Anda di halaman 1dari 33

AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Click to edit Master subtitle style Lingkungan) Proyek Gas Lahan TPA Makasar

5/3/12

BAB I PENDAHULUAN
Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Latar Belakang
Pengolaaan sampah perkotaan menjadi sangat sulit mengingat semakin berkurangnya lahan sebagai TPA dan seringkali muncul hambatan dari masyarakat dalam pembukaan lahan TPA baru. Click to edit Master subtitle style Pembuangan sampah yang kurang

memadai

memberikan kontribusi terhadap polusi air, polusi udara, dan peningkatan terjadinya banjir serta

timbulnya penyakit kulit dan penyakit menular. Dengan jumlah penduduk lokal mencapai sekitar 5/3/12

Tabel 1.1 Komposisi Sampah Perkotaan di Makassar

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Tujuan
Tujuan dari AMDAL ini adalah untuk mendata dampak lingkungan utama yang ditemukan dalam pengajuan proyek pembakaran gas lahan TPA (LFG) Tamangapa di Makassar, Indonesia, sebagai bagian dari proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism) Master subtitle style Click to edit dibawah Protokol Kyoto untuk Perubahan Lingkungan (Kyoto Protocol for Climate Change). Fokus utama dari proyek adalah pengumpulan gas dan pembakaran gas metana secara efisien. Proyek ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap perlindungan lingkungan hidup dan masyarakat melalui tindakan mitigasi dari resiko potensial terkait dengan pembuangan5/3/12 sampah

Manfaat Studi ANDAL


-

Bagi Pemerintah

dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan pada perencanaan Proyek Gas Lahan TPA Makassar ini serta pedoman untuk Click to edit Master subtitle style memantau efektivitas dan effisiensi pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pihak pemilik proyek
-

Bagi Pihak Pemrakarsa pedoman dalam melakukan


5/3/12

Sebagai

Lokasi Proyek Gas Lahan TPA Makassar


Click to edit Master subtitle style TPA Tamangapa bertempat di wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala, 15 km dari pusat kota Makassar. TPA memiliki luas lahan sekitar 14,3 ha dan hanya 70% dari kapasitas keseluruhan TPA yang digunakan. TPA Tamangapa didirikan tahun 1993 dan dipertimbangkan sebagai satu-satunya TPA di kota Makassar.
5/3/12

Gambar 1 Lokasi TPA Tamangapa

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Peraturan Perundang Undangan


Click to edit Master subtitle style

5/3/12

BAB II ISI
Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Analisa Lingkungan dari Gas Lahan TPA


Proyek yang diajukan meliputi pengumpulan dan pembakaran gas metana yang menghasilkan emisi produk pembakaran, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca. Melalui aktivitas pengumpulan dan pembakaran gas lahan TPA Click to edit Master subtitle style (LFG), diperkirakan sekitar 27,000 ton gas metana akan dibakar dalam periode 7 tahun pertama, dan total sekitar 27,000 ton gas CO2 akan dilepas. Pembangunan fasilitas pengumpulan dan pembakaran gas lahan TPA meliputi komponen-komponen berikut: (i) sistem pengumpulan yang terdiri dari sumursumur horizontal dan 5/3/12

Dampak Lingkungan
Dampak terhadap lingkungan dapat ditemukan selama fase konstruksi dan fase edit Master subtitle style Click to operasi dari proyek LFG. Selama fase konstruksi, dampak terhadap lingkungan termasuk: Polusi suara, yang 5/3/12 dihasilkan dari aktivitas

Tabel 2.1 Emisi dari Pembakaran Gas Lahan TPA

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Dampak lingkungan lainnya berupa bahaya kebakaran dan ledakan; asphyxia, bau tidak sedap, polusi suara, panas, dan kekeruhan udara. Terdapat potensi dampak kesehatan dan keselamatan bagi penduduk setempat. Kebakaran & Ledakan Sistem edit Master subtitle akan Click to pembakaran (flare) style membakar gas dengan jumlah yang besar, sehingga memiliki resiko terjadinya kebakaran dan ledakan, yang akan merujuk pada emisi dan paparan gas CH4 dan/atau H2. Ini menimbulkan bahaya kesehatan dan keselamatan bagi pekerja di lokasi proyek dan bagi 5/3/12 penduduk yang tinggal disekitar lokasi proyek.

Asphyxia Karena sistem pembakaran tertutup diajukan dalam proyek ini, terdapat potensial bahaya asphyxia di lokasi proyek, yang berdampak pada sebagian besar pekerja di lokasi proyek. Sistem pembakaran tertutup digunakan untuk mencegah Master subtitle polusi suara dan Click to edit timbulnya style melindunginya dari cuaca serta akses dari orang-orang yang tidak berkepentingan. Akan tetapi, gas lahan TPA dapat menimbulkan keadaan kekurangan oksigen (asphyxiated), sehingga diperlukan sistem ventilasi yang memadai dan peralatan keselamatan yang sistematis. Dianjurkan juga untuk menghindari penempatan 5/3/12

Polusi Suara Sistem pembakaran dapat menimbulkan bunyi berisik yang dihasilkan dari pengoperasian peralatan mekanik dan dari proses pembakaran itu sendiri. Polusi suara memiliki dampak terhadap pekerja di lokasi proyek dan masyarakat yang tinggal disekitarnya. Untuk mengurangi dampak dari polusi Click to edit Master para penerima ini, sistem suara terhadap subtitle style pembakaran sebaiknya ditempatkan jauh dari bangunan. Apabila ini tidak memungkinkan, diperlukan tindakantindakan untuk mengurangi kebisingan suara, termasuk pendirian bangunan yang kokoh di sekitar sistem pembakaran dengan peredam suara di saluran 5/3/12 ventilasi.

Panas Masyarakat pemulung di sekitar lokasi proyek dapat terpapar terhadap panas dari sistem pembakaran, yang tergantung pada desain fisik dan lokasi dari sistem pembakaran. Sumber panas dari sistem pembakaran dapat dijabarkan sebagai berikut: Panas radiasi dari nyala api. Ini hanya dapat Click toapabila sistem terjadi edit Master subtitle style pembakaran beroperasi di atas batasan desainnya; Panas melalui dinding dari ruang pembakaran; yang terjadi apabila ruang pembakaran tidak memiliki insulasi yang memadai sehingga temperatur di luar ruang pembakaran menjadi tinggi,
5/3/12

Tabel 2.5 Rencana Kelola Lingkungan

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Tabel 2.6 Rencana Pengawasan Lingkungan

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Tabel 2.7 Publikasi Masyarakat dan Proses Komunikasi

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Dampak terhadap - Kepadatan Penduduk Sosekbud

Mobilisasi tenaga kerja konstruksi proyek akan berdampak terhadap jumlah dan tingkat kepadatan penduduk sebagai akibat rekrutment tenaga kerja yang diperkirakan sebagian akan didatangkan dari luar daerah karena untuk keahlian tertentu tidak dapat di penuhi oleh tenaga lokal. Click to edit Master subtitle style - Kesempatan Kerja dan Bekerja Banyaknya tenaga kerja yang di butuhkan mengakibatkan terbukanya kesempatan berusaha bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Penduduk setempat dapat memperoleh mata pencaharian tambahan dengan menyediakan tempat tinggal untuk disewakan atau dikontrakan pada pekerja. Kegiatan5/3/12 kegiatan lain yang merupakan kesempatan

- Pendapatan Masyarakat Kegiatan mobilisasi tenaga kerja konstruksi terhadap pendapatan masyarakat merupakan dampak turunan (sekunder) sebagai akibat terbukanya kesempatan kerja dan berusaha. Dengan ikutnya masyarakat bekerja di sekitar lokasi proyek sebagai tenaga kerja konstruksi dan terbuka kesempatan kerja dan berusaha bagi Click to edit Master subtitle style masyarakat di sekitar lokasi proyek akan mengakibatkan meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat. - Kecemburuan Sosial Kecemburuan sosial akan muncul apabila tenaga kerja setempat tidak dilibatkan dalam tahap konstruksi pengolahan akhir sampah kota. Persepsi Masyarakat 5/3/12

BAB III STANDARSTANDAR


Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Tabel 2.2 Standar Emisi untuk Pembakaran

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Tabel 2.3 Standar Kualitas Udara Ambien Indonesia untuk Pembakaran

Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Standar polusi suara


Standar polusi suara tidak dapat ditentukan oleh suatu tertentu, selama dianggap mengganggu, suara tersebut dapat dikategorikan ke dalam polusi suara. Pencemaran suara biasanya diukur dalam suatu desibel. Efek Ini adalah contoh kebisingan yang menimbulkan Click to edit Master subtitle style pencemaran suara : Suara orang berbicara = 40 desibel. Suara orang silat lidah = 80 desibel. Suara kereta api = 95 desibel. Suara mesin motor = 104 desibel. Suara petir = 120 desibel. Suara pesawat tinggal landas = 150 desibel. 5/3/12

BAB IV KESIMPULAN
Click to edit Master subtitle style

5/3/12

Kesimpulan
Dari AMDAL Proyek LFG yang diajukan akan membantu menghilangkan dan/atau mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, keselamatan dan kesehatan sebagai berikut: Pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan melalui Click to edit Master subtitle style dengan sistem pembakaran gas metana dari TPA pembakaran yang dirancang dan dioperasikan dengan baik. Pengurangan bau yang tak sedap melalui pembakaran asam sulfida di sistem pembakaran. Pengurangan bahaya kebakaran dan ledakan. Stabilitas yang lebih baik dan sistem pengumpulan gas dari lahan TPA. 5/3/12

Terima Kasih
Click to edit Master subtitle style

5/3/12