Anda di halaman 1dari 41

ROCHIM

rochimaru@yahoo.co.id

BUNYI DAN FREKUENSI BUNYI /SUARA adalah peristiwa getaran mekanik dgn bentuk gelombang longitudinal yg berjalan medium tertentu dgn frekuensi variabel. Gelombang longitudinal adh gel yg terdiri dr rapatan / kompresi dan regangan / ekspansi Berrdasarkan frek-nya bunyi dibedakan mjd: 1. Infra sonik : frek : < 20 Hz 2. Audio sonk : frek : 20 20000 Hz 3. Ultra sonik : frek : >20000 Hz
A.

Dalam dunia medis gelombang US digunakan utk berbagai tujuan antara lain: 1. diagnosis, misalnya Doppler Blood Flow frek 5-10 MHz, intensitas 203 mW/cm2 2. Pembedahan, misalnya penghancuran batu kendung kencing, frek 0,10 MHz, intensitas 20-100 W/cm2 3. Terapeutik, disebut jg Ultrasound Therapy, frek 0,7- 3 MHz. digunakan dibidang FT. FISIKA DASAR US 1. SIFAT-SIFAT DARI BUNDEL US Bundel / berkas gelombang US dibedakan atas 2 bagian: a. Area konvergen (Fresnel Zone) b. Area divergen (Fraunhofer Zone)

TANDA-TANDA AREA KOVERGEN a. Tjd gejala interferensi pd berkas tsb, shg timbul variasi intensitas b. Bentuk berkasnya tidak divergen,melainkan sedikit kovergen TANDA-TANDA AREA DIVERGEN a. Tdk tjd gejala interferensi pd berkas tsb, shg gelombang sama dan intensitas berkurang jk jarak treatment head dijauhkan dr ubuh yg diobati b. Berkasnya beriameter lbh besar c. Penyebarab energinya lbh bsr

Akibat dr fenomena interferensi yg terdapat di area konvergen, maka dpt menimbulkan terjadinya lipatan intensitas yg besarnya 5-10kali lipat, bahkan bs mencapai 30kali lipat lebih tinggi dari nilai intensitas yg ditentukan. Gejala yg tdk homogen tsb disebut sbg BNR (Beam Non Univormity Ratio).

PROSES FISIKA US YG TERJADI DI MEDIUM A. SIFAT-SIFAT DR GELOMBANG SUARA Gelombang suara terbentuk dr gel longitudinal,dimana arah penyebarannya searah dgn arah getaran. Utk dpt menyebarkan gellongitudinal ini bth medium ELASTIS

Dalam treatment US medium yg dimaksud adh coupling medium dan jaringan tubuh dimana energi US tsb menyebar. B. PANJANG GELOMBANG US Krn kecepatan penyebaran gel US berdasarkan medium, mk panjang gel US jg tergantung dgn medium. 1. Pada 1 MHz a. jar lunak : 1,5 mm b. jar tulang : 3 mm 2. Pada 3 MHz a. jar lunak : 0,5 mm b. jar tulang : 1mm

C. KERAPATAN MASSA DARI SEBUAH MEDIUM Adh sebuah besaran materi yg dinyatakan dlm kg/m3.kerapatan massa menentukan kecepatan penyebaran gelombang US. Semakin rapat suatu medium maka semakin cepat penyebarannya. Nilai kerapatan massa jg menentukan impedan akustik dan milai refleksi /pemantulan. Tabel. 1 Kecepatan penyebaran (C), kerapatan massa (Q), panjang gelombang ()pd mesin 1 MHz dan 3 MHz

medium

C (m/s) Q (kg/m3)

1 MHz

3 MHz

Alumuni 5100 um 1566 Darah

2,7.10 1,0.10

5,1 1,57

1,7 0,52

medium
Pembuluh drh Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendo Otot Lemak air

C(m/s)
1530 3445 1519 1662 343 1750 1552 1478 1492

Q (kg/m3)
1,1.10 1,8.10 0,0012.10 1,0.10 0,9.10 1,0.10

1 MHz
1,53 3,44 1,51 1,75 0,34 1,75 1,55 1,48 1,49

3 MHz
0,51 1,14 0,5 0,58 0,11 0,58 0,52 0,49 0,5

D. IMPEDAN AKUSTIK (Zs) Merupakan besaran materi yg tergantung pd kerapatan massa dan kecepatan penyebaran. Tabel2. Specific Acoustic Impedance
Medium Alumunium Darah Tulang Pembuluh darah Gel Kulit Udara Otot Lemak Air 13,8.10 1,6.10 6,3.10 1,7.10 1,8.10 1,6.10 0,0004.10 1,6.10 1,4 1,5 Zs (kg /m2)

E. KOMPRESI DAN EKSPANSI DARI SUATU BENDA Frek pd US sama kira 1.000.000 kali tiap menit pd medium. Jarak antara peregangan / ekspansi dan pemampatan / kompresi adh panjang gelombang. Untuk itu dapat timbul variasi tekanan d dalam medium. F. PEMAMTULAN DAN PEMATAHAN Refleksi / pemantulan pd gel US tjd di perbatasan antara 2 jaringan. Berapa besar energi US yg dipantulkan tergantung dr nilai impedan akustik (Zs) dari berbagai media. Refleks semakin berarti hy tjd pd transisi antara jaringan lemak dan jaringan tulang yaitu kira-kira 30 %. Jika pd tranduser tdk tjd refleksi, kecuali alumunium akan tjd refleksi kira-kira 60%.

Tabel 3. Refleksi dari tiap-tiap transisi antara 2 medium

Alumunium udara Alumunium kontak medium Treatment head kulit Kontak medium kulit Kulit jaringan lemak Air jaringan lemak

100 % 60% Nihil 0,1 % 0,9 % 0,2 %

G. PENYEBARAN GELOMBANG US Penyebaran gelombang US di dalam tubuh timbul oleh karena adanya 2 hal yaitu : 1. Adanya divergensi di area divergen 2. Refleksi H. INTERFERENSI GELOMBANG US Interferensi gelombang US oleh karena : 1. Adanya interferensi dalam berkas / bundel di area konvergen 2. Interferensi oleh karena refleksi. Berkas yg masuk ke dalam mesin US dan yg terrefleksi akan saling tumpang tindih (overlaping), shg dpt saling memperkuat dan memperlemah. Hy penguatan oleh interferensi yg akan mengakibatkan perubahan intensitas dari berkas US

PENYERAPAN DAN PENETRASI US Gelombang US masuk ke dalam jaringan tubuh dalam berbagai mcm ukuran. Sebagai ukuran digunakan koefisien penyerapan (a), dan koefisien akan menentukan penyebarluasan US di dlm jarngan tubuh. Penyerapan sangat tergantung dari frekuensi.pd frekuensi rendah penyerapan lbh sedikit dari pd frek tinggi. ada keterkaitan antara frekunsi,koefisien penyerapan dan kedalaman efek.
I.

Tabel 4. koefisien penyerapan pd frekuensi 1 MHz dan 3 MHz


Medium Darah Pembuluh darah Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendo Otot Lemak Air Serabut saraf 0,028 0,4 3,22 0,62 1,16 2,76 1,12 0,76 0,28 0,14 0,0006 0,2 1 MHz 3MHz 0,084 1,2 1,86 3,48 8,28 3,38 2,28 * 0,84 ** 0,42 0,0018 0,6

Dari tabel 4 terdapat 2 nilai untuk koefisien penyerapan pd otot. Unuk yg pertama tjd jk berkas US jatuh tegak lurus thd jaringan otot, sedangkan yg ke2 tjdjk berkas US berjalan sejajar thd jaringan otot. Pd keadaan yg keduan nilai absorbsinya hampir 3x lebih kecil dr keadaan pertama. Hal inni disebut sebagai halfvalue Depth /jarak nilai setengah (HVD / JNS). HVD adalah jarak dimana intensitas dari US dalam suatu medium tertentu tinggal separo.

Tabel 5. jarak nilai setengah

Medium Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendo Otot Lemak Air

1 MHz 2, mm 11,1 mm 6 mm 2,5 mm 2,5 mm 9 mm 24,6 mm 50 mm 11500 mm

3 MHz 4 mm 2 mm 0,8 mm 0,8mm 3 mm 16,5 mm 16,5 mm 3833,3 mm

PENETRATION DEPTH adalah suatu titik, dimana intensitas US yg diberikan msh tersisa 10%. Intensitas US pd penetrasi terdalam ditentukan untuk mengetahui apakah msh terdapat efek-efek terapeutik pd kedalaman tsb. Tabel 6. Penetrasi terdalam pd tiap-tiapmedium
Medium Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendo Otot Lemak Air 1 MHz 7 mm 37 mm 20 mm 20 mm 21 mm 30 mm 82 mm 156 mm 38330 mm 2 MHz 12 mm 7 mm 3 mm 7 mm 10mm 27 mm 55 mm 12770 mm

J. MEDIA PENGHANTAR (COUPLING MEDIA) Udara mrpkan kontak medium yang tidak baik, krn hampir semua enrgi US dipantulkan. Kebalikannya air mrpkan media penghantar yg baik dan murah. Jika air digunakan sbg media penghantar sebaiknya tidak mengandung gas di dalamnya. Dengan tdk adanya gas di dalamnya berarti mencegah adanya penutupan gelembung-gelembung udara pd tranduser dan bag tubuh yg diobati. Kecuali itu dpt jg digunakan pasta /gel / olie /salep. Media penghantar yg digunakan harus memenuhi persyaratan di bawah ini : 1. Dalam keadaan tertentu hrs steril tetapi scr umum yg bersih 2. Tdk terlalu cair (kecuali metode sub-aqual)

3. Tidak terlalu cepat di serap oleh kulit 4. Tidak menyebabkan flek-flek 5. Tidak menimbulkan iritasi pd kulit 6. Murah 7. Mudah menghantarkan gelombang US 8. transparan

PRODUKSI US Bahan Piezo elektris (kristal kuarts, polycrystalline spt lead zirconate titanate dan barium titanate) jika diberikan tekanan berupa pukulan akan menyebabkan terjadinya aliran muatan listrik pd sisi luar dari bahan2 piezo elektrik. Peristiwa ini dikatakan efek piezo elektrik. Pada tubuh manusia spt jaringan tulang, kolagen, dan protein tubuh adh bahan2 piezo elektrik. Pada produksi US, efek tb dibalik, dgn kata lain : jk bahan2 tsb dihubungkan arus listrik akan mangalami perubahan bentuk. Shg bahan2 tsb akan menjadi sumber suara. Peristiwa ini dikatakan sbg kebalikan efek piezo elektik (the reverse piezo-elektric effect)

MESIN ULTRA SOUND Cara kerja dari mesin US hampir sama dgn mesin SWD yg terdiri dari sirkuit primer dan sirkuit sekunder.yang dimksud sirkuit primer adh generator frekuensi tinggi dan membangkitkan aruslistrik yang juga berfrekuensi tinggi. Sirkuit primer dihubungkan ke treatment head yang disebut sirkuit sekunder. Frrekuensi antara sirkuit primer dan sekunder harus sama. Jd ketebalan dari piezo elektrik harus sesuai dgn frekuensi sirkuit primer.

EFEK-EFEK BIOFISIKA US 1. EFEK MEKANIK Jk gel US masuk ke tubuh efek pertama yg muncul adh efek mekanik. Adanya gel lobgitudinal pemampatan dan peregangan dgn frekuensi yg sama variasi tekanan di dlm jaringan. variasi tekanan efek mekanik yg disebut efek micromassage. Adanya variasi tekanan tsb akan menghasilkan a. perubahan volume dari sel-sel tubuh sebesar 0,02% b. Perubahan permiabilitas dari membran sel dan membran jaringan. c. Mempermudah proses metabolisme

Micro massage adh efek terapeutik yg penting, krn sma efek yg timbul oleh terapi US diakibatkan oleh micro massage ini. Efek ini akn timbul baik aplikasi continyu mapun terputus-putus. 2. EFEK PANAS Micromassage yg ditimbulkan dari US akan menimbulkan efek panas dlm jaringan efek panas yg diproduksi tdk sm utk stp jaringan tgt beberapa faktor yg ditentukan. Antara lain : a. Bentuk aplikasi US (kontinyu / terputus-putus) b. Intensitas c. Lamanya terapi d. Koefisien absorbsi

Lehman mengemukakan bahwa stp pemberian terapi US dgn dosis 1 watt/cm2 secara kontinyu dlm jaringan otot akan menaikkan temperatur sebesar 0,07 derajad celcius per detik. (pengukuran tanpa adanya reaksi regulasi dari sistem pembuluh darah). Pengaruh panas akan meningkatkan ekstensibiltas jaringan penyambung. Contoh penelitian yang dilakukan oleh para ahli :
Jenis arus I : ,5 W/cm2 W : 5 menit Jenis jar luak Kapsul sendi Jaringan lunak Kenaikan temperatur 6,3 derajad Celcius 3,3 derajad celcius 8,2 derajad celcius

Luas tranduse : 12,5 Meniscus cm medialis

Tulang

9,3 derajad celcius

Perhatian : efek panas dapat terjadi oleh karena keikan intensitas sehingga dapat menyebabkan kenaikan itentensitas di jaringan lunak, terutama jika aplikasi di tulang akan terjadi kenaikan intensitas dan rasa nyeri di periosteum. Sehingga jika muncul problem tsb dapat gunakan aplikasi intermitten.

3. Efek biologi Didapat dr respon fisiologis yg merupakan gabungan dari pengaruh mekanik dan panas Energi US Micromassage (efek mekanik)

Panas

- Meningkatkan sirkulasi darah - Relaksasi otot - Meningkatkan permiabilitas membran - meningkatkan kemampua regenerasi jar - pengaruh terhadap syaraf perifer - mengurangi nyeri

a.

Meningkatkan sirkulasi darah Reaksi tubuh akibat efek panas adalah terjadi vasodiltasi. Efek panas tdk tjd pd pemberian continues saja tetapi jg intermitten tetapi lebih kecil. Terjadinya vasodilatasi ini akan muncul : 1) oleh adanya pembebasan zat-zat pengiritasi jaringan (tissue stimulants), ini sbg konsekuensi dari sel-sel tubuh yg rusak akibat dari mekanisme vibrasi. 2) Oleh adanya iritasi yg langsung pd serabut saraf afferen (bermielin tebal). Iritasi ini mengakibatan postexitatory depression dari aktivitas orthosympatis 3) Akibat selanjutnya dri proses yg terjadi pd peristiwa kedua adalah relaksasi otot

Jika terjadi tonus otot yang tinggi akan dapat menghambat sirkulasi darah. Hipertonus akan menaikkan konsentasi zat-zat pengiritasi nyeri secara cepat dan jg akan meinggikan aktivitas nociceptive. Hal ini akan menimbukan bertambahnya ketegangan otot (tonus otot),dan terhambatnya sirkulasi darah. Untuk dapat mematahkan lingkaran setan ini sangatlah jelas pentingnya peningkatan sirkulasi darah. b. Peningkatkan Permiabilitas Jaringan efek ini jd baik aplikasi continues maupun intermitten. Terjadi akibat efek vibrasi cairan jaringan mampu menembus membran sel mampu merubah konsentrasi ion dan perubahan nilai ambang rangsang sel mempermudah rangsangan sel.

di dalam sel terjadi peningkatan protoplasma peningkatan metabolisme, derajad keasamaan menjadi berkurang karena ada aliran dari cairan tubuh. Hal ini disebut kerja antiacidotik dari mesin US
c.

Peningkatan kemampuan regenerasi jaringan penelitian dengan mikroskop elektron menunjukkan bahwa kekuatan mekanik dari US dapat meyebabkan gerakangerakan bebas molekul-molekul dalam jaringan tubuh.

d. Pengaruh terhadap syaraf perifer getaran US dgn intensitas 0,5 3 w/cm2 dengan gelombang continue dapat mempengaruhi exitasi saraf perifer

e. Relaksasi otot diperoleh dari sensitifitas muscle spindle thd strech refleks oleh pengaruh thermal f. Pengurangan rasa nyeri nyeri jaringan tdk normal memberikan iritasi ke reseptor nyeri. Efek mekanik efek thermal efek sedatif karena kenaikan nlai ambang rangsang LEHMAN : pengurangan nyeri jg dapat tjd karena : perbaikan sirkulasi darah dlam jaringan Normalisasi dari tonus otot Berkurangnya tekanan dalam jaringan Berkurangnya derajad keasaman Stimulasi pada syaraf afferen

Pengaruh lain US Kerusakan jaringan hal ini terjadi aplikasi scr continue dgn intensitas 2 3 W/cm2 akan merusak jaringan karena merangsang afferen berpenampang kecil (IV) nyeri. APLIKASI ULTRA SOUND 1. METODE APLIKASI A. KONTAK LANGSUNG merupakan metode yg sering digunakan. Yaitu metode dimana terdapat kontak antara tranuser dgn kulit. Untuk mendpatkan kontak yg sempurna memerlukan kontak media ( oils/ minyak, water oil emulsions, aquas-gels, ointment /pasta ). Pd umumnya menggunakan gel

2. KONTAK TIDAK LANGSUNG a). Sub-aqual (dalam air) Bagain tubuh yg diterapi dan trnduser dmasukkan di dalam bak askon/ember berisi air.dengan menempatkan tranduser dgn jarak tertentu. b). Water pillow metode menggunakan kantong plastik atau karet yg berisi air kira-kira dari isi kantong tsb. Kantong plastik atau karet merupakan media yg dapat menempel di kulit. Metode ini energi US banyak yg hilang.

3. APLIKASI KHUSUS (PHONOPORESIS ) suatu teknik dgn memasukkan obat ke dalam jaringan dengan menggunakan US. Prinsip aplikasi harus menggunakan intensitas dan frekuensi rendah.

4.KOMBINASI DENGAN ARUS LAIN US dapat dilakukan kombinasi dgn arus lain misalnya IF, Tens diadinamis dll. Dalam prinsipnya sasaran tujuan terapi dapat saling memperkuat.

PENENTUAN DOSIS Dalam menentukan dosis terapi harus diperhatikan faktorfaktor di bawah ini : a. Kemungkinan memilih frekuensi yg berbed b. Kemungkinan memeilih gelombang kontinyu atau terputusputus. Gelombang terputus-putus akan memberikan dosis yg rendah c. Bla efek panas yg kita inginkan untuk tujuan terapi,lebih baik dipilih gelombang kontinyu d. Jaringan mana yg akan diiterapi serta bagaimana aktualitas kondisinya. e. Prinsip menggunakan terapi US tidak boleh tjd rasa sakit di jaringan.

f.

g.

Jika setelah pemberian terapi tmbul sakit kepala, pusing, mupun reaksi vegetati yg lain, maka terapi berikutnya hrus diberikan intensitas yg lebih rendah. Lamanya terapi , banyak pendapat yg mengemukakan tentang hal ini. Menurut klinis lama terapi tergantung dari pembagian luas daerah yg diterapi dgn luas tranduser. Menurut LEHMAN waktu maksimal terapi adh 15 menit pd daerah seluas 75 100 cm2 dgn menggunakan treatment head / tranduser yg besar. Ada jg pendapat bahwa permukaan 1 cm2 membutuhkan waku terapi minmal 1 menit. Terbaru menurut Michele and Verma, 2009 , waktu minimal 10menit untuk mendapatkan hasilmaksimal efek panas dari US

h. Waktu terapi, sangat tergantung dari kondisi penyakit. Pd penyakit-penyakit aktualitas tinggi (akut) sebaiknya diterapi minimal setiap hari. Kondisi aktualitas rendh (kronis) diterapi 2 sampai 3 kali perminggu.

PROSEDUR APLIKASI
1. a.

b. c. d. e.

SEBELUM TERAPI Terapis melakukan pemeriksaan yg dimulai dari anamnesis sampai dgn kontra indikasi US Penjelasan thd pasien tentang terapi US dan tujuannya Menentukan daerah yg akan dierapi dgn tepat Tes sensibilitas Bersihkan dgn alkohol atau sabun

f. Terapis memustuskan metode yg akan digunakan(kontak langsung / tidak langsung, phonoporesis ), tentukan frekuensinya, jenis arus,tranduser, intensitas, lama terapi. g. Pasien diposisikan comfortable /nyaman h. Rambut yg terlalu lebat sebaiknya dicukur i. Persiapan pasien 2.SELAMA TERAPI a. Terapis menyetel paramater pd mesin US b. Treatmen head /tranduser diletakkan di daerah yg akan diterapi c. Tentukan lama terapi, frekuensi, intensitas

d. Treatment harus selalu dinamis da ritmis, jangan terlalu ditekan e. Terapis harus menanyakan ke pasien
3. SESUDAH TERAPI a. Terhadap alat: meisn dimatikan dan semua tombol dalam posisi nol, bersihkan tranduser dgn alkohol 70% dan dilap sampai kering. Rapikan tempat tidur b. Terhadap pasien : pemeriksaan baik subyektif maupun obyektif.

INDIKASI US 1. kelainan-kelainan / penyakit pd tulang, sendi dan otot 2. Rheumatic arthritis pd stadium remisi (tak aktif) 3. Kelainan /penyakit pd kalaianan syaraf perifer 4. Kelainan /penyakit pd sirkulasi pembuluh darah 5. Penyakit-penyakit ogan alam segmental 6. Kelainan kelainan pd kulit 7. Depuytren contrktur 8. Luka terbuka

KONTRA INDIKASI US A.ABSOLUT 1. Mata 2. Jantung 3. Uterus wanita sedang hamil 4. Epihesal plates 5. Testis B.REALATIF 1. Pasca laminectom 2. Hilangnya sensibilitas 3. Endoprothese 4. tumor

5. Post tramatuik 6. Tromboplebitis dan varises 7. Septis inflamasi 8. DM