P. 1
Dampak Merger & Akuisisi Thdp Lapkeu

Dampak Merger & Akuisisi Thdp Lapkeu

|Views: 262|Likes:
Dipublikasikan oleh Olikh Kafk MilanCapolista

More info:

Published by: Olikh Kafk MilanCapolista on May 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

ANALISIS DAMPAK JANGKA PANJANG MERGER DAN AKUISISI

TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
PENGAKUSISI DAN PERUSAHAAN DIAKUISISI
DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)



SKRIPSI





oleh

Nama : Murni Hadiningsih
Nomor Mahasiswa : 03311088
Program Studi : Manajemen
Bidang Konsentrasi : Keuangan


UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
FAKULTAS EKONOMI
YOGYAKARTA
2007
ANALISIS DAMPAK JANGKA PANJANG MERGER DAN AKUISISI
TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
PENGAKUSISI DAN PERUSAHAAN DIAKUISISI
DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

SKRIPSI

ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhir
guna memperoleh gelar sarjana Strata-1 di Program Studi Manajemen,
Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia



oleh

Nama : Murni Hadiningsih
Nomor Mahasiswa : 03311088
Program Studi : Manajemen
Bidang Konsentrasi : Keuangan


UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
FAKULTAS EKONOMI
YOGYAKARTA
2007
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

“Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu
Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau
pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang secara
tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam referensi. Apabila kemudian
hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar, saya sanggup menerima
hukuman/sanksi apapun sesuai peraturan yang berlaku.”





Yogyakarta, Agustus 2007
Penulis,


Murni Hadiningsih






HALAMAN MOTTO



“ Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sepadan dengan
kemampuannya. Bagi seseorang, pahala yang ia buat dan baginya pula dosa
yang ia buat. Wahai Tuhan kami, janganlah kami disiksa karena kami lalai atau
keliru. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban berat,
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang sebelum kami. Dan janganlah
pula Kau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak mampu kami lakukan.
Maafkan dan ampunilah serta kasihanilah kami, Engkau Pelindung Kami.
Tolonglah kami menghadapi orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqarah:286)


“Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan”. (QS. Al Insyiroh:6)


“Setiap ada usaha, pasti ada jalan”














HALAMAN PERSEMBAHAN




























Hasil karya ‘besar’ ini kupersembahkan kepada:
• Allah SWT atas kekuatan dan
kemudahan yang Ia berikan.
• Bapak dan ibuku tercinta yang telah
memberi kasih sayang, doa dan
perhatian.



ABSTRAK


Dalam penelitian ini judul yang diambil adalah Analisis Dampak J angka
Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi
dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek J akarta. Tujuan Penelitian dengan judul
tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh aksi perusahaan dalam melakukan
merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakusisi dan
perusahaan yang diakusisisi dalam jangka panjang dengan pertimbangan sinergi
yang diharapkan dapat terlihat dalam jangka panjang.
Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio
keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage dan rasio
profitabilitas dan return saham dengan jangka waktu satu tahun sebelum, satu dan
dua tahun sesudah merger dan akuisisi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 14
perusahaan pengakuisisi dan 12 perusahaan yang diakuisisi
Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan
rasio keuangan secara menyeluruh antara satu tahun dengan satu tahun sesudah
dan satu tahun sebelum merger dan akuisisi baik pada perusahaan pengakuisisi
dan perusahaan yang diakuisisi. Pada sisi return saham, Average Abnormal
Return (AAR) pada perusahaan pengakuisisi mengalami penurunan signifikan
pada masa menjelang dan sesudah peristiwa merger dan akuisisi, sedangkan pada
perusahaan yang diakuisisi tidak terjadi perubahan secara menyeluruh dengan
adanya peristiwa merger dan akuisisi.
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan secara umum bahwa
merger dan akuisisi tidak berpengaruh secara signifikan pada kinerja keuangan
yang diproksikan dengan rasio keuangan dan return saham pada perusahaan
pengakuisisi dan perusahaan diakuisisi. Sinergi yang diharapkan tidak tercapai.
Hal ini mungkin dikarenakan lemahnya strategi, kurangnya pengalaman merger
dan akuisisi pada perusahaan pengakuisisi dan faktor non ekonomis yaitu untuk
menyelamatkan perusahaan target dari kebangkrutan.







KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karunianya-Nya kepada penulis. Salam dan sholawat kepada Nabi Muhammad
SAW beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya sampai hari pembalasan
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Dampak
Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta
(BEJ)”.
Skripsi ini disusun guna melengkapi persyaratan untuk mendapatkan gelar
kesarjanaan pada Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Dalam proses penulisan skripsi ini, terdapat beberapa hambatan dan kesulitan.
Namun semangat, ketekunan, kerja keras, dorongan dan bantuan dari berbagai
pihak.
Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis hendak mengucapkan banyak
terima kasih khususnya kepada :
1. Bapak Drs. H. Asma’i Ishak, M.Bus.,Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Indonesia.

2. Bapak Dr. Zaenal Arifin, M.Si selaku Ketua J urusan sekaligus dosen
pembimbing yang telah dengan sabar memberi pengarahan, koreksi dan
bimbingan dalam proses penyusunan skripsi ini.
3. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan kasih sayang, dukungannya
kepada penulis dalam mengerjakan skripsi ini. Beserta kakak-kakakku yang
telah memberi dorongan bagi penulis untuk mengerjakan skripsi ini.
4. Teman-teman manajemen angkatan 2003, elli, mey, vita, dita, jaza, sista, dan
teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
5. Teman-teman KKN angkatan 32 unit 21.
6. Kepada para pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung
membantu dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyususunan skripsi ini masih banyak
kekurangannya. Mungkin hal ini karena terbatasnya pengetahuan maupun
pengalaman penulis. Oleh karena itu penulis mohon maaf sesbesar-besarnya dan
penulis dengan terbuka menerima saran dan kritik yang sifatnya memperbaiki.
Semoga hasil penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkan di masa mendatang.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, Agustus 2007


Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL DEPAN SKRIPSI.................................................. i
HALAMAN J UDUL SKRIPSI.................................................................... ii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME................................................. iii
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI...................................................... iv
HALAMAN PENGESAHAN UJ IAN SKRIPSI......................................... v
HALAMAN MOTTO................................................................................. vi
HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................. vii
ABSTRAK.................................................................................................. viii
KATA PENGANTAR................................................................................ ix
DAFTAR ISI............................................................................................... xi
DAFTAR TABEL....................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. xiv

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah..................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah Penelitian.............................................. 4
1.3. Tujuan Penelitian................................................................ 4
1.4. Manfaat Penelitian............................................................. 4
1.5. Sistematika Penulisan......................................................... 5

BAB II. KAJ IAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori................................................................... 7
2.2. Hasil Penelitian Terdahulu................................................. 27
2.3. Formulasi Hipotesis........................................................... 29



BAB III. METODE PENELITIAN
3.1. Populasi dan Sampel.......................................................... 30
3.2. Data dan Sumber Data....................................................... 32
3.3. Definisi Operasional Variabel Penelitian.......................... 33
3.4. Alat Analisisis................................................................... 34
3.5. Teknik Analisis Data........................................................ 37

BAB VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Analisis Rasio Likuiditas................................................... 38
4.2. Analisis Rasio Aktivitas.................................................... 45
4.3. Analisis Rasio Leverage.................................................... 56
4.4. Analisis Rasio Profitabilitas.............................................. 59
4.5. Analisis Return Saham...................................................... 72

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan....................................................................... 80
5.2. Saran.................................................................................. 82

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 83

LAMPIRAN








DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
3.1. Daftar perusahaan pengakuisisi tahun 2000-2004............................. 31
3.2. Daftar perusahaan diakuisisi tahun 2000-2004.................................. 32
4.1. Current Ratio Perusahaan Pengakuisisi............................................. 39
4.2. Uji Paired SampleT-Test: Current ratio Perusahaan Pengakuisisi..... 39
4.3. Current Ratio Perusahaan Diakuisisi................................................. 40
4.4. Uji Paired SampleT-Test: Current ratio Perusahaan Diakuisisi....... 41
4.5. Quick Ratio Perusahaan Pengakuisisi............................................... 42
4.6. Uji Paired SampleT-Test: Quick ratio Perusahaan Pengakuisisi...... 42
4.7. Quick Ratio Perusahaan Diakuisisi................................................... 43
4.8. Uji Paired SampleT-Test: Quick ratio Perusahaan Diakuisisi.......... 44
4.9. Fixed asset turn over Perusahaan Pengakuisisi................................ 46
4.10. Uji Paired SampleT-Test: Fixed asset turnover Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 46
4.11. Fixed asset turn over Perusahaan Diakuisisi................................... 47
4.12. Uji Paired SampleT-Test: Fixed asset turnover Perusahaan
Diakuisisi......................................................................................... 48
4.13. Total asset turn over Perusahaan Pengakuisisi................................ 49
4.14. Uji Paired SampleT-Test: Total asset turn over Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 49
4.15. Total asset turn over Perusahaan Diakuisisi.................................... 50
4.16. Uji Paired SampleT-Test: Total asset turn over Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 50
4.17. Debt to total asset ratio Perusahaan Pengakuisisi........................... 53
4.18. Uji Paired SampleT-Test: Debt to total asset ratio Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 53
4.19. Debt to total asset ratio Perusahaan Diakuisisi............................... 54
4.20. Uji Paired SampleT-Test: Debt to total asset ratio Perusahaan
Diakuisisi......................................................................................... 55
4.21. Debt to total equity ratio Perusahaan Pengakuisisi.......................... 56
4.22. Uji Paired SampleT-Test: Debt to total equity ratio Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 56
4.23. Debt to total equity Perusahaan Diakuisisi..................................... 57
4.24. Uji Paired SampleT-Test: Debt to total equity ratio Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 58
4.25. Operating profit margin Perusahaan Pengakuisisi........................... 60
4.26. Uji Paired SampleT-Test: Operating profit margin Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 60
4.27. Operating profit margin Perusahaan Diakuisisi............................... 61
4.28. Uji Paired SampleT-Test: Operating profit margin Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 62
4.29. Net profit margin Perusahaan Pengakuisisi..................................... 63
4.30. Uji Paired SampleT-Test: Net profit margin Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 63
4.31. Net profit margin Perusahaan Diakuisisi......................................... 64
4.32. Uji Paired SampleT-Test: Net profit margin Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 64
4.33. Return on investment Perusahaan Pengakuisisi............................... 66
4.34. Uji Paired SampleT-Test: Return on investment Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 66
4.35. Return on investment Perusahaan Diakuisisi................................... 67
4.36. Uji Paired SampleT-Test: Return on investment Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 67
4.37. Return on equity Perusahaan Pengakuisisi...................................... 69
4.38. Uji Paired SampleT-Test: Return on equity Perusahaan
Pengakuisisi...................................................................................... 69
4.39. Return on equity Perusahaan Diakuisisi.......................................... 70
4.40. Uji Paired SampleT-Test: Return on equity Perusahaan
Diakuisisi.......................................................................................... 70
4.41. Pengujian Rata-Rata Abnormal Return Perusahaan Pengakuisisi.... 73
4.42. Pengujian Rata-Rata Abnormal Return Perusahaan Diakuisisi........ 75
4.43. Uji Paired Sample T-Test Rata-Rata Abnormal Return
Pengakuisisi....................................................................................... 78
4.44. Uji Paired Sample T-Test Rata-Rata Abnormal Return
Diakuisisi.......................................................................................... 79

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Ringkasan Laporan Keuangan dan Perhitungan Rasio Keuangan
Lampiran II Data Return Saham, Return Pasar dan Abnormal Return
Lampiran III Hasil Uji Statistik Abnormal Return dengan One Sample T-Test




1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Adanya globalisasi dan persaingan bebas menuntut setiap perusahaan
untuk selalu mengembangkan strateginya agar dapat bertahan hidup, berkembang
dan berdaya saing. Strategi bersaing yang berusaha mengembangkan
(membesarkan) perusahaan sesuai dengan ukuran besaran yang disepakati untuk
mencapai tujuan jangka panjang perusahaan disebut strategi pertumbuhan.
Strategi ini dapat dilaksanakan melalui pertumbuhan internal atau merger dan
akuisisi (Muhammad, 2004).
Pertumbuhan internal dilakukan dengan cara memperluas kegiatan
perusahaan yang sudah ada, misalnya dengan cara menambahkan kapasitas
pabrik, menambah produk atau mencari pasar baru. Sementara merger dilakukan
dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan dimana salah satu nama
perusahaan yang bergabung tetap digunakan sedangkan yang lain dihilangkan dan
akuisisi dilakukan dengan pembelian seluruh atau sebagian kepemilikan suatu
perusahaan.
Di Amerika Serikat, aktivitas merger dan akuisisi merupakan hal biasa
terjadi. Bahkan di era 1980an telah terjadi kira-kira 55.000 aktivitas sehingga
tahun 1980an sering disebut sebagai dekade merger mania (Hitt, 2002). Sementara
di Indonesia aktivitas merger dan akuisisi mulai marak dilakukan seiring dengan
majunya pasar modal di Indonesia. Beberapa contoh perusahaan di Bursa Efek

2
Jakarta (BEJ) yang melakukan merger dan akuisisi diantaranya adalah PT Semen
Gresik yang mengakuisisi PT Semen Padang, PT Gudang Garam merger dengan
PT Surya Pamenang dan PT Nutricia yang mengakuisisi PT Sari Husada.
Alasan perusahaan lebih tertarik memilih merger dan akuisisi sebagai
strateginya daripada pertumbuhan internal adalah karena merger dan akuisisi
dianggap jalan cepat untuk mewujudkan tujuan perusahaan dimana perusahaan
tidak perlu memulai dari awal suatu bisnis baru. Merger dan akuisisi juga
dianggap dapat menciptakan sinergi, yaitu nilai keseluruhan perusahaaan setelah
merger dan akuisisi yang lebih besar daripada penjumlahan nilai masing-masing
perusahaan sebelum merger dan akuisisi. Selain itu merger dan akuisisi dapat
memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan antara lain peningkatan
kemampuan dalam pemasaran, riset, skill manajerial, transfer teknologi, dan
efisiensi berupa penurunan biaya produksi.
Untuk menilai bagaimana keberhasilan merger dan akuisisi yang
dilakukan, kita dapat melihatnya dari kinerja perusahaan yang melakukan merger
dan akuisisi, terutama kinerja keuangan. Beberapa penelitian mengenai pengaruh
merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan di Indonesia diantaranya adalah
Payamta dan Setiawan (2004) yang meneliti kinerja keuangan perusahaan yang
melakukan merger dan akuisisi dari rasio-rasio keuangan dan return saham di
sekitar peristiwa terjadi.
Hasil penelitiannya menunjukkan rasio-rasio keuangan dua tahun sebelum
dan sesudah peristiwa merger dan akuisisi tidak mengalami perubahan yang
signifikan. Sedangkan abnormal return saham sebelum pengumuman merger dan

3
akuisisi positif, namun setelah pengumuman merger dan akuisisi justru negatif.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Widjanarko (2006) yang
menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan dari kinerja keuangan
perusahaan yang diproksikan dari rasio-rasio keuangan dua tahun sebelum dan
sesudah merger dan akuisisi.
Penelitian yang membandingkan antara akuisitor dan non akuisitor
dilakukan Wibowo dan Pakereng (2001) yang meneliti return saham perusahaan
akuisitor dan non akuisitor, hasilnya menunjukkan bahwa baik akuisitor dan non
akuisitor sama-sama memperoleh abnormal return yang negatif di seputar
pengumuman merger dan akuisisi. Penelitian lainnya dilakukan Sutrisno dan
Sumarsih (2004) yang meneliti return saham perusahaan yang melakukan merger
dan akuisisi dalam jangka panjang yaitu dengan jangka waktu pengamatan satu
tahun sebelum dan dua tahun sesudah merger dan akuisisi, menunjukkan hasilnya
bahwa merger dan akuisisi memberi pengaruh pada return saham yang bisa
bernilai positif dan negatif walaupun tidak signifikan secara statistik.
Atas pertimbangan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peneliti
tertarik untuk meneliti pengaruh merger dan akuisisi dengan membandingkan
pengaruhnya terhadap pengakuisisi dan yang diakuisisi. Disamping itu mengenai
pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang,
baik dari rasio-rasio keuangan maupun return saham dengan pertimbangan
bahwa sinergi yang diharapkan terjadi dalam jangka panjang. Dari pertimbangan-
pertimbangan tersebut, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian
dengan judul skripsi: “Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi

4
terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi dan Perusahaan
Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Mengacu pada latar belakang masalah maka rumusan masalah yang
disampaikan dalam penelitian ini adalah:
a. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan
perusahaan pengakuisisi dalam jangka panjang ?
b. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan
perusahaan diakuisisi dalam jangka panjang ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Mengetahui pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan
perusahaan pengakuisisi dalam jangka panjang.
b. Mengetahui pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan
perusahaan diakuisisi dalam jangka panjang.

1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
a. Bagi investor.

5
Investor dapat mengetahui pengaruh aksi perusahaan dalam melakukan
merger dan akuisisi terhadap fundamental perusahaan melalui kinerja
keuangan.
b. Bagi manajer.
Sebagai pertimbangan dalam memutuskan merger dan akuisisi sebagai
strategi perusahaan.

1. 5 Sistematika Penulisan.
Pembahasan dalam skripsi ini dibagi menjadi lima bab, yaitu:
Bab 1: Pendahuluan.
Pada bab ini akan diuraikan latar belakang masalah penelitian,
rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
sistematika penulisan skripsi.
Bab 2: Kajian Pustaka.
Dalam bab ini berisi tentang penjelasan dan pembahasan mengenai
kajian pustaka yang meliputi; teori merger dan akuisisi dengan
kinerja keuangan dan hasil penelitian terdahulu yang kemudian dari
pembahasan tersebut diformulasikan dalam bentuk hipotesis.
Bab 3: Metode Penelitian.
Pada bab ini dibahas tentang metodologi penelitian menjelaskan
populasi dan sampel, data dan sumber data yang dipakai dalam
penelitian, definisi operasional variabel penelitian dan teknik analisis.


6
Bab 4: Analisis dan Pembahasan.
Dalam bab ini dikemukakan analisis dan pembahasan hasil penelitian
berupa pengujian statistik dan interpretasi dari data penelitian.
Bab 5: Kesimpulan dan Saran.
Pada bab ini dikemukakan kesimpulan dari seluruh pembahasan dan
disertai dengan saran.


















7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori.
2.1.1 Merger dan Akuisisi
2.1.1.1 Pengertian Merger dan Akuisisi
Merger merupakan salah satu strategi yang diambil perusahaan
untuk mengembangkan dan menumbuhkan perusahaan. Merger berasal
dari kata “mergere” (Latin) yang artinya (1) bergabung bersama, menyatu,
berkombinasi (2) menyebabkan hilangnya identitas karena terserap atau
tertelan sesuatu. Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau
perusahaan yang kemudian hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup
sebagai badan hukum, sementara yang lainnya menghentikan aktivitasnya
atau bubar.
Sementara akuisisi berasal dari kata acquisitio (Latin) dan
acquisition (Inggris), makna harfiah akuisisi adalah membeli atau
mendapatkan sesuatu/obyek untuk ditambahkan pada sesuatu/obyek
yang telah dimiliki sebelumnya. Akuisisi dalam teminologi bisnis
diartikan sebagai pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas
saham atau aset suatu perusahaan oleh perusaahaan lain, dan dalam
peristiwa baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap
eksis sebagai badan hukum yang terpisah (Moin,2003).


8
2.1.1.2 Motif Melakukan Merger dan Akuisisi
Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong sebuah
perusahaan melakukan merger dan akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif
non-ekonomi. Motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan
yaitu meningkatkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham. Di sisi lain, motif non ekonomi adalah motif yang
bukan didasarkan pada esensi tujuan perusahaan tersebut, tetapi didasarkan
pada keinginan subyektif atau ambisi pribadi pemilik atau manajemen
perusahaan (Moin, 2003).
1) Motif ekonomi.
Esensi tujuan perusahaan dalam perspektif manajemen keuangan
adalah seberapa besar perusahaan mampu menciptakan nilai (value
creation) bagi perusahaan dan bagi pemegang saham. Merger dan
akuisisi memiliki motif ekonomi yang tujuan jangka panjangnya
adalah untuk mencapai peningkatan nilai tersebut. Oleh karena itu
seluruh aktivitas dan pengambilan keputusan harus diarahkan untuk
mencapai tujuan ini.
Motif strategis juga termasuk motif ekonomi ketika aktivitas merger
dan akuisisi dilakukan untuk mencapai posisi strategis perusahaan agar
memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Biasanya
perusahaan melakukan merger dan akuisisi untuk mendapatkan
economies of scale dan economies of scope.


9
2) Motif sinergi.
Salah satu motivasi atau alasan utama perusahaan melakukan merger
dan akuisisi adalah menciptakan sinergi. Sinergi merupakan nilai
keseluruhan perusahaan setelah merger dan akuisisi yang lebih besar
daripada penjumlahan nilai masing-masing perusahaan sebelum
merger dan akuisisi. Sinergi dihasilkan melalui kombinasi aktivitas
secara simultan dari kekuatan atau lebih elemen-elemen perusahaan
yang bergabung sedemikian rupa sehingga gabungan aktivitas tersebut
menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan dengan penjumlahan
aktivitas-aktivitas perusahaan jika mereka bekerja sendiri.
Pengaruh sinergi bisa timbul dari empat sumber (1) Penghematan
operasi, yang dihasilkan dari skala ekonomis dalam manajemen,
pemasaran, produksi atau distribusi; (2) Penghematan keuangan, yang
meliputi biaya transaksi yang lebih rendah dan evaluasi yang lebih
baik oleh para analisis sekuritas; (3) Perbedaan efisiensi, yang berarti
bahwa manajemen salah satu perusahaan, lebih efisien dan aktiva
perusahaan yang lemah akan lebih produktif setelah merger dan (4)
Peningkatan penguasaaan pasar akibat berkurangnya persaingan
(Brigham, 2001).
3) Motif diversifikasi.
Diversifikasi adalah strategi pemberagaman bisnis yang bisa dilakukan
melalui merger dan akuisisi. Diversifikasi dimaksud untuk mendukung
aktivitas bisnis dan operasi perusahaan untuk mengamankan posisi

10
bersaing. Akan tetapi jika melakukan diversifikasi yang semakin jauh
dari bisnis semula, maka perusahaan tidak lagi berada pada koridor
yang mendukung kompetensi inti (core competence). Disamping
memberikan manfaat seperti transfer teknologi dan pengalokasian
modal, diversifikasi juga membawa kerugian yaitu adanya subsidi
silang.
4) Motif non-ekonomi.
Aktivitas merger dan akuisisi terkadang dilakukan bukan untuk
kepentingan ekonomi saja tetapi juga untuk kepentingan yang bersifat
non-ekonomi, seperti prestise dan ambisi. Motif non-ekonomi bisa
berasal dari manajemen perusahaan atau pemilik perusahaan.
a. Hubris hypothesis.
Hipotesis ini menyatakan bahwa merger dan akuisisi dilakukan
karena “ketamakan” dan kepentingan pribadi para eksekutif
perusahaan. Mereka menginginkan ukuran perusahaan yang lebih
besar. Dengan semakin besarnya ukuran perusahaan, semakin besar
pula kompensasi yang mereka terima. Kompensasi yang mereka
terima bukan hanya sekedar materi saja tapi juga berupa pengakuan,
penghargaan dan aktualisasi diri.
b. Ambisi pemilik.
Adanya ambisi dari pemilik perusahaan untuk menguasai berbagai
sektor bisnis. Menjadikan aktivitas merger dan akuisisi sebagai
strategi perusahaan untuk menguasai perusahaan-perusahaan yang

11
ada untuk membangun “kerajaan bisnis”. Hal ini biasanya terjadi
dimana pemilik perusahaan memiliki kendali dalam pengambilan
keputusan perusahaan.
2.1.1.3 Keunggulan dan Kelemahan Aktivitas Merger dan Akuisisi.
Alasan mengapa perusahaan melakukan merger adalah ada “manfaat
lebih” yang diperoleh darinya, meskipun asumsi ini tidak semuanya
terbukti. Secara spesifik, keunggulan dan manfaat merger dan akuisisi
antara lain adalah: (Moin, 2003)
1) Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah
jelas.
2) Memperoleh kemudahan dana/pembiayaan karena kredititor lebih
percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.
3) Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.
4) Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari
awal.
5) Memperoleh sistem operasional dan administratif yang mapan.
6) Mengurangi resiko kegagalan bisnis karena tidak harus mencari
konsumen baru.
7) Menghemat waktu untuk memasuki untuk memasuki bisnis baru.
8) Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang lebih
cepat.
Disamping memiliki keunggulan, merger dan akuisisi juga memiliki
kelemahan sebagai berikut:

12
1) Proses integrasi yang tidak mudah.
2) Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat.
3) Biaya konsultan yang mahal.
4) Meningkatnya kompleksitas birokrasi.
5) Biaya koordinasi yang mahal.
6) Seringkali menurunkan moral organisasi.
7) Tidak menjamin peningkatan nilai perusahaan.
8) Tidak menjamin peningkatan kemakmuran pemegang saham.
2.1.1.4 Tipe-Tipe Merger dan Akuisisi.
Merger dan akuisisi berdasarkan aktivitas ekonomik dapat
diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu: (Moin, 2003)
1) Merger horisontal.
Merger horisontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaan
yang bergerak dalam industri yang sama.
2) Merger vertikal.
Merger vertikal adalah integrasi yang melibatkan perusahaan-
perusahaan yang bergerak dalam tahapan-tahapan proses produksi
atau operasi.
3) Merger konglomerat.
Merger konglomerat adalah merger dua atau lebih perusahaan yang
masing-masing bergerak dalam industri yang tidak terkait.



13
4) Merger ekstensi pasar.
Merger ekstensi pasar adalah merger yang dilakukan oleh dua atau
lebih perusahaan untuk secara bersama-bersama memperluas area
pasar.
5) Merger ekstensi produk.
Merger ekstensi produk adalah merger yang dilakukan oleh dua atau
perusahaan untuk memperluas lini produk masing-masing
perusahaan.
2.1.1.5 Faktor-Faktor Kegagalan Merger dan Akuisisi.
Keberhasilan atau kegagalan suatu merger dan akuisisi dapat dilihat pada
saat proses perencanaan. Pada saat proses ini biasanya terjadi sudut
pandang yang berbeda-beda antara fungsi organisasi dalam menanggapi
pengambilan keputusan merger dan akuisisi seiring dengan
meningkatnya momentum, selanjutnya terjadi rancunya pengharapan
dimana terjadi perbedaan-perbedaan harapan di pihak manajemen. Dari
proses tersebut dapat memunculkan faktor-faktor yang yang memicu
kegagalan merger dan akuisisi yaitu:
1) Perusahaan target memiliki kesesuaian strategi yang rendah dengan
perusahaan pengambilalih.
2) Hanya mengandalkan analisis strategik yang baik tidaklah cukup
untuk mencapai keberhasilan merger dan akuisisi.
3) Tidak adanya kejelasan mengenai nilai yang tercipta dari setiap
program merger dan akuisisi.

14
4) Pendekatan-pendekatan integrasi yang tidak disesuaikan dengan
perusahaan target yaitu absorbsi, preservasi atau simbiosis.
5) Rencana integrasi yang tidak disesuaikan dengan kondisi lapangan.
6) Tim negosiasi yang berbeda dengan tim implementasi yang akan
menyulitkan proses integrasi.
7) Ketidakpastian, ketakutan dan kegelisahan diantara staf perusahaan
yang tidak ditangani. Untuk itu tim implementasi dari perusahaan
pengambilalih harus menangani masalah tersebut dengan
kewibawaan, simpati dan pengetahuan untuk menumbuhkan
kepercayaan dan komitmen mereka pada proses integrasi.
8) Pihak pengambilalih tidak mengkomunikasikan perencanaan dan
pengharapan mereka terhadap karyawan perusahaan target sehingga
terjadi kegelisahan diantara karyawan.
2.1.1.6 Faktor-Faktor Keberhasilan Merger dan Akuisisi.
Hunt dkk. (1987) mengakhiri penelitian mereka dengan mengidentifikasi
faktor-faktor yang memberikan kontribusi kepada kesuksesan dan
kegagalan akuisisi (Sudarsanam, 1999). Faktor-faktor yang dianggap
memberi kontribusi terhadap keberhasilan merger dan akuisisi yaitu:
1) Melakukan audit sebelum merger dan akuisisi.
2) Perusahaan target dalam keadaan baik.
3) Memiliki pengalaman merger dan akuisisi sebelumnya.
4) Perusahaan target relatif kecil.
5) Melakukan merger dan akuisisi yang bersahabat.

15
2.1.1.7 Pengaruh Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Perusahaan.
Menurut teori keuangan modern, keputusan-keputusan manajemen
ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham dan
meningkatkan nilai perusahaan. Dalam hal ini merger dan akuisisi
sebagai bagian dari keputusan manajemen perlu adanya pembuktian
keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut.
Para peneliti terdahulu sulit menentukan alat ukur yang tepat bagi
pencapaian keberhasilan merger dan akuisisi. Pendekatan secara umum
untuk mengukur peningkatan kemakmuran pemegang saham dilakukan
dengan metode abnormal return, yang mengukur keuntungan perusahaan
selama periode waktu sekitar pengumuman pengambilalihan.
Salah satu model yang paling sering digunakan dalam literatur adalah
model pasar, yaitu hubungan antara return saham individu dengan return
pasar:
Rit = αi + βi . Rmt + εit. (1)
Dimana Rit dan Rmt adl keuntungan selama t (satu hari atau satu bulan)
pada saham perusahaan dan atas indeks harga pasar seperti IHSG yang
mewakili ‘pasar’. α adalah titik pertemuan dan β adalah beta, juga
dianamakan risiko sistematis. εit adalah kesalahan acak yang jika dirata-
rata mendekati nilai nol. Parameter-parameter model, αi dan βi,
diestimasikan dengan meregresikan Rit dan Rmt selama periode estimasi
yang tepat. Parameter-parameter yang telah diestimasi kemudian

16
digunakan untuk menghitung pendapatan normal E(Ri) untuk setiap
perusahaan i dan pendapatan abnormal seperti berikut:
AR = Rit – E(Ri) (2)
AR = Rit – { αi + βi . Rmt } (3)
Jika peristiwa pengambilalihan diperkirakan akan memberikan nilai
tambah bagi pemegang saham I, maka AR akan positif. Ia akan menjadi
nol bila pengaruh pengambilan netral. Untuk menguji apakah peristiwa
tersebut memberikan pendapatan positif, uji-uji stastistik dilakukan
dengan sampel yang terdiri dari berbagai pengambilalihan.
Sebagian besar literatur terdahulu menggunakan pendapatan bulanan.
Dengan adanya kemudahan memperoleh harga saham harian, penelitian
selanjutnya cenderung menggunakan data harian. Walaupun dengan
penggunakan data harian lebih akurat dibandingkan data bulanan. Data
bulanan mempunyai konsisitensi yang lebih tinggi dan mendukung
estimasi parameter yang lebih stabil atau dapat diandalkan.
Penggunaan model pasar memiliki beberapa kelemahan, estimasi yang
mengurangi keandalannya. Dua diantaranya adalah transaksi yang terlalu
sedikit dan perbedaan ukuran antara perusahaan-perusahaan sampel dan
wakil dari pasar. Semuanya mendorong pada benchmark yang salah, dan
banyak peneliti telah mencoba menggunakan prosedur-prosedur yang
telah diperbaiki untuk meminimalkan permasalahan. Dua model lain
yang sampai pada taraf tertentu menghilangkan tersebut adalah model
pasar disesuaikan, dimana estimasi parameter dikoreksi untuk transaksi

17
kecil, dan model penyesuaikan pasar yang menghindari perlunya
mengestimasi α dan β. Model penyesuaian pasar menggunakan
pendapatan pasar Rm sebagai pendapatan normal dan tidak disesuaikan
dengan resiko.
Bukti empiris dari penelitian-penelitian internasional yang berasal dari
Inggris dan Amerika Serikat. Keduanya sama-sama membuktikan bahwa
dalam jangka pendek, merger dan akuisisi memberikan keuntungan bagi
pemegang saham perusahaan target. Sebaliknya pemegang saham
pengambilalih dirugikan. Hal ini terjadi karena adanya pengalihan
kekayaan pemegang saham pengakuisisi kepada pemegang saham
perusahaan target dan diduga karena manajer pengakuisisi cenderung
membayar lebih atas akuisisi mereka, mereka terlalu tinggi mengestimasi
kapasitas perusahaan target untuk menciptakan nilai akuisisi tersebut.
Dalam kinerja jangka panjang, penelitian Frank dkk. menunjukkan
bahwa keuntungan pemegang saham pengakuisisi dalam jangka panjang
adalah negatif.
Secara teori, setelah merger dan akuisisi ukuran perusahaan dengan
sendirinya bertambah besar karena aset, kewajiban dan ekuitas
perusahaan digabung bersama. Dasar logik dari pengukuran berdasarkan
akuntansi adalah bahwa jika ukuran bertambah besar ditambah dengan
sinergi yang dihasilkan dari gabungan aktivitas-aktivitas yang simultan
maka laba perusahaan juga semakin meningkat. Oleh karena itu kinerja

18
pascamerger seharusnya semakin baik dibandingkan dengan sebelum
merger.
Beberapa penelitian mengenai pengaruh merger dan akuisisi terhadap
profitabilitas telah dilakukan. Di Inggris Meeks (1977) dan Kumar (1984)
meneliti pengaruh merger terhadap profitabilitas perusahaan yang
melakukan merger dan membuktikan adanya penurunan profitabilitas
yang signifikan setelah tiga tahun dan lima tahun dengan menggunakan
laba operasi. Sebaliknya Healy (1992) dan Manson (1994) menemukan
bahwa perusahaan-perusahaan yang merger memperoleh peningkatan
signifikan dalam produktivitas aset relatif terhadap imdustri dengan
penggunaan cash flow.
Penelitian mengenai pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja
manajemen juga telah dilakukan. Newbould (1970) melakukan penelitian
yang melibatkan manajer 38 perusahaan publik yang melakukan merger
tahun 1976-1986. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setelah dua
tahun dan lima tahun, 21 perusahaan tidak memperoleh keuntungan
dalam bentuk apapun juga. Cooper dan Lybran (1992) meneliti
pengalaman akuisisi perusahaan-perusahaan Inggris dan menunjukkan 54
persen dari akuisisi tersebut sebagai kegagalan.
2.1.2 Analisis Kinerja Keuangan.
2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan.
Pengertian kinerja berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001).
Kinerja diartikan sebagai “sesuatu yang dicapai, prestasi yang

19
diperlihatkan, kemampuan kerja (tentang peralatan). Berdasarkan
pengertian tersebut kinerja keuangan didefinisikan sebagai prestasi
manajemen, dalam hal ini manajemen keuangan dalam mencapai tujuan
perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai
perusahaan. Analisis kinerja keuangan dalam penelitian ini bertujuan
untuk menilai implementasi strategi perusahaan dalam hal merger dan
akuisisi.
2.1.2.2 Metode Analisis Kinerja Keuangan dengan Rasio Keuangan.
Analisis rasio keuangan merupakan metode umum yang digunakan untuk
mengukur kinerja perusahaan di bidang keuangan. Rasio merupakan alat
yang memperbandingkan suatu hal dengan hal lainnya sehingga dapat
menunjukkan hubungan atau korelasi dari suatu laporan finansial berupa
neraca dan laporan laba rugi. Adapun jenis rasio yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1) Rasio Likuiditas.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Ukuran
likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
a. Current ratio.
Current ratio dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan
kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan besarnya aktiva yang
diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek untuk
menutup kewajiban lancar. Rasio yang rendah menunjukkan

20
kurangnya modal untuk membayar hutang. Namun rasio yang tinggi
tidak selalu berarti perusahaan sedang dalam keadaan yang baik. Hal
tersebut dapat berarti bahwa kas tidak digunakan sebaik mungkin.
Perhitungan current ratio dapat dirumuskan sebagai berikut:
s liabilitie Current
asset Current
ratio Current =

b. Quick ratio.
Quick ratio dihitung dengan mengurang persediaan dari aktiva
lancar dan sisanya dibagi dengan kewajiban lancar. Persediaan
dihilangkan karena dianggap aktiva yang sulit dikonversi menjadi
kas dengan cepat. Perhitungan quick ratio dapat dirumuskan sebagai
berikut:
s liabilitie Current
inventory asset Current
ratio Quick

=

2) Rasio Aktivitas.
Rasio aktivitas dihitung dari perbandingan antara tingkat penjualan
dengan berbagai elemen aktiva. Rasio ini mengukur seberapa efektif
perusahaan mengelola aktivanya. Rasio aktivitas yang digunakan
dalam penelitian ini, yaitu:
a. Fixed asset turn over.
Fixed asset turn over mengukur seberapa efektif perusahaan
menggunakan aktiva tetapnya. Semakin rendah fixed asset turn over,
berarti penggunaan aktiva tetapnya semakin kurang efisien. Untuk

21
mengukur besarnya fixed asset turn over dihitung dengan rumus
sebagai berikut:
asset fixed Net
Sales
over turn asset Fixed =

b. Total asset turn over.
Total asset turn over mengukur perputaran semua aktiva. Dengan
kata lain, rasio ini mengukur efektifitas perusahaan dalam
penggunaan total aktiva. Semakin tinggi rasio berarti semakin baik
manajemen dalam mengelola aktivanya, sedangkan semakin rendah
rasio menunjukkan buruknya kinerja manajemen dalam mengelola
aktivanya. Untuk menghitung total asset turn over digunakan rumus
sebagai berikut:
asset Total
Sales
over turn asset Total =

3) Rasio Leverage.
Rasio leverage dihitung dari perbandingan hutang dengan total aktiva
dan modal sendiri perusahaan. Rasio ini menyangkut jaminan, yang
mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang bila pada
suatu saat perusahaan dilikuidasi atau dibubarkan. Dengan kata lain
rasio ini mengukur seberapa besar perusahaan menggunakan dana dari
pihak luar atau kreditor.



22
a. Debt to total asset ratio.
Debt to total asset ratio mengukur seberapa besar seluruh hutang
dijamin oleh seluruh aktiva perusahaan. Kreditur lebih menyukai
rasio yang rendah karena semakin rendah rasio ini, maka semakin
besar perlindungan terhadap kerugian kreditur dalam peristiwa
likuidasi. Namun, di sisi lain pemilik saham lebih menyukai rasio
yang tinggi karena dapat meningkatkan laba yang diharapkan. Untuk
mengukur besarnya debt to total asset dihitung dengan rumus
sebagai berikut:

asset Total
s liabilitie Total
ratio asset total to Debt =

b. Debt to equity ratio.
Rasio ini merupakan imbangan antara hutang dengan modal sendiri.
Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri semakin sedikit
dibanding dengan hutangnya. Bagi perusahaan ukuran hutang
sebaiknya tidak melebihi dari modal sendiri karena resiko menjadi
tinggi apabila terjadi likuidasi dan perusahaan akan kesulitan untuk
membayar hutang. Perhitungan debt to equity ratio dapat
dirumuskan sebagai berikut:
equity s Owner
s liabilitie Total
ratio equity total to Debt
'
=




23
4) Rasio Profitabilitas.
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba. Rasio ini membantu perusahaan dalam mengontrol
penerimaannya rasio-rasio profitabilitas yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
a. Operating profit margin.
Operating profit margin mengukur berapa laba usaha yang
dihasilkan dari penjualan atau pendapatan. Semakin rendah rasio ini,
semakin kurang baik karena biaya-biaya operasi naik. Kemungkinan
hal ini terjadi karena ada pemborosan. Perhitungan operating profit
margin dapat dirumuskan sebagai berikut:
Sales
profit Operating
margin profit Operating =

b. Net profit margin.
Net profit margin mengukur seberapa banyak laba bersih setelah
pajak dan bunga yang dapat dihasilkan dari penjualan atau
pendapatan. Rasio yang rendah bisa disebabkan karena penjualan
turun lebih besar dari turunnya ongkos, dan sebaliknya. Setiap
perusahaan berkepentingan terhadap profit margin yang tinggi.
Untuk menghitung net profit margin digunakan rumus sebagai
berikut:

Sales
profit Net
margin profit Net =



24
c. Return On Investment.
Return On Investment mengukur keuntungan yang dihasilkan dari
seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio yang rendah
menunjukkan kinerja yang buruk atas pemanfaatan aktiva yang
buruk oleh manajemen, sedangkan rasio tinggi menunjukkan kinerja
atas penggunaan aktiva yang baik. Untuk menghitung Return On
Investment digunakan rumus sebagai berikut:
asset Total
profit Net
investment on Return =

d. Return On Equity.
Return On Equity mengukur seberapa banyak laba bersih yang dapat
dihasilkan dari investasi para pemegang saham dalam perusahaan.
Rasio yang rendah dapat diartikan bahwa manajemen kurang efisien
dalam penggunaan modal, sedangkan rasio yang tinggi dapat
menunjukkan bahwa sebagian besar modal diperoleh dari pinjaman
atau manajemen sangat efisien. Untuk menghitung Return On
Equity digunakan rumus sebagai berikut;
equity s Owner
profit Net
equity on Return
'
=

2.1.2.3 Metode Analisis Kinerja Keuangan dengan Return Saham.
Penelitian terhadap return saham digunakan untuk mengukur kinerja
keuangan perusahaan, dengan pertimbangan bahwa harga saham
merupakan cerminan dari nilai perusahaan.

25
Return saham merupakan keuntungan atau hasil dari suatu investasi
saham. Return saham dapat dibedakan menjadi dua yaitu return
sesungguhnya (realized return) dan return yang diharapkan atau return
ekspektasi. Return sesungguhnya merupakan return yang sudah terjadi
yang dihitung dari selisih harga sekarang relatif terhadap harga
sebelumnya. Sedang return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan
diperoleh oleh investor di masa yang akan datang.
Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya
terjadi terhadap return nomal. Return normal merupakan return ekspektasi
(return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian return tidak
normal (abnormal return) adalah selisih antara return sesungguhnya
terjadi dengan return ekspektasi.
Return ekspektasi merupakan return yang harus diestimasi. Untuk
mengestimasi return ekspektasi dapat digunkan tiga model yaitu:
1) Mean-Adjusted model.
Model disesuaikan rata-rata (mean–adjusted model) ini menganggap
bahwa return ekspektasinya bernilai konstan yang sama dengan rata-
rata realisasi sebelumnya selama periode estimasi (estimation period),
yang dirumuskan sebagai berikut:
[ ]
T
R
R E
.i.j
.i.t

=







E [R.i.t] = return ekspektasi sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.
∑ R.i.j = return realisasi sekuritas pada periode estimasi ke-j.

26
T = lamanya periode estimasi.
2) Market Model.
Perhitungan return ekspektasi dengan model model pasar (market
model) dilakukan dengan dua tahap, yaitu (1) membentuk model
ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama periode estimasi
dan (2) menggunakan model ekspektasi ini untuk mengestimasi return
ekspektasi di periode jendela. Model ekspektasi dapat dibentuk
menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary Least Square) dengan
persamaan:
R.i.j = αi + βi . RMj + εij.
R.i.j = return realisasi sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
αi = intercept untuk sekuritas ke-i.
βi = koefisien slope yang merupakan Beta dari sekuritas ke-i.
RMj = return indeks pasar pada periode estimasi ke-j.
εij = kesalahan residu sekuritas ke-i pada periode estimasi ke-j.
3) Market-Adjusted Model.
Model disesuaikan-pasar (market-adjusted model) menganggap bahwa
penduga yang terbaik untuk mengestimasi return suatu sekuritas adalah
return indeks pasar pada saat tersebut. Dengan menggunakan model
ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi untuk membentuk
model estimasi, karena return sekuritas yang diestimasi adalah sama
dengan return indeks pasar.

27
Abnormal return untuk masing-masing sekuritas dengan model ini
dapat dihitung dengan mengurangkan return yang terjadi untuk
masing-masing sekuritas dengan return indeks pasar pada periode yang
sama. Model ini pada dasarnya hampir sama dengan model pasar
(market model), perbedaannya pada model penyesuaian pasar
menganggap α=0 dan β=1 untuk semua sekuritas. Penggunaan model
ini didasarkan pertimbangan bahwa pasar modal Indonesia masih
dalam tahap perkembangan (emerging market).

2.2 Hasil Penelitian Terdahulu.
Beberapa penelitian di Indonesia mengenai pengaruh merger dan akuisisi
terhadap kinerja keuangan diantaranya adalah yang dilakukan Payamta dan
Setiawan (2004) meneliti pengaruh merger dan akuisisi kinerja keuangan
perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi tahun 1990-1996. Dari rasio-
rasio keuangan yang terdiri rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan
profitabilitas hanya rasio Total Asset Turnover, Fixed Asset Turnover, Return On
Investment, Return On Equity, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Total
Asset to Debt, Net Worth to Debt yang mengalami penurunan signifikan setelah
merger dan akuisisi. Sedangkan rasio lainnya tidak mengalami perubahan
signifikan.
Dari sisi abnormal return menunjukkan sebelum merger dan akuisisi
positif, namun setelah pengumuman merger dan akuisisi justru negatif. Penelitian
ini menyimpulkan kinerja keuangan dari sisi rasio keuangan, merger dan akuisisi

28
tidak menimbulkan sinergi bagi perusahaan melakukan dengan kata lain, motif
ekonomis bukanlah motif utama perusahaan melakukan merger dan akuisisi.
Sedangkan dari sisi kinerja saham mengalami penurunan setelah pengumuman
merger dan akuisisi dimana investor menganggap merger dan akusisisi yang
dilakukan tidak menimbulkan sinergi bagi perusahaan, bahkan menjadi reserve
sinergy.
Widjanarko (2006) meneliti perusahaan yang melakukan merger dan
akuisisi pada tahun 1998-2002. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan
signifikan pada kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas dan leverage.
Penelitian ini menyimpulkan penyebab kemungkinan tidak signifikan karena cara
merger dan akuisisi dan pemilihan perusahaan target yang salah.
Wibowo dan Pakereng (2001) meneliti pengaruh merger dan akuisisi
terhadap return saham pada perusahaan akuisitor dan non akuisitor pada tahun
1991-1997 menunjukkan hasil bahwa baik perusahaan akuisitor maupun non
akuisitor sama-sama memperoleh abnormal return yang negatif di seputar
pengumuman merger dan akuisisi. Penelitian ini menyimpulkan adanya abnormal
return yang signifikan saat pengumuman merger dan akuisisi oleh akuisitor
mengakibatkan abnormal return bagi saham non akuisitor atau terjadi transfer
informasi.
Sutrisno dan Sumarsih (2004) meneliti pengaruh merger dan akuisisi
terhadap return saham dalam jangka panjang. Hasilnya menunjukkan merger dan
akuisisi memiliki dampak terhadap return saham, dimana return saham dapat
bernilai positif atau negatif walaupun tidak signifikan secara statistik.

29
2.3 Formulasi Hipotesis
Atas dasar pertimbangan dari teori pengaruh merger dan akuisisi terhadap
kinerja keuangan dimana setelah merger dan akuisisi ukuran perusahaan dengan
sendirinya bertambah besar karena aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan
digabung bersama. Dasar logik dari pengukuran berdasarkan akuntansi adalah
bahwa jika ukuran bertambah besar ditambah dengan sinergi yang dihasilkan dari
gabungan aktivitas-aktivitas yang simultan maka laba perusahaan juga semakin
meningkat. Oleh karena itu kinerja pasca merger dan akuisisi seharusnya semakin
baik dibandingkan dengan sebelum merger dan akuisisi. Dengan pertimbangan
tersebut penelitian ini mengajukan hipotesis sebagai berikut:
1. Tingkat kinerja keuangan dalam jangka panjang perusahaan pengakuisisi
mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi.
2. Tingkat kinerja keuangan dalam jangka panjang perusahaan diakuisisi
mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi.










30
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan rentang waktu antara tahun 2000-
2004. Sampel dibedakan menjadi dua yaitu perusahaan pengakuisisi dan
perusahaan diakuisisi. Sampel perusahaan pengakuisisi dipilih berdasarkan
kriteria-kriteria sebagai berikut:
1) Perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi selama periode tahun
2000-2004 yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
2) Melakukan satu kali aktivitas merger dan akuisisi dan memiliki pasangan
perusahaan target maksimal satu perusahaan.
Untuk sampel perusahaan diakuisisi dipilih berdasarkan kriteria sebagai
berikut:
1) Perusahaan mengalami peralihan kepemilikan berupa perpindahan
kepemilikan saham lebih dari 50 persen saham (diakuisisi) oleh
perusahaan lain.
2) Memiliki keterangan waktu yang jelas mengenai kapan perusahaan
tersebut diakuisisi.
Selain kriteria diatas perusahaan sampel juga memiliki data laporan
keuangan dan harga saham untuk masa satu tahun sebelum hingga dua tahun
sesudah merger dan akuisisi dan bukan jenis industri perbankan dan keuangan

31
lainnya dengan alasan metode untuk menilai kinerja keuangan industri jenis
perbankan dan keuangan lainnya harus menggunakan metode lain. Berdasarkan
kriteria-kriteria tersebut, akhirnya diperoleh 14 perusahaan pengakuisisi dan 12
perusahaan diakuisisi sebagai sampel penelitian ini.
Tabel 3.1
Daftar perusahaan pengakuisisi tahun 2000-2004
No. Kode
saham
Perusahaan Pengakuisisi Mengakuisisi Bulan efektif/
pengumuman
1. DYNA PT. Dynaplast. PT Sanpak Unggul. Januari 2000
2. BGMT PT. Siloam Health Care. PT Baligraha Medikatama Maret 2000
3. ETWA PT. Eterindo Wahanatama PT. Surya Malindo
Medikatama.
Maret 2000
4. SMAR PT. Smart PT. Inti Gerak Maju. November
2000
5. TLKM PT. Telkom PT. Multimedia Nusantara Desember
2000
6. BASS PT. Bahtera Adimina
Samudra
PT. Intergalaxy Delta
Fisheries.
Mei 2001
7. INDF PT. Indofood Sukses
Makmur
PT. Asia Food Property. Mei 2001
8. SIMM PT. Surya Intrindo
Makmur.
PT. Aglo Sama Permata
Motor.
Mei 2001
9. STTP PT. Siantar Top. PT. Saritama Tunggal Agustus 2001
10. GGRM PT. Gudang Garam. PT. Karyadibya Mahardika Maret 2002
11. SRSN PT. Sarasa Nugraha PT. Sarasa Mitratama. Mei 2002
12. AALI PT. Astra Agro Lestari PT. Sinar Tabiora Oktober 2002
13. UNVR PT. Unilever Indonesia. PT Knorr Indonesia. Juli 2004
14. MLPL PT. Multipolar
Corporation.
PT. Matahari Putra Prima. Oktober 2004

32
Tabel 3.2
Daftar perusahaan diakuisisi tahun 2000-2004
No. Kode
saham
Perusahaan Diakuisisi Diakuisisi Oleh Bulan efektif/
pengumuman
1. AQUA PT. Aqua Golden Missippi. Danone. April 2000
2. INTP PT. Indocement Tunggal
Perkasa.
Heidelberger Zement AG. April 2001
3. SMBC PT. Holcim Indonesia
(Semen Cibinong)
Holcim Ltd. November
2001
4. DVLA PT. Darya Varya
Laboratories.
Far East Drug Co. Ltd. Desember
2001
5. SKLT PT. Sekar Laut. BNP Paribas. Juni 2002
6. ALFA PT. Alfa Retailindo. PT. Sigmantara Alfindo. Agustus 2002
7. SULI PT. Sumalindo Lestari Jaya PT. Sumber Graha
Sejahtera.
Agustus 2002
8. ISAT PT. Indosat. STT Telemedia. Januari 2003
9. PICO PT. Pelangi Indah Canindo. Hammond Holding Ltd. Juni 2004
10. ADES PT. Ades Waters Indonesia Water Partners Bottling Juli 2004
11. MPPA PT. Matahari Putra Prima. PT. Multipolar
Corporation.
Oktober 2004
12. SDPC PT. Millenium Pharmacon
International.
Esteem Interpoint Sdn
Bhd
Desember
2004

Sumber: BEJ, Indonesian Capital Market Directory

3.2 Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber
data Laporan Keuangan dan harga saham perusahaan sampel berasal dari buku
Indonesian Market Directory dan Database Pojok BEJ Fakultas Ekonomi

33
Universitas Islam Indonesia. Sumber data lainnya berasal dari sumber bacaan
seperti buku-buku, jurnal, dan data dari internet.

