Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM 5

Judul Tujuan Teori


: Pembuatan Koloid : Agar siswa dapat menjelaskan pembuatan koloid dengan cara kondensasi dan cara dispersi. : Kondensasi adalah penggabungan partikel-partikel halus menjadi partikel yang lebih kasar. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi dilakukan melalui : a. Reaksi Redoks Contoh : Pembuatan sol belerang 2H2S(g) + SO2(aq) 2H2O(l) + 3/2 S2(g) b. Hidrolisis Contoh : Pembuatan sol besi (III) hidroksida FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq) (ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH)3 c. Dekomposisi Rangkap Contoh : Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan perak nitrate encer dengan larutan HCl encer. AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq) d. Penggantian Pelarut Contoh : Bila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alcohol akan terbentuk suatu zat Dispersi merupakan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel koloid.Pembuatan koloid dengan cara dispersi dilakukan melalui : a. Cara mekanik Contoh : Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan gula pasir, kemudian mencampur serbuk halus tersebut dengan air. b. Cara Peptisasi Contoh : Endapan Al(OH)3 oleh AlCl3 c. Cara busur bredig Contoh : Cara ini digunakan untuk membuat sol logam. Dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektrode dicelupkan kedalam air,kemudian kedua ujung kawat diberi loncatan listrik.

Alat dan Bahan :


1 2 3 4 5 6 7 8 Lumpang Tabung reaksi Gelas Kimia Rak tabung Pipet tetes Spatula Air suling Gula Pasir 9 10 11 12 13 14 15 16 Belerang serbuk Agar-agar bubuk Kasa Kaki tiga Labu erlenmeyer Pembekar spiritus Gelas ukur 50ml Larutan FeCl2 jenuh

Prosedur kerja :
KEGIATAN 1 : PEMBUATAN SOL BELERANG Campurkan gula dengan serbuk belerang dalam lumpang, gerus sampai halus kemudian bagi menjadi 2 bagian. Ambil satu bagian dari campuran itu, sisihkan. Satu bagian yang masih ada dalam lumpang dicampur dengan satu bagian gula, gerus kembali sampai halus. Ulangi langkah-langkah diatas sampai 4 kali, kemudian tuangkan campuran terakhir ke dalam gelas kimia berisi 100 ml air, apakah belerang larut dalam air? Aduk campuran ini hingga rata. Bandingkan dengan campuran yang hanya terbuat dari sesendok belerang serbuk yang dicampur dengan 100 ml air, amati apakah belerang dapat bercampur dengan air? KEGIATAN 2 : PEMBUATAN SOL AGAR-AGAR DALAM AIR Ambil dua spatula serbuk agar-agar kemudian larutkan kedalam gelas kimia yang berisi 20 ml air mendidih Jika kurang pekat tambahkan lagi agar-agarnya. Aduk hingga semua agar-agar larut, kemudian dinginkan. Perhatikan apa yang terjadi KEGIATAN 3 : PEMBUTAN SOL Fe(OH)2 Panaskan 50ml air dalam gelas kimia 100ml sampai mendidih. Tambahkan larutan FeCl2 jenuh tetes demi tetes ke dalam air mendidih sambil diaduk hingga larutan berwarna coklat. KEGIATAN 4 : PEMBUATAN EMULSI MINYAK-AIR Sediakan 1 buah tabung reaksi. Masukkan 1ml minyak tanah dan 5ml air, sumbat dengan karet, guncangkan dengan kuat. Letakkan tabung pada rak. Sediakan tabung reaksi yang lain, masukkan ke dalamnya 1ml minyak tanah, 5ml air, 1ml larutan sabun, sumbat dengan karet, guncangkan dengak kuat. Letakkan tabung reaksi pada rak.

Hasil Pengamatan :
Kegiatan 1 dan 2
No. 1 2 Kegiatan - Belerang (tdk dihaluskan) + air - Belerang halus + air - Agar-agar dalam air Pengamatan Tidak larut sama kali. Dapat larut dengan baik. Menjadi sol.

Kegiatan 3 dan 4
No. 1. 2. Pengamatan - Sol FeOH2 Dapat larut dalam air mendidih - Pencampuran minyak + air Setelah dicampurkan tidak menyatu - Pencampuran minyak + air + air sabun Setelah dicampurkan dapat menyatu Kegiatan

PERTANYAAN

1. Apakah fungsi gula pada pembuatan sol belerang? Jawab : Sebagai penggerus, untuk memperhalus partikel belerang . 2. Mengapa pada pembuatan sol FeCl2 air sebagai medium perlu dididihkan? Jawab : Air sebagai medium perlu dididihkan untuk membentuk reaksi hidrolisis sehingga terbentuk sol Fe(OH)2.Dimana reaksi hidrolisis merupakan reaksi pembentukan koloid dengan menggunakan pereaksi air. 3. Reaksi apa yang terjadi saat larutan FeCl2 jenuh diteteskan kedalam air mendidih? Tuliskan reaksinya? Jawab : Reaksi hidrolisis FeCl2 + 2H2O Fe(OH)2 + 2HCl 4. Apakah fungsi larutan sabun pada pembuatan emulsi minyak-air? Sebutkan zat-zat lain yang fungsinya seperti sabun pada emulsi minyak-air! Jawab : Larutan sebagai emuglator. Zat-zat lain yang fungsinya seperti sabun pada emulsi minyak-air adalah putih telur, detergen, dan lesitin. 5. Apakah yang dimaksud dengan peptisasi? Manakah dari percobaan yang dilakukan yang termasuk peptisasi? Jawab : Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar suatu endapan dengan bantuan zat pemeptisasi. Dari percobaan yang dilakukan yang termasuk peptisasi yaitu pembuatan sol agar-agar dalam air 6. Apakah perbedaan antara pembuatan koloid dengan cara dispersi dan kondensasi? Pilihlah percobaan yang termasuk pada masing-masing cara itu! Jawab : Cara dispersi yaitu pembuatan koloid dari partikel-partikel kasar yang pecah menjadi partikel-partikel koloid. Dari percobaan yang dilakukan yang termasuk cara dispersi yaitu pembuatan sol Belerang melalui (cara mekanik), pembuatan sol agar-agar dalam air melalui (cara peptisasi). Cara kondensasi yaitu pembuatan koloid dari partikel-partikel kecil yang bergabung menjadi partikel-partikel koloid. Dari percobaan yang dilakukan yang termasuk kondensasi adalah pembuatan sol Fe(OH)2 melalui reaksi hidrolisis.

EVALUASI
1. Sebutkan tiga cara pembuatan koloid, dengan cara DISPERSI beserta contohnya ! a. CARA MEKANIK, contohnya : sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang dengan gula pasir, kemudian mencampur serbuk halus tersebut dengan air b. CARA PEPTISASI,contohnya : endapan Al(OH)3 oleh AlCl3 c. CARA BUSUR BREDIG, contohnya : untuk membuat sol logam,dimana dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektrode dicelupkan ke dalam air, kemudian kedua ujung kawat diberi loncatan listrik. 2. Sebutkan tiga cara pembuatan koloid dengan cara kondensasi, beserta contohnya! a. CARA DEKOMPOSISI RANGKAP, contohnya sol As2S3 dibuat dengan mengalirkangas H2S perlahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk As2S3 yang berwarnakuning terang.

b. REAKSI HIDROLISIS, contohnya: sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. c. REAKSI REDOKS, contohnya : sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya menggunakan pereduksi organik formaldehida HCHO. d. PENGGANTIAN PELARUT, contohnya : pembuatan sol belerang, dimana belerang sukar larut dalam medium air, oleh karena itu air diganti dengan alkohol. Sol belerang dalam air, dibuat dengan cara melarutkan belerang ke dalam alkohol sehingga diperoleh larutan jenuh. Larutan jenuh ini selanjutnya diteteskan sedikit demi sedikit ke dalam air sehingga terbentuk sol belerang.

Dokumentasi :

Gambar 1 : Alat dan Bahan

Gambar 2 : Koloid

Gambar 3 : Gula + belerang

Gambar 4 : Sol belerang

Gambar 5 : Emulsi minyak-air

Gambar 6 : Sol Fe(OH)3