensi jantung/pernafasan, tekanan darah. Kaji hubungan faktor fisik/emosi dari keadaan seseorang Evaluasi perilaku nyeri

Catat adanya pengaruh nyeri misalnya: hilangnya perhatian pada hidup, penurunan aktivitas, penurunan berat badan. Kaji derajat pengambilan langkah yang keliru secara pribadi dari pasien, seperti mengisolasi diri. Tentukan isu dari pihak kedua untuk pasien/orang terdekat, seperti asuransi, pasangan/keluarga Diskusikan dinamika fisiologi dari ketegangan/ansietas dengan pasien/orang terdekat Instruksikan pasien untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri itu timbul. Tempatkan pada ruangan yang agak gelap sesuai dengan indikasi. Anjurkan untuk beristirahat didalam ruangan yang tenang. Berikan kompres dingin pada kepala. Berikan kompres panans lembab/kering pada kepala, leher, lengan sesuai kebutuhan. Masase daerah kepala/leher/lengan jika pasien dapat mentoleransi sentuhan. Gunakan teknik sentuhan yang terapeutik, visualisasi, biofeedback, hipnotik sendiri, dan reduksi stres dan teknik relaksasi yang lain. Anjurkan pasien untuk menggunakan pernyataan positif Saya sembuh, saya sedang relaksasi, Saya suka hidup ini. Sarankan pasien untuk menyadari dialog eksternalinternal dan katakan berhenti atau tunda jika muncul pikiran yang negatif. Observasi adanya mual/muntah. Berikan es, minuman yang mengandung karbonat sesuai indikasi.

2. Koping individual tak efektif b.d situasi krisis, kerentanan personal, sistem pendukung tidak adequat, kelebihan beban kerja, ketidakadequatan relaksasi, metode koping tidak adequat, nyeri berat, ancaman berlebihan pada diri sendiri. Intervensi ;

Dekati pasien dengan ramah dan penuh perhatian. Ambil keuntungan dari kegiatan yang daoat diajarkan. Bantu pasien dalam memahami perubahan pada konsep citra tubuh. Sarankan pasien untuk mengepresikan perasaannya dan diskusi bagaimana sakit kepala itu mengganggu kerja dan kesenangan dari hidup ini. Pastikan dampak penyakitnya terhadap kebutuhan seksual. Berikan informasi mengenai penyebab sakit kepala, penagnan, dan hasil yang diharapkan. Kolaborasi Rujuk untuk melakukan konseling dan/atau terapi keluarga atau kelas tempat pelatihan sikap asertif sesuai indikasi.

3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b.d kurang mengingat, tidak mengenal informasi, keterbatasab kognitif. Intervensi ;

Diskusikan etiologi individual dari saki kepala bila diketahui.

Bantu pasien dalam mengidentifikasikan kemungkinan faktor predisposisi, seperti stress emosi, suhu yang berlebihan, alergi terhadap makanan/lingkungan tertentu. Diskusikan tentang obat-obatan dan efek sampingnya. Nilai kembali kebutuhan untuk menurunkan/menghentikan pengobatan sesuai indikasi Instruksikan pasien/orang terdekat dalam melakukan program kegiatan/latihan , makanan yang dikonsumsi, dan tindakan yang menimbukan rasa nyaman, seprti masase dan sebagainya. Diskusikan mengenai posisi/letak tubuh yang normal. Anjurkan pasien/orang terdekat untuk menyediakan waktu agar dapat relaksasi dan bersenang-senang Anjurkan untuk menggunakan aktivitas otak dengan benar, mencintai dan tertawa/tersenyum. Sarankan pemakaian musik-musik yang menyenangkan. Anjurkan pasien untuk memperhatikan sakit kepala yang dialaminya dan faktor-faktor yang berhubungan atau faktor presipitasinya. Berikan informasi tertulis/semacam catatan petunjuk Identifikasi dan diskusikan timbulnya resiko bahaya yang tidak nyata dan/atau terapi yang bukan terapi medis

Sakit kepala timbul jika bagian nyeri kepala terangsang. Hal ini terjadi bila ada gangguan pada pembuluh darah,kontraksi otot,regangan kepala,proses peradangan, atau gabungan beberapa dari keempat unsur itu. Sumber gangguan bisa berasal dari dalam atau luar kepala. Tidak semua sakit kepala sama. Sakit kepala sendiri bukan penyakit melainkan gejala dari suatu penyakit. Hampir semua penyakit sehari-hari disertai sakit kepala. Berikut ini beberapa jenis sakit kepala yang umum : 1. Sakit kepala separuh (Migrain) Muncul pagi hari, selama jam kerja atau membangunkan orang dari tidur malam. Sakit kepala separuh belum tentu migrain. Migrain ada 2 tahap : Gejala pendahulunya (podromal) berupa lemah separuh badan,melihat bayangan rangkap,rasa kesemutan,ada bagian yang hilang dalam lapangan pandangan,muncul rasa bingung dan gelisah. Gejala pendahulu ini hanya berlangsung sementara, lalu menghilang setelah gejala pengikutnya muncul. Gejala pengikut berupa rasa nyeri di dahi,pelipis atau belakang bola mata, disertai gangguan saraf, gangguan berkemih atau seks,mual, serta muntahmuntah . Migrain bisa dibangkitkan oleh stres, makan cokelat,minum alkohol,terlambat makan,sehabis kegiatan seks, dan umumnya mereda setelah dibawa tidur sebentar (jangan terlalu lama). Dalam sebulan bisa sampai empat kali menyerang. Wanita lebih sering terkena migrain dibandingkan pria. 2. Sakit kepala cluster (red migraine) Menyerang malam hari. Banyak menyerang usia 40-55 tahun (pria tujuh kali lebih sering daripada wanita). Timbul rasa nyeri di wajah, pipi,lubang hidung,langit-langit mulut,gusi dan bola mata. Muncul beberapa jam setelah tidur. Serangan bisa beberapa kali dalam semalam. Nyeri berlangsung 5-10 menit, dan menghilang kurang dari sejam. Serangan disebabkan karena minum alkohol. 3. Sakit kepala sampai buta Terjadi pada usia di atas 50 tahun. Rasa nyeri di pelipis. Awalnya nyeri berdenyut,lalu nyeri menyebar ke seluruh kepala. Selain bisa buta,mungkin tuli dan lemah separuh badan, jika terlambat diobati. Disebabkan radang pembuluh darah pelipis. 4. Sakit kepala tegang tension headache Muncul setelah tidak melakukan aktivitas fisik. Jika otot-otot kepala,leher,dan bahu kejang serta kaku,aliran darah ke otak terganggu. Selain nyeri,kepala juga berdenyut, seperti diikat kawat. Serangan disebabkan karena faktor ketegangan jiwa. 5. Sakit kepala karena pengapuran leher Sakit kepala muncul sewaktu kepala digerakkan. Terjadi karena terdapat ruas yang menjepit saraf di tabung sarafnya (diketahui melalui foto rontgen

ruas tulang leher).Rasa nyeri menjalar selingkar leher dan pundak sesuai saraf ruas mana yang terjepit. Terjadi pada usia lebih dari 45 tahun karena degeneratif ruas tulang leher, dan tumbuh semacam taji tulang. Oleh karena itu, hindari memutar kepala dengan paksa (sewaktu cukur atau dipijat) 6. Sakit kepala karena faktor kejiwaan Selain sakit kepala disertai mimpi buruk,susah tidur,kepingin muntah terus, impotensi, suka mengompol, fobia dan reaksi histerikus (membenturbenturkan kepala). Muncul jika ditolak seks,merasa badan loyo seperti tak bertulang,kurang bergairah seks,sering merasa masuk angin dan lemah letih lesu. 7. Sakit kepala tumor otak Sakit kepala pada tumor otak biasanya progresif. Semakin hari nyerinya semakin hebat dan datangnya makin sering. Sakit kepala berat dan umumnya disertai muntah-muntah yang menyemprot. Mungkin juga disertai gangguan panca indera dan gejala kelumpuhan. 8. Sakit kepala sinusitis Muncul dinihari. Peradangan pada rongga sinus (lokasinya di sekitar rongga hidung). Pilek bertahun-tahun yang tak terobati bisa menjadi sinusitis. Sakit kepala muncul karena minum alkohol dan perubahan suhu udara dari hangat langsung ke dingin. Nyeri bertambah saat batuk dan bersin atau menggerak-gerakkan kepala. 9. Sakit kepala karena darah tinggi Muncul pagi hari. Hanya pegal dan kencang di kuduk dan pelipis. Mereda setelah dipijat, atau berbaring, muncul lagi kalau dibawa duduk. Nyeri kepala berdenyut-denyut dan bertambah nyeri saat batuk atau bersin. Namun tidak semua penderita darah tinggi pasti sakit kepala. 10. Sakit kepala karena radang otak Diawali demam,leher kaku, mungkin sudah ada kejang,gangguan panca indera, dan kesadaran menurun. Infeksi selaput otak atau otak bisa disebabkan oleh kuman atau virus. Jika mengenai selaput otak terjadi meningitis, jika menyerang otak terjadi encephalitis. 11. Sakit kepala karena rabun dekat Terjadi pada usia 40 tahun. Tak mampu membaca lebih pendek dari 30 cm. Yang dibutuhkan hanyalah kacamata baca. Beberapa jenis sakit kepala dan migrain muncul kalau sedang marah, atau emosi kelewat bergairah. Sakit kepala tidak sama dengan pusing. Pusing itu vertigo. Pada pusing tidak terasa nyeri, melainkan merasa berputar/melayang. Vertigo muncul jika :

