Anda di halaman 1dari 4

Nama : EkoWahyu B Nim : 8111409228

Hukum Dan Filsafat Hukum

Apa arti hukum, dapat dapat diketahui dengan tiga jalan: Dalam kehidupan sehari-hari, bahwa hokum mengatur hidup bersama kita. Melalui studi kita tahu peraturan-peraturan dalam Negara kita. Malalui filsafat hukum mengerti makna hokum untuk pandangan yang menyeluruh tentang. Tujuan filsafat hukum memperdalam pengertian tentang hokum dengan mempelajari makna yang sebenarnya. 1. Gejala hukum Hukum muncul sebagai kaidah-kaidah yang mengatur hidup bersama, yaitu: kaidah impreatif, kaidah yang berbentuk perintah dan larangan. Kaidah fakultatif, kaidah yang berbentuk membuka peluang, menjanji, mengizinkan. Hukum dalam arti kaidah-kaidah disebut hukum objektif. 2. Ilmu hukum Mempelajari hukum secara metodis dan sistematis adalah awal mula pengertian ilmu hukum. Berfikir secara sistematis, berarti memisahkan dan mengabungkan pengertianpengertian dalam suatu sitem rasional. Studi hukum menghasilkan 2 jenis Hukum : a. Tinggal dalam suatu system tata hukum tertentu, contohnya saja ilmu hukum Indonesia. b. Tidak mengenai tata hukum tertentu. 3. Filsafat Hukum Filsafat artinya, cinta akan kebijaksanaan yakni, kebijaksanaan hidup. Dalam filsafat hukum terdapat pokok utama pemikiran tentang hukum.

4. Program Filsafat Hukum Terdapat 3 program filsafat hukum : Sebagai pintu masuk persoalanpersoalan yang muncul dalam memikirkan makna hukum yang bersumber dalam pengalaman dan pemikiran. Persoalan yang utama, tentang hukum yang sejati dapat dilihat dari peraktek hukum. Suatu pemikiran yang matang membawa akibat bagi study tentang hukum.

A. Pengertian Tradisional Tentang Hukum Hukum adalah Undang- undang ,dan secara tradisional bersifat idiil atau etis. 1. Tradisional Filsafat Hukum sudah menjadi bahan refleksi sejak dahulu kala dan pemikiran kita merupakan lanjutan pemikiran tentang pemikiran zaman dahulu. 2. Pengertian hukumYunani kuno Pada abad ke-6 sebelum masehi Negara yunani berkembang kebudayaan, dan mencapai puncaknya abad ke-4 sebelum masehi dalam system- system fisafat ploto dan aristoteleles. 3. Hukum Romawi Hukum romawi abad sebelum masehi bersifat kasuistik artinya peraturan tidak diterapkan secara otomatis tetapi lebih berfungsi sebagai pedoman atau contoh. Hukum Romawi disimpan dan dikembangkan dalam kekaisaran roma Timur atau Byzantium. 4. Pengertian Hukum pada Abad Pertengahan Hukum pertama- tama dipandang sebagai suatu aturan yang berasal dari allah, selayaknya hokum itu bersifat idiiel, dan sebagaimana disampaikan dalam agama dan dalam atruan agama masing-masing.

B. Pengertian Hukum Pada Zaman Modern Hukum pada zaman modern lebih bersifat empiris, 1. Pengertian Hukum Pada Zaman Baru

Dapat disimpulkan bahwa sejak zaman baru, tekanan tidak terletak lagi atas hukum alam yang diluar kebijakan manusia, melainkan atas hukum positif. 2. Pengertian hokum Pada Zaman Aufklarung Zaman Aufklarung filsafat pada zaman itu adalah suatu usaha untuk mengerti hokum sebagai bagian suatu system pikiran yang lengkap yang bersifat rasional belaka. 3. Pengertian hokum pada abad XIX Pandangan ilmiah atas hukum, pada abad XIX aliran bentuk baru dinamakan positivisme, positivisme hokum ada 2 yaitu: a. Positivism yuridis dimana hokum dipandang sebagai suatu gejala tersendiri, yang perlu diolah secara ilmiah. b. hukum modern adalah ciptaan para ahli dibidang hukum lama.

C. Pandangan histori satas hukum ,merupakan bagian suatu pandangan, baru atas hidup. Pengertian hukum : Hukum dan UU Negara, hukum yang dikaitkan dengan kehidupan social Hukum yang legal adalah hukum yang sungguh-sungguh Karena adanya petunjuk UUan dan peraturan tertentu yang dibuat oleh pemerintah. Hukumsebagai normative, bila pemerintah yang sah mengeluarkan suatu peraturan UUan yang berlaku, peraturan itu disebut norma yang berlaku secara yuridis. Nilai-nilai utama dari hokum yaitu kepastian keadilan dan ketertipan. hukum kadang dipandang sebelah mata, sebab terkadang hokum itu tidak bias memberikan rasa keadilan, hukum identic dengan kekolotanya karna sifat dari hokum itu lebih memaksa. Dalam cakupan hokum terdapat ontology, epistemology, axsiology, teleology, yang menjadikan hukum itu kuat dan kokoh. Dari segi disiplin ilmu hukum terdapat macam-macam pandangan sesuai dengan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk mempelajari norma-norma yuridis yang merupakan inti semua ilmu tentang hukum, dinamakan dogmatic hukum, yang dipakai dan diajarkan di fakultasfakultas hukum di negara kita.

Manfaat mempelajari filsafat hokum bukan hanya dari keterlibatan diri kita dalam filsafat pada umumnya, melainkan juga secara khusus dari kegiatan telaah atau kajian filsafat. Penelaahan filsafat yang efektif, sekali lagi, bersifat luas, mendalam, dan kritis. Relevansi kritis dari penelaahan semacam itu tidak dapat dipungkiri. Singkatnya, dengan melakukan telaah filsafat, kita akan semakin mandiri secara intelektual, lebih toleran terhadap perbedaan sudut pandang, dan semakin membebaskan diri dari dogmatisme. Pertama, pengkajian filsafat dapat membawa kepada perubahan keyakinan dan nilai-nilai dasar seseorang, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi arah kehidupan yang lebih baik. Kedua, pengkajian filsafat dapat membuahkan kebebasan dari dogmatisme, toleransi terhadap pandangan-pandangan orang yang berbeda, serta kemandirian intelektual. Ketiga, kebebasan intektual dan sikap-sikap lainnya yang berkaitan, akan kita peroleh dengan mengkaji persoalanpersoalan filsafat secara mendalam. Keempat, adalah penilaian kritis. Tujuan berfilsafat bukan sekedar meninjau berbagai macam teori, tetapi juga menilainya secara kritis. Sehingga, sikap kritis akan senantiasa kita peroleh. Namun, tidak ada jaminan bahwa pengkajian filsafat pasti akan menghasilkan apa saja yang sudah disebutkan di atas. Tentu ada hal-hal lain yang juga dapat mengembangkan toleransi, kemandirian intelektual ataupun perubahan nilai dan keyakinan dasar seseorang. Filsafat hanyalah salah satu alternatif terbaik.