Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM Disipasi Kalor Hot Wire

Nama NPM Fakultas Program Studi No & Nama Percobaan Minggu Percobaan II Tanggal Percobaan

: Yefa Sister : 1106014614 : Teknik : Teknik Elektro : KR01 Disipasi kalor Hot Wire : Minggu ke-2 : 8 Maret 2012

LABORATORIUM FISIKA DASAR UPP IPD UNIVERSITAS INDONESIA

Disipasi Kalor Hot Wire


Tujuan
Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.

Peralatan
1. Kawat pijar (hotwire) 2. Fan 3. Voltmeter dan Ampmeter 4. Adjustable power supply 5. Camcorder
6.

Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

Prinsip Dasar
Disipasi panas adalah fenomena keluarnya panas karena tubrukan atau gesekan di dalam ruangan yang berisi kumpulan partikel. Gesekan atau friksi biasanya akan menimbulkan panas. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari antara lain menggesekgesekkan telapak tangan, mengamplas kayu dan besi, mengebor, membenturkan batu, mengerem, menyalakan korek api, atau menstater motor dan mobil. Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan, arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik mengalir. P = v i t .........( 1 ) Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka

perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah. Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang dirumuskan sebagai :

Overheat ratio = Rw = resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara). Ra = resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).

Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut.

Persamaan yang didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial. Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s.

Model percobaan

Cara Kerja
Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini. 1. Aktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab) ! 2. Berikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik pilihan drop down pada icon atur kecepatan aliran. 3. Hidupkan motor pengerak kipas dengan mengklik radio button pada icon menghidupkan power supply kipas. 4. Ukurlah Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon ukur. 5. Ulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s !

Tugas & Evaluasi 1. Berdasarkan data yang didapat , buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. 2. Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yang menggambarkan hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin. 3. Buatlah persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire. 4. Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat menggunakan kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin? 5. Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

HASIL DAN EVALUASI


Data Pengamatan
1. Data saat kecepatan 0 m/s
Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 I-HW 54.3 54.2 54.3 54.3 54.4 54.5 54.6 54.8 55.0 55.0

2. Data saat kecepatan 70 m/s


Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.066 2.065 2.064 2.065 2.067 2.067 2.067 2.067 2.067 2.066 I-HW 55.9 55.7 55.7 55.7 55.6 55.5 55.4 55.4 55.4 55.4

3. Data saat kecepatan 110 m/s


Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.049 2.049 2.049 2.048 2.048 2.048 2.047 2.048 2.048 2.048 I-HW 54.5 55.1 55.7 56.3 56.8 57.0 56.7 56.3 56.0 55.5

4. Data saat kecepatan 150 m/s


Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.040 2.041 2.041 2.040 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 I-HW 55.6 54.8 54.5 54.3 54.2 54.2 54.5 54.9 55.7 56.4

5. Data saat kecepatan 190 m/s


Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.037 2.037 2.036 2.036 2.036 2.037 2.036 2.037 2.037 2.036 I-HW 54.3 54.3 54.4 54.6 55.0 55.6 56.2 56.6 57.1 57.4

6. Data saat kecepatan 230 m/s


Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 V-HW 2.033 2.033 2.033 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032 I-HW 54.4 54.3 54.4 54.7 54.8 55.2 55.8 56.2 56.6 56.8

Pengolahan Data
Grafik hubungan tegangan hotwire terhadap waktu untuk tiap kecepatan aliran udara

Waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

V1=0 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112 2.112

V2=70 2.066 2.065 2.064 2.065 2.067 2.067 2.067 2.067 2.067 2.066

V3=110 2.049 2.049 2.049 2.048 2.048 2.048 2.047 2.048 2.048 2.048

V4=150 2.040 2.041 2.041 2.040 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041

V5=190 2.037 2.037 2.036 2.036 2.036 2.037 2.036 2.037 2.037 2.036

V6=230 2.033 2.033 2.033 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032 2.032

2.120 T e g a n g a n H o t W i r e 2.100 2.080 2.060 2.040 2.020 2.000 1.980

Tegangan terhadap waktu


V1=0 V2=70 V3=110 V4=150 V5=190 V6=230

10

Waktu

Grafik tegangan hot wire dengan kecepatan angin


- Cari tegangan rata-rata hot wire di masing-masing kecepatan
Kecepatan(m/s) 0 70 110 150 190 230 Rata-Rata Tegangan(V) 2.112 2.066 2.048 2.041 2.037 2.032

Rata-Rata Tegangan(V)
2.120 2.110 2.100 2.090 2.080 2.070 2.060 2.050 2.040 2.030 2.020 0 50 100 150 200 250

Rata-Rata Tegangan(V)

Least Square
x=kecepatan angin (m/s) y=rata-rata tegangan pada tiap-tiap kecepatan angin(V)
x 0 70 110 150 190 230 750 y 2.112 2.066 2.048 2.041 2.037 2.032 12.336 xy 0 144620 225280 306150 387030 467360 1530440 x^2 0 4900 12100 22500 36100 52900 128500 xy^2 0 20914944400 50751078400 93727822500 1,49792E+11 2,18425E+11 5,33611E+11

2 2

2 = 2 2

Hubungan tegangan dengan kecepatan


2.120 T e g a n g a n 2.100 2.080 Series1 2.060 2.040 2.020 2.000 0 100 Kecepatan 200 300 y = -0,3327x + 2097,6 R = 0,8618 Linear (Series1)

Analisis
Percobaan KR01 tentang disipasi kalor dilakukan secara online melalui rLab. Walaupun percobaan ini dilakukan secara online, hasil dari percobaan ini dapat mewakili hasil percobaan langsung yang dilakukan secara manual. Percobaan ini menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara. Sumber aliran udara adalah kipas angin yang dirancang sedemikian rupa di dalam sebuah pipa lengkap dengan probe yang telah dihubungkan dengan sumber tegangan. Probe itu sendiri berupa kawat logam pendek halus yang ujung-ujungnya disatukan pada dua kawat baja yang terhubung ke sumber tegangan. Pada probe akan mengalir arus listrik. Energi pada probe akan didisipasi oleh kawat menjadi energi kalor. Pada percobaan ini tegangan dan arus diukur pada saat kecepatan 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s dan 230 m/s. Berdasarkan pada prinsip kerjanya, bila kawat atau probe dihembus udara maka nilai resitansi kawat akan berubah dan jumlah arus yang mengalir juga berubah. Semakin cepat udara yang mengalir perubahan nilai resistansinya juga semakin besar. Tegangan semakin menurun saat kecepatan bertambah, namun arusnya semakin meningkat. Pada saat kecepatan angin 0 m/s, tegangan dan arus tidak berubah. Namun saat kecepatan angin bertambah nilai tegangan dan arus berubah. Pengukuran dilakukan selama 10 detik. Dan selama selang waktu tersebut nilai tegangan dan arus tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata. Dapat disimpulkan bahwa lamanya pengukuran tidak terlalu berpengaruh pada nilai tegangan yang dihasilkan. Arus dan tegangan yang dihasilkan tidak meningkat atau menurun secara konstan tetapi mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan ketika probe dihembus angin, probe tidak stabil sehingga data yang dihasilkan pun berubah-ubah naik turun. Tegangan yang menurun dan arus yang mengalami peningkatan dan penurunan disebabkan angin yang menerjang kawat menyebabkan nilai resistansi kawat berubah sehinnga nilai arus dan tegangan pada hot wire juga berubah. Besar kecilnya perubahan resistansi mempengaruhi perubahan kalor yang didisipasikan pada probe. Pada grafik tegangan terhadap kecepatan angin terlihat bahwa jika kecepatan semakin besar tegangan semakin menurun.perubahan yang sangat besar terlihat pada saat kecepatan 0 m/s menjadi 70 m/s. dan pada percobaan selanjutnya dengan kecepatan yang ditingkatkan secara teratur perubahan yang terjadi tidak terlalu tajam.

Pada grafik tegangan terhadap waktu terlihat bahwa tegangan cenderung konstan selama percobaan yang dilakukan selama 10 detik. Meskipun mengalami perubahan nilai yang turun naik, besar tegangan masih di sekitar nilai tegangan rata-rata. Dari hasil; ini diperoleh kesimpulan bahwa lamanya waktu yang digunakan untuk percobaan disipasi kalor tidak berpengaruh terhadap perubahan tegangan. Meskipun waktu tidak berpengaruh terhadap perubahan tegangan namun berpengaruh terhadap daya disipasi yang dihasilkan oleh kawat, hal ini sesuai dengan rumus P=vit Adanya hembusan angin yang menerpa kawat akan memberikan kawat gaya dorong sebesar F. Namun gaya ini tidak diperhitungkan dalam percobaan disipasi kalor. Pada grafik hubungan tegangan dengan kecepatan didapat persamaan y = -0,3327x + 2097,salah satu nilai tegangan disubstitusikan ke dalam persamaan hasil yang diperoleh akan berbeda, karena persamaan tersebut merupakan pendekatan dari data yang diperoleh saat praktikum. Pada saat melakukan perhitungan saat untuk mendapatkan persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire cenderung terjadi kesalahan. Dibutuhkan ketelitian agar bisa menghasilkan persamaan yang benar-benar mendekati hasil yang diperoleh dari praktikum. Bila dilakukan praktikum secara manual, kecenderungan terjadi kesalahan mengambil data sangat besar. Karena nilai yang diperoleh dari hasil pengukuran relatif sama. Berdasarkan hasil praktikum, kawat hot wire tidak dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan angin karena hasil yang diperoleh berupa data yang berfluktuasi. Kawat menjadi tidak stabil saat menerima gaya dorong dari angin yang berhembus. Bila diberikan angin berkecepatan sangat tinggi akan menyebabkan kawat bergetar hebat sehingga nilai resistansinya juga berubah. Besarnya nilai resistansi kawat yang mempengaruhi arus dan tegangan tidak dapat menjadi acuan dalam melakukan pengukuran terhadap kecepatan angin. Hal in akan menyebabkan nilai resistansinya tergantung pada ketahanan kawat dalam menerima gaya dari angin yang berhembus.

Kesimpulan

1. Kecepatan angin berbanding terbalik dengan tegangan dan berbanding lurus dengan arus. 2. Besarnya energy listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan, arus dan waktu. 3. Kawat tidak dapat digunakan sebagai sensor pengukur kecepatan udara karena sifatnya yang tidak stabil saat ditiup angin.

Referensi
1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. 2. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.