Anda di halaman 1dari 4

Pengkajian Cerpen Pelajaran Mengarang Karya Seno Gumira Ajidarma Tugas ini untuk memenuhi mata kuliah pengkajian

n cerpen yang ditujukan kepada bpk. Abdul Hamid, M.Hum Oleh

Kezia Feronika Shinta Morana 180110110029 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jatinangor

Unsur-unsur intrinsik pada cerpen tersebut Tema Tokoh : anak yang memiliki ibu wanita jalang. : 1. Sandra: lugu, polos, sabar, patuh Penyayang. 2. Marti: pemarah, penyayang, jalang. 3. Mami: perhatian terhadap Sandra, kasar. 4. Ibu Tati: berwibawa, penyabar, bertanggung jawab. Alur Latar tempat Latar suasana : campuran. : tempat prostitusi. : bimbang, sedih.

Cerpen pelajaran mengarang ini memberikan kita contoh yang sangat jelas akan kerasnya hidup di kota metropolitan,Sandra, seorang murid kelas V SD yang berusia kira-kira sekitar 10 tahun sudah mengalaminya, Seno menceritakannya sedemikian rupa, Sandra hidup itengah keluarga yang sangat berantakan, ibunya adalah seorang pelacur, tetapi ia tak mengerti apa pekerjaan ibunya tersebut, sedangkan ayahnya entah dimana, ibunya sendiri pun tak tahu siapa bapaknya. Ibu Tati, gurunya di kelas V suatu saat memerintahkan semua muridnya untuk membuat suatu karangan dan menawarkan 3 judul, judul pertama Keluarga Kami yang Berbahagia, judul kedua Liburan ke Rumah Nenek, judul ketiga Ibu. Disini tersirat didalam diri Sandra terdapat perang batin yang sangat kontras dengan kehidupannya, dari ketiga judul tersebut, tidak ada yang sesuai dengan

kehidupan yang ia jalani, sangat berbeda dengan anak-anak lain yang dengan gampang sekali menulis pengalaman-pengalaman mereka di kertas kosong tersebut. Hal tersebutlah yang membuat Sandra benci akan pelajaran mengarang, karena dalam pelajaran tersebut menjadikannya harus benar-benar menjadi seorang pengarang. Kehidupan Sandra sangat bertolak belakang dengan judul yang diberikan oleh ibu tati, Sandra merasa mempunyai ibu tidak seperti mempunyai ibu, ibunya sering meninggalkannya sendirian di rumahnya, dia merasakan sangat kesepian, tetapi ia harus belajar hidup tanpa ibunya. Begitulah ibunya, seorang single parent yang merawat Sandra seorang diri, dia bekerja untuk menafkahi Sandra, tetapi dengan cara yang tidak halal, menjual dirinya sendiri kepada lelaki hidung belang, ibunya sering tidak pulang kerumah jika bekerja tetapi lebih sering lagi tidak pulang kerumah 2-3 hari. Ada banyak nilai-nilai yang dapat kita petik dari cerpen ini, pertama adalah nilai moral, kutipan Tentu saja punya anak setan! Tapi tidak jelas siapa dan kalaupun jelas siapa, belum tentu ia mau jadi papa kamu! Jelas? Belajarlah untuk hidup tanpa seorang papa. Taik kucing dengan papa!, Sandra seperrti diajarkan oleh ibunya untuk tidak usah peduli dengan ayahnya, ibunya mungkin sangat benci sosok lelaki dalam kutipan ini, tetapi selain menyangkut kepada moral kutipan tersebut seperti menjelaskan kefeminimisan tokoh Marti. Tidak hanya kutipan tersebut yang mengandung nilai moral Berjanjilah pada mama kamu akan jadi wanita baik-baik, Sandra Sandra di kutipan tersebut dituntut oleh marti untuk menjadi seorang wanita yang mempunyai moral yeng baik dan terhormat, karena mungkin ibunya nanti tidak ingin kelak kalau Sandra menjadi seorang yang sepertinya, yang hidup di kehidupan malam, bertemu dengan para klien mereka yang disebut dengan klien.

Selain aspek nilai moral terdapat juga hubungan psikologis dari cerpen tersebut, kutipan Ia juga hanya berbisik malam itu, ketika terbangun karena dipindahkan ke kolong ranjang. Wanita itu barangkali mengira ia masih tidur. Wanita itu barangkali mengira, karena masih tidur, maka Sandra tak akan pernah mendengar suara lenguhannya yang panjang maupun yang pendek diatas ranjang. Wanita itu juga tak mengira bahwa Sandra masih terbangun ketika dirinya terkapar tanpa daya dan lelaki yang memeluknya sudah mendengkur keras sekali. Wanita itu tak mendengar lagi ketika di kolong ranjang Sandra berbisik tertahantahan Mama, mama dan pipinya basah oleh air mata. Terlihat bahwa Sandra seperti mengalami tekanan batin, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali berbisik dan mendengarkan suara-suara perrtanda ibunya sedang bekerja malam itu.selain itu di kutipan Kadang-kadang sebelum tidur, wanita itu membacakan sebuah cerita dari sebuah buku berbahasa Inggris dengan gambar-gambar berwarna. Selesai membacakan cerita, wanita itu akan mencium Sandra dan selalu memintanya berjanji menjadi anak baik-baik. Ibu Sandra pun seperti mempunyai gangguan dalam segi psikologisnya, terkadang ia baik sekali terhadap Sandra, tapi terkadang bisa berubah menjadi seseorang yang kejam, mungkin marti ingin mengajarkan Sandra sejak dini bisa hidup mandiri. Selain kedua aspek tadi, terdapat pula aspek sosial Ini titipan si Marti, aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian di rumah. Diperkosa orang malah repot nanti disini seperti ditegaskan bahwa Sandra hanya tinggal di sekitar orang-orang yang sangat jahat, sosialisasi Sandra seperti tertutup, karena Sandra harus menjaga diri dari orang-orang jahat yang selalu mengintai dibelakangnya.