Anda di halaman 1dari 21

MODULUS ELASTISITAS

I Tujuan Praktikum II. Menentukan modulus elastisitas ( E ) dari beberapa zat padat dengan pelenturan

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Kait dengan tumpuan Tumpuan Beban Skala dengan cermin Batang yang akan diukur E-nya

III.

Teori

Sebuah batang R diletakkan di atas dua titik tumpu T dan dipasangkan kait K di tengahtengah batang tersebut, kemudian pada kait K tersebut diberikan beban B yang berubahubah besarnya. Pada K terdapat garis rambut G yang di belakangnya dipasang skala S dengan cermin di sampingnya. Bila B ditambah atau dikurangi maka G akan turun/naik. Kedudukan G dapat dibaca pada skala S. Untuk mengurangi kesalahan pembacaan, maka pembacaan dilakukan supaya berimpit dengan bayangannya pada cermin. Bila pelenturan = (f) pada penambahan beban maka : f = B . l3 48 . E . I Dimana : E : Modulus elastisitas b : Lebar batang h : Tebal batang l : Panjang dari tumpuan satu ke tumpuan lain I : Momen inersia batang terhadap garis netral f : Pelenturan = B . l3 4 . E . b . h .................. ( 3.1 )

Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : 2. 3. Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Rumus E grafik : IV. Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. Mengukur panjang batang dari beberapa bahan Mengukur lebar dan tebal batang dari beberapa bahan Menimbang masing-masing beban B Mengatur jarak titik tumpu sejauh 80 cm dengan jarak kanan dan kiri sama terhadap skala baca Meletakan batang uji I ( tebal ) dan memberikan beban awal yang diberikan asisten, kemudian mengukur kelenturan yang dihasilkan dan dicatat dalam form pengambilan data Tambahkan beban uji, lalu catat lagi hasil kelenturan yang di dapat ke dalam form pengambilan data. Percobaan dilakukan sebanyak 5 kali Lalu lakukan pengukuran dengan batang uji II ( sedang ), dengan melakukan hal yang sama pada poin 4 s/d 6 ......................... ( 3.2 )
2

6. 7. V.

Tugas Pendahuluan 1. Berilah definisi tentang Modulus Young 2. Tentukan dimensi dan satuan E dan I 3. Buktikan rumus-rumus diatas

VI.

Form Pengambilan Data

Percobaan I (Kayu 1) Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) = 1,04 cm = 1,08 cm = 80 cm = 7,3

No 1 2 3 4 5

Masa (Kg) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,9

Kelenturan/ f = f-f0 7,5 7,3 = 0,2 7,6 7,3 = 0,3 7,7 7,3 = 0,4 7,8 7,3 = 0,5 7,9 7,3 = 0,6

X M (Kg) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,9 = 3,1

Y f 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 =2

x.y 0,08 0,15 0,24 0,35 0,54 = 1,36

X2 0,16 0,25 0,36 0,49 0,81 = 2,07

Percobaan II (Kayu 2) No 1 2 3 4 5 Lebar batang (b) Tebal batang (b) Panjang tumpuan Kelenturan awal kayu (f0) Masa (Kg) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,9 = 1,04 cm = 1,08 cm = 80 cm = 7,3 X M (Kg) 0,4 0,5 0,6 0,7 0,9 = 3,1 Y f 0,8 0,9 1,1 1,3 1,7 = 5,8 x.y 0,32 0,45 0,66 0,91 1,53 = 3,87 X2 0,16 0,25 0,36 0,49 0,81 = 2,07

Kelenturan/ f = f-f0 9,0 8,2 = 0,8 9,1 8,2 = 0,9 9,3 8,2 = 1,1 9,5 8,2 = 1,3 9,9 8,2 = 1,7

VII. Tugas Akhir 1. Buatlah grafik antara f (m) dengan beban (kg) 2. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (3-1) dengan E yang didapatkan dari rumus grafik 3. Buatlah kesimpulan percobaan ini

1.
1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 400 500 600 700 900 Percobaan 1 Percobaan 2

SPHEROMETER
I Tujuan Praktikum II. Mengenal dan mempergunakan Spherometer Mengukur tebal plat gelas dan jari-jari bola

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Spherometer Alat plat gelas tebal Gelas lensa besar ( permukaan bola ) Gelas tipis dan tebal Jangka sorong Loupe

III.

