Anda di halaman 1dari 4

Pewarnaan mikroorganisme Suzy Andriani

Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi, dan sifat yang khas, begitu pula bakteri.Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, salah satu cara untuk mengamati bentuk sel sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan.Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalai serangkaian pengecatan. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (coccus,basil,spirilum,dsb) dapat dibedakan pewarnan sederhana.Istilah pewarnaan sederhana dapat diartika dalam mewarnnai sel-selnya hanya digunakan satu macam zat warnanya.Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karna sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewrnaan sederhana umumnya bersifat alkalin(komponen kromoforiknya bermuatan positif.) Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna, substrat, intensifikasi pewarnaan dengan menggunakan zat warna penutup.Berdasarkan hal diatas maka dilakukanlah praktikum untuk mengetahui teknik pewarnan mikroorganisme baik itu dengan pengecatan sederhana, pengecatan negative, pengecata gram. a. Pengecatan sederhana Pengecatan sederhan digunakan untuk mempelihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajambentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri ,dengan cara mewarnai sel mikroba dengan zat warna yang umumnya berifat alkalin (kromatifnyaermuatn positif) misalnya methylen blue,safranin,atau Kristal ungu. Metodologi pengecatan sederhana Memuat prprat oles,kemudian di fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. Teteskan zat pewarna diatas preparat tersebut sebanyak 1-2 tetes dan membiarkan selama 1-2 menit. Cuci/bilas dengan air mengalir sampai zat pewarna tercuci habis,keringkan hati-hati menggunakan tisu rol. Tetesi dengan minyak imersi,amati dibawah mikroskop

b. Pewarnaan negative Pada pengecatn ini digunakan cat asam nirosin (tinta Cina).Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran,bentuk dan tata letak sel.Setelah pengamatan di bawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna (berwarna putih/transparan/temus pandang) Metologi pewarnaan negative Memersihkan gelas objek dengan alcohol agar bebas lemak. Teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu objek glass. Biakan diambil lalu dicampurkan di teteskan nirosin tadi Tempelkan sisi objek gelas lain pada sampel tersebut kemudian di geserkan ke samping kiri Biarkan preparat mongering di udara,jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api Amati dibawah mikroskop dengan menggunakan minyak imersi

c. Pewarnaan Gram Pengecatan ini termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan gram positif.Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikon di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri.Umumnya pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yang terdiri dari Kristal violet sebagai zat utamanya ,lugol sebagai pengintesifan cat utama,alcohol sebagai pemucat dan safranin atau fuchsin sebagai cat penutup.Pada pewarnaan gram,bakteri gram negative akan menghasilkan warna ungu merah sedangkan gram positif akan berwarna ungu biru.Hal ini disebabkan karena bakteri gram positif cenderung mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol,sementara bakteri gram negatif tidak,tetapi mengambil warna safrani. Metodologi pewarnaan gram Menyediakan prepara oles,kemudian di fiksasi,

Meneteskan larutan Kristal violet sebagai pewarnaan utama preparat,tunggu 1-5 menit,cuci/bilas kemudian keringkan dengan hati-hati menggunakan tissue rol.

Teteskan lugol,lalu tunggu 60 detik,dicuci dengan akuades mengalir Beri larutan pemucat (etanol 96% aseton),jangan sampai terlalu banyak (ovordecolorize) tunggu selama 30 menit,bilas dengan aquades mengalir

Teteskan safranin dan tunggu 1-2 menit,ilas keringkan dengan tissue dengan menempelkan di sisi ulasan (jangan sampai merusak ulasan),lalu biarkan mengering di udara

Setelah melakukan pengamatan kita akan dapat mengetahui dan membedakan bakteri gram positif dan negative berdasarkan ciri-ciri seagai berikut : Ciri-ciri bakteri gram negative Struktur dindingnya (dinding selnya) tipis,sekitar 10-15 mm,berlapis tiga atsu multilayer. Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%),peptidoglikon terdapat di dalam lapisan kaku,sebelah dalam jumlah sedikit 10% dari berat kering,tidak mengandung asam tekoat. Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dsar misalnya Kristal ungu. Komposisi nutrisi yang tidak dibutuhkan relatif sederhana Tidak resisten terhadap gangguan fisik

Ciri-ciri bakteri gram positif Struktur dindingnya (dinding sel) tebal,sekitar 15-80 nm,berlapis tunggal atau monolayer Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%),peptidoglikon ada yang sebagai lapisan tunggal.Komponen utama merupakan leih dari 50% berat ringan mengandung asam tekoat. Bersifat rentan terhadap penisilin Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti Kristal violet Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.

Leih resisten terhadap gangguan fisik.

Koefisien Fenol Tujuan dari koefisien fenol adalah menentukan daya hambat suatu sediaan yang berpotensi sebagai antiseptika atau desinfektan,dengan membandingkan terhadap standar fenol (kofisien fenol) Prinsip Perbandingan aktivasi fenol dengan pengenceran baku terhadap aktivitas sampel dengan pengenceran tertentu.MIC (konsentrasi terendah dimana pertumbuhan) suatu antiseptic terhadap bakteri tertentu.Metode pengenceran bertingkat,dengan mengurangi konsentrasi zat sebanyak setengah dari konsentrasi awal dengan volume yang sama.Metode turbidometri,menentukan takaran dengan melihat kekeruhan yang terjadi setelah percoban dilakukan. Adapun keunggulan dari golongan-golingan fenol dan fenol terhalogenasi adalah sifatnya yang stabil,persisten dan ramah terhadap beberapa jenis material,sedangkan kerugiannya antara lain susah terbiodegradsi,esifat racun dan korosif. Fenol berfungsi dalam pembuatan obat-obat (bagian dari produksi aspirin,pembasmi rumput liar,dan lainnya.Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka.