HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

Rinkes.A. Sutan Pamunjtak. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama. 1. D. pantun dan syair. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. Memang Jodoh (autobiografi). Nama-nama Dr.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. 2. Menilik bentuknya. pelaku utama senantiasa kandas. b. 1898. c. Anak dan Kemenakan. Dr. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. 1893. di antaranya: Siti Nurbaya. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. seperti puisi lama. Abas.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. misalnya kawin paksa. Beberapa karyanya 4 . G. Agak dinamis. Si Jamin dan Si Johan. sehingga merupakan angan-angan belaka. 2. 3. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya. Mempergunakan bahasa Melayu baru. Yamin. 1. seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. 3. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. adalah sebagai berikut: 1. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. A. misalnya dimatikan oleh pengarangnya.A. Drewes dan K. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh. Bercorak pasif-romantik. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang.J. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. lebih-lebih pada masa sekarang. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat.

Neraka Dunia. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. Sariamin Sariamin.dan Robert Anak Surapati. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. Dia bekerja di Balai Pustaka. 6. dan Kasih Tersesat. Si Cebol Rindukan Bulan. Penemuan Jodoh. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Sukreni Gadis Bali. 9. 5. Menebus Dosa. Kasih Tak Terlerai. 8. Mencari Pencuri Anak Perawan. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat. Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. 4. Katak Hendak Menjadi Lembu.antara lain: Salah Pilih. 1895. Lahir di Talu Lubuksikaping. di Singaraja. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. Hang Tuah. Anak Nelayan. dan Dewi Karuna. dan Cinta Tanah Air.dan Pengaruh Keadaan. 1909. Karyanya antara lain: Ni Rawit. (1914-1953). Hulubalang Raja. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. 1904. bernama samaran Selasih atau Selagari. Karena Mertua. 4. I. Percobaaan Setia. 5 . Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. Ceti Penjual Orang. Si Dul Anak Betawi. Karyanya antara lain: Salah Asuhan. dan Cita-Cita Mustafa. 7. Tebusan Darah. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna.

Yamin SH.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. Tanah Air. Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. 14. Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor.dan Karena Kerendahan Budi. dan Asmara Jaya (roman). Siti Nurbaya. 6 . 12. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). Darah Muda (roman). Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. yaitu: 1. 1. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi). Jadi. Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah).10. Sengsara Membawa Nikmat. 16. yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. 13. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara). Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). kumpulan puisi baru karya Moh. 2. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. Muda Teruna. 11. 15. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan.

Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. Seperti diketahui. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. Tatengkeng. dan Sutan Takdir Alisjahbana. bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. bukan saja mengenal. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). Misalnya Achdiat K. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an.E. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa. Armijn Pane. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima. lebih 7 . Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. J. 2. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. yaitu Amir Hamzah.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. Lain halnya dengan Hamka. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru.

Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. Pilihan kata. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. Aoh Kartahadimadja. Mozasa. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. Mereka berlomba-lomba. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. A. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. melainkan perjuangan 8 . Adinegoro. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. 3. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Hasjemi. dan Karim Halim. Daeng Myala. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. cukup beberapa bait saja. Bercorak romantik/idealistis. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. Ditilik bentuknya. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. b. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. yaitu Al-Manfaluthi. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. 2. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise.M. A. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. Dinamis 2.

dan meninggal pada bulan Maret 1946. Buah Rindu (kumpulan sajak. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. AI (bagian Sastra Timur) di Solo. 1936) f. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. Ia keturunan bangsawan. 1941) 9 . Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. Layar Terkembang (roman tendenz. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. Puisi Baru (1946) 2. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. 1929) b. Karya-karyanya antara lain: a. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Dian Tak Kunjung Padam (roman. 1931/1952) g. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. 1941) d. Tak Putus Dirundung Malang (roman. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. Mulo di Medan. 1932) c. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. Karya-karyanya antara lain: a.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. 2. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908. 1937) b. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. dan Jakarta AMS. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. Puisi Lama (1942) h. 1936) e. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah.

Setanggi Timur (kumpulan sajak. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. kemudian HIS Adabiyah di Padang. 23 agustus 1905. Kertajaya (sandiwara. Manusia Baru (Sandiwara. dan Tanjungbalai. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. Karya-karyanya antara lain: a. 14-11-1905. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. SH. Sumbar. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. SH. 1933) f. Puspa Mega (kumpulan puisi. Pada tahun 1928. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. 1927) c. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Madah Kelana (kumpulan puisi. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. 1931) d. Muhamad Yamin. 1940) 4. 1926) b. 1939) d. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . 1922) b. dilahirkan di Sawahlunto. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Prof. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Karya-karyanya antara lain: a. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. Muhammad Yamin. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Sibolga. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam.c. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). HIS dan Normaalschool. Tanah Air (kumpulan puisi. Setelah menamatkan Volkschool. 1928) a. 1932) e.

1950) j. 1957) 5. 1951) e. Tuan Direktur (1939) i.O. Ia lahir di Maninjau. Dipenogoro (roman sejarah. 1934). Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal.d. 16 Februari 1908. Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Sangihe. Karyanya antara lain: a. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. Tatengkeng Lahir di Kalongan. 1934) f. Sumatera Barat. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e.S Tjokroaminoto. Tan Malaka (19’45) e. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d. Dia putera Dr. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. Gajah Mada (roman sejarah. Kemudian pindah ke Bandung.1939) h. 19 Oktober 1907. 1950) b. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. 1941) c. 1934) a. 6. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. Karya-karyanya bercorak religius. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947.E. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. J. H. Karena Fitnah (roman. Ayahku (biografi) f. lalu ke KHS Kristen di Solo. Abdul Karim Amrullah. 1938) g. Merantau ke Deli (kisah. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. Keadilan Illhi 11 . 1939) d. Ia pujangga Islam yang produktif.

Kemudian pindah ke Radio Makasar. Bengkulu. Lahir di Muarasipongi. Ipih Ipih atau H. Bandung. Belenggu (roman jiwa. adalah nama samaran dari Asmara Hadi. 1931) c. 1953) c. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. 1937) 12 . HIS Sirmadidi. Pahlawan Minahasa (roman. Karyanya antara lain: a. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. dan menamatkan di Solo. Minahasa. 1935) b. Syair Untuk Aih (sajaka.R. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. Ia berpendidikan HIS. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. Soekarno di Endeh. dan pindah ke Nias. ELS. Lembaga Hidup m. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. M. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. 1935) 8. dan Normaalcursus di Malang. HKS Bandung. Stofia Jakarta pada tahun 1923. Tapanuli Selatan. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. Ia berpendidikan SR. Mulo Jakarta.R. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. Surabaya. 2 November 1909. Pendidikannya di HIS Bengkulu. 18 Agustus 1908. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. tanggal 5 September 1914. Revolusi Agama 7. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur. Lembaga Budi l. 1941) b. Karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. 1940) b. Dia lahir di Talo.k. Setelah menjadi guru. serta Mulo Taman Siswa Bandung. Sajak-sajak dalam majalah 9. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan.

1922) b. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. 1922) 11. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. Bebasari (sandiwara bersajak. 1957) g. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. Dewan Sajak (kumpulan sajak. Ratna (sandiwara. Lahir di Seulimeun. Aceh. DG. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. 1938) 10. 1936) b. Mozasa. 14. 18 Mei 1905. Rustam Effendi Lahir di Padang. Karya-karyanya antara lain: a. Karyanya antara lain: a. 15. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. Rivai. 1943) f. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. Wishnu Wardhana (drama. nama sebenarnya A.M. Hasjmy A. Kintamani (roman) b. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Lukisan Masa (sandiwara.d. 1940) 12.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . 16. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. 1939) e. 28 Maret 1912. nama samaran A.A Kartini. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. A. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. Myala.

Baru pada tahun 1948. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Angkatan Kemerdekaan. St. Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. yaitu Angkatan Pujangga Baru. Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. Meskipun namanya sudah ada. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. di antaranya Pramoedya Ananta Toer. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Sanusi Pane. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. dan lain-lain. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. Masa Chairil Anwar masih hidup. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian. 14 . tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi.Takdir Alisjahbana. Angkatan Chairil Anwar.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. Karya-karyanya antara lain: a. Buku dan Penulis (kritik) e. Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. dan lain-lain. Pancaran Hidup (sajak) 6. yaitu ketika cerpennya Blora. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. Australia. dan kemasyarakatan. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. Chairil-Asrul-Rivai. ia pun menulis cerpen. menerjemahkan. Tiga Menguak Takdir. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. 7. Atheis (roman) b. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. tasawuf. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Polemik Kebudayaan (esai) d. c. Ketiga penyair itu. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. filsafat. Setelah terjadi G 30 S/PKI. skenario film. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. kritik. Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. Sine Nomine (cerpen) d.c. Laut (sajak) f. Bentrokan Dalam Asmara (drama). yang ditulis dalam penjara diumumkan. Selain menulis sajak. esai. Karya-karyanya antara lain: 18 . Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. 2 Februari 1925. pelopor Angkatan ‘45.

Tjerita dari Blora (1963) 9. Awal dan Mira (1952) d. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Bukan Pasar Malam (1951) b. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Tanah Gersang (novel) d. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Manusia Indonesia h. Karya-karyanya antara lain: a. Maut dan Cinta (novel) i. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina.a. Suling (1948) b. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. Sayang Ada Orang Lain f. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Tak Ada Esok (roman) b. Perburuan (1950) f. Perempuan (cerpen) f. Bunga Rumah Makan (1948) c. Si Jamal (cerpen) e. 7 Maret 1922. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). terutama aksi polisional Belanda. Manusia Iseng e. Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Di Langit Ada Bintang 19 . Karya-karyanya antara lain: a.

Dokter Rimbu (roman) c. Saat yang Genting h. dan agama. Tempat Yang Kosong g. Selamat Jalan Anak Kufur 11.g. Asokamala Dewi (cerpen) c. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. Pesanku (sandiwara radio) i. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. bangsa. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. dan “Liburan Seniman”) e. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. Kapal Udara ( puisi ) 20 . Karya-karyanya antara lain: a. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Tinjaulah Dunia Sana b. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Karya-karyanya antara lain: a. Abu Hanifah. Penuh Rahasia ( puisi ) c. Karyany-karyanya antara lain: a. “Api”. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. Mekar Melati h. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Kita Berjuang d. tanpa menghilangkan ketimurannya.

Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Raja Kecil. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat. Lukisan (sajak) e. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial.B. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). Manusia Baru (sajak) d. 1979). dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. Berpisah b. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. Siapa? 3. 21 . Karya-karyanya antara lain: a.5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. Jassin. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. Sebagai contoh.14. 1924. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). Karya-karyanya antara lain: a. Gema tanah Air (H. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Radio Masyarakat (cerpen) b. 1975). Seruan Nafas (sajak) 15. tetapi menyebut dirinya “aku”. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru.

Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945. Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing.2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. 2. yaitu: a. tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. melainkan merupakan survival. Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. 4. b.B. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. setelah melalui masa-masa kegonjangan. dari angkatan sebelumnya (’45). Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). Jasin. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). yang berkonsep sastra realisme sosialis. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. 3.

