Peran Kepemimpinan dalam pembuatan perencanaan kerja strategis

Windu Gata – 7657110669
Dosen : Prof. dr. Aris Pongtuluran, MPH., Ph. D.

John M. Bryson, Barbara C. Crosby

dan intelektual serta manajerial dan melaukukan pemeliharaan tugas kelompok. CHARLOTTE BUNCH. untuk memobilisasi konstitusi. spiritual.LEADER / PEMIMPIN • Pemimpin melakukan fungsi politik. PASSIONATE POLITICS . Kisaran tugas terdiri dari penyediaan visi dan strategi untuk perubahan. untuk memfasilitasi keputusan kelompok atau menciptakan koalisi.

.Apa itu Kepemimpinan • Memberikan inspirasi dan memobilisasi orang lain untuk melakukan tindakan kolektif untuk mengejar kebaikan bersama (Crosby dan Bryson. forthcoming).

Pemimpin dan Kepemimpinan • Pemimpin dan Kepemimpinan tidaklah sama • Kepemimpinan yang Efektif dalam Organisasi Publik dan non profit mempunyai peran yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula. • Orang yang sama akan menjadi pemimpin dan mempunyai pengikut pada saat perubahan siklus strategi .

termasuk diri sendiri • Melakukan Sponsor pada proses • Memenangkan proses • Memfasilitasi proses • Membina Kempemimpinan Kolektif • Menggunakan dialog dan diskusi untuk menciptakan proses yang bermakna • Membuat dan mengimplementasikan kebijakan • Menegakkan norma-norma. pengaturan sengketan dan mengatur penginggalan konflik • Menempatkan semua item bersama-sama .10 Peran Kepemimpinan dalam pembuatan perencanaan kerja strategis • Mengerti konteks • Mengerti orang-orang yang terlibat.

. tetapi tidak terpengaruh atau terbuai oleh sejarah • Menyatukan proses pada kontek • Mengetahui kapan memenangkan kemenangan besar dan kemenangan kecil.MENGERTI KONTEK • Menghargai sejarah.

MEMAHAMI ORANG YANG TERLIBAT (TERMASUK DIRINYA SENDIRI) • Mempelajari dan menghargai perbedaan dan persamaan • Membangun kekuatan karakter dan wawasan .

• Mendorong dan menghargai pemikiran kreatif.MEMSPONSORI PROSES • Artikulasi tujuan dan pentingnya upaya strategi perencanaan. • Komitmen terhadap sumber daya untuk mendukung proses. . pembentukan debat dan masukanmasukan serta wawasan dari beberapa pihak. • Menyadari kebutuhan yang diperlukan oleh konsultan luar. • Bersedia untuk menjalankan kekuasan dan otoritas pada jalurnya. • Penekanan pada awal dan poin kritis dimana aksi dan perubahan merupakan hasil.

dan kebutuhan partisipasi untuk kesuksesan proses. • Terus mendorong proses bersama. laporan) sebelum poin keputusan penting.MEMENANGKAN PROSES • Tetap menjalankan perencanaan yang tinggi pada agenda orang-orang • Hadir untuk proses tanpa solusi yang spesifik. • Mengorganisasikan waktu. ruang. bahan. • Berpikir pada sesuatu yang datang bersama-sama (orang. informasi. . • Memerhatikan penggunaan bahasa untuk mendeskripsikan perencanaan strategik dan implementasinya. pekerjaan.

• Menyampaikan rasa humor dan antusias pada proses serta membantu kelompok agar tidak terhambat.MEMFASILITASI PROSESS • Mengetahui proses perencanaan strategik dan menjelaskan bagaimana kerjanya pada saat permulaan dan beberapa waktu sepanjang proses. • Menekan kelompok untuk beraksi dan menetapkan tanggung jawab pada aksi yang spesifik • Memberikan penghargaan pada orangorang apabila memungkinkan. . • Mengabungkan proses terhadap organisasi dan kelompok yang terlibat.

• Fokus pada jaringan dan mengembangkan koalisi. .MEMBINA KEPEMIMPINAN KOLEKTIF • Mengandalkan tim. • Membangun mekanisme khusus untuk pembagian kekuasan. tanggung jawab dan akuntabilitas.

• Rincian tindakan detil serta konsekuensi tindakan yang diharapkan. • Memenangkan ide-ide baru dan improvisasi isu-isu strategik. • Menangkap peluang untuk melakukan interpretasi dan memberikan arahan pada saat keadaan sulit dan tidak pasti.MENGGUNAKAN DIALOG DAN DISKUSI UNTUK MEMBUAT PROSES YANG BERARTI • Mengerti desain dan penggunaan forum. • Membantu pengikut untuk membingkai dan membingkai ulang isu dan strategik. . • Mengungkapkan dan memberikan nama pada kebutuhan dan kodisi yang nyata. • Melakukan penawaran visi menarik pada masa mendatang.

. • Menghindari kekakangan birokrasi. • Mengerti dinamika politik dan menargetkan sumberdaya secara tepat. • Mediasi konflik didalam dan antara pemangku kepentingan.MEMBUAT DAN MELAKUKAN IMPLEMENTASI KEPUTUSAN DI MEDAN • Mengerti desain dan penggunaan medan. • Membangun Kemenangan serta koalisi berkelanjutan.

• Melakukan adaptasi konstitusi. . dan norma-norma. hukum. hukum. MENYELESAIKAN SENGKETA DAN MENGATUR KONFLIK RESIDU • Mengerti desain dan penggunaan pengadilan formal maupun informal. konstitusi. hukum dan norma-norma. • Menerima konstitusi. • Membiarkan integritas organisasi dan mengedukasi orang lain mengenai etika. dan norma-norma pada setiap perubahan. hukum serta norma-norma pada kasus tertentu.MENEGAKKAN NORMA-NORMA. • Menyelesaikan konflik konstitusi.

menyelesaikan sengketa Dan Mengatur Konflik Residu .MENEMPATKAN SEGALA SESUATU BERSAMA-SAMA Memenangkan Proses Fasilitasi Proses Dialog & Diskusi Membuat dan Melalukan Implementasi Sponsor Proses Kempemimpinan Kolektif Orang & Dirinya Konteks Menegakkan norma.

TERIMA KASIH “Perencanaan adalah harapan organisasi.” --Stephen Blum “Biasanya.” --Thomas Moore “Jangan pernah meragukan komitmen kelompok kecil yang dapat mengubah dunia. permasalahan utama dari teka teki hidup adalah kita tidak membawa cukup imajinasi. Karena memang itulah sesuatu yang pernah ada.” --Margaret Mead .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful