Anda di halaman 1dari 23

Bulu Babi, Bermanfaat untuk Manusia

Meski cukup membahayakan, bulu babi juga bermanfaat sebagai bahan makanan. Pemanfaatan bulu babi sebagai bahan makanan adalah dengan mengambil gonadnya. Gonad (kelenjar kelamin) bulu babi merupakan komoditas pangan yang dikenal secara luas dan merupakan makanan yang bernilai gizi tinggi. Gonad bulu babi mempunyai sekitar 28 jenis asam amino yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Selain itu gonad bulu babi kaya akan vitamin B kompleks, vitamin A dan mineral. Berdasarkan penelitian gonad bulu babi mengandung 13 jenis asam amino, 18 jenis asam amino essensial (lisin, metionin, treonon, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin) dan lima asam amino non essesial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamate dan glisin). Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada dua jenis yaitu aragin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak. Selain itu, bulu babi mengandung asam lemak tak jenuh omega 3 yang berkhasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol manusia. Bulu babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi system saraf dan metabolism tubuh manusia. http://korankampung.com/more/sains-teknologi/bulu-babi-bermanfaat-untuk-manusia/

Binatang Laut Bulu Babi Dapat Tekan Kolesterol


BINATANG laut, Bulu Babi, dari klas Echinodermata merupakan salah satu klas binatang laut yang belum begitu dikenal oleh masyarakat umum. Hanya sebagian orang yang mengenalnya terutama pada negara yang masyarakatnya suka mengonsumsi hasil laut untuk memenuhi kebutuhan makannya. Atau hanya dikenal pada masyarakat atau komunitas nelayan saja.

Namun bagi negara maju yang telah menerapkan pola makan dengan memperhatikan kandungan nilai gizinya, Bulu Babi merupakan salah satu makanan yang mempunyai nilai gizi cukup tinggi dan mempunyai kandungan asam amino cukup lengkap, sebagai pemacu pertumbuhan dan kesehatan manusia. Masyarakat Jepang, Korea, Amerika, Meksiko, Eropa dan China merupakan konsumen komoditi binatang laut itu dan Jepang merupakan yang terbesar di dunia. Tingkat pemanfaatan dan ekspor Bulu Babi negara tersebut jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Indonesia. Keadaan fisik Bulu Babi berbentuk bulat dengan ditumbuhi bulu-bulu keras atau duri-duri. Duri tersebut ada yang panjang dan ada yang pendek tergantung dari jenisnya. Tapi yang jelas duri tersebut dapat menusuk apabila tersentuh oleh tubuh manusia. Pemanfaatan binatang laut itu untuk konsumsi dengan mengambil gonadnya. Gonad yang baik mempunyai warna orange hingga kuning cerah dan mempunyai aroma khas hampir mirip seperti aroma rumput laut. Orang Jepang sering kali mengonsumsi gonad Bulu Babi dalam keadaan segar yang biasa disajikan sebagai sushi, hidangan khas masyarakat Jepang. Sedangkan yang diolah melalui proses penggaraman dan fermentasi menyerupai bentuk pasta sering disebut neriuni. Dan jenis makanan tersebut termasuk makanan yang relatif mahal. Gonad Bulu Babi berdasarkan hasil penelitian mengandung 13 jenis asam amino. Delapan asam animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin). Sedang lima asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamat dan glisin). Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada dua jenis yaitu arginin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak. Selain itu Bulu Babi juga mengandung asam lemak tak jenuh Omega 3 yang berkasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol yang bersarang dalam tubuh manusia. Kolesterol inilah yang merupakan momok bagi banyak manusia karena dapat menyebabkan pengerakkan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Bulu Babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh manusia.

Hasil analisis nilai gizi gonad Bulu Babi dapat dilihat pada table di bawah ini : Pengembangan Di perairan Indonesia, cukup banyak yang berpotensi menghasilkan Bulu Babi. Habitat Bulu Babi ini banyak terdapat pada perairan intertidal (daerah pasang surut). Bulu Babi termasuk grazer yaitu sebagai herbivor atau pemakan tanaman laut sebangsa algae atau padang lamun. Di Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT) Bulu babi telah biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebagai hidangan makanan. Bahkan ada semacam mitos masyarakat setempat bahwa Bulu Babi dapat menambahkan kejantanan pada kaum pria. Daerah yang memiliki potensi cukup banyak selain di NTB dan NTT yaitu di Perairan Pulau Seribu (Pulau Pari, Pulau Tikus), Sulawesi Selatan (Kep. Batang Bone, Batang Lompo), Bali (Gondol, Benoa, Sanur), Sumatera (Pulau Kubur) dan beberapa daerah lagi yang belum tergali. Ada beberapa jenis Bulu Babi yang diminati konsumen yaitu Strongylancetrotus internodus, S purpuratus, S. pulcherimus, S. franciscanus, Pseudoletia masclata, Anthocidarus crassipina. Pesudocentrotus depressus, Temmapleurus lorenmaticus. Mespilia globules, Tolopeneustus pilcolus. Colobacatrotus mertensli, dan Tripneustes gratilla. Pada masa sekarang ini Bulu Babi masih sedikit yang di ekspor ke luar Negeri. Masyarakat setempat masih menganggap binatang tersebut kurang ada manfaatnya. Kalau toh pun ada baru sebatas untuk hidangan makanan sehari-hari yang belum mempunyai nilai ekonomi tinggi. (Cahyo Saparinto-35) Jenis Analisis Gonad Kering Mentah (100 g) Protein 39,18 g Lemak 8,7 g Karbohidrat 38,57 g Kadar abu 8,2 g Fosfor 596 mg

Kalsium 776 mg Karoten total 57,6 mg Vitamin A 3,349 SI Vitamin B 0,08 mg Kandungan Air 5,35 g

Binatang Laut Bulu Babi Dapat Tekan Kolesterol


BINATANG laut, Bulu Babi, dari klas Echinodermata merupakan salah satu klas binatang laut yang belum begitu dikenal oleh masyarakat umum. Hanya sebagian orang yang mengenalnya terutama pada negara yang masyarakatnya suka mengonsumsi hasil laut untuk memenuhi kebutuhan makannya. Atau hanya dikenal pada masyarakat atau komunitas nelayan saja. Namun bagi negara maju yang telah menerapkan pola makan dengan memperhatikan kandungan nilai gizinya, Bulu Babi merupakan salah satu makanan yang mempunyai nilai gizi cukup tinggi dan mempunyai kandungan asam amino cukup lengkap, sebagai pemacu pertumbuhan dan kesehatan manusia. Masyarakat Jepang, Korea, Amerika, Meksiko, Eropa dan China merupakan konsumen komoditi binatang laut itu dan Jepang merupakan yang terbesar di dunia. Tingkat pemanfaatan dan ekspor Bulu Babi negara tersebut jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Indonesia. Keadaan fisik Bulu Babi berbentuk bulat dengan ditumbuhi bulu-bulu keras atau duri-duri. Duri tersebut ada yang panjang dan ada yang pendek tergantung dari jenisnya. Tapi yang jelas duri tersebut dapat menusuk apabila tersentuh oleh tubuh manusia. Pemanfaatan binatang laut itu untuk konsumsi dengan mengambil gonadnya. Gonad yang baik mempunyai warna orange hingga kuning cerah dan mempunyai aroma khas hampir mirip seperti aroma rumput laut. Orang Jepang sering kali mengonsumsi gonad Bulu Babi dalam keadaan segar yang biasa disajikan sebagai sushi, hidangan khas masyarakat Jepang. Sedangkan yang diolah melalui proses penggaraman dan fermentasi menyerupai bentuk pasta sering disebut neriuni. Dan jenis makanan tersebut termasuk makanan yang relatif mahal.

Gonad Bulu Babi berdasarkan hasil penelitian mengandung 13 jenis asam amino. Delapan asam animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin). Sedang lima asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamat dan glisin). Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada dua jenis yaitu arginin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak. Selain itu Bulu Babi juga mengandung asam lemak tak jenuh Omega 3 yang berkasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol yang bersarang dalam tubuh manusia. Kolesterol inilah yang merupakan momok bagi banyak manusia karena dapat menyebabkan pengerakkan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Bulu Babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh manusia. Hasil analisis nilai gizi gonad Bulu Babi dapat dilihat pada table di bawah ini : Pengembangan Di perairan Indonesia, cukup banyak yang berpotensi menghasilkan Bulu Babi. Habitat Bulu Babi ini banyak terdapat pada perairan intertidal (daerah pasang surut). Bulu Babi termasuk grazer yaitu sebagai herbivor atau pemakan tanaman laut sebangsa algae atau padang lamun. Di Nusa Tenggara Barat dan Timur (NTB dan NTT) Bulu babi telah biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebagai hidangan makanan. Bahkan ada semacam mitos masyarakat setempat bahwa Bulu Babi dapat menambahkan kejantanan pada kaum pria. Daerah yang memiliki potensi cukup banyak selain di NTB dan NTT yaitu di Perairan Pulau Seribu (Pulau Pari, Pulau Tikus), Sulawesi Selatan (Kep. Batang Bone, Batang Lompo), Bali (Gondol, Benoa, Sanur), Sumatera (Pulau Kubur) dan beberapa daerah lagi yang belum tergali. Ada beberapa jenis Bulu Babi yang diminati konsumen yaitu Strongylancetrotus internodus, S purpuratus, S. pulcherimus, S. franciscanus, Pseudoletia masclata, Anthocidarus crassipina. Pesudocentrotus depressus, Temmapleurus lorenmaticus. Mespilia globules, Tolopeneustus pilcolus. Colobacatrotus mertensli, dan Tripneustes gratilla.

Pada masa sekarang ini Bulu Babi masih sedikit yang di ekspor ke luar Negeri. Masyarakat setempat masih menganggap binatang tersebut kurang ada manfaatnya. Kalau toh pun ada baru sebatas untuk hidangan makanan sehari-hari yang belum mempunyai nilai ekonomi tinggi. (Cahyo Saparinto-35) Jenis Analisis Gonad Kering Mentah (100 g) Protein 39,18 g Lemak 8,7 g Karbohidrat 38,57 g Kadar abu 8,2 g Fosfor 596 mg Kalsium 776 mg Karoten total 57,6 mg Vitamin A 3,349 SI Vitamin B 0,08 mg Kandungan Air 5,35 g
http://www.suaramerdeka.com/harian/0303/01/ragam2.htm

Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita!


