Anda di halaman 1dari 5

3.6. PEMBAHASAN Untuk menentukan densitas suspensi semen kita menggunakan mudbalance.

Sebelum memakai alat tersebut perlu dilakukan kalibrasi terlebih dahulu, yaitu dengan mengisi cup dengan air lalu ditutup. Lalu diletakkan pada skala 8,33 ppg. Fungsi dari proses kalibrasi ini agar skala yang ditunjukan dapat akurat. Seperti kita ketahui air adalah fluida universal yang telah diketahui densitasnya secara umum. Suspensi semen ditambah dengan aditif sodim silikat dimana aditif ini merupakan aditif extender yang digunakan untuk mengurangi densitas supensi semen. Berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan suspensi semen yang dianalisa berdasarkan perhitungan diperoleh harga sebesar 13,411%/cc sehingga diperoleh % kesalahan sebesar 2,3%. Pengujian densitas suspensi ini sangat perlu dilakukan karena densitas suspensi semen tersebut akan berpengaruh terhadap tekanan hidrostatik semen dalam sumur. Aplikasi lapangan pada percobaan analisa denitas ini adalah ketika semen dipompa lumpur digunakan untuk mendorong semen sehingga semen disini mempunyai fungsi sebagai pengontrol tekanan menggantikan lumpur. Apabila tekanan hidrostatis semen terlalu kecil dapat mengakibatkan kick. Sebaliknya jika tekanan hidrostatis terlalu besar dapat menyababkan formasi pecah dan akan terjai loss circulation. Pada grafik 3.2 dapat kita lihat barite vs densitas antara pengukuran dengan teoritis dibandingkan dengan grafik 3.3 antara sodium silicat vs densitas dengan teoritis dan pengukuran tampak pada grafik 3.3 densitas lebih turun sehingga fungsi aditif sodium silikat merupakan extender.

3.7. KESIMPULAN Dari hasil percobaan dan perhitungan diperoleh hasil : 1. Densitas terukur Densitas teoritis %kesalahan : : : 13,1 %

13,411gr/cc 2,3 %

2. Pengujian densitas perlu dilakukan karena densitas berpengaruh terhadap tekanan hidrostatis dimana tekanan hidrostatis memiliki fungsi dalam mengontrol tekanan terhadap formasi. 3. Dalam penambahan aditif perlu diperhatikan fungsinya untuk

menaikkan atau menurunkan densitas. 4. Berdasarkan grafik 3.2 dan 3.3 sodium silikat mempunyai fungsi sebagai extender yaitu aditif yang digunakan untuk menurunkan densitas.

4.6. PEMBAHASAN Pengujian rheologi suspensi ini mempunyai maksud untuk menghitung hidrolika operasi penyemenan seperti sifat-sifat fisik, kecepatan aliran dan deformasi partikel akibat tekanan. Pada pengujian rheology ini kita menghitung plastic viscosity dan yield point. Dalam pengujian ini kita menggunakan alat rheology meter atau fann VG meter. Dalam membuat suspensi semen digunakan 600 gr bubuk semen portland, 276 ml air dan 12 gram additive sodium silikat. Berdasarkan harga skala pada pembacaan fann VG meter pada C600 = 31cp dan pada skala C300=21cp, Plastic viscosity=10cp dan yield point=11lb/100ft2 Aplikasi lapangan pada percobaan kali ini adalah pengaruh viskositas plastik terhadap spesifikasi pompa yang digunakan, jika viskositas plastik besar maka semen akan susah mengalir, sehigga kinerja pompa semakin berat begitu juga sebaliknya. Yield point mempunyai pengaruh terhadap gaya tarik menarik antar partikel dan akan berpengaruh terhadap susunan semen yang akan terdispersi dalam fasa fluidanya. Sehingga agar hidrolika dapat maksimal perlu dilakukan penyesuaian terhadap spesifikasi alat. Pada grafik 3.1 dapat kita lihat penambahan aditif pada suspensi semen dapat menurunkan plastic viscosity. Pada grafik 3.2 dapat kita lihat penambahan aditive pada susupensi semen dapat menurunkan yield point dimana kedua supensi semen tersebut dibandingkan dengan barite.

4.7.KESIMPULAN Dari hasil perhitungan diperoleh hasil : 1. Viscosity Plastic Yieldpoint : : 10 cp 11 lb/ft2

2. Viskositas plastic mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan spesifikasi pompa serta Yield point berpengaruh terhadap fasa dispersi. 3. Agar hidrolika dapat maksimum perlu dilakukan penyesuaian sifat-sifat fisik semen terhadap spesifikasi alat yang ada. 4. Berdasrkan grafik penambahan additive dapat menurunkan plastic viscosity dan yield point.