Anda di halaman 1dari 4

Proyeksi Ramalan Kebutuhan Tenaga Listrik

Wendy Kurniawan Kautsar 2207100086 Abstrak Masalah ketersediaan listrik kini telah menjadi bahasan utama di masyarakat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. Adanya kenaikan jumlah kebutuhan energi listrik tersebut tidak diimbangi dengan persediaan energi listrik yang memadai. Oleh karena itu, proyeksi ramalan kebutuhan listrik jangka panjang di Indonesia sangat diperlukan agar dapat menggambarkan kondisi kelistrikan saat ini dan masa datang. Beberapa metode proyeksi ramalan kebutuhan listrik antara lain adalah DKL 3.01, Regresi Linier. I. PENDAHULUAN Masalah ketersediaan listrik telah menjadi bahasan utama di masyarakat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. Tenaga listrik yang handal dan ekonomis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga diperlukan ketersediaan listrik yang cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk menghindari terjadinya krisis energi listrik, maka diperlukan suatu usaha pengembangan sistem ketenagalistrikan itu sendiri. Pembangunan pembangkit baru dengan kapasitas besar mebutuhkan waktu yang cukup lama serta investasi yang tidak murah. Sebagai alternatif usaha pengembangan sistem ketenagalistrikan tersebut adalah dengan melakukan suatu prakiraan mengenai besarnya kebutuhan energi listrik pada tahun-tahun mendatang. II. KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK NASIONAL Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalaha Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam sistem tenaga listrik nasional. Kewajiban PLN adalah menyediakan tenaga listrik untuk konsumen. Konsumen listrik di Indonesia beragam. PLN membagi konsumen listrik menjadi beberapa kategori. Ketegori tersebut adalah konsumen rumah tangga, konsumen indstri, konsumen publik/umum, dan konsumen bisnis/usaha. Masing-masing kelompok konsumen memiliki karakteristik tersendiri. Konsumen rumah tangga adalah konsumen listrik yang penggunanya adalah rumah atau tempat tinggal. Konsumen ini banyak mendominasi kebutuhan tenaga listrik nasional. Tipikal beban rumah tangga adalah beban statik yang konstan. Kenaikan beban rumah tangga dipengaruhi oleh jumlah populasi penduduk Indonesia dan beberapa faktor lain. Semakin banyak populasi maka semakin banyak juga perumahan atau tempat tinggal yang membutuhkan listrik. Konsumen Industri merupakan konsumen terbesar kedua setelah konsumen rumah tangga. Karakteristik dari konsumen industri adalah beban yang sangat besar. Pertumbuhan beban industri dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama pada faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Konsumen ketiga adalah konsumen publik/umum. Beban publik/umum bersifat statis. Terakhir adalah konsumen bisnis/usaha. Beban bisnis/usaha dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama pada faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebutuhan tenaga listrik menurut kelompok konsumen ini yang diterapkan oleh PLN dalam menganalisa pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik nasional. III. METODOLOGI PERHITUNGAN PROYEKSI KEBUTUHAN LISTRIK NASIONAL III a. MODEL DKL 3.01 Ada beberapa metode untuk menghitung proyeksi kebutuhan listrik. Metode yang umum digunakan PLN adalah metode DKL 3.01. Model DKL 3.01digunakan untuk menyusun perkiraan beban secaral sektoral. Perkiraan kebutuhan tenaga listrik ini ditujukan untuk menyusun perkiraan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat wilayah/distribusi. Metodologi yang digunakan pada model sektoral adalah metode gabungan antara kecenderungan, ekonometri dan analitis. Pendekatan yang digunakan dalam menghitung kebutuhan listrik adalah dengan mengelompokkan pelanggan menjadi empat sektor yaitu : 1. Sektor Rumah Tangga 2. Sektor Bisnis 3. Sektor Publik 4. Sektor Industri Metode DKL 3.01 menggunakan pendekatan yang memadukan analisa data statistik penjualan tenaga listrik dan pertumbuhan ekonomi yang dipresentasikan dengan Product Domestic Regional Brutto (PDRB).

Pada umumnya pertumbuhan kebutuhan penduduk akan energi listrik tentunya terkait dengan semakin bertambahnya penduduk di suatu daerah. Dengan semakin bertambahnya penduduk, secara langsung akan mengakibatkan bertambahnya jumlah pelanggan listrik di daerah tersebut dan juga menambah perkembangan berbagai sektor industri yang tentunya diperlukan energi listrik yang semakin besar. Berdasarkan populasi penduduk yang ada di Indonesia dan pertumbuhannya setiap tahun maka akan dapat diprediksikan jumlah penduduk pada tahun berikutnya. Persamaan yang bisa digunakan ialah Pt = Pt-1(1+t-1) dimana: Pt = Jumlah penduduk yang diprediksikan (jiwa) Pt-1 = Jumlah penduduk pada tahun sebelum tahun yang diprediksikan (jiwa). t1 = Jumlah tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun sebelum tahun yang diprediksikan (%). Untuk menghitung total beban dari seluruh sektor menggunakan persamaan ETt = ERt + EKt + EIt + Ept ETt ERt EKt Ept EI t = energi terjual PLN total pada tahun t = energi terjual PLN sektor rumah tangga pada tahun t = energi terjual PLN sektor bisnis pada tahun t = energi terjual PLN sektor publik pada tahun t = energi terjual PLN sektor industri pada tahun t

Mencari energi konsumsi energi dengan formula sebagai berikut : ETt = ERt + EKt + EIt + EPt Data Eksisting Konsumsi Energi per kelompok konsumen serta data jumlah penduduk

Mencari pertumbuhan penduduk: Pt = Pt-1(1+t-1)

Analisis peramalan Kebutuhan Energi Rumah Tangga dengan mencari parameter-parameter dengan rumus sebagai berikut: Rumah Tangga Total : Ht = Pt/4 UKR t = ETt /PelRt ER = Pel.Rt x UKR(t-1) Analisis Peramalan Kebutuhan Energi Listrik Sektor Bisnis mencari parameter-parameter dengan rumus sebagai berikut: dengan

RPK = Pel Kt/Pel Rt Pel Kt = Pel Rt.RPK Gt = (Ekt/Ekt)-1 Ekt = [Ekt(1+Gt)] Analisis Peramalan Kebutuhan Energi Listrik Sektor Industri dengan mencari parameter-parameter dengan rumus sebagai berikut: Pel It =Pel It-1(1+Gt-1)

Analisis Peramalan Kebutuhan Energi Listrik Sektor Publik dengan mencari parameter-parameter dengan rumus sebagai berikut:

Mencari konsumsi energi total dengan formula: ETt = ERt + EKt + EIt + EPt

III b. ANALISA REGRESI LINIER


Dalam merencanakan suatu sistem ketenagalistrikan perlu diadakan suatu analisa peramalan kebutuhan beban. Hal tersebutberguna untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kebutuhan beban. Sehingga dalam perencanaan nantinya dapat diketahui seberapa besar kebutuhan beban yang diperlukan untuk masa mendatang.

Data Kondisi Eksisting dengan menentukan Parameter-parameter yang digunalan antara lain: jumlah pelanggan rumah tangga (X1), Jumlah pelanggan bisnis (X2), Jumlah pelanggan bidang industri (X3), Jumlah pelanggan publik (X4), Jumlah penduduk (X5), PDRB (X6), Energi terjual (Y) Rumus :Y1= 0+1X1+2X2+3X3+4X4+5X5+6X6 Y1 = Konsumsi Energi Listrik = Konstanta X = Parameter

Peramalan untuk tahun-tahun berikutnya : Rumus :Y2= 0+1X1+2X2+3X3+4X4+5X5+6X6 X =Jumlah penduduk, industri, PDRB, bisnis, sosial dengan memperhatikan kenaikanya = konstanta Y2 = Konsumsi Energi Listrik( yang di cari)

Analisa peramalan beban untuk menentukan kebutuhan tenaga listrik beberapa tahun ke depan. Untuk itu diproyeksikan kebutuhan tenaga listrik jangka panjang untuk menentukan kapasitas pembangkit untuk jangka panjang. Untuk menghitung proyeksi kebutuhan energi listrik jangka panjang digunakan metode peramalan dengan menggunakan analisa regresi berganda. Pada analisa ini digunakan variabel tidak bebas yaitu energi terjual (GWh)

dan variabel bebas yaitu parameter yang mempengaruhi proyeksi kebutuhan Parameter yang digunakan analisa regresi berganda adalah : a) Jumlah pelanggan rumah tangga (X1) b) Jumlah pelanggan bidang bisnis (X2) c) Jumlah pelanggan bidang industri (X3) d) Jumlah pelanggan publik (X4) e) Jumlah penduduk (X5) f) PDRB (X6) g) Energi terjual (Y)

tenaga listrik jangka panjang.

dari parameter diatas dibutuhkan paling tidak data dari tahun-tahun sebelumnya untuk mendapatkan parameter yang nanti akan digunakan untuk meramalkan kebutuhan tenaga lsitrik tahun-tahun berikutnya. IV. KESIMPULAN 1. Untuk menghitung proyeksi ramalan beban jangka panjang dapat menngunakan model DKL 3.01 dan Regresi Linier 2. Model DKL3.01 metode dengan mengelompokan beban secara sektoral dan pendekatan ekonometris 3. Analisa regresi Linier dapat mengelompokan beban secara sektoral dan penambahan yang dianggap perlu. 4. Proyeksi ramalan kebutuhan tenaga listrik ini digunakan untuk mengetahui kondisi eksisting yenaga listrik 5. Kondisi Ekesisting ini digunakan untuk berbagai macam kebutuhan antara lain perencanaan pembangkit