ANALISIS KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN ACEH

(Study Kasus kebijakan jaminan kesehatan Aceh)
Di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Analisis Kebijakan dan Pembangunan

Dosen pengampu : BUDI SETIOYONO, Ph.D

Disusun oleh :

HASAN BASRI 14010111400022

JURUSAN ILMU POLITIK MAGISTER ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012
1|Page

sejak tahun 2008 pemerintah telah mengupayakan untuk mengatasi kendala masyarakat miskin dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya. dimana akses kesehatan yang sangat sulit terkadang membuat masayarakat rela dalam kesakitan. Anderson “A purposive course of action followed by an actor or set of actors in deadling with a problem or a matter of concern”(serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seseorang pelaku atau kelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah tertentu). Karena itu setiap individu. JKA sebagai program yang memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin diterapkan di seluruh puskesmas yang ada di Aceh serta beberapa rumah sakit milik pemerintah. Untuk itu perlu dilakukan alokasi dana yang cukup juga dalam APBA untuk sektorsektor penyediaan infrastruktur di bidang kesehatan dan upaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan (daya beli) masyarakat. Tetapi juga harus meliputi aspek-aspek yang mampu mencegah masyarakat terjangkit penyakit.A. Sehingga semakin sedikit masyarakat yang sakit. kebijakan JKA merupakan “Kebijakan yang terwujud dari implementasi kebijakan publik di Aceh yang telah melibatkan berbagai macam potensi-potensi dengan model-model 1 www. PENDAHULUAN 1. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Aceh tidak hanya cukup dengan jaminan kesehatan gratis yang bersifat menyembuhkan atau mengobati masyarakat yang sakit. dan negara bertanggung jawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.1 Fakta tentang masih banyaknya masyarakat Aceh yang tidak terserap dan terdata untuk merasakan program Jamkesmas tersebut juga terdapat di Pelosok-pelosok Aceh. menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. yang pada akhirnya akan membuat masyarakat lebih sehat dan kebal terhadap penyakit. busung lapar atau cebol. Diskripsi jaminan kesehatan Aceh (JKA) Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/1992 tentang Kesehatan.kompasonline. Saat ini masih ada puluhan ribu rakyat miskin di luar kuota Jamkesmas yang belum mendapatkan kepastian jaminan kesehatan. Menurut E. Pendekatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang bersifat mengobati (kuratif) hanya solusi jangka pendek yang tidak akan menyelesaikan masalah dalam jangka panjang. kesehatan telah menjadikan masalah tersendiri dalam masayarakat yang telah lama berusaha untuk dihilangkan.com 2|Page . Dan harapan yang ada pada program ini semoga masyarakat Aceh yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan pada akhirnya mendapatkan pelayanan kesehatan sama seperti masyarakat yang lain. Kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh salah satu bagian yang terpenting untuk menciptakan masyarakat Aceh yang terlepas dari belenggunya ketidakberdayaan. berdasarkan Qanun Aceh No 8 Tahun 2008 tentang Pelayanan Publik pemerintah daerah Aceh mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin seluruh Aceh yang tidak mendapatkan program Jamkesmas. Maka untuk menanggulanginya. Untuk jangka panjang Pemerintah Aceh perlu mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan bahan pokok yang murah sehingga meningkatkan gizi masyarakat.

Apa bila tujuan dan sasaran suatu kebijakan tidak jelas atau bahkan tidak diketahui sama sekali oleh kelompok sasaran. Irfan Islamy . Bureaucraitic structure (struktur birokrasi). Ketiga. 2001. Hak atas pelayanan kesehatan tersebut dirumuskan lebih lanjut dengan pasal 34 ayat 2 UUD 45 yang memerintahkan negara untuk mengembangkan Sistem Jaminan Sosial untuk seluruh rakyat. yang sifatnya sementara sampai rakyat mampu. a. AG Analisis Kebijakan Publik. Disposisition (sikap pelaksana) dan. Konsep. maka kemungkinan akan terjadi resistensi dari kelompok sasaran. tentu kebijkan ini bagian dari kebijakan yang telah teproses dengan matang dan tepat untuk diterapkan didaerah yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif” Implementasi kebijakan JKA ini telah terproses lebih dinamis yang melibatkan masyarakat dan para ahli dalam bidangnya secara terus menerus usaha-usaha untuk mencari apa yang akan dan dapat dilakukan. Sikap Pelaksanan Sikap ini adalah watak dan karakteristik yang dimiliki oleh implementator. seperti komitmen. maka dia akan dapat menjalankan kebijakan JKA dengan baik seperti apa yang diinginkan oleh pembuat kebijakan JKA. d. Keempat.3 Terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Kedua. diantaranya jaminan bantuan iuran. Komunikasi Dalam mengimplementasikan kebijakan mensyaratkan agar implementator mengetahui apa yang harus dilakukan. yakni: 1. Dengan demikian implementasi JKA dapat mengatur kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penempatan suatu program ke dalam tujuan kebijakan yang diinginkan oleh masayarakat Aceh itu sendiri dengan model kebijakan tersendiri. 3 M. c. Teori dan Aplikasi. guna mendapatkan jaminan kesehatan. Strutur Birokrasi Dalam proses mewujudkan JKA yang lebih efektif tentu membutuhkan Struktur organisasi yang bertugas mengimplementasikan kebijakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh. Communication (komunikasi). 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Salah satu dari aspek struktur yang penting dari setiap organisasi adalah adanya prosedur operasi yang standar (standard operating procedures atau SOP) b. Subarsono. yang mewajibkan rakyat yang mampu untuk membayar iuran jaminan sosial. Apa bila implementator memiliki disposisi yang baik.tertertu. 2005. sifat demokratis. tetapi apa bila implementator kekurangan sumberdaya untuk melaksanakan tidak mupuni. Jakarta : Bumi Aksara. Amanat UUD 45 ini telah dijabarkan dengan lebih rinci dalam UndangUndang No. implementasi tidak akan berjalan efektif. Sumberdaya Walaupun isi kebijakan JKA ini sudah dikomunikasikan secara jelas dan konsisten. Resouces (sumber daya). Disisi lain bahwa “Implementasi kebijakan JKA telah melalui model-model yang sudah jelas terhadap bentuk sasaran yang ingin dicapai dan ouput dari kebijakan JKA tersebut juga sangat rill yaitu peningkatan kualitas kesehatan masayarakat khususnya masayarakat Aceh”2 Adapun model-model implemnetasi kebijakan Pertama. 10 & 27 3|Page 2 . kejujuran. Amanat Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) pasal 28H ayat 1 yang memberikan hak kepada penduduk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Hlm. Hlm. Prinsip-prinsip Kebijakan Negara.

meskipun sebagian dari mereka mampu membayar biaya berobat yang relatif murah terutama untuk rawat jalan. Peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) adalah seluruh penduduk Aceh tidak termasuk Peserta Askes Sosial. Berdasarkan kondisi di atas. jenis kelamin dan usia dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan. dan Pemerintah Aceh dan mewujudkan reformasi sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan di Aceh secara bertahap. 4 5 Dinkes Aceh. Peserta JKA Non Jamkesmas adalah peserta yang jaminan kesehatan bersumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) diperuntukkan bagi penduduk yang tidak terjamin melalui asuransi 4. b. 3. b.2. terbatasnya obat-obatan dan layanan yang dijamin membuat penduduk miskin dan kurang mampu masih belum sepenuhnya terbebas dari pengeluaran biaya.Pemerintah Aceh. 2. 3. Peserta JKA Jamkesmas adalah peserta yang bersumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diperuntukkan bagi penduduk miskin sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Jamkesmas. dan anggota keluarga. Pensiunan TNI/Polri. namun sebagian besar mereka tidak sanggup membayar biaya rawat inap yang dapat melampaui kemampuan bayarnya. Sementara tujuan khusus dari JKA adalah mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan merata bagi seluruh penduduk Aceh. agama. Peserta JPK Jamsostek adalah peserta yang mendapat jaminan kesehatan sesuai dengan Peraturan dan Per Undang-Undangan. 4. Amanat Undang-Undang No. a. ekonomi. dokter PTT dan Bidan PTT. Peserta JKA digolongkan dua jenis kepesertaan yaitu: a. Askes dan JPK Jamsostek. Perintis Kemerdekaan.4 Kepesertaan Jaminan Kesehatan Aceh adalah :5 1. Terdapat sekitar 29% penduduk Aceh yang tidak memiliki jaminan sama sekali. menjamin akses pelayanan bagi seluruh penduduk dengan mencegah terjadinya beban biaya kesehatan yang melebihi kemampuan bayar penduduk. Dinkes Aceh 4|Page . Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh. menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dari pelayanan kesehatan primer/tingkat pertama sampai pelayanan rujukan yang memuaskan rakyat. anak yatim dan terlantar. Pasal 225. Peserta Askes Sosial adalah Pegawai Negeri Sipil. dan Pasal 226 yaitu kewajiban Pemerintah Aceh memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada penduduk Aceh terutama penduduk miskin. Upaya pemerintah menjamin penduduk miskin dan kurang mampu melalui program Jamkesmas yang mencapai 61% penduduk masih terbatas pada fasilitas kesehatan publik. Penduduk Aceh adalah masyarakat yang berdomisili di Aceh yang memiliki: a. 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh yang tertuang pada Pasal 224. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Aceh dan Kartu Keluarga (KK) Aceh. Veteran. Selain itu. tenaga kesehatan. Tujuan umum dari diselenggarakannya JKA adalah mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Aceh yang berkeadilan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) yang memiliki KTP Aceh termasuk peserta JKA. kesehatan sosial PT. Pensiunan Pegawai Negeri Sipil. b. 5. Kartu Keluarga bagi yang belum berhak mendapatkan KTP. Pejabat Negara yang iurannya dibayar Pemerintah dan Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek. maka Pemerintah Aceh merancang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk mendorong terlaksananya sistem penyelenggaraan jaminan kesehatan di Aceh. fakir miskin. 2010 Ibid. tanpa membedakan status sosial.

