Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM IPA-1

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG PANJANG

Penyusun: AZIZAH NURULAINI RINA HARTANTI RULLY EVITA SARI SITI SAROFAH NIM: 11312279002 NIM: 11312279013 NIM: 11312279015 NIM: 11312279016

PENDIDIKAN IPA (KKT) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN

DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG PANJANG

I.

Tujuan Percobaan Membandingkan pertumbuhan dan perkembangan kacang

panjang di tempat gelap dan tempat terang. II. Latar Belakang Masalah Semua makhluk hidup mengalami tumbuh dan

berkembang. Periode pertumbuhan pada tumbuhan terjadi sepanjang hidupnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor dari dalam tubuh organisme (internal) dan faktor lingkungan (eksternal). Faktor internal antara lain genetik (hereditas), hormon dan enzim, sedangkan faktor lingkungan antara lain cahaya, temperatur, nutrisi, air, ph dan oksigen. Salah satu faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah cahaya. Cahaya dapat menghambat tumbuhan menjadi tinggi meskipun bermanfaat dalam fotosintesis tumbuhan. Dalam percobaan kali ini kita akan membandingkan faktor cahaya yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dengan membandingkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang di tempat terang dan di tempat gelap. III. Dasar Teori Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang bersifat permanen (tetap) sehingga dapat diukur secara kuantitatif dan tidak dapat balik

(Irrevisible),

sedangkan

perkembangan

adalah

proses

perubahan dalam bentuk. Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawali sejak terjadi fertilisasi. Calon tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau oleh angin. Nama lain rumput yang mudah digoyangkan proses perkembangan adalah

morfogenesis. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama proses tersebut adalah sebagai berikut : a. Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak. b. Tahap pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya vakuola. c. Tahap diferensiasi sel, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: a. Pertumbuhan dan Perkembangan Awal Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan disebabkan oleh penyerapan air ke dalam melangsungkan

calon daun (calon akar). Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan planula (yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang di dalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, yang disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Di dekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon. Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di dalamnya dikeluarkan ketiadaan sehingga air, biji biji mengalami dapat dehidrasi. Akibat proses tidak melangsungkan

metabolisme sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup. b. Perkembangan Embrio Embrio berkembang di dalam biji. Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangkaian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor. Embrio di dalam bakal biji (ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon. Kotiledon dan berfungsi untuk menyimpan (germinasi). Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum cadangan makanan perkecambahan

terdiferensiasi, yaitu meristem apical ujung (terminal) dan meristem apical akar. Sel-sel tersebut berada dalam kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar. Perkembangan embrio terhenti setelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan. Endosperma makanan yang terdapat dalam biji yang matang telah terdiferensiasi menjadi lapisan terluar sel (aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel-sel aleuron menyintesis enzim amilase. Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati di dalam endosperma menjadi gula yang dapat digunakan oleh embrio. c. Perkecambahan Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula. Tahapan perkecambahan Perkembangan biji berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormon ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis). Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk ke dalam pada kotiledon akhirnya membengkak. Pembengkakan tersebut

menyebabkan pecahnya testa. Awal perkembangan didahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan karbohidrase) dan segera bekerja mengubah molekul protein hormon pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease menjadi asam amino. Asam amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membran sel dan sitoplasma. Timbunan pati diuraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio. Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis. Tipe Perkecambahan Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.

Macam-Macam Pertumbuhan Pada Tumbuhan a. Pertumbuhan primer Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu: 1. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel 2. Daerah di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik). perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang. 3. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang selselnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus. b. Pertumbuhan sekunder Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan a. Faktor eksternal/lingkungan Faktor ini merupakan dengan faktor luar faktor yang erat sekali dan yang hubungannya perkembangan. proses pertumbuhan eksternal

Beberapa

mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai

berikut: 1. Air dan mineral Air dan mineral diperlukan tumbuhan untuk melakukan bermacam-macam fotosintesis. 2. Kelembaban Kelembaban yang rendah menyebabkan penguapan yang tinggi sehingga penyerapan air dan mineral semakin tinggi. Tetapi kelembaban yang terlalu rendah dapat menyebabkan tumbuhan kekurangan air sehingga layu. 3. Suhu Suhu mempengaruhi kerja di enzim dalam sehingga tumbuhan. mempengaruhi suhu optimum. 4. Cahaya Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya Cahaya juga digunakan berperan untuk dalam pada proses proses proses fotosintesis. sebagai metabolisme proses metabolisme, misalnya

Metabolisme tumbuhan akan bekerja paling baik pada

pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat penghambat (inhibitor) pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi. 5. Udara Oksigen mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seluruh bagian tumbuhan. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan yang besar untuk menyimpan oksigen. Oksigen dimanfaatkan tumbuhan

untuk respirasi. b. Faktor internal Faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. IV. Alat Cawan Toples Kertas Pensil Bahan Biji kacang panjang Kapas Air V. Cara Kerja 1. Merendam biji kacang panjang dengan air selama 1 malam 2. Menyiapkan 2 buah cawan 3. Meletakkan kapas yang telah dibasahi dengan air secukupnya ke dalam masing-masing cawan 4. Menanam biji kacang panjang di masing-masing cawan sebanyak 2 buah 5. Memberi tanda masing-masing cawan dengan label A dan B 6. Menempatkan cahaya 7. Menempatkan cawan B di tempat yang gelap dan menutupnya dengan toples 8. Menyiram biji kacang pada masing-masing cawan cawan A di tempat yang terkena 4 biji 2 lembar secukupnya 2 buah 1 buah 1 lembar 1 buah Alat dan Bahan

dengan

air

secukupnya.

Frekuensi

penyiraman

dilakukan 1 kali sehari 9. Mengamati pertumbuhan dan perkembangan setiap hari dengan mengukur pertambahan panjang yang terjadi VI. N o Hasil Percobaan Tabel hasil percobaan Hari Panjang Kecambah Tempat terang 1 2 3 4 5 VII. Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima Pembahasan Hasil percobaan menghasilkan data kuantitatif yaitu (Cawan A) 0,5 cm 1,7 cm 2,1 cm 5,7 cm 7,1 cm Tempat gelap (Cawan B) 0,5 cm 2,8 cm 5,1 cm 14,1 cm 16,8 cm

panjang perkecambahan yang diamati selama 5 hari. Dari data di atas dapat dilihat perkecambahan yang terjadi di tempat gelap lebih panjang dibandingkan perkecambahan yang terjadi di tempat terang. Pada hari keempat, biji kacang panjang yang diletakkan di tempat gelap sudah mulai tumbuh akar. Kemudian pada hari kelima sudah mulai tumbuh daun tetapi daunnya berwarna kuning pucat. Sedangkan biji kacang panjang yang diletakkan di tempat terang belum muncul daunnya. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa biji kacang panjang yang diletakkan di tempat gelap mempunyai

pertumbuhan panjang yang lebih cepat bila dibandingkan dengan biji kacang panjang yang diletakkan di tempat terang. Salah satu penyebab terjadinya pertumbuhan yang cepat pada kacang panjang yang diletakkan di tempat gelap adalah adanya faktor yang berasal dari tumbuhan kacang panjang. Faktor tersebut adalah adanya hormon auksin. Auksin adalah suatu hormon untuk merangsang pertumbuhan. Peran auksin pada tumbuhan adalah berpengaruh terhadap pemanjangan sel dan pembelahan, merangsang aktivitas kambium dan pembentukan pembuluh xilem dan floem, merangsang pembentukan bunga, merangsang pertumbuhan tanpa biji, dan lain-lain. Peran hormon auksin yang penting dalam proses perkecambahan adalah merangsang pemanjangan sel pada tunas muda yang sedang berkembang. Hormon auksin dihasilkan pada koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan. Jika terkena cahaya matahari maka hormon auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini menyebabkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya tumbuhan akan tumbuh membengkok ke arah cahaya matahari. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral. Bila tunas apikal batang dipotong maka tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini yang disebut dominasi apikal. Hal ini yang menyebabkan kecambah yang di tempat gelap lebih cepat tinggi dibandingkan kecambah yang di tempat terang. Meskipun pertumbuhan di tempat gelap lebih cepat tinggi tetapi tumbuhan tersebut memiliki kekurangan yaitu batangnya lemah dan tanamannya terlihat pucat kekuningan,

kurus dan daun tidak berkembang (etiolasi). Bila dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di tempat terang maka tanamannya memiliki struktur batang yang kuat, tanamannya terlihat hijau segar dan daunnya dapat berkembang dengan baik meskipun pertumbuhan tingginya relatif lambat. VIII. Kesimpulan Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tumbuhan yang diletakkan di tempat gelap akan tumbuh tinggi lebih cepat dibandingkan tumbuhan yang diletakkan di tempat terang karena pengaruh adanya hormon auksin. Hormon auksin akan rusak jika terkena cahaya sehingga batang tumbuhan lebih pendek. IX. Daftar Pustaka

Anonim. (2009). Pertumbuhan dan Perkembangan. www.silvia261.blogspot.com/2009/08/laporan-praktikumbiologi.html. Diakses tanggal 18 Februari 2012 Indrias Desy. ( ). Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan. www.authorstream.com/Presentation/Dhes_Chy-400151. Diakses tanggal 17 Februari 2012 Widuri Citra. ( ). Pertumbuhan dan Perkembangan. www.authorstream.com/Presentation/widuriitha-975604. Diakses tanggal 17 Februari 2012

Anda mungkin juga menyukai