DELIRIUM

Dr. Machlusil Husna, SpS

bersifat sementara & reversibel. biasanya terjadi scr akut (kadang-kadang subakut) .Delirium  Batasan Delirium adalah suatu disfungsi metabolisme otak yg menyeluruh.

Anak-anak 2. Gangguan pd SSP 4. Pernah mengalami delirium sebelumnya . Pasca bedah 5. Pada keadaan lepas zat pd penderita ketergantungan zat psikoaktif 7.Pasien yg beresiko tinggi untuk mengalami delirium adl: 1. Luka bakar 6. Lanjut usia(=60 thn) 3.

kegagalan fungsi hati. .Etiologi Berbagai kondisi medis dpt mengakibatkan terjadinya gangguan ini. gangguan keseimbangan elektrolit. gagal ginjal. antara lain: 1. Gangguan sistemik  Infeksi sistemik dg febris & sepsis  Gangguan metabolik akut: asidosis. dll. alkalosis.

niacin Gangguan kardiovaskuler: aritmia. infark miokard. hipertensi . adrenal. hipotensi. gagal jantung. asam nikotinik.B12. shock.asam folat. pankreas. paratiroid Defisiensi vitamin B1. tiroid.   Gangguan endokrin baik hipo / hiperfungsi kelenjar hipofise.

encephalitis. sedativa-hipnotika. NSAID. anemia  Toksin: gas CO. antipsikotik.tumor(primer maupun metastatik). gangguan pembuluh darah otak.dll). trauma. antihipertensi.Kondisi pasca bedah  Hipoksia.dll 2. gagal paru. steroid.antikholinergik. logam berat. Gangguan pada otak  Infeksi(meningitis. pestisida  Obat-obat: antikonvulsan. HIV. kejang  .

Tanpa etiologi yg spesifik Hipotesis yg diajukan untuk menerangkan terjadinya delirium adalah penurunan aktivitas asetilkholin di otak terutama di daerah formatio retikularis yg merupakan area utama di otak yg bertanggung jawab dalam pengaturan perhatian.3. Keadaan lepas zat pada penyalahgunaan zat psikoaktif 4. kewaspadaan dan keterjagaan (arousal). Pelepasan dopamin yg berlebihan/aktivitas serotonergik yg menurun/meningkat jg dpt menyebabkan terjadinya delirium .

gangguan tidur.Fluktuasi dari gejala-gejala sepanjang hari . kesukaran untuk memusatkan perhatian. Dua hal yg karakteristik pd delirium ialah: . cemas.Gejala Klinis Sebelum timbulnya gejala delirium yg nyata. iritabel.onset yg akut . seringkali didahului dg gejala prodromal spt: kegelisahan.

2.Gejala-gejala yg dpt dijumpai al: 1.        Gangguan kesadaran Gangguan neuropsikiatrik spt: Gangguan perhatian Memori jangka pendek terganggu. amnesia Disorientasi Gangguan visuo-konstruksional Gangguan fungsi luhur Gangguan pola berfikir Gangguan berbicara & berbahasa .

apati sering terjadi. marah. eforia. depresi. Gangguan persepsi Halusinasi optik lebih sering dp auditorik 4. takut. Pada beberapa penderita dpt terjadi afek yg labil yg berubah-ubah sepanjang hari 6. iritabel. Gangguan pola tidur . Gangguan mood spt cemas.3. Gangguan psikomotor 5.

Penurunan kesadaran/ kewaspadaan & penurunan kemampuan untuk memusatkan.Pemeriksaan dan Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan penemuan gejala-gejala sbb: 1.Disorientasi: waktu-tempat-orang.gangguan berbahasa. mempertahankan & mengalihkan perhatian 2. Perubahan kognitif spt gangguan memori segera & jangka pendek.gangguan persepsi yg tdk terkait dg demensia .

Gangguan tersebut diatas(biasanya beberapa jam-beberapa hari)& cenderung berfluktuasi sepanjang hari. pemeriksaan fisik / pemeriksaan laboratorium) . Terdapat bukti adanya hubungan etiologi dg kondisi medik umumnya / kondisi intoksikasi/ lepas zat( secara anamnestik.3. 4.

Diagnosis banding 1. 2. 4. 3. Demensia Skizofrenia akut Psikosis akut & sementara Gangguan suasana perasaan: episode manik atau depresi .

Penyulit Pada umumnya tidak ada. tetapi sering karena gangguan persepsinya menimbulkan kecelakaan pada diri sendiri / orang lain. oleh karena reversibel bila penyakit organiknya membaik. .

Perjalanan penyakit & prognosis Gejala delirium akan bertambah selama faktor etiologinya belum teratasi. makin lama pula delirium menghilang. Makin tua usia penderita & makin lama kondisi delirium berlangsung. Delirium akan hilang dalam 3-7 hari atau selambat-lambatnya 2 minggu setelah faktor penyebab dpt disingkirkan. .

Penatalaksanaan 1. 3. Melakukan pemeriksaan sesuai dg dugaan etiologi & segera mengatasi kausanya sedapat mungkin . Mengatasi penyakit organik yg mendasari segera untuk menyelamatkan nyawa penderita(memperbaiki fungsi fisiologis tubuh). 2. Perlu kerjasama dg bidang-bidang lain yg terkait sesuai dg etiologinya.

1 mg p.5 .1 mg p. Pemakaian lorazepam ini khusus pd delirium oleh karena alkohol atau “benzodiazepine withdrawl” Lama pemberian & dosis tergantung pd kemajuan klinis yg didapat(individual) .Risperidone 0.o/iv tiap 4 jam prn .o tiap 4 jam prn.4.5 .Lorazepam 0.1 mg p.o tiap 4 jam prn .Haloperidol 0.5 . Monitoring & evaluasi serta terapi untuk mengatasi gejala-gejala psikiatrik dg terapi medikamentosa & manipulasi lingkungan  Terapi simptomatik dg: .

 - - Manipulasi lingkungan: Ruang yg tidak berisik. terang & nyaman Suasana familiar Caregiver yg dikenal penerita sangat membantu Penderita perlu dijaga agar tidak melukai dirinya sendiri .