tenaga kesehatan. kehati-hatian. RSUD dr.  Prinsip pelayanan berkualitas. Zainoel Abidin Banda Aceh. Dasar Hukum  Jaminan Kesehatan Aceh (JKA)  Qanun Aceh No.  Prinsip cakupan semesta.dan  Mewujudkan reformasi sistem pembiayaan dan palayanan kesehatan di Aceh secara bertahap. hlm. efisiensi.5. tanpa membedakan status sosial. Layanan rawat inap bagi peserta JKA terdiri dari : 1) pelayanan administrasi.  Prinsip pelayanan yang menyeluruh (komprehensif). Irwandi Yusuf menempatkan Program JKA sebagai salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia Aceh. agama. jenis kelamin dan usia dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan. Peserta JKA Jamkesmas berhak mendapatkan jaminan kesehatan Aceh melalui integrasi pembiayaan kesehatan antara APBN dan APBA. Gubernur Propinsi Aceh. JKA menghilangkan kendala biaya ketika masyarakat Aceh berobat. Program ini menjangkau hingga seluruh penduduk Propinsi Aceh. 4 5|Page . Program JKA bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan. akuntabilitas. dan produktifitas masyarakat Aceh untuk menggapai visi Aceh 2015. Fasilitas kesehatan pemerintah tidak lagi memungut biaya administrasi maupun biaya pelayanan kesehatan.  Prinsip pelayanan terstruktur dan berjenjang. dan efektivitas  Prinsip portabilitas. PEMBAHASAN 1. 4 Tahun 2010 tentang Kesehatan 6 Ibid.  Prinsip keadilan dan jaminan yang sama. Masyarakat Aceh mampu berobat di Puskesmas yang berkualitas setara dengan rumah sakit tipe D di daerah lain.  Menyediakan palayanan kesehatan yang berkualitas dari pelayanan kesehatan primer/tingkat pertama sampai pelayanan rujukan yang memuaskan rakyat. Pemerintah Propinsi Aceh menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) pada 1 Juni 2010. 3) perawatan di ruang perawatan. Asal muasal kebijakan Jaminan kesehatan Aceh. masyarakat Aceh mampu mengakses pelayanan kesehatan berkualitas yang dibangun di Propinsi Aceh pasca-rehabilitasi dan rekonstruksi.  Prinsip nirlaba. mendorong kreatifitas.6 2. sekarang masyarakat Aceh mampu berobat di RSU Kabupaten/Kota dan rumah sakit rujukan tertinggi di Propinsi Aceh. 2) pemeriksaan oleh dokter.  Prinsip keterbukaan.  Penyelenggaraan JKA mengacu pada 9 prinsip yaitu:  Prinsip kegotong-royongan. dan 5) tindakan medis. dan Pemerintah Aceh. Sedangkan tujuan khusus program JKA yaitu:  Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan merata bagi seluruh penduduk Aceh. Begitu pula dengan pelayanan kesehatan rujukan. 4) pemeriksaan penunjang diagnostik. Program JKA mendekatkan masyarakat Aceh kepada pelayanan kesehatan. Tujuan umum program JKA adalah mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Aceh yang berkeadilan. Dengan JKA. ekonomi.  Menjamin akses pelayanan bagi seluruh penduduk dengan mencegah terjadinya beban biaya kesehatan yang melebihi kemampuan bayar penduduk. B.

com. 7 8 Ibid.8  pengelolaan JKA ini muncul di tengah pemberitaan pada beberapa waktu lalu. Tingkat Kabupaten 4. hlm.  timbulnya kecemburuan sosial di masyarakat Aceh. 56 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh.7  b. Dampak/Permasalahan Jaminan Kesehatan Aceh  kesehatan saat ini antara lain adalah masih tingginya disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi. di mana kesehatan Aceh berada di peringkat 31 dari 33 propinsi di Indonesia atau berada di peringkat 3 terburuk di Indonesia. mengkritisi-jaminan-kesehatan-aceh. Sedangkan keluarga dari anggota TNA (eks GAM) selalu gratis dan mendapatkan pelayanan prima. antar kawasan. Peraturan Gubernur Aceh No. 4 http://harian-aceh. 100/KTR/0411 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Aceh. di mana keluarga dari anggota TNI selalu mengeluh harus membayar saat berobat.  Perjanjian Kerjasama antara Gubernur Aceh dengan PT. Tingkat Provinsi. Askes (Persero) No. 05/PKS/2011 dan No.3. Yang terlibat dalam kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) a. dan antara perkotaan dengan perdesaan. 2012 6|Page .

Asuransi Kesehatan dan Managed Care. 2012/ Akses.com/ Akses 23 April 2012 http://harian-aceh. 2010 Islamy. (2007). dimana pemerintah menjadi pengawas dan berhubungan dengan Asuransi tertentu dalam membayarkan premi.com. Disposisition (sikap pelaksana). Bandung: Program Pascasarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran.M.kompasonline. Kebijakan Yang Harus Dilakukan Dalam Jaminan Kesehatan Aceh Pelaksanaan JKA akan menjadi lebih efektif bila masalah dan hambatan yang dihadapi selama ini dapat diatasi melalui:  Penataan kembali kepesertaan JKA dengan mengedepankan klasifikasi demografi. sehingga peran masyarakat pemerintah dalam mengelola kesehatan dapat terjamin dengan baik. sementara pihak asuransi bertanggungjawab terhadap Penyelenggara Pelayanan Kesehatan yang digunakan masyarakat.9  Menyusun penyempurnaan manlak JKA  Menyusun standard an mekanisme pengawasan  Menyusun aturan rujukan dan konsultasi yang harus dipatuhi oleh tenaga kesehatan dan masyarakat. Bandung: Program Pascasarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran. Prinsip-prinsip Kebijakan Negara. D. www. Dengan konsep ini diharapkan asuransi berperan aktif dalam mengendalikan utilisasi JKA. Bumi Aksara. pencetakan dan distribusi kartu JKA  Konsep upaya pertanggungan bersama antara pemerintah dan masyarakat.  Sosialisasi kepada masyarakat tentang pelayanan JKA baik untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan  Menguatkan konsep Asuransi tripartied. Jakarta. ekonomi serta kesehatan dan kemudian mengelompokkan menjadi beberapa tipe yang dapat menciptakan konsep kepesertaan dengan fasilitas pelayanan yang disesuaikan dengan klasifikasi.5. Konsep. 2005.  Mempercepat proses validasi. Kesimpulan Kebijakan JKA merupakan sebuah kebijakan yang terproses dari model kebijakan Bureaucraitic structure (struktur birokrasi).Pemerintah Aceh. Djuhaeni. Yogyakarta. Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh. Analisis Kebijakan Publik. Teori dan Aplikasi.Kebijakan ini juga terbentuk dari sikap pemerintah yang semakin terbuka terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat dan masyarakat telah terakat dengan konsep top donw button up. DAFTAR PUSTAKA Djuhaeni. Subarsono. 2001. H.  Meningkatkan rujukan balik dari RS ke puskesmas  Melakukan evalusi secara berkala terhadap pelaksanaan JKA. Pustaka Pelajar. Asuransi Kesehatan dan Managed Care. 2007 9 7|Page . dimana masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu diwajibkan membayar premi sehingga dapat berkontribusi terhadap pelayanan kesehatan yang merata. Resouces (sumber daya). AG. Irfan. 27 April 2012 H. Communication (komunikasi). C. mengkritisi-jaminan-kesehatan-aceh. Dinkes Aceh.  Mengedepankan konsep managed care. sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas pendanaan.

Analisis Kebijakan Publik. 2005. Buku ini mengambarkan bagaimana prinsip – prinsip kebijakankan itu di buat dalam memenuhi kebutuhan hidup orang banyak baik dalam standar kebijakan kesehatan yang layak baik masyarakat dan bangsa ini. Jakarta.E.Pemerintah Aceh. Dan juga mengetahui konsep. (2007). Buku ini mengambarkan asuransi kesehatan yang ada di Indonesia. Pustaka Pelajar. H. BIBLIOGRAFI Djuhaeni. Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh. Subarsono. Teori dan Aplikasi. Yogyakarta. Buku ini memaparkan bagaimana menganalisis sebuah kebijakan yang di buat pemerintah. Prinsip-prinsip Kebijakan Negara. 2001. Dan bagaimana standarisasi kesehatan yang layak bagi masyarakat yang membutuhkannya. AG.M. Bandung: Program Pascasarjana Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran. Bumi Aksara. Dinkes Aceh. Konsep. 2010 Buku ini pedoman pembuatan kebijakan Jaminan Kesehatan (JKA) yang menceritakan landasan terbentuknya JKA dan juga asal mulanya terbentuknya JKA di Aceh. Islamy. teori dan aplikasinya kedepannya 8|Page . Asuransi Kesehatan dan Managed Care. juga bagaimana pengontrolan Managed Care dalam pelayanan kesehatan. Irfan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful