BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku yang tersebar luas dari sabang sampai merauke. Dari suku-suku yang ada maka terciptalah kesenian, budaya, dan bahasa yang bermacam-macam. Keberagaman budaya Indonesia tercermin pada bagian budaya-budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Perkembangan budaya lokal di setiap daerah tentu memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme, karena kesenian budaya lokal tersebut mengandung nilai-nilai sosial masyarakat. Namun dalam derasnya arus globalisasi, budaya lokal pada sisi lain mengalami kemajuan yang sangat pesat, tetapi di tempat lain juga mengakibatkan kerusakan yang luar biasa. Globalisasi yang terjadi dapat dirasakan dalam kemajuan bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya membawa dampak bagi kehidupan masyarakat indonesia. Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan asing yang bersifat negatif memasuki kehidupan bangsa, terutama para generasi muda tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. Bukti lemahnya masyarakat Indonesia dalam upaya pelestarian budaya terlihat dari minimnya minat untuk mempelajari kesenian tradisional atau daerah yang saat ini sudah hampir dilupakan oleh generasi muda. Masyarakat, khususnya kaum muda lebih suka kepada kebudayaan asing dibanding dengan budaya sendiri. Mereka lebih menyukai musik jazz, rock, atau musik-musik yang berbau barat ketimbang kesenian tradisional seperti wayang, ketroprak, jaipong, topeng, dan ludruk yang merupakan produk budaya Indonesia yang sesungguhnya. Hal demikian cukup membuktikan dimana apresiasi masyarakat terhadap budaya daerah masih sangat rendah. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi dominasi kebudayaan dari pihak asing. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Salah satu contoh riil adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Surabaya sekarang ini tengah mengalami “mati suri”.

Berdasarkan latar belakang diatas maka judul yang susun oleh penulis adalah Inovasi Pagelaran Pentas Ludruk Melalui Jatim Art & Cullture Center (JACC) Dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian Generasi Muda Pada Pelestarian Kesenian Dan Budaya Tradisional Surabaya. hingga sanggar ludruk. mulai sanggar tari. nasional bahkan internasional. maka perlu adanya pembatasan masalah agar penyusunan tetap fokus pada pokok permasalahan dan solusi yang akan diuraikan dalam pembahsan. Bagaimana meningkatkan taraf hidup Seniman Ludruk yang rendah. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis memberikan batasan-batasan maslah meliputi: . 1. Waktu luang yang dimiliki remaja saat itu lebih banyak dihabiskan untuk mempelajari pengetahuan yang ada disekitar mereka. Oleh karena itu.2 Pokok permasalahan Berdasarkan judul dan latar belakang. Sarana dan fasilitas yang tersediapun dianggap masih kurang memenuhi syarat layak sebagai sarana pertunujkan seni berskala regional. 1. Pergeseran nilai-nilai kesenian tersebut yang menyebabkan sebagian besar generasi muda Surabaya lebih mencintai budaya asing dibandingkan budaya asli daerah. yang berfungsi sebagai sarana aktivitas pelestarian kesenian dan budaya. Bagaimana meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian kesenian dan kebudayaan tradisional yang hampir punah 2. Sanggar keseniaan banyak didirikan. maka pokok permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah : 1. pemerintah Provinsi Jawa Timur pada umumnya harus bekerja sama dengan Pemkot Surabaya Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) dalam mencari solusi yang tepat guna menanggulangi kepunahan kesenian tradisional Ludruk akibat budaya asing.Generasi muda Surabaya saat ini lebih banyak menghabiskan waktu luang mereka untuk mengunjungi mall-mall yang didalamnya sangat banyak menawarkan budaya asing mulai dari makanan. sanggar musik. Kesenian asli Jawa Timur cenderung memiliki keterbatasan sarana dan fasilitas yang menunjang untuk mengadakan suatu pageralan seni.3 Batasan masalah Dalam menyelesaikan permasalahan diatas. Meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda di Surabaya merupakan “PR” penting bagi Pemerintah Kota Surabaya. pakaian sampai pada sarana hiburan. seperti kesenian dan kebudayaan daerah Jawa Timur. Sungguh fenomena tersebut sangatlah kontras jika dibandingkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh genearsi muda Surabaya dua puluh tahun yang lalu.

Kesenian tradisonal ludruk diambang kepunahan 4. 3. Mendorong tumbuh kembangnya seniman-seniman ludruk yang berbakat di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.1. Rendahnya taraf hidup pemain Ludruk 5. 1. Bagi Pemerintah   Membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian seni dan budaya tradisional. Kondisi kesenian dan kebudayaan tradisional di Surabaya 2. Sebagai sarana dan prasaran masyarakat dalam membina apresiasi seni-budaya dan sumber inspirasi dalam berkarya. Sebagai sarana dan prasarana dalam pementasan karya seni-budaya yang berskala nasional maupun internasional. Upaya Pelestarian kesenian Tradisional Ludruk. Bagi masyarakat   Menumbuhkan kecintaan masyarakat pada kesenian dan budaya tradisional Jawa Timur. 2. Kesenian Tradisional ludruk sebagai Maskot Surabaya 3. Bagi seniman    Sebagai wadah bagi para seniman dalam berkreasi serta mementaskan karya seni dan budaya. Tujuan Khusus Menyediakan sarana apresiasi seni dan budaya melalui bangunan yang lebih memadai dan modern. Tujuan Umum     Mendukung pengembangan minat dan kreativitas muda serta masyarakat pada umumnya.5 Manfaat penulisan 1. . dalam pementasan kesenian tradisional Jawa Timur generasi. Berperan untuk membantu pemerintah kota Surabaya dalam upaya pengembangan Kota di bidang Pariwisata dan seni budaya yang berpotensi.4 Tujuan penulisan 1. Sarana untuk menghidupkan kembali Surabaya sebagai Kota Seni 2. Melestarikan budaya tradisional yang mulai tinggalkan akibat masuknya budaya asing dari luar Indonesia. 1.

    Sarana informasi di bidang kesenian dan budaya daerah. . Dapat meningkatkan kekayaan ilmu pengetahuan seni dan budaya Jawa Timur. khususnya bagi bangsa indonesia. dan dunia internasional. Bagi ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan Dapat meningkatkan apresiasi seni dan budaya di Surabaya. 4. Sebagai alternatif sarana rekreasi budaya bagi masyarakat.

Luas wilayah Kota Surabaya 274. Sebagai kota perdagangan. surabaya juga kaya akan wisata belanja. serta pendidikan di kawasan timur Pulau Jawa dan sekitarnya. Surabaya ialah pusat perniagaan. Indonesia. dan perdagangan sehingga jarang ditemukan lahan persawahan. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa. Disamping dianugerahi wisata sejarah. Kota Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur. Unilever. Wilayah Kota Surabaya di sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Madura. Banyak perusahaan besar yang berkantor pusat di Surabaya. yakni pertempuran antara tentara yang dipimpin Raden Widjaja dengan pasukan tentara Tar Tar pada tanggal 31 Mei 1293. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang hampir 3 juta jiwa.11254' Bujur Timur. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang melebihi empat juta orang. seperti PT Sampoerna Tbk. surabaya memiliki objek wisata alam Kebun Binatang Wonokromo dan Pantai Kenjeran. surabaya memiliki cukup banyak pusat perbelanjaan dan mal. Kawasan industri di Surabaya diantaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Margomulyo. merupakan kontributor utama kegiatan ekonomi surabaya yang tergabung dalam nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). gedung-gedung tua peninggalan zaman belanda dan jepang salah satunya adalah Hotel Oranje atau Yamato. . Simbol itu sesungguhnya untuk menggambarkan peristiwa heroik yang terjadi di kawasan Ujung Galuh (nama daerah Surabaya di masa silam).1 Profil Kota Surabaya.BAB II LANDASAN TEORI 2. Nama Surabaya diambil dari simbol ikan Sura dan Buaya. sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. perdagangan. Wing's Group. Kota Surabaya secara geografis terletak antara 0721' Lintang Selatan dan 11236' . industri. Kota ini juga mempunyai banyak wisata sejarah dari kenangan Soerabaja Tempo Doeloe . Nama Surabaya muncul sejak awal pertumbuhan kerajaan Majapahit. Maspion. Sektor industri pengolahan dan perdagangan yang mencakup juga hotel dan restoran. dan PT PAL. industri. Di sektor pariwisata. Tanggal itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Surabaya.06 Km2 yang terbagi menjadi 31 kecamatan dan 163 desa/kelurahan.

karena dalam pementasanya bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa dengan logat khas masyarakat surabaya. pemerintah kota surabaya harus mampu mengembangkan pariwisata melalui kesenian dan budaya yang ada. yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. upacara Loro Pangkon. jumlah Group kesenian tradisional ludruk di surabaya kian berkurang. menyatakan bahwa surabaya merupakan kota yang memiliki jumlah group Ludruk terbesar yaitu 525 group ludruk. seni musik dan seni panggung. Maka dari itu. Sebuah kesenian tradisional asli Jawa Timur yang menjadi maskot dari kota Surabaya. tari Lenggang Suroboyo dan tari Hadrah. Seni Ujung. tari Remo.3 Kesenian tradisional Ludruk. Salah satu kesenian yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kesenian tradisional ludruk. Bentuk kesenian tradisional kota ini banyak ragamnya. maka perlu dilakukan pengembangan dalam pementasanya agar lebih diminati masyarakat surabaya hingga internasional. namun seiring perkembangan kesenian yang cepat akibat pengaruh masuknya budaya asing di wilayah kota surabaya yang kini di sulap menjadi kota metropolitan. upaya pengembangan pariwisata melalui kesenian dan budaya tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan Surabaya secara nasional dan internasional. Ludruk. Kini tercatat sekitar 20 group ludruk dengan kondisi yang memprihatinkan. 2. Akibat tidak bertahannya ludruk terhadap kemunculan teknologi mengakibatkan penurunan jumlah grup aktif ludruk. yang pada tahun 2010.Kesenian tradisional di Kota Surabaya turnbuh dan berusaha untuk tetap dilestarikan. Gending Jula Juli Suroboyo. 2. tersisa 1 grup yang aktif di Surabaya. mengapa Budaya dan pariwisata merupakan hal penting yang perlu dikembangkan di Surabaya. cerita . Untuk menjaga kelestarian kesenian Ludruk sebagai maskot kota surabaya. Kentrung. Data dari Departemen pendidikan dan kebudayaan(Depdikbud) Provinsi Jawa timur tahun 1987-1988. Hal itu karena nilai-nilai yang terkandung dalam seni dan budaya adalah sebagai ciri khas kota Surabaya pada umumnya. Besutan. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal.2 Kesenian dan Budaya yang Berpotensi di Surabaya Sektor budaya dan pariwisata merupakan dua hal penting yang berpotensi untuk dikembangkan di Surabaya. Ada seni tari. Okol. untuk tetap menjaga kelestarian budaya dan nilai yang terkandung didalamnya. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari.

dan lain-lain). selanjutnya masyarakat dan seniman pendukungnya cenderung memilih ludruk. meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang. peronda. Ludruk tidak terbentuk begitu saja. Ludruk adalah kesenian rakyat asli Jawa Timur. Istilah ludruk sendiri lebih banyak ditentukan oleh masyarakat yang telah memecah istilah lerok. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya. Namun perlahan ludruk semakin jarang ditemui. meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi. Malang. Bermula dari kesenian ngamen yang berisi syair syair dan tabuhan sederhana. terutama tarian Ngremo – nya. ludruk tampaknya kehilangan animo sehingga mendorong tumbuhnya „ludruk papan nama‟ yang pemainnya dikumpulkan jika ada tanggapan atau proposal yang dipasarkan penyelenggara even mendapat sponsor. Mojokerto. Kesenian rakyat yang berasal dari Jombang ini. .. pak Santik berteman dengan pak Pono dan Pak Amir berkeliling dari desa ke desa. Madiun dengan logat yang berbeda. bahwa ludruk sebagai teater rakyat dimulai tahun 1907. Pak Pono mengenakan pakaian wanita dan wajahnya dirias coret coretan agar tampak lucu. Ludruk sudah ada sejak jaman Jepang sekitar tahun 1942. Madura. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk. menjadi maskot budaya khas Surabaya.perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik. tetapi mengalami metamorfosa yang cukup panjang. ludruk sempat menjadi hiburan rakyat yang dicari oleh masyarakat setempat. Dari sinilah penonton melahirkan kata Wong Lorek. oleh pak Santik dari desa Ceweng. Akibat variasi dalam bahasa maka kata lorek berubah menjadi kata Lerok.4 Kondisi Kesenian Tradisional Ludruk di surabaya. Dan menjadi sangat populer di Surabaya sejak zaman revolusi. Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera". 2. Dialog ataupun monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa. Kecamatan Goda kabupaten Jombang. menggunakan bahasa khas Surabaya. membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak. seorang jagoan Madura. sopir angkotan. Kita tidak punya data yang memadai untuk merekonstruksi waktu yang demikian lama. dan Jombang. Nama lerok dan ludruk terus berdampingan sejak kemunculan sampai tahun 1955. Pada perkembangannya di kota Surabaya. tetapi saudara hendricus Supriyanto mencoba menetapkan berdasarkan nara sumber yang masih hidup sampai tahun 1988.

