Anda di halaman 1dari 34

KATA SERAPAN

DISUSUN OLEH : RESTI SUGIYARTI LUSIANA

SHELLY SILVIANA R

KELAS BUGENVILE (A)

Proses Penyerapan Istilah dalam Bahasa Indonesia


Kata-kata serapan itu masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui empat cara yang lazim ditempuh, yaitu : Adopsi Adaptasi Penerjemahan, dan kreasi.

Cara adopsi
terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing yang diserap secara keseluruhan. Kata supermarket, plaza, mall, hotdog merupakan contoh cara penyerapan adopsi.

Cara adaptasi
terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing yang diserap dan ejaan atau cara penulisannya disesuaikan ejaan bahasa Indonesia. Contoh : pluralization (Inggris) pluralisasi maximaal (Belanda) maksimal cadeu (Prancis) kado

Cara Penerjemahan
terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam kata bahasa asing kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh : tumpang-tindih overlap Percepatan acceleration proyek rintisan pilot project uji coba try out

Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut : Penerjemahan tidak harus berasal dari satu kata diterjemahkan satu kata. Misalnya: psychologist ahli psikologi medical practitioner dokter Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk negatif pula. Misalnya: inorganic takorganik bound form bentuk terikat

Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya. Misalnya: merger (nominal) gabung usaha transparent (adjektiva) bening (adjektiva)
Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya ditinggalkan pada istilah Indonesia. Misalnya: master of ceremonies pengatur acara charge d'affaires kuasa usaha

Cara kreasi
terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Meskipun sekilas mirip penerjemahan, cara terakhir ini memiliki perbedaan

Kata yang dalam bahasa aslinya ditulis dua atau tiga kata dalam bahasa Indonesianya boleh hanya satu kata saja atau sebaliknya, misalnya: effective berhasil guna shuttle ulang alik spare parts suku cadang

Penulisan Unsur Kata Serapan

Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar yaitu :

Unsur pinjaman yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa indonesia. Dalam hal ini, diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih dapat di banndingkan dengan bentuk asalnya.

Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia. Unsurunsur ini dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.

Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan aa (belanda) menjadi a ae, jika tidak bervariasi dengan e, tetap ae ae jika bervariasi dengan e, menjadi e ai tetap ai au tetap au c didepan a, u, e dan di depan konsonan berubah menjadi k c didepan a, i , oe dan y menjadi s

cc didepan o, u dan di ch yang lafalnua s atau depan konsonan sy, menjadi s menjadi k cc di depan e dan i menjadi ks ch, yang lafalnya c menjadi c c, (sansekerta) menjadi s cch dan ch di depan a, o dan di depan ea tetap ea konsonan, menjadi k ei tetapi ei ee(belanda) menjadi e

e tetap e effect-efek description-deskripsi synthesis-sintesis system-sistem catatan : menurut aturan EYD ini kata sintesis dan sistem merupakan bentuk baru sesuai dengan bunyi aturan diaatas ini. Jadi bukan lagi sintese atau sintesa, dan sistim

eo tetap eo

eu tetap eu
Gh menjadi g Gue menjadi ge

I pada awal suku kata di depan vokal, tetap i

f tetap f fanatic-fanatik fossil-fosil

catatan: dari contoh pengindonesiaan kata-kata asing di samping bawah, tampak bahwa fonem/huruf f dalam bahasa asing itu tidak dijadikan p dalam bahasa indonesia. Huruf f resmi terdapat dalam abjad kita, karena itu huruf itu dapat kita gunakan sebagai huruf-huruf yang lain juga didalam bahasa indonesia tanpa harus menggantinya dengan huruf p.

Ou jika lafalnya [au] menjadi au Ou jika lafalnya [u] menjadi u Ph menjadi f Ie (belanda), jika lafalnya i, menjadi i Ps tetap ps

Pt tetap pt Rh menjadi r Sc di depan a, o, u dan konsonan , menjadi sk Sc di depan e, i, dan y menjadi s Sch di depan vokal menjadi sk

Q menjadi k Aquarium-akuarium Frequency-frekuensi Equator-ekuator Catatan: yang perlu diperhatikan pada contoh di atas bukan perubahan q menjadi k saja, tetapi juga huruf u yang tidak diganti dengan w seperti pada ejaan lama.

Bandingkan ejaan lama dengan baru di bawah ini.

Lama Akwarium Frekwensi Ekwator

Baru Akuarium Frekuensi ekuator

Masing-masing tetap ditulis dengan u (bukan w) agar dekat kepada ejaan asalnya.

Oe (oi yunani) menjadi e Oestrogen-estrogen Oenology-enologi Foetus-fetus

Catatan : huruf g pada suku gen dan gi pada kata estrogen dan enologi dilafalkan sebagai [g] pada kata indonesia gigi, guru: huruf itu tidak diucapkan sebagai fonem /g/ dalam bahasa belanda yang cenderung pada bunyi [kh]

Ie, jika lafalnya bukan i, tetap ie

Variety-varietas Patient-pasien Efficient-efisien

Catatan: huruf-huruf yang tidak berfungsi dalam bahasa indonesia, dihilangkan saja. Perhatikan contoh di atas. Huruf t pada akhir kata patient dan efficient dan huruf kedua pada kata efisient kita hilangkan saja.

Kh (arab), tetap kh Khusus-khusus Akhir-akhir

Catatan : denhgan ketentuan di atas, kh tidak boleh kita ganti dengan k (kusus, akir), juga tidak boleh kita tulis dengan h saja (husus, ahir) seperti dalam bahasa sunda. Kecuali, kata-kata yang sudah dari dahulu kita tuliskan dengan k kata-kata itu tetap ejaannya seperti itu tidak perlu di ubah lagi. Misalnya, kabar tidak usah dikembalikan khabar walaupun kata itu berasal dari bahasa arab khabar; kemah tidak usah dijadikan khemah atau khaimah walaupun dalam bahasa arab memang khaimah.

