Anda di halaman 1dari 1

Penetasan Penetasan telur merupakan titik awal produksi bibit.

Penetasan yang dilakukan dengan menggunakan mesin penetas dari segi ekonomi lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha, karena memiliki banyak keuntungan diantaranya: 1. Penetasan dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa bergantung pada induk. 2. Telur dapat ditetaskan secara serentak, sehingga menghasilkan anak yang seragam. dengan demikian pengelompokan berdasarkan umur dan seleksi pengafkiran mudah dilakukan. 3. Telur yang ditetaskan bisa jauh lebih banyak, tergantung pada kapasitas mesin tetas. 4. Induk unggas dapat terus memproduksi telur selama proses penetasan berlangsung. Walaupun banyak keuntungan yang diperoleh dari penetasan telur dengan penggunaan mesin tetas, namun penetasan dengan mesin tetas membutuhkan ketekunan dan ketelitian tersendiri mulai dari pengadaan telur, seleksi telur, penyimpanan telur dan pemeliharaan anak ayam hasil tetasan.

Daya Tetas Kemampuan daya tetas telur fertile (subur) masih baik jika penyimpanan sekitar 7 hari dan maksimum 10 hari. Setelah itu daya tetas telur akan menurun, dan setelah 3 minggu telur tidak ada yang bisa menetas atau daya tetasnya 0%. Pengertian daya tetas adalah persentase jumlah telur yang menetas dari sejumlah telur yang fertile yang ditetaskan (North, 1978 disitasi Setiadi, 2000). Faktor lain yang mempengaruhinya adalah lama penyimpanan telur. Sebaiknya penyimpanan telur tetas tidak lebih dari 4 hari dan suhu yang paling sesuai untuk menyimpan telur tetas adalah 10 130C.