Adaptasi Hewan Mamalia Faktor-taktor lingkungan sering berfluktuasi yang mempengaruhi kehidupan organisme, tingkah laku, proses

-proses fisiologis dan mortalitas. Untuk mengurangi pengaruh buruk dari lingkungannya maka hewan melakukan adaptasi. Adaptasi adalah suatu proses penyesuaian diri secara bertahap yang dilakukan oleh organisme terhadap kondisi baru lingkungannya. Adaptasi melibatkan perubahan-perubahan yang diakibatkan seleksi alami, sifatnya herediter dan berlangsungnya proses meliputi sejumlah besar generasi-generasi yang berurutan. Secara umum ada tiga macam hasil proses adaptasi pada hewan yaitu adaptasi fisiologis, adaptasi morfologis dan adaptasi perilaku. 1. Adaptasi Fisiologis Adaptasi fisiologis (adaptasi fungsional) merupakan seluruh perangkat kemampuan fisiologis hewan untuk menghadapi kondisi maupun sumberdaya lingkungannya. Totalitas dari kemampuan itu adalah sekalian proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh hewan berikut perangkat subtansi-subtansi kimia, enzim dan ko-enzim serta hormon-hormon yang terlibat dalam proses-proses itu. Mamalia mempunyai beberapa mekanisme yang mengatur pertukaran panas dengan lingkungan. Banyak mamalia yang hidup dimana hewan endotermik memerlukan pendinginan maupun penghangatan tubuh. Sebagai contoh, ketika seekor mamalia laut (paus) pindah ke laut hangat, akan membuang kelebihan panas metabolik dengan cara vasodilatasi, yang ditingkatkan melalui jumlah pembuluh darah yang sangat banyak di lapisan luar kulitnya. Pada iklim panas, mamalia sangat mengandalkan pendinginan dengan evaporasi salah satunya melalui kulit. Pada hari sejuk, manusia akan meningkatkan laju produksi panas dengan meningkatkan kontraksi otot (menggigil). Pengaturan suhu tubuh pada mamalia merupakan suatu sistem homeostasis kompleks yang fasilitasi oleh mekanisme umpan-balik. Sel-sel saraf yang mengontrol termoregulasi dan aspek lain dari homeostasis terkonsentrasi pada hipotalamus. Hipotalamus memiliki thermostat yang merespon terhadap perubahan suhu tubuh di atas dan di bawah kisaran suhu normal dengan cara mengaktifkan mekanisme yang memperbanyak hilangnya panas atau memperoleh panas.

thermostat menginaktifkan mekanisme penghematan panas dan meningkatkan pendinginan tubuh melalui vasodilatasi. Suhu tubuh turun:Termostat mematikan mekanisme pendinginan. panas keluar dari permukaan kulit. dan beberapa bagian lain dari sistem saraf. gerak menggigil membangkitkan lebih banyak panas Thermostat di hipotalamus mengaktifkan mekanisme pemanasan . meningkatkan pendinginan melaui evaporasi. Yang lain adalah reseptor dingin yang mensinyal thermostat ketika suhu turun. Thermostat di hipotalamus mengaktifkan mekanisme pendinginan Kelenjar keringat diaktifkan. hipotalamus itu sendiri. sementara merangsang mekanisme yang membangkitkan panas melalui menggigil dan tanpa menggigil. mengalihkan darah dari kulit ke jaringan yang lebih dalam dan mengurangi hilangnya panas dari permukaan kulit Suhu tubuh meningkat: Termostat mematikan mekanisme pemanasan Otot rangka diaktifkan. Beberapa diantaranya adalah reseptor panas yang memberi sinyal kepada thermostat di hipotalamus ketika suhu kulit atau darah meningkat. Sebagai respon terhadap suhu tubuh yang meningkat. Pembuluh darah kulit membesar: Kapiler penuh dengan darah hangat. berkeringat atau panting. Mulai di sini STIMULUS: Tinggi Homeostasis : Suhu tubuh Atau mulai di sini: STIMULUS: peningkatan suhu tubuh Rendah Penurunan suhu tubuh Pembuluh darah kulit menyempit. Thermostat itu merespon terhadap suhu tubuh di bawah kisaran normal dan menghambat mekanisme kehilangan panas serta mengaktifkan mekanisme penghematan panas seperti vasokonstriksi pembuluh superficial dan berdirinya rambut atau bulu.Sel-sel saraf yang mengindera suhu tubuh terletak pada kulit.