4. Oleh sebab itu. b. Ditengah keluarga (1956) 23 . karena masuk ke dalam politik praktis. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. b.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. Mimbar Indonesia. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. Corak karya cukup beragam. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. dan Pudjangga Baru. kemudian di majalah orang dewasa. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Majalengka. Zenith. c. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. Karya-karyanya antara lain: a. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. Cari Mauatan (kumpulan sajak. cerpen. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. 1938. yang berakibat macetnya 4. c. 1956) b. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan.sastra. kedudukannya tidak menentu. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. d. Sampai tahun 1950-1955. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen.

NH. Bianglala (kumpulan cerita pendek. 1956) g. lahir 29 Pebruari 1936. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. 1963) c. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. Setelah menamatkan SMA 1956. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. kemudian bekerja di GIA Jakarta. lalu masuk kursus stewardess. Perjalanan Pengantin (prosa.1958) h. Ia keluaran INS Kayu Taman. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. 15 Juni 1931. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Dini NH. Hati yang Damai (1960) 6. Karya-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. 17 November 1924. Kemarau (novel. 1950) d. Dua Dunia (1950) b. 1967) 3. 1956) 2. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. Dini. Rasa Sayange (1961) 24 . Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. 1958) b. Pesta (kumpulan sajak. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Karya-karyanya antara lain: a. Pertemuan Kembali (1960) d. 1963) b. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar.c.

1955) e. Surat Keputusan (cerpen. Karya-karyanya antara lain: a. Tiga Kota (1959) d. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. Dalam sajak 9. 1953) d. 16 Maret 1927. Kejantanan di Sumbing (1965) c. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara. 1959) 8. Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. Karya-karyanya antara lain: a.H Lahirkan di Bandung. Api dan Sirangka b. Simphoni (sajak. 1958. 21 Oktober 1924. 1963) 25 . 1963) 7. Yerna (terjemahan dari Lorca. 10. mendapat hadiah dari BMKM) b. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. Karyanya berupa sajak. Hotel. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek. mendapat hadiah BMKM) c. pengarang Spanyol. 1954) c.c. Daerah perbatasan e. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Perawan Tua (cerpen) d. Ramadhan K. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. 1957) b. Salju. Dia adalah angkatan ‘45. cerita pendek.

Dia menamatkan SMA tahun 1947. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. Kesatuan Komando. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. 1958) 12. 5 Desember 1929. 26 . Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. 1935. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. 25 April 1927. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. Karya-karyanya antara lain: a. dan Fakultas Hukum UI. Persetujuan dengan Iblis c. Pagar Kawat Berduri. 1958) c. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Combat Intelligence. Pendidikannya SMA Malang 1945. Karya-karyanya antara lain: a. 12 Oktober 1929. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. 1951/1957) b. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. Di Medan Perang (1962) d. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. SMA Bandung 1950. Elsa (kumpulan sajak. Hitam Atas Putih (1959) 14. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Mulo Bandung 1948. Cirebon. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). Suara (kumpulan sajak. 13. 1955) b. Alexander Leo Lahir di Lahat. Karya-karyanya antara lain: a.11. 1950-1955) b. Kubur Tak Bertanda (1955) d. Angin Laut (kumpulan cerita pendek.

Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a. Karyanya-karyanya antara lain: a. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. 1956) Mendung (Novel) 15. Malam Jahanam (drama. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta. 1930. 27 Agustus 1932. Riono Praktikto Lahir di Semarang. Pulang (novel. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. b. 1958) b. Kabut Rendah (1968) 16. c. Si Rangka (1958) 17. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . 18. 1951) b. Bukan Karena Kau (1968) d. Api (kumpulan cerita pendek.Karya-karyanya antara lain: a. Pendidikannya SMP 195. Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. b. d. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955).

18 Januari 1928. N. Karya-karyanya antara lain: a. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. W. 1961) b.19. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. 1961) c. 1967) 21. Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. 1962) 23. 1936) c. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . Empat Kumpulan Sajak (1961) c. 20. 11 Juni 1935. Titie Said Lahir di Bojonegoro. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a.S. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. mendapat hadiah ke-2). Tetesan Embun (kumpulan sajak. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Rendra Karya-karyanya antara lain: a. mendapat hadiah ke-3) b. 24 Oktober 1937. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. Hilanglah Si Anak Hilang (novel.

dan drama. Siasat.5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. Karya-karyanya antara lain: a. sistematis. Kering dan Merahnya Merah (1968). tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. Kisah (1953-1957). dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. esai. Mimbar Indonesia. e. Dalam pandangan Iwan. cerpen. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. f. 29 . h. Bulan Bujur Sangkar Taman Drama. 1959) Ziarah. g.karyanya. penyakit kebudayaan seperti etatisme. 4. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). liberalisme. dan universal. dan Sastra (1961-1964).

30 .2 Periode 70 dan Karyanya 1. H. Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). 29 juli 1941. seperti Taufiq Ismail. Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. 25 Juni 1937.B. Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972). Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan. Interclude (1973). Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. 2. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. putra seorang wartawan berdarah Minang. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66. Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. Goenawan Mohamad Lahir di Batang. Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. Slamet Kirnanto. Jawa Tengah. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Mansur Samin. Dibesarkan di Pekalongan. Asmarandana (1995). 5. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). dan sebagainya.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5.1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia. Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. Goenawan Mohamad.

Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). SMU. 3. Pernah menjadi guru SLTP.Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). dan “sangat lembut”. Sihir Hujan (1989). 1945) dan Buku Puisi (1973). dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). sampai beliau menjadi pakar sastra. Angin. Mata Pisau (1974). hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. 1930.S. Setahun kemudian. 4. namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). 31 . Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. Panggilan kepenyairanya sangat kental. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas). Ladang. Moeljanto. Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api. dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973). Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pelabuhan. Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. dan Langit (1971). Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. Akuarium (1974). Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. Perahu Kertas (1984). Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. dan STM. “sangat gramatikal”.

Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. 7. Amuk Kapak (1981). 32 . verifikasi. Laut Belum Pasang (1972). Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). Jawa Barat. Apip Mustopa Lahir di Garut. Selain itu. bunyi. Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. 28 Februari 1954. Abdul Hadi W. dia pernah tinggal di pulau penang. Sajak Sikat Gigi (1978). Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Kumpulan puisinya berjudul O. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. Rudi Jalak Gugat (1982). Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). 23 April 1938.5. Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Riau. 8. 6. Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). dan tipografi. 1981). tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan. Kumpulan puisinya Riwayat (1967).M. Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). Selain itu. 24 juni 1941. Meditasi (1976). Sutardji lahir di Rengat. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). uaitu puisi konkret dan mantra.

dan Madura Aku Darah-Mu (1999). Bulan Tertusuk Larang (1980). Cerulit Emas (1986). Bantalku Ombak. Zawami Imron Lahir di Sumenep. Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Nenek Moyangku Air Mata (1985).9. Semerbak Mayang (1997). D. 33 . Selimutku Angin (1996). Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985).

Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. cerpenis. 34 . Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. khususnya seputar reformasi. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. dan novel. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. Bahkan. Habibie lalu K. 6. novelis. esais. ⇒ Bertema sosial-politik. novel. cerpen.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. cerpen.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. romantik. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi.H. naturalis. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. seperti puisi. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. seperti Sutardji Calzoum Bachri. 6. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. cerpen maupun novel.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. tahun 2002. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. yang bertemakan sosial-politik. Seratus lebih penyair. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.J.

Tahun 2003. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. seks.⇒ Disebut angkatan reformasi. ⇒ Disebut angkatan modern. Kendal. ⇒ Adanya sastra bertema gender. 6. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. 2005. Paramadina Mulia. termasuk adanya sastra koran. perkelaminan. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. romantik.U. Pikiran Rakyat. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. Jakarta. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. feminisme. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. masih mewarnai tema karya sastra. dipahami pembaca. ⇒ Adanya sastra religi.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. contohnya dalam H. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). b. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna.

21 November 1968. Pendidikan: Fak.madura.arab. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor.ambon. 1997 Di Atas Umbria. 1986 Antologi Pesta Sastra. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta.aceh. Sastra UI 36 .cina. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri. 1996 Di Luar Kota. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu. 1995 Kota Hujan. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya. 1999 b. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa. 1989 Ketika Kata Ketika Warna. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1987 Kasidah Sunyi.atau papua ? ah.batak. 1982 Aku Kini Doa.dayak sunda.

Saman 71-72). melibatkan. Matra. Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. tihang listrik. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. Forum Keadilan.” (Katrin Bandel. Tak lama setelah penutupan Tempo. pagar. seorang gadis cacat mental. Heteronormatifita dan Falosentrisme). Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. sudut tembok. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. 78). meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. Editor dan Detik di masa Orde Baru. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. 37 . Selain itu. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama yaitu Saman.

Kumpulan cerpennya: Blencong (1995). Anjing Menyerbu Kuburan (1996). lebih cerdas. Ia menulis sajak dan cerpen. sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). kebebasan dan kemandirian. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. Kill the Radio (2001). ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). lebih bebas. ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. 19 Februari 1962 38 . Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Jurusan Sastra Indonesia (1987). juga ia mendirikan Indonesia Tera.Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. intelektual. lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). Nikah Ilalang (1995). ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. Yang Terdiam dalam Microfon (1990). Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). perlawanan. penerbitan. serta lebih culas. Kepompong Sunyi (1993). Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. Kalung dari Teman (1999). Matahari yang Mengalir (1990). Yogyakarta.

Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). Dan aku terkejut. agama. Selepas Kata (2004). Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. Maut mengirim isyarat. Sekarang menulis puisi. esai. dan kesepian. Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. prosa. Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Sehampar Kabut (2006). Angsana (2007). dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung. kesunyian. politik. Secangkir Teh (2005).Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 .

menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. dan fiksi. Ksatria. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. mitos. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. religi. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). Parahyangan dengan gelar sarjana politik. Dr. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. Akar. Putri. “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995). spiritualitas dan percintaan yang cerdas. 2. “Saksi Mata” (1994). N. I. “Penembak Misterius” (1993). 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988).A. unik. Putri. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. 1. Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. dan Bintang Jatuh. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini.S. psikologi. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. penelusuran nilai lewat sains. dan mengguncang. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . M. Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner.

hanya cinta yang bisa 7.Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Laila . 3. 4. Donny Dhirgantoro 5 cm 6. Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Salah satunya adalah Elekta.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir.5 Novelis Lainnya 1. Filosofi Kopi 6. Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Adhitya Mulya Jomblo . Andi Eriawan Always. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3.

Supernova 42 . Chritian Simamora Macarin Anjing 13. Andi Eriawan Ruang Rindu 15. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Ratih Kumala Tabula Rasa 6.9. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Miranda Sihir Cinta 16. Danni Junus Ei tu ze .Bukan Impian Biasa 11. sayang ? 3. Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12.6 Kumpulan Cerpen 1.7 Fenomena 1990-2000 a. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Icha Rahmanti Cintapuccino 10.

Supernova edisi Petir. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Salah satunya adalah Elekta. Supernova satu: Ksatria. Sastra Perkelaminan 43 . Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. dirilis 16 Februari 2001. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Dee meluncurkan novel keduanya. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Novel yang laku 12.Sebelum Supernova keluar. Putri dan Bintang jatuh. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Jendela Newsletter. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). b. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. Tiga tahun berikutnya. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Novel pertamanya yang sensasional. Bulan Maret 2002. Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Sukses dengan novel pertamanya. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad.

Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. penebar nilai kearifan kolektif. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. mendasar. tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. penyensoran. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. dan pemberangusan. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. atau tekad kreativitas kesusastraan.Sejarah pun menggambarkan. idealisme. misalnya). sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. nilai. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. ajaran. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. 44 . cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting.

pencekalan. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. terkutuk. Pendeknya. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. juga pemenang dan pecundang. kritik sastra kita. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. 45 . moral. dan pemberangusan. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. dan cacian. Dan bagi masyarakat. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. pujian. Argumentasinya mantap. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. politik. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. dan kekuasaan yang terusik egonya.Secara politis. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. Sebab. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri.*** Sumber: HU. sudah mati. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c.

Saman dan Larung. dalam penilaian Katrin. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. Para penulis yang dipuji. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. Ia menyiapkan argumentasi. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. Dan sepanjang delapan tahun ini.Aktivis sastra cyber. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. Sementara itu. Dinar Rahayu. ternyata biasa. Saut Situmorang. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. merujuk teori. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Katrin Bandel. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . di mata Katrin. Sebab. Ada terasa argumentasi yang mantap. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu.” tulis Katrin. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. memang. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. menyoroti dua novel Ayu Utami. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca. Dia. misalnya. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. juga punya asumsi yang sama.biasa saja.

dan seterusnya. rangsangan semacam itu sangat perlu. Jerman. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. kejiwaan. Sebaliknya. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. mencari pijakan teorinya. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. dan sastra siber. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Lagipula. Menurut Budi Darma. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. cerita yang biasa saja. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi.pelbagai segi: politik. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. Perulangan debat semacam ini. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. Alih-alih habis. Karena itu. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. nasionalisme. tema-tema pascakolonial. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. kalau perlu. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. Ia menyampaikan perspektif dengan. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). teori komunisme. EM Forster. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. sejarah. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya.

sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. serta sastrawan Akhudiat. Sam Abede Pareno. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. Sebuah otokritik dari seberang. juga menghadirkan Prof." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot.untuk mendukungnya. yang boleh dikata. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. Sementara itu. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya. Meski begitu. untuk Indonesia. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan." papar Sam. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. "Memang. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. Khusus untuk perempuan. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. Dr. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. Kemungkinan lain. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral. Demikian juga sebaliknya. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. d. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. Kamis (29/6). memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. 48 . Prof Dr. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. yang mengingatkan. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. Kata Zoya lagi. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. Bedanya. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. Zoya Herawati. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya.

seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. Masih menurut Sam. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah. harta. itu bukanlah pemberontakan. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya).*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya. dan seks. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. dan menyeluruh. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan. bahkan lebih indah dari aslinya. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. Padahal. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee).Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. Karena itu. seimbang. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut." alasannya. Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong . Puteri. Karena itu. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. sastra yang sejati merupakan karya yang adil.Turlan Siagian : Ksatria. 49 . 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. Sastra Seleb 1.

24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja. dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya. Namun demikian. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis. 12062001 3. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender.

Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Ajip. Jakarta: Pustaka Utama.com www.wikipedia. Suhendar. Intisari Sastra Indonesia. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. Pradopo.. Hastuti. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai.1993. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Rieke Diah. Jassin.Ringkasan Sejarah Sastra Modern. Pitaloka. 2003.2003. Anwar. Jakarta: Gramedia. Rosidi. Aku Ini Binatang Jalang. Herman J. 1995. Chairil. M. 2000. H. Happy. Pendekatan Teori. Beberapa Teori Sastra. Membaca Sastra. Metode Kritik. Bandung: Pena Media. Bandung: Djatnika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. PT.DAFTAR PUSTAKA Alami.co.cybersastra. Waluyo.id 51 . Luqman. 2001. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia.H.B. 2003.2004. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. 1983. Abdullah. Intan Wikipedia Indonesia. Bandung: Putrabardin. Apresiasi Puisi. Sri P. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech.E. 2005. dan Penerapannya. www. Haqani. Jakarta: Gunung Agung. Depok: Indonesia Tera.1967. Meilani dkk. Budianta. Rahmat Djoko. Bandung: Pionir Jaya. Ambary.

terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). terjemahan karya John Steinbeck 52 .LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. 26 Juli 1922 — Jakarta. Jakarta. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin. diedit oleh Pamusuk Eneste. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Chairil Anwar (Medan. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. ia dinobatkan oleh H. Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman.

A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. 1953) Boen S. disertai kumpulan hasil tulisannya. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. 1972). Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Nababan. Jerman dan Spanyol. Oemarjati. State University of New York Press. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. 1974) S. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. Dickinson (Berkeley? California. Fakultas Sastra. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. Center for International Studies. New Directions. (Jakarta: Gunung Agung. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany.S. Chairil Anwar. Chairil Anwar. Universitas Hasanuddin. dengan bantuan H. Ohio: Ohio University. B. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. 1976) Robin Anne Ross. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel.U. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Kementerian Pendidikan. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. Auckland. Jassin (Singapore: University Education Press. 1983) 53 . 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. antara lain bahasa Inggris. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. oleh Donna M. 1976) Arief Budiman.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. Indonesian poems.B. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. pelopor Angkatan '45. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. oleh Burton Raffel (Athens. Abdul Kadir Bakar. Jassin. 1976 H. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995) Zaenal Hakim. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat.Husain Junus. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. 1987) Pamusuk Eneste. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. 1996) 54 . Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi. 1985) Sjumandjaya.

AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. 1954 55 . Jilid 7. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. digarami lautmu Dari mulai tgl. No 297.

belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Jilid 7. Kenang. 1957 56 . Kami tidak tahu. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. Yang tinggal tulang diliputi debu. kenanglah kami Teruskan. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. kenanglah kami. No 16. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang.

Pedang di kanan. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. 8 Agustus 1954 57 . Th III. Lawan banyaknya seratus kali. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. Sekali berarti Sudah itu mati. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. No.DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api.

bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?. terlucut debu. No. Waktu jalan... Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat.. Th III.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru. No...PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 .

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

Belum apa-apa Udara bertuba. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Sepi memagut...PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. 60 . Menanti. Sepi menekan mendesak. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Tak bergerak Sampai ke puncak. Menanti. Lurus kaku pohonan. Setan bertempik Ini sepi terus ada. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Sepi. Dan menanti. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti.

1946 61 . bulan memancar. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. Berjalan menyisir semenanjung. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. Kapal." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. pada cerita tiang serta temali. angin membantu. kalau 'ku mati. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. dia mati iseng sendiri. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. Di air yang tenang. rumah tua. di angin mendayu. gadis manis. Aku sendiri. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. laut terang.

tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 . menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. rimba jadi semati tugu di Karet.a. malam tambah merasuk. di Karet (daerahku y.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh.

sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu.S. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. St.W. Yosef di kota Solo. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. Universitas Gajah Mada. di samping sebagai dramawan tradisional. tidak berarti ia berhenti untuk belajar. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Bukan hanya menulis. S. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. Rendra Dari Wikipedia Indonesia. Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. (Dialihkan dari W. ternyata ia juga piawai di atas 63 . di sekolah Katolik. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. SMA (1952). Solo. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah.

Jerman. Jepang dan India. Teeuw. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. World Poetry Festival. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Belanda. dan Tokyo Festival (1995). terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. New Delhi (1985). Bengkel Teater Pada tahun 1961. The First New York Festival Of the Arts (1988). dan Siasat Baru. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta.panggung. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Berlin (1985). Vagarth World Poetry Festival. Seni. The Valmiki International Poetry Festival. Setelah itu. Angkatan 60-an. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Yogyakarta. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). Spoleto Festival. Berliner Horizonte Festival. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. sepulang dari Amerika Serikat. Melbourne. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. Anugerah Seni 64 . Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. dipentaskan ketika ia di SMP. Prof. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. tetapi juga di luar negeri. di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). A. Bhopal (1989). seperti Kisah. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. di antaranya bahasa Inggris. Ia mementaskan beberapa dramanya. Basis. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Akan tetapi. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. Konfrontasi. Kuala Lumpur (1992). telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. atau Angkatan 70-an.

Dia dinamis. dan punya kesehatan yang terjaga. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. dan Sito menerimanya. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Dari Sitoresmi. Naomi Srikandi. dan Klara Sinta. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Yogyakarta. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Itu Rendra! Itu Rendra!. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . aktif. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai. Sejak itu. Hadiah Akademi Jakarta (1975). Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Sarah Drupadi. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. ditemani Sunarti. Tugas Jeng Sito. tak pelak lagi. Penghargaan Adam Malik (1989). Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. Daniel Seta. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006). beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam.A. dan Sunarti tak lama kemudian. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Hadiah Yayasan Buku Utama. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. Samuel Musa. Terhadap tudingan tersebut. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. begitu panggilan Rendra kepadanya.E. Peristiwa itu. dinikahi seorang pemuda Katolik. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Kontroversi Pernikahan. The S. 12 Agustus 1970. tutur Sito tentang Rendra. yang beragama Islam. putri darah biru Keraton Yogyakarta. Ujung-ujungnya. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. katanya sambil mengutip ayat Quran. Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. Andreas Wahyu Wahyana. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya.

dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare. dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare. aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 .

67 . Tetapi justru. Sejak muda. Tetapi. Ken Zuraida. Mereka memang dapat dikalahkan. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. Dan. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. Bahkan tidak tanggungtanggung. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. "Bagaimana. Tetapi lebih dari itu. ya Allah. Waktu itu. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah.Meskipun sudah menjadi orang Islam. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. maka minuman keras menjadi air. istri. sehingga saya ingin berteriak. Bagi saga. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. Dan bukan suatu kebetulan. saya memohon. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. saya ini sudah memohon ampun. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. saya selalu katakan. ya Allah. Pergi Haji Ketika naik haji. Bahkan. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Sebelumnya saya beragama Katolik. kecut. sampai saya bersendawa. Bagi saya. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. ampun." Saya betul-betul merasa takut. dan juga materi. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. Bahkan. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. Sebagai penyair. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. dan juga marah. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. rasanya seperti minuman keras. Lirih. Ampun. ampun. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. minum di sana. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. Bahkan. Minum di sini. saya telah malang-melintang di dunia teater. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. BRA Sitoresmi Prabuningrat. malu. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Aduh.

co. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta .dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. Namun. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. saya tidak akan meminum minuman keras lagi.mualaf. (Albaz . interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater. Syu'bah Asa. Penerbit Gema Insani Press website : http://www. Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. Meski panggung hanya didominasi satu warna. menjadi puncak acara malam itu. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum. sastrawan besar Indonesia. Ya. sahabat.gemainsani. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. Jakarta. Tak ada kue ulang tahun mewah. Dengan gayanya yang khas. para alumni Bengkel teater. (Koran tempo / Sita) 68 . Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. Selamat ulang tahun. Chaerul Umam. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. Riantiarno. N. Adi Kurdi. Ratna Sarumpaet. dan keluarga dekatnya. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh. Taman Ismail Marzuki. Wascha Ah Wascha. Namun. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Tak pelak. dan Jose Rizal Manua. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Sementara itu. Setelah ini.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. yang telah menginjak usia ke-70. gairah pengunjung tetap terasa.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. hitam. penuh terisi. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. Mas Willi.

yang mulai cemas. ikut pentas teater minikata. Seluruh gerak terjadi secara spontan. terjemahan karya Bertolt Brecht. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Nomor-nomor yang disajikan. Belakangan. Chaerul Umam. antara lain pentas ulang Oidipus. Sekda. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Intinya. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. Amak Baldjun. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. Makan siang terpaksa bantingan. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Sebelum ke Amerika Serikat. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater.S. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. pada 1963. Dia menggelar Isteri Yahudi. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. Informan. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. kemudian. dan Syubah Asa. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. guru kami. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Panembahan Reso. langsung dari keran wastafel hotel. Teguh Karya. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. dan Selamatan Anak Cucu. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Piip. Rendra pada April 1968. dan Lysistrata digelar. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Rendra menjadi bintang yang menawan. Begitu juga Putu Wijaya. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. Dunia Azwar. meski siratan isi lakon tetap sama. Di Manakah Kau Saudaraku. Perjuangan Suku Naga. dan Mencari Keadilan. Sulaiman. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. Dalam pertemuan pada 1968 itu. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. The Chair. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. Rambate-Rate-Rata. Macbeth. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. dengan mengambil tema tertentu. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Rendra mengakui. Geger tentu saja. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. Beberapa hari kemudian. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Setelah pementasan Bip Bop. setelah Bip Bop. tapi. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. Sama sekali tak ada pola gerak. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. 69 . Minumnya air putih.Rendra dimata N. Bip Bop. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. sangat memukau. dan Vignet Katakana. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. Yang menarik. ternyata dialah sang pemenang. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya.

Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Memukau. terlunta. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. tanpa jengah. Ini perkembangan yang menarik dan penting. "berharga". saya berguru kepada Asrul Sani. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Indah. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Sekda. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. Rendra. Arifin C. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. Milik Indonesia. saya berguru.Dalam Perjuangan Suku Naga. tapi. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. seniman besar. (Koran Tempo) 70 . Permata mulia. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. bentuk teater rakyat. ketoprak. Segera saja Rendra menjadi ikon. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. saya banyak menyerap dari Rendra. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. secara tak langsung. Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. juga pelarangan pentas puisi Rendra. para seniman bergiliran bicara. Dalam penulisan. dan milik masyarakat luas. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. Dan kepada Rendra. tanpa uang. Tapi dia tak pernah jera. dan Goenawan Mohamad. dan Panembahan Reso. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). Lewat kiprah Rendra. teater menjadi lebih prestisius. Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. Noer. ternyata dialah sang pemenang. Rendra adalah empu yang mumpuni. seakan tidak memiliki masa depan pula. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. tanpa rasa takut. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. kemudian. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. 7 November 1935). Pikiran-pikirannya tajam.

antara lain di Gedung Kesenian. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. dan produser. Korea atau Rusia. Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Rendra sudah mulai bersajak. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. Yassin. Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri.B.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. Amerika Serikat. terutama puisi-puisinya.l. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. Karya-karyanya. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. produser dan pemain utama. John Galsworthy dan Sophokles). Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. Jakarta. Eugene Ionesco. Ketika duduk di SMA pada 1952. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. dengan sangat mengejutkan penonton. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Sejak duduk di SMP. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. George Bernard Shaw. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). tetapi juga di negara Barat dan sosialis. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. pemain utama. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. Belanda dan bahasa Eropa lain. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a. Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. Shakespeare. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. 71 .

kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. teman sekolah WS Rendra di Solo. Memprihatinkan. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. 72 . Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Depok.Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. Penulis adalah wartawan senior. khususnya di seni drama. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung.

Lagu Serdadu 8. Sajak Anak Muda 12. Sajak Kenalan Lamamu 18. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Gugur 5. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Sajak Orang Kepanasan 21. Tahanan 73 . Sajak Mata-mata 19. Sajak Sebatang Lisong 26. Kamu ! 6. Sajak Tangan 32. Hai. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Sajak Bulan Purnama 14. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Sajak Seonggok Jagung 28. Gerilya 4. Pamplet Cinta 11. Orang-orang Miskin 10. Sajak Ibunda 17. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Sajak Sebotol Bir 27. Sajak SLA 31. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Sajak Potret Keluarga 24.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Sajak Pulau Bali 25. Sajak Matahari 20. Lagu Seorang Gerilya 7.

aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 . aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma. apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh.

aku berdiri menghadapmu. Ciliwung keruh. Wahai.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. menyaksikan hidup yang kumal. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. Dan perlahan tersirap darah kita. Jakarta. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. wajah-wajah nelayan keruh. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Nusantara Film. Jakarta. Wahai. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. Nusantara Film. Kita duduk bersandingan. Usaplah wajahku. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. melihat sekuntum bunga telah mekar. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . aku terkenang akan wajahmu. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. Joki Tobing. Di atas debu kemiskinan. kuseru kamu. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. dari puingan masa yang putus asa. Widuri. membangkitkan keangkuhanku. Joki Tobing. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku.

bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga.Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 . bau asap. dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.

Terbangun bersama. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. Putera-puteriku. Kini Kami tersentak. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. Sukmaku gagap.karena dikhianati dewa keadilan. Aku terkesiap. Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. ya. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga.

Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. bergema di tempat-tempat yang sepi. menoleh ke kiri.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan. menggapai-gapai. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. Dari pagi sampai sore. Para tani . 78 . memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. bergerak menuju ke gunung tinggi. menanam bibit di tanah yang subur. Burung-burung kondor menjerit. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . menoleh ke kanan. di dalam usaha tak menentu. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. Di dalam marah menjerit. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. Beribu-ribu burung kondor.buruh bekerja.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. berjuta-juta burung kondor. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. dan menjawab dengan mengirim kondom. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. dan disana mendapat hiburan dari sepi. berumah di gubug-gubug tanpa jendela.

Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 . mematuki batu-batu. Yogya. mematuki udara. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.

Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. Wahai. penyair dari kehidupan sehari-hari. dik Narti..Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. pikir dan rasa 80 . aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi. dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. dik Narti.. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai. Wahai. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain.

Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai. Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. putri duyung.

protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair . menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan ..sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .

kanak tanpa pendidikan termangu .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .bunga bangsa tahun depan berkunang .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus .mangu di kaki dewi kesenian bunga . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .dan delapan juta kanak .rumus asing diktat .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.

Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar. ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. meralat pemberitaan itu. Bahkan menurut Joko Pekik. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. Kalau tidak cukup. Pram. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965.Tetapi beberapa hari kemudian. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. Tetapi. Lubis juga mengatakan. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. ketika dituduh ikut membakar buku segala. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. tambahnya. Katanya. Semenjak Orde Baru berkuasa. bawa ke forum terbuka. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. Katanya. Dalam berbagai opini-opininya di media. Dia juga merasa difitnah. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. katanya. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. bukan menuntut 'pencabutan'. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . kata Mochtar Lubis. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. Tetapi di pihak lain. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru.

Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. dan dirawat di rumah sakit. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. jantung. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Pramoedya menderita diabetes. dan diabetes. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. orang Jawa secara umum. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Tapi. antara Belanda. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Kondisi Pram memang sempat membaik. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Sabtu 29 April. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. Pameran bertajuk Pram. Pram sempat tak sadar diri. sekitar pukul 19. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Berpulang Pada 27 April 2006. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. ditambah komplikasi ginjal. kondisinya jauh lebih baik. dia kembali meminta pulang. Pram bersikeras ingin pulang. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Mereka hanya 89 . Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri.mana mereka mengalami kekerasan seksual. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an.00. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. sesak napas dan jantungnya melemah. lalu kritis lagi. Bogor. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Pada 12 Januari 2006. Setelah sadar. Sastra. Meski masih kritis. dan Tionghoa. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. kerajaan Jawa. begitu sampai di rumahnya. Menurut laporan. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru.00.

antara lain dari KontraS. Setelah itu. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak. Usman Hamid. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. dan cicitnya. "Dorong saja saya. dan cendekiawan. Gus Solah. Namun. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat.00.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. cucu. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. Bakar saya sekarang. serta puluhan aktivis. Namun. Jakarta Timur. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22. Dewan Kesenian Jakarta. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. Budiman Sujatmiko.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Jenazah dimandikan pukul 12. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. 90 ." katanya. Putu Wijaya. Ratna Sarumpaet. Pada 30 April 2006 pukul 08. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Wapres Jusuf Kalla. Goenawan Mohamad." ujarnya. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. pengurus DPD PDI Perjuangan. Pram sempat mengerang. Nurul Arifin dan suami. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26.00. artis Happy Salma. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Tapi.00. Terakhir. Erry Riyana Hardjapamekas. sastrawan. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03. Utan Kayu. pukul 05. Saat itu. ketika ajal menjemput. "Akhiri saja saya. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. dan lain-lain. Setelah itu.00. Temasuk para anak muda fans Pram.30 WIB. lalu disalatkan.

"in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. Belanda. 1996 Doctor of Humane Letters. Perancis. Paris. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. "for Journalism. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Filipina. Leiden. Madison. and modern experience of Indonesian people". AS. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. AS.Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. Berkeley. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. AS. 1989 Wertheim Award. AS. dari The Wertheim Fondation. 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. dari Universitas California. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. Perancis. dari Ramon Magsaysay Award Foundation. 1995 Ramon Magsaysay Award. and Creative Arts. New York. Literature. Manila. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people". 1999 91 . his example to all who oppose tyranny. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award.

Jepang. 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. Sepoeloeh Kepala Nica (1946). 1988 International PEN English Center Award. pemenang sayembara Balai Pustaka. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). 2004 Centenario Pablo Neruda. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). Swedia. 2000 The Norwegian Authors Union. kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . Jerman. kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). Swiss. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. Jakarta. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). Zentrum. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. Pasar Baru. semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. New York. Inggris. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. hilang di tangan penerbit Balingka. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947). ketika masih di Pulau Buru. AS. AS.New York Foundation for the Arts Award. 1987 Deutschsweizeriches PEN member. Jakarta. Chili.

1987 Rumah Kaca (1988). 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). 1963. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. 1985 Sang Pemula (1985). 1995 93 . (ed. 1985 Hikayat Siti Mariah. (ed. 1987. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. yang pernah diumumkan di berbagai media. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). Jakarta. bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini. Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). 1981 Anak Semua Bangsa (1981). terbit sebagai buku. 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini.) Oei Tjoe Tat. dilarang Jaksa Agung.) Hadji Moekti.Cerita dari Blora (1952). (1987). dilarang Jaksa Agung. (1995). dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. Satu Percobaan (1964). dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985).

dilarang Jaksa Agung. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. Daniel Mahendra. oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995). dkk (Penerbit Malka) 94 . oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. oleh A.

kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. 95 . Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Pada tahun 1979. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. India). Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Writing from the World (Amerika Serikat). Bandung. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. negen moderne Indonesische dichters (1979). Universitas Padjadjaran. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Pada musim panas 1974. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Thailand. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia.

IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku. telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 .

MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh. Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 . Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai.

Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga..O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O.Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya.. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 . Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan.

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .