Anda di halaman 1dari 12

ACARA PRAKTIKUM 3 CARYOPHYLLIDAE DAN DILLENIIDAE

A. TUJUAN a. Mengenal, mengamati dan memahami ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida anak kelas Caryophyllidae dan Dilleniidae. b. Mengklasifikasikan masing-masing spesimen berdasarkan karakteristiknya.

B. DASAR TEORI Karakteristik anak kelas Caryophyllidae adalah sebagian besar herba beberapa suku tumbuhan sukulen ddan halofit. Muncul 70 juta tahun yang lalu. Perhiasan bunga secara morfologi lebih kompleks dan beragam. Anggota yang primitif hanya mempunyai 1 perhiasan bunga yang termodifikasi menjadi sepal dan petal yang jelas. Stamen masak dalam urutan sentrifugal dan polen yang trinukleat. Ovul bitegmik dan crassinucellata, kampilotropus atau amfitropus; embrio yang masak sering diliputi perisperm. Betalain (semacam pigmen) ditemukan pada banyak suku dari bangsa Caryophyllales. Bangsa Caryophyllales (sering disebut Centropermae) merupakan bangsa terbesar dengan 10.000 jenis. Ordo Caryophyllidae Nyctaginaceae, terdiri atas 12 famili antara lain: Phytolacaceae, Didieraceae, Aizoaceae, Cactaceae,

Achatocarpaceae,

Chenopodiaceae, Amaranthaceae, Portulaceae, Basellaceae, Molluginaceae dan Caryophyllaceae. Anak kelas Dilleniidae mempunyai 13 bangsa dan 78 suku, 25000 jenis. Diantaranya adalah ordo Malvales dengan suku Malvaceae, bangsa Violales suku Caricaceae. Caryophyllales umumnya berupa terna, jarang sekali tumbuh-tumbuhan yang berkayu. Daun tunggal, biasanya tanpa daun penumpu. Bunga banci atau karena adanya reduksi menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf, dengan tenda bunga yang rangkap atau tunggal atau jelas dengan kelopak dan mahkota. Benang sari dalam 1 lingkaran, berhadapan dengan tenda bunga atau dalam 2 lingkaran. Bakal buah tenggelam atau menumpang, kebanyakan beruang 1 dengan banyak 1 bakal biji yang kampilotrop, yang hampir selalu mempunyai 2 selaput biji,

terletak pada tembuni yang sentral. Biji dengan lembaga yang bengkok mengelilingi perispermnya. (Gembong Tjitrosoepomo, 2000)

C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat tulis 2. Lup dan jarum 3. Amarathus hybridus (bayam) 4. Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu) 5. Bougenvilliea(Bunga Kertas) 6. Pepaya (Carica papaya) 7. Begonia sp 8. Ferocactus pilosus (Kaktus)

D. CARA KERJA 1. Mengamati bagian batang, daun dan bunga dari masing-masing preparat. 2. Menggambar bagiannya. 3. Mengklasifikasikan masing-masing bahan berdasarkan karakteristiknya. bagian morfologi, kemudian menyebutkan bagian-

E. HASIL PENGAMATAN
Klasifikasi Kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas : Plantae (Tumbuhan) : Spermatophyta : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Dilleniidae/ Caryophyllidae Ordo Famili Genus Spesies : : : :

F. PEMBAHASAN Jumlah tumbuhan di seluruh dunia sangat beraneka ragam. Dengan jumlah yang sangat banyak tersebut, kita tidak mungkin dapat mempelajarinya satu per satu. Namun, kita dapat mempelajari tumbuhan tersebut melalui ciri-ciri umumnya saja. Dalam kesempatan ini, kami berusaha mengenal beberapa spesies dari anak kelas Caryophyllidae dan Dillenidae yang semuanya berjumlah 6 spesies yaitu : Amarathus hybridus (bayam), Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu), Bougenvilliea(Bunga Kertas), Pepaya (Carica papaya), Begonia sp, Ferocactus pilosus (Kaktus). Setiap spesies memiliki karakteristik khas tersendiri. Spesies pertama yang dapat kami amati merupakan spesies yang memiliki ciri khas. Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga family cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air oleh karena itu, kaktus mampu hidup di daerah yang sangat kering seperti di gurun. Klasifikasi kaktus adalah sebagai berikut. Kerajaan Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Caryophyllales : Cactaceae : Ferocactus : Ferocactus pilosus

Habitus kaktus tergolong ke dalam kelompok herba dengan bentuk batang silindris. Spesies yang kami amati memiliki tipe batang monopodial. Dengan system perakaran serabut, kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar. Selain itu, kaktus juga memiliki daun yang telah termodifikasi menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun dan dapat pula dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbifora. Namun, kaktus yang kami amati sedang tidak berbunga. Walaupun demikian, bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga.

Selain itu, kita juga sering memanfaatkan sebagai tanaman hias. Adapula berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai makanan untuk diambil buah dan batang mudanya, sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obatobatan. Spesies selanjutnya memiliki klasifikasi sebagai berikut.
Kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Caryophillidae : Caryophyllales : Nyctaginaaceae : Bougainvillea : Bougainvillea spinosa

Kembang kertas (Bougainvilla spinosa) yang kita kenal sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang populer. Dengan bunganya yang berwarna-warni, masyarakat sering menananamnya. Namun, yang sering kita anggap bunga, sebenarnya anggapan tersebut salah. Warna yang ditimbulkan berasal dari seludang bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian karena tumbuh dengan rimbunnya. Seludang bunga ini kerap dianggap sebagai bagian bunga, walaupun bunganya yang benar adalah bunga kecil yang terlindung oleh seludang. Bentuknya habitusnya adalah pohon kecil yang tidak dapat tumbuh tegak, lebih tepatnya disebut semak serta memiliki tipe simpodial. Hal ini dapat kami lihat di habitatnya, bunga kertas hidup dalam rimbunan koloni. Batangnya silindris dan dilengkapi oleh sedikit duri yang keluar dari dalam batang secara menyebar. Selanjutnya, tipe daun yang dapat kami lihat termasuk tipe menyirip dengan tepi daun yang rata dan terlihat sangat hijau. Secara keseluruhan bentuk daunnya berbentuk bulat telur dengan ujung yang meuncing. Bunganya dikelilingi atau dilindungi oleh beberapa helai seludang yang berwarna cerah dan tipis. Sebagai alat reproduksi terdapat putik dan benang sari

dalam satu bunga, sehingga persebaran seksnya tipe monoceous. Bunga tersebut juga memiliki warna yang sesuai dengan selundangnya. Kemudian, spesies yang kami amati merupakan salah satu tanaman yang produktif sebagai bahan makanan. Tanaman tersebut memiliki klasifikasi sebagai berikut. Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Dilleniidae : Violales : Caricaceae : Carica : Carica papaya

Carica papaya merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah. Buahnya pun sering kita manfaatkan sebagai bahan makanan. Di habitatnya, kami dapat melihat papaya merupakan tumbuhan semak berbentuk pohon dengan

batang yang lurus dan silindris bersekat. Kemudian, bagian atas bercabang atau tidak, namun tanaman yang kami dapatkan bertipe monopodial tanpa percabangan. Selanjutnya, bagian dalam batang dan pelepahnya berupa spons dan berongga. Tipe daunnya bulat atau bulat telur dengan tipe pertulangan daun menjari, tepi bercangap (aquaroso-lasiniatus), berbagi menjari, dan ujungnya. Kami melihat jika daun sebelah atas berwarna hijau tua, sedangkan sebelah bawah hijau agak muda serta daunnya pun licin dan suram. Pada tiap tiga lingkaran batang terdapat 8 daun dengan pola yang berselang-seling. Dalam hal persebaran seks, kami mendapatkan tumbuhan tipe diceous. Hal ini dapat dilihat dengan adanya putik saja. Tipe ini dapat berkembang menghasilkan buah yang besar. Namun, adapula yang bertipe monoceosus. Perbungaannya bertipe majemuk (rasimosa). Bunga jantan pada tandan yang serupa malai dan bertangkai panjang disertai dengan kelopak yang sangat kecil. Selain itu, mahkotanya berbentuk terompet berwarna putih kekuningan dengan tepi yang bertajuk lima.

Spesies ke empat merupakan tanaman yang sering kita manfaatkan sebagai sayuran. Karena kandungan vitamin dan mineralnya yang banyak, tanaman ini sering diasosiasikan dengan kekuatan karena memiliki kandungan zat besi yang cukup besar. Bayam atau Amaranthus tricolor memiliki klasifikasi sebagai berikut. Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Hamamelidae : Caryophyllales : Amaranthaceae : Amaranthus : Amaranthus tricolor

Bayam merupakan tanaman herba yang hanya dapat hidup dalam waktu semusim saja. Ia dapat tumbuh tegak dan kadang-kadang juga condong. Bayam memiliki tipe percabangan simpodial dengan batang silindris yang mengandung banyak air (herba). Sistem perakarannya yang dangkal namun tumbuh menyebar dengan akar tunggangnya pula, sehingga dapat menyerap air dengan maksimal. Daunnya bertipe tunggal dan melebar dengan bentuk daun oval dengan filotaksis yang menyebar. Ujungnya terlihat tumpul, namun adapula yang berujung membelah. Sedangkan tepi daunnya terbilang rata dengan ujung pertulangan menjari. Sedangkan bunganya tersusun majemuk tipe tukal yang rapat. Bagian bawah bunganya menempel di ketiak daunnya, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan. Sedangkan bijinya berwarna hitam, kecil dan keras. Dengan tipe persebaran seksnya monoceous, bayam dapat dengan mudah di budidayakan. Seperti spesies yang kami amati merupakan bayam cabut yang tumbuh dalam waktu 25 hari. Pengamatan selanjutnya difokuskan pada tanaman yang sering kita jumpai di pinggir jalan, di pekarangan rumah atau pun di taman yang terawatt. Bungan sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis merupakan tanaman dari golongan Malvaceae. Klasifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut.

Kingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Dilleniidae : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus rosa-sinensis

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang dapat dengan mudah kita temui di sekitar pekarangan. Di Indonesia, selain sebagai tanaman hias bunga sepatu juga sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bunga ini memiliki batang yang bercabang-cabang yang sangat rimbun (tipe percabangan simpodial) serta bentuk batang silindris. Daunnya tumbuh tersebar dan berwarna hijau. Oleh karena itu, tumbuhan ini sangat baik digunakan sebagai tanaman penyerap gas CO2 yang indah. Selanjutnya, bentuk daunnya bulat telur dengan tepi yang bergerigi dan ujungnya bertipe akuminatus. Sedangkan pertulangannya bertipe menjari. Bunga sepatu berbunga sepanjang tahun, oleh sebab itu kita dapat dengan mudah mencari bungannya. Bunga terdiri dari 5 helai kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Demikian pula mahkota bunga yang terdiri dari 5 lembar. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Penyerbukannya dibantu oleh serangga. Tanaman selanjutnya merupakan tumbuhan liar yang dapat tumbuh di hutan-hutan basah atau kadang ditanam sebagai tanaman hias. Begonia bisa tumbuh dengan baik di tempat-tempat lembab, tanah berhumus, dan di tempat yang sedikit ternaungi. Selain itu, kami juga sering menggunakan daunnya sebagai bahan pembuat cincauyang murah. Klasifikasi tanaman tersebut adalah sebagai berikut. Kingdom Divisi : Plantae : Magnoliophyta

Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Magnoliopsida : Dilleniidae : Violales : Begoniaceae : Begonia : Begonia glabra

Tanaman yang telah kami amati ini berasal dari genus Begonia yang merupakan tanaman dari famili Begoniaceae yang berupa herba. Batangnya tumbuh tegak dan memiliki rongga. Daunnya pun lebar dan bebentuk bulat. Tanaman ini dikelompokkan menurut sistem perakaran (serabut, rimpang/rizome dan umbi) dan spesies yang kami amati memiliki akar serabut yang keluar dari batangnya. Sedangkan bentuk daun berbentuk oval asimetris (sisi tidak sama) dengan ujung yang meruncing dan teksturnya ada yang halus serta warnanya merah kecoklatan. Bungan pada begonia juga memiliki fungsi sebagai alat untuk penyerbukan dan pembuahan. Tanaman ini juga mampu menghasilkan biji walaupun biasanya antara benang sari dan ovum tidak matang secara bersama dan bunganya mudah rontok sehingga jarang menghasilkan biji. Tanaman ini berumah satu atau monoceous, dengan bunga jantan dan betina berkelamin tunggal yang terletak secara terpisah pada tanaman yang sama. Tanaman jantan banyak mengandung benang sari dan betina memiliki ovarium.

G. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas, kami dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1. Tumbuhan dari anak kelas Caryophyllidae sebagian besar berbentuk herba. Sedangkan Dilleniidae lebih maju dengan habitusnya yang berupa semak atau pohon. 2. Pepaya memiliki ciri-ciri berhabitus perdu dan memiliki distribusi seks monoceous. 3. Kaktus berhabitus herba dan memiliki ciri khas durinya merupakan hasil modifikasi dari daun guna menyesuaikan diri di lingkungan yang kering.

4. Bayam memiliki habitus herba dengan percabangan simpodial, dan distribusi seks tipe monoceous. 5. Begonia memiliki ciri-ciri khusus yaitu kebanyakan tumbuhannya memiliki akar rhizome dan berhabitus herba. 6. Habitus Bunga sepatu berbentuk semak/ perdu dengan tipe Bungan monoceous. 7. Bunga kertas memiliki ciri khas memiliki seludang bunga yang memiliki warna menarik.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Pepaya. Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/pepaya. Diakses pada 09 April 2012. Anonim. 2012. Bunga sepatu. Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/

bunga_sepatu. Diakses pada 09 April 2012. Campbell, et al.2003.Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. UM Press. Malang. Tjitrosoepomo, gembong. 2009. Morfologi tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah mada University press.

10

LAMPIRAN

11

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI PHANEROGAMAE CARYOPHYLLIIDAE DAN DILLENIIDAE

Dosen : Asep Mulyani, M.Pd

Disusun oleh : Nama NIM Kelompok Kelas Asdos : Torikul Fauzi : 1410160154 : IV (Empat) : IPA Biologi-D/ Semester IV : - Zaenal Mustofa - Eva

LABORATORIUM BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012

12