terjadinya suatu perilaku sangat melibatkan peranan penerima stimulus dari lingkungan (reseptor). kadang-kadang warna bulu atau rambut berubah secara musiman juga. Karena respon-respon perilaku itu praktis selalu berupa gerakan-gerakan. Paus menerima stimulus faktor lingkungan. untuk menghadapi kondisi serta perubahan lingkungannya maupun sumberdaya yang terdapat di lingkungnnya. Adaptasi morfologis merupakan suatu respon morfologis yang dapat berkembang selama masa hidup individu organisme atau bahkan lintas generasi. karena respon ini bersifat reversibel. pendengaran. Adaptasi Perilaku Perilaku hewan merupakan aktivitas yang terarah dan respon terhadap kondisi serta sumber daya lingkungannya. Karena itu. suhu. atau sentuhan dengan organisme lain. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku adalah semua kondisi dimana gen yang mendasari perilaku itu diekspresikan. Dengan begitu maka suatu jenis hewan akan diperlengkapi dengan seperangkat adaptasi-adaptasi yang bersesuaian dan saling mendukung. Sebagai responnya paus akan pindah ke lingkungan dengan faktor lingkungan. Sebagai contoh. . suhu yang berada di bawah kisaran normal paus untuk bereproduksi. penglihatan. Perilaku dapat diubah oleh pengalaman di lingkungan. memiliki bulu atau rambut yang lebih tebal selama musim dingin. yang menyamarkan hewan terhadap salju musim dingin dan vegetasi musim panas. maka jenis efektor yang paling berperan adalah otot-otot tubuh. Banyak mamalia. pusat sistem saraf paus akan merangsang organ efektor paus untuk melakukan gerakan-gerakan. juga beberapa interaksi kimia. perealisasi respon (efektor) serta koordinasi saraf dan hormon. Perilaku juga meliputi interaksi beberapa komponen sistem saraf hewan dengan efektor. Dalam beberapa kasus respon ini merupakan contoh aklimasi. Adaptasi Morfologis Adaptasi morfologis (struktural) pada umumnya berkaitan secara fungsional dengan adaptasi-adaptasi fisiologis maupun perilaku. misalnya. 3. perilaku migrasi pada paus ke perairan yang lebih hangat untuk bereproduksi. yang lebih sesuai untuk bereproduksi.2. Adaptasi-adaptasi dari berbagai struktur tubuh saling mendukung dan bersesuaian bentuk maupun besarnya untuk melakukan suatu fungsi hidup.

Pada paus berpunggung bengkok menggunakan lempengan seperti sisir yang menggantung pada rahang atas (baleen) untuk menyaring invertebrata kecil dari volume air yang sangat besar. . Hal tersebut akan memaksa air keluar dari mulut baleen tersebut. Paus ini membuka mulutnya dan mengisi kantung mulut yang digelembungkannya dengan air. dan mulut paus tersebut kini penuh dengan makanan yang terjerat.Perubahan morfologis lain bersifat irreversibel selama masa hidup suatu individu dan bahkan lintas generasi. kemudian menutupnya dan mengkontraksikan kantung itu.

http://ebook-harunyahya. M. 2006. Kramadibrata.com/makhluk yang mengagumkan . I. “Makhluk yang Mengagumkan”. Fisiologi Hewan. Jilid 3. H.Daftar Pustaka Cambell. Jane B.A. 1995. M. Jakarta : Erlangga. (terjemahan : Wasmen manalu). dan Lawrence G. Slamet.. Yahya. Biologi. A. Inderalaya : Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Unsri. Tibrani. 2004. dan Mgs. 2007.. R. Bandung : Jurusan Biologi FMIPA ITB. Ekologi Hewan. N.

Adaptasi morfologis b. Kalau sudah begini. yang tinggal di gurun pasir Afrika dan Arab. Adaptasi ektotermik . Adaptasi fisiologis c. Dengan mencegah panas yang berlebihan. Rubah berwarna krem. kupu-kupu akan membuka sayapnya untuk membuka sisi atasnya agar terkena matahari. Respon morfologis Respon endotermik Respon perilaku Respon fisiologis 3. b. d. Reaksi terhadap variasi lingkungan ini menggambarkan a. telinga-telinga ini juga membantu binatang tersebut tetap merasa sejuk. dan mengumpulkan limpahan sinar matahari pada sudut yang tepat. sehingga suhu tubuhnya menurun. lalu menerima sinar matahari secara horizontal. d. kupu-kupu itu akan berputar 90 derajat. Jika suhu tubuhnya meningkat hingga 40oC (104oF). Dengan tindakan ini.Pertanyaan 1. a. Yang dilakukan kupu-kupu colia merupakan adaptasi a. Kupu-kupu colia tidak dapat terbang ketika suhu tubuhnya berada di bawah 28oC (83oF). kupukupu dapat menyerap panas sesedikit mungkin melalui sayapnya. b. c. c. Telinga lebar ini sangat berguna bagi rubah. Burung kolibri yang hidup pada ketinggian di atas 4500 meter menjadi lamban ketika matahari terbenam dan burung tersebut tidak mampu berjalan mencari makanan. Adaptasi perilaku d. Rubah dapat dengan mudah menentukan lokasi mangsanya berkat telinganya yang peka. Adaptasi fisiologis Adaptasi morfologi Adaptasi perilaku Adaptasi fisik 2. yang merupakan jenis serigala paling kecil memiliki telinga lebih besar daripada telinga rubah yang lain.

Ketika berada di laut. Mekanisme yang dilakukan salmon merupakan adaptasinya secara a. Reaksi terhadap perubahan lingkungan burung kutub tersebut adalah a. Fisiologis Morfologis Perilaku Fisik 6. salju telah benar-benar mencair. Ikan red mullet dan beberapa jenis ikan lainnya berwarna sangat cerah di siang hari dan mengubah warna kulit mereka menjadi pucat di malam hari. d.4. salmon berhenti minum dan insangnya mulai mengambil garam dari lingkungan. Burung kutub memperlihatkan tubuhnya yang tertutupi oleh bulu-bulu menyerupai tetumbuhan. Salmon bermigrasi antara air laut dan air tawar. c. salmon akan meminum air laut dan mengekskresikan kelebihan garam dari insang. Setelah migrasi ke air tawar. Saat musim panas tiba. Semua bulu berwarna gelap menghilang. seperti halnya ikan yang menghabiskan hidupnya dalam air tawar. d. dan menyisakan hanya warna putih. Fisiologis Morfologis . c. b. Adaptasi morfologis Adaptasi fisiologis Adaptasi perilaku Adaptasi fisik 5. b. Ketika musim dingin tiba. terhamparlah tetumbuhan berwarna hijau. Yang dilakukan oleh ikan red mullet merupakan respon a. melakukan osmoregulasi seperti ikan laut lainnya. Perubahan menakjubkan terjadi pada tubuh burung kutub. salju menyelimuti segala yang ada. b.

Perilaku Morfologis Fisiologis Fisik 9. d. Rusa gurun. Adaptasi apakah yang dilakukan oleh gazelle ? a. Morfologis Fisiologis Perilaku Fisik 8.c. d. Tindakan kepiting ini merupakan adaptasi a. Berkat sistem inilah. c. d. c. b. Ratusan urat darah kecil menyebarkan kumpulan darah dalam jumlah besar ke saluran-saluran ini. gazelle di Afrika yang berlari sangat cepat yang meningkatkan panas tubuhnya secara berlebihan dan dapat menyebabkan otak menjadi panas. gazelle tidak terpengaruh oleh peningkatan suhu tubuh selama berlari. b. Namun. c. Perilaku Fisik 7. Resistensi serangga yang disebabkan oleh penyemprotan insektisida yang terusmenerus sehingga membuat organ tubuh serangga menjadi kebal terhadap zat tersebut. Fisiologis Morfologis Perilaku Fisik . Keadaan ini merupakan contoh dari adapatasi a. gazelle memiliki saluran-saluran terusan pernafasan. d. Kepiting air tawar kembali ke lubang pada hari panas apabila suhu lubang jauh lebih rendah disbanding suhu lingkungannya. b.

Kantung pipi pada tupai merupakan adaptasi ? a. Bagian dalam lipatan ini kosong tapi tidak basah. Tupai tanah. d. Kantung-kantung pipi ini sebenarnya adalah lipatan-lipatan kulit yang menggelambir.10. Fisiologis Morfologis Perilaku Fisik . c. sehingga makanan dapat disimpan dalam kantungkantung ini untuk waktu yang cukup lama tanpa rusak. Kantung-kantung ini melebar ke samping. yang disebut juga sebagai tupai berkantung pipi membawa makanan yang tidak langsung disantapnya dalam kantung-kantung pipinya. b.

d 3. c 9.Jawaban 1. a 5. a 10. b 2. b 7. c 8. a 6. b . c 4.

Adapatasi Hewan Terhadap Faktor Lingkungan Adapatasi Hewan Mamalia Kelompok 1 Sujoyo Immanuel N Rahmadayanti Fatimah M Dyah wahyu N Ria Puspitasari (06061009016) (06061009035) (06061009014) (06061009024) (06061009025) (06061009026) Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya 2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful