P. 1
As Ma

As Ma

|Views: 22|Likes:
Dipublikasikan oleh Hery Pranoto

More info:

Published by: Hery Pranoto on May 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2012

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN ASMA PENGERTIAN Asma merupakan penurunan fungsi paru dan hiperresposivitas jalan nafas terhadap berbagai

rangsangan (stimulus). Karakteristik penyakit merupakan bronkosphasme, hipeasekresi mukosa dan perubahan inflamasi pada jalan nafas. (Campbel, Haggerety, 1990) Status asmatikus mengacu pada kasus asma yang berat yang tidak berespon pada tindakan konversional ini merupakan situasi yang mengancam kehidupan dan memerlukan tindakan segera. PATOFISIOLOGI Alergen masuk kedalam tubuh, kemudian alergen ini akan merangsang sel B untuk menghasilkan Sel Anti Alergen, karena terjadi penyimpangan dalam sistem pertahanan tubuh, maka terbentuklah Ig. E. pada penderita alergi sangat mudah memperoduksi Ig. E dan selain beredar didalam darah juga akan menempel pada basofit dan metosit. Bila suatu saat penderita berhubungan dengan allergen lagi, maka alergen akan berikatan dengan Ig. E yang menempel pada matosit, dan selanjutnya sel ini mengeluarkan zat kimia yang disebut mediator kejaringan sekitarnya. Mediator yang dilepas di sekitar daerah hidung akan menyebabkan bersin-bersin dan pilek. Sedangkan mediator yang dilepas pada saluran pernafasan akan menyebabkan saluran nafas menkerut, produksi lendir meningkat, selaput lendir saluran pernafasan membengkak dan sel-sel peradangan berkumpul disekitar saluran nafas, komponen-komponen itu menyebabkan penyempitan saluran pernafasan. FAKTOR PENCETUS Alergen Infeksi saluran nafas Obat-obatan Lingkungan dan lain-lain Salurann nafas normal Kepekaan saluran nafas yang berlebihan Tidak terjadi asma

Terjadi asma

Dada seperti tertekan / terikat. Agonis B2 (salbutamol 5 mg atau Feneterol 2. . c. Obstruksi jalan nafas dapat reversible secara spontan maupun dengan pengobatan. asma alergik (extrensik) yang terjadi pada saat anak-anak terjadi karena kontak dengan elergen dengan penderita yang sensitif. Wheizing b. BGA) Skin test Test Provakasi Bronchial MANIFESTASI KELINIS Gejala yang timbul biasanya berhubungan dengan beratnya derajat hiparaktivitas bronchus. Asma campuran yang serangannya diawali oleh infeksi virus. Gejala asma antara lain : a. Pemberian agonis B2 dapat secara subcutan atau IV dengan dosis salbutamol 0. serangan dicetuskan oleh infeksi pada sinus atau cabang Bronchial.ETIOLOGI Dua tipe dasar immonologik dan immonulogik.25 mg atau terbutalin 0. Pernafasan cuping hidung.5 mg) Intansi mebulasi dan pemberian dapat diulang setiap 20 menit sampai 1 jam. PEMERIKSAAN PENUNJANG Test fungsi paru (spirometer) Foto thorak Pemeriksaaan darah (DL. pada saat lain serangan dicetuskan oleh faktor yang berbeda juga dapat dicetuskan oleh perubahan suhu dan kelemahan. bakteri atau alergen. uap. e. Bentuk produktif. biasanya terjadi pada usia 3 tahun keatas. bau-bauan dan lain-lain. TERAPI • • Oksigen 4 – 6 liter/menit. Sesak nafas d. Asma non immonologik dan non alergik (intrunsik).25 mg dalam berutan dextrose 5% dan diberikan perubahan. biasanya malam hari. mengiritasi. asap.

pengangkatan bahu sewaktu bernafas) • Sistem hemodinamik Dehidrasi Sianosis Takikardi • Sistem urinarie Produksi urin Frekuensi BAK • Sistem kardiovaskuler. retreksi strum. jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam sebelumnya maka cukup diberikan setengah dosis. Hard rate Irama • Psikososial Gelisah Ketakutan kecemasan 2) Pemeriksaan fisik yang didasarkan pada suatu pengkajian .• • Aminophilin bolus IV 5-6 mg/kg BB. Kortikosteroid hidrokortison 100 – 200mg IV jika tidak ada respon segera tau pasien sedang menggunakan steroid oral atau dalam serangan sangat berat. KONSEP DASAR KEPERAWATAN  Pengkajian Data Dasar 1) Riwayat pemajanan pada faktor-faktor yang biasanya mencetuskan serangan Asma • • • • • Stress emosi Infeksi saluran nafas atas Alergen Kegagalan dalam mengobatan asma Sistem pernafasan Mengi (wheizing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoscope Sesak bernafas Orthopnea Penggunaan otot – otot asesori pernafasan (cuping hidung.

selanjutnya Pa CO2 meningkat diatas normal sesuai dengan meningkatnya tahanan jalanan nafas. c) Berikan O2 melalui karulanasol 4 lit/menit Rasional : Pemberian oksigen mengurangi kerja otot pernafasan. sekresi kental dan bronkosposme Resiko tinggi terhadap infektif pola pernafasan berhubungan dengan peningkatan kerja pernafasan. 4) Pada episode akut Masalah kolaboratif Potensial komplikasi → * Hipoksemia * Gagal nafas akut 5) Diagnosa keperawatan Gangguan pemenuhan oksigen berhubungan dengan Asma kronik. Rasional : Untuk mengidentifikasi kearah kemajuan / penyimpangan dari . Sinar x perlu memperlihatkan disfensi alveoli. Nadi okasimetri. hipoksemia. hasil pasien. 6) Intervensi dan relevansi a) Pantau • • • • • Status pernafasan setiap 4 jam. Pemgumpulan sputum untuk pemeriksaan kultur dan test sensivitas untuk menentukan infeksi dan mengidentifikasi antimikroba yang cocok dalam mengobati infeksi yang terjadi. Infektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi mocus. fungsi paru dan analisa sputum Intake dan output. b) Tempatkan posisi pasien pada fowler Rasional : Posisi tegak menunjukkan ekspansi paru lebih baik. agitasi dan ancaman gagal nafas. Hasil sinar X dada. Jumlah sel darah menunjukkan peningkatan eosinofil Pemeriksaan fungsi paru menunjukkan penurunan kekuatan kapasitas vital.3) Pemeriksaan laboratorium GDA menyatakan Hipokepneua (Pa CO2 < 35 mmHg) di sebabkan menurunnya perfusi ventilasi. Hasil BGA.

seperti : epineprin. Kebanyakan Px mengalami dehidrasi ketika mereka meminta pertolongan medis. Rasional : tingkat kecemasan yang tinggi menghambat pembelajaran. Rasional : Untuk memudahkan nafas dalam mencegah eteletasis g) Gunakan penjelasan yang mudah dan sungkat bila memberikan informasi atau instruksi dan jelaskan tujuan dari semua pengobatan dan pemeriksaan fisik dan diagnostik. e) Berikan pengobatan yang telah ditentukan. Aminophilin melebarkan bronchulus dengan merangsang produksi zat kimia yang menghambat penyempitan otot Bronchial. Rasional : Untuk menunjukkan rehidrasi yang cepat dapat mengkaji keadaan vaskuler untuk pemberian obat-obatan darurat. animo philin dan kertikosteroid.d) Pemberian IV therapy sesuai anjuran. Rasional : Epineprin dan terbutalin menghentikan reaksi alergen dan dilatasi broncholus dengan meniadakan aktivitas Histamin. . Terbuthalin. lakukan perawatan infus. kortikosteroid mengurangi peradangan lapisan mukosa bronchial f) Gunakan spirometez setiap 2 jam. penjelasan tentang apa diharapkan membantu mengontrol cemas.

dan RS. 1998. IV) Aspek psikososial a) Pola motorik / sensori Normal b) Persepsi diri Hal yang diperkirakan saat ini : Takut pada kematian dan pembiayaan Harapan setelah perawatan : Klien sembuh dan bisa bekerja kembali. Dr.ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ASMA Pengkajian I) Identitas Nama Jenis kelamin Suku Pekerjaan Tanggal MRS Diagnosa II) : : : : : : : Usia Agama Pendidikan Alamat : : : : Status kesehatan saat ini a) Alasan datang ke RS. 2001). Sejak SMP – SMU suka merokok. . Haji selama 3 x berturut-turut karena sesak nafas (1996. b) Keluhan utama MRS c) Faktor pencetus d) Lama keluhan e) Faktor yang mempercepat III) Riwayat penyakit dahulu Pernah masuk RS. Soetomo untuk check up paru. Hubungan dan komunikasi : Hubungan dengan petugas kesehatan agak acuh dan pola komunikasi terputus karena sesak.

V) Pemeriksaan Fisik TD RR TB BB S N • : : : : : : Sistem pernafasan a) Pernafasan : cuping hidung seperti tercekik. BAK 2x (± 400 CC) • Sistem integumen a) Kulit : Tampak pucat b) Kelembaban : Lembab c) Turgor : Baik VI) Pemeriksaan penunjang HB Trombosit GDA Creat • Sputum : TTH – Leukosit DCV SGOT Elektrolit : K N . b) Tampak kesulitan dalam bernafas atau sesak. c) Pengangkatan bahu sewaktu bernafas d) Suara nafas wheizing e) Expensi paru : normal / simetris f) Batuk + mukus sulit dikeluarkan • Sistem hemodinamik a) Sianosis (-) b) Diaporesis (+) c) Dehidrasi (-) d) Nadi : 100 x/mnt (takikardia) e) Irama : reguler • Sistem urinarie a) Produksi urine (+) b) Frek.

5 * N : 100x/mnt * RR : 32/mnt * HCO2 : 28. I.7 • Subyektif Merasa sakit bernafas dan terasa tercekik bahu Kemungkinan penyebab Bronkospasme Masalah Gangguan pertukaran gas . pernafasan cuping hidung Pengangkatan sewaktu bernafas * Whezing + * PCO2 : 47. O MBC VII) Terapi • • • • • • • Oksigen : 4 liter/mnt Inf.• BGA PH PO2 BE Et CO2 PCO2 HCO2 SaO2 • Faal Paru V Kapasity FVC FEV. NaCl + aminophilin 2 amp 15 tts/mnt dalam 12 jam Dexametasol 3x 1 amp IV Bricasma 3 x ½ amp SC Nebuliser : ventalin + nasal Fisioterapi dada Bisolvan syrup VIII) Analisa data Data • Obyektif Sesak nafas.

sekresi kental c) Resiko kekurangan diaphoresis X) Intervensi dan rasionalisasi 1) berhubungan dengan bronkhopasme a) suplement oksigen 4 L/mnt Rasional : mengurangi beban kerja otot-otot pernafasan b) pasien pada posisi fowlers Rasional : memungkinkan ekspansi paru lebih baik c) ingalasi dengan nebilizer (ventalin 2. seperti : Makanan alergen Menghindarkan aktivitas fisik yang berlebihan Menghindari strees emotional Memakai kasur busa dan lain-lain Pemberian Pemberian obta Penempatan Pemberian Gangguan pertukaran gas cairan berhubungan dengan hiperventilasi dan .IX) Diagnosa keperawatan a) Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan bronkhopasme b) Inefektir bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi mulkus.5 mg) Rasional : Bronchus menjadi dilatasi karena ventalin bersifat bronchodilator d) aminophilin dripdan + 3 x 1/2 amp Bricasma SC Rasional : Aminophilin melebarkan bronchus dengan merangsang peningkatan produksi zat kimia yang menghambat penyempitan otot bronchial XI) Faktor pemulangan Health education a) Mengenalkan faktor-faktor pencetus dan mengenalkannya.

“Kapita Selecta Kedokteran”. Edisi III . Asma. Heru (1995).DAFTAR PUSTAKA • • • Carpeniti J L (1999). Edis II Sundaru. “Rencana Asuhan Keperawatan Dan Dokumentasi Keperawatan” edisi 2 FKUI (1999). Apa dan Bagaiman Pengobatannya”.

113.001 . FIQQY FIERLY Nim : 05.LAPORAN PENDAHULUAN TENTANG ASMA BRONCHIALE Oleh : ACH.

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UM SURABAYA 2006 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->