Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PRAKTIKUM FARMAKOLOGI III

PENAPISAN ATAU SKRINING FARMAKOLOGI

FARMAKOLOGI III PENAPISAN ATAU SKRINING FARMAKOLOGI Disusun oleh : KELOMPOK VI PAGI Baskoro Surya Narendra

Disusun oleh :

KELOMPOK VI PAGI

Baskoro Surya Narendra (0906531222) Esther Lamria Purba (0906531310) Natasya Sitepu (0906531664) Rindi Irsan Artomo (0906531815)

DEPARTEMEN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

2011

I.

Tujuan Percobaan

1. Mahasiswa mengetahui prinsip penapisan hipokratik

2. Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil penapisan hipokratik

II.

Bahan dan Alat Bahan:

1. Larutan B

2. Tikus (2 ekor)

3. Alkohol

4. Kapas

Alat:

1. Alat suntik

2. Rotarod

3. Loupe

4. Meja bundar

5. Perangsang panas untuk tail flick

6. Stopwatch

7. Penggaris

8. Termometer

9. Timbangan

III.

Tata Kerja

1. Timbang hewan percobaan

2. Amati, ukur dan catat aktivitas seperti tercantum pada tabel 5

3. Suntikkan zat yang akan dievaluasi secara intraperitoneal

4. Amati, ukur dan catat aktivitas seperti tercantum pada tabel

5. Parameter dengan respon all or none, diberi nilai 1, respon bertingkat diberi nilai 1 sampai 3

6. Jumlahkan nilai tersebut dan kalikan dengan weight factor

7. Jumlahkan nilai maksimum untuk masing – masing aktivitas (1 – untuk respon all or none dan 3 – respon bertingkat) dan kalikan dengan weight factor

9.

Hitung persentase total nilai aktivitas dalam satu kategori terhadap total nilai maksimum. Rangking persentase tiap kategori untuk tiap dosis

10. Simpulkan efek obat atau zat yang diteliti berdasarkan persentase tersebut

IV. Teori Dasar Skrining/penapisan farmakologi adalah suatu metode untuk mengetahui aktivitas farmakologik suatu zat. Prinsipnya adalah melihat gejala-gejala yang timbul pada hewan coba setelah diberi zat uji. Penapisan atau skrining farmakologi dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi suatu zat yang belum diketahui efeknya. Hal ini dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang timbul pada hewan coba setelah diberi zat uji. Zat atau obat yang disediakan dalam praktikum ini antara lain yang memberikan efek depresan SSP, perangsang SSP, simpatomimetik, parasimpatomimetik, simpatolitik, muscle relaxant, analgesik, vasokonstriktor, dan vasodilator. Pada percobaan ini akan dilakukan evaluasi dan pengelompokan efek-efek yang timbul pada hewan uji (tikus) berdasarkan efek yang dapat ditimbulkan oleh zat atau obat tersebut. Prinsip dasar penapisan atau skrining farmakologi ini ialah mencari persen aktivitas yang terjadi pada setiap kelompok efek–efek tersebut, kemudian dapat ditarik kesimpulan berdasarkan persen aktivitas yang paling besar. Semakin besar persen aktivitas pada suatu efek maka zat atau obat uji semakin mempunyai kecenderungan berasal dari kelompok efek tersebut. Uji ini merupakan tahap awal penelitian farmakologi atau zat-zat yang belum diketahui efeknya serta untuk mengetahui apakah obat tersebut memiliki efek fisiologis atau tidak sehingga disebut sebagai penapisan hipokratik (penapisan awal). Penapisan ini masih merupakan prediksi. 1. Parasimpatomimetik Parasimpatomimetika atau kolinergika adalah sekelompok zat yang dapat menimbulkan efek yang sama dengan stimulasi susunan parasimpatis, karena melepaskan neurohormon asetilkolin di ujung-ujung neuronnya. Efek-efek yang muncul setelah pemberian kolinergika adalah:

Stimulasi pencernaan dengan jalan memperkuat peristaltik dan sekresi kelenjar ludah

dan getah lambung (HCl), juga sekresi air mata, dll.

sirkulasi,

vasodilatasi, dan penurunan tekanan darah.

Memperlambat pernapasan, antara lain dengan menciutkan bronchi, sedangkan sekresi

dengan mengurangi kegiatan jantung,

Memperlambat

antara

lain

dahak diperbesar.

Kontraksi otot mata dengan efek penyempitan pupil (miosis) dan menurunnya tekanan

intraokuler akibat lancarnya pengeluaran air mata.

Kontraksi kandung kemih dan ureter dengan efek memperlancar pengeluaran urin.

Dilatasi pembuluh dan kontraksi otot kerangka.

Menekan SSP setelah pada permulaan menstimulasinya.

2. Simpatomimetik Simpatomimetika atau adrenergika adalah zat-zat yang dapat menimbulkan (sebagian) efek yang sama dengan stimulasi susunan sipaticus dan melepaskan noradrenalin di ujung- ujung sarafnya. Efek-efek yang ditimbulkan adalah:

Vasokonstriksi otot polos dan menstimulsi sel-sel kelenjar dengan bertambahnya antar

lain sekresi liur dan keringat.

Menurunkan peristaltik usus.

Memperkuat daya dan frekuensi kontraksi jantung.

Bronkodilatasi dan stimulasi metabolisme glikogen dan lemak.

3. Simpatolitik

atau adrenolitika adalah zat-zat yang melawan sebagian atau seluruh

aktivitas susunan saraf simpatis. Efeknya melawan efek yang ditimbulkan oleh simpatomimetika.

4. Analgetik Anlagetika atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.

5. Vasodilator Vasodilator didefinisikan sebagai zat-zat yang berkhasiat melebarkan pembuluh darah secara langsung.

6. Vasokonstriktor Efek yang ditimbulkan berlawanan dengan vasodilator.

7. CNS Activation Zat-zat yang dapat merangsang SSP. Efek-efek yang ditimbulkan adalah:

Simpatolitika

Konvulsi.

Meningkatkan laju pernapasan.

Misal pada tikus, efek yang diitmbulkan antara lain:

Aktivitas motorik meningkat

Temperatur rektum naik

Rasa ingin tahu meningkat

8. CNS Depressant Zat-zat yang dapat menekan SSP. Efek yang ditimbulkan berlawanan dengan CNS activation. Misal pada tikus, efek yang ditimbulkan antara lain:

Aktivitas motorik menurun

Laju pernapasan menurun

Hilang refleks pinal

Paralisa kaki

Hilang daya cengkeram

9. Muscle Relaxant Efek yang ditimbulkan mirip dengan CNS depressant.

V. Data dan Hasil Percobaan

1. Perhitungan Dosis dan Volume Injeksi Hewan Uji Hewan Uji :

a. Tikus I

Berat

: 133,6 gram

Sediaan

: Larutan B

Dosis larutan I (0,18 mL/200 g BB):

(133,6 g : 200 g) x 0,18 mL = 0,12024 mL Volume injeksi (IP) = 0.12024 mL (Volume maksimum : 2-5 mL)

b. Tikus II

Berat

: 135 gram

Sediaan

: Larutan B

Dosis larutan II (0,36 mL/200 g BB):

(135 g : 200 g) x 0,36 mL = 0,243 mL Volume injeksi (IP) = 0.243 mL (Volume maksimum : 2-5 mL)

2.

Data Pengamatan

Keterangan:

0 = No respon

1 = Respon

1-3 = Respon bertingkat WF = Weight Factor

a. Tikus I (Garis)

Tabel 1. Tabel Data Pengamatan Skrining Farmakologi

 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑m

∑ x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

ax

WF

WF

Aktivitas motorik menurun

1

0

1

1

1

1

1

0

5

6

 

5

6

Aktivitas motorik meningkat

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Hilang refleks berdiri

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Hilang refleks kornea

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Hilang refleks pinal

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Paralisa kaki

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

           

0

       

Hilang daya cengkeram

5

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

27

Laju pernafasan meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

Laju pernafasan menurun

2

0

0

0

1

1

0

0

2

18

 

4

32

Tremor

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Fasikulasi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Konvulsi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

           

0

       

Eksoftalmus

5

0

0

1

1

1

0

3

6

4,5

9

Palpebral ptosis

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

0,

           

0

       

Midriasis

5

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

9

 

1,

           

0

       

Miosis

5

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

27

Nistagmus

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

12

 

0,

           

0

       

Lakrimasi meningkat

5

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

9

Lakrimasi menurun

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

 

1,

           

0

       

Khromodakriorea

5

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

9

Telinga/ ekor pucat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

12

Telinga/ ekor hiperemia

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Salivasi

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

12

 

0,

           

0

       

Ekor naik

5

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

3

Bulu berdiri

2,

           

0

       

5

0

1

0

0

0

0

1

6

2

,5

15

Urinasi

2

0

1

1

0

0

0

0

2

6

 

4

12

Diare

1

0

1

1

0

0

0

0

2

6

 

2

6

Gerak berputar

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Tail lashing

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

0,

           

0

       

Writhing

5

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

3

Temperatur rektum meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

Temperatur rektum menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

Jatuh dari rotarod

1

0

0

0

0

3

0

0

3

18

 

3

 

18

Lompat dari rotarod

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

6

Tonus tubuh meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

12

 

1,

           

0

       

Tonus tubuh menurun

5

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

9

Agresif

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

6

Katalepsi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

6

Rasa ingin tahu meningkat

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

3

 

6

Rasa ingin tahu menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

 

6

Reaksi plat panas menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

 

18

Reaksi jepit ekor menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

 

18

Berat badan meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

 

32

Berat badan menurun

1,

           

2

1

     

5

0

0

2

2

2

2

0

18

 

15

   

27

                       

4 3

   

553

Tabel 2. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Depresan SSP-CNS DEP)

 
 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

∑ x

 

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

WF

Aktivitas motorik menurun

1

0

1

1

1

1

1

0

5

6

 

5

6

Hilang refleks berdiri

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Hilang refleks kornea

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Hilang refleks pinal

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Paralisa kaki

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

           

0

     

Hilang daya cengkeram

5

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

27

Laju pernafasan menurun

2

0

0

0

1

1

0

0

2

18

 

4

32

Palpebral ptosis

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Nistagmus

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

12

Temperatur rektum menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

Jatuh dari rotarod

1

0

0

0

0

3

0

0

3

18

 

3

18

 

1,

           

0

     

Tonus tubuh menurun

5

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

9

Katalepsi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Rasa ingin tahu menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Reaksi plat panas menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

Reaksi jepit ekor menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

Berat badan meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

                       

1

2

232

% Aktivitas = 12/232 x 100 % = 5,17 %

 

Tabel 3. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Perangsang SSP-CNS ACT)

 
 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

 

WF

Aktivitas motorik meningkat

 

1 0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Laju pernafasan meningkat

 

2 0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

Tremor

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Fasikulasi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Konvulsi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Gerak berputar

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Tail lashing

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Temperatur rektum meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

Lompat dari rotarod

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Tonus tubuh meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

12

Agresif

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Rasa ingin tahu meningkat

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Berat badan menurun

1,

           

2

1

   

5

0

0

2

2

2

2

0

18

 

15

27

                       

15

157

%

Aktivitas = 15/157 x 100 % = 9,55 %

 

Tabel 4. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Simpatomimetik-SYMM)

 
 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

 

WF

Konvulsi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

           

0

     

Eksoftalmus

5

0

0

1

1

1

0

3

6

 

4,5

9

 

2,

0

1

0

0

0

0

0

1

6

 

2

,5

15

Bulu berdiri

5

 

Temperatur rektum meningkat

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

                       

7

62

%

Aktivitas = 7/62 x 100 % = 11,29 %

 

Tabel 5. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Muscle Relaxan-MUS.REL)

 
 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

 

WF

Aktivitas motorik menurun

1

0

1

1

1

1

1

0

5

6

 

5

6

Hilang refleks pinal

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Paralisa kaki

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

27

Hilang daya cengkeram

5

 

Laju pernafasan menurun

2

0

0

0

1

1

0

0

2

18

 

4

32

Palpebral ptosis

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

0,

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

3

Writhing

5

 

Jatuh dari rotarod

1

0

0

0

0

3

0

0

3

18

 

3

18

 

1,

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

9

Tonus tubuh menurun

5

 

Rasa ingin tahu menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

Reaksi plat panas menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

Reaksi jepit ekor menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

                       

1

2

155

% Aktivitas = 12/155 x 100 % = 7,74 %

Tabel 6. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Simpatolitik-SYML)

 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

WF

Aktivitas motorik menurun

1

0

1

1

1

1

1

0

5

6

 

5

6

Palpebral ptosis

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

27

Miosis

5

 

Lakrimasi menurun

2

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

32

Temperatur rektum menurun

1

0

0

0

0

0

0

0

0

18

 

0

18

                       

5

89

%

Aktivitas = 5/89 x 100 % = 5,62 %

 

Tabel 7. Data Pengamatan Skrining Farmakologi (Efek Parasimpatomimetik-PARASYMM)

 
 

W

0

10

 

3

45

6

9

 

∑ma

x

∑max x

Aktivitas

F

'

'

20'

0'

'

0'

0’

x

WF

WF

Fasikulasi

1

0

0

0

0

0

0

0

0

6

 

0

6

 

1,

0

0

0

0

0