Anda di halaman 1dari 28

ANESTHESIA REGIONAL EPIDURAL

Click to PUTRA SYUHADA ARYA edit Master subtitle style 0920221231 DITA AYUNINGTYAS 0920221232

5/2/12

Identitas Pasien
Nama Umur Agama Kesatuan Pangkat NRP

: Ny. H : 47 tahun : Perempuan : KODAM JAYA : PELTU : 574973


5/2/12

Jenis Kelamin

: Islam

Anamnesa
Autoanamnesa : Tanggal 3 Mei

2011
Keluhan Utama : Perdarahan keluar

dari

vagina teratur
5/2/12

Keluhan Tambahan : Menstruasi tidak

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Poliklinik Obstetri dan Gynekologi

RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan perdarahan keluar dari vagina sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu
Perdarahan dirasakan terus menerus, dengan jumlah

yang banyak.
Pasien mengalami kejadian tersebut pertama kali pada

tahun 2007 setelah melakukan kuretase. Setelah itu pasien mengalami perdarahan terus menerus dan untuk mengatasinya pasien melakukan suntik hormon satu bulan sekali
Setelah melakukan suntik hormon selama kurang lebih

6 bulan, keluhan tersebut hilang. Dan pada 5/2/12 pertengahan 2010, pasien kembali mengalami hal

5/2/12

Riwayat Operasi
1988
Apendikto mi dengan anestesi umum

1992
Operasi keloid Dengan anestesi umum

1995
penutupan keloid Anestesi umum

2007
Kuretase Anestesi umum

5/2/12

PEMERIKSAAN FISIK ( 03 Mei 2011)


Keadaan umum : Tampak sakit ringan Kesadaran Berat badan Tinggi badan

: Kompos mentis : 65 kg : 160 cm :


: 80x/menit : 16x/menit
5/2/12

Tanda-tanda vital
Denyut

Tekanan darah : 130/80 mmHg nadi

Pernapasan

Status generalis

Thoraks

Kepala

: Normocephal

Mata : Simetris kanan dan kiri, konjungtiva tidak anemik,

Jantung : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-) Paru : Suara nafas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

sklera tidak ikterik, reflex cahaya langsung (+/+) normal, reflex cahaya tidak langsung (+/+) normal

Hidung : Tidak ada deviasi septum, tidak ada sekret Telinga : Kedua daun telinga normal, kedua liang telinga lapang Mulut dan gigi : Oral hygiene baik, bibir tidak kering, mallampati 1

Abdomen : Datar, supel, bising usus (+) normal, hepar-lien tidak teraba, nyeri tekan dan nyeri ketok abdomen tidak ada Ekstremitas : Akral hangat, tidak ada edema di keempat ekstremitas, capillary refill time <2 5/2/12

Tanggal 15 04 Pemeriksaan Nilai Rujukan 2011 Hasil


Hematologi Darah Rutin Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC 9.4 30 3.3 5900 463000 91 29 32 12 16 g/dl 37 47 % 4.3 g juta / ul 4800 10800/ul 150000 400000/ul 80 96 fl 27 32 pg 32 36 g/dl

Tanggal 03 05 Pemeriksaan Hasil2011Nilai Rujukan


Hematologi Darah Rutin Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC 9.7 31 3.5 10600 412000 89 28 31 12 16 g/dl 37 47 % 4.3 g juta / ul 4800 10800/ul 150000 400000/ul 80 96 fl 27 32 pg 32 36 g/dl

5/2/12

Pemeriksaan

DIAGNOSIS

Elektrokardiografi (EKG): DBN


Pemeriksaan Foto

ANESTESI Status fisik ASA kelas II dengan kardiomegali dan restriksi paru
RENCANA

Thoraks : Kardiomegali
Pemeriksaan

Fungsi Paru (Spirometri)

TINDAKAN 5/2/12

PERSIAPAN PASIEN
Informed consent Surat persetujuan operasi Pasien dipuasakan dimulai pukul

00.00 tanggal 04 Mei 2011


Kandung kemih dikosongkan Pembersihan fisik pasien Memakai pakaian operasi
5/2/12

PERSIAPAN ALAT

5/2/12

Oksimeter, Sfigmomanomete r digital dan Monitor EKG Infus set dan cairan infuse Kanul nasal Kassa dan Plester Krim Chloramphenicol Laringoskop, ETT No. 7 dan 7,5, guedel, dan suction (jika epidural gagal

5/2/12

Persiapan obat anestesi


Bupivacain 0,5% 100 mg Lidocain 2 gr Midazolam 5 mg M.O Efedrin 5 mg Propofol, atrakurium
5/2/12

08: 30

09: 00

Bupivacain 4mg Oksigen nasal

09: 05

Test dose : 5mg+ M.O 2mg


5/2/12

09: 10 Fortanes
2,5mg

09: 15 Operasi
dimulai

09: 20 Diberikan
efedrin 5 mg

09: 25 fentanyl 50

Bupivacain 5 ml + morfin 1 ml 11: per epidural 00 Operasi selesai

10: 35

10: 09: 30 atrakurium 10 45

mg dan midazolam 509: mg efedrin 5 mg

propofol mg, oksigen dengan 60 mg sungkup muka 4.5 L Pasien bernafas spontan.

35

5/2/12

Recovery room TD : 102/70 N: 47


penilaian pulih sadar di ruang pulih sadar dengan menggunakan Aldrette score 1. Pernafasan : adekuat (2) 2. Warna Kulit : Merah (2) 3. Aktivitas pergerakan : Keempat ekstremitas dapat digerakkan(2) 4. Kesadaran : Mampu berorientasi dengan baik (2) 5. Tekanan Darah : Menyimpang 20 mmhg dari normal (2) Nilai keseluruhan : 10
5/2/12

Pembahas anesthesiologist (ASA) an ASA Kelas I : pasien sehat status fisik


kelas II (dengan kardiomegali dan restriksi sedang) organik , fisiologi, psikiatrik, biokimia

The American Society of

Kelas II : pasien dengan

penyakit sistemik ringan atau sedang


5/2/12

Anestesi yang dilakukan pada pasien

ini adalah Anestesi Epidural

Adapun indikasi anestesi epidural

adalah: 1

Pembedahan dan penanggulangan nyeri pasca bedah Tatalaksana nyeri saat persalinan Penurunan tekanan darah saan pembedahan supaya tidak mengalami perdarahan Tambahan pada anestesi umum ringan karena penyakit tertentu pasien.

Lokasi penyuntikan pada L3-L4


5/2/12

Jarum epidural

Setelah diyakini

nomor 18 ditusukan secara perlahan-lahan, dan setelah itu untuk mengenal ruang epidural dilakukan loss of resistance
Ada 2 teknik yang

digunakan yaitu

jarum masuk ke ruang epidural dilakukan uji dosis (test dose), bila jarum diyakini masuk ruang epidural dimasukan anestetik lokal dan diobservasi 5/2/12 beberapa menit ,

Pasien diberikan

Pasien diberikan

Bupivakain 5ml
Indikasi dari

midazolam 2,5mg
Midazolam

bupivakain yaitu untuk infiltrasi, blok saraf , anestesi epidural, anestesi intratekal. Untuk anestesi epidural, bupivakain memiliki

merupakan obat penghambat SSP golongan benzodiazepine. 3 Midazolam diberikan untuk tujuan premedikasi. Pada pasien ini 5/2/12

15 menit kemudian operasi dimulai,

tekanan darah pasien turun kemudian diberikan efedrin 5mg dan pasien merasa masih merasa sedikit sakit, tidak nyaman, pada bagian perutnya ketika operator melakukan tindakan pada bagian perutnya.
Kerja dari anestesi epidural ialah antara

15-20 menit setelah obat masuk.4 Karena operasi dimulai sebelum kerja obat maksimal menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien, pasien 5/2/12

diberikan fentanyl 150mcg, dan

propofol 60 mg.
Fentanil ialah zat sintetik seperti

petidin dengan kekuatan 100x morfin.1 Fentanil diberikan karena pasien merasa kesakitan. Propofol diberikan karena pasien merasa gelisah, tidak tenang.
5/2/12

Pasien diberikan atrakurium 10 mg, Atrakurium merupakan muscle

relaxant golongan non-depolarisasi. 2 Pada pasien ini diberikan obat ini atas permintaan dari operatornya. Karena pada saat operator ingin menjahit peritoneum mengalami kesulitan, usus pasien keluar sulit 5/2/12 untuk dimasukan. Pemberian obat ini

Setelah itu pasien diberikan O2

dengan sungkup muka dengan reservoir O2, dialirkan O2 4,5L/menit.


Pemberian sungkup muka dalam

upaya memberikan oksigen kepada pasien, dengan kecepatan aliran dari 6L/menit-10L/menit . Persentase oksigen yang dihantarkan dengan 5/2/12 sungkup muka dapat mencapai

Terapi cairan pada pasien ini adalah

terapi cairan rumatan , kebutuhan cairan jam I :1125cc, jam II: 945 cc.

5/2/12

Kesimpulan
Anestesi epidural adalah blokade

saraf dengan menempatkan obat di ruang epidural yaitu di antara ligamentum flavum dan duramater.
Indikasi dilakukannya anestesi

epidural pada pasien ini adalah pembedahan dan penanggulangan nyeri pasca bedah.
5/2/12

TERIMA KASIH
5/2/12