Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN BIOKIMIA KLINIS

UJI KEHAMILAN

ALFRIDA TATSA HAIFA (109102000010) DINA PERMATA WIJAYA (109102000002) HANI HAIFA PUTRI (109102000005) MUHAMMAD ARIF (109102000024) NURFITRIANI (109102000020) SITI ZAMILATUL AZKIYAH (109102000022)

KELOMPOK 2 FARMASI VA

TUJUAN Memperlihatkan bahwa hanya urin wanita hamil yang mengandung hCG (human Chorionic gonadotropine) dan tidak terdapat pada wanita tidak hamil I. LANDASAN TEORI Satu hal yang tidak bisa lepas dari proses kehamilan adalah perubahan hormon yang menyebabkan berbagai perubahan organ dan system tubuh seorang ibu hamil. Hormon itu sendiri merupakan aneka substansi kimia yang dilepaskan kealiran darah untuk merespons suatu rangsangan dan mengaktifkan sel, sesuai dengan hormon yang dibutuhkan dan membutuhkannya. Fertilisasi terjadi pada hari-hari setelah ovulasi yang merupakan titik tengah daur haid. Telur yang telah mengalami proses pembuahan mengapung ke arah tuba fallopi dan masuk ke dalam uterus dimana ovum menanam diri pada endometrium sekretorik yang telah siap.Segera setelah implantasi pada hari ke-21 hingga hari ke-23 dari siklus, dimulai produksi gonadotropin korionik (chorionicgonadotrpin,CG). (HCG) adalah hormon khas kehamilan (ditemukan dalam darah dan urine perempuan hamil). Hormon yangdibentuk oleh trofoblast (lapisan bagian luar janin yang terbentuk pada awal pembentukan janin dan plasenta) ini berfungsi mempertahankan korpus luteum (jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur) yang membuat eksogen dan progesterone sampai plasenta terbentuk seutuhnya.Molekul HCG bersifat dimerik, terdiri dari satu sub unit alfa dan satu sub unit beta, yang khas untuk HCG dan menentukan individualitas antigenik. Proses reaksi antigen anti bodi adalah proses immunilogis, dimana antigen merupakan suatu substansi asing yang bila terdapat didalam organisme menyebabkan timbulnya pembentukan suatu antibodi. Antibodi pada dasarnya adalah suatu jenis protein yang secara barsama-sama disebut immunoglobin. Kelompok antibody antara lain yaitu : Ig A, Ig D, Ig E, Ig M. Masing-masing antibodi mengikat antigen secara spesifik. Sistem urinary terdapat hormone Aldosteron dan ADH (Antidurietik Hormon). Aldosteron dihasilkan oleh kelenjar Ardanal, yang berperan mengasrobsi Na oleh ginjal. ADH dihasilkan oleh kelenjar Hypophyse bagian belakang yang berfungsi mengrangi ekskresi air oleh ginjal. Salah satu cara antibodi menetralisir antigen adalah dengan cara menyebabkan aglutinasi. Terdapatnya HCG dalam urine akan menetralisir anti bodi sehingga tidak terjadi aglutinasi.
2

Sistem urine bertanggung jawab untuk berlangsungnya bermacam-macam produk buangan dari dalam tubuh. Sekresi urine dan mekanisme fungsi ginjal dimulai dari glamerolus yaitu saringan tiap menit kira-kira darah yang mengandung 500 ccm. Plasma menglir melalui semusa glomuluri, dan sekitar 100 ccm (10%) dari iti disaring keluar. Plasma yang berisi garam, glukosa, dan benda halus lainnya disaring sel dan protein plasma terlalu besar untuk dapat menembus pori saringan dan tetap tinggal dalam aliran darah.Cairan yang disaring yaitu filtrate glomerolus, yang kemudian menglir melalui tubulus renalis dan sel-selnya menyerap semua bahan yang diperlukan tubuh serta yang tidak ditinggalkan dengan mengubah-ubah dan mengtur susunan urine disatu sisi dan susunan darah disisi sebaliknya Tingkat keasaman (pH) urine pada manusia berkisar antara 4,5-8 yang bergantung pada kecepatan proses sekresi asam, produksi NH4 dan ekskresi HCO-.(Scrateherd, 1990). Banyak urine yang dialkalis jumplah NH 4 adalah nol, sedangkan urin yang asam jumplahnya maksimal. NH4 yang terbentuk bergantung pada pH cairan tubulus dan kecepatan produksi NH3. Dalam keadaan normal semua glukosa di absrobsi kembali. Air sebagian besar diabsrobsi dan kebanyakan produk buangan dikeluarkan dalam keadaan tertentu. Kemudian tubula menambah bahan pada urine yang mengakibatkan sekresi urin terdiri dari tiga fase yaitu: fitrasi glomulorus, reasrobsi tubula dan sekresi tubula. HCG atau Human Chorionik Gonadotropin adalah suatu gliko protein yang mengandung galaktosa dan heksosamin. HCG disekkresikan ke dalam urine pada awal kehamilan. Prinsip kerja immunological HCG test adalah suatu reaksi penghambatan aglutinasi yang digunakan untuk menunjukan hormone Human Chorionik Gonadotropin yang disekresikan kedalam urine selama masa kehamilan. HCG adalah suatu hormone glikoprotein yang mempertahankan sistem reproduksi wanita dalam keadaan cocok untuk hamil. HCG disintesis pada Retikulum Endoplasma, glikosilase disempurnakan apparatus golgi. Kira-kira sepuluh hari setelah sel telur dibuahi sel sperma di saluran Tuba fallopii, telur yang telah dibuahi berkembang dan memproduksi hCG yang dapat ditemukan dalam darah serta air seni. Keberadaan hormone chorionic gonadotropine ini sudah dapat dideteksi dalam darah sejak hari pertama keterlambatan haid, yang kira-kira merupakah hari keenam sejak pelekatan janin pada dinding rahim.

Kadar hormon ini terus bertambah hingga minggu ke 14-16 kehamilan, terhitung sejak hari terakhir menstruasi. Sebagian besar ibu hamil mengalami penambahan kadar hormon hCG sebanyak dua kali lipat setiap 3 hari. Peningkatan kadar hormon ini biasanya ditandai dengan mual dan pusing yang sering dirasakan para ibu hamil. Setelah itu kadarnya menurun terus secara perlahan, dan hampir mencapai kadar normal beberapa saat setelah persalinan. Tetapi adakalanya kadar hormon ini masih di atas normal sampai 4 minggu setelah persalinan atau keguguran.

Perkiraan Kadar hCG dalam Darah kehamilan trimester kedua Perempuan yang tidak hamil dan Kurang laki-laki 24-28 hari setelah haid terakhir 4-5 minggu (1 bulan) setelah haid terakhir Ibu hamil: 5-6 minggu setelah haid terakhir 14-16 minggu (4 bulan) setelah haid terakhir 3.000-50.000 IU/L kehamilan ketiga Perempuan pasca menopause trimester 1.000-50.000 IU/L Kurang dari 10 IU/l dari 5 IU/l

(international units per liter) 5100 IU/L

50500 IU/L

10010.000 IU/L

12.000270.000 IU/L

Kadar hCG yang lebih tinggi pada ibu hamil biasa ditemui pada kehamilan kembar dan kasus hamil anggur (mola). Sementara pada perempuan yang tidak hamil dan juga laki-laki, kadar hCG di atas normal bisa mengindikasikan adanya tumor pada alat reproduksi. Tak hanya itu, kadar hCG yang terlalu rendah pada ibu hamil pun patut diwaspadai, karena dapat berarti kehamilan terjadi di luar rahim (ektopik) atau kematian janin yang biasa disebut aborsi spontan.

Penentuan uji kehamilan dengan menggunakan sampel urine dapat dilakukan dengan 2cara, yaitu cara biologik dan cara imunologik. Percobaan biologik ini diantaranya caraAscheim Zondek, cara Friedman dan reaksi Galli Manini. Sedangkan uji kehamilansecara imunologik dapat dilakukan dengan cara Direct Latex Aglutination (DLA),berdasarkan terjadinya reaksi HCG dalam urine dengan reaksi antibodi HCG. Dapat puladilakukan dengan cara Latex Aglutination Inhibition (LAI) serta cara HemaglutinationInhibition (HAI). (Siti BK, 1984)Dalam suatu hubungan perkawinan, anak adalah adalah hal yang dinantikan kebanyakanpasangan. Karena itu banyak pasangan yang ingin memastikan keadaan tersebut. Hal inimembuat test kehamilan menjadi sesuatu yang penting. Dari faktor-faktor tersebut,muncul beberapa jenis test kehamilan. Salah satunya yang akan dibahas disini adalah ujikehamilan dengan cara Rapid Test.

II.

ALAT DAN BAHAN

III.

CARA KERJA

IV.

HASIL PENGAMATAN

BAHAN Lingkaran 1 Urin uji (hamil)

Plat Kaca Lingkaran 2 -

Kontrol negatif (perempuan)

1 tetes -

1 tetes Reagen lateks

1 tetes Hasil

1 tetes

Penetasan 1 tetes urin wanita hamil 3 bulan 2 minggu + 1 tetes pereaksi lateks. Kemudian terbentuk

Penetasan 1 tetes urin wanita tidak hamil + 1 tetes pereaksi lateks. Kemudian tidak terbentuk aglutinasi
8

aglutinasi.

Urin wanita hamil terbentuk aglutinasi ( kiri ) dan urin wanita tidak hamil tidak terbentuk aglutinasi ( kanan )

(4)

(3)

(2)

(1)

1. Kelompok 1 : urin wanita hamil 3 bulan 1 minggu terbentuk aglutinasi agak tebal. 2. Kelompok 2 : urin wanita hamil 3 bulan 2 minggu terbentuk aglutinasi sangat tebal. 3. Kelompok 3 : urin wanita hamil 4 bulan 2 minggu terbentuk aglutinasi tipis. 4. Kelompok 4 : urin wanita hamil 6 terbentuk aglutinasi tetapi sangat sedikit.

V.

PEMBAHASAN

Penentuan kehamilan secara imunologik dapat dilakukan secara langsung dengan cara Direct Latex Agglutination (DLA) cara ini lebih mudah, cepat dan lebih sensitif dari cara biologik; walaupun demikian cara Galli Mainini masih tetap digunakan sampai sekarang. Dewasa ini untuk pemeriksaan kehamilan di laboratorium-laboratorium yang paling banyak digunakan adalah cara imunologik dengan cara Latex Agglutination Inhibition. Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara HCG dalam urine dengan antobodi HCG (anti HCG) Pada praktikum kali ini dilakukan uji kehamilan (direct latex agglutination) dengan menggunakan uji urin untuk menunjukkan pada urin wanita hamil tekandung hormon hCG (Human Chorionic Gonadtropine) dan menunjukkan tidak terkandungnya hCG pada urin wanita yang tidak hamil. Pada pengujian direct latex agglutinatin ini menggunakan suspensi lateks yang akan teraglutinasi jika bercampur dengan hCG dan urin. Aglutinasi adalah Teknik yang dapat menentukan antigen atau antibodi secara semikuantitatif, aglutinasi dapat dilihat dengan mata atau dengan mikroskop. Metode aglutinasi yang sering dipakai adalah aglutinasi lateks dan hemaglutinasi, yang masing-masing menggunakan partikel lateks dan sel eritrosit yang dilapisi antibody atau antigen. Tergantung apakah yang hendak ditentukan itu antigen atau antibodi. Cara aglutinasi lateks banyak dipakai untuk menetapkan adanya rheumatoid faktor (RA) atau CRP dalam serum dan Human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin, sedangkan cara hemaglutinasi sering dipakai untuk menetapkan HBsAg dan anti--HBsAg, masing - masing cars reverse passive hemaglu- tination (RPHA) dan passive hemaglutination (PHA), disamping itu juga untuk menetapkan adanya antibodi terhadap Treponema pallidum. Prinsip tes imunologik ini adalah berdasarkan terjadinya reaksi imunologis kimiawi antara hormon hCG dalam urine dengan antobodi (anti HCG). Suspensi lateks mengandung antibody monoclonal anti hCG dengan natrium azida sebagai pengawet sebagai anti hCG dan hormon hCG yang terkandung dalam urin sebagai antigen. Ketika anti hCG (antibodi) bertemu dengan antigen(hormon hCG) maka terbentuklah kompleks imun. Berikut ialah gambaran reaksi yang terjadi:

10

Tiap Kelompok pada praktikum ini melakukan uji kehamilan dengan sampel urin pasien yang berbeda. Pada Kelompok satu, pasien telah hamil selama 3 bulan 1 minggu. Kelompok dua, pasien telah hamil selama 3 bulan 2 minggu. Kelompok tiga, umur kehamilan pasien adalah 4 bulan 2 minggu. Sedangkan, kelompok empat menggunakan sampel urin ibu hamil dengan umur kehamilan 6 bulan. Hasil yang didapat dari pengujian ini lalu dibandingkan dengan kontrol positive dan kontrol negatif yang telah dibuat. Pengamatan secara makroskopis, kesemua sampel urin hamil dari keseluruhan berwarna kuning pekat. Berbeda dengan sampel urin negatif yang lebih terlihat kuning muda. Semua urin diatas masing masing ditetesi pada plat kaca dan ditambahkan suspenie lateks selanjutnya diaduk hingga menyebar rata. Positif hCG ditunjukkan dengan terbentuknya gumpalan bewarna putih pada urin. Hasil yang didapat adalah semua sampel urin ibu hamil yang diamati terjadi aglutinasi yang berarti menunjukkan hasil positif terhadap kandungan hCG. Perbedaan yang terlihat pada masing-masing sampel urin hamil adalah aglutinasi yang terjadi pada sampel urin ibu hamil dengan umur kehamilan 3 bulan lebih terlihat jelas, dengan ukuran gumpalan yang lebih besar, jika dibandingkan dengan ukuran gumpalan pada preparat urin 4,5 bulan dan 6 bulan. Berikut ialah pengamatan dari keseluruhan kelompok: Kelompok 1 : urin wanita hamil 3 bulan 1 minggu terbentuk aglutinasi agak tebal. Kelompok 2 : urin wanita hamil 3 bulan 2 minggu terbentuk aglutinasi sangat tebal. Kelompok 3 : urin wanita hamil 4 bulan 2 minggu terbentuk aglutinasi tipis. Kelompok 4 : urin wanita hamil 6 terbentuk aglutinasi tetapi sangat sedikit.

11

Berdasarkan data pengamatan, jumlah hCG terbanyak terdapat pada sampel urin usia kandungan 3 bulan 2 minggu. Pada sampel urin usia 3 bulan 1 minggu terlihat tak setebal kelompok 2, diperkirakan sampel urin yang dipergunakan telah disimpan dalam jangka waktu lebih dari 24 jam. Namun hasil pengamatan tetap menunjukkan hasil positif adanya hCG dalam urin tersebut. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa usia kandungan mempengaruhi kandungan hCG dalam urin. Dengan uji lateks ini, dapat diperoleh pengamatan semikuantitatif yang ditunjukkan dengan banyak tidaknya jumlah endapan aglutinasi. Pada preparat urin 6 bulan gumpalan yang terbentuk berupa titik-titik halus yang menunjukkan sedikitnya kandungan hCG. Hal ini disebabkan kehamilan telah memasuki akhir dari trimester kedua, sehingga sudah sedikit hCG yang didapat. Dimana pada bulan tersebut hormon hCG yang disekresikan oleh placenta telah berkurang. Hormon hCG diproduksi banyak pada trimester pertama. Akan tetapi hCG tidak specific untuk menentukan kehamilan karena beberapa sekresi hCG disebabkan oleh adanya tumor. Ketika di tambahkan suspensi lateks ke sampel urin hamil, gumpalan dengan segera langsung terbentuk, sehingga perbedaan waktu pada masing-masing preparat tidak terlihat dengan jelas. Diperkiraan jangka waktu yang diperlukan tidak mencapai satu menit, melainkan hanya beberapa detik saja. Hasil yang didapat dari sampel urin yang tidak hamil adalah menghasilkan hasil negatif yaitu tidak terjadinya aglutinasi lateks. hCG yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Hormon hCG mempunyai dua rangkaian rantai peptide yaitu yang mengandung 92 asam amino dan mengandung 145 asam amin. Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) mempertahankan korpus luteum yang terbentuk ketika sel telur dibuahi yang dilanjutkan dengan terjadinya ovulasi. Hormon hCG berdampak pada meningkatnya produksi progesterone oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi hormon hCG akan meningkat hingga hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon ini di ekskresikan melalui urin juga terdapat dalam serum

VI.

KESIMPULAN
12

Pada lingkaran yang berisikan urin (+) hamil, terbentuk endapan putih saat penambahan pereaksi latex

Pada lingkaran yang berisikan urin (-) hamil, tidak terbentuk endapan saat penambahan pereaksi latex

Lateks diasumsikan sebagai antigen

Di dalam urin terdapat antibodi hCG Hasil reaksi antara lateks dan urin yang mengandung hCG akan membentuk aglutinasi

Human Chorionic Gonadotropine (hCG) hanya terdapat pada wanita hamil Pada wanita yang tidak mengandung, hCG (human Chorionic Gonadotropin) tidak ditemukan

Usia kandungan akan mempengaruhi jumlah hCG yang terdapat dalam urin Jumlah hCG maksimal terdapat pada usia kandungan trimester pertama

13

DAFTAR PUSTAKA

Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma, Jakarta, EGC Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI Press http://www.scribd.com/doc/49979631/TES-KEHAMILAN

14