Anda di halaman 1dari 19

Alat ini berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan untuk melakukan reaksi kimia dalam

skala kecil(Sutrisno,2011). 2.11. Tang Krus Tang krus adalah sejenis tang yang terbuat dari besi yang berguna dalam proses pemanasan. Tang ini berguna untuk mempermudah pengambilan alat yang dipanaskan atau mempermudah dalam pengambilan benda padat yang panas (Yunita, 2009). 2.12. Corong Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan. Alat ini berfungsi untuk menyaring campuran kimia dan menyalurkan larutan kimia ke alat lain (Sutrisno,2011). 2.13. Cawan Cawan terbuat dari porselen, yakni mempunyai keunggulan tahan

terhadap suhu dan tidak tembus sinar. Alat ini digunakan untuk wadah suatu zat yang akan diuapkan dengan pemanasan (Sutrisno,2011). 2.14. Botol Semprot Botol ini terbuat dari bahan plastik dan mempunyai selang kecil utnuk penyemprot didalamnya. Botol penyemprot berguna untuk membersihkan alat yang akan dipakai dan sudah dipakai. Semua itu dikarenakan botol penyemprot juga sebagai penyimpan aquades untuk mencuci peralatan (Yunita,2009). 2.15. Spatula Spatula terbuat dari stainless steel atau alumunium. Alat ini berfungsi

untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan dan selain itu dapat pula dipakai untuk mengaduk larutan (Sutrisno,2011) . 2.16. Batang pengaduk Batang pengaduk terbuat dari bahan gelas padat yang mempunyai karakteristik khusus misalnya tahan panas. Alat ini digunakan untuk mengaduk suatu campuran atau larutan kimia pada waktu melakukan reaksi kimia dan digunakan juga untuk menolong pada waktu menuangkan cairan dalam proses penyaringan (Sutrisno,2011). 2.17. Kawat Kasa Kawat kasa terbuat dari bahan logam dan kawat yang dilapisi dengan asbes. Alat ini digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakaran (Sutrisno,2011). 2.18. Kaki tiga Kaki tiga terbuat dari besi yang menyangga ring. Alat ini digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan (Sutrisno,2011). 2.19. Plat Tetes Plat tetes terbuat dari keramik padat. Alat ini berfungsi untuk mereaksikan zat dalam jumlah tetesan atau skala kecil (Yunita,2009). 2.20. Gelas Ukur Gelas ukur adalah gelas tinggi dengan sekala di sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10mL sampai 2 L. Fungsinya untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi (Sutrisno,2011).

2.21.Klem Klem terbuat dari logam berupa besi dan lapisi oleh karet untuk menjaga agar buret tidak terlepas pada saat dijepit. Fungsinya adalah sebagai penjepit pada buret dalam proses titrasi dan lebih mempermudah dalam pengamatan karena pada posisi tersebut buret tidak terjadi goncangan atau goyang atau posisi buret selalu tegak(Yunita,2009). 2.22. Botol Timbang Botol timbang berbahan dasar pyrex, berbentuk bulat seperti botol biasa. Botol timbang adalah alat yang berguna untuk mempermudah dalam proses penimbangan larutan dalam percobaan(Yunita,2009). 2.23. Rak Tabung Reaksi Rak Tabung Reaksi terbuat dari kayu yang berbentuk persegi dan terdapat lubang-lubang sebagai tempat meletakan tabung reaksi. Fungsi dari rak tabung reaksi adalah sebagai tempat meletakan atau menyimpan tabung reaksi dalam jumlah lebih dari satu tabung reaksi dalam rak tabung reaksi tersebut, serta mempermudah dalam melakukan pengamatan hasil reaksi dari hasil percbaan atau penelitian (Hiskia,1983).

V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran 5.1.Kesimpulan Praktikum mengenai pengenalan alat-alat laboratorium ini sangat praktikum ini

bermanfaat, khususnya bagi para praktikan. Karena dengan

praktikan dapat mengetahui jenis-jenis alat laboratorium serta fungsinya masingmasing. Berikut ini adalah alat-alat yang dipelajari oleh praktikan di laboratorium: Tabung Sentrifuge, Pipet Volumetri, Pipa U, Labu Erlenmeyer, Pipa Kapiler, Labu Ukur, Statif, Gelas Kimia, Buret, Tabung reaksi, Tang Krus, Corong, Cawan, Botol Semprot, Spatula, Batang pengaduk, Kawat kasa, Kaki tiga, Plat tetes, Gelas Ukur, Klem, Botol Timbang, dan Rak Tabung Reaksi. Alat-alat diatas memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga dengan praktikum ini para praktikan dapat mengenal lebih baik lagi peralatan alat-alat laboratorium. 5.2. Saran Pengenalan alat laboratorium ini sangat penting dan berguna sehingga kepada praktikan diharapkan dapat mengikuti semua prosedur yang ada. Dengan begitu praktikum ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

III ALAT DAN METODE PERCOBAAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Alat-alat yang digunakan dan (2) Metode Percobaan. 3.1.Alat-alat yang digunakan Alat alat laboratorium yang digunakan adalah Tabung Sentrifuge, Pipet volumetrik, Pipa U, Labu erlenmeyer, Pipa Kapiler, Labu ukur, Statif, Gelas kimia, Buret, Tabung Reaksi, Tang Krus, Corong, Cawan, Botol Semprot, Spatula, Batang pengaduk, Kawat kasa, Kaki tiga, Klem ,Plat tetes, Gelas Ukur, Botol Timbang, dan Rak Tabung Reaksi. 3.2. Metode Percobaan 3.2.1. Tabung Sentrifugasi Masukkan akan dipisahkan dengan endapannya ke dalam tabung sentrifuga. Masukan tabung kedalam alat sentrifugasi yang bekerja berdasarkan perbedaan berat jenis dengan gaya sentrifugasi. 3.2.2. Pipet Volumetrik Pipet volumetrik dimasukan kedalam gelas atau wadah yang berisi larutan, pipet atau sedot larutan tersebut hingga masuk kedalam pipet tersebut, kemudian ujung pipet ditutup menggunakan jarum dengan rapat agar larutan tersebut hingga tumpah, kemudian angkat pipet dari wadah tersebut perlahan-lahan

3.2.3. Pipa U Ambil dua buah tabung reaksi. Masukan zat kimia ke dalamnya lalu reaksikan dan tutup dengan Pipa U sambil dihubungkan dengan tabung reaksi ke dua. 3.2.4. Labu Erlenmeyer Labu erlenmeyer yang bersih terlebih dahulu dibilas dengan aquadest sampai 3x. Ambil larutan Asam sulfat 5 N 5 ml dengan pipet seukuran. Lalu masukan kedalam labu erlenmeyer. 3.2.5. Pipa Kapiler Masukkan sedikit zat padat ke dalam pipa kapiler yang salah satunya ditutup dan ditepelkan pada termometer lalu panaskan pada tabung reaksi yang dimasukkan dalam gelas kimia yang berisi air atu pariffin untuk zat yang mempunyai titik leleh lebih dari 100 dan dibaca saat zat mulai meleleh. Pipa

kapiler bekerja berdasarkan gaya kapilerisasi. 3.2.6. Labu Ukur Membilas Labu ukur terlebih dahulu dengan aquadest minimal 3 kali. Menimbang zat kimia terlebih dahulu, lalu larutkan di dalam botol kimia. Setelah itu larutan zat kimia tersebut dimasukan ke dalam labu ukur 100 ml melalui corong Lalu masukan aquadest sampai batas miniskus. Dimasukan larutan kedalam labu destilasi, kemudian dikocok secara perlahan dan teratur, diamkan untuk beberapa saat, kemudian diamati dari hasil tersebut.

3.2.7. Statif Letakan statif pada bidang atau tempat yang datar atau rata agar keadaan statif tidak miring atau dalam keadaan tegak lurus, kemudian dipasangkan atau dimasukan klem pada batang statif, dan sesuaikan ketinggian klem pada batang statif, dan sesuaikan ketinggian klem tersebut dengan buret yang akan dipasangkan pada klem. 3.2.8.Gelas Kimia Gelas kimia yang bersih, dibilas terlebih dahulu dengan aquadest minimal 3 kali. Ambil botol yang berisi larutan dan masukan larutan tersebut ke dalam gelas kimia. Lalu simpan kasa asbes, kaki tiga di atas pembakar bunsen. Setelah itu simpan gelas kimia diatasnya. 3.2.9.Buret Buret dicuci terlebih dahulu sampai bersih. Bilas buret dengan aquadest minimal 3 kali. Lubang keran yang besar pada buret diolesi dengan vaseline sedangkan pada penutup keran, ujung penutup kerannya (paling lancip) diolesi oleh vaseline juga. Setelah itu tutup dan buret pun dapat digunakan. Masukan larutan ke dalam buret sesuai dengan kebutuhan. Lalu keluarkan larutan dengan memutar keran sedikit demi sedikit sampai keluar tetesan dan tampung dengan labu erlenmeyer. 3.2.10.Tabung Reaksi Tabung reaksi di cuci sampai bersih lalu dibilas dengan aquadest minimal 3x. Setelah itu masukan zat yang akan di reaksikan ke dalam alat tersebut.

3.2.11.Tang Krus Cara menggunakan tang krus adalah dengan cara menjepitkan ujung depan tang ke benda panas yang akan di ambil. 3.2.12.Corong Corong dicuci terlebih dahulu sampai bersih lalu dibilas dengan aquadest minimal 3x.Simpan corong diatas gelas ukur atau gelas kimia atau erlenmeyer lalu masukan larutan ke dalamnya melalui corong tersebut. 3.2.13.Cawan Cawan dicuci terlebih dahulu sampai bersih kemudian bilas dengan aquadest minimal 3x. Masukan larutan yang akan dikristalisasi ke dalam cawan ini kemudian panaskan di bunsen. 3.2.14.Botol Semprot Cara menggunakan botol penyemprot adalah dengan cara pertama masukan aquades ke dalam botol. Lalu tekan bagian tengah atau botol untuk menyemprotkan ke alat yang ingin dibersihkan. 3.2.15.Spatula Membilas terlebih dahulu spatula tersebut dengan aquadest lalu keringkan dengan tissue. Ambil zat kimia yang berwujud padatan di dalam wadah dengan spatula lalu masukan sedikit demi sedikit ke dalam botol timbang yang sudah berada di atas timbangan sampai 1,00 gram.

3.2.16.Batang Pengaduk Membilas batang pengaduk terlebih dahulu dengan aquadest minimal 3 kali. Lalu keringkan dengan tisu bersih. Setelah itu batang pengaduk dimasukan ke wadah yang larutannya akan diaduk sampai larutan yang diaduk tercampur merata. 3.2.17.Kawat Kasa Kawat kasa diatas kaki tiga, kemudian tempatkan kaki tiga tersebut di atas bunsen. 3.2.18.Kaki Tiga Kaki tiga yang sudah dilengkapi dengan kawat kasa kemudian tempatkan dibawah bunsen. 3.2.19.Plat Tetes Masukan larutan ke dalam plat tetes dengan cara meneteskan larutan dari pipet tetes. 3.2.20.Gelas Ukur Gelas ukur yang bersih terlebih dahulu dibilas dengan aquadest minmal 3 x .Masukan larutan Asam Klorida dengan pipet tetes ke dalam gelas ukur sampai 10mL. 3.2.21.Botol Timbang Cara penggunaan botol timbang adalah dengan cara membuka tutup botol, setelah itu masukan zat yang akan di timbang. Lalu simpan botol diatas neraca.

3.2.22.Klem Letakan statif pada bidang atau tempat yang datar atau rata agar keadaan statif tidak miring atau dalam keadaan tegak lurus, kemudian dipasangkan atau dimasukan klem pada batang statif, dan sesuaikan ketinggian klem pada batang statif, dan sesuaikan ketinggian klem tersebut dengan buret yang akan dipasangkan pada klem. 3.2.23.Rak Tabung Reaksi Rak tabung reaksi biasanya sebagai tempat atau wadah untuk meletakan tabung reaksi atau tabung reaksi dimasukan pada lubang rak tabung reaksi yang sudah ada.

IV HASIL PENGAMATAN Bab ini menguraikan : (1) Hasil Pengamatan 4.1. Hasil Pengamatan Tabel 1. Hasil Pengamatan Pengenalan Alat Laboratorium Gambar dan Fungsi Alat Prinsip Kerja Nama Alat Digunakan proses pada Masukkan akan dipisahkan endapannya tabung ke

No

sentrifugasi. dengan untuk dalam

Fungsinya

sentrifuga.

memisahkan endapan Masukkan tabung kedalam dengan larutannya. alat bekerja perbedaan Tabung Sentrifuge 2 Digunakan sentrifugasi yang

berdasarkan berat jenis

dengan gaya sentrifugasi. sebagai Pipet volumetrik dimasukan

alat untuk mengambil kedalam gelas atau wadah dan memindahkan zat yang berisi larutan, pipet cair dengan volume atau sedot larutan tersebut tertentu Pipet Volumetrik hingga masuk kedalam pipet tersebut, kemudian ujung pipet ditutup menggunakan jarum dengan

rapat agar larutan tersebut hingga tumpah, kemudian angkat pipet dari wadah tersebut perlahan-lahan. 3 Fungsi dari pipa U Ambil 2 buah tabung reaksi. adalah seabagai alat Masukan yang dalam di zat kimia ke

gunakan dalamnya lalu reaksikan dan proses tutup dengan Pipa U sambil

elekrolisa larutan zat dihubungkan dengan tabung untuk dan Pipa U mengidentifikasikan larutan zat tersebut berbentuk gas. 4 Fungsinya untuk menampung hasil titrasi, untuk memanaskan larutan. Masukkan larutan yang mengalirkan reaksi ke dua.

akan dititrasi kedalam labu erlenmeyer, titrasi, amati kemudian perubahan

yang terjadi. Labu Erlenmeyer

Untuk menentukan titik leleh suatu zat.

Masukkan sedikit zat padat ke dalam pipa kapiler yang salah satunya ditutup dan ditepelkan pada termometer lalu panaskan pada tabung reaksi yang dimasukkan

dalam gelas kimia yang Pipa Kapiler berisi air atu pariffin untuk zat yang mempunyai titik leleh lebih dari 100 dibaca meleleh. saat zat dan mulai kapiler

Pipa

bekerja berdasarkan gaya kapilerisasi. 6 Fungsinya digunakan Menimbang untuk larutan mendapatkan terlebih zat zat dahulu, kimia lalu

tertentu larutkan di dalam botol

yang nantinya hanya kimia. Setelah itu larutan zat digunakan dalam kimia tersebut dimasukan ke

ukuran yang terbatas dalam labu ukur 100 ml Labu Ukur hanya sebagai sampel. melalui corong. fungsi statif adalah Letakan statif pada bidang

sebagai

batang atau tempat yang datar atau

setandar untuk klem rata agar keadaan statif atau menopang klem tidak miring atau dalam dalam melakukan keadaan tegak lurus,

percobaan pada buret.

kemudian dipasangkan atau dimasukan klem pada

batang statif, dan sesuaikan ketinggian Statif klem pada

batang statif, dan sesuaikan ketinggian klem tersebut

dengan buret yang akan dipasangkan pada klem.

fungsinya mengukur larutan

untuk Gelas kimia yang bersih, volume dibilas aquadest minimal 3 yang tiak kali. Ambil botol yang

memerlukan

tingkat berisi larutan dan masukan

ketelitian yang tinggi, larutan tersebut ke dalam Gelas Kimia menampung kimia. zat gelas kimia. Lalu simpan kasa asbes, kaki tiga di atas pembakar bunsen.

untuk

meneteskan Masukan larutan kedalam cair buret kemudian buret di tempelkan pada statif.

sejumlah reagen dalam eksperimen yang

memerlukan

presisi, seperti pada eksperimen titrasi

Buret

10

Tabung berfungsi tempat mereaksikan kimia Tabung Reaksi dan

Reaksi Tabung

reaksi

terlebih

sebagai dahulu di cuci sampai bersih untuk lalu dibilas dengan aquadest bahan minimal 3 kali. Setelah itu untuk masukan zat yang akan reaksi direaksikan ke dalam alat skala tersebut.

melakukan kimia kecil. dalam

11

Tang untuk benda Tang Krus

ini

berfungsi Cara menggunakan tang mengambil krus adalah dengan cara

padat

yang menjepitkan ujung depan tang ke benda panas yang akan di ambil.

sedang dipanaskan.

12

Alat untuk

ini

berfungsi Corong

dicuci

terlebih

menyaring dahulu sampai bersih lalu dengan aquadest

campuran kimia dan dibilas menyalurkan

larutan minimal 3x.Simpan corong diatas gelas ukur atau gelas kimia atau erlenmeyer zlalu masukan larutan ke

kimia ke alat lain. Corong

dalamnya melalui corong tersebut

13

Alat

ini

digunakan Cawan dicuci sampai bersih

untuk wadah suatu zat dan bilas dengan aquadest yang akan diuapkan minimal3x.Masukan larutan Cawan dengan pemanasan yang akan dikristalisasi ke dalam cawan ini kemudian panaskan di atas bunsen.

14

Botol berfungsi

timbang

Cara penggunaan botol

sebagai timbang adalah dengan cara

wadah zat yang akan membuka tutup botol, ditimbang. setelah itu masukan zat yang akan di timbang. Lalu Botol Timbang simpan botol diatas neraca.

15

.Alat untuk bahan

ini

berfungsi Membilas terlebih dahulu mengambil spatula tersebut lalu dengan keringkan

kimia

yang aquadest

berbentuk

padatan dengan tissue. Ambil zat yang berwujud

dan selain itu dapat kimia pula Spatula dipakai

untuk padatan di dalam wadah dengan masukan sedikit spatula sedikit lalu demi

mengaduk larutan

ke dalam botol

timbang yang sudah berada di atas timbangan. 16 Alat untuk ini digunakan Membilas batang pengaduk mengaduk terlebih dahulu dengan

suatu campuran atau aquadest minimal 3 kali. Batang Pengaduk larutan kimia pada Lalu keringkan dengan tisu

waktu reaksi

melakukan bersih. Setelah itu batang kimia dan pengaduk dimasukan ke

digunakan juga untuk wadah yang larutannya akan menolong pada waktu diaduk sampai larutan yang Batang Pengaduk menuangkan dalam penyaringan 17 . Alat ini digunakan Kawat kasa diatas kaki tiga, sebagai alas dalam kemudian tempatkan kaki panas tiga tersebut di atas bunsen. dari cairan diaduk tercampur merat proses

penyebaran yang Kawat Kasa 18 berasal

suatu pembakaran Alat ini digunakan Kaki tiga yang sudah

untuk menahan kawat dilengkapi dengan kawat kasa pemanasan. Kaki Tiga dalam kasa kemudian tempatkan di bawah bunsen

19

Alat

ini

berfungsi Masukan larutan ke dalam tetes dengan larutan cara dari

o o o o o o
Plat Tetes

untuk mereaksikan zat plat

dalam jumlah tetesan meneteskan atau skala kecil pipet tetes.

20

Fungsinya mengukur larutan memerlukan Gelas Ukur

untuk Gelas ukur volume terlebih

yang bersih dibilas

dahulu

tidak dengan aquadest minmal 3 tingkat kali.Masukan larutan

ketelitian yang tinggi dengan pipet tetes ke dalam dalam jumlah tertentu gelas ukur.

(Sumber : Citra Octapiani, Meja 12, Kelompok A,2011)