3.3 Definisi Operasional Variabel Penelitian.
Kinerja keuangan didefinisikan sebagai prestasi manajemen dalam hal ini
manajemen keuangan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu menghasilkan
keuntungan dan meningkatkan nilai perusahaan. Rasio keuangan dan return saham
merupakan variabel yang diteliti dalam penelitian ini sebagai cerminan kinerja
keuangan perusahaan.
1) Rasio keuangan.
Rasio keuangan merupakan alat yang menunjukkan hubungan atau
korelasi dari suatu laporan keuangan berupa neraca dan laporan rugi laba.
Dalam penelitian ini, rasio keuangan yang digunakan meliputi rasio
berikut ini:
a. Rasio likuiditas, meliputi: current ratio dan quick ratio.
b. Rasio aktivitas, meliputi: fixed asset turnover, dan total asset turnover.
c. Rasio leverage, meliputi: debt to total asset dan debt to equity ratio.
d. Rasio profitabilitas, meliputi: operating profit, net profit margin,
return on investment dan return on equity.
2) Return saham.
Return saham merupakan keuntungan atau hasil dari investasi saham.
Penilaian return saham diukur dari abnormal return yang merupakan
selisih return sesungguhnya (realized return) dengan return yang

34
diharapkan (expected return). Abnormal return dihitung dengan
menggunakan model pasar disesuaikan (market-adjusted model).

3.4 Alat Analisis.
1) Alat analisis pada rasio keuangan.
a. Rasio likuiditas.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial yang jatuh tempo dalam jangka pendek.
- s liabilitie Current
asset Current
ratio Current =

-
s liabilitie Current
inventory asset Current
ratio Quick

=

b. Rasio Aktivitas.
Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola
aktivanya.
- asset fixed Net
Sales
over turn asset Fixed =

- asset Total
Sales
over turn asset Total =

c. Rasio Leverage.
Rasio leverage mengukur seberapa besar perusahaan menggunakan
dana dari pihak luar atau kreditor.
-
asset Total
s liabilitie Total
ratio asset total to Debt =


35
- asset Total
Sales
over turn asset Total =

d. Rasio Profitabilitas.
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba.
-
Sales
profit Operating
margin profit Operating =

- Sales
profit Net
margin profit Net =

- asset Total
profit Net
investment on Return =

- equity s Owner
profit Net
equity on Return
'
=

2) Alat analisis return saham.
Untuk menghitung return saham diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Informasi harga saham akan digunakan untuk menghitung return
saham (R
it
) aktual yang dirumuskan sebagai berikut:
it
it it
it
P
P P
R
1 − −
=
(1)
Keterangan:
R
it
= return saham i pada bulan t.
P
it
= harga saham i pada bulan t.

36
P
it-1
= harga saham i pada bulan t-1.
b. Menghitung return pasar dg rumus:

1 - t
1 - t
IHSG
IHSG - IHSG
= mt R (2)
Keterangan:
R
mt
= return pasar.
IHSG
t
= indeks harga saham gabungan pada bulan ke t.
IHSG
t-1
= indeks harga saham gabungan pada bulan ke t-1.
c. Menghitung abnormal return selama periode pengamatan dengan
rumus.
mt it it R - R AR = (3)
Keterangan:
AR
it
= abnormal return saham i pada bulan t.
R
it
= actual return untuk saham i pada bulan t.
R
mt
= return pasar pada bulan t-1
d. Menghitung rata-rata abnormal return (AAR) saham pada bulan ke-t.
n
ARit
AARnt
n
t i

=
=
(4)
keterangan :
AAR
nt
= rata-rata abnormal return saham pada bulan ke-t.
n = jumlah seluruh saham perusahaan yang diteliti.



37
3.5 Teknik Analisis Data.
Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Analisis deskriptif.
Analisis deskriptif merupakan analisis dengan merinci dan menjelaskan
secara panjang lebar keterkaitan data penelitian yang biasanya tercantum
dalam bentuk tabel dan analisis didasarkan pada data di tabel tersebut.
Data penelitian tersebut adalah olahan data perhitungan rasio keuangan
dan return saham.
2) Analisis statistika.
Analisis statistika merupakan analisis yang dilakukan dengan
menggunakan teknik statistik. Teknik ini dipergunakan untuk
membuktikan hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya.












38
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian berupa olahan data mengenai
perbedaan rasio keuangan untuk periode satu tahun sebelum dengan satu tahun
sesudah merger dan akuisisi dan satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah
merger dan akuisisi. Rasio keuangan ini terdiri dari: rasio likuiditas, rasio
aktivitas, rasio leverage dan rasio profitabilitas. Disamping itu, terdapat pengujian
terhadap perbedaan abnormal return satu tahun sebelum hingga dua tahun
sesudah merger dan akuisisi.

4.1 Analisis Rasio Likuiditas.
Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Pembahasan analisis
rasio likuiditas dimulai dengan analisis deskriptif yang didasarkan pada data
statistik rasio-rasio likuiditas perusahaan pengakuisisi dan perusahaan diakuisisi.
Dilanjutkan analisis uji signifikansi untuk mengetahui apakah ada perbedaan
secara signifikan antara rasio-rasio likuiditas pada masa sebelum dengan sesudah
merger dan akuisisi.
Berdasarkan perhitungan masing-masing rasio, pada tiap-tiap rasio
berikut ini disajikan data stastistik yang memuat nilai minimum, maksimum, rata-
rata, standar deviasi, standar error mean dan pengujian statistik paired t-test untuk
uji signifikansi.

39
4.1.1 Current Ratio.
Current ratio menunjukkan besarnya aktiva yang diharapkan akan
dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek untuk menutup kewajiban
lancar.
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.1
Current Ratio Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
CR_1thn sbl
CR_1thn ssd
CR_ 2 thn ssd
14
14
14
0,5195

0,1964

0,4296
4,5569

2,7078

6,1640
1,579364

1,350329

1,480971
1,0117428

0,7548499

1,4125837
0,2703996
0,2017421
0,3775289

Tabel 4.2
Uji Paired Sample T-Test: Current Ratio Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
290357 1,0430946 787788 732292 313006 ,822 13 ,426
983929 1,9928534 326125 1,05225 490322 ,185 13 ,856
CR_1sbl - CR_ Pair 1
CR_1sbl - CR_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa current ratio terendah terjadi pada
satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 0,1964 dan current ratio
tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
6,1640. Rata-rata curent ratio pada satu tahun sesudah merger dan

40
akuisisi adalah 1,350329 menurun 0,229035 dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata curent ratio pada dua tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 1,480971 mengalami kenaikan
0,130642 dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil uji signifikansi pada tabel 4.2 current ratio
menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,426 dan ‘Sig’ dua = 0,856 (lebih besar
dari 0,05). Dari pengujian tersebut disimpulkan bahwa secara
signifikansi tidak ada perbedaan rata-rata current ratio satu tahun
sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum dengan
dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.3
Current Ratio Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
CR_1thn sbl
CR_1thn ssd
CR_ 2 thn ssd
12
12
12
0,0408

0,1594

0,2495

3,4314

2,9045

3,0160

1,013158

1,281133

1,584900
0,9297739

0,8938708

0,8114162
0,2684026
0,2580383
0,2342357






41
Tabel 4.4
Uji Paired Sample T-Test: Current Ratio Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
679750 ,7746867 236328 601874 242374 -1,198 11 ,256
717417 1,1697578 376800 1,31497 714870 -1,693 11 ,119
CR_1sbl - CR_ Pair 1
CR_1sbl - CR_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa current ratio terendah terjadi pada
satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,0408 dan current ratio
tertinggi terjadi pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu
3,4314. Rata-rata curent ratio pada satu tahun sesudah merger dan
akuisisi adalah 1,281133 meningkat 0,267975 dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata curent ratio pada dua tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 1,584900 meningkat 0,303767
dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan uji signifikansi current ratio menunjukkkan ‘Sig’ satu =
0,256 dan ‘Sig’ dua = 0,119 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata current ratio
secara signifikan satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah
merger dan akuisisi dan satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah
merger dan akuisisi.



42
4.1.2 Quick Ratio.
Quick ratio dihitung dengan mengurang persediaan dari aktiva lancar dan
sisanya dibagi dengan kewajiban lancar.
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.5
Quick Ratio Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
QR_1thn sbl
QR_1thn ssd
QR_ 2 thn ssd
14
14
14
0,3104

0,1480

0,3265
2,5197

2,5454

5,4370

1,126236

0,876186

1,070357
0,6924589

0,7205070

1,2925781

0,1850674
0,1925636
0,3454560

Tabel 4.6
Uji Paired Sample T-Test: Quick Ratio Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
500500 ,9767478 610468 139074 140074 ,958 13 ,356
558786 1,6521339 415514 980352 097923 ,127 13 ,901
QR_1sbl - QR_ Pair 1
QR_1sbl - QR_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa quick ratio terendah terjadi satu
tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 0,1480 dan tertinggi terjadi
pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 5, 4370. Rata-rata
quick ratio pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi 0,876186

43
mengalami penurunan 0,25005 dibanding satu tahun sebelum merger
dan akuisisi. Rata-rata pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi
mengalami sedikit kenaikan 0,194189 menjadi 1,070357.
Hasil uji signifikansi quick ratio menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,356 dan
‘Sig’ dua = 0,901 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian tersebut
membuktikan secara signifikan tidak ada perbedaan rata-rata quick
ratio satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun
sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.7
Quick Ratio Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
QR_1thn sbl
QR_1thn ssd
QR_ 2 thn ssd
12
12
12
0,0211

0,0546

0,1730

1,9382

1,6485

2,4918

0,656708

0,796925

1,056992

0,6237476

0,5899283

0,7388438
0,1800604
0,1702976
0,2132858








44
Tabel 4.8
Uji Paired Sample T-Test: Quick Ratio Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
402167 ,5736355 65594350468732242539 -,847 11 ,415
4002833 ,929796726840929910480 904813 -1,491 11 ,164
QR_1sbl - QR_ Pair 1
QR_1sbl - QR_ Pair 2
Mean td. Deviation
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df Sig. (2-tailed

Dari tabel 4.7 dapat dilihat bahwa quick ratio terendah terjadi pada satu
tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,0211 dan quick ratio
tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
2,4918. Rata-rata quick ratio pada satu tahun sesudah merger dan
akuisisi adalah 0,796925 meningkat 0,140217 dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata quick ratio pada dua tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 1,056992 mengalami peningkatan
kembali sebesar 0,260067 dibanding satu tahun sebelumnya.
Dilihat dari hasil uji signifikansi quick ratio menunjukkkan ‘Sig’ satu =
0,356 dan ‘Sig’ dua = 0,901 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan tidak ada perbedaan rata-rata quick ratio satu tahun
sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum dengan dua
tahun sesudah.
4.1.3 Hasil Analisis Rasio Likuiditas.
Pada perusahaan pengakuisisi rasio-rasio likuiditas mengalami penurunan
pada tahun pertama setelah merger dan akuisisi dan pada tahun kedua

45
setelah merger dan akuisisi ada sedikit peningkatan pada rasio-rasio
likuiditas. Hal ini diduga karena likuiditas perusahaan-perusahaan
pengakuisisi mengalami penurunan dengan adanya merger dan akuisisi dan
pada tahun kedua mengalami peningkatan dimana perusahaan-perusahaan
pengakuisisi mulai bisa menyesuaikan dengan merger dan akuisisi yang
dijalankan. Hal tersebut berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang
diakuisisi yang mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan
akuisisi pada tahun pertama dan tahun kedua, diduga merger dan akuisisi
meningkatkan likuiditas perusahaan yang diakuisisi.
Sementara berdasarkan hasil pengujian current ratio dan quick ratio
disimpulkan bahwa merger dan akuisisi tidak memiliki pengaruh secara
signifikan terhadap likuiditas perusahaan. Hasil ini berbeda dengan
hipotesis yang diajukan sebelumnya dan hasil penelitian sama dengan
penelitian Payamta dan Setiawan (2004) diduga karena sinergi yang
diharapkan tidak tercapai dalam melakukan merger dan akuisisi.

4.2 Analisis Rasio Aktivitas.
Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola
aktivanya. Analisis rasio aktivitas dimulai dengan analisis deskriptif masing-
masing rasio pada perusahaan pengakuisisi dan perusahaan diakuisisi. Dilanjutkan
analisis uji signifikansi untuk mengetahui apakah ada perbedaan secara signifikan
atau tidak antara rasio-rasio aktivitas sebelum dengan sesudah merger dan
akuisisi.

46
Berikut ini disajikan data statistik tiap-tiap rasio yang didasarkan
perhitungan masing-masing rasio yang memuat nilai minimum, maksimum, rata-
rata, standar deviasi, standar error mean dan pengujian statistik paired t-test untuk
uji signifikansi.
4.2.1 Fixed asset turn over.
Fixed asset turn over mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan
aktiva tetapnya.
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.9
Fixed asset turn over Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
FAT_1thn sbl
FAT_1thn ssd
FAT_ 2 thn ssd
14
14
14
0,3782

0,4766

0,4355

12,3480

35,6298

56,3689

4,732400

4,976350

6,503786

4,5029985

8,9847316

14,4475954

1,2034770
2,4012705
3,8612823

Tabel 4.10
Uji Paired Sample T-Test: Fixed asset turn over Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
439500 7,2153126 283734 4,40995 220474 -,127 13 ,901
1,77139 2,4970996 399904 8,98700 442248 -,530 13 ,605
FAT_1sbl - FAT Pair 1
FAT_1sbl - FAT Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


47
Dari tabel 4.9 dapat dilihat bahwa fixed asset turnover terendah terjadi
pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,03782 dan fixed
asset turnover tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan
akuisisi yaitu 56,3689. Rata-rata fixed asset turn over pada satu tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 4,976350 meningkat 0,24395
dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata fixed asset
turnover pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi adalah 6,503786
meningkat 1,527436 dibanding satu tahun sebelumnya.
Uji signifikansi fixed asset turn over menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,901
dan ‘Sig’ dua = 0,605 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian tersebut
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata fixed asset turn over
satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum
dengan dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.11
Fixed asset turn over Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
FAT_1 thn sbl
FAT_1 thn ssd
FAT_ 2 thn ssd
12
12
12
0,2616

0,2826

0,3362

34,2472

68,9680

90,2919

5,370208

8,481550

10,020217

9,4375350

19,2856460

25,3917274

2,7243817
5,5672865
7,3299603



48
Tabel 4.12
Uji Paired Sample T-Test: Fixed asset turn over Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
3,11134 0,0349579 968428 9,48725 645664 -1,074 11 ,306
4,65001 6,2121747 800517 14,9507 507160 -,994 11 ,342
FAT_1sbl - FAT Pair 1
FAT_1sbl - FAT Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.11 diketahui bahwa fixed turn over terendah terjadi
satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,2616 dan tertinggi
terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 90,2919. Rata-
rata fixed asset turn over pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi
8,481550 mengalami peningkatan dibanding satu tahun sebelum merger
dan akuisisi. Rata-rata pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi
mengalami kenaikan kembali sebesar 1,538667 menjadi 10,020217.
Dari hasil uji signifikansi fixed asset turn over menunjukkkan ‘Sig’ satu
= 0,306 dan ‘Sig’ dua = 0,342 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata fixed asset turn
over satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun
sebelum dengan dua tahun sesudah.
4.2.2 Total Asset Turn Over.
Rasio total asset turn over mengukur efektifitas perusahaan dalam
penggunaan total aktiva.


49
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.13
Total asset turn over Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
TAT_1thn sbl
TAT_1thn ssd
TAT_ 2 thn ssd
14
14
14
0,2955

0,3312

0,3325
2,3779

2,6005

6,5724
0,896800

0,941271

1,307200

0,6214004

0,6049632

1,5671493

0,1660762
0,1616832
0,4188383

Tabel 4.14
Uji Paired Sample T-Test: Total asset turn over Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
444714 ,3896866 041481 694698 805269 -,427 13 ,676
104000 1,1218933 998386 1,05816 373619 -1,369 13 ,194
TAT_1sbl - TAT Pair 1
TAT_1sbl - TAT Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dari tabel 4.13 dapat dilihat bahwa total asset turn over terendah terjadi
pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,2955 dan total
asset turn over tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan
akuisisi yaitu 6,5724. Rata-rata total asset turn over pada satu tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 0,941271 meningkat 0,044471
dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata total asset

50
turn over pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi adalah 1,307200
meningkat 0,365929 dibanding satu tahun sebelumnya.
Uji signifikansi total asset turn over menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,676
dan ‘Sig’ dua = 0,194 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian tersebut
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata total asset turn over
satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah merger dan akuisisi dan
satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.15
Total asset turn over Perusahaan Diakuisisi.
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
TAT_1 thn sbl
TAT_1 thn ssd
TAT_ 2 thn ssd
12
12
12
0,2101

0,2565

0,2637
4,5891

5,4356

4,3980

1,315475

1,462775

1,379708

1,2747536

1,4794069

1,3014955

0,3679897
0,4270680
0,3757094

Tabel 4.16
Uji Paired Sample T-Test: Total asset turn over Perusahaan Diakuisisi.
Paired Samples Test
473000 ,3364818 971339 610904 664904 -1,516 11 ,158
642333 ,3120497 900810 625003 340336 -,713 11 ,491
TAT_1sbl - TAT Pair 1
TAT_1sbl - TAT Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


51
Berdasarkan tabel 4.15 diketahui bahwa total asset turn over terendah
terjadi satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,2101 dan
tertinggi terjadi pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
5,4356. Rata-rata total asset turn over pada satu tahun sesudah merger
dan akuisisi 1,462775 mengalami peningkatan dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi sebesar 0,1473. Rata-rata total asset turn
over pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi adalah mengalami
penurunan 0,083067 menjadi 1,379708.
Hasil uji signifikansi total asset turn over menunjukkkan ‘Sig’ satu =
0,158 dan ‘Sig’ dua = 0,491 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
tersebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata total asset
turn over satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun
sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
4.2.3 Hasil Analisis Rasio Aktivitas.
Pada perusahaan pengakuisisi rasio-rasio aktivitas mengalami peningkatan
pada masa sesudah merger dan akuisisi. Hal ini terjadi diduga karena
semakin menurunnya nilai aset yang dimiliki baik aset tetap maupun
keseluruhan aset pada masa sesudah merger dan akuisisi dimana kenaikan
rasio-rasio aktivitas tidak didukung dengan meningkatnya rasio
profitabilitas secara keseluruhan yang justru mengalami penurunan. Hampir
sama dengan yang dialami perusahaan diakuisisi pada rasio fixed asset
turnover dimana peningkatan rasio ini tidak didukung dengan
meningkatnya rasio profitabilitas secara keseluruhan.

52
Berdasarkan hasil pengujian signifikansi pada fixed asset turnover dan total
asset turn over pada perusahaan pengakuisisi dan diakuisisi menunjukkan
bahwa merger dan akuisisi menunjukkan tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap rasio aktivitas yang menolak berbeda dengan hipotesis
yang diajukan sebelumnya. Hasil ini berbeda dengan Payamta dan Setiawan
(2004) dimana fixed asset turnover dan total asset turrn over mengalami
penurunan setelah mengalami penurunan melakukan merger dan akuisisi.
Hal ini membuktikan bahwa tujuan ekonomis perusahaan tidak tercapai
dalam melakukan merger dan akusisi dan diduga bahwa bukan tujuan
ekonomis yang ingin dicapai dalam melakukan merger dan akuisisi,
kemungkinan tujuannya untuk menyelamatkan perusahaan target dari
kebangkrutan.

4.3 Analisis Rasio Leverage.
Rasio leverage mengukur seberapa besar perusahaan menggunakan
dana dari pihak luar atau kreditor. Analisis rasio leverage terdiri dari analisis
deskriptif dan analisis statistika atau uji signifikansi pada perusahaan pengakuisisi
dan perusahaan diakuisisi. Analisis didasarkan data statistik tiap-tiap rasio yang
berasal dari perhitungan masing-masing rasio yang memuat nilai minimum,
maksimum, rata-rata, standar deviasi, standar error mean dan pengujian
signifikansi statistik paired t-test untuk apakah ada perbedaan secara signifikan
atau tidak antara rasio-rasio aktivitas sebelum dengan sesudah merger dan
akuisisi.

53
4.3.1 Debt to Total Asset Ratio.
Debt to total asset ratio mengukur seberapa besar seluruh hutang dijamin
oleh seluruh aktiva perusahaan.
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.17
Debt to total asset Ratio Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
DTA_1 thn sbl
DTA_1 thn ssd
DTA_ 2 thn ssd
14
14
14
0,2919

0,0527

0,3065

0,8259

1,1445

1,1159

0,510457

0,534657

0,596629

0,1699783

0,2966455

0,2784111

0,0454286
0,0792818
0,0744085

Tabel 4.18
Uji Paired Sample T-Test: Debt to total asset Ratio Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
242000 ,1918427 512721 349667 865667 -,472 13 ,645
861714 ,1974848 527800 001957 278529 -1,633 13 ,127
DTA_1sbl - DTA Pair 1
DTA_1sbl - DTA Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dari tabel 4.17 dapat dilihat bahwa debt to total asset terendah terjadi
pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 0,0527 dan debt to
total asset tertinggi terjadi pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi
yaitu 0,8259. Rata-rata debt to total asset pada satu tahun sesudah

54
merger dan akuisisi adalah 0,53465 meningkat 0,0242 dibanding satu
tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata debt to total asset pada
dua tahun sesudah merger dan akuisisi mengalami peningkatan kembali
sebesar 0,061972 yaitu 0,596629.
Berdasarkan uji signifikansi debt to total asset menunjukkkan ‘Sig’ satu
= 0,645 dan ‘Sig’ dua = 0,127 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
tersebut membuktikan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata debt to total
asset satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun
sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.19
Debt to total asset ratio Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
DTA_1 thn sbl
DTA_1 thn ssd
DTA_ 2 thn ssd
12
12
12
0,4888

0,2968

0,2679

4,0441

4,0184

4,3664

1,068867

1,010717

1,043517

1,0531785

1,0013871

1,1233463

0,3040264
0,2890756
0,3242821







55
Tabel 4.20
Uji Paired Sample T-Test: Debt to total asset ratio Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
581500 ,5454811 574668 884321 047321 ,369 11 ,719
253500 ,6526063 883912 892963 399963 ,135 11 ,895
DTA_1sbl - DTA Pair 1
DTA_1sbl - DTA Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.19 diketahui bahwa debt to total asset terendah
terjadi satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 0,2679 dan tertinggi
terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu 4,3664. Rata-
rata debt to total asset pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi
1,010717 mengalami penurunan 0,05815 dibanding satu tahun sebelum
merger dan akuisisi. Rata-rata pada tahun kedua sesudah merger dan
akuisisi mengalami kenaikan 1,0328 dibanding satu tahun sebelumnya
menjadi 1,043517.
Dilihat dari hasil uji signifikansi, debt to total asset menunjukkkan ‘Sig’
satu = 0,719 dan ‘Sig’ dua = 0,895 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian diatas bahwa tidak ada perbedaan rata-rata debt to total asset
satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum
dengan dua tahun sesudah.
4.3.2 Debt to Equity Ratio.
Rasio ini merupakan imbangan antara hutang dengan modal sendiri.


56
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.21
Debt to total equity ratio Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
DE_1thn sbl
DE_1thn ssd
DE_ 2 thn ssd
14
14
14
0,4420

-11,2132

-11,5959

5,3187

2,9243

445,8764

1,576843

-0,274364

31,296164
1,6043048

3,9816505

119,4046060

0,4287685
1,0641409
31,9122233

Tabel 4.22
Uji Paired Sample T-Test: Debt to total equity ratio Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
512071 5,4175804 479093 1,27681 792249 1,279 13 ,223
29,7193 9,6564370 1,97953 98,8069 9,36825 -,929 13 ,370
DE_1sbl - DE_ Pair 1
DE_1sbl - DE_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.21 diketahui bahwa debt to equity ratio terendah
terjadi satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu -11,5959 dan
tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
445, 8764. Angka negatif debt to equity ratio menunjukkan defisit pada
ekuitas atau defisiensi ekuitas perusahaan seperti pada rata-rata debt to
equity ratio pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi Hal ini
menandakan kemungkinan bahwa rata-rata debt to equity ratio pada

57
perusahaan pengakuisisi mengalami kenaikan pada masa sesudah
merger dan akuisisi.
Hasil uji signifikansi debt to equity ratio menunjukkkan ‘Sig’ satu =
0,223 dan ‘Sig’ dua = 0,370 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
tersebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata debt to equity
ratio satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun
sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.23
Debt to total equity ratio Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
DE_1 thn sbl
DE_1 thn ssd
DE_ 2 thn ssd
12
12
12
-13,0028

-3,9803

-2,0764

9,3799

3,5024

25,4466
0,595700

0,577633

3,136267

5,2031562

2,3072155

7,2104886

1,5020218
0,6660357
2,0814888









58
Tabel 4.24
Uji Paired Sample T-Test: Debt to total equity ratio Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
180667 4,0031365 556060 2,52540 615383 ,016 11 ,988
2,54057 1,6533819 640416 9,94477 636389 -,755 11 ,466
DE_1sbl - DE_ Pair 1
DE_1sbl - DE_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.23 diketahui bahwa debt to equity ratio terendah
terjadi satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu -13,0028 dan
tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
25,4466. Rata-rata debt to equity ratio pada satu tahun sesudah merger
dan akuisisi 0,577633 mengalami penurunan 0,018067 dibanding satu
tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata pada tahun kedua sesudah
merger dan akuisisi adalah mengalami kenaikan 2,558634 dibanding
satu tahun sebelumnya menjadi 3,136267.
Uji signifikansi debt to equity ratio menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,988
dan ‘Sig’ dua = 0,466 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian diatas
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata debt to equity ratio
satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum
dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi .
4.3.3 Hasil Analisis Rasio Leverage.
Pada perusahaan pengakuisisi rasio-rasio leverage mengalami peningkatan
sesudah merger dan akuisisi. Hal ini menandakan kemungkinan hutang

59
pengakuisisi semakin bertambah dengan adanya merger dan akuisisi.
Sementara pada perusahaan diakuisisi rasio-rasio leverage mengalami
penurunan pada tahun pertama sesudah merger dan akuisisi, namun
mengalami kenaikan pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi.
Berdasarkan hasil pengujian signifikansi pada debt to total asset ratio dan
debt to equity ratio pada perusahaan pengakuisisi dan diakuisisi
menyimpulkan bahwa merger dan akuisisi tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap leverage perusahaan. Hasil ini senada dengan
penelitian yang dilakukan Widjanarko (2004) yang menduga hasil ini
disebabkan oleh penerapan merger dan akuisisi yang salah atau pemilihan
perusahaan target dan perusahaan pengakuisisi tidak memiliki pengalaman
dalam melakukan merger dan akuisisi.

