Anda di halaman 1dari 3

UJIAN TENGAH SEMESTER PRODIP III KEUANGAN SPES. ADM.

PAJAK MATA PELAJARAN : PAJAK INTERNASIONAL

I.

PILIHAN GANDA (20%) (Pilihan ganda dengan cara melingkari a,b,c,d sebagai jawaban yang paling benar)

1. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Internasional, a. Hukum Pajak yang berlaku untuk semua negara b. Ilmu pengetahuan tentang Perpajakan Internasional c. Merupakan Pajak Berganda Internasional d. Merupakan Perjanjian Perpajakan Internasional. 2. Hukum Pajak Internasional, a. Dibuat oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa b. Dibuat oleh Uni Eropah c. Dibuat oleh Negara- Negara Maju. d. Tidak ada. 3. Apakah UU Pajak Nasional kita mengatur tentang pajak internasional a. Tidak ada b. Mengikuti Hukum Pajak Internasional c. Mengikuti Konvensi atau Traktaat yang ada. d. Ada 4. Subjek Pajak Luar Negeri , a. Tidak bertempat tinggal di Indonesia. b. Bertempat tinggal di Indonesia kurang dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. c. Badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang dapat menerima penghasilan dari Indonesia tidak dengan menjalankan usaha melalui Bentuk Usaha Tetap di Indonesia d. Jawaban a,b,c semuanya benat 5. Pasal 2 ayat 5 UU PPh, merupakan syarat untuk suatu Bentuk Usaha Tetap, a. Diberlakukan untuk semua perusahaan asing. b. Hanya untuk negara yang tidak mempunyai Perjanjian PerpajakanQ c. Hanya untuk Negara dalam lingkugan ASEAN d. Jawaban a,b,c semuanya benar. 6. Pasal 32A UU PPh, mengatur, a. Fasilitas perpajakan b. Pengapusan dipercepat c. Kewenangan pemerintah melakukan perjanjian perpajakan dengan negara lain. d. Kewenangan DPR untuk menetapkan RUU menjadi UU. 7. Konvensi atau Traktaat Perpajakan yang disepakati beberapa Negara, a. Hanya bersifat anjuran b. Tidak mengikat c. Tidak mengandung sanksi apabila tidak dipenuhi d. Mengikat bagi Negara peserta 8. Dalam era globalisai terjadinya transaksi antar negara merupakan hal yang lumrah mengakibatkan, a. Tidak ada persoalan karena tiap Negara mempunyai UU Pajak masing-masing. b. Telah diatasi dengan adanya Perjanjian Perpajakan antar Negara atau UU Pajak tiap Negara. c. Telah diatasi dengan adanya Konvensi atau Traktaat Perpajakan. d. Terjadinya Pengenaan Pajak Berganda Internasional. 9. Pajak Berganda Internasioanl (double taxation), kecuali, a. Pengenaan Pajak lebih dari 1 (satu) kali dari objek yang sama. b. Pengenaan pajak yang sama oleh 2 (dua) negara yang berbeda. c. Merugikan pengusaha karena membayar pajak 2 (dua) kali. d. Adalah wajar karena pajak- pajak tsb telah dibebankan sebagai biaya. 10. Apa sebab terjadinya Pajak Berganda Internasional (double taxation), a. Konflik antara perbedaan definisi kependudukan. b. Konflik antara azas domisili dengan azas sumber c. Konflik definisi penghasilan d. Konflik antara perbedaan tarif pajak. 11. Metode Kredit Pajak adalah salah satu metode penghindaran pajak berganda, a. Hal ini sudah diantisipasi dalam UU Pajak Indonesia. b. Hal ini belum diatur dalam UU Pajak Indonesia c. Hal ini sudah diatur dalam Konvensi atau Traktaat Perpajakan d. Hal ini sudah diatur dalam Perjanjian Perpajakan antar Negara 12. Metode Penghindaran Pajak Berganda yang lain adalah Pembebasan Pajak, a. Dianut oleh UU Pajak Indonesia b. Tidak dianut oleh UU Pajak Indonsia c. Metode ini hanya bersifat teori, tidak ada Negara yang menganutnya. d. Diatur dalam Perjanjian Perpajakan antar Negara. 13. Ps. 24 UU Pajak Penghasilan adalah Pengkreditan Pajak yang berasal dari Luar Negeri. merupakan: a. Metode Pengkreditan Pajak penuh.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

b. Metode Pengkreditan Pajak terbatas. c. Bukan metode pengkreditan pajak. d. Metode pembebasan pajak penuh. Ps. 24 UU PPh hanya berlaku untuk, a. Subjek Pajak dalam negeri yang mempunyai kegiatan usaha di luar negeri b. Subjek Pajak luar negeri yang mempunyai pengasilan di dalam negeri c. Bentuk usaha tetap yang menerima pengahsilan dari Induknya di luar negeri. d. Jawaban a,b, c semuanya benar. Subjek Pajak Luar Negeri meliputi, a. Orang pribadi atau badan luar negeri yang mendapatkan penghasilan di Indonesia. b. Orang pribadi yang berada di Indonesia kurang dari 183 hari dalam 12 (dua belas) bulan. c. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia mendapatkan penghasilan dari Indonesia. d. Jawaban a,b,c adalah benar. Kerugian yang diderita di Luar Negeri, menurut UU PPh, a. Dapat dikompensasikan dengan keuntungan di dalam negeri. b. Tidak dapat dikompensasikan dengan keuntungan di dalam negeri* c. Dapat dikompensasikan tahun berikutnya dengan keuntungan di dalam negeri d. Hanya dapat dikompensasikan dengan keuntungan di luar negeri saja. Perjanjian Perpajakan (Tax Treaty) pada dasarnya adalah a. Rekonsiliasi dari hukum pajak yang berbeda. b. Masing- masing negara berusaha pempertahankan hukum negaranya yang berlaku. c. Memakai salah satu patron, OECD Model atau UN Model. d. Konvensi atau Traktaat. Tujuan Perjanjian Perpajakan adalah, kecuali: a. Mendorong investasi asing b. Memajukan hubungan ekonomi/ perdagangan internasional c. Mendorong mengalirnya keahlian, teknologi dan know how d. Mendapatkan pajak penghasilan. Perjanjian Perpajakan adalah untuk menghindari pajak berganda internasional, tetapi ditujukan juga untuk pencegahan penyeludupan pajak, a. Adanya pasal- pasal yang mengatur. b. Tidak ada pasal- pasal yang mengatur. c. Tidak ada sanksi kalau tidak dipatuhi d. Hanya dengan exchange of information. Perjanjian Perpajakan pada umumnya hanya meliputi, a. Pajak Penghasilan dan Pajak Kekayaan. b. Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai c. Semua jenis pajak yang sama pada tiap negara perjanjian d. Hanya Pajak penghasilan saja

II. SOAL HITUNGAN. (30%) Oil Quest LTD adalah Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang bergerak dalam bidang usaha jasa teknik dibidang pertambangan migas. Kantor Pusat Oil Quest berkedudukan di Negara X. Dalam tahun 2010 BUT Oil Quest Ltd melaporkan bahwa peredaran usaha Rp. 10.000.000.000,- dan penghasilan netto tahun 2010 adalah sebesar Rp. 2.000.000.000,-. Dalam jumlah tersebut sudah termasuk penghasilan berupa penerimaan fee dari Kantor Pusat sebesar Rp. 30.000.000,- sehubungan dengan jasa yang diberikannya kepada kantor pusatnya. Selain itu dalam jumlah penghasilan netto tersebut juga sudah termasuk biaya-biaya sbb: a. Pembayaran bunga pinjaman kepada Kantor Pusat sebesar Rp. 20.000.000,b. Alokasi biaya administrasi.dari Kantor Pusat sebesar Rp. 25.000.000,- . Total biaya administrasi yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat adalah sebesar Rp. 100.000.000.- Adapun dari pembukuan diketahui peredaran usaha Kantor Pusat sebesar Rp. 70.000.000.000,- dengan total biaya operasional Rp. 50.000.000.000,-. c. Biaya gaji/ tunjangan dan akomodasi bagi seorang insiyiur (karyawan Kantor Pusat) yanjg membantu pekerjaan BUT dalam rangka pemberian jasa teknik dibidang pertambangan migas kliennya sebesar Rp. 40.000.000,Dalam tahun 2010 ternyata Kantor Pusat juga memberikan Jasa Teknik dibidang pertambangan migas langsung kepada PT Lavindo Oil di Indonesia dan menerima fee sebesar Rp. 80.000.000,Pertanyaan : 1. Hitung PPh tahun 2010 tarif pasal 17 BUT Oil Quest Ltd. 2. Hitung PPh Ps. 26 ayat 4 tahun 2010. III. SOAL HITUNGAN ( 20%) PT Indotrading adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan tekstil dan produk tekstil. Selain melakukan penjualan dalam negeri, perusahaan ini juga melakukan ekspor kesejumlah negara. Pada tanggal 15 Juni 2010 perusahaan melakukan ekspor sejumlah pakaian jadi senilai USD 150.000. Penerimaan pembayaran atas transaksi tersebut dilakukan dengan tahapan pembayaran sebagai berikut: Tanggal 20 Juni 2010 diterima pembayaran tahap pertama USD 50.000, tanggal 20 Juli 2010 diterima pembayaran tahap kedua USD 50.000 dan sisanya diterima tanggal 20 Agustus 2010. Kurs konversi yang berlaku sebagai berikut: Tanggal 15 Juni 2010 USD 1,00 = Rp. 9.451,Tanggal 20 Juni 2010 USD 1,00 = Rp. 9.678,Tanggal 20 Juli 2010 USD 1,00 = Rp. 9.325,Tanggal 20 Agustus 2010 USD 1,00 = Rp. 9.823,-

Pertanyaan : Hitung laba rugi selisih kurs pada transaki tersebut. IV. SOAL HITUNGAN (30%) PT Tradingido selama tahun 2010 memperoleh penghasilan baik dalam negeri maupun luar negeri sebagai berikut: Penghasilan dari dalam negeri a. Penghasilan netto usaha Rp. 600.000.000,b. Dividen dari penyertaan 25% saham di PT Indomanufaktur Rp. 30.000.000,c. Bunga pinjaman dari PT Manufakturindo Rp. 20.000.000,d. Bunga Deposito dari Bank BCA Rp. 40.000.000,Penghasilan dari luar negeri: a. Penghasilan dari usaha di Singapura Rp. 200.000.000,- Tarif pajak yang berlaku di Singapura 30% b. Rugi dari usaha di Thaioland Rp. 50.000.000,c. Dividen dari laba tahun 2009 dibagikan tahun 2010 dari invetasi di Malaysia Rp. 25.000.000,- tarif pajak yang berlaku di Malaysia Rp. 20%.Dividen tsb berasal dari penyertaan 20% saham di Mahattir BHD. d. Dividen dari laba tahun 2010 yang dibagikan tahun 2011 dari Investasi di Singapur Rp. 30.000.000,-. Tarif pajak yang berlaku di Singapur 35%. Dividentersebut berasal dari penyertaan 30% saham di Singtrade Pte, Ltd. Pertanyaan : a. Kapan penghasilan dari luar negeri tersebut digabung dengan penghasilan di Indonesia. b. Hitung PPh pasal 24 yang dapat dikreditkan di Indonesia.

(SELAMAT MENGIKUTI UJIAN, SEMOGA SEMUANYHA BERHASIL)