1. Ada gangguan di telinga dalam 2. Gangguan mata

3. Gangguan aliran darah otak 4. Tumor saraf otak 5. Gangguan keseimbangan Vertigo susah dilacak penyebabnya, dengan obat mudah diredakan gejalanya. Jika kita mendadak terserang sakit kepala, jangan buru-buru mengkonsumsi obat. Cobalah untuk tidur sejenak, biasanya sakit kepala akan mereda sendiri. Mengkonsumsi obat sakit kepala lebih dari 2 hari seminggu malah akan menimbulkan efek rebound headache (sakit kepalanya semakin menjadi-jadi) selain memberikan efek samping pada hati dan ginjal. Oleh karena sakit kepala hanya gejala dari penyakit, maka penyakitnya yang perlu diobati. Setelah penyakitnya diobati, sakit kepala hilang dengan sendirinya. Berhati-hatilah jika mengkonsumsi obat sakit kepala jenis aspirin ! Memang jenis ini sangat cespleng, tetapi obat ini keras buat lambung (tidak dianjurkan untuk anak kecil). Untuk usia lanjut, obat jenis aspirin bisa menimbulkan perdarahan lambung dan usus. Sakit kepala yang perlu penangan lebih lanjut jika : 1. Nyerinya hebat sekali dan muncul tiba-tiba 2. Sakit kepala menetap beberapa hari atau progresif, semakin hari bertambah berat 3. Sakit kepala yang belum pernah dialami terjadi pada usia di atas 40 tahun 4. Sakit kepala berganti-ganti lokasi nyeri 5. Sakit kepala mengganggu pekerjaan sehari-hari 6. Sakit kepala disertai gangguan saraf, seperti pusing tujuh keliling,gangguan penglihatan,menjadi pelupa 7. Sakit kepala disertai gejala dan keluhan lain yang menetap Berikut ini beberapa tips menjinakkan sakit kepala : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gerakkan alis naik turun, gerakkan bola mata berulang-ulang Hangatkan batang leher Hela napas dalam Menggigit pensil beberapa menit Agar tidak migrain, jauhkan memakai cologne Berisik bisa mencetuskan tension headache Jangan dikagetkan oleh cahaya terang (TV,matahari,video) Jangan kekurang kafein dan jangan pula kelebihan Jangan mengunyah permen karet karena bisa mencetuskan tension headache

10. Biasakan diet rendah garam 11. Pola makan tertib dan teratur 12. Hindarkan jenis makanan tertentu yang tubuh tidak tahan menerimanya 13. Jangan pilih keju,coklat,kacang-kacangan (mengandung tyramine) 14. Minum es atau es krim perlahan-lahan agar langit-langit mulut tak langsung dingin 15. Gerak badan bisa mencegah serangan sakit kepala atau mengatasi sakit kepala enteng 16. Jangan tidur berlebihan, dan yang migrain tidak tidur siang, karena bisa mencetuskan migrain 17. Posisi tidur lurus, jika telungkup otot leher mengejang, bisa mencetuskan sakit kepala 18. Perlu lebih banyak rasa humor dan ketawa 3 kali sehari sampai terpingkal-pingkal.

CEPHALGIA Pendahuluan Cephalgia atau nyeri kepala termasuk keluhan yang umum dan dapat terjadi akibat banyak sebab yang membuat pemeriksaan harus dilakukan dengan lengkap. Sakit kepala kronik biasanya disebabkan oleh migraine, ketegangan, atau depresi, namun dapat juga terkait dengan lesi intracranial, cedera kepala, dan spondilosis servikal, penyakit gigi atau mata, disfungdi sendi temporomandibular, hipertensi, sinusitis, dan berbagai macam gangguan medis umum lainnya. Walaupun lesi structural jarang ditemukan pada kebanyakan pasien yang mengalami cephalgia, keberadaan lesi tersebut tetap penting untuk diwaspadai. Sekitar satu pertiga pasien tumor otak, sebagai contoh, datang dengan keluhan utama sakit kepala1 Intensitas, kualitas, dan lokasi nyeri terutama durasi dari cephalgia dan keberadaan gejala neurologik terkait- dapat memberikan tanda penyebab. Migraine atau nyeri kepala tipe tegang biasanya dijelaskan sebagai sensasi berdenyut; sensasi tekanan juga umum terdapat pada nyeri kepala tipe tegang. Nyeri seperti tertusuk-tusuk menandakan penyebab neuritik; nyeri okuler dan periorbital menandakan terjadinya migraine atau nyeri kepala kluster, dan nyeri kepala persisten merupakan gejala tipikal dari massa intracranial. Nyeri okuler dan periokuler menandakan gangguan ophtalmologik, nyeri dengan sensasi terikat umum pada nyeri kepala tipe tegang. Pada pasien dengan sinusitis, mungkin didapatkan rasa nyeri pada kulit dan tulang sekitar.1 Cephalgia menandakan aktivasi dari serat afferent primer yang menginnervasi pembuluh darah cephalic, terutama pembuluh darah meningeal atau cerebral.Kebanakan serat nosiseptif yang menginnervasi struktur ini berasal dari neuron pseudounipolar yang terletak dalam ganglia trigerminal (divisi pertama), walaupun beberapa lainna berasal dari dalam ganglia servikal bagian atas. Rangsangan yang mengaktivasi serat ini cukup bervariabel, mulai dari traksi mekanikal langsung akibat tumor sampai iritasi kimia yang disebabkan oleh infeksi SSP atau perdarahan subarachnoid. Pada pasien dengan gangguan cephalgia sekunder, sakit kepala berasal dari sumber struktur atau peradangan yang dapat teridentifikasi. Penanganan terhadap abnormalitas primer tersebut dapat mengakibatkan penyembuhan sakit kepala. Akan tetapi kebanyakan pasien dengan sakit kepala yang kronik memiliki gangguan cephalgia primer seperti migraine atau nyeri kepala tipe tegang, dimana pada keadaan ini pemeriksaan fisik dan laboratorium biasanya normal.2,3 Teori vasogenik yang mengatakan bahwa vasokonstriksi intracranial berperan terhadap terjadinya gejala aura migraine dan cephalgia terjadi akibat dilatasi rebound atau distensi pembuluh cranial dan aktivasi dari akson nosiseptif perivaskuler. Teori ini berdasarkan pengamatan dari adanya (1) Pelebaran pembuluh ekstrakranial dan denyut selama serangan migraine terjadi pada kebanyakan pasien, sehingga menandakan kemungkinan peranan penting dari pembuluh cranial; (2) Rangsangan pembuluh intracranial pada pasien yang terjada mengakibatkan sakit kepala ipsilateral; dan (3) Zat yang dapat menyebabkan vasokonstriksi, seperti ergot alkaloid, ergot alkaloids, meringankan sakit kepala, sedangkan vasodilator seperti nitrat, dapat memicu serangan.2 Hipotesis lainnya yaitu teori neurogenik, yaitu mengidentifikasi otak sebagai pusat migraine dan menyatakan bahwa kemugkinan serangan migrain menandakan ambang nyeri intrinsic otak untuk tiap individu; perubahan vaskuler yang terjadi saat migraine merupakan akibat bukan

penyebab dari serangan migraine. Dukungan dari hipotesis ini berdasar pada serangan migraine biasanya diikuti dengan beragam gejala fokal (pada aura) dan vegetatif (pada prodromal) yang tidak dapat dijelaskan secara sederhana dari terjadinya vasokonstriksi dalam distribusi tunggal neurovaskuler.3 Sepertinya elemen dari kedua teori ini telah dapat menjelaskan beberapa patofisiologi dasar dari migraine dan gangguan cephalgia primer lainnya. Pencitraan (i.e., magnetic resonance imaging [MRI] dan positron emission tomography [PET]) dan pemeriksaan genetic yang mengkonfirmasi bahwa migraine dan cephalgia terkait merupakan gangguan dari neurovaskuler.2 Klasifikasi Berdasar dari banyak penelitian mengenai jenis nyeri kepala dan melibatkan sekitar 100 orang ahli neurologi, maka International Headache Society mengembangkan klasifikasi International Classification of Headache Disorders, 2nd edition untuk nyeri kepala. Klasifikasi ini secara garis besar membagi nyeri kepala menjadi dua yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Nyeri kepala primer kemudian dibagi menjadi empat kategori yaitu migraine, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala cluster trigerminal, dan nyeri kepala primer lainnya.4 Migraine Istilah migraine berasal dari kata Yunani yang berarti sakit kepala sesisi. Memang pada 2/3 penderita migraine, nyerinya dirasakan secara unilateral, tetapi pada 1/3 lainnya dinyatakan pada kedua belah sisi secara bergantian dan tidak teratur. Rasa nyeri ini disebabkan oleh adanya dilatasi pembuluh darah besar intracranial dan dibebaskannya substansi neurokinin ketika vasodilatasi terjadi. Penyebab vasodilatasi ini belum diketahui.5 Terdapat dua syndrome klinis migraine, yaitu migraine dengan aura dan migraine tanpa aura. 4,6. Selama beberapa tahun, migraine dengan aura dikatakan sebagai migraine klasik dan sindrom yang kedua dikatakan sebagai migraine umum. Migrain disertai aura diawali dengan adanya gangguan pada fungsi saraf, terutama visual, diikuti oleh nyeri kepala hemikranial (unilateral), mual, dan kadang muntah, kejadian ini terjadi berurutan selama beberapa jam kadangpula terjadi dalam sehari penuh bahkan lebih. Migrain tanpa aura merupakan nyeri kepala hemikranial disertai atau tanpa mual muntah yang terjadi secara tiba-tiba tanpa gangguan fungsi saraf sebagai pertanda dan gejala ini terjadi dalam beberapa menit atau jam. Aspek hemikranial dan sensasi berdenyut merupakan karakteristik paling khas yang membedakan migraine dengan jenis nyeri kepala lainnya.6 Terdapat banyak jenis farmakoterapi yang digunakan untuk mengatasi migraine dan pemilihan untuk tiap pasien bergantung dari tingkat keparahan serangan, gejala terkait seperti mual dan muntah, permasalahan komorbid, dan respon pasien terhadap pengobatan. Pemberian analgesic tunggal atau dikombinasikan dengan komponen lainnya telah terbukti meringankan nyeri kepala ringan hingga berat. Agonis 5-HT1 dan/atau analgesi opioid dapat diberikan dan dapat dikombinasikan dengan antagonis dopamine jika migraine tergolong berat. Penggunaan

farmakoterapi ini harus dibatasi hingga 2-3 hari dalam seminggu untuk mencegah berkembangnya fenomena nyeri kepala rebound.7 Nyeri Kepala Tipe Tegang Nyeri kepala tipe tegang (NKTT) merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan nyeri kepala tanpa sebab yang jelas dan kurang memiliki gambaran khas dibanding migraine dan nyeri kepala cluster. Mekanisme patofisiologi yang mendasarinya tidak diketahui secara pasti dan ketegangan sepertinya bukan penyebab utama. Kontraksi dari otot leher dan kulit kepala yang selama ini telah dikatakan sebagai penyebab, kemungkinan hanya merupakan fenomena sekunder. 8 Pada umumnya, NKTT merupakan gangguan kronik yang bermulai setelah umur 20 tahun. Gangguan ini ditandai dengan serangan nyeri kepala bilateral pada bagian occipital tanpa sensasi denyutan dan tidak disertai rasa mual, muntah, atau gangguan penglihatan. Nyeri biasa dideskripsikan seperti ada pita yang mengikat kepala dengan ketat. Wanita lebih sering terkena dibanding pria. 8 Walaupun NKTT dan migraine dianggap suatu gangguan yang berbeda, tidak jarang ditemukan pasien yang mengalami nyeri kepala dengan gejala keduanya. Pasien yang diklasifikasikan NKTT seperti ini mengalami nyeri kepala berdenyut, nyeri kepala unilateral, atau mengalami muntah pada saat serangan. Konsekuensinya, mungkin lebih tepat menganggap NKTT dan migraine merupakan perwakilan dari suatu kutub berlawanan dari satu spectrum klinis 8 Nyeri kepala tipe tegang dapat diatasi dengan pemberian analgesic sederhana, seperti aspirin atau asetaminophen atau jenis NSAID lainnya. Akan tetapi pengobatan ini hanya diberi dalam periode yang singkat. Nyeri kepala tipe tegang berespon sangat baik pada obat yang digunakan untuk menanganai depresi atau kecemasan, terutama jika kedua gangguan ini ditemukan. Raskin melaporkan keberhasilan menanganai NKTT dengan calcium channel blocker, phenelzine, atau cyptoheptadine. Ergotamine dan propanolol kurang efektif kecuali ditemukan gejala migraine dan NKTT secara bersamaan. Teknik relaksasi juga dapat digunakan untuk mengatasi stress dan kecemasan yang dapat menyebabkan terpicunya NKTT.6,9 Nyeri Kepala Cluster Nyeri kepala cluster merupakan sindroma nyeri kepala yang lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Nyeri kepala cluster ini pada umumnya terjadi pada usia yang lebih tua dibanding dengan migraine. Nyeri pada sindrom ini terjadi hemikranial pada daerah yang lebih kecil dibanding migraine, sering kali pada daerah orbital, sehingga dikatakan sebagai klaster. Jika serangan terjadi, nyeri ini dirasakan sangat berat, nyeri tidak berdenyut konstan selama beberapa menit hingga 2 jam. Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Donnet, kebanyakan pasien mengalami serangan dengan durasi 30 hingga 60 menit. 8,10 Tidak seperti migraine, nyeri kepala cluster selalu unilateral dan biasanya terjadi pada region yang sama secara berulang-ulang. Nyeri kepala ini umumnya terjadi pada malam hari, membangunkan pasien dari tidur, terjadi tiap hari, seringkali terjadi lebih dari sekali dalam satu

hari. Nyeri kepala ini bermulai sebagai sensasi terbakar (burning sensastion) pada aspek lateral dari hidung atau sebagai sensasi tekanan pada mata. Injeksi konjunctiva dan lakrimasi ipsilateral, kongesti nasal, ptosis, photophobia, sindrom Horner, bahkan ditemukan pula pasien dengan gejala gastrointestinal 10 Serangan nyeri kepala cluster nokturnal dapat ditangani dengan dosis ergotamine sebelum tidur untuk mencegah serangan. Pemberian lidocaine intranasal atau sumatriptan dapat pula digunakan pada serangan akut. Pada beberapa pasien, ergotamine diberikan satu kali atau dua kali perhari juga terbukti bermanfaat. Jika ergotamine dan sumatriptan tidak efektif mengatasi serangan, beberapa neurolog pakar nyeri kepala menyarankan penggunaan verapamil dengan dosis hingga 480 mg per hari. Ekbom memperkenalkan terapi lithium untuk nyeri kepala cluster dan Kudrow telah membuktikan efektivitas lithium pada kasus kronik. Indomethacin dengan dosis 75 mg hingga 200 mg/hari telah dilaporkan berhasil pada kasus kronik akan tetapi beberapa pasien juga tidak mengalami perbaikan. Beberapa kasus nyeri kepala cluster tidak dapat diatasi dengan terapi farmakoterapi dan membutuhkan pemotongan nervus trigerminus parsial.

Bila Anda sering diserang nyeri kepala namun pemeriksaan dokter tidak menemukan adanya kelainan atau infeksi, boleh jadi Anda menderita nyeri kepala primer. Data menunjukkan 95 persen pasien yang datang karena keluhan nyeri kepala menderita nyeri kepala primer yang artinya bukan disebabkan tumor atau masalah medis yang serius. Menurut ilmu pengobatan tradisional Tiongkok, penyebab utama nyeri kepala biasanya berkaitan dengan faktor psikis, seperti faktor emosi atau kelebihan beban kerja fisik. Pola makan yang salah, aktivitas seksual berlebih, faktor keturunan dan terlalu sering melahirkan dalam jarak yang dekat juga bisa mencetuskan nyeri kepala.

"Nyeri yang timbul pada dasarnya disebabkan akibat adanya aliran energi atau chi yang tidak lancar. Karena itu seringkali ditemukan orang yang tetap merasakan nyeri meski hasil rontgen dan pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya masalah. Ini terjadi ketika organ tubuh yang secara materi bagus tapi fungsinya jelek," papar Michael Fang, ahli akupuntur dari Tirtayu Healing Center Jakarta.

Penyembuhan ala akupuntur bukanlah sekedar mengatasi gejala atau "tembak langsung" ke bagian yang memunculkan nyeri atau keluhan lainnya. "Penanganannya berprinsip pada keseimbangan yin dan yang. Teknik akupuntur ini bertujuan untuk menyeimbangkan sirkulasi chi," kata Michael. Dalam pandangan akupuntur, setiap organ tubuh saling berpasangan, yakni organ padat dan organ berongga. Misalnya organ liver yang berpasangan dengan kantung empedu, organ ginjal dengan kandung kemih, jantung dengan usus kecil, paru dengan usus besar, serta limpa dengan lambung. "Beban kerja fisik dapat melukai energi organ limpa dan yin ginjal.

Kekurangan yin ginjal bisa menyebabkan sakit kepala menyeluruh yang

akhirnya berkembang menjadi migren di sepanjang meridien kandung empedu," papar Michael mencontohkan.

Pada kasus aktivitas seksual berlebihan, maka ginjal tidak cukup energi dan waktu untuk memproduksi sperma sehingga bisa menyebabkan organ liver (yang dianggap anak organ ginjal) menjadi kelelahan dan memicu sakit kepala.

Karena itu menurut pria yang juga ahli traditional chinese medicine (TCM) ini, ketika mengobati pasien yang menderita nyeri kepala di bagian dahi, jarum akupuntur tidak akan ditusukkan di dahi tetapi bagian lain di kaki. "Pada dasarnya semua jalur akupuntur akan melewati kepala sehingga kebanyakan terapi akupuntur tidak ditusukkan di kepala," imbuhnya.

Pengobatan dengan akupuntur dilakukan dalam satu seri yang terdiri dari 12 kali kedatangan. Meski demikian banyak juga pasien yang tidak melengkapi seri terapi karena merasakan keluhannya sudah menghilang.

Hal itu juga dirasakan Hani, wanita yang menderita vertigo ini baru menjalani setengah seri terapi namun berhenti karena penyakitnya hilang. Sebelumnya ia rutin mengonsumsi obat medis dari dokter namun tidak menunjukkan perbaikan. "Setelah 2 minggu melakukan akupuntur sekarang vertigo saya tidak pernah kumat. Beberapa keluhan lain juga menghilang," papar ibu dua anak ini.

Michael menerangkan, nyeri kepala biasanya tidak dipicu oleh satu hal namun disertai gejala lain. Pada kasus Hani, ia menemukan adanya gangguan pada organ liver sehingga menyebabkan keluhan nyeri haid atau sering tersedak.

Untuk mengoptimalkan penyembuhan, biasanya Michael juga menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi obat herbal dari Cina. "Kombinasi akupuntur dan obat herbal sangat baik," paparnya. Meski begitu Michael menjelaskan tidak semua penyakit nyeri kepala bisa diatasi dengan akupuntur.

"Penyakit tumor di kepala, perdarahan atau infeksi tidak bisa diatasi dengan akupuntur, harus tetap menjalani pengobatan medis. Yang bisa disembuhkan adalah penyakit yang lebih banyak disebabkan faktor psikis atau stres," kata pemilik Fang Clinic di bilangan Cibubur ini.

Mengingat cukup banyaknya efek samping dari penggunaan obat sakit kepala, ada baiknya mencoba pengobatan non-obat yang alami yang dapat membantu mencegah serangan atau bahkan mengobati sakit kepala. Kami menyadur dari www.faqs.org yang telah mengumpulkan informasi tentang pengobatan alami tersebut, dan kebanyakan pengobatan yang diinformasikan berikut terbukti efektif, dan umumnya punya dasar teori yang berhubungan.
The Doctor of the Future will give no Medicine but will Interest his Patients in the Care of the Human Frame, in Diet, and in the Cause and Prevention of Disease Thomas A. Edison

Pengobatan alami umumnya tidak memiliki efek samping. Sering kali beberapa pengobatan alami dapat dilakukan secara bersamaan. Jika satu pengobatan dapat mengurangi nyeri kepala, makapengobatan yang lain dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri kepala yang timbul. Perlu diingat bahwa tidak semua pengobatan ini efektif pada setiap orang. Efek yang dirasakan pun mungkin berbeda. Beberapa pengobatan bisa jadi malah menambah rasa sakit kepala,

danbeberapa pengobatan mungkin malah tidak berefek sama sekali. Anda boleh memutuskan untuk mencoba beberapa metode pengobatan dan memilih metode terbaik untuk Anda. 1. Untuk Efek Segera Tindakan pengobatan di bawah ini dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri saat sakit kepala menyerang.

Mandi dengan cara menyiram tubuh atau dengan shower Istirahat, berbaring di ruangan gelap Hindari lampu terang atau nyala lampu yang menyilaukan Taruh sesuatu yang dingin di bagian belakang leher, seperti handuk yang dingin dan basah; atau taruh bergantian antara handuk dingin dan handuk hangat di tempat nyeri Taruh kompres dingin di kening, sambil merendam kaki di wadah berisi air hangat Minum air atau jus buah alami, terutama jus tomat Apabila Anda belum makan sama sekali, coba konsumsi makanan atau minuman yang bergizi Pijatlah wajah, kepala, leher, bahu dan punggung Anda agar otot-otot lebih rileks.

Pemijatan sederhana

Tekan dua titik pressure di bagian belakang leher yang berjarak kira-kira dua inci, terletak tepat di bawah tengkorak, satu sampai dua menit. Tindakan ini dapat melepaskan endorphin yang dapat membantu melegakan nyeri. Pijat atau tekan bagian berdaging antara ibu jari dan jari telunjuk. Tekuk pelan-pelan kepala Anda ke kanan atau ke kiri untuk meregangkan otot-otot leher. Pijat dan rileks-kan otot-otot yang tegang.

Hindari sumber stress. Hindari berolahraga saat sakit kepala jika olahraga tersebut menambah nyeri pada kepala dan leher. Minum vitamin C, vitamin B6, choline, triptofan, serta niacin dan/atau magnesium

2. Pengobatan ala Chiropraktik Menurut kaidah chiropraktik, sakit kepala kadangkala disebabkan oleh bergesernya tulang belakang dari tempatnya, tapi karena pergeseran ini sangat sedikit biasanya tidak terdeteksi. Pergeseran ini bisa jadi disebabkan karena mengangkat barang yang berat atau posisi duduk yang salah yang bisa mengganggu syaraf-syaraf di tulang belakang sehingga menyebabkan sakit kepala. Chiropractor (praktisi chiropraktik) biasanya mengobati sakit kepala dengan mendorong tulang-tulang tersebut secara perlahan untuk mengembalikan posisinya.

Metode yang dapat melegakan sakit kepala yang disarankan oleh chiropractor adalah dengan melakukan peregangan otot leher ke kiri dan ke kanan secara perlahan dan lembut (peringatan : jangan melakukan gerakan berputar!). Hindari duduk dengan kepala tertunduk dalam waktu yang lama dan berbaring telentang dengan kepala disangga

bantal. Jika hendak memakai bantal sebaiknya gunakan bantal yang dapat menyangga leher tapi tidak menyangga kepala terlalu tinggi. Saat berbaring miring, gunakan bantal untuk menyangga kepala dan leher. Saat duduk, contohnya bekerja dengan computer, sering-seringlah mengubah posisi duduk dan cermati apakah ada otot bahu yang tegang saat menyangga tangan.

3. Biofeedback Dengan biofeedback, seseorang akan belajar mengendalikan fungsi tubuh yang diatur oleh syaraf tak-sadar, misalnya detak jantung. Beberapa fungsi tubuh seperti otot tegang, telapak tangan yang dingin dan dilepaskannya hormon-hormon dalam darah seperti adrenalin adalah kendali syaraf tak-sadar yang terlibat dalam sakit kepala. Biofeedback berarti memanfaatkan informasi yang tersedia oleh tubuh yang dikendalikan oleh syaraf tak sadar, lalu secara sadar informasi-informasi tersebut dirubah agar sesuai dengan kehendak kita. Apabila hal ini dilatih terus menerus, orang akan terbiasa mengatur fungsi tubuhnya agar bekerja sesuai kehendaknya. Fase I pada migrain mirip dengan respon tubuh terhadap rasa takut. Pada fase I, darah dari tangan dan kepala mengalir ke otot besar. Tangan, terutama ujung-ujung jari akan menjadi dingin karena darah tertarik keluar. Perasaan bingung atau ketidakmampuan untuk berpikir jernih yang muncul dalam fase I mirip dengan rasa takut. Rasa nyeri akan muncul di fase II, ketika pembuluh-pembuluh darah kepala dan leher over-reaksi dan melebar kembali ke bentuk yang lebih besar daripada ukuran normal. Sakit kepala ini dapat dicegah dengan menurunkan tingkat keparahan fase I yang kemudian dapat mencegah terjadinya fase II.

Tingkat hormon dalam darah yang menyebabkan kontraksi pembuluh-pembuluh darah, seperti serotonin dan adrenalin, bisa dikendalikan dengan biofeedback, misalnya dengan memikirkan hal-hal yang bersifat rileks dan menyenangkan. Kadar serotonin dapat dimonitor dengan memeriksa temperatur pada jari dan tangan misalnya dengan menggunakan thermometer atau dengan menempelkan telapak tangan pada pipi. Jika tangan terasa hangat atau panas, artinya sudah sesuai dengan suhu tubuh. Apabila hal ini sering dilakukan, lama-lama orang akan menemukan tehniknya sendiri-sendiri dalam mengendalikan fungsi tubuhnya.

Vitamin C (asam askorbat) merupakan nutrisi penting untuk tubuh. Banyak sekali sumber vitamin C yang bisa diperoleh dari berbagai buah dan sayur. Namun, apakah efek samping kelebihan vitamin C, berbahayakah untuk tubuh? Seperti dikutip dari MayoClinic.com, vitamin C adalah vitamin yang larut air bermanfaat untuk pertumbuhan normal dan pengembangan tubuh. Vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi. Sebab, tubuh tidak memproduksi atau menyimpan vitamin C. Maka itu, penting mengonsumsi sumber makanan bervitamin C. Bagi kebanyakan orang, segelas kecil jus jeruk ditambah dengan stroberi dan brokoli sudah cukup memenuhi asupan vitamin C harian. Untuk orang dewasa, batas aman yang direkomendasikan untuk konsumsi vitamin C adalah 2.000 miligram (mg) per hari. Jika vitamin C alami yang didapat melalui makanan dikonsumsi terlalu banyak, efeknya tidak akan membahayakan tubuh. Bila kelebihan, vitamin C akan luruh dengan sendirinya dan keluar dari tubuh melalui urin. Namun, jika asupan vitamin C diperoleh dari suplemen vitamin C, terutama yang berdosis tinggi, bisa membahayakan tubuh. Efek yang mungkin Anda derita di antaranya: - Batu ginjal Diare Mual Muntah Mulas kram kepala Insomnia

Perut Sakit

Bila Anda mengalami keluhan ini, sebaiknya atur dosis suplemen vitamin C yang dikonsumsi. Dan, usahakan untuk perbanyak minum air putih.

Vitamin C disebut asam askorbat, merupakan bahan alami yang populer digunakan dalam kosmetik perawatan kulit. Ada dua mekanisme yang dapat mempengaruhi kulit. Pertama, vitamin C merupakan komponen penting untuk sintesis kolagen. Tanpa vitamin C yang memadai, kolagen dalam kulit akan menjadi rusak. Hal ini terlihat pada pasien yang secara klinis kekurangan vitamin C. Kedua, vitamin C merupakan antioksidan kuat, hal ini membantu untuk mencegah kerusakan

kulit dan keriput dengan menyerap radikal bebas berbahaya. Vitamin C dapat memperbaiki dan mencegah kerusakan sel, menyembuhkan luka, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat gigi dan gusi sehat. Studi telah menunjukkan Vitamin C dikenal untuk efek positif pada kekebalan, pencegahan dan pengobatan pilek dan flu. Vitamin C mencapai semua area dalam tubuh pada tingkat sel. Kita bisa mendapatkan vitamin C alami dalam buah-buahan dan sayuran segar seperti, jus jeruk, stroberi, brokoli, bayam, kubis, kembang kol, wortel, dan banyak lagi. Kita juga bisa mendapatkannya dalam bentuk suplemen, jika diet harian anda tidak memiliki sayuran segar dan buah-buahan. Jumlah vitamin yang dibutuhkan tubuh ditentukan oleh usia, gaya hidup, jenis kelamin, dan berat badan. Hal ini juga tergantung pada beberapa faktor lain dan kondisi kesehatan. Konsultasikan dengan ahli gizi tentang diet Anda agar bisa diketahui apakah tubuh Anda mendapatkan proporsi yang cukup vitamin. Jika tidak, Anda harus mulai mengambil suplemen vitamin Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa tubuh menyerap vitamin C melalui usus dan bergerak melalui aliran darah ke dalam sel, dan dibuang melalui ginjal, dapat mencapai titik jenuh. Jadi yang terbaik adalah mengambil beberapa dosis sepanjang hari dan tidak satu dosis besar sekaligus. Kelebihan konsumsi vitamin C dapat mengakibatkan pembentukan batu ginjal, aneamia, dan diare. Maka itu sebelum menggunakan suplemen vitamin C konsultasikan dulu dengan ahlinya.

Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" kesepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Manfaat 2 Cara penanaman 3 Permasalahan produksi

4 Upaya penanggulangan 5 Referensi 6 Lihat pula 7 Pranala luar

[sunting] Manfaat
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. [1]. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi [2] dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.

[sunting] Cara penanaman


Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempahrempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 - 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret - April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).

[sunting] Permasalahan produksi


Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada tanaman cabai. [3] menerangkan bahwa hama ini sering menyebabkan gagal panen. berdasarkan laporan yang ada kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat mencapai 35% (Deptan 2006). Cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan mauapun pada produksi cabai.

[sunting] Upaya penanggulangan


Sebenarnya sudah dilakukan upaya untuk mengendalikan serangan lalat buah ini, di antaranya adalah pembrongsongan yang dapat mencegah serangan lalat buah. Akan tetapi, cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada tanaman cabai dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangat berbahaya bagi konsumen buah. Oleh karena itu, diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di lahan sentral produksi cabai. Upaya pengendalian lalat buah pada tanaman cabai, khususnya cabai merah, adalah penggunaan insektisida sintetik karena dianggap praktis, mudah didapat, dan menunjukkan efek yang cepat. Adiyoga dan Soetiarso (1999) melaporkan 80% petani sayuran menggunakan pestisida untuk mengendalikan penyakit tanaman. Akan tetapi penggunaan insektisida tersebut sering meninggalkan residu yang berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (Duriat 1996). Disamping harga insektisida sintetik yang mahal, dampak dari adanya residu insektisida sintetik dalam bidang ekonomi adalah penolakan ekspor oleh banyak negara tujuan ekspor atas produk-produk cabai yang mengandung residu fungisida dan pestisida lain (Caswell & Modjusca 1996). Di antara insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian serangan lalat buah pada cabai adalah Diazinon, Dursban, Supracide, Tamaron dengan konsentrasi 3-5%, dan Agrothion (Pracaya 1991).

[sunting] Referensi
1. ^ Sayuti A. 2006. Geografi budaya dalam wilayah pembangunan daerah Sumatera Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 2. ^ Kardinan. 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya. 3. ^ Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops in Indonesia. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

JAKARTA, KOMPAS.com Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi. Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut. Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap. Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua. Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas. Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik). Mengandung Antioksidan Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit. Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik. Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi,

banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan. Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit. Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid. Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain. Empat Resep Ramuan La Jiao Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit. Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul. Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan: 1. Rematik Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh. 2. Sakit perut Bahan: 15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja. 3. Kaki dan tangan lemas (lumpuh) Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut. 4. Frostbite

Bahan: 5 cabai rawit segar Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.