4.4 Analisis Rasio Profitabilitas.
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba. Analisis rasio profitabilitas terdiri dari analisis deskriptif dan
analisis statistika atau uji signifikansi pada perusahaan pengakuisisi dan
perusahaan diakuisisi. Berikut ini disajikan data statistik tiap-tiap rasio yang
didasarkan perhitungan masing-masing rasio yang memuat nilai minimum,
maksimum, rata-rata, standar deviasi, standar error mean dan pengujian
signifikansi statistik paired t-test untuk apakah ada perbedaan secara signifikan
atau tidak antara rasio-rasio aktivitas sebelum dengan sesudah merger dan
akuisisi.

60
4.4.1 Operating profit margin.
Operating profit margin mengukur berapa laba usaha yang dihasilkan dari
penjualan atau pendapatan.
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.25
Operating profit margin Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
OPM_1thn sbl
OPM_1thn ssd
OPM_ 2 thn ssd
14
14
14
0,0247

-0,0492

-0,3065

0,7352

0,4721

0,4393

0,170600

0,132164

0,108079
0,1122619

0,1626071

0,1890285

0,0300033
0,0434586
0,0505200

Tabel 4.26
Uji Paired Sample T-Test: Operating profit margin Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
384357 ,0846617 226268 104465 873179 1,699 13 ,113
625214 ,1348829 360490 153576 404005 1,734 13 ,106
OPM_1sbl - OPM Pair 1
OPM_1sbl - OPM Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dilihat dari tabel 4.25 dapat diketahui bahwa operating profit margin
terendah terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
-0,3065 dan operating profit margin tertinggi terjadi pada satu tahun
sebelum merger dan akuisisi yaitu 0,7352. Rata-rata operating profit

61
margin pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi adalah 0,132164
menurun 0,038436 dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi.
Rata-rata operating profit margin pada dua tahun sesudah merger dan
akuisisi adalah 0,108079 mengalami penurunan kembali sebesar
0,024085 dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil uji signifikansi operating profit margin
menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,113 dan ‘Sig’ dua = 0,106 (lebih besar dari
0,05). Dari pengujian tersebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan
rata-rata operating profit margin satu tahun sebelum dengan satu tahun
sesudah dan satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.27
Operating profit margin Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
OPM_1thn sbl
OPM_1thn ssd
OPM_ 2 thn ssd
12
12
12
-0,1184

-0,8185

-0,9442
0,5718

0,4356

0,4224

0,073042

-0,004733

-0,025417

0,1909023

0,2985042

0,3251249

0,0551088
0,08617007
0,0938555






62
Tabel 4.28
Uji Paired Sample T-Test: Operating profit margin Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
777750 ,2006052 579097 496835 052335 1,343 11 ,206
984583 ,2770432 799755 775665 744832 1,231 11 ,244
OPM_1sbl - OPM Pair 1
OPM_1sbl - OPM Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dari tabel 4.27 dapat dilihat bahwa operating profit margin terendah
terjadi pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu -0,9442 dan
operating profit margin tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger
dan akuisisi yaitu 0,5718. Rata-rata operating profit margin pada satu
tahun sesudah merger dan akuisisi adalah -0,004733 menurun 0,077775
dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata operating
profit margin pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi adalah
-0,025417 menurun 0,020684 dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan uji signifikansi operating profit margin menunjukkan ‘Sig’
satu = 0,206 dan ‘Sig’ dua = 0,244 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian tersebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata
operating profit margin satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah
dan satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah.
4.4.2 Net profit margin.
Net profit margin mengukur seberapa banyak laba bersih setelah pajak dan
bunga yang dapat dihasilkan dari penjualan atau pendapatan.

63
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.29
Uji Paired Sample T-Test: Net profit margin Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
NPM_1thn sbl
NPM_1thn ssd
NPM_ 2 thn ssd
14
14
14
0,0046

-0,2618

-0,3372

1,1596

0,2635

0,3900
0,169079

0,017664

0,029879

0,2967478

0,1490023

0,1910274

0,0792620
0,0395447
0,0510542

Tabel 4.30
Uji Paired Sample T-Test: Net profit margin Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
546571 .2701071 721891 012980 106123 2.142 13 .052
395857 .3016601 806220 345876 137591 1.731 13 .107
NPM_1sbl - NPM Pair 1
NPM_1sbl - NPM Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df Sig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.29 diketahui bahwa net profit margin terendah
terjadi satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu -0,3372 dan
tertinggi terjadi pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
1,1596. Rata-rata net profit margin pada satu tahun sesudah merger dan
akuisisi adalah 0,017664 mengalami penurunan dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi sebesar 0,151415. Rata-rata pada tahun

64
kedua sesudah merger dan akuisisi adalah 0,029879 mengalami sedikit
peningkatan sebesar 0,012215.
Uji signifikansi net profit margin menunjukkkan ‘Sig’ satu = 0,057 dan
‘Sig’ dua = 0,723 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian tersebut
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata net profit margin satu
tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahu sebelum dengan
dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.31
Net profit margin Perusahaan Diakuisisi.
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
NPM_1thn sbl
NPM_1thn ssd
NPM_ 2 thn ssd
12
12
12
-4,6340

-0,8296

-0,9537

0,0488

0,2637

0,2113

-0,470125

0,036650

-0,033300

1,3251983

0,2907652

0,3194843

0,3825518
0,0839367
0,0922272

Tabel 4.32
Uji Paired Sample T-Test: Net profit margin Perusahaan Diakuisisi.
Paired Samples Test
067750 1,4335775 138382 1,41763 040767 -1,225 11 ,246
368250 1,3996015 040302 1,32609 524394 -1,081 11 ,303
NPM_1sbl - NPM Pair 1
NPM_1sbl - NPM Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


65
Dari tabel 4.31 dapat dilihat bahwa net profit margin terendah terjadi
pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu -4,6340 dan net
profit margin tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan
akuisisi yaitu 0,2637. Rata-rata net profit margin pada satu tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 0,036650 meningkat 0,506775
dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata net profit
margin pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi adalah -0,033300
mengalami menurun 0,06995 dibanding satu tahun sebelumnya.
Dilihat dari hasil uji signifikansi net profit margin menunjukkkan ‘Sig’
satu = 0,246 dan ‘Sig’ dua = 0,303 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata net
profit margin satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu
tahun sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
4.4.3 Return On Investment.
Return on investment mengukur keuntungan yang dihasilkan dari seluruh
aktiva yang dimiliki perusahaan.








66
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.33
Return on investment Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
ROI_1thn sbl
ROI_1thn ssd
ROI_ 2 thn ssd
14
14
14
0,0021

-0,1567

-0,5665

0,3796

0,3749

0,3722
0,085786

0,038329

0,030793

0,0948341

0,1329420

0,2168772

0,0253455
0,0355302
0,0579629

Tabel 4.34
Uji Paired Sample T-Test: Return on investment Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
474571 ,0879085 234945 032997 982140 2,020 13 ,064
549929 ,2012177 537777 611868 711725 1,023 13 ,325
ROI_1sbl - ROI Pair 1
ROI_1sbl - ROI Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Dilihat dari tabel 4.33 dapat diketahui bahwa return on investment
terendah terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
-0,5665 dan return on investment tertinggi terjadi pada dua tahun
sesudah merger dan akuisisi yaitu 0,3796. Rata-rata return on
investment pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi adalah
0,038329 menurun 0,047457 dibanding satu tahun sebelum merger dan
akuisisi. Rata-rata return on investment pada dua tahun sesudah merger

67
dan akuisisi adalah 0,030793 mengalami penurunan kembali sebesar
0,007536 dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan uji signifikansi return on investment menunjukkkan ‘Sig’
satu = 0,064 dan ‘Sig’ dua = 0,324 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata
return on investment satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan
satu tahu sebelum dengan dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.35
Return on investment Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
ROI_1thn sbl
ROI_1thn ssd
ROI_ 2 thn ssd
12
12
12
-1,0175

-0,5677

-0,5522

0,0957

0,1967

0,1405
-0,142167

0,002033

-0,026592

0,3346576

0,1939744

0,2133271

0,0966073
0,0559956
0,0615822

Tabel 4.36
Uji Paired Sample T-Test: Return on investment Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
442000 ,4111028 186752 054023 170023 -1,215 11 ,250
155750 ,3668181 058913 486401 174901 -1,091 11 ,298
ROI_1sbl - ROI_ Pair 1
ROI_1sbl - ROI_ Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


68
Dari tabel 4.35 dapat dilihat bahwa return on investment terendah terjadi
pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu -1,0175 dan return
on investment tertinggi terjadi pada satu tahun sesudah merger dan
akuisisi yaitu 0,1967. Rata-rata return on investment pada satu tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 0,002033 meningkat 0,1442
dibanding satu tahun sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata return on
investment pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi adalah
-0,026592 mengalami penurunan 0,028625 dibanding satu tahun
sebelumnya.
Dilihat dari hasil uji signifikansi return on investment menunjukkan
‘Sig’ satu = 0,250 dan ‘Sig’ dua = 0,298 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata
return on investment satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan
satu tahun sebelum dengan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.
4.4.4 Return On Equity.
Return on equity mengukur seberapa banyak laba bersih yang dapat
dihasilkan dari investasi para pemegang saham dalam perusahaan.







69
1) Perusahaan pengakuisisi.
Tabel 4.37
Return on equity Perusahaan Pengakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
ROE_1thn sbl
ROE_1thn ssd
ROE_ 2 thn ssd
14
14
14
0,0125

-0,9237

-253,1497

0,6188

1,4609

0,7269
0,172636

0,211921

-18,022857
0,1554991

0,5719770

67,6752391
0,0415589
0,1528673
18,0869684

Tabel 4.38
Uji Paired Sample T-Test: Return on equity Perusahaan Pengakuisisi
Paired Samples Test
392857 ,5071846 355508 321254 535539 -,290 13 ,777
8,195497,67022658,0856320,87617,26712 1,006 13 ,333
ROE_1sbl - ROE Pair 1
ROE_1sbl - ROE Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed

Berdasarkan tabel 4.37 diketahui bahwa return on equity terendah
terjadi dua tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu -253,1497 dan
tertinggi terjadi pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi yaitu
1,4609. Rata-rata return on equity pada satu tahun sesudah merger dan
akuisisi adalah 0,211921 mengalami peningkatan dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi sebesar 0,039285. Rata-rata pada tahun

70
kedua sesudah merger dan akuisisi mengalami penurunan tajam
-18,234778 menjadi -18,022857.
Dari hasil uji signifikansi return on equity menunjukkkan ‘Sig’ satu =
0,777 dan ‘Sig’ dua = 0,333 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata return on equity
satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu tahun sebelum
dengan dua tahun sesudah.
2) Perusahaan diakuisisi.
Tabel 4.39
Return on equity Perusahaan Diakuisisi
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
ROE_1thn sbl
ROE_1thn ssd
ROE_2 thn ssd
12
12
12
-0,7788

-0,0318

0,0158
2,6283

1,3567

3,7152
0,245058

0,262833

0,456625
0,8344086

0,3651731

1,0379267
0,2408733
0,1054164
0,2996236

Tabel 4.40
Uji Paired Sample T-Test: Return on equity Perusahaan Diakuisisi
Paired Samples Test
177750 ,8842554 552625 796041 440541 -,070 11 ,946
115667 ,4878686 408355 215436 984103 -1,502 11 ,161
ROE_1sbl - ROE Pair 1
ROE_1sbl - ROE Pair 2
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


71
Dari tabel 4.39 dapat dilihat bahwa return on equity terendah terjadi
pada satu tahun sebelum merger dan akuisisi yaitu -0,7788 dan return
on equity tertinggi terjadi pada dua tahun sesudah merger dan akuisisi
yaitu 3,7152. Rata-rata return on equity pada satu tahun sesudah merger
dan akuisisi adalah 0,262833 meningkat 0,017775 dibanding satu tahun
sebelum merger dan akuisisi. Rata-rata return on equity pada dua tahun
sesudah merger dan akuisisi adalah 0,456625 meningkat 0,193792
dibanding satu tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil uji signifikansi return on equity menunjukkan ‘Sig’
satu = 0,946 dan ‘Sig’ dua = 0,161 (lebih besar dari 0,05). Dari
pengujian tersebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata
return on equity satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah dan satu
tahu sebelum dengan dua tahun sesudah.
4.4.5 Hasil Analisis Rasio Profitabilitas.
Pada perusahaan pengakuisisi secara keseluruhan rasio-rasio profitabilitas
mengalami penurunan pada masa sesudah merger dan akuisisi, kecuali
return on equity yang mengalami peningkatan pada tahun pertama dan net
profit margin yang mengalami peningkatan pada tahun kedua. Hal tersebut
hampir sama dengan yang dialami perusahaan diakuisisi dimana rasio-rasio
profitabilitas meningkat pada tahun pertama kecuali operating profit
margin, namun menurun pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi
kecuali return on equity.

72
Berdasarkan hasil pengujian pada operating profit margin, net profit
margin, return on investment, dan return on equity pada perusahaan
pengakuisisi dan diakuisisi. Hal ini membuktikan bahwa merger dan
akuisisi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas
perusahaan karena sinergi yang diharapkan tidak tercapai dan diduga karena
lemahnya strategi dan pengakuisisi kurang berpengalaman dalam
melakukan merger dan akuisisi.

4.5 Analisis Return Saham.
Pembahasan dalam analisis return saham dimulai dengan menganalisis
rata-rata abnormal return (average abnormal return), dalam masa satu tahun
sebelum merger dan akuisisi hingga dua tahun sesudah merger dan akuisisi secara
keseluruhan pada perusahaan pengakuisisi dan perusahaan diakuisisi. Analisis
dilanjutkan dengan uji beda dua rata-rata antara sebelum dan sesudah merger dan
akuisisi.
4.5.1 Hasil Analisis Rata-Rata Abnormal Return.
Dari hasil perhitungan abnormal return seluruh perusahaan, baik
perusahaan pengakusisi maupun perusahaan diakuisisi. Hasil tersebut
dirata-rata berdasarkan periode waktu merger dan akuisisi, kemudian
dilakukan pengujian statistik one sample t-test untuk mengetahui pengaruh
merger dan akuisisi terhadap perubahan yang signifikan pada abnormal
return.


73
1) Perusahaan Pengakuisisi.
Tabel 4.41
Pengujian Rata-Rata Abnormal Return Perusahaan Pengakuisisi.
Bulan AAR Std. Deviation Std. Error Mean T hitung Probabilitas
-12 -0,041014 0,1201200 0,0321034 -1,278 0,224
-11 -0,032871 0,1839863 0,0491724 -0,668 0,516
-10 -0,015321 0,1205472 0,0322176 -0,476 0,642
-9 0,044600 0,2694613 0,0720166 0,619 0,546
-8 0,169986* 0,2379076 0,0635835 2,673 0,019
-7 -0,086479 0,1689786 0,0451614 -1,915 0,078
-6 0,062550 0,1744305 0,0466185 1,342 0,203
-5 -0,032621* 0,0552139 0,0147565 -2,211 0,046
-4 0,059750 0,2057479 0,0549884 1,087 0,297
-3 -0,008757 0,0754417 0,0201627 -0,434 0,671
-2 0,021329 0,0909660 0,0243117 0,877 0,396
-1 -0,038207 0,1645982 0,0439907 -0,869 0,401
0 -0,065671* 0,0639445 0,0170899 -3,843 0,002
+1 0,018000 0,1215516 0,0324860 0,554 0,589
+2 -0,089229 0,1794169 0,0479512 -1,861 0,086
+3 0,053321 0,1645083 0,0439667 1,213 0,247
+4 -0,063864 0,1623727 0,0434013 -1,471 0,165
+5 0,010400 0,1024393 0,0273781 0,380 0,710

74
+6 -0,056721 0,1719091 0,0459446 -1,235 0,239
+7 -0,053221* 0,0870698 0,0232704 -2,287 0,040
+8 -0,001514 0,1321757 0,0353254 -0,043 0,966
+9 0,038107 0,1219786 0,0326002 1,169 0,263
+10 -0,053521 0,1437769 0,0384260 -1,393 0,187
+11 -0,050836 0,1444853 0,0286153 -1,316 0,211
+12 0,038943 0,0572168 0,0152918 2,547 0,024
+13 0,008271 0,1274708 0,0340680 0,243 0,812
+14 -0,042064 0,1040452 0,0278073 -1,513 0,154
+15 -0,040121 0,0839768 0,0224438 -1,788 0,097
+16 0,009736 0,2315746 0,0618909 0,157 0,877
+17 -0,025893 0,0897331 0,0239822 -1,080 0,300
+18 -0,057807 0,1614749 0,0431560 -1,339 0,203
+19 0,028229 0,1884147 0,0503560 0,561 0,585
+20 -0,075321 0,1530740 0,0409107 -1,841 0,089
+21 -0,061479 0,1139817 0,0304629 -2,018 0,065
+22 -0,013000 0,1051879 0,0281127 -0,462 0,651
+23 -0,025079 0,0871283 0,232860 -1,077 0,301
+24 0,005279 0,0999338 0,0267084 0,198 0,846
Keterangan: *signifikan pada tingkat α sebesar 5% (t=2,160)


Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diperoleh hasil bahwa terjadi
signifikansi abnormal return yang terjadi pada bulan -8, -5, 0, 7, 12. Antara 5

75
bulan sebelum merger dan akuisisi hingga 7 bulan setelah merger dan akuisisi
terjadi AAR mengalami penurunan secara signifikan yaitu dibulan -5, 0, 7. Hal ini
menandakan bahwa terjadi penurunan kinerja saham pada perusahaan
pengakuisisi disekitar peristiwa merger dan akusisi terutama pada bulan saat
terjadinya merger dan akusisi.
2) Perusahaan Diakuisisi.
Tabel 4.42
Pengujian Rata-Rata Abnormal Return Perusahaan Diakuisisi.
Bulan AAR Std. Deviation Std. Error Mean T hitung Probabilitas
-12 0,035825 0,1724473 0,0497812 -0,720 0,487
-11 0,146425 0,3083043 0,0889998 1,645 0,128
-10 -0,048983 0,1956008 0,0564651 -0,867 0,404
-9 0,091217 0,1955347 0,0564460 1,616 0,134
-8 -0,031942 0,1116790 0,0322390 -0,991 0,343
-7 -0,089342* 0,1026730 0,0296,391 -3,014 0,012
-6 -0,015708 0,1078790 0,0311420 -0,504 0,624
-5 -0,031275 0,0825200 0,0238215 -1,313 0,216
-4 -0,036708 0,0899222 0,0259583 -1,414 0,185
-3 0,000692 0,1196649 0,0345443 0,020 0,984
-2 0,036200 0,1374962 0,0396917 0,912 0,381
-1 0,123175 0,2487226 0,0718000 1,716 0,114
0 0,772677 0,2696325 0,0778362 0,993 0,342
+1 0,086083 0,2347965 0,0677799 1,270 0,230

76
+2 -0,048333 0,1226365 0,0354021 -1,365 0,199
+3 -0,074050* 0,1122640 0,0324078 -2,285 0,043
+4 -0,089442 0,1652475 0,0477028 -1,875 0,088
+5 0,009358 0,1048014 0,0302536 0,309 0,763
+6 -0,056025* 0,0770052 0,0222295 -2,520 0,028
+7 -0,016800 0,0892463 0,0257632 -0,652 0,528
+8 -0,021350 0,1591581 0,0459450 -0,465 0,651
+9 -0,009058 0,2488606 0,0717533 -0,126 0,902
+10 -0,029308 0,1615526 0,0466362 -0,628 0,543
+11 0,040350 0,2043587 0,0589933 0,684 0,508
+12 0,063075 0,2402318 0,0693490 0,910 0,383
+13 0,016117 0,2410204 0,0695766 0,232 0,821
+14 0,059717 0,2128187 0,0614355 0,972 0,352
+15 0,041400 0,1133999 0,0327357 1,265 0,232
+16 -0,001367 0,1496193 0,0431914 -0,032 0,975
+17 -0,018000 0,2011229 0,0580592 -0,310 0,762
+18 -0,025833 0,1087131 0,0313828 -0,823 0,428
+19 0,067367 0,2892967 0,0835128 0,807 0,437
+20 -0,003183 0,1655901 0,0478017 -0,067 0,948
+21 0,005150 0,1575691 0,0454863 0,113 0,912
+22 0,100108 0,2896264 0,0836079 1,197 0,256
+23 -0,026275 0,0987465 0,0285057 -0,922 0,376

77
+24 -0,013117 0,0947648 0,0273476 -0,480 0,641
Keterangan: * signifikan pada tingkat α sebesar 5% (t=2,201)


Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh hasil, terjadi signifikansi
abnormal return perusahaan diakuisisi pada bulan -7, 3 dan 6. Pada bulan 7
sebelum merger dan akuisisi. AAR mengalami signifikan abnormal return yang
negatif, menandakan kemungkinan bahwa kinerja perusahaan diakusisi kurang
bagus atau buruk. Pada bulan ke tiga dan keenam juga terjadi signifikansi
abnormal return yang negatif dengan sedikit peningkatan dibanding sebelum
merger dan akuisisi.
4.5.1 Hasil Analisis Rata-Rata Abnormal Return Sebelum dan Sesudah
Merger dan Akuisisi..
Untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-
rata return saham perusahaan sebelum dan sesudah melakukan merger dan
akuisisi. Dilakukan pengujian paired samples t-test dengan membandingkan
rata-rata abnormal return secara keseluruhan sebelum dengan sesudah
merger dan akuisisi.
Langkah – langkah pengujian dilakukan sebagai berikut:
a. Penentuan hipotesa.
Hipotesa yang digunakan adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return saham dalam jangka
panjang dari peristiwa merger dan akuisisi.
Ha : Ada perbedaan rata-rata abnormal return saham dalam jangka panjang
dari peristiwa merger dan akuisisi.

78
b. Pengambilan keputusan.
- Berdasarkan nilai probabilitas untuk uji dua sisi.
Jika probabilitas> 0,05, maka Ho diterima.
Jika probabilitas< 0,05, maka Ho ditolak.
1) Perusahaan Pengakuisisi.
Tabel 4.43
Uji Paired Sample T-Test: Rata-Rata Abnormal Return Pengakuisisi.
Paired Samples Statistics
.0085787 12 .06810109 .01965909
-.0175112 12 .04871580 .01406304
sebelum
sesudah
Pair
1
Mean N Std. Deviation
Std. Error
Mean


Paired Samples Test
609000 07938555 291664 024349 652917 1.138 11 .279 sebelum - ses Pair 1
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


Berdasarkan hasil uji signifikansi abnormal return seluruh perusahaan
pengakuisisi, menunjukkan ‘Sig’ = 0,279 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return pada
masa sebelum merger dan akuisisi dengan sesudah merger dan akuisisi.





79
2) Perusahaan Diakuisisi.
Tabel 4.44
Uji Paired Sample T-Test: Rata-Rata Abnormal Return Diakuisisi.
Paired Samples Statistics
.0149647 12 .07312127 .02110829
-.0121500 12 .05391551 .01556407
sebelum
sesudah
Pair
1
Mean N Std. Deviation
Std. Error
Mean


Paired Samples Test
711467 08151563 353154 024678 890723 1.152 11 .274 sebelum - ses Pair 1
Mean td. Deviatio
Std. Error
Mean Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Paired Differences
t df ig. (2-tailed


Berdasarkan hasil uji signifikansi abnormal return seluruh perusahaan
diakuisisi, menunjukkan ‘Sig’ = 0,274 (lebih besar dari 0,05). Dari pengujian
diatas disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata abnormal return pada
masa sebelum merger dan akuisisi dengan sesudah merger dan akuisisi.









80
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan.
Berdasarkan analisis dan pembahasan pengaruh merger dan akuisisi
terhadap kinerja keuangan perusahan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
Pada perusahaan pengakuisisi current ratio, quick ratio, debt to equity
ratio dan net profit margin mengalami penurunan pada satu tahun sesudah
merger dan akuisisi dan mengalami peningkatan pada tahun kedua sesudah
merger dan akuisisi. Pada fixed asset turnover,total asset turnover, debt to total
asset mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi dan pada
operating profit dan return on investment mengalami penurunan pada masa
sesudah merger dan akuisisi. Sementara return on equity mengalami peningkatan
pada tahun pertama merger dan akuisisi, namun menurun pada tahun kedua
sesudah merger dan akuisisi.
Pada perusahaan diakuisisi current ratio, quick ratio, fixed asset turnover
dan return on equity mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan
akuisisi. Sementara pada total asset turnover, net profit margin dan return on
investment meningkat pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi, namun
menurun pada tahun kedua setelah merger dan akuisisi. Pada debt to total asset
dan debt to equity ratio mengalami penurunan pada tahun pertama sesudah merger
dan akuisisi dan meningkat pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi.

