P. 1
MPI_KL

MPI_KL

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh IsnainiSofiyani

More info:

Published by: IsnainiSofiyani on May 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2012

pdf

text

original

METODE PENANGKAPAN IKAN

(FISHING METHOD)
Oleh

DULMI’AD IRIANA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN
• • • • • • • • • • • Pendahuluan : Ruang Lingkup dan Pengertian Macam Alat Tangkap: Berdasar Jenis dan Habitatnya. (2x) Konstruksi dan Bahan Alat Kapal Penangkap Ikan: Jenis dan Bahan Daerah Penangkapan: Lokasi dan Ciri (2x) Ujian Tengah Semester Metode Operasional Penangkapan (Alat Tradisional, Gillnet, Trawl, Purse seine, Tuna Longline) (3x) Alat Bantu Penangkapan (umpan, cahaya, rumpon) (2x) Alat tangkap ramah lingkungan Pusat Pendaratan Ikan (Pelabuhan Perikanan) Ujian Akhir Semester

PENGERTIAN (DEFINISI)
• Metode Penangkapan Ikan : Merupakan Ilmu terapan dari berbagai ilmu dasar antara lain ; ekologi, biologi, oseanografi, alat penangkapan ikan, kapal penangkap ikan, meteorologi, navigasi • Tujuan Penangkapan Ikan : Memanfaatkan sumberdaya ikan yang bernilai ekonomis untuk kesejahteraan manusia dengan mempergunakan alat tangkap tertentu secara menguntungkan dan berkelanjutan

DASAR PEMIKIRAN (I)
• Laut dan perairan lainnya adalah anugran Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang untuk dimanfaatakan sebesarbesarnya bagi kesejateraan manusia agar manusia menerima keuntungan dengan tetap jangan lupa bersyukur atas nikmat tersebut kepada Tuhan yang memberikannya • Bersyukur artinya penuh kesadaran bahwa sumberdaya tersebut sifatnya terbatas sehingga perlu dijaga kelestariannya

• Sumberdaya hayati perairan bersifat renewable.DASAR PEMIKIRAN (II) • Laut dan Perairan lainnya memiliki Daya Dukung Tertentu (Carrying Capacity). artinya pada suatu saat akan mati. artinya dia dapat memperbaharui populasinya sendiri. sepanjang lingkungannya memungkinkan/mendukung . kura2). artinya biomasa atau jumlah berat biota yang dapat didukung oleh suatu perairan ada batas maksimumnya. • Penerapan Carrying Capacity dalam Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dikenal dengan Maximum Sustainable Yield (Hasil Maksimum Lestari) • Ikan dan biota air lainnya mempunyai umur tertentu. • Umur biota air ada yang hanya beberapa hari (plankton) dan ada yang sampai ratusan tahun (penyu.

panas. arus. penyakit. bencana alam (polusi. sampai usianya 2. Kematian karena tua. Kematian karena predasi.DASAR PEMIKIRAN (III) • • Kematian biota air dapat disebabkan oleh dua hal yaitu : Kematian alami (Natural mortality) 1. dsb) • Kematian Penangkapan (Fishing mortality) .

DASAR PEMIKIRAN (IV) • Kesimpulan : Ikan dan Hasil Perikanan lainnya sampai batas tertentu harus dimanfaatkan sebelum dia mati baik secara alami maupun karena faktor bencana alam yaitu dengan cara dimanfaatkan/ditangkap sampai batas tertentu sepanjang dia tetap diberi peluang untuk memperbaharui keturunannya sendiri (recruitment) .

Waduk.RUANG LINGKUP • • • • Perairan pesisir (Seashore Fisheries) Perairan pantai (Coastal Fisheries) Perairan dangkal (Shallow water Fisheries) Perairan Laut dalam (Highsea. Rawa) . Deepsea Fisheries) • Perairan Dasr (Bottom Fisheries) • Perairan Permukaan (Pelagic Fisheries) • Termasuk di Perairan Umum (Danau. Sungai.

KARAKTER • Sumberdaya Tropis bersifat Multi Species (highly diversity species) • Komoditi andalan adalah Shared Stock • Sumberdaya milik bersama (commom property resources)--.open acces • Sulit menduga potensi dan hasil tangkapan • Stock ikan dipengaruhi musim • Beresiko tinggi dan modal besar (mahal) • SDM cenderung melanggar aturan • Hasil perikanan bersifat highly perishable product (sangat mudah busuk) .

bom.KENDALA • Pemanfaatan belum optimal dan timpang • Berkurangnya hasil tangkapan akibat : overfishing. perusakan habitat penting (mangrove. terumbu karang. pencemaran. peningkatan penduduk pantai dan perkembangan industri • Sumberdaya ZEE dan KTI banyak yang mati mubazir • Armada tidak memadai jumlah dan kapasitasnya • Kurang tanggung jawab (masih banyak alat merusak yang digunakan. uunnnregulated fishing) . racun dsb) • IUU ( illegal. Unreported. padang lamun).