April 6, 2011 By admin

Kecuali suara khas jeritannya, kandungan hewan ini seakan menginvasi kehidupan manusia. Dari permen hingga peluru dan senjata kimia! Hidayatullah.com Bagi mereka yang meng-konsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu. Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi. Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya. Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru. Christein berkata, Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan. Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel. Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs. Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin. Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut. Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi. Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya. Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil. Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris). Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri. Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya, kata Lutwyche. Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa. Ada ungkapan lama yang mengatakan, bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya. Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat, ujar Lutwyche. Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya. Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.

Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan. Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru. Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri. Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia. Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar. Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan. Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh. pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna Kuas cat: dibuat dari bulu babi. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.

22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia. 23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt. 24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok. 25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film. 26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah. 27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata. 28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi. 29. Camilan anjing: moncongnya digoreng. 30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya. 31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit) 32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya. 33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya. 34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi. 35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut. 36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik. 37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya. 38. Keju krim: gelatin menjadikannya stabil. 39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya. 40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan sbahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali. Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat. [di/dm/www.hidayatullah.com] Tambahan catatan: Halal, tidak harus dimakan. Halal disini bisa juga dimaksudkan sebagai suci. Kalau sabun, odol/pasta gigi berlogo halal, apakah halal dimakan? Tentu saja tidak. Jadi halal disini bisa berarti suci. Sementara ini yang kita ketahui bahwa bila kena najisnya babi atau anjing, cara men-sucikannnya ialah dengan dicuci 7 x dan diantaranya dengan menggunakan tanah. Bayangkan bagaimana bila kita menggunakan odol/pasta gigi, yang ternyata tidak halal/tidak suci? Apa mau mencuci lagi mulut / gigi dengan pembersih 7x lalu salah satu diantaranya dengan tanah/berkumur pake tanah?

Cangkang/pembungkus pada obat jenis kapsul. Sebagian besar terbuat dari jenis gelatin, yang belum / tidak bersertifikat halal. Setahu saya, baru cangkang kapsul bermerek: Capsugel yg sudah bersertifikat halal. Tulisan diatas, baru tentang pencemaran babi dalam kehidupan sehari2. belum lagi bahanbahan lain seperti arak masak (ang ciu), air tape yang sudah diendapkan, sake (arak jepang), mirin (kecap jepang), yang biasa kita temui dalam masakan tumisan. Kemudian pada jajanan / kue: ovalet, TBM, bahan pengembang (dough improver), mentega, dsb. Bisa jadi dari bahan-bahan yang subhat atau bahkan haram. Mari, kita giatkan program: Sadar halal, peduli halal dan bergaya hidup halal. Pastikan bahwa setiap produk yang kita beli, berlogo halal, bernomor sertifikat halal MUI dan bernomor MD (makanan dalam negeri) atau ML (makanan luar negeri/impor), sebagai tanda layak konsumsi/ thoyyib.
http://www.halalmuibali.or.id/?p=245 Bulu babi adalah salah satu jenis hewan yang termasuk dalam filum ekhinodermata. Bila menyebut bulu babi maka akan terbayang pada suatu hewan yang berduri mirip landak pada sekujur tubuhnya. Melihat bentuknya tentu ada kesan menakutkan apalagi bulu babi ini berduri panjang dan tajam, namun dibalik durinya yang tajam, hewan ini sangatbbanyak bermanfaat bagi manusia. Pemanfaatan bulu babi untuk konsumsi sebagai bahan makanan adalah dengan mengambil gonadnya. Gonad bulu babi merupakan komoditas pangan yang dikenal secara luas dan merupakan makanan yang bernilai gizi tinggi. Gonad bulu babi mempunyai sekitar 28 jenis asam amino yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Selain itu gonad bulu babi kaya akan vitamin B kompleks, vitamin A dan mineral. Berdasarkan penelitian gonad bulu babi mengandung 13 jenis asam amino, 18 jenis asam amino essensial (lisin, metionin, treonon, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin) dan 5 asam amino non essesial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamate dan glisin). Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada 2 jenis yitu aragin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak. Selain itu, bulu babi mengandung asam lemak tak jenuh omega 3 yang berkhasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol manusia. Bulu babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi system saraf dan metabolism tubuh manusia.

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2115546-apakah-bulu-babi-itu/#ixzz1jVcicfIo ABSTRAK Bulu babi merupakan salah satu jenis komoditas perairan yang gonadnya dimanfaatkan sebagai sumber pangan potensial. Gonad yang banyak dicari konsumen adalah gonad yang bertekstur