81
Sedangkan operating profit mengalami penurunan pada masa sesudah merger dan
akuisisi.
Peningkatan dan penurunan yang terjadi pada rasio-rasio keuangan tidak
cukup kuat untuk menunjukkan adanya pengaruh merger dan akuisisi terhadap
rasio keuangan, baik perusahaan pengakuisisi maupun perusahaan yang diakuisisi.
Hal ini dibuktikan dengan tidak perbedaan secara signifikan antara satu tahun
sebelum dengan satu tahun sesudah merger dan akuisisi dan satu tahun sebelum
dengan dua tahu sesudah merger dan akuisisi.
Pada hasil pengujian terhadap average abnormal return (AAR)
menunjukkan terjadi penurunan AAR pada perusahaan pengakuisisi disekitar
peristiwa merger dan akuisisi. Sementara pada perusahaan yang diakuisisi
menunjukkan AAR perusahaan yang diakuisisi pada bulan-bulan tertentu
mengalami signifikan AAR yang negatif
Dari kedua hasil pengujian tersebut disimpulkan tidak ada perbedaan
antara kinerja keuangan sebelum dengan sesudah merger dan akuisisi yang
menolak hipotesis yang diajukan sebelumnya. Dengan kata lain bahwa merger dan
akuisisi berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini diduga karena merger dan
akuisisi tidak menimbulkan sinergi bagi perusahaan baik perusahaan pengakuisisi
maupun perusahaan yang diakuisisi yang kemungkinan disebabkan lemahnya
strategi yang dilakukan, pemilihan perusahaan target yang kurang tepat,
perusahaan pengakuisisi kurang pengalaman dalam melakukan merger dan
akuisisi dan adanya faktor non ekonomis yaitu untuk menyelamatkan perusahaan
dari kebangkrutan.

82
5.1 Saran.
1) Pada penelitian kedepan dapat melakukan alternatif model untuk meneliti
return saham yaitu market model dan mean-adjusted model dan menambah
jumlah observasi dengan periode waktu yang lebih lama
2) Bagi manajemen lebih mempertimbangkan secara matang dalam
mengambil keputusan merger dan akuisisi.
3) Bagi investor lebih berhati-hati dalam menyikapi merger dan akuisisi yang
dilakukan perusahaan

















83
DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Syafaruddin. (1994). Alat-Alat Analisis dalam Pembelanjaan. Jilid 2. Edisi
4. Yogyakarta: Andi Offset

Brigham, Eugene F dan Joel F Houston (terj.) (2001). Manajemen Keuangan. Jilid
2. Edisi 8. Jakarta: Erlangga

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2001) Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Edisi 2. Ctk 1. Jakarta: Balai Pustaka

Hitt, Michael A., Jeffey S. Harrison dan R. Diane Ireland (terj.) (2002). Merger
dan Akuisisi: Penduan Meraih Laba Bagi Para Pemegang Saham. Jilid 1,
Edisi 1, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Indonesian Capital Market Directory, 2000-2005

Jogiyanto. (1998). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Jilid 1, Edisi 1,
Yogyakarta: BFFE

Moin, Abdul. (2003). Merger, Akuisisi dan Divestasi. Jilid 1. Yogyakarta:
Ekonisia.

Muhammad, Swarsono. (2004). Manajemen Strategik: Konsep dan Kasus. Jilid 1.
Edisi Ketiga. Yogyakrta: UPP AMP YKPN.

Payamta, dan Doddy Setiawan (2004). “Analisis Pengaruh Merger dan Akuisis
Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia.” Riset Akuntansi
Indonesia, Vol. 7 No. 3 (September). 265-282.



84
Sudarsanam, P.S (terj.) (1999). The Essence of Mergers and Acquisitions. Jilid 1.
Edisi 1. Yogyakarta: ANDI.

Sutrisno, dan Sumarsih (2004). “Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi
Terhadap Pemegang Saham di BEJ Perbandingan Akuisisi Internal dan
Eksternal” Akuntansi & Auditing Indonesia, Vol. 8 No. 2 (Desember). 189-
210.

Wahana. (2006). Belajar Praktis Menguasai SPSS 13 Untuk Statistik. Jilid 1. Edisi
1. Jakarta: Salemba Infotek

Wibowo, Amin dan Yulita Milla Pakereng (2001). “Pengaruh Pengumuman
Merger dan Akuisisi terhadap Return Saham Perusahaan Akuisitor dan Non
Akuisitor dalam Sektor Industri Yang Sama di Bursa Efek Jakarta” Ekonomi
& Bisnis Indonesia, Vol. 16 No. 4 (Oktober). 373-387.

Widjanarko, Hendro (2006). “Merger, Akuisisi Dan Kinerja Perusahaan Studi
Atas Perusahaan Manufaktur Tahun 1998-2002.” Utilitas, Vol. 14 No.1
(Januari). 39-49.

www.indofinanz.com




















LAMPIRAN I
Ringkasan Laporan Keuangan dan
Perhitungan Rasio Keuangan
















Summary of Financial Statement
PT. Dynaplast.
(In Full Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.303.729.628.802
119.341.334.483

54.442.462.937
-
36.181.127.488
18.174.602.222
-
147.871.226.448
36.517.067.871

88.658.102.011
62.936.883.109

37.235.318.136
6.601.550.599
25.721.218.902

200.594.983.795
149.859.720.000

4.066.510.000
46.668.753.795
14.476.542.996
196.812.682.875
142.981.328.391
53.831.354.484
18.941.498.689
34.889.855.795
6.978.174.514
41.868.030.309
28.976.483.364






1,8962
1,6074
1,3310
0,6480
0,2919
0,4420
0,1773
0,1472
0,0954
0,1444

Rp.480.699.018.626
136.565.489.795

22.948.605.571
9.093.021.293
65.403.131.373
34.569.535.356
-
266.997.504.660
77.136.024.171

210.645.642.248
170.482.438.741

87.058.675.456
16.691.597.855
40.163.203.507

251.202.826.614
149.859.720.000

9.317.791.287
97.276..596.614
18.850.549.764
383.640.726.614
278.794.985.837
104.845.740.777
34.548.757.759
70.296.983.018
(18.753.571.950)
54.350.116.058
33.160.136.696






0,8012
0,5983
1,4369
0,7981
0,4382
0,8385
0,1832
0,0864
0,0690
0,1320
Rp.526.788.142.813
154.010.719.448

27.878.330.510
9.000.000.000
71.201.563.748
36.000.393.712
-
292.482.017.029
80.295.406.336

182.944.304.866
128.800.212.137

55.600.000.000
26.000.344.344
54.144.092.729

318.718.953.088
151.297.220.000

4.066.510.000
158.103.941.791
25.124.884.859
446.214.820.450
312.688.378.266
133.526.442.184
45.674.107.418
87.852.334.766
(7.803.277.396)
80.198.231.734
46.883.406.639






1,1957
0,9162
1,5256
0,8470
0,3473
0,5740
0,1969
0,1051
0,0890
0,1471
Summary of Financial Statement
PT Siloam Health Care.
(In Full Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.357.142.719.987
118.747.997.926

102.487.723.279
5.739.349.195
8.290.892.185
2.981.988.450
208.989.819.581
26.442.914.030

181.529.360.479
143.057.906.130

-
9.218.129.308
38.471.454.349

175.613.357.508
-

-
-
2.000
105.518.034.500
-
-
102.911.301.456
2.606.733.044
3.920.199.225
6.526.932.269
3.036.536.505






0,8301
0,7721
0,5049
0,2955
0,5083
1,0337
0,0247
0,0288
0,0085
0,0173
Rp.537.972.187.244
183.851.622.317

156.601.609.456
7.325.329.695
11.029.889.206
2.961.988.450
342.648.771.471
8.509.805.050

122.958.135.671
67.896.971.239

-
17.073.974.916
55.061.164.432

389.406.536.500
487.527.760.300

(6.439.092.760)
(91.682.131.040)
25.607.515.073
178.184.999.138
121.509.627.171
56.675.371.967
39.809.637.456
16.865.734.511
(7.215.906.704)
9.649.827.807
7.304.939.512






2,7078
2,5454
0,5200
0,3312
0,2286
0,3158
0,0946
0,0410
0,0136
0,0188
Rp.570.820.735.592
46.058.121.962

15.451.221.390
12.010.172.236
12.225.129.253
598.497.000
411.666.034.499
112.498.082.131

174.938.454.487
88.924.116.748

-
23.616.249.544
86.014.337.739

372.930.427.639
487.527.760.300

(6.439.092.760)
(108.158.239.901)
22.951.853.466
258.905.130.020
174.045.877.401
84.859.252.619
75.667.306.937
9.191.945.682
(21.261.613.173)
(12.069.667.491)
(16.476.108.861)






0,5179
0,3805
0,6289
0,4536
0,3065
0,4691
0,0355
-0,0636
0,0289
-0,0442
Summary of Financial Statement
PT Eterindo Wahanatama.
(In Full Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.2.480.815.653.848
679.201.627.443

214.138.041.866
249.177.999.678
164.178.025.156
-
1.691.806.677.989
109.807.348.416

2.048.966.726.875
1.307.305.923.190

419.468.909.074
145.739.849.165
741.660.803.685
46.607.265.405
385.241.661.568
484.148.500.000

172.250.193.050
(271.157.031.482)

1.108.739.929.568
932.085.573.312
176.654.356.256
74.639.938.062
102.014.418.194
(83.171.681.422)
18.842.736.772
5.132.688.003






0,5195
0,3940
0,6554
0,4469
0,8259
5,3187
0,0920
0,0046
0,0021
0,0133
Rp.3.261.164.816.758
653.826.379.273

127.124..359.684
294.631.776.934
161.324.581.722
-
2.279.817.121.769
327.521.315.716

3.567.597.164.721
3.328.634.864.691

-
237.081.064.684
238.962.300.030
11.726.524.979
(318.158.872.942)
484.148.500.000

172.250.193.050
(974.557.565.992)

1.211.277.652.324
1.124.094.264.699
87.183.387.625
127.866.112.111
(40.682.724.486)
(318.716.300.939)
(359.399.025.425)
(293.898.751.986)






0,1964
0,1480
0,5313
0,3714
1,0940
-11,2132
-0,0336
-0,2426
-0,0901
-0,9237
Rp.2.928.340.563.660
623.236.362.946

30.181.836.876
273.692.632.670
225.662.047.939
-
2.089.279.454.743
215.824.746.971

3.267.579.336.691
554.911.602.795

-
242.740.685.633
2.712.667.733.896
405.596.501
(339.644.369.532)
484.148.500.000

172.250.193.050
(1.001.043.062.582)

1.324.212.803.511
1.165.936.162.658
158.276.640.853
132.073.640.124
26.203.000.729
(60.291.192.975)
(34.088.192.246)
(26.485.496.590)






1,1231
0,7165
0,6338
0,4522
1,1159
-9,6206
0,0198
-0,0200
-0,0090
-0,0780




Summary of Financial Statement
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart).
(In Full Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp. 2.773.291.474.227
882.934..946.020

85.387.130.697
341.615.333.338
111.695.050.379
232.645.656.492
59.342.921.150
1.045.625.846.611
1.104.968.767.761

2.288.280.386.299
965.957.916.066

513..730.000.000
68.704.929.628
1.322.322.470.233

473.125.609.381
252.000.000.000

46.200.000.000
174.925.609.381
11.885.478.547
2.954.136.928.367
2.484.707.906.540
469.429.021.827
156.901.213.872
312.527.807.955
(70.380.034.367)
242.147.773.588
139.846.188.288






0,9141
0,6732
2,8252
1,0652
0,8251
4,8365
0,1058
0,0473
0,0504
0,2956
Rp.3.896.837.919.197
748.085.228.381

98.851.398.677
-
151.745.345.615
292.709.822.798
182.769.174.941
879.391.225.943
2.086.592.289.932

4.459.929.736.596
2.377.086.037.785

1.248.217.970.095
200.358.193.563
2.082.843.698.811

(599.753.390.620)
297.360.000.000

-
(897.113.39020)
72.750.160
2.294.284.897.078
1.861.475.802.518
432.809.094.560
217.365.770.499
215.443.324.061
(793.947.424.036)
(578.504.099.975)
(600.666.837.594)






0,3147
0,1916
2,6089
0,5888
1,1445
-7,4363
0,0939
-0,2618
-0,1541
1,0015
Rp. 3.570.086.560.695
912.088.067.557

133.468.762.028
2.106.000.000
158.407.897.258
348.609.782.128
379.303.939.170
907.820.334.302
1.370.874.219.666

3.880.312.747.233
1.493.092.485.272

719.638.417.051
272.322.846.080
2.387.220.261.961

(334.626.998.728)
297.360.000.000

-
(631.986.998.728)
72.674.260
3.078.926.428.634
2.563.899.204.132
515.027.224.502
276.741.035.929
238.286.188.573
74.104.767.168
312.390.955.741
281.425.919.936






0,6109
0,3774
3,3916
0,8624
1,0869
-11,5959
0,0774
0,0914
0,0788
-0,8410
Summary of Financial Statement
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
(In Million Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.26.329.654
6.612.138

3.597.537
1.319535
1.100.858
411.956
1.483.933
630.890
17.602.693

14.075.337
3.393.102

-
858.324
10.682.235

12.224.309
5.040.000

1.073.333
6.110.976
30.008
7.790.209
4.846.746
2.943.463
19.250
2.962.713
2.172.321






1,9487
1,8273
12,3480
0,2959
0,5346
1,1514
0,3778
0,2789
0,0825
0,1777



Rp.32.470.280
7.308.519

3.644.213
348.915
2.452.840
191.092
191392
452.733
2.681.613

21.911.371
10.075.323

500.000
1.777.653
11.836.048

9.323.575
5.040.000

1.073.333
3.210.242
1.235.334
16.130.789
8.515.089
7.615.700
(928.411)
6.687.289
4.250.110






0,7254
0,7064
35,6298
0,4968
0,6748
2,3501
0,4721
0,2635
0,1309
0,4558
Rp.42.322.167
10.980.544

5.699.070
1.073.000
3.198.781
139.682
183.147
379.637
2.778.839

22.979.421
10.854.981

39.205
3.389.226
12.124.440

15.899.183
5.040.000

1.073.333
9.785850
3.443.563
21.399.737
11.998.053
9.401.684
2.940.890
12.342574
8.345.274






1,0116
0,9987
56,3689
0,5056
0,5430
1,4453
0,4393
0,3900
0,1972
0,5249
Summary of Financial Statement
PT Bahtera Adimina Samudra.
(In Thousand Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.490.619.056
56.873.217

17.771.101
30.763.110
-
-
433.643.074
102.765

256.915.725
46.645.132

-
11.649.306
210.270.591

233.703.333
164.913.200

10.677.767
58.112.366

164.014.803
83.973.520
80.041.283
12.233.015
67.808.268
(10.058.559)
57.749.709
40.357.127






1,2193
1,2193
0,3782
0,3343
0,5237
1,0993
0,4134
0,2461
0,0823
0,1727
Rp.516.299.048
92.524.565

14.091.798
62.245.966
-
-
402.509.571
21.264.912

216.003.653
39.683.711

10.000.000
841.938
176.319.942

300.295.395
175.653.350

16.584.849
108.057.196

191.824.857
107.505.801
84.319.056
14.559.155
69.759.901
(34.311.061)
35.448.840
24.658.494






2,4071
2,4071
0,4766
0,3715
0,4184
0,7193
0,3637
0,1285
0,0478
0,0821
Rp.536.924.157
82.270.447

1.461.221
64.666.773
-
-
409.903.128
44.750.582

228.540.044
91.780.247

55.022.500
176.534
136.759.797

308.384.113
175.653.350

16.584.849
116.145.914

178.503.692
119.124.885
59.378.807
15.567.627
43.811.180
(32.303.907)
11.507.273
8.088.718






0,8964
0,8964
0,4355
0,3325
0,4256
0,7411
0,2454
0,0453
0,0151
0,0262
Summary of Financial Statement
PT Indofood Sukses Makmur.
(In Full Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.12.554.629.910.557
5.270.992.734.762

1.428.037.591.458
157.982.012.701
830.366.688.614
1.970598.258.037
26.268.844.463
5.203.971.198.727
2.053.397.132.605

8.862.149.207.477
3.961.035.942.315

468.961.277.317
1.112.677.700.093
4.901.113.265.162

3.058.712.804.466
915.600.000.000

963.760.000.000
1.179.352.804.466
633.767.898.614
12.702.238.659.575
8.961.595.892.353
3.740.642.767.222
1.344.311.697.382
2.396.331.069.640
(1.277.383.630.176)
1.1181947.439.664
646.172.334.187






1,3307
0,8332
2,4409
1,0118
0,7059
2,8973
0,1886
0,0509
0,0515
0,2112

Rp.15.251.515.953.263
7.147.003.162.168

1.368.445.832.616
383.036.736.951
1.323.788.948.207
2.743.304.033.058
23.689.241.359
5.661.423.827.196
2.419.399.722.540

10.713.140.004.442
4.341.302.243.186

624.232.632.276
1.161.764.131.586
6.371.837.761.256

3.662.697.503.150
938.490.000.000

1.139.061.368.487
1.585.146.134.663
875.678.445.671
16.466.285.005.124
12.398.733.770.511
4.067.551.234.613
2.187.415.549.162
1.880.135.685.451
(462.051.771.545)
1.418.083.913.906
802.632.827.816






1,6462
1,0144
2,9085
1,0796
0,7024
2,9243
0,1142
0,0487
0,0526
1,4609



15.308.854.459.911
7.106.490.597.636

1.529.698.138.896
537.310.043.958
1.641.266.268.735
2.218.209.967.205
20.232.940.503
5.825.950.826.580
2.356.180.095.192

10.552.330.340.734
3.664.192.739.756

513.311.120.883
1.600.294.854.504
6.888.137.600.978

4.093.880.900.390
944.326.950.000

1.181.379.255.987
1.968.174.694.403
662.643.218.787
17.871.425.474.269
13.405.368.540.891
4.466.056.933.378
2.457.261.991.039
2.008.794.942.339
(977.659.770.553)
1.031.135.171.786
603.481.302.847






1,9394
1,3341
3,0676
1,1674
0,6893
2,5776
0,1124
0,0338
0,0394
0,1474


Summary of Financial Statement
PT Surya Intrindo Makmur.
(In Full Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)
Minority Interests In Subsidiaries
Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit (Loss)
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.208.205.548.777
128.723.262.579

6.744.781.565
2.314.026.150
37.641.910.478
73.676.000.188
-
74.124.020.517
5.358.265.681

71.409.810.189
66.646.266.098

21.037.454.499
30.983.543.790
4.763.544.091

129.779.401.446
100.000.000.000

-
29.779.401.446
7.016.337.142
153.105.575.916
128.622.279.653
24.483.296.263
6.720.145.008
17.763.151.255
7.503.488.578
25.266.639.833
15.750.332.611






1,9314
2,5197
2,0655
0,7354
0,3430
0,5502
0,1160
0,1029
0,0756
0,1214
231.273.916.905
134.218.153.012

6.656.713.790
3.576.000.000
38.970.005.390
77.155.905.641
25.886.060.908
64.238.112.962
6.931.590.030

109.987.372.415
107.763.241.913

42.007.563.556
53.542.383.811
2.224.130.502

114.914.643.242
100.000.000.000

-
14.914.643.242
6.371.901.248
136.539.642.269
135.651.056.391
888.585.878
7.610.387.212
(6.721.801.334)
(4.445.509.559)
(11.167.310.893)
(7.256.447.747)






1,2455
0,5295
2,1255
0,5904
0,4756
0,9571
-0,0492
-0,0531
-0,0314
-0,0631
174.511.005.012
98.521.036.286

422.676.173
3.386.000.000
41.874.210.136
45.381.616.631
-
70.807.927.551
5.182.041.170

89.904.185.566
88.057.181.197

47.533.316.293
32.235.702.990
1.847.004.369

79.403.038.767
100.000.000.000

-
(20.596.961.233)
5.203.750.6479
107.830.958.412
133.155.738.539
(25.324.780.127)
7.727.460.706
(33.052.240.833)
(5.329.025.161)
(38.381.265.994)
(35.381.265.994)






1,1188
0,6035
1,5229
0,6179
0,5152
1,1322
-0,3065
-0,3322
-0,2053
-0,4511
Summary of Financial Statement
PT Siantar Top.
(In Full Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.340.257.031.809
141.257.005.258

22.302.647.208
50.942.271.620
66.180.342.946
-
172.994.852.871
26.005.173.680

123.473.688.985
99.558.213.168

33.836.813.347
54.862.881.287
23.915.475.817

216.783.342.824
131.000.000.000

300.000.000
85.483.342.824

434.448.111.464
340.832.405.213
93.615.706.251
45.790.042.638
47.825.663.613
1.679.251.547
49.504.915.160
35.358.484.133






1,4188
0,7541
2,5113
1,2768
0,3629
0,5696
0,1101
0,0814
0,1039
0,1631
470.451.512.461
216.809.033.171

12.555.845.837
84.055.175.248
112.023.167.387
-
244.296.916.673
9.345.562.620

201.135.175.279
169.567.495.857

34.873.019.175
125.408.458.328
31.567.679.422

269.316.337.182
131.000.000.000

300.000.000
138.016.337.182

627.773.970.825
512.468.713.663
115.305.257.162
75.991.291.135
39.313.966.027
3.855.470.485
43.169.436.512
30.265.118.441






1,2786
0,6180
2,5697
1,3344
0,4275
0,7468
0,0626
0,0482
0,0643
0,1124
505.507.132.281
234.640.955.333

13.906.523.895
99.078.695.375
111.783.497.867
-
268.915.097.971
1.951.079.000

205.008.507.300
165.944.679.997

78.833.203.962
71.673.159.922
39.063.827.303

300.498.624.981
131.000.000.000

300.000.000
169.198.624.981

701.076.907.037
574.119.119.482
126.957.787.555
77.301.528.159
49.656.259.396
(3.712.867.617)
45.943391.779
31.182.287.799






1,4140
0,7404
2,6071
1,3868
0,4056
0,6822
0,0708
0,0445
0,0617
0,1038
Summary of Financial Statement
PT Gudang Garam.
(In Million Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Short-term debt
Trade payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.13.448.124
11.123.218

237.848
1.607.293
9.103.779
6.439
2.191.965
126.502

5.249.926
5.058.526

3.062.456
272.221
191.400
6
8.198.192
962.044

53.700
7.182.448

17.970.450
13.519.452
4.450.998
1.061.021
3.389.977
(404.885)
2.985.092
2.087.361






2,1989
0,3992
8,1983
1,3363
0,3904
0,6404
0,1886
0,1162
0,1552
0,2546



17.338.899
11.923.663

413.718
1.687.062
9.528.579
6.439
4.936.413
478.823

6.368.018
6.057.693

3.595.336
152.613
310.325
10
10.970.871
962.044

53.700
9.955.127

23.137.376
18.615.630
4.521.746
1.591.099
2.930.647
(301.230)
2.629.417
1.838.673






1,1989
0,3954
4,6871
1,3344
0,3673
0,5804
0,1267
0,0795
0,1060
0,1676
20.591.389
13.490.458

540.136
1.757.176
10.875.860
6.439
6.927.897
173.034

8.394.061
8.006.773

5.361.046
168.497
387.288
13.475
12.183.853
962.044

53.700
11.168.109

24.291.692
19.457.427
4.834.265
1.916.005
2.918.260
(347.980)
2.570.280
1.790.209






1,6849
0,3265
3,5064
1,1797
0,4076
0,6889
0,1201
0,0737
0,0869
0,1469


Summary of Financial Statement
PT Sarasa Nugraha.
(In Thousand Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit (Loss)
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.181.300.630
129.807.170

19.423.065
6.000
34.772.931
66.851.862
-
30.679.168
20.814.292

86.561.400
28.486.009

-
19.992.565
58.075.391

94.739.230
220.000.000

600.000
(125.860.770)

319.973.559
268.554.039
51.419.520
29.032.664
22.386.856
531.499
22.918.355
14.728.968






4,5569
2,2100
10,4297
1,7649
0,4774
0,9137
0,0700
0,0460
0,0812
0,1555



138.863.648
66.813.392

4.389.630
6.150
19.259.490
39.409.670
-
49.244.134
89.619.514

80.411.791
31.181.253

12.931.171
10.141.619
49.230.538

58.451.857
220.000.000

600.000
(162.148.143)

1410620.546
136.939.818
4.680.728
21.687.175
(17.006.447)
(1.684.813)
(18.691.260)
(21.765.427)






2,1427
0,8789
2,8759
1,0199
0,5791
1,3757
0,1201
-0,1537
-0,1567
-0,3724


89.743.066
33.952.758

7.079.491
6.150
15.099.525
6.826.752
-
45.763.154
43.979.912

89.542.243
79.042.243

18.596.516
6.002.255
10.500.000

200.823
220.000.000

600.000
(162.148.143)

150.769.619
155.967.361
(5.197.742)
14.512.598
(19.710.340)
(6.577.573)
(26.287.913)
(50.838.277)






0,4296
0,3432
3,2946
1,6800
0,9978
445,8764
-0,1307
-0,3372
-0,5665
-253,1497
Summary of Financial Statement
PT Astra Agro Lestari
(In Millilon Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Taxes payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.2.412.854
254.047

53.235
31.385
567
-
793.059
1.365.748

1.326.070
427.516

10.960
78.207
54.033
898.554
35.833
1.050.951
754.800

3.218
292.933

1.417.491
938.913
478.578
157.923
320.655
(212.004)
108.651
61.819






0,5942
0,3104
1,7874
0,5875
0,5496
1,2618
0,2262
0,0436
0,0256
0,0288


2.844.684
666.233

363.153
82.056
190.645
-
927.345
1.251.106

1.281.635
519.124

7.214
94.341
100.192
762.511
47.506
1.515.543
771.588

48.144
695.811

2.543.157
1.548.702
994.455
241.471
752.984
(234.966)
518.018
280.660






0,8737
0,6237
2,7424
0,8940
0,4505
0,8457
0,2961
0,1104
0,0987
0,1852
3.382.821
1.243.319

970.156
62.197
146.655
-
1.063.592
1.075.910

1.229.991
519.124

5.000
105.119
198.009
201.705
87.495
2.065.335
786.445

81.295
1.197.595

3.472.524
1.910.934
1.561.590
276.778
1.284.812
(49.998)
1.234.814
800.764






6,1640
5,4370
3,2649
1,0265
0,3636
0,5955
0,3700
0,2306
0,2367
0,3877

Summary of Financial Statement
PT Unilever Indonesia.
(In Million Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Taxes payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.3.416.262
2.195.950

1.136.579
464.972
517.459
-
876.480
343.832

1.311.853
1.245.624

-
715.048
122.770
66.229
8.750
2.095.659
76.300

15.227
2.004.132

8.123.625
3.906.550
4.217.075
2.467.955
1.749.120
70.646
1.819.766
1.296.711






1,7629
1,3475
9,2685
2,3779
0,3840
0,6260
0,2153
1,1596
0,3796
0,6188



3.842.351
2.030.362

705.369
457.147
766.081
-
1.495.659
316.330

1.658.391
1.501.485

-
614.286
67.815
156.906
10.434
2.173.526
76.300

15.227
2.081.999

9.992.135
5.066.362
4.925.773
2.895.371
2.030.402
34.005
2.064.407
1.440.485






1,3522
0,8420
6,6808
2,6005
0,4316
0,7630
0,2032
0,1442
0,3749
0,6627



4.626.000
2.604.552

1.014.379
653.207
763.398
-
1.724.663
296.785

2.249.381
2.057.451

-
702.144
304.013
191.930
8.092
2.368.527
76.300

15.227
2.277.000

11.335.241
5.704.438
5.630.803
3.195.433
2.435.370
29.422
2.464.792
1.721.595






1,2659
0,8949
6,5724
6,5724
0,4862
0,9497
0,2148
0,1519
0,3722
0,7269


Summary of Financial Statement
PT Multipolar Corporation.
(In Million Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Short-term loans
Trade payable
Taxes payable
Accrued expenses
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes




Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.1.569.258
346.661

23.990
41.566
192.793
31.371
1.152.265
51.644
18.688

664.869
314.490

171.967
59.574
9.330
26.893
314.490
-
904.389
935.884

32.313
(63.808)

594.388
476.688
117.700
68.625
49.075
(59.800)
13.181
11.312





0,9894
0,8999
11,5093
0,3788
0,4237
0,7352
0,0826
0,0190
0,0072
0,0125


5.480.658
1.919.853

542.066
232.745
128.776
735.531
236.709
1.932.840
1.391.256

3.080.435
1.542.306

264.562
577.037
62.732
339.396
1.538.129
1.112.232
1.287.991
1.228.348

21.404
43.864

7.490.735
5.387.239
2.103.496
1.782.005
321.491
(121.036)
205.662
60.718





1,2448
0,7649
3,8755
1,3668
0,0527
2,3917
0,0429
0,0081
0,0111
0,0471
7.479.242
3.400.227

1.433.573
527.381
252.288
853.539
243.121
2.150.230
1.685.664

4.953.737
2.497.566

688.980
657.123
79.141
343.708
2.456.171
1.161.130
1.364.375
1.247.601

21.104
89.023

9.100.380
6.684.474
2.415.906
1.979.631
436.275
(273.821)
167.998
453.159





1,3614
1,0197
4,2328
1,2168
0,6623
3,6308
0,0479
0,0050
0,0060
0,0331
Summary of Financial Statement
PT Aqua Golden Missippi.
(In Full Rupiah)
1999 2001 2002
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Taxes payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.209.459.963.359
134.190.567.908

14.255.567.093
102.587.843.970
5.883.132.824
-
74.225.064.919
1.044.330.352

110.938.467.626
110.938.467.626

-
74.537.496.892
6.775.595.376
-
3.181.656.432
80.693.707.861
13.162.473.000

8.624.230.550
58.907.004.311

410.792.582.151
356.365.322.582
54.427.259.569
22.747.667.226
31.679.592.343
(1.866.140.105)
20.208.354.300
20.054.829.411






1,2096
1,1566
5,5344
1,9612
0,5296
1,3748
0,0771
0,0488
0,0957
0,2485

513.596.902.330
221.568.255.549

23.041.295.101
187.194.713.514
9.129.042.794
-
289.203.850.618
2.824.796.100

342.835.143.174
324.981.066.761

-
172.035.438.561
10.019.146.255
17.854.076.413
-
164.892.354.401
13.162.473.000

8.624.230.550
143.105.650.851

793.652.121.804
694.646.713.753
99.005.408.051
31.925.260.281
67.080.147.770
3.333.524.198
70.413.671.968
48.014.292.158






0,6818
0,6537
2,7443
1,5453
0,6675
2,0791
0,0845
0,0605
0,0935
0,2912
545.394.211.307
196.368.116.582

29.505.166.081
156.923.021.307
7.560.763.746
-
338.805.815.812
10.220.278.913

318.689.328.209
274.818.202.890

-
136.314.996.291
7.902.431.587
43.871.125.319
-
220.765.060.202
13.162.473.000

8.624.230.550
198.978.356.652

1.021.898.740.969
897.845.808.598
124.052.932.371
39.228.155.040
84.824.777.331
12.118.538.926
96.943.316.257
66.109.918.250






0,7145
0,6870
3,0162
1,8737
0,5843
1,4436
0,0830
0,0647
0,1212
0,2995
Summary of Financial Statement
PT Indocement Tunggal Perkasa.
(In Full Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.11.649.036.868.225
1.291.630.136.263

260.136.001.137
65.581.585.800
225.867.848.231
562.090.297.824
326.289.188.082
8.691.187.573.331
1.339.929.969.549

10.526.773.005.144
82.157.286.937

-
10.150.363.103.314
112.400.878.416
10.150.363.103.314

1.122.263.863.081
1.242.158.223.500

388.978.797.362
(508.873.157.781)

2.447.973.309.208
1.439.388.305.420
1.008.585.003.788
303.185.614.545
705.399.389.243
(1.958.743.740.233)
(1.253.344.350.990)
(874.072.087.782)






3,4314
1,9382
0,2817
0,2101
0,9037
9,3799
0,2882
-0,3571
-0,0750
-0,7788

11.437.523.470.764
1.777.418.504.621

273.609.131.586
193.157.721.723
317.314.692.865
875.871.806.398
62.134.771.993
8.541.455.141.160
1.056.515.052.990

7.629.128.846.878
611.956.213.073

299.490.000.000
107.697.205.845
125.548.668.827
4.826.655.156.814

7.017.172.633.805
1.840.611.759.500

1.194.229.040.048
3.982.331.834.257

3.948.282.505.933
2.648.367.364.706
1.299.915.141.227
369.971.444.350
929.943.696.877
518.046.939.153
1.441.025.860.166
1.041.047.395.230






2,9045
1,4732
0,4622
0,3452
0,6670
2,0032
0,2355
0,2637
0,0910
0,2734
10.065.834.358
1.467.098.787.110

300.084.754.453
5.946.452.150
285.993.577.678
709.286.248
24.864.880.556
8.140.674.858.601
512.427.308.091

5.611.608.038.219
784.952.881.405

497.318.750.000
103.330.408.345
76.994.864.638
7.017.172.633.805

4.826.655.156.814
1.840.615.849.500

1.194.236.402.048
1.791.802.905.266

4.157.683.466.642
2.761.761.751.105
1.395.921.715.537
581.545.410.913
814.376.304.624
3.642.022.797
819.274.777.896
670.289.725.534






1,8690
0,9657
0,5107
0,4098
0,5531
1,2378
0,1959
0,1612
0,0661
0,1479
Summary of Financial Statement
PT Semen Cibinong.
(In Million Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Loans
Trade payable
Accrued expenses
Current maturities of
long-term loan
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.6.796.443
600.399

43.725
22.983
197.839
290.183
4.198
5.705.084
486.762

14.927.451
14.720.471

2.010.848
130.376
3.040.666

8.954.437
206.980
261
(8.131.269)
574.718

173.762
7.382.789

1.492.369
1.430.366
62.003
177.152
(155.149)
(6.284.718)
(6.399.867)
(6.915.655)






0,0408
0,0211
0,2616
0,2197
2,1694
-1,8358
-0,0772
-4,6340
-1,0175
0,8505
7.713.791
623.542

109.593
-
239.296
210.665
4.140
7.003.445
82.664

5.205.296
269.195

-
155.056
93.462

2.365
4.936.101
-
2.508.495
3.831.450

3.890.522
(5.213.477)

1.978.932
1.977.100
1.832
212.560
(210.728)
651.854
441.126
502.455






2,3163
1,5337
0,2826
0,2565
0,6748
2,0751
-0,1065
0,2539
0,0651
0,2003
7.647.642
855.764

311.390
-
252.045
222.790
4.496
6.663.954
123.428

4.990.592
340.183

-
149.434
124.432

19.689
4.650.409
-
2.657.050
3.831.450

3.890.522
(5.064.922)

2.240.296
2.015.729
224.567
238.362
(13.795)
187.912
174.117
174.117






2,5156
1,8607
0,3362
0,2929
0,6526
1,8782
-0,0061
0,0777
0,0228
0,0655
Summary of Financial Statement
PT Darya Laboratories.
(In Thousand Rupiah)
2000 2002 2003
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Taxes payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.372.319.188
186.321.091

14.095.242
51.459.715
88.024.099
-
94.360.138
91.637.959

202.144.976
151.935.608

-
53.868.514
8.410.043
7.414.092
50.209.358

170.174.212
280.000.000

77.828.471
(187.654.259)

430.701.260
232.776.888
197.924.372
150.262.054
47.662.318
(59.600.283)
(11.937.965)
(16.121.740)






1,2263
0,6470
4,5644
1,1568
0,5429
1,1879
0,1107
-0,0374
-0,0433
-0,0947
322.921.805
178.697.369

51.739.136
75.530.330
38.742.870
9.420.436
89.943.138
44.860.862

95.836.531
81.174.081

-
21.116.537
8.128.231
9.852.784
14.662.450

227.085.274
280.000.000

77.828.471
(130.743.197)

549.019.797
281.233.949
267.785.848
197.223.271
70.562.577
28.881.471
99.444.048
63.530.767






2,2014
1,6485
6,1041
1,7002
0,2968
0,4220
0,1285
0,1157
0,1967
0,2798


373.559.089
222.940.244

68.329.784
92.545.617
44.882.504
9.889.607
92.647.500
48.081.738

100.079.711
73.920.318

-
19.417.621
22.137.564
23.123.508
26.159.393

273.479.378
280.000.000

77.828.471
(84.349.093)

390.345.502
128.445.800
261.899.702
183.119.538
78.780.164
(7.824.992)
70.955.172
46.394.104






3,0160
2,4918
4,2132
1,0449
0,2679
0,3659
0,2018
0,1189
0,1242
0,1696
Summary of Financial Statement
PT Sekar Laut.
(In Full Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Taxes payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.127.502.507.485
54.155.077.924

12.640.003.308
18.371.404.819
20.894.679.717
-
47.198.374.419
26.149.125.142

515.631.174.389
500.142.688.666

31.364.200.000
19.729.041.729
143.283.972.695
2.271.566
15.488.485.723
608.243.410
(388.736.910.314)
37.800.000.000

3.000.000.000
(429.536.910.314)

175.277.020.273
149.202.554.923
26.074.465.350
35.680.606.392
(9.606.141.042)
(67.683.978.677)
(77.290.119.719)
(77.465.818.434)






0,1083
0,0665
3,7136
1,3747
4,0441
-1,3264
-0,0548
-0,4420
-0,6076
-0,1993

111.136.525.784
48.111.387.754

5.289.747.411
23.403.122.888
16.691.765.637
-
38.551.077.395
24.474.060.635

446.590.265.479
193.360.358.152

31.364.200.000
16.248.817.183
127.173.260.946
2.113.935.676
253.229.907.327
460.848.771
(335.914.588.466)
37.800.000.000

3.000.000.000
(376.714.588.466)

151.518.342.828
131.008.890.318
20.509.452.510
32.645.569.362
(12.136.116.852)
22.062.899.005
9.926.782.153
10.687.863.015






0,2488
0,1625
3,9303
1,3634
4,0184
-1,3295
-0,0801
0,0705
0,0961
-0,0318
112.336.231.975
53.742.860.686

6.443.587.963
26.830.206.149
16.464.929.258
-
34.809.970.337
23.783.400.952

490.502.163.227
215.428.085.421

31.654.200.000
20.740.157.604
140.558.023.635
2.954.718.834
275.074.07.806
355.267.741
(378.521.198.993)
37.800.000.000

3.000.000.000
(419.321.198.993)

137.753.727.002
113.734.860.465
24.018.866.537
31.555.501.259
(7.536.634.722)
(36.394.736.243)
(43.931.370.965)
(42.606.610.527)






0,2495
0,1730
3,9573
1,2263
4,3664
-1,2958
-0,0547
-0,3093
-0,3793
0,1126
Summary of Financial Statement
PT Alfa Retailindo.
(In Full Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Taxes payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.591.189.638.675
238.865.623.854

54.672.142.822
31.750.116.887
122.818.710.663
-
331.969.865.847
20.354.148.974

300.030.861.352
265.408.416.015

44.547.064.912
179.890.174.223
12.406.536.052
2.706.884.444
34.622.445.337
351.216.858
290.807.560.465
234.000.000.000

2.793.867.217
54.013.693.248

2.713.011.512.840
2.545.021.304.672
167.990.208.168
163.519.781.032
4.470.427.136
22.114.210.450
26.584.637.586
26.471.056.810






0,9000
0,4372
8,1725
4,5891
0,5075
1,0317
0,0016
0,0010
0,0448
0,0910
665.034.122.648
318.333.615.861

62.206.576.556
25.761.054.111
201.086.700.296
-
336.994.131.727
9.706.375.000

349.855.339.011
188.169.023.966

-
148.649.668.281
9.878.053.186
1.520.3143.935
161.686.315.045
373.415.379
314.805.368.258
234.000.000.000

2.793.867.217
78.011.501.041

3.614.850.631.327
3.404.601.052.426
210.249.578.901
207.820.338.443
2.429.240.458
5.061.249.229
7.490.489.687
8.363.847.973






1,6917
0,6231
10,7267
5,4356
0,5261
1,1113
0,0007
0,0023
0,0126
0,0266
742.486.527.423
346.345.965.801

51.434.114.723
30.949.616.977
230.455.786.089
-
380.545.792.859
15.594.768.763

419.246.821.077
259.609.744.060

-
155.432.223.506
9.637.622.559
4.236.939.150
162.637.077.017
365.858.300
319.873.848.046
234.000.000.000

2.793.867.217
83.079.980.829

3.265.439.583.913
3.051.386.011.095
214.053.572.818
212.361.713.594
1.691.859.224
(247.996.986)
1.443.862.238
5.068.479.788






1,3341
0,4464
8,5809
4,3980
0,5647
1,3107
0,0005
0,0016
0,0068
0,0158
Summary of Financial Statement
PT Sumalindo Lestari J aya.
(In Full Rupiah)
2001 2003 2004
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.607.559.344.822
339.825.182.557

22.565.390.861
69.266.902.858
213.397.881.616
6.920.676.590
846.850.878.633
413.962.657.042

1.741.482.959.633
1.729.657.684.054

963.960.073.958
184.680.986.440
190.845.400.263
11.825.275.579
7.483.613
(133.931.048.424)
468.750.000.000

293.000.000.000
(895.681.048.424)

887.610.273.417
878.958.451.644
8.651.821.773
69.418.838.668
(60.767.016.895)
(323.742.042.119)
(384.509.059.014)
(352.009.667.644)






0,1965
0,0731
1,0481
0,5521
1,0833
-13,0028
-0,0685
-0,3966
-0,2190
2,6283
1.290.967.366.408
266.096.586.046

20.374.377.377
23.128.364.027
174.924.232.250.
922.050.743
715.537.643.265
952.239.496.354

1.724.127.040.867
1.669.514.964.243

784.780.583.785
189.278.549.122
397.706.647.927
54.612.076.624
6.391.077
(433.166.065.536)
468.750.000.000

293.000.000.000
(1.194.916.065.536)

689.608.153.492
700.184.895.344
(10.576.741.852)
63.409.886.574
(73.986.628.426)
(88.617.367.703)
(162.603.996.129)
(155.867.815.395)






0,1594
0,0546
0,9638
0,5342
1,3355
-3.9803
-0,1073
0,2260
-0,1207
0,3598

1.163.350.846.942
333.721.215.036

42.859.835.083
26.856.799.213
211.791.229.331
597.248.000
678.997.233.767
150.035.150.139

1.119.356.799.307
253.511.421.154

-
164.214.064.217
66.755.188.221
865.845.378.153
5.657.940
43.988.389.695
782.476.629.000

293.000.000.000
(1.031488.239.305)

773.559.222.676
682.974.233.895
90.584.988.781
73.242.046.530
17.342.942.251
(23.689.222.427)
(6.346.280.176)
163.427.826.231






1,3164
0,4810
1,1393
0,6649
0,9622
25,4466
0,0224
0,2113
0,1405
3,7152
Summary of Financial Statement
PT Indosat.
(In Million Rupiah)
2002 2004 2005
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Short-term loans
Trade payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.22.002.465
5.054.939

2.831.760
67.625
1.138.350
106.877
433.837
11.759.256
4.754.433

11.261.621
3.182.452

226.184
114.729
8.079.169
137.442
10.603.402
517.750

673.075
9.412.577

6.766.982
4.896.300
1.870.682
(599.429)
1.343.541
336.252






1,5884
1,5657
0,2782
0,1487
0,5118
1,0621
0,5718
0,1028
0,0153
0,0317

27.872.467
6.573.077

4.010.238
1.377
1.310.613
113.684
135.291
17.243.176
3.920.923

14.523.425
4.492.810

9.819
225.721
10.030.615
164.450
13.184.592
528.531

880.869
11.775.192

10.430.106
7.230.040
3.198.066
(876.797)
2.382.758
1.633.208






1,4630
1,4377
0,4258
0,2634
0,5211
1,1015
0,4356
0,2224
0,0586
0,1239

32.787.133
7.526.992

4.717.269
38.998
1.158.750
203.954
3.254
21.564.781
3.692.106

18.296.116
5.431.380

-
194.079
12.864.736
175.689
14.315.328
535.617

1.178.274
12.601.437

11.589.791
7.937.874
3.651.917
(1.299.208)
2.352.795
1.623.481






1,3858
1,3483
0,4009
0,2637
0,5580
1,2781
0,4224
0,1878
0,0495
0,1134
Summary of Financial Statement
PT Pelangi Indah Canindo.
(In Full Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.258.349.134.073
92.381.654.595

1.476.019.327
25.793.254.187
60.249.742.448
-
138.743.859.738
27.223.619.740

217.823.420.375
171.531.737.194

83.581.451.257
50.120.775.243
46.291.683.181

40.525.713.698
265.940.000.000

4.125.000.000
(229.539.286.302)

159.353.557.978
154.599.339.074
4.754.218.904
18.184.147.713
(13.429.928.809)
(17.025.294)
(30.445.223.653)
(2.229.163.950)






0,5386
0,1873
1,1485
0,6168
0,8431
5,3749
0,0843
0,0140
0,0086
-0,0550


251.143.312.493
128.658.613.544

1.656.819.944
37.226.630.254
82.031.851.009
-
99.045.399.813
23.439.299.136

195.363.063.499
156.481.038.643

76.841.298.088
59.787.017.819
38.882.024.856

55.780.248.994
284.187.500.000

4.125.000.000
(232.532.251.006)

233.116.605.506
195.045.345.371
38.071.260.135
15.287.342.644
22.783.917.0491
(22.497.061.550)
286.855.941
1.774.173.441






0,8222
0,2980
2,3536
0,9282
0,7779
3,5024
0,0977
0,0076
0,0071
0,0318
270.733.538.669
157.540.930.958

1362.147.752
40.745.513.388
111.382.372.421
-
88.650.972.775
24.541.634.936

213.073.773.826
169.470.662.470

124.411.393.977
27.943.426.102
43.603.111356

57.659.764.843
284.187.500.000

4.125.000.000
(230.652.735.157)

249.389.571.007
210.226.921.124
39.162.921.124
16.883.394.096
22.279.527.028
(21.916.025.479)
363.501.549
1.879.515.849






0,9296
0,2724
2,8132
0,9212
0,7870
4,3556
0,0893
0,0075
0,0069
0,0326
Summary of Financial Statement
PT Ades Waters Indonesia.
(In Million Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit (Loss)
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes (Loss)
Profit after Taxes (Loss)





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.192.043
29.622

4.219
14.623
9.981
-
160.622
1.799

101.798
80.980

31.744
6.218
20.818
1
90.244
76.000

4.750
9.494

168.936
106.899
62.037
82.037
(2.000)
4.717
(15.283)
3.519






0,3658
0,2425
1,0518
0,8797
0,5301
1,1280
-0,1184
0,0208
0,0183
0,0390


210.052
60.794

1.670
22.341
21.837
-
147.330
1.928

297.953
278.891

225.895
6.130
19.062
-
(87.901)
149.720

6.593
(244.214)

143.751
120.220
23.531
141.185
(117.654)
34
(117.620)
(119.256)






0,2180
0,1397
0,9757
0,6844
1,4185
-3,3896
-0,8185
-0,8296
-0,5677
1,3567
233.253
50.039

490
21.017
11.602
-
180.112
3.102

449.948
427.199

381.089
6.214
22.749
-
(216.695)
149.720

6.593
373.008

135.043
126.676
8.367
135.881
(127.514)
(1.608)
(129.122)
(128.794)






2,6251
2,0164
0,7498
0,5790
1,9290
-2,0764
-0,9442
-0,9537
-0,5522
0,5944
Summary of Financial Statement
PT Matahari Putra Prima.
(In Million Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Short term investment
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Accrued expenses
Long-term Liabities
Minority Interests In Subsidiaries
Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.3.421.436
1.305.915

573.848
179.094
63.188
389.598
153.816
1.223.274
738.432

1.672.446
1.148.436

249.801
549.101
294.348
470.705
53.303
1.748.990
1.352.997

(6.356)
402.349

5.064.943
3.520.494
1.544.449
1.393.593
150.856
365
153.787
115.466






1,1763
0,7979
4,1405
1,4804
0,4888
0,9562
0,0298
0,0228
0,0337
0,0668
4.577.151
1.524.767

498.346
89.987
95.420
676.322
43.957
1.800.333
1.208.094

2.510.049
1.183.971

125.000
667.267
327.118
1.260.985
65.093
2.067.102
1.352.997

(6.356)
720.461

6.916.052
4.905.061
2.010.991
1.702.244
308.747
(59.814)
254.774
222.663






1,2878
0,7166
3,8415
1,5110
0,5484
1,2143
0,0446
0,0322
0,0486
0,1077
6.055.088
2.468.444

1.230.858
74.754
218.000
790.945
50.019
2.005.128
1.531.497

3.889498
1.526.078

-
743.503
298.463
2.301.312
62.108
2.165.590
1.352.997

(6.356)
818.949

8.487.654
6.177.367
2.310.287
1.908.920
401.367
(211.699)
195.730
160.496






1,6175
1,0992
4,2330
1,4017
0,6424
1,7960
0,0473
0,0189
0,0265
0,0741


Summary of Financial Statement
PT Millenium Pharmacon Internasional.
(In Full Rupiah)
2003 2005 2006
Total Assets
Current Assets
of which
Cash on hand and in banks
Trade receivable
Inventories
Investment
Fixed Assets-Net
Other Assets

Liabilities
Current Liabilities
of which
Bank borrowings
Trade payable
Long-term Liabities

Shareholders’ Equity
Paid-up capital
Paid-up capital
in excess of par value
Retained earnings(acc. loss)

Net Sales
Cost of Goods Sold
Gross Profit
Operating Expenses
Operating Profit
Other Income (Expenses)
Profit before Taxes
Profit after Taxes





Financial Ratios
Current Ratio
Quick Ratio
Fixed Assets Turnover
Total Assets Turnover
Debt to Total Assets
Debt to Equity
Operating Profit Margin
Net Profit Margin
ROI
ROE
Rp.116.400.921.664
99.218.690.983

6.494.960.151
43.398.815.659
45.326.520.888
-
8.824.765.526
8.357.465.154

75.093.214.250
72.110.713.775

13.629.471.639
50.494.542.393
2.982.500.475

41.307.707.414
72.800.000.000

(450.725.142)
(31.041567.444)

302.223.748.023
257.474.556.429
44.749.191.594
35.113.598.476
9.635.593.118
(3.162.904.657)
6.472.688.461
4.657.784.950






1,3759
0,7474
34,2472
2,5964
0,6451
1,8179
0,0319
0,0154
0,0400
0,1127


161.425.156.533
149.853.108.789

14.198.808.067
70.035.261.448
60.531.634.582
-
6.988.832.130
4.583.215.610

109.218.819.268
108.690.034.159

26.814.816.197
77.251.006.414
528.785.109

52.206.337.265
72.800.000.000

(450.725.142)
(20.142.937.593)

482.006.104.340
434.709.750.759
47.296.353.581
33.552.526.745
13.743.826.836
(3.894.612.918)
9.849.213.918
7.028.075.348






1,3787
0,8218
68,9680
2,9859
0,6766
2,0921
0,0285
0,0146
0,0435
0,1346

175.515.547.855
164.783.901.945

11.756.112.725
79.425.199.727
68.888.889.262
-
6.765.478.809
3.966.167.101

114.888.102.365
113.893.115.746

23.980.102.907
88.031.034.086
994.986.619

60.627.445.490
72.800.000.000

(450.725.142)
(11.721.829.378)

610.858.424.139
554.345.959.513
56.522.464.626
38.658.410.566
17.864.054.060
(5.317.846.784)
12.546.207.276
8.421.108.225






1,4457
0,8420
90,2919
3,4804
0,6546
1,8949
0,0292
0,0138
0,0479
0,1389










LAMPIRAN II
Data Return Saham, Return Pasar dan
Abnormal Return















1. PT Dynaplast

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0952 0,0349 -0,1301
-11 -0,0526 -0,0385 -0,0141
-10 0 -0,0062 0,0062
-9 0,5 0,2581 0,2419
-8 0,3333 0,1818 01515
-7 -0,0833 0,1312 -0,2145
-6 0,3030 -0,0969 0,3999
-5 -0,0465 -0,0516 0,0051
-4 -0,0732 -0,0337 -0,0395
-3 -0,0263 0,0838 -0,1101
-2 0,1622 -0,0170 0,1792
-1 0,3488 0,1595 0,1893
0 -0,2241 -0,0599 -0,1642
1 0 -0,0940 0,0940
2 0 0,0117 -0,1170
3 -0,0222 -0,0969 0,0747
4 -0,0682 -0,1375 0,0693
5 0,0488 0,1338 -0,0850
6 0 -0,0445 0,0445
7 0,0372 -0,0524 0,0896
8 -0,1480 -0,0966 -0,0514
9 -0,0263 -0,0379 0,0116
10 0 0,0589 -0,0589
11 -0,1892 -0,0300 -0,1592
12 0,1 0,0223 0,0777
13 0,0303 0,0063 0,0240
14 -0,2059 -0,1103 -0,0956
15 -0,35 -0,0599 -0,1460
16 0,25 0,1330 0,1170
17 -0,04 0,0782 -0,1182
18 0,25 0,0148 0,2352
19 -0,0667 -0,0192 -0,0475
20 -0,2143 -0,0989 -0,1154
21 0 -0,0223 0,0223
22 -0,0909 -0,0089 -0,0820
23 -0,02 0,0308 -0,0508
24 0,3265 0,1520 0,1745




