Anda di halaman 1dari 5

Unsur-unsur ekstrinsik Dalam cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah pengkajian cerpen

yang ditujukan kepada bpk. Abdul Hamid, M.Hum Oleh

Kezia Feronika S.M 180110110029 Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Cerpen seribu kunang-kunang di manhattan ini ditulis Umar Kayam, ia adalah salah satu putra terbaik, budayawan, sastrawan dan ilmuwan, karyakaryanya kebanyakan bersifat realistis. Ceritera-ceriteranya berkisar mengenai tokoh-tokoh yang hidup dan situasinya jelas, serta dengan latar belakang sejarah yang nyata. Bergerak dari awal yang tertentu dengan akhir yang semestinya, kadang melalui beberapa kilas balik, tetapi selalu dari kisah nyata yang kontinu. Ia menghargai nikai-nilai dasar kemanusiaan akan cinta dan tanggung jawab, cerpen seribu kunang-kunang di manhattan ini memenangkan penghargaan cerpen terbaik majalah horison, pada 1968. Dimulai ketika dua orang pasangan yang berbeda tradisi, budaya dan negara ini duduk di sofa, jane yang sedang memandang keluar jendela tiba-tiba berucap Bulan itu ungu, Marno., sangat tidak mungkin jika difikirkan oleh logika untuk mempercayai bahwa bulan yang waktu itu mereka lihat berwarna ungu, ditambah dengan dialog Marno yang berkata Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu?, secara teori menurut kutipan khusus sebuah sumber Katanya warna ungu berarti : menunjukkan pengaruh, pandangan ketiga, kekuatan spiritual, pengetahuan yang tersembunyi, aspirasi yang tinggi, kebangsawanan, upacara, misteri, pencerahan, telepati, empati, arogan, intuisi, kepercayaan yang dalam, ambisi, magic atau keajaiban, harga diri, berarti disini dapat kita simpulkan pada waktu itu suasana hati jane mungkin sedang memikirkan adda orang ketiga diantara mereka yang memenuhi pikiran jane, selain pengertian tadi, secara umum warna ungu juga dilambangkan sebagai sosok kesendirian (janda) jane mungkin memang sensitif dalam hal pasangan hidup, jadi ia merasa seolah-olah sedang bermetafora dengan bulan, yang sebenarnya sedang tertutup oleh awan hitam, tapi di matanya seperti warna ungu, meskipun marno tetap tidak percaya, jane tetap

memaksakan argumennya bahwa bulan itu ungu, dan menunjukkan kebimbangan hatinya yang memang benar-benar merasa sendirian. Alaska adalah sebuah negara bagian di Amerika Serikat, setiap tahun di Alaska terjadi musim salju yang sangat estrim, suhu disana bisa mencapai minus 35 derajat celcius, sangat dingin, mengapa di cerpen ini terdapat cerita mengenai Alaska? Kata-kata dingin mungkin bisa menjawab pertanyaan ini, mengapa dingin? Sepertinya suasana hati marno yang sedang dingin kepada jane, sehingga ia menanyakan bagaimana keadaan alaska, padahal marno tahu bahwa jane belum pernah pergi ke alaska. Alaska digambarkan oleh marno sebagai sebuah padang yang amat luas dengan salju, salju, dansalju, lalu disana-siniterdapat rumah-rumah orang eskimo yang terlihat seperti es krim panili, mungkin ini bisa menjadi suatu perumpaan keadaan hati seseorang yang amat hampa, tetapi dipenuhi oleh banyak problema-problema serta kerinduan akan sesuatu. Di Alaska. Coba bayangkan, di Alaska di dialog ini seperti muncul sebuah kerealistisan penulis untuk menggambarkan seorang wanita yang bernama jane yang sedang merindukan suaminya, yang bernama Tommy, mungkin ada suatu ikatan batin antara ia dengan mantan suaminya tersebut, padahal minggu sebelumnya jane berkata bahwa tommy ada di texas, kansas, dan arkansas, negaranegara yang memiliki iklim sub-tropis, yang memiliki suhu hangat, munkin saja pada saat itu tommy dirasakannya sedang bahagia aku bilang, aku me-ra-sa Tommy berada di alaska realita yang dapat kita lihat, jika 2 orang pernah dekat atau sangat dekat akan kemungkinan akan ada ikatan batin, dan kita bisa merasa apa yang mungkin ia rasakan pada waktu-waktu tertentu. Marno berdiri, berjalan menuju ke radio lalu memutar knopnya. Diputarputarnya beberapa kali knop itu hingga mengeluarkan campuran suara-suara

yang aneh. Potong-potongan lagu yang tidak tentu serta suara orang yang tercekik-cekik. Cuplikan prolog tersebut mengilustrasikan seperti bahwa didalam diri marno ada sesuatu yang tercekik, dan terkekang dan ia ingin bebas tanpa cekikan dan kekangan tersebut. Bukankah di Alaska, ya, ada adat menyuguhkan istri kepada tamu? kontras terlihat disini mengenai topik perbedaan kebudayaan antara kebudayaan berat dan timur, di barat, kegiatan yang berhubungan dengan pornoaksi maupun pornografi sudah dianggap lumrah oleh masyarakatnya, menyuguhkan atau memperlihatkan istri kepada publik sudah tidak tabu lagi, bahkan memang sudah tradisi adat disana yang membiarkan istrinya bertemu dengan tamu yang datang, tetapi tidak di wilayah timur, budaya adat daerah masing-masing yang masih sangat kental dankolot mengharamkan semua kegiatan tersebut, mungkin bisa merusak moral bangsa. beberapa awan menggerombol di sekeliling bulan hingga cahaya bulan jadi suram karenanya personifikasi yang tertulis memang seakan-akan awan tersebut menggeromboli bulan, tetapi maksudnya bukan seperti itu, keadaan hati mereka saat itu seperti dikelilingi oleh awan hitam nan kelam seperti mewakili kedukaan akan hidup masing-masing kedua tokoh, jane yang memang masih sering menceritakan tentang suaminya kepada marno, hingga membuat marno bosan, tentang kedinginan suaminya tang entah apa maksud jane berbicara seperti itu, membuat marno yang sepertinya merasa hadirnya orang ketiga dalam hubungan mereka. bisakah kau membayangkan punya gedung yang tertinggi di dunia? jean, didalam dialog ini ia sangat terlihat sebagai seorang yang selalu bermain dengan hayalan, membayangkan punya gedung tinggi seperti memberi makna

bahwa kita harus dapat bekerja dengan lebih giat lagi, jangan membayangkan kalau kita tidak dapat memilikinya. Kunang-kunang dan jangkrik, adalah serangga-serangga yang lazim kita temukan di desa atau sawah-sawah, dalam cerpen tersebut tertulis bahwa marno rindu sekali ingin pulang ke rumahnya untuk bertemu kembali dengan istri dan anaknya, meskipun marno telah pergi ke negara yangg benar-benar jauh, sebagai putra bangsa ia harus mempunyai kesadaran yang tinggi untuk tetap kembali ke tanah air. Yah memang pada akhirnya marno benar-benar pulang ke rumahnya dengan meninggalkan jane sendirian di apartemennya.