HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

Rinkes. 1.A. 1. Si Jamin dan Si Johan. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. seperti puisi lama. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh. 3. Menilik bentuknya. Abas. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. Agak dinamis. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.A.J. G. 3. Sutan Pamunjtak.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. pelaku utama senantiasa kandas. A. Beberapa karyanya 4 . misalnya dimatikan oleh pengarangnya. 1898. lebih-lebih pada masa sekarang. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. 2. Dr. b.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. c. misalnya kawin paksa. adalah sebagai berikut: 1. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. Yamin. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya. 1893. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. Memang Jodoh (autobiografi). Bercorak pasif-romantik. D. di antaranya: Siti Nurbaya. sehingga merupakan angan-angan belaka. Mempergunakan bahasa Melayu baru. Drewes dan K. 2. Nama-nama Dr. pantun dan syair. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. Anak dan Kemenakan. seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati.

Percobaaan Setia. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. dan Cinta Tanah Air. Karena Mertua. Dia bekerja di Balai Pustaka. Menebus Dosa. 5 . Neraka Dunia. Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. dan Kasih Tersesat. Lahir di Talu Lubuksikaping. Hulubalang Raja. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. di Singaraja. Tebusan Darah. 1904. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Hang Tuah. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. 7. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. 4. Si Dul Anak Betawi. Karyanya antara lain: Ni Rawit. bernama samaran Selasih atau Selagari. (1914-1953).dan Pengaruh Keadaan. I. 5. dan Cita-Cita Mustafa. Ceti Penjual Orang.antara lain: Salah Pilih. Penemuan Jodoh. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat. 4. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Kasih Tak Terlerai. Karyanya antara lain: Salah Asuhan. Mencari Pencuri Anak Perawan. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Si Cebol Rindukan Bulan. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. 1895. dan Dewi Karuna. 8. 1909. Anak Nelayan.dan Robert Anak Surapati. Sariamin Sariamin. Katak Hendak Menjadi Lembu. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. 6. Sukreni Gadis Bali. 9. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis.

Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). 6 . Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah). Jadi. Tanah Air. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara). Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). 12. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. Darah Muda (roman). Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi). dan Asmara Jaya (roman).10. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). Sengsara Membawa Nikmat. dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. 16. 2. 11. Siti Nurbaya.dan Karena Kerendahan Budi. sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. Muda Teruna. Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. kumpulan puisi baru karya Moh.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. 14. yaitu: 1. yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. 15. Yamin SH. 1. 13. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia.

yaitu Amir Hamzah. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan. bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933. 2. bukan saja mengenal. dan Sutan Takdir Alisjahbana. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. Misalnya Achdiat K. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru.E. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. Seperti diketahui. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. Armijn Pane. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. lebih 7 . Tatengkeng. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. J.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. Lain halnya dengan Hamka. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru.

melainkan perjuangan 8 . masih secorak dengan angkatan sebelumnya. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. A. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. Dinamis 2. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. Adinegoro. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Bercorak romantik/idealistis. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. cukup beberapa bait saja. 3. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. Hasjemi.M. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. A. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. yaitu Al-Manfaluthi. dan Karim Halim. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. Mozasa. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. Pilihan kata. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. Ditilik bentuknya. Aoh Kartahadimadja. Daeng Myala. Mereka berlomba-lomba. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. 2. b. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya.

Ia keturunan bangsawan.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. dan Jakarta AMS. Buah Rindu (kumpulan sajak. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Puisi Baru (1946) 2. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. 1937) b. 1936) f. Layar Terkembang (roman tendenz. Karya-karyanya antara lain: a. 1931/1952) g. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. Tak Putus Dirundung Malang (roman. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. Mulo di Medan. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. AI (bagian Sastra Timur) di Solo. 1936) e. 1932) c. Dian Tak Kunjung Padam (roman. Puisi Lama (1942) h. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. 1929) b. 1941) d. 1941) 9 .4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah. Karya-karyanya antara lain: a. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. dan meninggal pada bulan Maret 1946. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. 2.

Karya-karyanya antara lain: a. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. dilahirkan di Sawahlunto. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. Pada tahun 1928. kemudian HIS Adabiyah di Padang. HIS dan Normaalschool. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. Muhamad Yamin. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). 1926) b. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. 1933) f. Muhammad Yamin. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Sumbar. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Sibolga.c. SH. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. SH. dan Tanjungbalai. 1928) a. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. 1940) 4. 1927) c. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. 23 agustus 1905. Tanah Air (kumpulan puisi. 1932) e. Manusia Baru (Sandiwara. Karya-karyanya antara lain: a. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. Setelah menamatkan Volkschool. 1939) d. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Kertajaya (sandiwara. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam. 14-11-1905. Puspa Mega (kumpulan puisi. 1922) b. Madah Kelana (kumpulan puisi. Setanggi Timur (kumpulan sajak. Prof. 1931) d. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta.

1950) b. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d. H. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. Dia putera Dr. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. Karya-karyanya bercorak religius. Tan Malaka (19’45) e.d. Karyanya antara lain: a. Merantau ke Deli (kisah. Ia lahir di Maninjau. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. 1934) a. 1939) d. 19 Oktober 1907. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. 16 Februari 1908. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. Ia pujangga Islam yang produktif. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. 1934) f.E. Gajah Mada (roman sejarah. Dipenogoro (roman sejarah. Karena Fitnah (roman.O.1939) h. 1941) c. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. Abdul Karim Amrullah. 1951) e. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal. 1957) 5. Tatengkeng Lahir di Kalongan. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. 1934). Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. J. Sumatera Barat. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. 6. Kemudian pindah ke Bandung. Ayahku (biografi) f. 1938) g. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. lalu ke KHS Kristen di Solo. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna.S Tjokroaminoto. Tuan Direktur (1939) i. Sangihe. 1950) j. Keadilan Illhi 11 .

Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. Bengkulu. Kemudian pindah ke Radio Makasar.R. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Ia berpendidikan SR. Mulo Jakarta. Karya-karyanya antara lain: a. 18 Agustus 1908. 1937) 12 . adalah nama samaran dari Asmara Hadi. 1941) b. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman.k. Karyanya antara lain: a.R. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. dan pindah ke Nias. Minahasa. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. Stofia Jakarta pada tahun 1923. serta Mulo Taman Siswa Bandung. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. Bandung. 1940) b. Sajak-sajak dalam majalah 9. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. Ipih Ipih atau H. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. tanggal 5 September 1914. 1931) c. Lembaga Budi l. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. Lembaga Hidup m. Karyanya antara lain: a. HKS Bandung. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. ELS. Belenggu (roman jiwa. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur. 1935) 8. Ia berpendidikan HIS. Revolusi Agama 7. 2 November 1909. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. Surabaya. dan menamatkan di Solo. Tapanuli Selatan. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. dan Normaalcursus di Malang. 1953) c. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Setelah menjadi guru. Pahlawan Minahasa (roman. Soekarno di Endeh. 1935) b. Lahir di Muarasipongi. Pendidikannya di HIS Bengkulu. M. HIS Sirmadidi. Dia lahir di Talo. Syair Untuk Aih (sajaka.

1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. 16. Karya-karyanya antara lain: a. 1939) e.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. Rivai. 1957) g. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. A. Mozasa. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. Lahir di Seulimeun. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. Rustam Effendi Lahir di Padang. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. 1936) b. Kintamani (roman) b. 15. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. Dewan Sajak (kumpulan sajak. 28 Maret 1912. 1938) 10. Myala.A Kartini.M. 14. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. Ratna (sandiwara. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. nama samaran A. 1922) b. 18 Mei 1905. Karyanya antara lain: a. Bebasari (sandiwara bersajak. 1922) 11. Wishnu Wardhana (drama. Aceh. 1943) f. nama sebenarnya A. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak.d. Lukisan Masa (sandiwara. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. Hasjmy A. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. DG. 1940) 12.

Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. Angkatan Chairil Anwar. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. St. di antaranya Pramoedya Ananta Toer.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. Angkatan Kemerdekaan. dan lain-lain. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. yaitu Angkatan Pujangga Baru.Takdir Alisjahbana. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia. Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian. 14 . setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. Masa Chairil Anwar masih hidup. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Baru pada tahun 1948. Meskipun namanya sudah ada. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Sanusi Pane.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Ketiga penyair itu. ia pun menulis cerpen. tasawuf. Selain menulis sajak. pelopor Angkatan ‘45. skenario film. esai. Setelah terjadi G 30 S/PKI. Karya-karyanya antara lain: a. Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. Pancaran Hidup (sajak) 6. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. Sine Nomine (cerpen) d. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. Chairil-Asrul-Rivai. Laut (sajak) f.c. dan kemasyarakatan. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. yang ditulis dalam penjara diumumkan. 7. menerjemahkan. kritik. Karya-karyanya antara lain: 18 . serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. Buku dan Penulis (kritik) e. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. 2 Februari 1925. Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. Tiga Menguak Takdir. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. c. Atheis (roman) b. dan lain-lain. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. Bentrokan Dalam Asmara (drama). Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. filsafat. yaitu ketika cerpennya Blora. Polemik Kebudayaan (esai) d. Australia.

Bunga Rumah Makan (1948) c. Tjerita dari Blora (1963) 9. 7 Maret 1922. Perempuan (cerpen) f. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Maut dan Cinta (novel) i. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. Si Jamal (cerpen) e. Bukan Pasar Malam (1951) b. Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. terutama aksi polisional Belanda. Karya-karyanya antara lain: a. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Tak Ada Esok (roman) b. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. Karya-karyanya antara lain: a.a. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. Suling (1948) b. Di Langit Ada Bintang 19 . Manusia Indonesia h. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. Perburuan (1950) f. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. Sayang Ada Orang Lain f. Tanah Gersang (novel) d. Awal dan Mira (1952) d. Manusia Iseng e.

“Api”. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. Kapal Udara ( puisi ) 20 . El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Tinjaulah Dunia Sana b. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Karya-karyanya antara lain: a. Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. Selamat Jalan Anak Kufur 11.g. Tempat Yang Kosong g. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. Saat yang Genting h. Abu Hanifah. Asokamala Dewi (cerpen) c. Dokter Rimbu (roman) c. Kita Berjuang d. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Penuh Rahasia ( puisi ) c. Pesanku (sandiwara radio) i. Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. dan agama. Karyany-karyanya antara lain: a. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. tanpa menghilangkan ketimurannya. bangsa. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. dan “Liburan Seniman”) e. Mekar Melati h. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Karya-karyanya antara lain: a. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12.

tetapi menyebut dirinya “aku”.5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). Berpisah b. 1975). Radio Masyarakat (cerpen) b. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. Siapa? 3. Sebagai contoh. 1979). Gema tanah Air (H. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial. Karya-karyanya antara lain: a. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat.14. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Lukisan (sajak) e. Raja Kecil. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Karya-karyanya antara lain: a. 1924. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). Jassin. Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru. Manusia Baru (sajak) d. 21 . Seruan Nafas (sajak) 15.B.

Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. setelah melalui masa-masa kegonjangan. 2. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). 3. b. melainkan merupakan survival. tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja.B. yang berkonsep sastra realisme sosialis. dari angkatan sebelumnya (’45).2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. Jasin. Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945. 4. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. yaitu: a. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45.

kedudukannya tidak menentu. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. d. Sampai tahun 1950-1955. c. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. c. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. 1956) b. Oleh sebab itu. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. 4. b. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. 1938. yang berakibat macetnya 4. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. Cari Mauatan (kumpulan sajak. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Zenith. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. dan Pudjangga Baru. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. Majalengka.sastra. cerpen. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. karena masuk ke dalam politik praktis.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. Karya-karyanya antara lain: a. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. Ditengah keluarga (1956) 23 . Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. Mimbar Indonesia. kemudian di majalah orang dewasa. b. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah. Corak karya cukup beragam.

lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. Ia keluaran INS Kayu Taman. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. NH. 1963) c. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. Dini NH. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. 1950) d. 17 November 1924. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. Setelah menamatkan SMA 1956. Pertemuan Kembali (1960) d. Rasa Sayange (1961) 24 . Karya-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. Perjalanan Pengantin (prosa. lahir 29 Pebruari 1936. 1958) b. 1956) 2.1958) h. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Hati yang Damai (1960) 6.c. Dini. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar. 1963) b. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. Pesta (kumpulan sajak. kemudian bekerja di GIA Jakarta. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. Kemarau (novel. 1967) 3. Karya-karyanya antara lain: a. Dua Dunia (1950) b. lalu masuk kursus stewardess. Bianglala (kumpulan cerita pendek. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. 1956) g. 15 Juni 1931.

Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. 16 Maret 1927. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Daerah perbatasan e.H Lahirkan di Bandung. cerita pendek. Hotel. 10. Kejantanan di Sumbing (1965) c. Simphoni (sajak. mendapat hadiah dari BMKM) b. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek. 1957) b. 1958. Api dan Sirangka b. Dalam sajak 9. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. pengarang Spanyol. 21 Oktober 1924. 1953) d. Karya-karyanya antara lain: a. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. 1959) 8. mendapat hadiah BMKM) c. Ramadhan K. Surat Keputusan (cerpen. 1954) c. 1955) e. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. Yerna (terjemahan dari Lorca. Perawan Tua (cerpen) d. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. 1963) 7. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Tiga Kota (1959) d. Salju. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. 1963) 25 . Dia adalah angkatan ‘45.c. Karyanya berupa sajak. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. Karya-karyanya antara lain: a.

SMA Bandung 1950. Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. Karya-karyanya antara lain: a. 1958) c. 5 Desember 1929. 26 . Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. Hitam Atas Putih (1959) 14. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. Mulo Bandung 1948. 1958) 12. Di Medan Perang (1962) d. Cirebon.11. Karya-karyanya antara lain: a. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. Karya-karyanya antara lain: a. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. dan Fakultas Hukum UI. 1951/1957) b. 25 April 1927. 1950-1955) b. 1955) b. 13. Suara (kumpulan sajak. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. 12 Oktober 1929. Pagar Kawat Berduri. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. Pendidikannya SMA Malang 1945. Angin Laut (kumpulan cerita pendek. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. Combat Intelligence. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. 1935. Dia menamatkan SMA tahun 1947. Elsa (kumpulan sajak. Kesatuan Komando. Kubur Tak Bertanda (1955) d. Persetujuan dengan Iblis c. Alexander Leo Lahir di Lahat. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946.

1958) b. 1956) Mendung (Novel) 15. Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. Kabut Rendah (1968) 16. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. c. Pendidikannya SMP 195. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. Api (kumpulan cerita pendek. Si Rangka (1958) 17. Pulang (novel. 1930. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta.Karya-karyanya antara lain: a. 27 Agustus 1932. Riono Praktikto Lahir di Semarang. Karyanya-karyanya antara lain: a. 18. d. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . b. b. Malam Jahanam (drama. Bukan Karena Kau (1968) d. 1951) b. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a.

Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. 1961) c. Rendra Karya-karyanya antara lain: a. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. Tetesan Embun (kumpulan sajak. 1962) 23. 18 Januari 1928. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b.19. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. 1961) b. N. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. mendapat hadiah ke-3) b. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. 20. mendapat hadiah ke-2). Titie Said Lahir di Bojonegoro. Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. 11 Juni 1935. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. W.S. 1936) c. Karya-karyanya antara lain: a. Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. 1967) 21. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. 24 Oktober 1937.

Kering dan Merahnya Merah (1968). liberalisme. esai. Kisah (1953-1957). g.5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. penyakit kebudayaan seperti etatisme. h. Mimbar Indonesia. Siasat. dan drama. f. e. cerpen. 4. Dalam pandangan Iwan. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. Bulan Bujur Sangkar Taman Drama.karyanya. 29 . dan universal. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). dan Sastra (1961-1964). 1959) Ziarah. sistematis. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. Karya-karyanya antara lain: a.

30 . Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Asmarandana (1995). dan sebagainya. Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972).1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia. putra seorang wartawan berdarah Minang. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. 5. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi.2 Periode 70 dan Karyanya 1. Slamet Kirnanto. Dibesarkan di Pekalongan.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. Goenawan Mohamad Lahir di Batang.B. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). Interclude (1973). Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). seperti Taufiq Ismail. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). 2. 25 Juni 1937. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan. 29 juli 1941. Jawa Tengah. Mansur Samin. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. Goenawan Mohamad. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. H.

Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. 1945) dan Buku Puisi (1973). Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. Panggilan kepenyairanya sangat kental. sampai beliau menjadi pakar sastra. Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sihir Hujan (1989). Akuarium (1974). Perahu Kertas (1984). Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. 4. Pernah menjadi guru SLTP. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972).S. 1930. dan “sangat lembut”. dan STM. “sangat gramatikal”. dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. SMU. dan Langit (1971). sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas). Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. Ladang. hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). Pelabuhan.Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). Angin. Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. Setahun kemudian. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Moeljanto. 3. Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). 31 . dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973). Mata Pisau (1974).

23 April 1938. Sutardji lahir di Rengat. Rudi Jalak Gugat (1982). Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). 28 Februari 1954. 32 . Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. verifikasi. Sajak Sikat Gigi (1978). Abdul Hadi W. Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. Kumpulan puisinya Riwayat (1967). Selain itu. Selain itu. dan tipografi. uaitu puisi konkret dan mantra. Kumpulan puisinya berjudul O. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. 7. 1981). Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). Amuk Kapak (1981). dia pernah tinggal di pulau penang. Riau. Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). Jawa Barat. Laut Belum Pasang (1972). dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan. Apip Mustopa Lahir di Garut. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. 24 juni 1941. Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. 8.5. Meditasi (1976). yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944.M. bunyi. Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. 6.

33 . D. Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Nenek Moyangku Air Mata (1985).9. Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985). Selimutku Angin (1996). dan Madura Aku Darah-Mu (1999). Semerbak Mayang (1997). Cerulit Emas (1986). Zawami Imron Lahir di Sumenep. Bantalku Ombak. Bulan Tertusuk Larang (1980).

juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.3 Ciri-ciri Periode 2000 a.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. cerpen maupun novel. novelis. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. yang bertemakan sosial-politik. 34 . muncul wacana tentang sastrawan reformasi. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. seperti Sutardji Calzoum Bachri. cerpenis. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. ⇒ Bertema sosial-politik. khususnya seputar reformasi. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. naturalis. romantik. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. seperti puisi. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi.H. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi.J. Habibie lalu K. Seratus lebih penyair. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda. novel. Bahkan. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. 6. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. dan novel. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik. cerpen. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. esais. tahun 2002. 6.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. cerpen.

Pikiran Rakyat. 6. contohnya dalam H. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. ⇒ Adanya sastra religi. ⇒ Disebut angkatan modern. b. romantik. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. termasuk adanya sastra koran. masih mewarnai tema karya sastra. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet.U. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. feminisme. ⇒ Adanya sastra bertema gender. 2005. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman.⇒ Disebut angkatan reformasi. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. Jakarta. Tahun 2003. Kendal. seks. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. dipahami pembaca. Paramadina Mulia. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. perkelaminan.

permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa.aceh. 1982 Aku Kini Doa. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta. Pendidikan: Fak. 1996 Di Luar Kota. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu. 1997 Di Atas Umbria.cina. 21 November 1968. 1986 Antologi Pesta Sastra.madura. 1999 b. 1987 Kasidah Sunyi.ambon.atau papua ? ah.dayak sunda. 1995 Kota Hujan.arab.batak. 1989 Ketika Kata Ketika Warna. Sastra UI 36 . Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri.

Selain itu. Novelnya yang pertama yaitu Saman. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. Matra. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor.” (Katrin Bandel. Editor dan Detik di masa Orde Baru. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. Forum Keadilan. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. Tak lama setelah penutupan Tempo. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. sudut tembok. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. Heteronormatifita dan Falosentrisme). melibatkan. Saman 71-72). 37 . inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya. 78). Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. tihang listrik. pagar. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. seorang gadis cacat mental.

lebih bebas. penerbitan. tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. Kill the Radio (2001). Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. lebih cerdas. Nikah Ilalang (1995). Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. 19 Februari 1962 38 . intelektual. ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. serta lebih culas. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. juga ia mendirikan Indonesia Tera. Yang Terdiam dalam Microfon (1990). kebebasan dan kemandirian. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). Ia menulis sajak dan cerpen. Kalung dari Teman (1999). Karikatur dan Sepotong Cinta (1996).Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. Matahari yang Mengalir (1990). sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. Jurusan Sastra Indonesia (1987). 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995). 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. Kepompong Sunyi (1993). perlawanan. Yogyakarta.

Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. Angsana (2007). kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). kesunyian. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung.Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). Dan aku terkejut. Selepas Kata (2004). Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 . politik. Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. Sekarang menulis puisi. Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. Maut mengirim isyarat. Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. Secangkir Teh (2005). agama. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. prosa. Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. esai. 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). Sehampar Kabut (2006). Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. dan kesepian.

“Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995). Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. I. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. dan mengguncang.S. mitos. N. Akar. penelusuran nilai lewat sains. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. dan Bintang Jatuh. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. religi. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Dr. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. M. Putri. “Saksi Mata” (1994). Parahyangan dengan gelar sarjana politik. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. dan fiksi. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. 1. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. psikologi. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. “Penembak Misterius” (1993). 2. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Putri.A. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). Ksatria. unik.

Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya.5 Novelis Lainnya 1. Salah satunya adalah Elekta. Filosofi Kopi 6. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3. Adhitya Mulya Jomblo .yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya.hanya cinta yang bisa 7.Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. 4. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. Andi Eriawan Always. Laila . Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5. 3. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Donny Dhirgantoro 5 cm 6.

Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12. Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. Miranda Sihir Cinta 16. Danni Junus Ei tu ze . Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan.9. Ratih Kumala Tabula Rasa 6. sayang ? 3.6 Kumpulan Cerpen 1. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Icha Rahmanti Cintapuccino 10.7 Fenomena 1990-2000 a. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Supernova 42 .Bukan Impian Biasa 11. Andi Eriawan Ruang Rindu 15. Chritian Simamora Macarin Anjing 13.

Sastra Perkelaminan 43 . Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Putri dan Bintang jatuh. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. Salah satunya adalah Elekta. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Novel yang laku 12. Sukses dengan novel pertamanya. Dee meluncurkan novel keduanya. Supernova edisi Petir. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. dirilis 16 Februari 2001. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Supernova satu: Ksatria. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Tiga tahun berikutnya. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. b. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Bulan Maret 2002. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya.Sebelum Supernova keluar. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril. Novel pertamanya yang sensasional. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Jendela Newsletter. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri.

nilai. ajaran. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. dan pemberangusan. tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. penebar nilai kearifan kolektif. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita.Sejarah pun menggambarkan. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. atau tekad kreativitas kesusastraan. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. misalnya). penyensoran. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. 44 . Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. idealisme. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. mendasar.

Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. terkutuk. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. dan kekuasaan yang terusik egonya. Dan bagi masyarakat. moral.Secara politis. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. juga pemenang dan pecundang. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. 45 . Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. kritik sastra kita. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. politik. dan pemberangusan. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat.*** Sumber: HU. Pendeknya. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. dan cacian. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. pencekalan. Sebab. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. Argumentasinya mantap. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. sudah mati. pujian.

memang. merujuk teori. Sementara itu. Katrin Bandel. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. menyoroti dua novel Ayu Utami. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. dalam penilaian Katrin. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. juga punya asumsi yang sama. Sebab. Dan sepanjang delapan tahun ini. misalnya. Dia. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . Saman dan Larung. ternyata biasa.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. di mata Katrin. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk. Saut Situmorang.biasa saja. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru.” tulis Katrin.Aktivis sastra cyber. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. Dinar Rahayu. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. Ada terasa argumentasi yang mantap. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. Ia menyiapkan argumentasi. Para penulis yang dipuji.

EM Forster. Perulangan debat semacam ini. Alih-alih habis. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . Karena itu. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. sejarah. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. Jerman. nasionalisme. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. tema-tema pascakolonial. rangsangan semacam itu sangat perlu. teori komunisme. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. dan seterusnya. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. mencari pijakan teorinya.pelbagai segi: politik. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. dan sastra siber. cerita yang biasa saja. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. kalau perlu. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. Menurut Budi Darma. Lagipula. kejiwaan. Ia menyampaikan perspektif dengan. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Sebaliknya. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi.

Sam Abede Pareno. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot. Zoya Herawati. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. d." papar Sam. malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya.untuk mendukungnya. sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. Sementara itu. Meski begitu. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. 48 . Demikian juga sebaliknya. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. serta sastrawan Akhudiat. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. yang boleh dikata. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. juga menghadirkan Prof. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. Kata Zoya lagi. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. "Memang. Dr. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. Sebuah otokritik dari seberang. Bedanya. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. yang mengingatkan. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. Kemungkinan lain. Prof Dr. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Khusus untuk perempuan. untuk Indonesia. memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. Kamis (29/6).

bahkan lebih indah dari aslinya. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut.Turlan Siagian : Ksatria. Sastra Seleb 1. kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). Padahal. Karena itu. Puteri. seimbang.*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. itu bukanlah pemberontakan. dan menyeluruh. harta. Karena itu. 49 . 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong .Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. Masih menurut Sam." alasannya. sastra yang sejati merupakan karya yang adil. dan seks. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah.