kompak, padat, tidak berlendir, dan berwarna kuning cerah. Selain menjadi sumber pangan dunia, bulu babi ternyata memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Kematian massal bulu babi yang pernah terjadi di perairan Pasifik Barat dengan tingkat kematian mencapai 93-100% ternyata mengakibatkan terjadinya biomassa alga meningkat sehingga kesetimbangan ekosistem terganggu. Biota laut berduri ini juga ternyata memiliki keunikan yang tidak lazim yaitu kemampuan hidup yang dapat mencapai 200 tahun. Selain itu, bulu babi juga dinyatakan sebagai saudara tua manusia dengan hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa 70 persen gen bulu babi ternyata memiliki kemiripan dengan manusia. PENDAHULUAN Selama ini Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan sumber daya alam yang sangat potensial. Kekayaan laut lebih melimpah jika dibandingkan hasil teresterial. Hasil perikanan merupakan sumber protein hewani dengan kandungan asam amino lengkap, mudah dicerna dengan nilai cerna 100%, juga dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, lemak hasil perairan merupakan sumber energi juga sebagai sumber omega 3 yang terdiri dari linolenat, EPA dan DHA. Bulu babi merupakan salah satu komoditas hasil perairan yang telah dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan. Bagian dari bulu babi yang biasa dimanfaatkan adalah gonad atau telurnya, baik gonad jantan maupun gonad betina. Bulu babi beraturan mempunyai lima gonad yang tergantung sepanjang bagian dalam interambulakral pada daerah aboral (Hyman 1955 dalam Ratna 2002). Pangan berbahan gonad bulu babi telah dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Jepang, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Serikat dan Kanada (Chasanah et al., 1997 dalam Gunarto dan Setiabudi 2002). Bahkan di Amerika Serikat terdapat Komisi Bulu Babi California yang dibentuk sejak tahun 2004 untuk melindungi lingkungan laut, menjaga kelestarian sumberdaya bulu babi dan menjaga kestabilan patokan produk seafood yang berkualitas (WPI 2005). Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia sebenarnya berpotensi besar untuk membudidayakan jenis ini. Menurut Laode M Aslan, ada 3 jenis yang dapat dikembangkan di Indonesia yakni dari jenis Echinometra spp., Tripneustes gratilla, dan Diadema setosum. Ketiga jenis bulu babi ini selain pertumbuhannya cepat juga mampu menghasilkan gonad yang lebih besar dibandingkan jenis bulu babi lainnya. BULU BABI (Sea urchin) Deskripsi dan Klasifikasi Bulu Babi

Bulu babi termasuk Filum Echinodermata, bentuk dasar tubuh segilima. Mempunyai lima pasang garis kaki tabung dan duri panjang yang dapat digerakkan. Kaki tabung dan duri memungkinkan binatang ini merangkak di permukaan karang dan juga dapat digunakan untuk berjalan di pasir. Cangkang luarnya tipis dan tersusun dari lempengan-lempengan yang berhubungan satu sama lain ( www.pipp.dkp.go.id) Diadema setosum merupakan satu diantara jenis bulu babi yang terdapat di Indonesia yang mempunyai nilai konsumsi (Azis 1993 dalam Ratna 2002). Diadema setosum termasuk dalam kelompok echinoid beraturan (regular echinoid), yaitu echinoid yang mempunyai struktur cangkang seperti bola yang biasanya sirkular atau oval dan agak pipih pada bagian oral dan aboral. Permukaan cangkang di lengkapi dengan duri panjang yang berbeda-beda tergantung jenisnya, serta dapat digerakkan (Barnes 1987 dalam Ratna 2002). Klasifikasi bulu babi spesies Diadema setosum menurut Pratt (1935) adalah : Filum : Echinodermata Kelas : Echinoidea Subkelas : Euchinoidea Ordo : Cidaroidea Famili : Diadematidae Genus : Diadema Spesies : Diadema setosum

Hewan yang memiliki nama Internasional sea urchin atau edible sea urchin ini tidak mempunyai lengan. Tubuhnya umumnya berbentuk seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan duri-duri (Nontji 2005). Durinya amat panjang, lancip seperti jarum dan sangat rapuh. Duri-durinya terletak berderet dalam garisgaris membujur dan dapat digerak-gerakkan, panjangnya dapat mencapai ukuran 10 cm dan lebih. Penyelam yang tidak menggunakan alas kaki mudah sekali tertusuk durinya sehingga akan sedikit merasakan demam karena bisa pada duri tersebut, racunnya sendiri dapat dinetralisir dengan amonia, perlakuan asam ringan (jeruk lemon atau cuka). Berdasarkan bentuk tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu bulu babi beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular sea urchin) (Hyman 1955 dalam Ratna 2002), dan hanya bulu babi beraturan saja yang memiliki nilai konsumsi (Lembaga Oseanologi Nasional 1973 dalam Ratna 2002). Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral, aboral, dan bagian diantara oral dan aboral (Lembaga Oseanologi Nasional 1973 dalam Ratna 2002). Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan pada bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng ambulakral dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem peristomial. Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem peristomial termasuk lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct) termasuk diantaranya adalah keping-keping genital. Salah satu diantara keping genital yang berukuran paling besar merupakan tempat bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular system). Sistem ini menjadi cirri khas Filum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan, makan, respirasi, dan ekskresi. Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit tempat menempelnya organ lentera aristotle, yakni semacam rahang yang berfungsi sebagai alat pemotong dan penghancur makanan.

Organ ini juga mampu memotong cangkang teritip, molusca ataupun jenis bulu babi lainnya (Azis 1987 dalam Ratna 2002). Di sekitar mulut bulu babi beraturan kecuali ordo Cidaroidea terdapat lima pasang insang yang kecil dan berdinding tipis (Hyman 1955 dan Barnes 1987 dalam Ratna 2002). Hewan unik ini juga memiliki kaki tabung yang langsing panjang, mencuat diantara duri-durinya. Duri dan kaki tabungnya digunakan untuk bergerak merayap di dasar laut. Ada yang mempunyai duri yang panjang dan lancip, ada pula yang durinya pendek dan tumpul. Mulutnya terletak dibagian bawah menghadap kedasar laut sedangkan duburnya menghadap keatas di puncak bulatan cangkang. Makanannya terutama alga, tetapi ada beberapa jenis yang juga memakan hewan-hewan kecil lainnya (Nontji, 2005). Pada umumnya bulu babi berkelamin terpisah, dimana jantan dan betina merupakan individuindividu tersendiri (gonochorik/dioecious). Spesies gonochorik secara khusus memiliki rasio seks sendiri dan jarang bersifat hemafrodit. Munculnya hemafrodoitisme pada Tripneustes gratilla adalah 1 dari 550 individu. Pembelahan bulu babi terjadi secara eksternal, dimana sel telur dan sel sperma di lepas ke dalam air laut di sekitarnya (Sugiarto dan Supardi 1995 dalam Ratna 2002). Gonad jantan dan betina pada bulu babi juga sulit dibedakan tanpa menggunakan mikroskop. Secara kasar hanya warna yang digunakan untuk membedakan gonad. Misalnya pada bulu babi Paracentrotus livindus, gonad jantan berwarna kuning sedangkan betina berwarna orange. Dalam penelitian Gunarto dan Setiabudi (2002) di perairan Pulau Barang Lompo, Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, didapati ukuran bulu babi terbesar memiliki kisaran tinggi cangkang 50-61 mm, diameter cangkang 86-94 mm, berat total 148-331 g. Sedangkan ukuran bulu babi terkecil dengan ukuran tinggi cangkang 27,2-36,4 mm, diameter cangkang 47,4-66,0 mm, dan berat total 41,4-110,9 g. Bulu babi termasuk organisme yang pertumbuhannya lambat. Umur, ukuran, dan pertumbuhan tergantung kepada jenis dan lokasi. Chen dan Run (1988) dalam Tuwo (1995) diacu dari Ratna (2002) melaporkan bahwa bulu babi jenis Tripeneuste gratilla yang dipelihara di laboratorium di Taiwan mengalami metamorfos pada umur 30 hari. Pertumbuhan Tripneustes gratilla sangat cepat pada awal perkembangannya, tetapi jumlahnya terbatas. Hal ini diduga erat kaitannya dengan banyaknya predator yang dialami oleh hewan berukuran kecil. Setelah mencapai umur tertentu, cangkangnya sudah cukup kuat sehingga jumlah predator yang dapat menyerang dan memecahkan cangkangnya berkurang. Bulu babi mempunyai banyak predator, yaitu berbagai jenis ikan, termasuk hiu, anjing laut, lobster, kepiting, dan gastropoda (Kenner 1992; Tegner dan Dayton 1981 dalam Tuwo 1995). Hal ini juga menyebabkan rendahnya densitas bulu babi. Predator utama bulu babi jenis Diadema

setosum adalah ikan Buntal (Tetraodon) dan ikan Pakol (Balistes) yang mempunyai gigi yang kuat dan tajam yang dapat mematahkan duri-duri dan mengoyak cangkang bulu babi (Nontji 2005). Mortalitas bulu babi umumnya sangat tinggi (Ebert 1975 dalam Tuwo 1995). Secara umum di alam bulu babi dapat mengalami kematian massal pada suhu 34-40 C . Habitat dan Penyebaran Bulu Babi Bulu babi hidup di ekosistem terumbu karang (zona pertumbuhan alga) dan lamun. Bulu babi ditemui dari daerah intertidal sampai kedalaman 10 m dan merupakan penghuni sejati laut dengan batas toleransi salinitas antara 30-34 (Aziz 1995 dalam Hasan 2002). Hyman (1955) dalam Ratna (2002) menambahkan bahwa bulu babi termasuk hewan benthonic, ditemui di semua laut dan lautan dengan batas kedalaman antara 0-8000 m. Karena echinoide memiliki kemampuan beradaptasi dengan air payau lebih rendah dibandingkan invertebrate lain. Kebanyakan bulu babi beraturan hidup pada substrat yang keras, yakni batu-batuan atau terumbu karang dan hanya sebagian kecil yang menghuni substrat pasir dan Lumpur, karena pada kondisi demikian kaki tabung sulit untuk mendapatkan tempat melekat. Golongan tersebut khusus hidup pada teluk yang tenang dan perairan yang lebih dalam, sehingga kecil kemungkinan dipengaruhi ombak. Dalam penelitian Gunarto dan Setiabudi (2002) dilaporkan bahwa perkembangan gonad bulu babi pada musim kemarau tidak dalam satu stadium, tetapi terdapat gonad dlam periode berkembang, matang, pijah. Masa Hidup Bulu Babi Bulu babi merah (Strongylocentrotus franciscanus) yang sejak lama dianggap sebagai momok di lautan. Karena makan tumbuh-tumbuhan di bawah air dan banyak orang yakin hewan inilah yang bertanggungjawab atas kerusakan ekosistem laut. Tidak heran bila banyak orang berusaha meracuninya, ternyata dalam penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa bulu babi merah tumbuh jauh lebih lambat dari perkiraan semula, namun hidup lebih lama dibanding dugaan awal. Mereka tidak sekedar mencapai umur tujuh hingga 15 tahun seperti diperkirakan, tapi bisa mencapai 200 tahun lebih (www.kompas.com) Lebih menarik lagi, hewan-hewan lanjut usia itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda uzur. Menurut Dr Albert dalam kompas.com, walaupun mereka bisa mati karena serangan hewan pemangsa, penyakit tertentu, atau ditangkap nelayan, namun hewan-hewan ini tidak menunjukkan tanda-tanda ketuaan lanjut. Bukti-bukti menunjukkan bahwa bulu babi merah berusia 100 tahun

tidak begitu berbeda dengan yang berumur 10 tahun. Kenyataan mengindikasikan bahwa semakin dewasa bulu babi merah, maka makin produktif mereka menghasilkan sperma dan telur. Hewan ini juga masih mampu berkembang biak walau usianya sudah amat tua. Di antara hal-hal lain, data radio karbon juga menunjukkan bulu babi merah memiliki pertumbuhan yang nyaris tidak terlalu dipengaruhi kondisi laut dan variabel lain (www.kompas.com). Analisis terhadap genom bulu babi juga menunjukkan bahwa bulu babi memiliki sistem kekebalan dan kepekaan gen yang unik dan kompleks. Kemiripan antara manusia dan bulu babi yang memiliki jalur kekerabatan jauh dapat dijadikan model untuk memahami proses evolusi. Dalam proyek genetika yang dilakukan di California, para ilmuwan mengambil DNA dari sperma seekor bulu babi jantan California yang hidup menyebar di pantai barat AS dari Baja hingga Alaska. Hasil identifikasi menunjukkan ada 23.300 gen yang tersusun dari 814 juta kode DNA yang dimiliki seekor bulu babi. George Weinstock dari Sekolah Kedokteran Baylor AS sebagai pemimpin dalam proyek pengurutan DNA bulu babi menyatakan bahwa 70 persen gen bulu babi ternyata memiliki kemiripan dengan manusia sementara pada lalat buah hanya 40 persennya, dengan dua jenis filum yang berbeda. Melalui mekanisme ini dapat menjelaskan mengapa hewan tersebut bisa bertahan hingga 100 tahun (www.kompas.com). Pada penelitian Darsono dan Toso (1987) di perairan terumbu karang gugus Pulau Pari, Pulau Seribu, Jakarta. Pengamat mengumpulkan 300 ekor bulu babi, yang memiliki panjang diameter berkisar dari 47,30-94,00 mm dengan rata-ratanya (64,507,90) mm. berat berkisar dari 55,40-325,00 gr dengan rata-rata (134,2043,00) gr. Hubungan panjang diameter (Lt, mm) dengan umur (t, bulan) dikaji melalui persamaan Von Bertalanffy, seperti : diameter (L, mm) dengan berat (W, gram) digambarkan . Hubungan penjang melalui persamaan

adalah positif dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,908. Persamaan ini dikonversikan dengan Lt, maka akan menjadi kunci hubungan umur (t, bulan) dengan berat (W, gram) digambarkan melalui persamaan Pemanfaatan Bulu Babi Bagian dari bulu babi yang biasa dimanfaatkan adalah gonad atau telurnya, baik gonad jantan maupun gonad betina. Bulu babi beraturan mempunyai lima gonad yang tergantung sepanjang bagian dalam interambulakral pada daerah aboral (Hyman 1955 dalam Ratna 2002). Tergantung lingkungan dan faktor genetik, bulu babi muda dapat mencapai kematangan seksual sekitar 1-2 tahun setelah beralih dari fase larva ke fase juvenil. Trinidad-Roa (1989) dalam Setiabudi (1996)

diacu dari Ratna 2002, melaporkan bahwa Tripneutes gratilla dari Bali mengalami matang kelamin pertama kali pada umur 2.5 tahun. Setelah itu produksi gonadnya menurun. Hal ini ditemukan juga pada kelas echinoidea lainnya (Conand 1989 dalam Tuwo 1995 diacu dari Ratna 2002). Gonad yang matang berukuran sangat besar, mengisi ruang yang kosong diantara untaian usus dan meluas mulai pertengahan aboral hingga mencapai lentera aristotle (Hyman 1955 dalam Ratna 2002). Umumnya gonad yang matang bertekstur lunak dan berlendir. Telur seperti ini tidak diinginkan sebagai produk perikanan. Telur atau gonad yang dikehendaki adalah yang bertekstur kompak, dimana kondisi ini terjadi pada saat fase pijah lanjut (Bernard 1977 dalam Darsono 1986 diacu dari Ratna 2002). Pemanenan bulu babi sebaiknya dilakukan pada saat indeks kematangan gonad mencapai maksimal atau sebelum musim pemijahan. Secara teoritis hewan yang boleh ditangkap sebaiknya adalah yang pernah memijah minimal satu kali agar hewan dapat berkembang biak sebelum tertangkap (Tuwo 1995 dalam Ratna 2002), di California bulu babi merah (Strongylocentrotus fransciscanus) baru dapat dipanen setelah berumur antara 5-8 tahun. Sedangkan di daerah Shetland pemanenan Echinus esculentus biasanya dilakuka mulai akhir Desember sampai akhir Februari, tepatnya sebelum musim pemijahan (Penfold dan Boyle 1996 dalam Ratna 2002). Berat bulu babi biasanya mencapai 25% dari total berat tubuhnya, tergantung kepadatan populasi dan tersedianya cukup makanan di alam (Darsono 1986 dalam Ratna 2002). Pemanenan sebaiknya tidak dilakukan jika rata-rata persentase gonad masih dibawah 10% (Penfold dan Boyle 1996 dalam Ratna 2002). Sebagian besar negara-negara di Amerika dan Eropa telah mulai mengembangkan budidaya jenis ini. Meskipun dalam perkembangannya, terlihat jelas adanya perbedaan mencolok antara produk tangkapan di laut dan telur dari hasil budidaya. Perbedaan itu utamanya terletak pada warna dan tekstur telur yang dihasilkan. Warna dan tekstur adalah dua faktor penentu dalam kualitas dan harga bulu babi. Menurut Pearce dkk (2004) bahwa bulu babi yang diberi pakan buatan dapat menghasilkan telur yang besar namun warna telur yang dihasilkan pucat (pale), sementara warna telur bulu babi tangkapan alam jauh lebih kuning kemerahan. Hal ini berpengaruh terhadap harga jual (www.beritaiptek.com). Cangkang dari jenis bulu babi tertentu dilapisi oleh pigmen cairan hitam yang stabil. Cairan ini dapat digunakan sebagai pewarnaan jala dan kulit. Cangkang dari bulu babi juga diminati sebagai barang perhiasan. Sedangkan organ dari sisa pengolahan bulu babi biasanya berupa cangkang dan organ dalam (jeroan) dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk (Zaitsev et al 1969 dalam Ratna 2002).

Umumnya gonad bulu babi dijual dalam keadaan segar, karena memiliki nilai paling tinggi. Beberapa kriteria kualitas gonad yang memengaruhi harga beli di pelelangan adalah jenis, negara asal, warna, tekstur, ukuran, rupa, kesegaran, dan rasa. Diantara kriteria tersebut warna, kesegaran dan negara asal merupakan faktor terpenting dalam menentukan harga. Berdasarkan warnanya, mutu gonad bulu babi dapat dikelompokkan menjadi mutu sangat baik (Grade A) dengan gonad berwarna kuning atau orange terang, mutu baik (Grade B) dengan warna gonad merah muda atau kuning pucat (krem) dan mutu jelek (reject) dengan gonad berwarna coklat (Penfold dan Boyle 1996; Murniyati dan Setiabudi 1998 dalam Ratna 2002). Komposisi Kimia Gonad Bulu Babi Gonad bulu babi merupakan makanan tambahan yang kaya akan nilai gizi. Lee dan Hard (1982) dalam Azis (1995) diacu dari Ratna (2002) melaporkan bahwa dari analisis protein bulu babi, ternyata didalamnya terkandung sekitar 28 macam asam amino. Selain itu gonad bulu babi juga kaya akan vitamin B kompleks, vitamin A dan mineral (Kato dan Schoeroter 1985 dalam Azis 1995 diacu dari Ratna 2002). Pada tabel dapat dilihat hasil analisis proksimat beberapa gonad bulu babi dan menyajikan komposisi kimia gonad bulu babi Diadema setosum. Tabel 1. Hasil Analisis Proksimat Beberapa Jenis Gonad Bulu Babi Jenis Kadar air (%) Tripneustes gratilla Echinothrix calamaris Mespilia globulus Diadema setosum 81,39 69,34 69,85 69,47 15,43 15,64 25,67 16,99 Kadar protein (%) 1,89 3,61 4,59 2,45 Kadar lemak (%) 1,89 2,52 2,52 2,25 Kadar abu (%)

Sumber : Murniyati dan Setiabudi (1998). Tabel 2. Komposisi Kimia Gonad Bulu Babi Diadema setosum Setiap 100 Gram Sampel. Komposisi Air Gonad segar mentah 78,10 g Gonad kering mentah 5,35 g

Protein Lemak Hidrat arang total Energi Abu Kalsium Fosfor Besi Karoten total Vitamin A Vitamin B1 Vitamin C Bdd

9,70 g 2,50 g 7,90 g 93 kal 1,80 g 116 mg 278 mg 4,10 mg 2608 mg 863 SI 0,05 mg 100%

9,18 g 8,70 g 8,57 g 390 kal 8,20 mg 776 mg 596 mg 1250 mg 5716 mg 3349 SI 0,08 mg 100%

Sumber : Ismail et al (1981) dalam Darsono (1982). Gonad bulu babi sebagai organ reproduksi merupakan timbunan protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam-asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dari hasil analisa kualitatif gonad bulu babi Diadema setosum diketahui bahwa dalam gonad tersebut ditemukan lima asam amino esensial bagi orang dewasa yaitu lisin, metionin, fenilalanin, threonin, dan valin, dua asam amino esensial bagi anak-anak yaitu arginin dan histidin, juga ditemukan asam amino esensial lain yaitu asam aspartat, asam glutamat, glisin, serin (Ismail et al 1981 dalam Darsono 1982 diacu dari Ratna 2002). Beberapa jenis asam amino yang terkandung dalam gonad bulu babi sangat berperan dalam karakterisasi rasa spesifik gonad bulu babi (Fuke dalam Shahidi dan Botta 1992). Jenis-jenis asam amino tersebut adalah glisin, valin, alanin, methionin, dan asam glutamat. Selain itu pula nukleotida dari jenis IMP (Inosin Mono Phosphat) dan GMP (Guanosin Mono Phosphat) juga ikut memengaruhi karakterisasi rasa gonad bulu babi, terutama dalam pembentukan rasa umami, yaitu

rasa khas seperti golongan daging. Kandungan komponen aktif rasa dari gonad bulu babi disajukan pada tabel 3. Tabel 3. Komposisi Komponen Aktif Rasa Gonad Bulu Babi (mg/100 gr) Komposisi Asam glutamat Glisin Alanin Valin Methionin Arginin IMP GMP 103 42 261 154 47 316 2 2 Kandungan Karakteristik Rasa umami dan manis Rasa umami dan pahit Rasa manis dan pahit Rasa umami dan manis Rasa umami Rasa umami

Sumber : Shahidi dan Botta (1992). Beberapa faktor yang memengaruhi komposisi kimia biota laut antara lain adalah jenis dan golongan ikan, umur, jenis kelamin, aktivitas pergerakan ikan. Musim, dan jenis makanan yang tersedia serta fase reproduksi biota tersebut. Peranan Bulu Babi dalam Ekosistem Lingkungan Selain pemanfaatannya sebagai bahan pangan, biota ini juga sangat berperan dalam kesetimbangan ekosistem habitatnya. Seperti peran Diadema antillarum bagi terumbu karang diantaranya yaitu, peningkatan jumlah populasi jenis ini mengakibatkan kematian larva atau karang muda. Bila populasinya turun (absence grazing) karang akan ditumbuhi oleh alga yang dapat berakibat pada kematian karang dewasa dan tidak adanya tempat bagi larva karang (www.terangi.or.id.) Kehadiran populasi jenis ini penting bagi terumbu karang sebagai penyeimbang. Kesetimbangan populasi Diadema antillarum akan menjaga kesetimbangan populasi alga dan karang. Sedangkan kematian massal Diadema antillarum berdampak pada penurunan drastis tutupan karang, menurunnya kehadiran Invertebrata yang biasanya menetap di wilayah ini. Selain itu, terumbu

karang dapat didominasi oleh alga. Pada tahun 1995 ternyata ditemukan bahwa populasi Diadema antillarum yang sangat sedikit (pemulihannya membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun). Hilangnya induk menyebabkan jumlah larva juga sangat kurang. Meski telah mulai ada pemulihan Diadema, namun belum dapat diketahui apakah akan dapat mengembalikan terumbu karang yang hilang (www.terangi.or.id). Kematian massal bulu babi pernah terjadi pada tahun 1983-1984 di Pasifik Barat, yang dimulai dari Panama di awal Januari 1983 yang menyebar ke Karibia, Teluk Meksiko, Bahama, Bermuda dengan tingkat kematian mencapai 93-100%. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, namun diduga terinfeksi bakteri. Dampak kematian bulu babi ini menyebabkan biomassa alga meningkat, karena makanan utama bulu babi adalah alga coklat, alga hijau dan lamun (Lasker dan Giese 1952; Herring 1972; Chiu 1985 dalam Azis 1993 diacu dari Ratna 2002). Wilayah perairan St. Croix mengalami peningkatan biomassa alga yang pesat hingga 400-500%, hanya berselang 5 hari setelah kematian bulu babi (www.terangi.or.id). Bila pada masa sebelum kematian alga perairan tersebut didominasi oleh turf algae dan crustose algae, maka setelah kematian massal bulu babi perairan itu didominasi oleh makro alga seperti Sargassum dan Turbinaria turbinata. Selain itu, kematian massal ini menyebabkan tutupan alga crustose, tutupan karang, dan gorgonian menurun drastis. Pada kasus ini, kompetitor bulu babi yang memakan turf alge ternyata tidak menunjukkan penambahan populasi yang berarti. Peningkatan populasi kompetitor baru meningkat berarti setelah beberapa tahun dari kematian massal (www.terangi.or.id). DAFTAR ISI Anonimus. 2003. Bulu babi Merah, Hewan yang Nyaris "Hidup Selamanya" [online]. www.kompas.com/teknologi/news/0311/25/163940.htm. 22 April 2007 Anonimus. WPI edisi November 2005, no.27. Direktorat Pemasaran Dalam Negeri. Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perairan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Anonimus. 2006. Saudara Tua Manusia Tubuhnya Berduri [online].

http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0611/10/152724.htm 3 Mei 2007 Anonimus. 2007. Bulu Babi [online]. www.pipp.dkp.go.id/pipp2/species.html?idkat= 12&idsp=259. 22 April 2007

Darsono P dan Toso A V. 1987. Umur dan Pertumbuhan Bulu Babi Diadema setosum Leske di Perairan Terumbu karang Gugus Pulau Pari, Pulau-Pulau Seribu. Jakarta : Puslitbang Oseanologi LIPI Gunarto dan Setabudi E. 2002. Perkembangan Gonad Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Jakarta : Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Hasan F. 2002. Pengaruh konsentrasi garam terhadap mutu produk fermentasi gonad bulu babi jenis Tripneustes gratilla (L) [skripsi]. Bogor : Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Kurnia A. 2006. Meraup Yen dengan Memelihara Bulu Babi [online]. www.beritaiptek.com. 22 April 2007 Nontji A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta : Djambatan Pratt H S. 1935. A Manual of The Common Invertebrates Animals. McGraw Hill. Company Inc : New York Ratna F D. 2002. Pengaruh penambahan gula dan lama fermentasi terhadap mutu pasta fermentasi gonad bulu babi Diadema setosum dengan Lactobacillus plantarum sebagai kultur starter [skripsi]. Bogor : Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Shahidi F and Botta. 1994. Seafoods Chemistry, Processing Technology and Quality. London : Blackie Academic Professional Timotius, S. 2003. Biologi Terumbu Karang1 [online]. www.terangi.or.id/ publications/pdf/ biologikarang.pdf. 22 April 2007