P. 1
Metode Harga Pokok Proses

Metode Harga Pokok Proses

|Views: 157|Likes:
Dipublikasikan oleh Gusti Abdul Halim

More info:

Published by: Gusti Abdul Halim on May 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Metode Harga Pokok Proses

Click to edit Master subtitle style
5/4/12

Ciri-ciri Perusahaan yang 5/4/12 Menggunakan Metode Harga Pokok Proses
1.

Produk yang dihasilkan bersifat standar atau homogen, dan biasanya dihasilkan dalam jumlah besar (mass production). Produk dihasilkan terus menerus karena tujuan menghasilkan produk adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

2.

5/4/12 Ciri-ciri Perhitungan Harga Pokok Proses 1. Harga pokok produk dihitung pada akhir periode akuntansi. Bila produk diolah melalui satu departemen. maka perhitungan harga pokok per unit dihitung dengan formula sbb: Harga pokok per unit = Biaya produksi selama periode Jumlah unit yang dihasilkan .

maka harga pokok produk dihitung untuk setiap departemen produksi dengan formula sbb: Harga pokok per unit = Biaya produksi dept. produksi selama periode Jumlah unit dihasilkan oleh dept. produksi .5/4/12 Jika produk diolah melalui beberapa departemen produksi.

Gambar 1. Proses Produksi pada PT semen Padang dan Perhitungan 5/4/12 Harga Pokok per unit Bahan baku Raw Mill Kiln Cement Mill Packing Brg Jadi HP per unit Raw mix HP per unit Klinkers HP per unit Semen curah HP per unit Semen kantong .

BTKL dan BOP dibebankan ke produk berdasarkan biaya sesungguhnya. Biaya bahan baku. 3.5/4/12 2. Biaya produksi dikumpulkan dengan media yang disebut Laporan Harga Pokok Produksi .

Produk selesai dihitung dg formula sbb: Persediaan BDP awal Produk masuk proses periode ini Total unit yang diproses Persediaan BDP akhir Produk selesai xxx xxx (xxx) xxx xxx .5/4/12 Prosedur Perhitungan Harga Pokok Proses 1. Mengumpulkan data produksi untuk periode tertentu.

Diminta: berapa liter produk selesai selama bulan Januari 200X? .Contoh: 5/4/12 PT Banyu bergerak di bidang produksi air mineral dengan merk “Fresh”.000 liter. Perusahaan ini memiliki BDP per 1 Januari 200X sebanyak 10. Pada akhir bulan Januari 200X perusahaan memiliki BDP akhir sebanyak 20.000 liter dan dalam bulan Januari 200X perusahaan memproses 50.000 liter.

Menghitung unit setara (equivalent units). 4.5/4/12 2. BTKL dan BOP selama periode tertentu. Menghitung HP per unit untuk setiap unsur biaya produksi. 5. Menghitung HP produk selesai yang dipindahkan ke gudang atau departemen berikutnya dan harga pokok produk yang belum selesai pada akhir periode (persediaan BDP akhir). 3. Mengumpulkan BBB. .

5/4/12 Perlakuan Persediaan BDP awal • Persediaan BDP awal adalah persediaan yang berasal dari produk yang diproses pada periode lalu dan belum selesai sampai akhir periode. • . Perlakuan dengan metode rata-rata (average cost method) dan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP/FIFO).

. 2. Produk selesai dan BDP akhir tidak dibedakan apakah berasal dari BDP awal atau produk masuk proses periode ini. Total biaya untuk setiap elemen biaya produksi dihitung dengan menambahkan masing-masing elemen biaya BDP awal (biaya yang terjadi periode lalu) dengan biaya produksi yang terjadi periode ini.5/4/12 Metode HP rata-rata 1.

Persediaan BDP awal diasumsikan diproses lebih dahulu dan setelah selesai baru dilakukan pemrosesan terhadap produk masuk proses periode ini.5/4/12 Metode MPKP / FIFO 1. . Biaya produksi (harga pokok) BDP awal dipisahkan dari biaya produksi yang terjadi periode ini. 2.

Terdiri dari 3 bagian: .5/4/12 Laporan Harga Pokok Produksi • Digunakan untuk menghitung harga pokok produksi.Biaya dibebankan .Elemen biaya produksi • .Data produksi .

Formula data produksi: 5/4/12 Produk Masuk Proses + BDP awal = Produk Selesai + BDP Akhir Elemen biayaBDP Biaya Produksi Total rata-rata: HP produksi dg metode HP Biaya Awal xxx xxx xxx xxx Periode ini xxx xxx xxx xxx Produksi xxx xxx xxx xxx BBB BTKL BOP TOTAL .

5/4/12 Elemen biaya produksi dg metode FIFO: Total Biaya Produksi HP BDP Awal Biaya periode ini: BBB BTKL BOP TOTAL xxx xxx xxx xxx xxx .

• Persentase penyelesaian adalah persentase penyerapan biaya produksi oleh persediaan BDP Misal persediaan BDP akhir 20. Unit setara? . BTK dan BOP 40%.5/4/12 • Unit setara (equivalent units) adalah perkiraan unit selesai dengan menggunakan biaya yang telah terjadi.000 liter dengan tingkat penyelesaian BB.

5/4/12 Perhitungan unit setara dengan menggunakan metode HP rata-rata: Unit setara = produk selesai + (persediaan BDP akhir x persentase penyelesaian) .

BTK 50% dan BOP 40%).000 liter dan persediaan BDP akhir 20.000 liter.5/4/12 • Contoh: PT Banyu memiliki persediaan BDP awal 10. Berapa unit setara untuk masing-masing elemen biaya produksi dengan metode harga pokok rata-rata? . BTK 60% dan BOP 30%). produk selesai 40. produk masuk proses 50.000 liter (BB 100%.000 liter (BB 100%.

5/4/12 Perhitungan unit setara dengan menggunakan metode FIFO: Unit setara = Persediaan BDP awal x %-tase penyelesaian yang diperlukan + produk selesai dari proses periode ini + persediaan BDP Akhir x %-tase penyelesaian .

Unit setara .5/4/12 • Harga Pokok Produk per unit Biaya per unit untuk setiap elemen produksi = Total biaya utk setiap elemen biaya prod.

000 Berapakah HP produk per unit dengan menggunakan BOP .000.000.000 9.000 3.000 4.000 15.200.000.Misal dari contoh sebelumnya (PT Banyu).000 5/4/12 BBB BTK 6.200.000.200.200.000 5.000.00 0 0 1.00 18. diketahui biaya produksinya sbb: Biaya Biaya TOTAL periode periode ini lalu (HP BDP awal) 3.

5/4/12 • Masih dengan contoh PT Banyu hitung Biaya yang diperhitungkan (dengan metode HP ratarata dan MPKP) dan buat Laporan HP Produksi dengan 2 metode tersebut. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->