You are on page 1of 3

.2 Mekanisme Fagositosis Proses fagositosis adalah sebagian dari respons imun non spesifik danyang pertama kali menerima

paparan dari benda asing. Fagositosis juga berartidimana sel dalam tubuh manusia melawan infeksi yang disebabkan olehmikroorganisme patogen. Sel manusia yang ikut serta dalam aktivitas tersebutjuga dinamakan fagosit. Semuanya merupakan tipe sel darah putih (disebutleukosit) atau dihasilkan sel darah putih. Leukosit dikelompokkan menjadi duatipe, granulosit dan agranulosit. Granulosit memiliki granula di dalamsitoplasmanya. Yang dibedakan menjadi tiga tipe berdasarkan pada reaksipewarnaan granula, yaitu:1. N eutrofil: granula berwarna biru-bercahaya dengan suatu pewarnacampuran yang bersifat asam dan basa.2. Eosinofil: granula berwarna berah dengan pewarna yang bersifat asam,eosin.3. Basofil: granula berwarna biru gelap dengan pewarna yang bersifat basa,biru metilen. Granulosit . N eutrofil juga disebut polimorfonuklear leukosit (PM N ) dansangat bersifat fagositik. PM N dapat meninggalkan darah dan memasuki jaringanyang terinfeksi, dimana mereka memakan benda asing. Basofil bukan sel fagosit.Mereka melepaskan senyawa seperti seperti heparin, serotonin, dan histamin kedalam darah, dan dipindahkan ke mast sel ketika mereka meninggalkan pembuluhdarah dan memasuki jaringan. Heparin merupakan suatu antikoagulan darah,sedangkan histamin mampu menanggapi terjadinya alergi dan beberapa reaksiperadangan. Serotonin bertindak sebagai suatu µmoderator¶ sistem saraf.Eosinofil merupakan fagosit lemah dan dapat meninggalkan darah untuk masuk ke jaringan. Agranulosit , tanpa granula dalam sitoplasmanya. Dua macam agranulositadalah limfosit dan monosit. Limfosit memainkan suatu peran kunci dalam responimun spesifik dalam tubuh. Limfosit beredar dalam darah dan terdapat dalamjaringan limfoid (tonsil, nodus limf, limfa, thymus, sumsum tulang, appendix,dan Peyer¶s patche usus halus). Monosit tidak terlalu bersifat fagositik, sampai mereka distimulasi oleh limfokin, tipe lain dari protein. Monosit berkembangmenjadi fagosit aktif, atau makrofag (³big eaters´).Proses menelan dan mencerna mikroorganisme dalam tubuh manusiadiperankan oleh dua golongan sel yang disebut oleh Metchnikoff sebagai mikro-(sel polimorfonuklear) dan makrofag, yaitu sel darah yang datang ke tempatinfeksi kemudian mengenali mikroba intraselular dan memakannya ( ingestion ).Apabila terjadi infeksi, produksi neutrofil di sumsum tulang meningkat dengancepat. Produksi neutrofil distimulasi oleh sitokin yang disebut colony-stimulating factor . Sitokin ini diproduksi oleh berbagai sel sebagai respons terhadap infeksidan bekerja pada sel stem sumsum tulang untuk menstimulasi proliferasi danmaturasi prekursor neutrofil. N eutrofil merupakan sel yang pertama beresponsterhadap infeksi, terutama infeksi bakteri dan jamur.

Tapi beberapa bakteri. juga tidak menghasilkan metabolit . yang membantu pertahananantimikroba.1 Fagosit Polimorfonuklear Proses fagositosis.3. Lisosom melepaskanracunnya ke dalam fagolisosom. Metabolitoksigen yang sangat toksik dihasilkan. Makrofag tidak memiliki protein kationik yang samaseperti ditemukan dalam granula polimorf.2. membuatbakteri lebih menarik untuk fagosit. Lebih dari 60 enzim yang berbeda ditemukandalam lisosom. Kekuatanperlekatan dan penelanan dipermudah oleh senyawa serum yang disebutopsonin. dandapat memperbanyak diri dalam fagosit.Setelah fagosit menyentuh suatu mikroba pada permukaannya. melebur dengan membrannya. termasuk okksigen tunggal. Enzim lisosom dalam makrofag juga berbeda dari yangterdapat dalam PM N . Tahap selanjutnyabergantung pada aktivitas granula sitoplasma yang disebut lisosom. Bakteri Gram-negatif lebihkebal karena dinding selnya relatif tahan untuk dicerna.Opsonin pertama akan bersentuhan dengan permukaan mikroba. pertama membutuhkan perlekatan mikroba terhadapsel fagosit. meskipun kerusakan yang sempurnamembutuhkan beberapa jam. radikal OH.5 ± 4).seperti Mycobacterium tuberculosis dan Listeria monocytogenes. dan pencernaan mikroba dalam makrofagsecara umum serupa dengan pada PM N .2. Makrofag jugamengeluarkan sekurang-surangnya 32 produk metabolisme yang berbeda.Bagaimanapun. dan hipoklorit. maka dimulai pencernaan dan pembunuhanmikroorganisme.melakukan penonjolan yang disebut pseudopodia yang mengelilingi mikrobaselama penelanan. Lisosombergerak menuju fagosom. Pseudopodia tersebut melebur dan membentuk suatuvakuola fagositik yang disebut fagosom yang mengandung mikroba. H2O2. PM N memiliki reseptor spesifik padapermukaannya untuk antibodi tersebut juga untuk fragmen komplemen C3b.Bakteri Grampositif dengan cepat dihancurkan. menjadi kebal terhadap tindakan fagositik. Fagosomselanjutnya memisahkan diri dan memasuki sitoplasma. atau metabolit oksigen dalam10 ± 30 menit. Dalam fagosom sebagianbesar mikroba dibunuh oleh enzim.Gabungan kekuatan enzim lisosom dan metabolit oksigen toksik biasanyacukup untuk menghancurkan semua mikroorganisme yang masuk. membunuhbeberapa bakteri.2 Mekanisme Fagositosis Pada Makrofag. Mereka tidak bergerak dalam hal merespon senyawa kimiaseperti pada PM N . Opsonin merupakan antibodi yang terdapat secara alami dan suatukomponen sistem komplemen. Mekanisme pembunuh bakteri utama dihasilkan olehrespiratory burst: pengaktifan sel fagosit meningkatkan konsumsi oksigenuntuk mendukung peningkatan aktivitas metabolik fagositosis. Dalam fagolisosom. Enzim lisosom yang dipindahkan ke dalam vakuolapencerna termasuk lisozim (yang menghidrolisis peptidoglikan pada dindingsel bakteri) dan berbagai enzim hidrolitik lain yang memecah komponenmakromolekul mikroorganisme. meskipun terdapat beberapaperbedaan penting. Proses perlekatan. mikroba berbeda dalam menanggapi aktivitas fagositik. Makrofag mempunyai kemampuan untuk merubah bentuk permukaannya (membentuk kerutan) dan berdiferensiasi. penelanan. dan membentuk suatu vakuola pencerna yang disebut fagolisosom. Kekuatan elektrostatis dilibatkan pada awal perlekatan.mulai dari lisosom sampai kolagenase. jugabeberapa fungi dan parasit. yangterdiri dari enzim pencernaan dan senyawa pembunuh mikroba. 3. pH menjadi sangat asam (3.superoksida. pH rendah.

Sebagai contoh. Walaupun demikian.oksigen yang sangat toksik.makrofag diaktifkan oleh interferon (menjadi makrofag ³marah´) yang dapatmembunuh mikroorganisme tersebut. makrofagkurang efektif dibandingkan dengan PM N dalam membunuh ragi Candidaalbicans atau bakteri Mycobacterium tuberculosis. Perbedaan ini diperlihatkan dalamkemampuannya untuk mencerna mikroorganisme. .