2. PT Siloam Health Care.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,125 -0,0062 0,1188
-11 0 0,2581 -0,2581
-10 0,3929 0,1818 0,2111
-9 0 0,1312 -0,1312
-8 0,0513 -0,0969 0,1482
-7 -0,2927 -0,0516 -0,2411
-6 0,1034 -0,0337 0,1371
-5 0,0313 0,0838 -0,0525
-4 0,2121 -0,0170 0,2291
-3 0,075 0,1595 -0,0845
-2 -0,0233 -0,0599 0,0366
-1 0,0238 -0,0940 0,1178
0 -0,0698 0,0117 -0,0815
1 -0,275 -0,0969 -0,1781
2 -0,1034 -0,1375 0,0341
3 0,0769 0,1338 -0,0569
4 0 -0,0445 0,0445
5 0,1 -0,0524 0,1524
6 -0,2727 -0,0966 -0,1761
7 -0,1518 -0,0379 -0,1139
8 0 0,0589 -0,0589
9 0,0526 -0,0300 0,0826
10 -0,42 0,0223 -0,4423
11 -0,3448 0,0063 -0,3511
12 0 -0,1103 0,1103
13 0,05 -0,0599 0,1099
14 -0,01 -0,1330 -0,143
15 0,1 0,0782 0,0218
16 0,75 0,0148 0,7352
17 0 -0,0192 0,0192
18 -0,1628 -0,0989 -0,0639
19 -0,0556 -0,0223 -0,0333
20 0 -0,0089 0,0089
21 0,1176 0,0308 0,0868
22 -0,0526 0,1520 -0,2046
23 0,0278 0,0036 0,0242
24 0 0,0629 -0,0629




3. PT Eterindo Wahanatama.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0 -0,0062 0,0062
-11 -0,0588 0,2581 -0,3169
-10 0 0,1818 -0,1818
-9 0,25 0,1312 0,1188
-8 0,65 -0,0969 0,7469
-7 -0,2424 -0,0516 -0,1908
-6 0 -0,0337 0,0337
-5 0,12 0,0838 0,0362
-4 0,0357 -0,0170 0,0527
-3 0,1379 0,1595 -0,0216
-2 0,0303 -0,0599 0,0902
-1 -0,1176 -0,0940 -0,0236
0 -0,0667 0,0117 -0,0784
1 -0,1786 -0,0969 -0,0817
2 -0,1739 -0,1375 -0,0364
3 0,2737 0,1338 0,1399
4 0 -0,0445 0,0445
5 -0,0083 -0,0524 0,0441
6 -0,075 -0,0966 0,0216
7 -0,1892 -0,0379 -0,1513
8 0,2222 0,0589 0,1633
9 -0,1636 -0,03 -0,1336
10 -0,0978 0,0223 -0,1201
11 -0,0361 0,0063 -0,0424
12 -0,1 -0,1103 0,0103
13 -0,3333 -0,0599 -0,2734
14 -0,1667 0,1330 -0,2997
15 -0,025 0,0782 -0,1032
16 -0,1538 0,0148 -0,1686
17 -0,1515 -0,0192 -0,1323
18 -0,2857 -0,0989 -0.1868
19 -0,25 -0,0223 -0,2277
20 -0,0667 -0,0089 -0,0578
21 0 0,0308 -0,0308
22 0,1429 0,1520 -0,0091
23 0 0,0036 -0,0036
24 0 0,0629 -0,0329




4. PT Smart.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,1298 -0,0170 0,1468
-11 0,0676 0,1595 -0,0919
-10 -0,2215 -0,0599 -0,1616
-9 -0,0488 -0,0940 0,0452
-8 0,2564 0,0117 0,2447
-7 -0,0748 -0,0969 0,0221
-6 0,0588 -0,1375 0,1963
-5 0,0625 0,1338 -0,0713
-4 -0,1503 -0,0445 -0,1058
-3 -0,0769 -0,0524 -0,0245
-2 -0,03 -0,0966 0,0666
-1 -0,1323 -0,0379 -0,0944
0 0,0693 0,0589 0,0104
1 0,0370 -0,03 0,067
2 -0,5357 0,0223 -0,558
3 0,5385 0,0063 0,5322
4 -0,45 -0,1103 -0,3397
5 0,1136 -0,0599 0,1735
6 -0,1837 0,133 -0,3167
7 -0,1 0,0782 -0,1782
8 -0,0556 0,0148 -0,0704
9 0,0882 -0,0192 0,1074
10 -0,1351 -0,0989 -0,0362
11 -0,1563 -0,0223 -0,134
12 0,0370 -0,0089 0,0459
13 0,1429 0,0308 0,1121
14 0,1875 0,1520 0,0355
15 -0,0526 0,0036 -0,0562
16 0 0,0629 -0,0629
17 0,0278 0,1085 -0,0807
18 -0,0811 0,0061 -0,0872
19 0 -0,0486 0,0486
20 0 -0,0819 0,0819
21 -0,2353 -0,0431 -0,1922
22 0,0385 -0,0549 0,0934
23 -0,0370 -0,1198 0,0828
24 0,0769 0,0579 0,019




5. PT Telkom.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,272 0,1595 0,1125
-11 -0,0377 -0,0599 0,0222
-10 -0,0458 -0,0940 -0,0482
-9 0,0068 0,0117 -0,0049
-8 -0,0612 -0,0969 0,0357
-7 -0,1812 -0,1375 -0,0437
-6 0,0850 0,1338 -0,0488
-5 0 -0,0445 0,0445
-4 -0,0571 -0,0524 -0,0047
-3 -0,0381 -0,0966 0,0585
-2 -0,1367 -0,0379 -0,0989
-1 0,0208 0,0589 -0,0381
0 -0,1633 -0,0300 -0,1333
1 0,2317 0,0223 0,2094
2 0,1584 0,0063 0,1521
3 -0,1709 -0,1103 -0,0606
4 -0,0103 -0,0599 0,0496
5 0,25 0,1330 0,117
6 0,0667 0,0782 -0,0115
7 -0,0703 0,0148 -0,0851
8 -0,1017 -0,0192 -0,0825
9 -0,1092 -0,0989 -0,0103
10 0,0660 -0,0223 0,0883
11 -0,0265 -0,0089 -0,0176
12 0,1636 0,0308 0,1328
13 0,1563 0,1520 0,0043
14 -0,0203 0,0036 -0,0239
15 0 0,0629 -0,0629
16 0,1586 0,1085 0,0501
17 -0,0298 0,0061 -0,0359
18 -0,0798 -0,0486 -0,0312
19 -0,02 -0,0819 0,0619
20 -0,0136 -0,0431 0,0295
21 0,0276 -0,0549 0,0825
22 -0,1745 -0,1198 -0,0547
23 0,1545 0,0579 0,0966
24 0,0845 0,0884 -0,0039




6. PT Bahtera Admina Samudra.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,1864 -0,1375 -0,0489
-11 0,1458 0,1338 0,012
-10 -0,1273 -0,0445 -0,0828
-9 0,0833 -0,0524 0,1357
-8 -0,0308 -0,0966 0,0658
-7 -0,0038 -0,0379 0,0341
-6 -0,04 0,0589 -0,0989
-5 0 -0,03 0,03
-4 -0,0833 0,0223 -0,1056
-3 -0,0455 0,0063 -0,0518
-2 -0,1429 -0,1103 -0,0326
-1 0 -0,0599 0,0599
0 0,0111 0,1330 -0,1219
1 0,044 0,0782 -0,0342
2 -0,0211 0,148 -0,1691
3 -0,0215 -0,0192 -0,0023
4 0 -0,0989 0,0989
5 -0,0659 -0,0223 -0,0436
6 -0,2824 -0,0089 -0,2735
7 -0,0164 0,0308 -0,0472
8 -0,0167 0,1520 -0,1687
9 -0,0678 0,0036 -0,0714
10 0 0,0629 -0,0629
11 0,0909 0,1085 -0,0176
12 -0,05 0,0061 -0,0564
13 0 -0,0486 0,0486
14 -0,1579 -0,0819 -0,076
15 0,0833 -0,0431 0,1264
16 -0,1923 -0,0549 -0,1374
17 0 -0,1198 0,1198
18 -0,1905 0,0579 -0,2789
19 0,1417 0,0884 0,0533
20 -0,1795 -0,0859 -0,0936
21 0,0938 0,0277 0,0661
22 -0,1143 -0,0030 -0,1113
23 0,0645 0,1328 -0,0683
24 -0,0303 0,0974 -0,1277




7. PT Indofood Sukses Makmur.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,2037 -0,1375 -0,0662
-11 0,1105 0,1338 -0,0233
-10 -0,0995 -0,0445 -0,055
-9 -0,1326 -0,0524 -0,0802
-8 0,1394 -0,0966 0,236
-7 -0,0882 -0,0379 -0,0503
-6 0,0645 0,0589 0,0056
-5 -0,0606 -0,03 -0,0306
-4 0,1613 0,0223 0,139
-3 0,0278 0,0063 0,0215
-2 -0,0811 -0,1103 0,0292
-1 -0,1176 -0,0599 -0,0577
0 0,0667 0,133 -0,0663
1 0,0625 0,0782 -0,0157
2 0 0,0148 -0,0148
3 -0,0588 -0,0192 -0,0396
4 -0,0938 -0,0989 0,0051
5 -0,0690 -0,0223 -0,0467
6 -0,0741 -0,0089 -0,0652
7 0 0,0308 -0,0308
8 0,24 0,152 0,088
9 -0,0323 0,0036 -0,0359
10 0 0,0629 -0,0629
11 0.4 0,1085 0,2915
12 0,0476 0,0061 0,0415
13 -0,0227 -0,0486 0,0259
14 0,0465 -0,0819 0,1284
15 -0,1778 -0,0431 -0,1347
16 -0,1892 -0,0549 -0,1343
17 -0,1667 -0,1198 -0,0469
18 -0,08 0,0579 -0,1379
19 0,0435 0,0884 -0,0449
20 -0,0417 -0,0859 0,0442
21 0 0,0277 -0,0277
22 0,0435 -0,003 0,0465
23 0,2083 0,1328 0,0755
24 0,2069 0,0974 0,1095




8. PT Surya Intrindo Makmur.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,1351 -0,1375 -0,2726
-11 -0,0976 0,1338 -0,2314
-10 0,0108 -0,0445 0,0553
-9 0,2374 -0,0524 0,2898
-8 0,5105 -0,0966 0,6071
-7 0,1872 -0,0379 0,2251
-6 0,0588 0,0589 0,0001
-5 0 -0,03 0,03
-4 0,1555 0,0223 0,1332
-3 -0,0385 0,0063 -0,0448
-2 -0,09 -0,1103 0,0203
-1 -0,1429 -0,0599 -0,083
0 0,0385 0,133 -0,0945
1 0,3333 0,0782 0,2551
2 0 0,0148 -0,0148
3 -0,1111 -0,0192 -0,0919
4 -0,1563 -0,0989 -0,0574
5 0,0494 -0,0223 0,0717
6 0,2941 -0,0089 0,303
7 0 0,0308 -0,0308
8 0,4545 0,152 0,3025
9 0,0313 0,0036 0,0277
10 0 0,0629 -0,0629
11 0,2121 0,1085 0,1036
12 -0,05 0,0061 -0,0561
13 -0,1579 -0,0486 -0,1093
14 -0,0938 -0,0819 -0,0119
15 -0,0345 -0,0431 0,0086
16 -0,1071 -0,0549 -0,0522
17 0,08 -0,1198 0,1998
18 -0,2741 0,0579 -0,332
19 0,0204 0,0884 -0,068
20 -0,21 -0,0859 -0,1241
21 -0,0633 0,0277 -0,091
22 0,0135 -0,0030 0,0165
23 -0,0133 0,1328 -0,1461
24 -0,0757 0,0974 -0,1731




9. PT Siantar Top.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,0909 -0,0524 0,1433
-11 0,25 -0,0966 0,3466
-10 0,1167 -0,0379 0,1546
-9 -0,5522 0,0589 -0,6111
-8 -0,0333 -0,03 -0,0033
-7 0 0,0223 -0,0223
-6 -0,0862 0,0063 -0,0925
-5 -0,1698 -0,1103 -0,0595
-4 -0,1136 -0,0599 -0,0546
-3 0,1795 0,133 0,0465
-2 0 0,0782 -0,0782
-1 0,1304 0,0148 0,1156
0 0,0577 -0,0192 0,0769
1 0 -0,0989 0,0989
2 -0,0909 -0,0223 -0,0686
3 0,04 -0,0089 0,0489
4 0,0385 0,0308 0,0077
5 -0,0185 0,1520 -0,1705
6 0,0189 0,0036 0,0153
7 0 0,0629 -0,0629
8 0,2037 0,1085 0,0952
9 0,0462 0,0061 0,0401
10 -0,0882 -0,0486 -0,0396
11 -0,1481 -0,0819 -0,0662
12 0,0741 -0,0431 0,1172
13 0,0172 -0,0549 0,0721
14 -0,0847 -0,1198 0,0351
15 -0,0370 0,0579 -0,0949
16 0 0,0884 -0,0884
17 -0,1346 -0,0859 -0,0487
18 -0,0222 0,0277 -0,0499
19 -0,0227 -0,003 -0,0504
20 0,0465 0,1328 -0,0863
21 -0,0667 0,0974 -0,1641
22 -0,0476 0,0217 -0,0693
23 -0,05 0,0049 -0,0549
24 0,0263 0,0427 -0,0164




10. PT Gudang Garam

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0717 -0,1103 -0,182
-11 -0,1158 -0,0599 -0,0559
-10 0,0655 0,1330 -0,0675
-9 0,0820 0,0782 0,0038
-8 -0,0492 0,0148 -0,064
-7 -0,0279 -0,0192 -0,0087
-6 -0,1803 -0,0989 -0,0814
-5 -0,1 -0,0223 -0,777
-4 -0,0778 -0,0089 -0,0689
-3 0,0422 0,0308 0,0114
-2 0,3179 0,152 0,1659
-1 -0,0395 0,0036 -0,0431
0 0 0,0629 -0,0629
1 0,0457 0,1085 -0,0628
2 -0,0524 0,0061 -0,0463
3 -0,0276 -0,0486 0,021
4 -0,1232 -0,0819 -0,0413
5 -0,0865 -0,0431 0,1141
6 0,0592 0,0549 -0,0813
7 -0,2011 -0,1198 0,012
8 0,0699 0,0579 -0,0034
9 0,0850 0,0884 -0,0225
10 -0,1084 -0,0859 -0,0074
11 0,0203 0,0277 -0,0169
12 -0,0199 -0,003 0,0361
13 0,1689 0,1328 0,0587
14 0,1561 0,0974 0,0017
15 0,02 0,0217 -0,0735
16 -0,0686 0,0049 -0,0735
17 -0,0316 0,0427 -0,0743
18 0,2228 0,1283 0,0945
19 0,1689 0,0467 0,1222
20 -0,0342 -0,0135 -0,0207
21 0,0709 0,1212 -0,0503
22 0,0882 0,0882 0
23 -0,0473 0,0108 -0,0581
24 -0,0851 -0,0333 -0,0518




11. PT Sarasa Nugraha.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,0556 0,133 -0,0774
-11 0,3684 0,0782 0,2902
-10 0,2692 0,0148 0,2544
-9 -0,1515 -0,0192 -0,1323
-8 -0,1429 -0,0989 -0,044
-7 -0,375 -0,0223 -0,3527
-6 -0,1333 -0,0089 -0,1244
-5 -0,0769 0,0308 -0,1077
-4 0,8333 0,152 0,6813
-3 0 0,0036 -0,0036
-2 0,0909 0,0629 0,028
-1 -0,2083 0,1085 -0,3168
0 -0,1053 0,0061 -0,1114
1 0 -0,0486 0,0486
2 -0,4118 -0,0819 -0,3299
3 0,2 -0,0431 0,2431
4 -0,5 -0,0549 -0,4451
5 -0,1667 -0,1198 -0,0469
6 0 0,0579 -0,0579
7 0,8 0,0884 -0,084
8 -0,1111 -0,0859 -0,0252
9 0,25 0,0277 0,2223
10 -0,1 -0,003 -0,097
11 0 0,1328 -0,1328
12 0,1111 0,0974 0,0137
13 0,2 0,0217 0,1783
14 -0,0833 0,0049 -0,0882
15 0,0909 0,0427 0,0482
16 0 0,1283 -0,1283
17 0 0,0467 -0,0467
18 -0,0833 -0,0135 -0,0698
19 0,7273 0,1212 0,6061
20 -0,4737 0,0882 -0,5619
21 -0,3 0,0108 -0,3108
22 0 -0,0333 0,0333
23 -0,1429 0,0649 -0,2078
24 0 -0,0650 0,065




12. PT Astra Agro Lestari.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,1212 -0,1198 -0,0079
-11 -0,0732 0,0579 -0,1311
-10 -0,0263 0,0884 -0,1147
-9 0,2162 -0,0859 0,3021
-8 0,2222 0,0277 0,1945
-7 0 -0,003 0,003
-6 0,3273 0,1328 0,1945
-5 0,0822 0,0974 -0,0152
-4 0 0,0217 -0,0217
-3 -0,0759 0,0049 -0,0808
-2 -0,0959 0,0427 -0,1386
-1 -0,2879 0,1283 -0,4162
0 0,0426 0,0467 -0,0041
1 0,0204 -0,0135 0,0339
2 0,24 0,1212 0,1188
3 0,1129 0,0882 0,0247
4 -0,2029 0,0108 -0,2137
5 -0,0545 -0,0333 -0,0212
6 0,1731 0,0649 0,1082
7 0,0492 -0,065 0,1142
8 -0,125 -0,0001 -0,1249
9 -0,0176 0,0336 -0,0512
10 0,0545 -0,003 0,0575
11 0,0862 0,0867 -0,0005
12 0,0952 0,0492 0,046
13 -0,087 0,1363 -0,2233
14 0,0952 0,023 0,0722
15 -0,0435 0,0452 -0,0888
16 0,2121 0,0272 0,1849
17 -0,025 0,0059 -0,0309
18 0,1795 -0,0468 0,2263
19 0,087 0,0059 0,0811
20 -0,0217 0,0314 -0,0531
21 -0,0111 0,0534 -0,0645
22 0,1348 -0,1118 0,2466
23 0,0198 0,0278 -0,008
24 0,1359 -0,0121 0,148




13. PT Unilever Indonesia.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0037 0,0049 -0,0086
-11 0,0451 0,0427 0,0024
-10 0,2050 0,1283 0,0767
-9 -0,0373 0,0467 -0,084
-8 -0,0155 -0,0135 -0,002
-7 0,1417 0,1212 0,0205
-6 0,0552 0,0882 -0,033
-5 -0,1111 0,0108 -0,1219
-4 0,0441 -0,0333 0,0774
-3 0,0352 0,0649 -0,0297
-2 -0,0204 -0,065 0,0446
-1 0,0903 -0,0001 0,0904
0 -0,0382 0,0336 -0,0718
1 -0,1126 -0,003 -0,1096
2 -0,0299 0,0867 -0,1166
3 0,0077 0,0492 -0,0415
4 0,0153 0,1363 -0,121
5 -0,0075 0,023 -0,0305
6 0,0606 0,452 0,0154
7 0,0143 0,0272 -0,0129
8 0,0775 0,0059 0,0716
9 -0,0196 -0,0468 0,0272
10 0,22 0,0059 0,2141
11 -0,1093 0,0314 -0,1407
12 0,0675 0,0534 0,0141
13 -0,0287 -0,1118 0,0831
14 -0,0355 0,0278 -0,0633
15 0,0736 -0,0121 0,0857
16 -0,0114 0,0285 -0,0399
17 -0,0229 0,0602 -0,0831
18 0,0058 0,0599 -0,0541
19 -0,0058 -0,0013 -0,0045
20 -0,0058 0,075 -0,0809
21 0,0765 0,1069 -0,0304
22 -0,1202 -0,0918 -0,0284
23 0,0248 -0,0148 0,0396
24 0,0243 0,0316 -0,0073




14. PT Multipolar Corporation.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0238 0,0467 -0,0705
-11 -0,0244 -0,0135 -0,0109
-10 0,05 0,1212 -0,0712
-9 0,619 0,0882 0,5308
-8 0,0735 0,0108 0,0627
-7 -0,4247 -0,0333 -0,3914
-6 0,4524 0,0649 0,3875
-5 -0,1311 -0,065 -0,0661
-4 -0,0755 -0,0001 -0,0754
-3 0,2245 0,0336 0,1909
-2 -0,0167 -0,003 -0,0137
-1 0,0517 0,0867 -0,035
0 0,0328 0,0492 -0,0164
1 0,0635 0,1363 -0,0728
2 -0,0597 0,023 -0,0827
3 0 0,0452 -0,0452
4 0,0317 0,0272 0,0045
5 -0,0769 0,0059 -0,0828
6 -0,3667 -0,0468 -0,3199
7 -0,1579 0,0059 -0,1638
8 -0,125 0,0314 -0,1564
9 0,3929 0,0534 0,3395
10 -0,2308 -0,1118 -0,119
11 0 0,0278 -0,0278
12 0 -0,0121 0,0121
13 0,0333 0,0285 0,0048
14 0 0,0602 -0,0602
15 -0,0323 0,0599 -0,0922
16 -0,0667 -0,0013 -0,0654
17 0,0714 0,075 -0,0036
18 0,0333 0,1069 -0,0736
19 -0,1935 -0,0918 -0,1017
20 -0,04 -0,0148 -0,0252
21 -0,125 0,0316 -0,1566
22 0 0,0589 -0,0589
23 0 0,0722 -0,0722
24 0,0952 0,0313 0,0639




15. PT Aqua Golden Missippi .

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0 0,2581 -0,2581
-11 0,4537 0,1818 0,2719
-10 0,2739 0,1312 0,1427
-9 0,3 -0,0969 0,3969
-8 0,0769 -0,0516 0,1285
-7 0 -0,0337 0,0337
-6 0,1071 0,0838 0,0233
-5 0 -0,017 0,017
-4 0,0323 0,1595 -0,1272
-3 0,2 -0,0599 0,2599
-2 0,0417 -0,094 0,1357
-1 0,89 0,0117 0,8783
0 -0,2050 -0,0969 -0,1081
1 0,2779 -0,1375 0,4154
2 0 0,1338 -0,1338
3 -0,2969 -0,0445 -0,2524
4 0 -0,0524 0,0524
5 0 -0,0966 0,0966
6 0,037 -0,0379 0,0749
7 0 0,0589 -0,0589
8 0 -0,03 0,03
9 -0,25 0,0223 -0,2723
10 0 0,0063 -0,0063
11 0,1429 -0,1103 0,2532
12 0,25 -0,0599 0,3099
13 -0,1333 0,133 -0,2663
14 0 0,0782 -0,0782
15 0,1692 0,0148 0,1544
16 0 -0,0192 0,0192
17 0,0395 -0,0989 0,1384
18 -0,019 -0,0223 0,0033
19 0,9355 -0,0089 0,9444
20 0 0,0308 -0,0308
21 0 0,152 -0,152
22 0,2333 0,0036 0,2297
23 0,0541 0,0629 -0,0088
24 -0,0256 0,1085 -0,1341




16. PT Indocement Tunggal Perkasa.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,1071 -0,0969 0,204
-11 0,0645 -0,1375 0,202
-10 -0,0227 0,1338 -0,1565
-9 -0,0853 -0,0445 -0,0408
-8 -0,1203 -0,0524 -0,0679
-7 -0,4162 -0,0966 -0,3196
-6 -0,0099 -0,0379 0,028
-5 0,0167 0,0589 -0,0422
-4 0,0492 -0,0300 0,0792
-3 -0,0625 0,0223 -0,0848
-2 -0,2167 0,0063 -0,223
-1 0,0213 -0,1103 0,1316
0 -0,0833 -0,0599 -0,0234
1 0,1364 0,1330 0,0034
2 0,12 0,0782 0,0418
3 -0,0893 0,0148 -0,1041
4 0 -0,0192 0,0192
5 -0,2549 -0,0989 -0,156
6 -0,2163 -0,0223 -0,194
7 -0,2162 -0,0089 -0,2073
8 -0,0345 0,0308 -0,0653
9 0,2143 0,1520 0,0623
10 0 0,0036 -0,0036
11 0 0,0629 -0,0629
12 0,0588 0,1085 -0,0497
13 -0,0278 0,0061 -0,0339
14 0,4 -0,0486 0,4486
15 -0,1837 -0,0819 -0,1018
16 -0,025 -0,0431 0,0181
17 -0,1282 -0,0549 -0,0733
18 -0,2353 -0,1198 -0,1155
19 0,0769 -0,0579 0,1348
20 -0,0357 -0,0859 0,0502
21 -0,0370 0,0277 -0,0647
22 0,3462 -0,0030 0,3492
23 -0,0857 0,1328 -0,2185
24 0,2813 0,0974 0,1839