Ng tetap ng Contingent-kontingen Congress-kongres Linguistics-linguistik

Catatan : kita menuliskan kata indonesianya sedapat-dapatnya dekat dengan ejaan aslinya, bukan berdasarkan lafalnya. Itu sebabnya, kita tidak mengindonesiakan kata-kata asing di atas menjadi kontinjen, konggres, lingguistik. Kata-kata iu dalam bahasa indonesia kita lafalkan kon-ti-ngen; kong-res; lin(g)-gu-is-tik. Suku pertama lincenderung kepada bunyi /ling/ karena pengaruh fonem /g/ pada awal suku kata yang mengikutinya /gu/

Oo (belanda) menjadi o Komfoor-kompor Provoost-provor Oo (inggris) menjadi u Cartoon-kartun Proof-pruf Pool-pul

Catatan : perhatikan perbedaannya dengan contoh oo yang berasal dari bahasa belanda. Kata-kata dalam bahasa belanda yang ditulis dengan dua o masih terdengar sama lafalnya dengan [o] pendek; itu sebabnya dalam bahasa indonesia tetap kita pertahankan o. Sebaliknya oo dalam bahasa inggris dilafalkan sebagai [u]; sebab itu, kita menulis u sehingga menjadi kartun, pruf, pul

Oo (vokal ganda) tetap oo Zoology-zoologi Coordination-kordinasi

Catatan: vokal ganda disini tidak diucapkan seperti vokal panjang, tetapi diucapkan seperti dua buah vokal /o/ ; misalnya ko-ordinasi.

T di depan i, jika lafalnya [s] menjadi s Th menjadi t Ua tetap ua

Uu menjadi u Xc di depan e dan i menjadi ks Xc didepan a, o, u dan kosonan, menjadi ksk

Ue tetap ue
Ui tetap ui Uo tetap uo

Y jika lafalnya y tetap y

U tetap u Unit-unit Nucleolus-nukleolus Structure-struktur

Catatan: huruf u yang terdapat pada awal suku kata seperti pada kata-kata unit dan universitas tidak dilafalkan seperti lafal bahasa inggris [yu], tetapi dilafalkan dengan bunyi [u] dalam bahasa indonesia, seperti : untung, usul, umpama. Jadi dalam bahasa indonesia, bukan [yunit] melainkan [unit]; bukan [yuniversitas] melainkan [universitas]

V tetap v Vitamin-vitamin Television-televisi Cavalry-kavaleri

Catatan: kaidah yang kami kemukakan mengenai huruf f berlaku pula bagi huruf v. Keduanya tidak perlu dijadikan p sehingga kata vitamin tidak dijadikan pitamin, dan televisi tidak di jadikan telepisi. Ketentuan itu terutama berlaku untuk kata baru, sedangkan kata lama seperti peduli, perlu, pikir yang sebenarnya berasal dari bahasa arab : fardluli, fardlu, fikirtidak usah dikembalikan kepada bunyi asalnya . jadi, untuk kata-kata lama yang sudah melembaga itu tidak diadakan perubahan. Katakata itu tetap ditulis dengan p.

X pada awal kata, tetap x Xantate-xantat Xenon-xenon Xylophone-xilofon X pada posisi lain menjadi ks Executive-eksekutif Taxi-taksi Extra-ekstra Complex-kompleks Latex-lateks

Catatan: berdasarka ketentuan di atas, maka tidak tepat bila orang menuliskan kata kompleks tanpa s di belakang (komplek). Bandingkan dengan kata teks yang berasal dari bahasa inggris text. Kata itu tetu tidak dapat kita eja ek tanpa s jika di belakang.

Y jika lafalnya i menjadi i Z tetap z

-archy, -archie menjadi arki -al, -eel, -all menjadi al -ein tetap ein

-aat menjadi at
-age menjadi ase

-or, -eur menjadi ur


-ary, -air menjadi er -or tetap or -ant menjadi -an -ive, ief menjadi if

Catatan : unsur-unsur yang sudah disaerap ke dalam bahasa Huruf konsonan indonesia dan lazim dieja ganda menjadi secara indonesia tidak konsonan tunggal kecuali kalau bentuk perlu lagi diubah ejaannya. Misalnya : kabar, sirsak, itu dapat iklan, perlu, hadir membingungkan sekalipun dalam ejaan ini Gabbro-gabro huruf huruf c dan x diterima Accu-aki sebagai bagian abjad Effect-efek indonesia, unsur yang Commition-komisi mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang sesuai di atas.

-ic, -ics, ique, iek, ica (nominal) menjadi ik, -ika Phonetics-fonetik Catatan: perhatikan Logica-logika ejaan, ejaan teknik Technique-teknik bukan tehnik; teknologi bukan tehnologi; teknis bukan tehnis

-ile, -iel menjadi il

-logy, -logie menjadi logi -logue menjadi log -loog (belanda) menjadi log -oid, -oide menjadi oid

-ic (adjektive), -isch menjadi ik -ical, isch menjadi is


-ism, -isme menjadi isme -ist menjadi is -ure, -uur menjadi ur

-oir (e) menjadi oar


-ty, -teit menjadi tas

KESIMPULAN
Kata serapan merupakan bentuk perkembangan bahasa indonesia berupa penyerapan kata dari bahasa asing. Kata serapan masuk ke dalam bahasa indonesi melalui empat cara yaitu adopsi, adaptasi, penerjemahan dan kreasi Penulisan unsur kata serapan memiliki aturan-aturan tertentu.

TERIMA KASIH