Anda di halaman 1dari 3

Kepada Yth : Direksi Perusahaan Tercatat Di Tempat Perihal : Keanggotaan Komite Audit

Jakarta,

Desember 2001

SURAT - EDARAN Nomor : SE- 008 /BEJ/12-2001 Menunjuk ketentuan huruf C.3. Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa yang menyebutkan bahwa Perusahaan Tercatat wajib memiliki Komite Audit maka dengan memperhatikan Surat Edaran Bapepam Nomor : SE03/PM/2000 tanggal 5 Mei 2000, dengan ini dapat kami sampaikan penjelasan mengenai keanggotaan Komite Audit, sebagai berikut: 1. Keanggotaan Komite Audit sebagaimana yang dimaksud pada butir C.3 Peraturan Pencatatan No. I-A adalah sebagai berikut : a. Jumlah anggota Komite Audit sekurang-kurangnya 3 orang, termasuk Ket ua Komite Audit. b. Anggota Komite Audit yang berasal dari komisaris hanya sebanyak 1 (satu) orang. Anggota Komite Audit yang berasal dari komisaris tersebut harus merupakan Komisaris Independen Perusahaan Tercatat yang sekaligus menjadi Ketua Komite Audit. c. Anggota lainnya dari Komite Audit adalah berasal dari pihak eksternal yang independen. Contoh : PT XYZ. Tbk memiliki 1 orang Komisaris Independen. Dewan Komisaris berencana untuk membentuk Komite Audit yang beranggotakan 3 orang, termasuk Ketua Komite Audit. Maka, sesuai dengan ketentuan pada butir C.3 Peraturan Pencatatan No. I tersebut, Komisaris -A Independen tersebut menjadi anggota Komite Audit dan sekaligus merangkap sebagai Ketua Komite Audit. Oleh karena itu, Perusahaan Tercatat harus mengangkat 2 orang pihak eksternal dan independen untuk menjadi anggota Komite Audit. 2. Selain ketua Komite Audit maka setiap anggota Komite Audit harus berasal dari pihak eksternal yang independen. Yang dimaksud dengan pihak eksternal adalah pihak diluar Perusahaan Tercatat yang bukan merupakan komisaris, direksi dan karyawan Perusahaan Tercatat. Sedangkan yang dimaksud independen adalah pihak diluar Perusahaan Tercatat yang tidak memiliki hubungan usaha dan hubungan afiliasi dengan Perusahaan Tercatat, komisaris, direksi dan Pemegang Saham Utama Perusahaan Tercatat dan mampu memberikan pendapat profesional secara bebas sesuai dengan etika profesionalnya, tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Kepercayaan atas independensi sikap Komite Audit adalah sangat penting. Untuk diakui sebagai pihak independen, anggota Komite Audit harus bebas dari setiap kewajiban kepada Perusahaan Tercatat dan tidak memiliki suatu kepentingan tertentu terhadap Perusahaan Tercatat atau Direksi atau Komisaris Perusahaan Tercatat dan bebas dari keadaan yang dapat menyebabkan pihak lain meragukan sikap independensinya, Berdasarkan uraian di atas maka pihak eksternal yang tidak dapat menjadi anggota Komite Audit antara lain adalah sebagai berikut :
1

No. 1.

Pihak Eksternal Keterangan Akuntan Publik yang melakukan audit atas Sulit diharapkan independensinya karena salah laporan keuangan Perusahaan Tercatat, satu tugas Komite Audit adalah memeriksa kecukupan pemeriksaan auditor (conflict of interest). Akuntan Publik yang berkerja pada Kantor Karena berasal dari Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik yang melakukan pemeriksaan yang sama, maka dapat diragukan kualitas atas laporan keuangan Perusahaan Tercatat. independensinya dan kemungkinan akan timbul konflik kepentingan. Salah satu bentuk konflik kepentingan yang mungkin terjadi adalah yang bersangkutan mereview hasil pemeriksaan dari rekannya dari Kantor Akuntan Publik yang sama. Pihak yang bukan komisaris, direksi, atau karyawan Perusahaan Tercatat yang memiliki kemampua n pengendalian atas Perusahaan Tercatat. Konsultan hukum Perusahaan Tercatat Sulit diharakan independesi dari pihak eksternal yang bersangkutan mengingat kemampuan yang dimilikinya untuk pengendalian Perusahaan Tercatat. Terjadi suatu konflik kepentingan yaitu disatu pihak sebagai Konsultan Hukum Perusahaan Tercatat tentunya mempunyai keberpihakan terhadap Perusahaan Tercatat sedangkan sebagai anggota Komite Audit harus menjaga independensi (tidak berpihak).

2.

3.

4.

5.

Konsultan Hukum yang berkerja pada Kantor Karena berasal dari Kantor Konsultan Hukum Konsultan Hukum Perusahaan Tercatat yang sama, maka dapat diragukan kualitas independensinya dan kemungkinan akan timbulnya konflik kepentingan. Salah satu bentuk konflik kepentingan yang mungkin terjadi adalah yang bersangkutan mereview hasil pemeriksaan hukum dari rekannya yang berasal dari Kantor Konsultan Hukum yang sama. Karyawan atau komisaris dari perusahan lain Oleh karena perusahaan lain dimana karyawan yang memiliki hubungan afiliasi dengan atau komisaris tersebut bekerja mempunyai Perusahaan Tercatat hubungan afiliasi dengan Perusahaan Tercatat, maka secara langsung atau tidak langsung akan memberikan pengaruh negatif terhadap kemampuannya untuk bersikap independen.

6.

Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan.

Demikian agar maklum.

PT Bursa Efek Jakarta

Mas Achmad Daniri Direktur Utama Tembusan Yth : 1. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal; 2. Kepala Biro di lingkungan Bapepam; 3. Asosiasi Emiten Indonesia; 4. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia; 5. Pusat Referensi Pasar Modal; 6. Komisaris Utama PT Bursa Efek Jakarta.

Harry Wiguna Direktur Pencatatan