17. PT Semen Cibinong.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,0610 0,0589 0,0021
-11 0 -0,0300 0,03
-10 0,1609 0,0223 0,1386
-9 -0,0396 0,0063 -0,0459
-8 -0,1753 -0,1103 -0,065
-7 -0,075 -0,0599 -0,0151
-6 0 0,1330 -0,133
-5 0,0405 0,0782 -0,0377
-4 0 0,0148 -0,0148
-3 0 -0,0192 0,0192
-2 0 -0,0989 0,0989
-1 0 -0,0223 0,0223
0 0 -0,0089 0,0089
1 0 0,0308 -0,0308
2 -0,2078 0,1520 -0,3598
3 -0,1148 0,0036 -0,1184
4 0 0,0629 -0,0629
5 0,2037 0,1085 0,0952
6 -0,1077 0,0061 -0,1138
7 0,0172 -0,0486 0,0658
8 -0,1525 -0,0819 -0,0706
9 -0,08 -0,0431 -0,0369
10 -0,2391 -0,0549 -0,1842
11 -0,2 -0,1198 -0,0802
12 0,0714 0,0579 0,0135
13 -0,0333 0,0884 -0,1217
14 -0,0690 -0,0859 0,0169
15 0,1852 0,0277 0,1575
16 -0,0625 -0,0030 -0,0595
17 0,5333 0,1328 0,4005
18 0,0435 0,0974 -0,0539
19 0,0833 0,0217 0,0616
20 0,4423 0,0049 0,4374
21 0,1333 0,0427 0,0906
22 -0,0588 0,1283 -0,1871
23 -0,1 0,0467 -0,1467
24 -0,0417 -0,0135 -0,0282




18. PT Darya-Varia Laboratories.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,4545 -0,0300 -0,4245
-11 -0,0476 0,0223 -0,0699
-10 0 0,0063 -0,0063
-9 -0,03 -0,1103 0,0803
-8 -0,2165 -0,0599 -0,1566
-7 -0,0789 0,1330 -0,2119
-6 0,3429 0,0782 0,2647
-5 0,0638 0,0148 0,049
-4 -0,2 -0,0192 -0,1808
-3 0 -0,0989 0,0989
-2 -0,0375 -0,0223 -0,0152
-1 0 -0,0089 0,0089
0 0,1299 0,0308 0,0991
1 0 0,1520 -0,152
2 0,0345 0,0036 0,0309
3 0 0,0629 -0,0629
4 -0,0333 0,1085 -0,1418
5 -0,0690 0,0061 -0,0751
6 0,0370 -0,0486 0,0856
7 -0,0119 -0,0819 0,07
8 0,2048 -0,0431 0,2479
9 0 -0,0549 0,0549
10 0 -0,1198 0,1198
11 0 0,0579 -0,0579
12 -0,08 0,0884 -0,1684
13 0,3043 -0,0859 0,3902
14 0 0,0277 -0,0277
15 0,0833 -0,0030 0,0863
16 0,0769 0,1328 -0,0559
17 0,0357 0,0974 -0,0617
18 0,1034 0,0217 0,0817
19 0 0,0049 -0,0049
20 0,0313 0,0427 -0,0114
21 -0,1515 0,1283 -0,2798
22 0,0714 0,0467 0,0247
23 0 -0,0135 0,0135
24 0,0333 0,1212 -0,0879




19. PT Sekar Laut.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0 0,0782 -0,0782
-11 0 0,0148 -0,0148
-10 -0,4146 -0,0192 -0,3954
-9 -0,3333 -0,0989 0,4322
-8 0 -0,0223 0,0223
-7 0 -0,0089 0,0089
-6 0 0,0308 -0,0308
-5 0 0,1520 -0,152
-4 0 0,0036 -0,0036
-3 0 0,0629 -0,0629
-2 0 0,1085 -0,1085
-1 0 0,0061 -0,0061
0 0 -0,,0486 0,0486
1 0 -0,0819 0,0819
2 0 -0,0431 0,0431
3 0 -0,0549 0,0549
4 0 -0,1198 0,1198
5 0 0,0579 -0,0579
6 0 0,0084 -0,0884
7 0 -0,0859 0,0859
8 0 0,0277 -0,0277
9 -0,3125 -0,0030 -0,3095
10 -0,1818 0,1328 -0,3146
11 -0,0889 0,0974 -0,1863
12 0 0,0217 -0,0217
13 -0,0488 0,0049 -0,0537
14 -0,1026 0,0427 -0,1453
15 0,0857 0,1283 -0,0426
16 0,4737 0,0467 0,427
17 0 -0,0135 0,0135
18 0,25 0,1212 0,1288
19 0 0,0882 -0,0882
20 0,0857 0,0108 0,0749
21 0,3158 -0,0333 0,3491
22 0 0,0649 -0,0649
23 0 -0,0650 0,0650
24 0 -0,0001 0,0001




20. PT Alfa Retalindo.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0769 -0,0192 -0,0577
-11 -0,083 -0,0989 0,0159
-10 -0,1212 -0,0223 -0,0989
-9 -0,0345 -0,0089 -0,0256
-8 0,1071 0,0308 0,0763
-7 0 0,1520 -0,152
-6 -0,0645 0,0036 -0,0681
-5 0 0,0629 -0,0629
-4 0,1379 0,1085 0,0294
-3 -0,0606 0,0061 -0,0667
-2 0 -0,0486 0,0486
-1 -0,0645 -0,0819 0,0174
0 0,1034 -0,0431 0,1465
1 0 -0,0549 0,0549
2 -0,0313 -0,1198 0,0885
3 0 0,0579 -0,0579
4 0 0,0884 -0,0884
5 -0,0323 -0,0859 0,0536
6 -0,0333 0,0277 -0,061
7 -0,0345 -0,0030 -0,0315
8 -0,0357 0,1328 -0,1685
9 0 0,0974 -0,0974
10 -0,0667 0,0217 -0,0884
11 0,1786 0,0049 0,1737
12 0,1515 0,0427 0,1088
13 0,3684 0,1283 0,2401
14 -0,0577 0,0467 -0,1044
15 0,0204 -0,0135 0,0339
16 0 0,1212 -0,1212
17 -0,08 0,0882 -0,1682
18 0 0,0108 -0,0108
19 0 -0,0333 0,0333
20 -0,1739 0,0649 -0,2388
21 0 -0,0650 0,065
22 0,0263 -0,0001 0,0264
23 0 0,0036 -0,0036
24 0,0256 -0,0030 0,0286




21. PT Sumalindo Lestari J aya.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,0606 -0,0192 0,0798
-11 0 -0,0989 0,0989
-10 0 -0,0223 0,0223
-9 -0,1714 -0,0089 -0,1625
-8 -0,2414 0,0308 -0,2722
-7 0,0455 0,152 -0,1065
-6 -0,087 0,0036 0,0906
-5 0 0,0629 -0,0629
-4 0 0,1085 -0,1085
-3 -0,2381 0,0061 -0,2442
-2 0,25 -0,0486 0,2986
-1 0,15 -0,0819 0,2319
0 0,1739 -0,0431 0,217
1 0,0741 -0,0549 0,129
2 -0,1034 -0,1198 0,0164
3 -0,2308 0,0579 -0,2887
4 -0,35 0,0884 -0,4384
5 0,1538 -0,0859 0,2397
6 -0,0667 0,0277 -0,0944
7 -0,0714 -0,003 -0,0684
8 -0,0769 0,1328 -0,2097
9 -0,6667 0,0974 0,5693
10 -0,25 0,0217 -0,2717
11 0,1333 0,0049 0,1284
12 0,1765 0,0427 0,1338
13 0 0,1283 -0,1283
14 0,05 0,0467 0,0033
15 -0,0476 -0,0135 -0,0341
16 0,1 0,1212 -0,0212
17 0 0,0882 -0,0882
18 0,1364 0,0108 0,1256
19 -0,12 -0,0333 -0,0867
20 -0,0909 0,0649 -0,1558
21 0 -0,0650 0,0650
22 0 -0,0001 0,0001
23 0 0,0336 -0,0336
24 0,1 -0,003 0,103




22. PT Indosat.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,1270 0,152 -0,025
-11 -0,061 0,0036 -0,0646
-10 0 0,0629 -0,0629
-9 0,275 0,1085 0,1665
-8 -0,0784 0,0061 -0,0845
-7 -0,0681 -0,0486 -0,0195
-6 -0,1689 -0,0819 -0,087
-5 0,005 -0,0431 0,0486
-4 -0,0273 -0,0549 0,0276
-3 -0,1236 -0,1198 -0,0038
-2 0,0705 0,0579 0,0126
-1 0,1078 0,0884 0,0194
0 -0,2054 -0,0859 -0,1195
1 0,068 0,0277 0,0403
2 -0,0318 -0,003 -0,0288
3 0,1447 0,1328 0,0119
4 0,0747 0,0974 -0,0227
5 -0,0588 0,0217 -0,0805
6 -0,0398 0,0049 -0,0447
7 -0,0414 0,0427 -0,0841
8 0,1605 0,1283 0,0322
9 0,2713 0,0467 0,2246
10 -0,0377 -0,0135 -0,0242
11 0,3043 0,1212 0,1831
12 0,0767 0,0882 -0,0115
13 0,13 0,0188 0,1112
14 0,0548 -0,0333 0,0881
15 0,0325 0,0649 -0,0324
16 0,0063 -0,0650 0,0713
17 0,0063 -0,0001 0,0064
18 00248 0,0336 -0,0088
19 0,0182 -0,003 0,0212
20 0,006 0,0867 -0,0807
21 0,1183 0,0492 0,0691
22 0,2169 0,1363 0,0806
23 0 0,0230 -0,023
24 -0,0087 0,0452 -0,0538




23. PT Pelangi Indah Canindo.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0.2 0,0217 0,1783
-11 0,8333 0,0049 0,8284
-10 0 0,0427 -0,0427
-9 0 0,1283 -0,1283
-8 0 0,0467 -0,0467
-7 -0,0909 -0,0135 -0,0774
-6 0 0,1212 -0,1212
-5 0 0,0882 -0,0882
-4 0,0667 0,0108 0,0559
-3 0 -0,0333 0,0333
-2 0,1875 0,0649 0,1226
-1 0 -0,065 0,065
0 0 -0,0001 0,0001
1 0 0,0336 -0,0336
2 -0,12 -0,003 -0,117
3 0,0909 0,0867 0,0042
4 -0,0833 0,0492 -0,1325
5 0,1818 0,1363 0,0455
6 0 0,023 -0,023
7 01538 0,0452 0,1086
8 -0,2667 0,0272 0,2939
9 -0,0455 0,0059 -0,0514
10 0 -0,0468 0,0468
11 0 0,0059 -0,0059
12 -0,0476 0,0314 -0,079
13 -0,3 0,0534 -0,3534
14 0,4286 -0,1118 0,5404
15 0 0,0278 -0,0278
16 0 -0,0121 0,0121
17 -0,35 0,0285 -0,3785
18 -0,1538 0,0602 -0,214
19 0,0909 0,0599 0,031
20 0 -0,0013 0,0013
21 0,0833 0,075 0,0083
22 1 0,1069 0,8931
23 0,0769 -0,0918 0,1687
24 0 -0,0148 0,0148




24. PT Ades Waters Indonesia.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 -0,0625 0,0049 -0,0674
-11 0,7 0,0427 0,6573
-10 -0,2157 0,1283 -0,344
-9 0,05 0,0467 0,0033
-8 -0,0476 -0,0135 -0,0341
-7 0,025 0,1212 -0,0962
-6 0,0488 0,0882 -0,0394
-5 0,0233 0,0108 0,0125
-4 -0,1591 -0,0333 -0,1258
-3 0,0541 0,0649 -0,0108
-2 -0,0513 -0,065 0,0137
-1 0,027 -0,0001 0,0271
0 0,8947 0,0336 0,8611
1 0,6667 -0,003 0,6697
2 0 0,0867 -0,0867
3 0 0,0492 -0,0492
4 -0,2333 0,1363 -0,3696
5 -0,0109 0,023 -0,0339
6 0 0,0452 -0,0452
7 0,022 0,0272 -0,0052
8 -0,1613 0,0059 -0,1672
9 -0,2564 -0,0468 -0,2096
10 0,0345 0,0059 0,0286
11 -0,0733 0,0314 -0,1047
12 -0,1511 0,0534 -0,2045
13 0,2712 -0,1118 0,383
14 0 0,0278 -0,0278
15 0,2267 -0,0121 0,2388
16 -0,0217 0,0285 -0,0502
17 -0,0778 0,0602 -0,138
18 -0,0361 0,0599 -0,096
19 -0,1188 -0,0013 -0,1175
20 -0,0071 0,075 -0,0821
21 0,1 0,1069 -0,0069
22 -0,1558 -0,0918 -0,064
23 -0,0768 -0,0148 -0,0621
24 0,05 0,0316 0,0184




25. PT Matahari Putra Prima.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,0309 0,0467 -0,0158
-11 0,01 -0,0135 0,0235
-10 0,0396 0,1212 -0,0816
-9 0,2381 0,0882 0,1499
-8 0,0385 0,0108 0,0277
-7 -0,1481 -0,0333 -0,1148
-6 0,1304 0,0649 0,0655
-5 -0,2308 -0,065 -0,1658
-4 0,05 -0,0001 0,0501
-3 0,0476 0,0336 0,014
-2 -0,0909 -0,003 -0,0879
-1 0,2 0,0867 0,1133
0 -0,0833 0,0492 -0,1325
1 0,1364 0,1363 0,0001
2 -0,08 0,023 -0,103
3 0,1304 0,0452 0,0852
4 0,0308 0,0272 0,0036
5 -0,0149 0,0059 -0,009
6 -0,1212 -0,0468 -0,0744
7 -0,0172 0,0059 -0,0231
8 0,0351 0,0314 0,0037
9 0,2203 0,0534 0,1669
10 0,1111 -0,1118 0,2229
11 0,05 0,0278 0,4722
12 0,0238 -0,0121 0,0359
13 0,186 0,0285 0,1575
14 -0,0588 0,0602 0,0014
15 -0,0313 0,0599 -0,0912
16 -0,1505 -0,0013 -0,1492
17 0,3038 0,075 0,2288
18 -0,0583 0,1069 -0,1652
19 -0,2577 -0,0918 -0,1659
20 0,0417 -0,0148 0,0565
21 0,0933 0,0316 0,0617
22 -0,0732 0,0589 -0,01321
23 0,0921 0,0722 0,0199
24 -0,1205 0,0313 -0,1518




26. PT Millenium Pharmacon International.

Bulan Rit Rmt Abnormal Return
(AR)
-12 0,1538 0,1212 0,0326
-11 -0,1333 0,0882 -0,2215
-10 0,3077 0,0108 0,2969
-9 0,2353 -0,0333 0,2686
-8 0,1538 0,0649 0,0889
-7 -0,0667 -0,065 -0,0017
-6 0 -0,0001 0,0001
-5 0,1429 0,0336 0,1093
-4 -0,125 -0,003 -0,122
-3 0,1429 0,0867 0,0562
-2 0,1875 0,0492 0,1383
-1 0,1053 0,1363 -0,031
0 -0,0476 0,023 -0,0706
1 -0,1 0,0452 -0,1453
2 0,0556 0,0272 0,0284
3 -0,1053 0,0059 -0,1112
4 -0,0588 -0,0468 -0,012
5 0 0,0059 -0,0059
6 -0,0625 0,0314 -0,0939
7 0 0,0534 -0,0534
8 -0,2667 -0,1118 -0,1549
9 -0,1818 0,0278 -0,2096
10 0,1111 -0,0121 0,1232
11 -0,2 0,0285 -0,2285
12 0,75 0,0602 0,6898
13 -0,0714 0,0599 -0,1313
14 0 -0,0013 0,0013
15 0,2308 0,075 0,1558
16 0 0,1069 -0,1069
17 -0,1875 -0,0918 -0,0957
18 0 -0,0148 0,0148
19 0,0769 0,0316 0,0453
20 0 0,0589 -0,0589
21 -0,0714 0,0722 -0,1436
22 0,0769 0,0313 0,0456
23 0 0,0861 -0,0861
24 0 0,0504 -0,0504









LAMPIRAN III
Hasil Uji Statistik Abnormal Return
dengan One Sample T-Test




















Perusahaan Pengakuisisi
One-Sample Statistics
14 -,041014 ,1201200 ,0321034 SBL_12
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,278 13 ,224 -,041014 -,110370 ,028341 SBL_12
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,032871 ,1839863 ,0491724 SBL_11
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,668 13 ,516 -,032871 -,139101 ,073360 SBL_11
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,015321 ,1205472 ,0322176 SBL_10
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
-,476 13 ,642 -,015321 -,084923 ,054281 SBL_10
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,044600 ,2694613 ,0720166 SBL_9
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,619 13 ,546 ,044600 -,110982 ,200182 SBL_9
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,169986 ,2379076 ,0635835 SBL_8
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
2,673 13 ,019 ,169986 ,032622 ,307349 SBL_8
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,086479 ,1689786 ,0451614 SBL_7
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,915 13 ,078 -,086479 -,184044 ,011087 SBL_7
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,062550 ,1744305 ,0466185 SBL_6
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,342 13 ,203 ,062550 -,038163 ,163263 SBL_6
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,032621 ,0552139 ,0147565 SBL_5
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-2,211 13 ,046 -,032621 -,064501 -,000742 SBL_5
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,059750 ,2057479 ,0549884 SBL_4
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,087 13 ,297 ,059750 -,059045 ,178545 SBL_4
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,008757 ,0754417 ,0201627 SBL_3
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,434 13 ,671 -,008757 -,052316 ,034802 SBL_3
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,021329 ,0909660 ,0243117 SBL_2
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,877 13 ,396 ,021329 -,031194 ,073851 SBL_2
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,038207 ,1645982 ,0439907 SBL_1
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,869 13 ,401 -,038207 -,133243 ,056829 SBL_1
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,065671 ,0639445 ,0170899 H_0
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-3,843 13 ,002 -,065671 -,102592 -,028751 H_0
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,018000 ,1215516 ,0324860 SSD_1
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,554 13 ,589 ,018000 -,052182 ,088182 SSD_1
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,089229 ,1794169 ,0479512 SSD_2
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,861 13 ,086 -,089229 -,192821 ,014364 SSD_2
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,053321 ,1645083 ,0439667 SSD_3
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean
One-Sample Test
1,213 13 ,247 ,053321 -,041663 ,148306 SSD_3
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
14 -,063864 ,1623927 ,0434013 SSD_4
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,471 13 ,165 -,063864 -,157627 ,029898 SSD_4
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,010400 ,1024393 ,0273781 SSD_5
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,380 13 ,710 ,010400 -,048747 ,069547 SSD_5
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,056721 ,1719091 ,0459446 SSD_6
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,235 13 ,239 -,056721 -,155979 ,042536 SSD_6
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,053221 ,0870698 ,0232704 SSD_7
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-2,287 13 ,040 -,053221 -,103494 -,002949 SSD_7
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,001514 ,1321757 ,0353254 SSD_8
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,043 13 ,966 -,001514 -,077830 ,074802 SSD_8
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,038107 ,1219786 ,0326002 SSD_9
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,169 13 ,263 ,038107 -,032321 ,108535 SSD_9
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,053521 ,1437769 ,0384260 SSD_10
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,393 13 ,187 -,053521 -,136536 ,029493 SSD_10
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,050836 ,1444853 ,0386153 SSD_11
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,316 13 ,211 -,050836 -,134259 ,032588 SSD_11
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
14 ,038943 ,0572168 ,0152918 SSD_12
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
2,547 13 ,024 ,038943 ,005907 ,071979 SSD_12
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,008271 ,1274708 ,0340680 SSD_13
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,243 13 ,812 ,008271 -,065328 ,081871 SSD_13
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
14 -,042064 ,1040452 ,0278073 SSD_14
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,513 13 ,154 -,042064 -,102138 ,018010 SSD_14
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,040121 ,0839768 ,0224438 SSD_15
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,788 13 ,097 -,040121 -,088608 ,008365 SSD_15
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,009736 ,2315746 ,0618909 SSD_16
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,157 13 ,877 ,009736 -,123971 ,143443 SSD_16
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,025893 ,0897331 ,0239822 SSD_17
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,080 13 ,300 -,025893 -,077703 ,025918 SSD_17
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,057807 ,1614749 ,0431560 SSD_18
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,339 13 ,203 -,057807 -,151040 ,035426 SSD_18
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,028229 ,1884147 ,0503560 SSD_19
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,561 13 ,585 ,028229 -,080559 ,137016 SSD_19
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,075321 ,1530740 ,0409107 SSD_20
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,841 13 ,089 -,075321 -,163704 ,013061 SSD_20
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,061479 ,1139817 ,0304629 SSD_21
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-2,018 13 ,065 -,061479 -,127290 ,004332 SSD_21
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,013000 ,1051879 ,0281127 SSD_22
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,462 13 ,651 -,013000 -,073734 ,047734 SSD_22
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 -,025079 ,0871283 ,0232860 SSD_23
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,077 13 ,301 -,025079 -,075385 ,025228 SSD_23
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
14 ,005279 ,0999338 ,0267084 SSD_24
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,198 13 ,846 ,005279 -,052422 ,062979 SSD_24
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0







































Perusahaan Diakuisisi
One-Sample Statistics
12 -,035825 ,1724473 ,0497812 SBL_12
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,720 11 ,487 -,035825 -,145393 ,073743 SBL_12
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,146425 ,3083043 ,0889998 SBL_11
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
1,645 11 ,128 ,146425 -,049462 ,342312 SBL_11
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,048983 ,1956008 ,0564651 SBL_10
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,867 11 ,404 -,048983 -,173262 ,075295 SBL_10
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,091217 ,1955347 ,0564460 SBL_9
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,616 11 ,134 ,091217 -,033020 ,215453 SBL_9
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,031942 ,1116790 ,0322390 SBL_8
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,991 11 ,343 -,031942 -,102899 ,039016 SBL_8
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,089342 ,1026730 ,0296391 SBL_7
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-3,014 11 ,012 -,089342 -,154577 -,024106 SBL_7
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,015708 ,1078790 ,0311420 SBL_6
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
-,504 11 ,624 -,015708 -,084251 ,052835 SBL_6
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
12 -,031275 ,0825200 ,0238215 SBL_5
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
-1,313 11 ,216 -,031275 -,083706 ,021156 SBL_5
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,036708 ,0899222 ,0259583 SBL_4
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,414 11 ,185 -,036708 -,093842 ,020425 SBL_4
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,000692 ,1196649 ,0345443 SBL_3
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,020 11 ,984 ,000692 -,075340 ,076723 SBL_3
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,036200 ,1374962 ,0396917 SBL_2
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,912 11 ,381 ,036200 -,051161 ,123561 SBL_2
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,123175 ,2487226 ,0718000 SBL_1
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,716 11 ,114 ,123175 -,034856 ,281206 SBL_1
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
12 ,077267 ,2696325 ,0778362 H_0
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,993 11 ,342 ,077267 -,094050 ,248583 H_0
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,086083 ,2347965 ,0677799 SSD_1
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
1,270 11 ,230 ,086083 -,063099 ,235266 SSD_1
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,048333 ,1226365 ,0354021 SSD_2
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-1,365 11 ,199 -,048333 -,126253 ,029586 SSD_2
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0


One-Sample Statistics
12 -,074050 ,1122640 ,0324078 SSD_3
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-2,285 11 ,043 -,074050 -,145379 -,002721 SSD_3
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,089442 ,1652475 ,0477028 SSD_4
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean


One-Sample Test
-1,875 11 ,088 -,089442 -,194435 ,015552 SSD_4
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,009358 ,1048014 ,0302536 SSD_5
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,309 11 ,763 ,009358 -,057229 ,075946 SSD_5
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,056025 ,0770052 ,0222295 SSD_6
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-2,520 11 ,028 -,056025 -,104952 -,007098 SSD_6
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,016800 ,0892463 ,0257632 SSD_7
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,652 11 ,528 -,016800 -,073504 ,039904 SSD_7
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,021350 ,1591581 ,0459450 SSD_8
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,465 11 ,651 -,021350 -,122474 ,079774 SSD_8
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,009058 ,2485606 ,0717533 SSD_9
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,126 11 ,902 -,009058 -,166986 ,148870 SSD_9
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,029308 ,1615526 ,0466362 SSD_10
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,628 11 ,543 -,029308 -,131954 ,073337 SSD_10
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,040350 ,2043587 ,0589933 SSD_11
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,684 11 ,508 ,040350 -,089493 ,170193 SSD_11
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,063075 ,2402318 ,0693490 SSD_12
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,910 11 ,383 ,063075 -,089561 ,215711 SSD_12
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,016117 ,2410204 ,0695766 SSD_13
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,232 11 ,821 ,016117 -,137020 ,169254 SSD_13
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,059717 ,2128187 ,0614355 SSD_14
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,972 11 ,352 ,059717 -,075502 ,194935 SSD_14
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,041400 ,1133999 ,0327357 SSD_15
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,265 11 ,232 ,041400 -,030651 ,113451 SSD_15
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,001367 ,1496193 ,0431914 SSD_16
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,032 11 ,975 -,001367 -,096430 ,093697 SSD_16
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,018000 ,2011229 ,0580592 SSD_17
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,310 11 ,762 -,018000 -,145787 ,109787 SSD_17
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,025833 ,1087131 ,0313828 SSD_18
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,823 11 ,428 -,025833 -,094906 ,043240 SSD_18
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,067367 ,2892967 ,0835128 SSD_19
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,807 11 ,437 ,067367 -,116444 ,251177 SSD_19
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,003183 ,1655901 ,0478017 SSD_20
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,067 11 ,948 -,003183 -,108394 ,102028 SSD_20
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,005150 ,1575691 ,0454863 SSD_21
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
,113 11 ,912 ,005150 -,094965 ,105265 SSD_21
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 ,100108 ,2896264 ,0836079 SSD_22
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
1,197 11 ,256 ,100108 -,083911 ,284128 SSD_22
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,026275 ,0987465 ,0285057 SSD_23
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,922 11 ,376 -,026275 -,089016 ,036466 SSD_23
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

One-Sample Statistics
12 -,013117 ,0947348 ,0273476 SSD_24
N Mean Std. Deviation
Std. Error
Mean

One-Sample Test
-,480 11 ,641 -,013117 -,073308 ,047075 SSD_24
t df Sig. (2-tailed)
Mean
Difference Lower Upper
95% Confidence
Interval of the
Difference
Test Value =0

ANALISIS DAMPAK JANGKA PANJANG MERGER DAN AKUISISI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUSISI DAN PERUSAHAAN DIAKUISISI DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

SKRIPSI

ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat ujian akhir guna memperoleh gelar sarjana Strata-1 di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia

oleh Nama Nomor Mahasiswa Program Studi Bidang Konsentrasi : Murni Hadiningsih : 03311088 : Manajemen : Keuangan

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS EKONOMI YOGYAKARTA 2007

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->