Penangkapan ikan dengan memabukkan dan mematikan 4. Penangkapan ikan bersifat melukai 3. Penangkapan ikan dengan jaring 7. Lainnya . Penangkapan ikan tanpa alat 2. Perangkap 5. Penangkapan ikan dengan pengisap (pumping) 8.MACAM-MACAM CARA PENANGKAPAN IKAN • I. Berdasarkan Jenis alatnya 1. Penangkapan Ikan dengan tali dan pancing 6.

Berdasarkan Kedalaman Perairan 1. Perikanan Demersal – c. Perikanan laut dalam 9depsea fisheries) . Perikanan Karang • 2. Perikanan pantai (inshore fisheries) 2. Perikanan laut lepas (offshore fisheries) 3. Perikanan Pelagis – b.II. BERDASARKAN HABITATNYA • 1 Jenis habitat – a.

Berdasarkan Skala Usaha 1. PMA. joint venture .III. Skala kecil ( perahu motor tempel) 2. Perikanan industri – PMDN. Perikanan artisanal – rakyat – perorangan 2. Skala Besar ( Kapal motor > 200 GT) • 2. Skala sedang (kapal motor < 200 GT) 3. BERDASARKAN SKALA DAN BENTUK USAHANYA • 1. Berdasarkan Bentuk Usaha 1.

• Penangkapan ikan tanpa alat 1. 2. 3. 4. Pengumpulan kekerangan Pengambilan rumput laut Marak Penangkapan langsung dengan tangan • Penangkapan Ikan dengan melukai 1. Dengan tombak (harpun) Panah Pemukul Senjata tajam dan senjata api . 4. 2. 3.

Portas (potasium cyanida) Tuba (akar tuba) Insektisida Arus listrik Bom • Cara ini sangat membahayakan terhadap kelangsungan populasi pada semua tingkatan . 3.• Penangkapan dengan Memabukkan atau Mematikan 1. 4. 2. 5.

Bubu Badong Sero (guiding barrier) Togo (tidal trap) Jermal (tidal trap – besar) Pakaja (bubu apung. 4. 3. 5. 2.ikan terbang) Songko (skimming net) Muro ami (jaring perairan karang) . 6. 7. 8.• Penangkapan dengan mempergunakan perangkap (trap). 1.

3.• Penangkapan ikan dengan tali dan pancing 1. Pancing tangan (handline) Pancing tonda (Trollingline) Pancing huhate (Pole and line) Pancing tuna (Tuna longline) Rawai tegak (vertical longline) . 5. 4. 2.

• Penangkapan dengan jaring 1. 4. 3. 2. 6. 5. Jaring tebar – jala tebar (cash net) Jaring angkat (liftnet) Jaring lingkar (seine net) Jaring tarik (trawlnet – townet)) Jaring pantai (beachseine net) Jaring insang (gillnet) .

Pukat cincin (purse seine) . Jaring payang (seine net with cod-end) 2. Jaring lampara (seine net without cod-end) 3. Anco. 5. 2.• Jaring angkat (liftnet) 1. 4. 3. sirib (handy liftnet) Bagan tancap (stationary liftnet) Bagan perahu – bagan apung (mobile liftnet) Boke ami (side liftnet) Jaring kepiting (crabnet) • Jaring lingkar 1.

3. Jaring insang monofilamet/jaring kejer 2. Jaring insang permukaan (surface gillnet) Jaring insang dasar (bottom gillnet) Jaring insang hanyut (drift gillnet) Jaring insang lingkar (encircling gillnet) Jaring insang lapis. 5.• Jaring insang (Gillnet) 1.jr udang (trammelnet) • Berdasarkan jenis bahan 1. 4. Jaring insang multifilament . 2.

Setelah ikan terkumpul kemudian dipingsankan dengan arus listrik dan dikumpulkan pada anoda. ikan layang dan ikan-ikan yang mudah dikumpulkan dengan cahaya atau listrik (cumi. tembang. teri.• Penangkapan ikan dengan pengisap (fishpump) – Untuk menangkap ikan kecil yang bergerombol besar seperti ikan anchovy. baru di isap dengan alat pengisap dan disaring iken yang diperlukan saja. teri. tembang) – Ikan biasanya dikumpulkan dengan bantuan cahaya lampu. lemuru. – Ikan yang tidak diperlukan akan dilepas lagi ke air dan hidup kembali – Alat ini banyak digunakan di daerah subtropis ( Laut Caspia dan Atlantik utara) .

Fungsi kapal tersebut • Secara garis besar . 4. Kapal penangkap (Fishing boats) Kapal Induk (Mother ship) Kapal pengangkut (Carrier) Kapal Riset (Research/Trainning boat) . Daerah penangkapan 3. Jenis ikan yang akan ditangkap 2.KAPAL PERIKANAN • Kasifikasi kapal perikanan. dibagi : 1. 2. bergantung : 1. 3.

DIMENSI KAPAL • Panjang total kapal :LoA = panjang total kapal dari haluan sampai buritan • Panjang kapal : L = rata-rata total panjang kapal di atas dek (LoA) dengan panjang kapal terendam air (waterline) • L = Lwl + Ld 2 • Lebar kapal : B = jarak horizontal terlebar dari kapal • Tinggi kapal : H = jarak antara lunas sampai permukaan dek bagian tengah • Dalam kapal : d = tinggi kapal yang terendam air pada bagian tengah kapal .

90 1.00 11.90 5.00 2.80 .00 1.25 12.00 10.RELASI UKURAN KAPAL LONGLINER Panjang (L) L/B L/H B/H <25 25 – 40 >40 4.25 6.

RELASI UKURAN KAPAL PURSE SEINER Panjang kapal (L) <22m L/B L/H B/H <4.00 >2.50 <11.00 >2.30 <10.15 >22m <4.10 .

50 KB B/H >2.10 4.10 2.60 4.10 2.10 2.RELASI TONASE.15 60 70 80 90 360 420 480 540 4.60 4.60 4.60 4.60 2.60 2.10 .10 2. MESIN DAN UKURAN KAPAL PURSE SEINER L>20m Tonase (GT) 50 Mesin KKayu (HP) L/B <300 <4.15 KBesi L/B <4.10 2.60 4.60 4.10 2.50 KK B/H >2.

RELASI UKURAN KAPAL GILLNETER Tonase (GT) 5 Mesin (HP) <45 L/B <5.20 5.15 2.20 2.15 LxBxH <25 7 10 15 60 75 110 5.20 B/H >2.15 96 .15 2.15 34 48 72 20 150 5.20 5.20 2.

TONASE KAPAL • GT = DT1 = L x B x D x C1 (kapal berdaya • rendah) • GT = DT2 = L x B x D x C2 (kapal berdaya • tinggi) • Nilai C1 dan C2 diambil dari tabel berikut: .

5 0.63 -9.DAFTAR NILAI C1 DAN C2 L/B L/D B/D C1 C2 Kapal kayu perikanan 4.63 10.5 2.12 2.23 -0.4 Kapal 4.3 0.24 0.12 -2.54 0.90 -4.2 pengangkut .47 -0.90 9.

1 – 0.2 L = panjang kapal (m) B = lebar kapal (m) d = dalam kapal atau sarat (m) .RUMUS UMUM GT • GT = L x B x d x C • • • • C = 0.

93 25.62 18.KARAKTERISTIK KAPAL MOTOR No Bobot LoA Kapal (GT) <5 5 – 10 10 – 15 15 – 20 20 – 30 30 – 50 50 – 100 100 .92 20.81 43.65 29.33 B D d .93 22.55 35.200 15.

4.TUNA LONGLINE • Sebuah tali utama yang panjang dengan sederet pancing yang diberi umpan. 2. 3. 5. dipasang dengan sistem terhanyut di bawah permukaan air untuk menangkap ikan tuna dan sejenisnya. Mainline (tali utama) Branchline (tali cabang) Buoylne (Tali pelampung ) Flagpole (tiang bendera+ pelampung) Radio buoy) • . Terdiri dari : 1.

5 mm Dibagi menjadi 6 bagian yang sama (50.MAINLINE • • • • • • DIBAGI MENJADI BEBERAPA BASKET TIAP BASKET SEKITAR 304 M Dibuat dari benang monofilamen-nylon Diameter 2.6 m) Pada setiap bagian akan dipasang satu branchline • Pada setiap ujung mainline dipasang tali pelampung .

BUOYLINE • Diikatkan pada ujung mainline • Pada ujung satunya dipasang tiang bendera • Diikatkan pelampung gelas atau pelampung sintetis diameter 25 – 30 cm • Tali dibuat dari benang polyethylene • Panjang 15 – 20 m dengan diameter 5 mm • Diikatkan 2 buah tali pelampung masingmasing pada ujung mainline .

.5 cm untuk melindungi dari benturan Beberapa dari pelampung digunakan lightbuoy agar terlihat pada malam hari.TIANG BENDERA • • • • • • • • • • Berfungsi sebagai tanda posisi tuna longline Dibuat dari batang bambu Panjang 3 m dengan diameter 3.0 cm Diikatkan bendera dari bahan sintetis berwarna hitam atau merah Ukuran bendera sekitar 20 x 15 cm Pada pangkal tiang dipasang pelampung gelas atau pelampung sintetis Letak pelampung sekitar 2m dari ujung tiang Pada pangkal tiang dipasang plat besi seberat 2 kg. Bola pelampung dibungkus dalam jaring dengan meshsize 7.

Pengikat tali cabang Monochord nylon no.5 – 25. 4.0 m Digantungkan pada mainline Intervalnya 50.6 m agar tidak tersangkut satu dengan lainnya Terdiri dari 1. 3. 5.BRANCHLINE • • • • • Bagian dari longline yang memiliki pancing Panjangnya 18. 2. 200 Swivel dengan adopternya Wireleader (tali baja) Mata pancing .

0 – 2.5 mm – Dilengkapi bahan dari baja sebagai pemberat yang panjangnya 3cm berlubang diameter 2 mm) III. Pengikat tali cabang (branchline proper): – Multifilament nylon dia 4 mm – Panjang sekitar 2 m • II. Swivel Panjang 6 – 7 cm Dilengkapi adopter 14 cm dari multi fiament dia 4 mm Adopter diikatkan pada monochord nylon Sesudah swivwl diikatkan pada wirw leader yang berpancing Gunanya agar tidak terpuntal setelah ada ikannya .BRANCHLINE 2 • I. Monochord nylon . – Panjang 15 – 25 m – Dianmeter 2.

8 – 1.5 m Diameter 1 mm Digalvanis 7 sampai 9 Gunanya supaya tidak putus tergigit ikan • II. diameter 4 mm – Dibuat dari baja campur timah khusus tahan patah dan tahan karat – Pancing memiliki kait balik yang kuat agak bengkok ke luar agar ikan tidak mudah lepas .BRANCHLINE 3 • I . 7/0 atau panjang 6 cm. Wireleader – – – – Panjang 0. Mata pancing – Pancing no.

. • Jumlah kontiner antara 16 – 18 buah • Ditempatkan pada buritan kapal pada saat akan pemasangan • Dipindah ke haluan pada saat penarikan pancing.PENEMPATAN • Longline disimpan pada drum atau kontiner dari fiberglass.

KELENGKAPAN DI ATAS DEK • Line hauler . keranjang atau penumbuhk es . alat pendingin seperti pemecah es. winch yg digerakan secara mekanis atau mesin ditempatkan pada haluan kapal bagian pinggir tempat ikan diangkat • Bulwark roller fairlead. ditepatkan pada haluan untuk mengarahkan main line agar tepat bergulung pada line hauler • Gaff hooks (ganco) : Di buat dari kayu yang diujungnya memakai pengait • Mallets : digunakan utk membunuh atau memukul ikan agar cepat mati • Icing tools .

diameter 126 cm • Mesin pendukung 2 silinder 25 – 46 HP • Mesin diesel .83 m • Tonase + 30 – 50 GT • Kecepatan 6 – 8 knott • Mesin : 125 – 250 HP.KAPAL LONGLINE • Ukuran kapal bervariasi bergantung daerah penangkapan dan banyaknya pancing • Kapal kecil biasanya berukuran • L = 15. 6 silinder • Single propeller.

tetapi ada lubang bagian bawah yang langsung berhubungan dengan keluar.masuk air laut Harus Cukup untuk operasi selama1 – 2 bl Ruang nakoda Kamar istirahat kru kapal Kamar mesin Kamar peralatan bengkel • • • • • .5 m dalam 2m).KELENGKAPAN DI BAWAH DEK • • • • • Palkah ikan kapasitas 10 ton Tanki bahan bakar Tangki air Palkah es Palkah umpan hidup (terletak di depan kamar nakhoda. dapat menampung 4000 – 5000 ekor bandeng hidup dengan panjang 5 – 6 inci. uuran 4 x 1. Palkah ini tidak dilengkapi aerasi.

KELENGKAPAN DAN PERALATAN KAPAL • • • • • • • • • • • • • • Magnetic compass Electronic compass Steering wheell Altimeter Single side band Radio direction finder Charger Radar Fish finder Transistor radio Chronometer Satelit navigator GPS dan sejenisnya Kelengkapan keselamatan Peta-peta .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->