Teori

Spherometer adalah mikrometer dengan bentuk lain pada mikrometer skrup. Prinsip pemakaiannya sama dengan mikrometer skrup, tetapi titik nolnya tidak selalu di nol. Spherometer terdiri dari skur yang bergerak di tengah-tengah dan mempunyai tiga kaki yang ujungnya merupakan titik sudut segi tiga sama sisi, keping berbentuk piringan melekat pada skrup dan pembagian skalanya ada pada pinggir piringan, batang skala sejajar skrup.

Untuk menghitung Tebal plate dapat dicari dengan rumus R = d2 + L2 .............. ( 1 ) 2d Dimana R = Tebal Plate D = Kelengkungan plate L = Lebar kaki shirometer Untuk menghitung jari-jari bola X = ( R d ) ................... ( 2 ) Rumus mencari L, bila lebar kaki beda : Lt = L12 + L22 + L32 ........................ ( 3 )

IV.

Cara Kerja 1. Tempelkansehelai kertas pada skrup spherometer, maka lubang-lubang skrup akan membekas pada kertas 2. Mengukur jarak-jarak lubang kaki terhadap titik pusat skrup, lalu catat 3. Meletakkan spherometer pada bidang uji, kemudian setel / putar batang skrup sampai skrup pusat menyentuh plate 4. Catatlah besarnya kenaikannya tersebut 5. Ulangilah percobaan langkah dua sampai dengan langkah empat pada plate yang diberikan asisten untuk diuji

V. No. 1 2 3 4 5

Data Pengamatan Lensa Lensa Besar Lensa Cekung Kecil Lensa Cekung Besar Lensa Cembung Kacil Lensa Cembung Besar d (mm) 13,33 2,16 2,14 2,05 3,05 I (cm) 4,5 1,8 1,8 2,1 2,1

Gambar Jarak Kaki Spherometer

4,5 2,1 4,5 Lensa Besar Perhitungan 4,5

2,1 2,1 1,8

1,8 1,8

Lensa Cembung

Lensa Cekung

R1 = d2 + L2 2d R2 = d2 + L2 2d R3 = d2 + L2 2d

= 13,332 + 4,52 = 177,68 + 20,25 = 7,42 mm 2 . 13,33 26,66

= 2,162 + 1,82 = 4,66 + 3,24 = 1,82 mm 2 . 2,16 4,32

= 2,142 + 1,82 = 4,57 + 3,24 = 1,81 mm 2 . 2,14 4,28

R4 = d2 + L2

= 2,052 + 2,12 = 4,20 + 4,41 = 2,10 mm

2d R5 = d2 + L2 2d VI. Tugas Akhir 1. 2. 3. 4. 5.

2 . 2,05

4,10

= 3,052 + 3,052 = 9,30 + 4,41 = 2,24 mm 2 . 3,05 6,10

Tentukan tebelnya pelat gelas Tentukan Jari-jari permukaan bola Apakah kaca itu betul-betul pelat paralel Mengapa kedudukan Sekrup harus dibaca beberapa kali Bisakah dihitung besar jarak fokusnya

MODULUS PUNTIR

I.

Tujuan Parktikum Menentukan Modulus Puntir (Modulus Geser) secara statis.

II.

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mikrometer Skrup Jangka Sorong Mistar Baja Batang uji Roda puntir Beban (massa) Katrol dan tali P Jarum penunjuk dan busur derajat (skala sudut S) Penyekat (penjepit) batang T

III.

Teori Sebuah batang dijepit keras-keras pada salah satu ujungnya T dan ujung yang lain bebas berputar dan padanya dipasang keras-keras sebuah roda P, kalau roda dengan pertolongan katrol dan diberi beban pada ujung talinya maka roda itu akan menghasilkan momen M terhadap batang tersebut. Dengan jarum penunjuk yang melekat pada batang dan pembagian skala S dapat dibaca puntiran batang. Maka modulus puntiran dapat dihitung dari : G = 2 . M . L .........................(1) R4 Atau G = 360 . g . r . L . m ...........................(2) 2 . R4 .
rad

Dimana : G : Modulus puntir (modulus gesar) M : Momen yang bekerja pada batang L : Panjang batang yang dipuntir R : Jari-jari yang dipuntir : Sudut puntiran g : Percepatan gravitasi r : Jari-jari roda P m : Masa beban-beban : Sudut puntiran dalam derajat

Grafik

Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : 2. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. Persamaan garis : Rumus G grafik : IV. Cara Kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. V. Memasang satu batang yang diberikan oleh asisten, kemudian mengeraskan semua skrup Memeriksa kebebasan gerak puntiran ujung batang yang beroda, dan memeriksa apakah momen sudah akan diteruskan ke seluruh batang. Mengukur L, R, r dan menimbang m Memastikan kedudukan jarum penunjuk pada posisi gerak lurus terhadap busur derajat (dianggap posisi nol) Memberikan beban pada roda puntir dan mengamati pergerakan jarum penunjuk pada busur derajat dan mencatat hasilnya pada form pengambilan data Melakukan hal diatas (no.5) secara berturut-turut hingga semua beban uji yang diberikan asisten dapat teruji ......................... ( 3 )
2

Tugas Pendahuluan 1. 2. 3. Buktikan rumus ( 2 ) Apakah yang dimaksud dengan Elastisitas, Plastisitas Gambar grafik antara rad dengan m menurut teori Jawaban

1.

G = 2 . M. L R4 G = 360 . g . r . L . m . R4 . G radient dengan rumus : Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a Rumus G grafik : G =
2

2.

Elastisitas adalah sifat yang memungkinkan benda kembali pada ukuran semula, setelah gaya-gaya yang mendeformasikan ditiadakan.

Plastisitas adalah Sifat zat yang memungkinkan benda itu patah/ putus/ bengkok (tidak tembali pada ukuran semula). Setelah mencapai YP (Yield Point) karena gaya yang mendeformasikan. 3.
0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 900 700 600 500 300 Series 1

V.

Form Pengambilan Data Panjang batang yang dipuntir (L) = 55 cm Jari-jari batang yang dipuntir (R) = cm = 0,2 cm Jari-jari roda P (r) = = 4,85 cm

No 1 2 3 4 5

Massa (kg) 0,9 0,7 0,6 0,5 0,3

Derajat puntir () 5o 4o 3o 2o 1o

X M (kg) 0,9 0,7 0,6 0,5 0,3 =3

Y (rad)* 0,0875 0,07 0,0525 0,035 0,0175 = 0,2625

x.y 0,07875 0,049 0,0315 0,0175 0,0052 = 0,1819

X2 0,81 0,49 0,36 0,25 0,09 =2

*Misal = 1/57,3 rad = 0,0175 rad VI. Tugas Akhir 1. Buatlah grafik antara rad dengan m tiap-tiap harga L 2. Buatlah grafik antara rad dengan L untuk tiap-tiap m 3. Hitunglah harga G untuk tiap-tiap harga L dan hitunglah harga G rata-rata 4. Bandingkan hasil saudara peroleh dari rumus (2) dengan G yang didapat dari rumus grafik 5. Berilah kesimpulan dari percobaan saudara

1.
0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 0,9 kg 0,7 kg 0,6 kg 0,5 kg 0,3 kg 0 (rad)

2.
0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 55 cm 0 (rad)

Tetapan Gaya Pegas dan Percepatan Gravitasi


I. Tujuan Parktikum

Mengungkapkan hukum Hooke untuk sebuah pegas. Mengukur percepatan gravitasi dengan getaran sebuah pegas

II.

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Stopwatch Penyangga beban Statip Pegas Mistar Ukur

III.

Teori A 1. Bila sebuah pegas dibebani sebuah gaya, maka perpanjangan pegas akan sebanding dengan gaya itu (selama batas elastisitas pegas belum dilampaui). Menurut hukum Hokee : F = k . x ......................(1) K = tetapan gaya pegas X = pertambahan panjang 2. Grafik antara gaya F dan perpanjangan x merupakan garis lurus. Dengan grafik itu dapat dicari harga k. 3. Pegas yang digantungi suatu beban dan beban itu ditarik melampaui titik setimbangnya, kemudian dilepaskan. Pegas tersebut akan bergetar dengan waktu getar : T = 2 .....................(2) T : waktu getar pegas M : total masa yang bekerja pada pegas K : tetapan gaya pegas 4. Disisi M merupakan masa total yang menyebabkan gaya pegas M = M beban + M ember + M pegas dengan f = harga antara 0 dan 1 jadi T2 = ( M beban + M ember + M pegas )................(3) 5. Grafik antara T2 dan M beban merupakan garis lurus, dengan grafik ini dapat dicari harga 6. Harga k ini dapat digunakan untuk menghitung f

B 1. Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas, maka waktu getar dapat ditulis sebagai berikut : T = 2 ...............(4) l = panjang pegas

g = percepatan gravutasi 2. Dengan mengukur T dan l dapat dihitung g Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : 2. Tentukan titik potong kurva dengan : 3. Persamaan garis : IV Cara Kerja A. Hukum Hooke 1. Gantungkan penyangga beban pada pegas dan ukur panjang pegas dan catat pada form pengambilan data sebagai Lo 2. Masukkan keping beban pada penyangga beban dan ukur pertambahan penjangnya dan kemudian hasilnya dicatat pada form pengambilan data 3. Tambahkan beban pada ember beturut-turut (sesuai dengan pengarahan dari asisten) dan ukur masing-masing pertmbahan panjangnya dan dicatat pada form pengambilan data B. Periode Getaran 1. Pasang beban awal (sesuai dengan instruksi asisten), lalu tarik pegas kebawah sejauh jarak yang ditentukan 2. Lepaskan beban dan menghitung sampai 20 kali getaran 3. Catat waktu yang ditempuh sebanyak 20kali getaran tersebut dan dicatat pada form pengambilan data 4. Lepaskan beban 5. Mengulangi langkah kerja kedua sampai dengan langkah kelima terhadap beban, dengn melakukan penambahan beban sesuai instruksi V Tugas Pendahuluan 1. Buktikan rumus yang digunakan dalam percobaan ini 2. Apa yang di maksud dengan hukum hoke
2

Jawaban 1. F = k . x ...... (1) F : gaya k : tetapan gaya pegas x : pertambangan panjang

T=2 T M k

......... (2)

: waktu getar pegas : total masa yang bekerja pada pegas : tatapan gaya pegas

M merupakan masa total yang menyebapkan gaya pegas M = Mbeban + Member + Mpegas dengan f = harga antara 0 dan 1 Jadi T2 = ( Mbeban + Member + Mpegas )..........(3)

Dengan mempergunakan analogi getaran pada pegas, maka waktu getar ditulis : T=2 : panjang pegas G : percepatan gravitasi Dengan rumus :

Titik potong kurva dengan : Persamaan garis : y = bx + a

2. Hukum hoke adalah Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya. Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah disebut Hukum Hooke VI Form Pengambilan Data

Percobaan 1 (Hukum Hook) Panjang Awal Pegas (L0) = 7,5 cm No 1 2 3 4 5 Masa (gr) 50 100 150 170 200 Panjang pegas/L (cm) 10 12 14,5 15,5 17 X L L0 2,5 4,5 7 8 9,5 y F = m . g* 490 980 1470 1666 1960 x.y 1225 4410 10290 13328 18620 X2 6,25 20,25 49 64 90,25

= 31,5
Percobaan dilakukan sebanyak 20 kali getaran

= 6.566

=47873

= 229,75

No 1

Masa (gr) 50

Waktu/ t(dtk) 08,72

Periode/ T* 0,436

X Massa/M 50

Y T2 0,190

x.y 9,5

X2 2500

2 4 5 5

100 150 170 200

11,17 12,40 12,68 13,60

0,5585 0,62 0,634 0,68

100 150 170 200 = 670

0,311 0,384 0,401 0,462 = 1,748

31,1 57,6 68,17 92,4 =258,77

10000 22500 28900 40000 = 103.900

VII

Tugas Akhir dan Kesimpulan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Gambarlah grafik antara f (gaya) dan x (perpanjangan) Hitung k dari grafik ini Gambarlah grafik antara T2 dan Mbeban Bandingkan antara harga k (point 2) dn k (point 4). Cara mana yang lebih baik Hitunglah harga g pada percobaan B Berikan kesimpulan dari percobaan ini

1
2500

2000

1500 X = Panjang tali 1000 y = gaya

500

0 2,5 cm 4,5 cm 7 cm 8 cm 9,5 cm

0.5 0.45 0.4 0.35 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 50 gr 100 gr 150 gr 170 gr 200 gr X = Massa y = Periode

LENSA

I.

Tujuan Parktikum Mempelajari jarak fokus dari lensa positif dan lensa gabungan. Menentukan indek bias lensa Mempelajari lensa gabungan

II.

Alat-alat yang digunakan 1. 2. 3. 4. 5. Bangku Optis Sumber Cahaya Lensa positif dan negatif Layar Mistar Ukur

III.

Teori A Lensa Sederhana Hubungan antara jarak benda, bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan :

Dimana : s : jarak benda terhadap lensa s : jarak bayangan terhadap lensa f : jarak fokus lensa Benda R2 Lensa Positif

F1 S

F2 S

R1

Bayangan

Adapun jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : 1/f = (n-1) (1/R1 1/R2) Dimana : R1 : Jari-jari permukaan pertama lensa R2 : Jari-jari permukaan kedua lensa N : Indek bias bahan lensa

B. Lensa Gabungan

Lensa gabungan adalah susunan sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit, lensa gabungan terdiri dari duu lensa tipis. Untuk harga S1 yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa ditentukan dengan menggunakan rumus : 1/S1 + 1/S1 = 1/f1 Pada lensa kedua : 1/S2 + 1/S2 = 1/f2 Jarak fokus lensa gabungan ditentukan oleh : 1/f = 1/f1 + 1/f2 d/f1f2 Keterangan : S1 : jarak benda terhadap lensa 1 F1 : jarak fokus lensa 1 S1 : jarak bayangan karena lensa 1, diukur terhadap lensa 1 S2 : jarak bayangan karena lensa 1, diukur terhadap lensa 2 berfungsi benda lensa 2 F2 : jarak fokus lensa 2 D F : jarak antara lensa 1 dan lensa 2 : jarak fokus lensa gabungan

Grafik Langka-langka membuat grafik : 1. Hitung gradient dengan rumus : 2. 3. IV Tentukan titik potong kurva dengan : Persamaan garis : Cara Kerja A. Lensa sederhana 1. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikum, atur jarak sumber cahaya terhadap layar (S+S) 2. Lakukan langkah dengan S + S (jarak percobaan) sebesar : 30. 35, 40, 45, 50 cm 3. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensanya 4. Ukur hasil S dan S catat pengamatan di form pengambilan data B. Lensa Gabungan 1. Menyusun alat-alat sesuai dengan instruksi dari pembimbing praktikun

2. Atur jarak S + S sebesar 50 cm dan jarak S2 sebesar 20 cm 3. Carilah bayangan yang nyata (terlihat jelas dan fokus) dengan mengeser-geser lensa yang berada di depan benda 4. Ukur hasil S1, d, S1 dan S2. Catat hasil pengamatan di form pengambilan data V 1. 2. 3. 4. Tugas Pendahuluan Lukiskan jalanya cahaya dari sebuah benda didepan lensa positip maupun negatip Buktikan rumus yang di berikan di atas Apakah keuntungan dengan memakai lensa gabungan Sebutkan macam-macam aberasi pada lensa, dan jelaskan

JAWAB
1.

F1

F2

2. A. Lensa sederhana Hubungan antara jarak benda, bayangan dan fokus lensa tipis memenuhi persamaan: + = .......(1) dengan : s = Jarak benda terhadap lensa. s = Jarak bayangan terhadap lensa f = Jarak lensa. Jarak fokus lensa sederhana dapat dihitung dengan rumus : = ( n 1 )( + )........(2) disini R1 dan R2 masing-masing merupakan jari-jari permukaan lensa pertama dan kedua dan n merupakan indeks bias bahan lensa.
+ + = ................(3) = ................(4)

indeks 1 dan 2 masing-masing menunjukan lensa 1 dan 2. Jarak fokus lensa gabungan dua lensa yang berjarak d :
= + .......................(5)

3. Optik gabungan lebih jelas Lensa Gabungan Lensa gabungan adalah susunan lensa sederhana dengan sumbu-sumbu utama saling berhimpit . Pada gambar 2 terlukis susunan lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa tipis. Untuk harga s yang terhingga letak bayangan yang terjadi setelah cahaya melalui lensa 4. Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksial optik geometrisari sudut pandang dengan titik berat geometri sistem optik Aberasi kromatik adalah aberasi optik yang di lihat penekanan pada sipat optik pisis cahaya dari sudut pandang dengan

Aberasi monokromatik adalah aberas iyang terjadi walaupun sistem optik mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah sempurna dan tidak terjadi dis persi cahaya VI Form Pengambilan Data

Percobaan 1 {lensa cembung, lambang (+) } No S + S S 1 30 4,9 2 35 4,7 3 40 4,8 4 45 4,5 5 50 4,3 S = jarak benda terhadap lensa S = jarak lensa terhadap bayangan No 1 2 3 4 5

S 25,1 25,3 25,2 25,5 25,7

X S+S (cm) 30 35 40 45 50 200

Y S . S (cm2) 122,99 118,91 120,96 114,74 110,51 588,11

X.Y 3689,7 4161,8 4838,4 5163,3 5525,5 23378,7

X2 900 1225 1600 2025 2500 8250

Percobaan 2 (lensa gabungan) No S1 S2 d 1 5,5 20 14,5 Jarak keseluruhan lensa gabungan (S+S) = 50 cm S1 44,5 S2 30

S1 S2

: jarak benda terhadap lensa 1 : 20 cm sudah ditentukan (jarak benda terhadap lensa 2)

D S 1 S 2 VII

: jarak kedua lensa : jarak lensa 1 terhadap bayangan : jerak lensa 2 terhadap bayangan Tugas Akhir 1. Buatlah grafik antara S S terhadap S+S dan hitung jarak fokusnya dan kuat lensanya 2.