semisal televisi. Alasan inilah yang barangkali membuat masyarakat tidak tertarik lagi untuk menonton ludruk.Kondisi tersebut dikarenakan perkembangan kesenian modern yang berkembang lebih cepat yang juga di imbangi dengan jumlah masyarakat yang berminat mempelajarinya. Hal ini membuktikan bahwa selain generasi muda yang kurang peduli terhadap kesenian tradisional juga kurangnya perhatian pemerintah pada kegiatan pagelaran pentas seni. Berbanding terbalik dengan perkembangan seni ludruk yang terkesan monoton bagi masyarakat surabaya yang sudah lama mengenal Ludruk. nomor 7 “Selama ini pemain ludruk mengambil tidak jauh dari orang-orang dekat dan menyukai seni tanpa . sehingga dapat dipastikan minat dan perhatian masyarakat terutama generasi muda surabaya sangat kurang terhadap kelestarian seni yang menjadi Maskot kota surabaya. Ketika minat untuk menonton sudah tidak ada. maka implikasi negatifnya adalah bermuara pada mandeknya perkembangan ludruk ditengah-tengah kehidupan masyarakat. 2. 02/02/2008). Sehingga masyarakat beralih pada media lain yang lebih dinamis dan banyaknya alternatif hiburan yang layak. film dan lain sebagainya. hal itu sangat tidak sebanding dengan predikat dan kebesaran kota surabaya. (Surya. Rendahnya taraf hidup pemain teater tradisional ludruk. Kesenian dan budaya belum sepenuhnya mendapat tempat yang layak. radion. Perkembangan yang monoton dari kesenian tersebut didukung pula dengan konsep pentas yang kurang diminati dibanding dengan layar bioskop di mal-mal surabaya.Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Prasetijowati (2009) dalam komti volume 3. Sudah dapat dipastikan jika hal ini terus berlangsung hingga lima tahun kedepan kesenian tradisional Ludruk hanyalah tinggal sepenggal cerita sejarah kesenian yang pernah ada.5 Rendahnya Taraf Hidup Pemain Ludruk Sebagian besar masyarakat sekarang sudah menganggap bahwa ludruk tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman dan tidak memiliki secercah harapan untuk bersaing dengan kesenian modern yang lebih menjanjikan. karena dianggap tidak menampilkan kesan atraktif dan kreatif.

000. dengan harga tiket Rp 3. Surabaya merupakan kelompok ludruk tertua di jawa timur. seniman-seniman itu merasa berkewajiban tetap menjaga tradisi khas Surabaya. Meski begitu para seniman ludruk tetap berusaha bertahan menghidupi keseniannya karena hanya dengan berkesenian mereka bisa berekspresi. Setiap hari seniman ludruk irama budaya tetap pentas meskipun penonton sedikit minimal 20 orang. diantaranya waria untuk memerankan tokoh wanita. Seniman Ludruk Irama Budaya saat ini terdiri dari 60 orang. setiap pentas mereka hanya ditonton segelintir orang. Sekarang yang perlu dilakukan seniman ludruk adalah menunggu keseriusan banyak pihak untuk tetap membuat ludruk hidup layak. Para seniman itu berharap keinginan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan subsidi bagi kelompok-kelompok kesenian bisa membantu kelangsungan hidup kesenian rakyat. Akibatnya penghargaan terhadap pemain ludruk jauh dari memuaskan. Kusuma Bangsa. Hampir sebagian besar seniman ludruk hidup dalam kondisi prihatin.Keberadaan kesenian tobong dari jaman ke jaman selalu dalam persimpangan antara hidup dan mati. . Kelompok ludruk ini benar-benar kembang kempis untuk mempertahankan eksistensinya. Kesenian yang seharusnya menjadi kebanggan bangsa Indonesia tetapi generasi muda yang tidak melirik sama sekali.mempertimbangkan profesionalisnya yang berakibat bahwa tingkat profesionalisme pemain ludruk (ludruk tobong) saat ini belum terbangun baik. Fenomena tersebut merupakan bukti kongkret bahwa taraf hidup seniman ludruk di Surabaya sangat rendah. dan dalam sebulan grup ludruk tobong Irama Budaya melakukan pementasan sebanyak dua kali dalam seminggu” Ludruk Irama Budaya (ILB) sebuah kesenian tradisional terletak di kampung seni jl.

Selain dikenal sebagai kota pahlawan surabya juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai kota seni. Surabaya merupakan pusat bisnis. Surabaya merupakan kota "terbesar" kedua di Indonesia setelah Jakarta. Revitalisasi sebagai salah satu langkah primordial untuk kembali membangkitkan ketertarikan (interesting) masyarakat terhadap kesenian tradisional Ludruk. Solusi yang paling preventif dan efektif. dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. maka sebagai generasi penerus bangsa haruslah menanggapi persoalan itu dengan serius.BAB III PEMBAHASAN 3. yaitu dengan revitalisasi ludruk di tengah-tengah kehidupan masyarakat. perdagangan.Hal semacam inilah sebagai salah satu permasalahan kota Surabaya dalam menghargai seni budaya yang sebenarnya dirasa memiliki potensi serta maempu mengembangkan seni serta budaya. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak meninggalkan kesenian tradisional tersebut. Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut terlihat dari adanya komunitas serta sanggar seni yang ikut .1 Upaya pelestarian kesenian ludruk di Surabaya Ketika kesenian tradisional ludruk mulai diambang kepunahan. Namun dari potensi yang ada kenyataanya seniman muda lokal Surabaya sendiri masih merasa kesulitan mengapresiasikan karya-karya mereka. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. industri. Potensi masyarakat Surabaya sendiri memberikan warna baru pada kehidupan seni di Surabaya. dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa. Indonesia. Perlu dilakukan inovasi dan pengembangan dalam penyajian seni itu sendiri hingga fasilitas penunjang yang dibutuhkan untuk mengadakan pagelaran seni tersebut. yang harus dilakukan adalah mencari solusi alternatif.

maka perlu dilakukan pengembangan yang lebih modern pada sarana tersebut. agar masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung menikmati wisata budaya disana. Sebenarnya. Karena seharusnnya kota metropolis memiliki sarana pendukung humanoria bagi masyarakat urban perkotaan itu sendiri. namun dalam pemanfaatan sebagai sarana peningkatan bakat dan minat masyarakat terhadap kesenian tradisional kurang maksimal.serta dalam festival seni Surabaya (FSS) yang diadakan tiap tahunnya. Penulis memcoba membantu pemerintah kota surabaya dalam mengembangkan sarana pagelaran seni yang sudah ada. Fasilitas penyelenggaraan acara kesenian yang ada adalah sebagai berikut :  Taman budaya Jawa Timur (Gedung Cak Durasim) yang terletak di jalan genteng kali. gedung cak durasim terdiri dari fasilitas penunjang:  Kantor Taman Budaya Jawa Timur Gedung teater tertutup dan terbuka cak durasim Pendopo taman budaya (berfungsi sebagai tempat latihan tari) Ruang taman budaya (berfungsi sebagai tempat pameran lukisan) Komplek balai pemuda. Dalam hal ini sarana pagelaran seni yang dianggap berpotensi untuk di kembangkan menurut penulis adalah Taman Budaya Jawa Timur. . FSS Sebagai bukti bahwa seniman local Surabaya masih eksis. Selain pengembangan sarana untuk potensi yang sudah ada . Surabaya sudah memiliki beberapa tempat penyelenggaraan pagelaran pentas seni atau pertunjukan. sarana apresiasi merupakan pendukung pengembangan kota metropolis. sehingga tinggal mendukung dengan sarana yang menunjang. namun belum memenuhi syarat untuk dijadikan tempat pagelaran seni dan budaya ludruk. yang terdiri dari gedung-gedung penunjang : Gedung merah putih Gedung balai pemuda Galeri dewan kesenian surabaya (DKS) Kantor dewan kesenian surabaya Sekretariat bengkel muda surabaya(BMS) Sekretariat teater api Sekretariat festifal seni surabaya Sekretariat KNPI surabaya Gedung-gedung diatas memang digunakan untuk mengadakan pegelaran seni atau budaya.

Dalam pemanfaatannya Jatim Art & Cullture Center (JACC) akan berfungsi sebagai gedung Representatif dibidang kesenian dan budaya kota surabaya. Sehingga disini penulis mencoba mengagas nama baru bagi taman budaya Jawa Timur(Gedung Cak Durasim) yaitu Jatim Art & Cullture Center (JACC). Secara visual Jatim Art & Cullture Center (JACC) akan dibuat mirip dengan gedung bertingkat layaknya pusat perbelanjaan yang ada disurabaya. Lantai pertama sebagai deretan kanto-kantor sekretariatan kesenian tradisional. tapi juga remaja-remaja surabaya yang notabennya menyukai hal-hal yang mengandung unsur asing atau barat.dan sekaligus gedung kesenian terbesar di Jawa Timur. Selain pengembangan gedung. Sehingga selain masyarakat jawa timur. hal yang juga tidak kalah penting adalah merubah nama gedung Cak Durasim. Potensi yang ada pada gedung cak durasim perlu dikembangkan guna menarik minat masyarakat untuk mengunjungi gedung budaya tersebut.  Konsep gedung kesenian Surabaya Jatim Art & Cullture Center (JACC) berskala Internasional. Gedung JACC akan di fungsikan sebagai kantor sekretariatan Keseni tardisional Surabaya. pecinta seni saja. Berikut ini penulis akan memaparkan konsep serta langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah kota surabaya khususnya oleh dinas budaya dan pariwisata kota surabaya dalam reviltalisasi Gedung Cak Durasim menjadi Jatim Art & Cullture Center (JACC). seluruh masyarakat indonesia. tidak terkecuali masyarakat dunia internasional dapat menikmati wisata budaya yang modern dan penuh dengan pengetahuan. Sanggar Musik Tradisional yang ada di surabaya di relokasi di gedung tersebut (contoh : group Ludruk Irama Budaya. dll) Gedung JACC dibangun empat lantai dengan konsep modern namun tidak meninggalkna budaya Jawa Timur. Gedung Kesenian dan Budaya Khas Surabaya dan Jawa Timur yang berskala internasional. juga sebagai pusat informasi kesenian dan kebudayaan Jawa Timur. Perubahan nama gedung bertujuan agar pengunjung gedung kesenian tidak hanya berasal dari kalangan pengamat.atau yang lebih akrab disebut gedung Cak durasim. sanggar tari Remo. Sanggar Tari. . Group Ludruk.

pagelaran seni remo. Untuk melestarikan lingkungan. . maka akan terdapat taman-taman kecil dan dilengkapi gazebo dengan fasilitas Wi-fi agar para pengunjung dapat menikmati nuansa alam yang nyaman disertai fasilitas teknologi yang ada. Melakukan Rekonstruksi bangunan dari segi eksterior : Bagian depan gedung JACC akan terdapat lambang ikan SuraBaya sebagai ikon nama kota. yang bertujuan menunjukan maskot kesenian surabaya. 2. Melakukan Rekonstruksi bagunan dari segi interior : Desain interior dinding JACC akan berhiaskan ragam corak Batik Khas Jawa Timur Gedung pagelaran seni ludruk dan tari akan dibuat semacam gedung bioskop yang lazim di pusat perbelanjaan surabaya. galeri pameran lukisan serta pusat perbelanjaan kerajinan tanggan industri kecil (UKM surabaya dan Jawa Timur Pada umumnya).  Langkah-langkah dalam me-revitalisasi Taman Budaya Jawa Timur (Gedung Cak durasim) menjadi Jatim Art & Cullture Center (JACC) : 1. juga terdapat tempat peribadahan yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung. serta pusat sentra makanan. Sisi kiri dan kanan pintu masuk akan diletakan patung Seniman yang sedang bermain ludruk. - Lantai keempat terbagi atas tiga bagian gedung yang akan dimanfaatkan sebagai tempat panggelaran kesenian ludruk.- Lantai Kedua sebagai galeri kompetisi. - Lantai ketiga sebagai perpustakaan dan museum seni-budaya Tradisional Surabaya dan Jawa Timur.

Dalam proses Revitalisasi ini perlu dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesenian tradisional. Padahal sesungguhnya Budaya Lokal yang dimiliki oleh bangsa indonesia dapat menjadikan bangsa indonesia lebih bernilai dibandingkan bangsa lain karena betapa berharganya nilai – nilai budaya lokal yang ada di negara ini. ludruk akan tetap menjadi aset budaya lokal yang berkembang dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. . agar tujuan revitalisasi dapat tercapai dengan sempurna.BAB IV PENUTUP A. B. Diimbangi juga dengan pementasan yang lebih menarik dan membuat penonton terhibur dengan sendiri. dengan kondisi yang memprihatinkan para senimanya. Strategi untuk merevitalisasi ludruk ini adalah dengan memberikan nuansa baru dalam setiap pertunjukan yang dilaksanakan. Untuk itu seharusnya kita bisa lebih tanggap dan peduli lagi terhadap semua kebudayaan yang ada di indonesia ini. Dengan gagasan dalam inovasi pangelaran pentas seni ludruk yang disampaikan penulis diharapkan masyarakat akan kembali tertarik menonton ludruk yang menjadi kesenian tradisional paling berharga bagi masyarakat Surabaya. Kesimpulan Dari Penulisan karya tulis ilmiah ini dapat menyimpulkan Bahwa Perubahan Dinamis dan arus Globalisasi yang tinggi menyebabkan Masyarakat kurang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan budaya lokal sebagai identitas suatu bangsa. dan juga kondisi generasi muda Surabaya yang sebagian besar lebih tertarik pada budaya asing.Khusunya untuk kesenian tradisional ludruk di surabaya yang saat ini diambang kepunahan. Semoga dengan dukungan banyak pihak. Selain itu semua pihak yang berkompeten terhadap eksistensi ludruk diharapkan bersedia bekerja sama dalam melestarikan kesenian tradisional ini agar tetap eksis di tengah-tengah merebaknya era globalisasi yang menuntut semua bangsa dan negara berpacu dengan waktu. sehingga pada gilirannya sepinya penonton yang menjadikan kesenian ludruk diambang kepunahan tidak terjadi lagi. Para pemerhati ludruk tentunya harus berupaya melakukan suatu kreativitas dan merealisasikan keinginan penonton yang menjadi penyemangat ketika pentas berlangsung. Saran Dalam Proses Revilatisasi Sarana yang ada tentunya dibutuhkan kepedulian yang tinggi baik dari pemerintah maupun masyarakat. serta diharapkan keseriusan pemkot Surabaya dalam mengembangkan seni dan budaya tradisional.

com/read/xml/2008/02/02/03390590/Kehidupan-ludruk-surabaya-dalamambang kepunahan/ http://www.Depdikbud.wikipedia.jombang.go. Kesenian Tradisional yang Meredup” Jakarta.M: 2010”Ludruk.id/catat/ludruk http://www.Daftar Pustaka http://cetak.google.id//situs Illahi. http://regionalinvestment.Surya.php?ia=357 http://rendhi.com/gambar-foto-documentasi/pagelaran-ludruk-IB/surabaya// http://id.wikipedia.org/wiki/kesenian http://id.org/wiki/Kota_Surabaya http://www.com/sipid/id/displayprofil.wordpress. nomor 7. .go. “Menelusuri Ludruk Surabaya” Jurnal Penelitian bidang budaya dan pariwisata dalam komti volume 3.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaandaerah/ Prasetijowati: 2009.

KTP Telepon : Iis Salbiyah : Jl.Merdeka Gg Satria 42A Jombang : 3517096008890006 : 081935002764 Alamat Email : she_elby4@yahoo.id .co.KARYA TULIS ILMIAH Tema Sub Tema Judul : Menuju Surabaya yang Lebih Baik : Mengali potensi Pariwisata dan Budaya Surabaya : Inovasi Pagelaran Pentas Ludruk Melalui Jatim Art & Cullture Center (JACC) Dalam Rangka Meningkatkan Kepedulian Generasi Muda Pada Pelestarian Kesenian Dan Budaya Tradisional Surabaya Nama Alamat No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful