Anda di halaman 1dari 3

Proposal Karya Tulis Budaya Instan Di Kalangan Remaja

Zulzizar Nur Muhammad Januar Trisnowidodo XI IPA 4/34

I.

LATAR BELAKANG
Seiring berkembangnya era kehidupan, masyarakat cenderung memilih cara-cara yang lebih mudah untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Produk instan merupakan cara mudah untuk dapat mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Banyak orang beranggapan bahwa untuk hidup meningkatkan kesehatan dan kebugaran di butuhkan tambahan minuman berenergi instant seperti yang banyak dijual di setiap toko dengan berbagai merek. Terutama bagi mereka yang memiliki banyak kesibukan. Budaya instan, sebuah budaya dimana orang-orang yang hidup di dalamnya mengutamakan kecepatan, lebih suka melihat hasilnya dan cenderung kurang menghargai proses. Prof. Koentjaraningrat (antropologi) dalam bukunya Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan, pernah meneliti tentang kebiasaan menerabas yang berarti memotong jalan untuk memperoleh sesuatu secara instant menjadi budaya kehidupan masyarakat kita. Intinya, tidak ingin bersusah payah dan mencari cara cepat dalam mewujudkan keinginan.

II.

RUMUSAN MASALAH
- Seberapa jauhkah pengetahuan remaja tentang budaya instan ? - Sadarkah mereka apabila telah masuk dalam budaya instan ? - Apakah alasan utama mereka masuk dalam budaya instan ? - Apa saja kerugian budaya instan ? - Apa saja contoh-contoh budaya instan ?

III.

METODE PENULISAN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka serta dengan metode angket. Hal ini dilakukan karena kedua metode tersebut dinilai objektif. Penulis dapat mengetahui bagaimana antusias responden terhadap produk herbal ditengah maraknya produk instan secara langsung serta dapat membandingkannya dengan teori-teori yang didapatkan dari studi pustaka.

IV.

TUJUAN PENULISAN
Penelitian mengenai penggunaan produk herbal di tengah menjamurnya produk instan ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia Semester Genap.

V.

PENUTUP
Pemicu budaya instan adalah perubahan sosial yang menuntut kita bergerak cepat guna meraih hasil. Budaya instan, sebuah budaya dimana orang-orang yang hidup di dalamnya mengutamakan kecepatan, lebih suka melihat hasilnya dan cenderung kurang menghargai proses.

Lain halnya apabila dibandingkan dengan konsumsi bahan-bahan alami yang diolah tanpa bahan kimia. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh, bahan alami juga mampu dipergunakan sebagai terapi penyembuhan penyakit. Memang efek bahan alami tidak dirasakan dalam jangka pendek, namun apabila dikonsumsi secara teratur akan bermanfaat bagi tubuh.

VI.

DAFTAR PUSTAKA
Mahendra, Brury dkk.2004.Bugar dan Sehat Saat Puasa. Jakarta: Penebar Swadaya. www.google.com www.wikipedia.com