Anda di halaman 1dari 5

ILMUSIPIL.COM @ Hak cipta oleh www.Ilmusipil.

com Memperbanyak, menyalin atau menyebar luaskan artikel ini di perbolehkan dengan syarat Bukan untuk tujuan komersil

Mencantumkan http://ilmusipil.com sebagai sumber artikel

Demikian semoga bermanfaat untuk bangsa indonesia

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR DAN HALUS I. TUJUAN PERCOBAAN Percobaan ini bertujuan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat. Data distribusi butiran pada agregat diperlukan dalam perencanaan adukan beton. Pelaksanaan penentuan gradasi ini dilakukan pada agregat halus dan kasar. Alat yang digunakan adalah seperangkat saringan dengan ukuran jaring- jaring tertentu. I. PERALATAN a. Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,2% dari berat benda uji. b. Satu set sarungan untuk agregat kasar ukuran #67 (diameter agregat antara 50,00 4,76mm) dengan berat minimum contoh 20kg. c. Satu set saringan agregat halus dengan berat minimum contoh 500kg. d. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu ubtuk pemanasan sampai 110C. e. Alat pemisah contoh (sample splinter). f. Talam talam. g. Kuas, sikat kuningan, sendok, dan alat bantu lainya.

Ahadi

ILMUSIPIL.COM

II. BAHAN - BAHAN Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh, berat dari contoh disesuaikan dengan ukuran maksimum diameter agregat kasar yang digunakan. Dalam praktikum ini tidak ada agregat kasar berdiameter lebih dari 50mm, sehingga digunakan saringan ukuran #467. III. PROSEDUR PRAKTIKUM a. Benda uji dikeringkan didalam oven dengan suhu 110C sampai berat contoh tetap. b. Contoh dicurahkan pada perangkat saringan. Susunan saringan dimulai dari saringan yang paling besar diletakkan paling atas. Perangkat saringan diguncang dengan tangan atau mesin pengguncang dengan tangan atau mesin pengguncang selama 15 menit. IV. PERHITUNGAN Analisa ayakan bagi butiran antara 50,0 4,76mm berat contoh 5kg dan kategori ayakan No. 467. II. DATA PERHITUNGAN HASIL PERCOBAAN II
ANALISIS AYAKAN AGREGAT DENGAN DIAMETER 50,0 - 4,76 mm Nomor Saringan mm 1,5 5/8 5/16 38,1 15,8 7,9 Pan Ukuran lubang ayakan inch total Berat tertahan ( gram ) 0 565 1,367 162 2,094 0 26,9 65,28 7,73 99,91 % tertahan % berat yang lolos ( kumulatif ) 99,91 73,01 7,73 0

Ahadi

ILMUSIPIL.COM

ANALISIS AYAKAN AGREGAT HALUS ( PASIR) Nomor Saringan Ayakan ( mm ) 16 30 60 200 1,18 0,6 0,25 0,075 Pan total Berat tertahan ( gram ) 0,3 169,2 463,1 328,4 31,43 992,43 0,03 17,03 46,66 33,09 3,166 99,986 % tertahan % berat tertahan ( kumulatif ) 0,03 17,07 63,73 96,82 99,986 % berat yang lolos ( kumulatif ) 99,956 82,926 36,266 3,176 0,01

Ahadi

ILMUSIPIL.COM

Ahadi

ILMUSIPIL.COM
ANALISA PERCOBAAN - Modulus kehalusan (FM) = fineness modulus diperoleh dengan menjumlahkan prosentase komulatif pada masing masing ayakan dibagi 100. AGREGAT HALUS
FM = 0,03 + 17,07 + 63,73 + 98,82 + 99,986 = 2,77 100

AGREGAT HALUS
FM = 26,9 + 92,18 + 99,91 + 500 = 7,19 100

- Agregat grafik susunan butir untuk agregat campuran. Grafik butiran halus menempati daerah 1 dan 2. a) Daerah tidak baik, diperlukan terlalu banyak semen dan air. b) Daerah baiktetapi diperlukan terlalu banyak semen dan air disbanding daerah 3. Grafik butiran kasar menempati butir diskontinu. c) Daerah banyak untuk susunan butir diskontinu. d) Daerah tidak baik terlalu sulit dikerjakan. Catatan : untuk mencapi suatu kekuatan beton tertentu pada suatu 25kg/m3 beton pada daerah 3 dibandigkan daerah 2. nilai slump tertentu, pada umumnya diperoleh penghematan semen sebanyak

Ahadi