Anda di halaman 1dari 35

Septin Saputri -060855 Pendahuluan Mouse, atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut tetikus, sering kita gunakan

sehari-hari. Ternyata, banyak perkembangan mouse dari awal mulanya dibuat hingga mouse canggih yang sangat populer saat ini. Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963. Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk

online System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut bug , juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih. Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan

perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya. Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo diode untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada

alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru--abu-abu. Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi

X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer. Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.

(Jedi ITB, Optical Mouse berbahaya, benarkah??, 2007) TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 Mouse Optikal Selama ini kita mengenal ada 2 mouse; ball dan optic. Mouse yang menggunakan sensor mekanik berupa bola saat digunakan harus menempel pada permukaan yang rata dan tidak licin. Kelemahan Mouse dengan bola ini adalah mudah kotor, jika bola kotor maka bola sulit berputar dengan lancar. Kemudian era selanjutnya kita mengenal mouse

optik, yang menggunakan sensor cahaya. Mouse optik, memberi solusi masalah kotor dan bola yg sering macet, serta media permukaan bergerak yg lebih fleksibel karena bisa digerakkan di berbagai media yang tidak memantul sempurna seperti kaca dan cermin. Namun optical mouse ini juga ada yg menggunakan sinar laser meski jarang kita jumpai, kelebihan laser optical mouse bisa diopersikan di permukaan mengkilap

seperti kaca. (Muhammad Thoha, Mouse Gyro, 2009) Seringkali pada saat membeli mouse, kita hanya memperhatikan bentuknya saja tanpa memperhatikan kecepatan dan nilai ketepatan (presisi) sebuah mouse. Banyak orang yang tak menyadari bahwa kedua hal ini akan menjadi sangat penting pada pemanfaatan mouse itu sendiri, khususnya untuk kebutuhan tertentu. Perkembangan Mouse Optik

Belum lama

teknologi mouse telah diciptakan dari mouse optik generasi pertama tergantikan oleh mouse optik generasi terbaru. Mouse optik generasi kedua ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh mouse optik sebelumnya, dimana mouse optik ini memiliki fasilitas laser mouse yang mampu digunakan di atas benda yang bening seperti kaca, kristal atau lainnya. Mas Rosyidi menjelaskan segala fasilitas mouse generasi kedua

ini secera detail, dari sisi kelebihan dan kekurangannya Baru-baru ini, seperti yang dilansir oleh Dedi Pramono, telah lahir kembali mouse dengan fasilitas 11 tombol. Membingungkan memang, dengan satu tangan kita harus mengoperasikan 11 tombol. Tetapi dengan mouse 11 tombol ini kita bisa banyak mengoperasikan berbagai perintah dengan cepat hanya dengan klik atau scroll. Mulai dari pengoperasian mouse standar

(klik kanan,klik kiri,scroll), TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 tombol untuk internet, tombol play dan pause untuk pemutar musik (misal: Windows Media player, iTunes) sampai tombol untuk menurunkan/menaikkan volume pada volume control di control panel. Konon harga mouse ini cukup murah cuman $ 14.99. (Agus Hamdani, Perkembangan Teknologi Mouse, 2009) Cara Kerja Mouse Optikal Mouse optical menggunakan sensor cahaya serta

lampu LED merah dibawahnya sebagai pencahaya. Sensor pada mouse optical mampu menangkap gambar dengan kecepatan 1500 -7000 frame per detik, dengan kecepatan mencapai 45 inchi per detik dengan resolusi 2000 count per inchi (cpi). Berbeda dengan mouse trackball yang sulit berjalan ditempat yang terlalu licin. Oleh sebab itu, mouse ini membutuhkan landasan sendiri yang dinamakan mouse pad. Mouse optical sulit dijalankan

pada permukaan putih dan polos. mouse optik membutuhkan arus yagn lebih besar daripada mouse biasa. Lima kali lebih besar arus yang dibutuhkan untuk menggerakkan mouse ini (25mA). cara kerja mouse optic adalah sebagai berikut : Lampu LED menebarkan cahayanya pada permukaan. Lalu, sensor cahaya yang ada pada bagian bawah mouse akan menangkap pergeseran yang terjadi pada

cahaya tersebut. (Sidoardjo, Si Kecil Yang Sering Terabaikan, 2008) Beberapa keunggulan pada mouse optik ini, yaitu: 1.tidak perlu memakai mouse pat 2.kursornya tidak lari kemana-mana 3.yang paling penting,tidak mukah terkena debu. TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 Kelemahan mouse optik

Mouse optik memancarkan gelombang elektromaknetik yang lebih tinggi dari gelombang elektromaknitik hp. Anda juga tahu kalau di telapak tangan dan kaki kita merupakan saraf di tubuh kita, dan sebaiknya saya sarankan untuk kembali ke mouse yang lama (mouse roda). (Wahyudi Firdaus, Mouse Optik, 2009) Dampak Mouse Optik

"Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone. Telah diketahui

secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer. Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah,

karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan." (jugile, Kenyataan Tentang Mouse Optik, 2007) "WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2 milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman. Industri-industri hardware terbesar di Cina dan Taiwan berusaha menutup-nutupi

hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan." "Untuk itu, cobalah memegang mouse hanya di TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 saat diperlukan saja. Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk kopi paste). Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola)". "Sekedar untuk berjaga-jaga." (Adien_Satria, Bahaya Mouse Optic, 2007) Generasi Mouse Optic Berikutnya G3 Laser Mouse Mouse laser G3 merupakan mouse laser yang di buat sempurna dan tidak jauh berbeda dengan model lain yang lebih

mahal, hanya sedikit lebih kecil dengan bentuk yang lebih sederhana. Mouse laser G3 tidak semungil mouse yang banyak digunakan untuk notebook dan bentuk casingnya cenderung lebih kecil dibanding kebanyakan mouse gaming lain, sehingga pengguna dengan tangan tidak terlalu besar akan merasa nyaman saat menggunakan G3. Pengguna mouse dengan tangan kiri juga akan menyukai mouse ini karena

menggunakan desain simetris (ambidextrous). Mouse laser G3 tidak jauh berbeda dengan kebanyakan mouse gaming lain. Harga yang cukup terjangkau dengan fleksibilitas dan akurasi laser yang baik serta software sebagai nilai tambah, membuat G3 sangat layak dimiliki untuk untuk pecinta game maupun profesional yang membutuhkan mouse laser dengan sensitifitas tinggi. (Fahrur, Hardware Komputer Indonesia Perjuangan, 2008) Kemudian

mouse gyro, mouse gyro ini menggunakan sensor gyro untuk mendeteksi gerakan dan tidak membutuhkan media apapun, mouse ini bisa mendeteksi gerakan di udara. Namun mungkin kita yang sudah terbiasa menggerakkan mouse di atas meja akan kesulitan jika harus memegangnya di udara, jadi anda masih butuh media untuk meletakkan mouse supaya tangan anda tidak capek menggantung di udara. Mouse ini memang

belum beredar luas, kita tunggu saja sampai di indonesia. TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 Cara Merawat Mouse Optic

Merawat mouse optic berbeda dengan merawat mouse bola, kalau mouse bola biasanya seminggu sekali dibuka bolanya dan dibersihkan kotoran yang nempel di bola dan roda putarnya. Tapi kalau mouse optik saya rasa lebih simple usahakan mouse pad sama kondisi sekitar mouse itu kering dan dibersihkan di bagian karet

bawah yang empat itu seperti gambar diatas. Lebih bagus lagi kamu siapkan cotton bud dan bersihkan opticnya pakai alcohol. (Pandi Merdeka, Berapa Kalikah Anda Mengganti Mouse Optic Anda??, 2009)

Mouse optik adalah mouse yang menggunakan lensa optik untuk menggunakannya. Peralatan yang digunakan sama dengan ball mouse, namun cara perawatannya : 1. Buka mouse,

kemudian keluarkan komponen yang ada di dalamnya, 2. Bersihkan komponennya dari debu, 3. Jika setelah di bersihkan mouse masih tetap rusak / ngelek, bawalah mouse kepada orang yang ahli trouble shooting mouse, tapi jika anda bisa melakukannya sendiri, lakukanlah... (N_dut, Langkahlangkah membersihkan mouse optic, 2009) Solusi jika mouse optic bergoyang-goyang sendiri: 1. Lihat alas yang dipakai untuk mouse

2. Jika banyak bermacam warna coba tukar dengan yang satu warna contohnya kertas hvs 3. Jika masih goyang juga coba rekatkan lebih erat chok mouse 4. jika masih goyang juga coba ganti mouse anda dengan mouse lain 5. Jika masih goyang maka komputer harus diinstal ulang sebab ada kesalahan di System Windows. TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER

Septin Saputri -060855 Kesimpulan Sejak pertama diperkenalkan, fungsi mouse tidak hanya sebagai penunjuk arah saja. Tapi juga sudah berfungsi sebagai input device. Oleh sebab itu, mouse sejak pertama kali sudah memiliki sebuah tombol. Memang, pada waktu pertama kali diperkenalkan hanya ada satu tombol yang melengkapinya. Namun, seiring majunya teknologi pada mouse, tak hanya tombol saja yang

bertambah, ada beberapa hal lain yang melengkapi mouse. Diantaranya sroll button, efek getar bahkan hingga sidik jari. Baik mouse optical maupun ball, memiliki kekurangan yaitu tidak bisa diopersikan pada permukaan yang tidak rata. Perlahan-lahan kehadiran mouse optik sudah dinilai sangat umum. Ada satu mouse lagi yang kerjanya hampir sama dengan mouse optical, hanya saja bila pada mouse optical

biasa menggunakan LED, maka pada mouse laser bukan LED, melainkan sinar laser. Hal ini menyebabkan ketajaman gambar yang ditangkap oleh sensor lebih baik. Jika ada permukaan glossy mouse optic dengan LED-nya sulit membedakan setiap tampilan permukaannya, sebaliknya dengan laser, permukaan tidak lagi sama, melainkan berstruktur dan berpola. Dengan mouse laser ini, keepatannya 20 kali lebih baik dari mouse optic.

Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Untuk itu, cobalah memegang mouse hanya di saat diperlukan saja. Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk copy paste). Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola). TEKNIK RISET OPERASI -PRODI ILMU KOMPUTER