Anda di halaman 1dari 2

Gelidium sp.

Terdapat 10000 spesies algae merah (Rhodophyta) di dunia, dan 27,1% spesies tumbuhan laut merupakan algae merah. Algae merah mengandung polisakarida, sedikit protein, lipid, dan senyawa inorganic. Selain itu, algae merah juga mempunyai pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (berwarna merah). Salah satu contoh algae merah adalah Gelidium sp. Klasifikasi : Kingdom Plantae Divisi Rhodophyta Kelas Rhodophyceae Ordo Gelidiales Famili Gelidiaceae Genus Gelidium Spesies Gelidium sp. Gelidium sp. belum dibudidayakan orang, seluruh produksi Gelidium kebanyakan dihasilkan dari alam. Rumput laut ini ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia terutama pulau-pulau yang mempunyai rataan terumbu karang. Berikut merupan tabel persebaran Gelidium sp. di Indonesia: Jenis rumput laut Sebaran Gelidium latifolium Pantai Barat Sumatera ( dari Aceh sampai Lampung ), Ujung Genteng (DKI Jakarta ), Teluk Noimini (NTT), Labuhan (NTB), P. Kidang (Riau), Marlaut, Geser (Maluku), Gelidium cartilagineum Pangandaran (Riau), Terora (Bali), Hoga, Lintea (NTT) Gelidium rigidum sebesi (Sulawesi Tenggara), Ujung Genteng, Pangandaran, Anyer, Cilurah (Jawa Barat), Terora (Bali), Tanjung Keramat (NTB) Gelidium corneum Pangandaran, Labuan (Jawa Barat) Gelidium pannosum P. Kambing, Tual (Maluku), Teluk Noimini (NTT), Nias (Sumatera Utara) Gelidium crinale Pangandaran (Jawa Barat), Lombok (NTB),Tual (Maluku), Timor (NTT) Gelidium cologlosum Nias (Sumatera Utara) Gelidium pusilium Kangean, Damar (Madura), Maumere, Sika (NTT) (Anonim, 2010) Gelidium sp. Sebagai Bahan Baku Agar - Agar Rumput laut yang bersifat potensial yang adalah jenis-jenis rumput laut yang sudah diketahui dapat digunakan di berbagai industri sebagai sumber karagin, agar-agar dan alginat. Agarofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida agar-agar dan merupakan rumput laut merah (Rhodophyceae). Agarofit adalah jenis rumput laut penghasil agar. Jenis-jenis rumput laut tersebut adalah Gracilaria spp. Gelidium spp. dan Gelidiella spp. Agar-agar merupakan senyawa kompleks polisakarida yang dapat membentuk jeli. Kualitas agar-agar dapat ditingkatkan dengan suatu proses pemurnian yaitu membuang kandungan sulfatnya. Produk ini dikenal dengan nama agarose. Agar adalah galaktan sulfat kompleks yang dieksrak dari rumput laut kelas Rhodophyceae. Agar-agar diekstrak dari ganggang laut yang berasal dari kelompok rhodophyceae, seperti Gracillaria dan Gelidium (Chapman and Chapman, 1980). Agar-agar adalah produk kering tak berbentuk (amorphous) yang mempunyai sifat seperti gelatin yang berupa rantai linear galaktan. Galaktan

merupakan polimer dari galaktosa. Rumus molekul agar-agar adalah Sifat yang paling menonjol dari agar-agar adalah larut di dalam air panas, yang apabila didinginkan sampai suhu tertentu akan membentuk gel. Fungsi utama agar-agar adalah sebagai bahan penstabil dan pengemulsi. Agar memiliki dua komponen utama sebagai zat penyusunnya, yaitu agarosa dan agaropektin. Agarosa merupakan polimer netral, sedangkan agaropektin adalah polimer yang mengandung sulfat. Rasio dari polimer ini sangat bervariasi pada setiap jenis rumput laut. Pada umumnya persentase agarosa dalam agar pada setiap jenis rumput laut berkisar antara 50% dan 90% (Glicksman, 1983). Kandungan Bahan Kimia Komposisi kimia dari rumput laut yang menghasilkan agar meliputi kurang lebih (16-20)% air, (2,3-5,9)% protein, (0,3-0,55)% lemak, (67,8576,15)% karbohidrat, (0,8-2,1)% serat dan (3,4-3,6)% abu. (Chapman,1970). Pembuatan agar secara komersial adalah dengan cara menggunakan air panas yang dilanjutkan dengan proses pembekuan dan thawing. Mula-mula rumput laut direndam dan dicuci dengan air tawar dan diekstrak dengan air mendidih. Kalsium hipoklorit atau sodium bisulfit digunakan untuk memutihkan agar yang dihasilkan. Ekstrak yang dihasilkan kemudian disaring dalam keadaan panas dan residu diekstrak lagi satu atau dua kali. Ekstraksi yang dihasilkan menjadi dingin, membentuk gel kemudian dibekukan. Setelah itu gel beku dilelehkan, dikeringkan, digiling dan dikemas (Glicksman, 1982). Kualitas agar-agar yang berasal dari Gelidium lebih tinggi dibanding dari Gracilaria. Kekuatan gel dari agar-agar berhubungan dengan perbandingan agarosa terhadap agaropektin yang terkandung dalam agar. Pada umumnya genus Gracilaria memiliki perbandingan agarosa terhadap agaropektin sekitar 20 : 1 jauh lebih besar daripada genus Gelidium yang sekitar 5 : 1, sehingga gel dari Glacilaria lebih kuat dan kokoh. (Salamah, 2005) .5 Gelidium sp. Sebagai Bahan Baku Kertas Alga merah salah satunya yaitu Gelidium amansii dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas. Alga ini banyak tumbuh di perairan Indonesia. Kertas yang dihasilkannya putih bersih dan halus seperti kualitas kertas mahal yang digunakan oleh majalah Time. Kelebihan kertas dari alga merah adalah proses produksinya yang tidak banyak mengandung zat kimia, hanya diperlukan zat kimia netral yaitu kaporit. Serta sewaktu proses pemutihan dengan menggunakan klorin. Ketersediaan bahan baku alga merah juga relatif aman. Pertumbuhan alga merah ini hanya perlu waktu dalam hitungan bulan. Dan dapat dibudidayakan dengan mudah yakni pada perairan laut yang tenang. Indonesia memiliki banyak kawasan ini. Di Indonesia, algae merah ini ditemukan pertama kali di Bali, dan saat ini sedang dikembangkan secara intensif di Lombok. Alga merah pun dapat berproduksi dengan cepat yaitu sekitar 7 - 13 % bahkan dapat bertumbuh sampai 20 % per harinya. Bandingkan dengan kayu yang membutuhkan puluhan tahun. Budidaya Alga Merah dapat dilakukan oleh siapa saja karena mudah dikembangkan. Alga ini menyukai perairan tenang. Perairan semacam ini banyak terdapat di kawasan pantai Indonesia. Suatu potensi yang menjanjikan bagi Indonesia. Sayangnya produksi kertas dengan alga ini baru dilakukan secara serius di Negara Korea, Indonesia hingga saat ini masih berkutat sebagai negara penghasil bahan produksi. (Haryo, 2007)