12062001 3.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. Namun demikian. dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis.

Haqani. Hastuti.1993.wikipedia.2004. PT. Membaca Sastra. Suhendar. Luqman. Rieke Diah. Bandung: Djatnika. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.E. 2005.2003.co. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. Intan Wikipedia Indonesia. Bandung: Pena Media. Intisari Sastra Indonesia. M.. 2001. 2003.cybersastra. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Metode Kritik. Chairil. Depok: Indonesia Tera. 2003. Bandung: Pionir Jaya. Happy. Rosidi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Waluyo.id 51 . Budianta. Beberapa Teori Sastra. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. dan Penerapannya. Pradopo. Anwar. Bandung: Putrabardin. Ajip.com www.B. Ambary. Aku Ini Binatang Jalang. Jakarta: Gramedia.Ringkasan Sejarah Sastra Modern.DAFTAR PUSTAKA Alami. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia.1967. 1983. Jakarta: Gunung Agung. 2000. 1995. Rahmat Djoko. Herman J. Meilani dkk. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. H. Sri P. Pendekatan Teori. Apresiasi Puisi. Jakarta: Pustaka Utama.H. Jassin. Abdullah. Pitaloka. www.

ia dinobatkan oleh H.B. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. terjemahan karya John Steinbeck 52 . Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. Chairil Anwar (Medan. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). 26 Juli 1922 — Jakarta. diedit oleh Pamusuk Eneste. Jakarta.LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.

1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte.S. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Chairil Anwar. B. Jerman dan Spanyol. Center for International Studies. antara lain bahasa Inggris. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. State University of New York Press. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. disertai kumpulan hasil tulisannya. Auckland. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. Jassin. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. Dickinson (Berkeley? California. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. oleh Donna M. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. 1974) S. 1976) Arief Budiman.U. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa.B. dengan bantuan H. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Nababan. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. Indonesian poems. 1976) Robin Anne Ross. New Directions. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. 1983) 53 . (Jakarta: Gunung Agung. Oemarjati. Jassin (Singapore: University Education Press. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. Abdul Kadir Bakar. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel. pelopor Angkatan '45. Chairil Anwar. Fakultas Sastra. 1972). Ohio: Ohio University. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. 1976 H. Kementerian Pendidikan. Universitas Hasanuddin. oleh Burton Raffel (Athens. 1953) Boen S.

1995) Zaenal Hakim.Husain Junus. Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. 1996) 54 . 1987) Pamusuk Eneste. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi. 1985) Sjumandjaya.

17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. No 297.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. digarami lautmu Dari mulai tgl. 1954 55 . Jilid 7.

Yang tinggal tulang diliputi debu. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. Kenang. Kami tidak tahu. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. kenanglah kami Teruskan. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. kenanglah kami. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. 1957 56 . Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. No 16. Jilid 7.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.

8 Agustus 1954 57 . keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. Th III. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api.DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Sekali berarti Sudah itu mati. No. Lawan banyaknya seratus kali. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. Pedang di kanan.

Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat. Th III. terlucut debu.. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?.. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. No..jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. Waktu jalan.. No. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 ..

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Belum apa-apa Udara bertuba. Menanti. Sepi memagut. Menanti.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Sepi. Tak bergerak Sampai ke puncak. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala... Dan menanti. Lurus kaku pohonan. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. 60 . Sepi menekan mendesak.

Kapal. Tiada lagi. Berjalan menyisir semenanjung." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. di angin mendayu. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. pada cerita tiang serta temali. kalau 'ku mati. dia mati iseng sendiri. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. angin membantu. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. Di air yang tenang. gadis manis. laut terang. bulan memancar. 1946 61 . Aku sendiri. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. rumah tua.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang.

ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 .MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. rimba jadi semati tugu di Karet. di Karet (daerahku y. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh.a. malam tambah merasuk. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar.

S. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Bukan hanya menulis. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. St. di sekolah Katolik. tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Yosef di kota Solo. ternyata ia juga piawai di atas 63 .W. (Dialihkan dari W. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. SMA (1952). Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. di samping sebagai dramawan tradisional.S. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Universitas Gajah Mada. Solo. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Rendra Dari Wikipedia Indonesia.

Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. Berlin (1985). Jepang dan India. Ia mementaskan beberapa dramanya. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). Jerman. atau Angkatan 70-an. Basis. The First New York Festival Of the Arts (1988). Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. New Delhi (1985). Akan tetapi. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Prof. Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. tetapi juga di luar negeri. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. Vagarth World Poetry Festival. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. Anugerah Seni 64 . di antaranya bahasa Inggris. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Konfrontasi. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Kuala Lumpur (1992). Bengkel Teater Pada tahun 1961. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. Bhopal (1989). dan Tokyo Festival (1995). Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. Melbourne. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Teeuw.panggung. dipentaskan ketika ia di SMP. Seni. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. Berliner Horizonte Festival. Spoleto Festival. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). The Valmiki International Poetry Festival. A. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Belanda. dan Siasat Baru. seperti Kisah. Yogyakarta. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Angkatan 60-an. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. sepulang dari Amerika Serikat. World Poetry Festival. Setelah itu. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977.

Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. ditemani Sunarti. Terhadap tudingan tersebut. Hadiah Akademi Jakarta (1975). Daniel Seta. Sarah Drupadi. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Dari Sitoresmi. 12 Agustus 1970. Yogyakarta. Ujung-ujungnya. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sejak itu. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . begitu panggilan Rendra kepadanya. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. Tugas Jeng Sito. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).A. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. tak pelak lagi. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. dan Sunarti tak lama kemudian. putri darah biru Keraton Yogyakarta. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Samuel Musa. Andreas Wahyu Wahyana. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Kontroversi Pernikahan.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Dia dinamis. Itu Rendra! Itu Rendra!. Hadiah Yayasan Buku Utama. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. Peristiwa itu. Naomi Srikandi. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. dinikahi seorang pemuda Katolik. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. katanya sambil mengutip ayat Quran. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. dan Klara Sinta. The S. aktif. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Penghargaan Adam Malik (1989). Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. dan Sito menerimanya. dan punya kesehatan yang terjaga. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. tutur Sito tentang Rendra.E. yang beragama Islam. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai.

dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare. dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare. aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 .

ampun. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. Waktu itu. ya Allah. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. "Aduh. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. "Bagaimana. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. BRA Sitoresmi Prabuningrat. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. Sebagai penyair. maka minuman keras menjadi air. Bahkan. rasanya seperti minuman keras. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Sebelumnya saya beragama Katolik. saya memohon. ya Allah. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. Tetapi justru. Tetapi lebih dari itu. Minum di sini. sampai saya bersendawa. Dan. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. istri. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. saya telah malang-melintang di dunia teater. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. Bagi saga. Pergi Haji Ketika naik haji. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. kecut. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. Bahkan tidak tanggungtanggung. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. Mereka memang dapat dikalahkan. saya selalu katakan. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. ampun. malu. Ken Zuraida. dan juga materi. Tetapi. sehingga saya ingin berteriak. saya ini sudah memohon ampun. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. Bagi saya. minum di sana. 67 . tetapi saya masih suka meminum minuman keras." Saya betul-betul merasa takut. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. Sejak muda. Dan bukan suatu kebetulan. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman.Meskipun sudah menjadi orang Islam. Ampun. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lirih. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. Bahkan. Bahkan. dan juga marah.

Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. Mas Willi. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia. Namun. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Chaerul Umam.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta . orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater.mualaf. Tak pelak. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. penuh terisi. Wascha Ah Wascha. sahabat. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. N. saya tidak akan meminum minuman keras lagi.gemainsani. Jakarta. (Albaz . Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. menjadi puncak acara malam itu. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra. Setelah ini. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum. Sementara itu. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. (Koran tempo / Sita) 68 . acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. hitam. Taman Ismail Marzuki. Namun. Selamat ulang tahun.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. gairah pengunjung tetap terasa. para alumni Bengkel teater. Syu'bah Asa. Meski panggung hanya didominasi satu warna. Riantiarno. dan keluarga dekatnya. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Dengan gayanya yang khas. yang telah menginjak usia ke-70. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh. Ratna Sarumpaet. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. sastrawan besar Indonesia. dan Jose Rizal Manua. Adi Kurdi. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua. Penerbit Gema Insani Press website : http://www. Ya.co. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. Tak ada kue ulang tahun mewah.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya.id/) oleh Mualaf Online Center http://www.

dan Selamatan Anak Cucu. Rendra pada April 1968. Geger tentu saja. Rendra menjadi bintang yang menawan. meski siratan isi lakon tetap sama. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. Rendra mengakui. Amak Baldjun. 69 . sangat memukau. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Makan siang terpaksa bantingan. Nomor-nomor yang disajikan.S. Chaerul Umam. Rambate-Rate-Rata. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor.Rendra dimata N. Belakangan. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Bip Bop. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. dengan mengambil tema tertentu. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Beberapa hari kemudian. dan Vignet Katakana. Piip. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. Minumnya air putih. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. yang mulai cemas. pada 1963. Di Manakah Kau Saudaraku. ternyata dialah sang pemenang. Informan. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Dunia Azwar. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. antara lain pentas ulang Oidipus. Intinya. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. dan Mencari Keadilan. dan Syubah Asa. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Setelah pementasan Bip Bop. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. dan Lysistrata digelar. Teguh Karya. Dalam pertemuan pada 1968 itu. Sekda. Macbeth. Panembahan Reso. kemudian. The Chair. Begitu juga Putu Wijaya. guru kami. Perjuangan Suku Naga. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. ikut pentas teater minikata. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. Dia menggelar Isteri Yahudi. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Sebelum ke Amerika Serikat. Sulaiman. langsung dari keran wastafel hotel. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. Sama sekali tak ada pola gerak. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. setelah Bip Bop. terjemahan karya Bertolt Brecht. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. Yang menarik. tapi.

Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. Sekda. tapi. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. Rendra. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. Memukau. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. juga pelarangan pentas puisi Rendra. Ini perkembangan yang menarik dan penting. secara tak langsung. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. ternyata dialah sang pemenang. seniman besar. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Milik Indonesia. tanpa uang. Noer. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. 7 November 1935).Dalam Perjuangan Suku Naga. ketoprak. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. tanpa jengah. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. dan milik masyarakat luas. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. saya berguru. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). Dalam penulisan. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. saya banyak menyerap dari Rendra. Tapi dia tak pernah jera. kemudian. bentuk teater rakyat. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. teater menjadi lebih prestisius. Arifin C. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. Dan kepada Rendra. para seniman bergiliran bicara. seakan tidak memiliki masa depan pula. Pikiran-pikirannya tajam. saya berguru kepada Asrul Sani. terlunta. Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. dan Goenawan Mohamad. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. tanpa rasa takut. Lewat kiprah Rendra. dan Panembahan Reso. (Koran Tempo) 70 . Indah. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. Rendra adalah empu yang mumpuni. "berharga". Permata mulia. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. Segera saja Rendra menjadi ikon.

Amerika Serikat. yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a. Yassin. Jakarta. Ketika duduk di SMA pada 1952. 71 . sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. Shakespeare. Sejak duduk di SMP.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. Eugene Ionesco. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). dengan sangat mengejutkan penonton. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. Rendra sudah mulai bersajak. tetapi juga di negara Barat dan sosialis.B. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. produser dan pemain utama. Belanda dan bahasa Eropa lain. Korea atau Rusia. antara lain di Gedung Kesenian. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. pemain utama. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama. Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. dan produser. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. George Bernard Shaw. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. terutama puisi-puisinya.l. Karya-karyanya. John Galsworthy dan Sophokles). juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama.

kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi. teman sekolah WS Rendra di Solo. khususnya di seni drama. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. 72 . Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan.Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Penulis adalah wartawan senior. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. Depok. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. Memprihatinkan. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung.

Sajak Kenalan Lamamu 18. Hai. Sajak Seonggok Jagung 28. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Gugur 5. Sajak Bulan Purnama 14. Sajak Sebatang Lisong 26. Lagu Seorang Gerilya 7. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Tangan 32.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Sajak Anak Muda 12. Orang-orang Miskin 10. Gerilya 4. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Sajak Ibunda 17. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Sajak Matahari 20. Lagu Serdadu 8. Sajak SLA 31. Kamu ! 6. Sajak Potret Keluarga 24. Sajak Pulau Bali 25. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Mata-mata 19. Pamplet Cinta 11. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Sebotol Bir 27. Tahanan 73 . Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Peperangan Abimanyu 22.

apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 . aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma.

membangkitkan keangkuhanku. Jakarta. Joki Tobing. Di atas debu kemiskinan. Nusantara Film. kuseru kamu.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Ciliwung keruh. Wahai. Jakarta. melihat sekuntum bunga telah mekar. aku berdiri menghadapmu. Usaplah wajahku. Joki Tobing. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Nusantara Film. wajah-wajah nelayan keruh. aku terkenang akan wajahmu. dari puingan masa yang putus asa. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Widuri. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. Kita duduk bersandingan. menyaksikan hidup yang kumal. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. Dan perlahan tersirap darah kita. Wahai.

dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia. bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. bau asap.Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 .

Kini Kami tersentak. Sukmaku gagap.karena dikhianati dewa keadilan. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Aku terkesiap. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. Putera-puteriku. ya. Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. Terbangun bersama.

Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. berjuta-juta burung kondor. dan menjawab dengan mengirim kondom. 78 . bergema di tempat-tempat yang sepi. di dalam usaha tak menentu. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. menoleh ke kanan. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. Dari pagi sampai sore. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. Di dalam marah menjerit. Burung-burung kondor menjerit. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. Beribu-ribu burung kondor. Para tani . Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. dan disana mendapat hiburan dari sepi.buruh bekerja.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. menanam bibit di tanah yang subur. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. bergerak menuju ke gunung tinggi. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. menggapai-gapai. menoleh ke kiri.

Yogya. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya. mematuki batu-batu.Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. mematuki udara. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 .

Wahai. pikir dan rasa 80 .. Wahai. dik Narti. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. penyair dari kehidupan sehari-hari. dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi.. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai. dik Narti. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya.Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan.

Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai. putri duyung. aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan.

protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung . menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 ..

mangu di kaki dewi kesenian bunga .kanak tanpa pendidikan termangu .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.bunga bangsa tahun depan berkunang .rumus asing diktat .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .dan delapan juta kanak .

Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar. ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. ketika dituduh ikut membakar buku segala. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. Tetapi. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Dalam berbagai opini-opininya di media. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. Semenjak Orde Baru berkuasa. banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. bukan menuntut 'pencabutan'.Tetapi beberapa hari kemudian. Katanya. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. Lubis juga mengatakan. Dia juga merasa difitnah. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. bawa ke forum terbuka. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. katanya. kata Mochtar Lubis. Kalau tidak cukup. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Tetapi di pihak lain. Bahkan menurut Joko Pekik. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. tambahnya. Katanya. meralat pemberitaan itu. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Pram. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya.

Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya.00. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pramoedya menderita diabetes. Berpulang Pada 27 April 2006. antara Belanda. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. Mereka hanya 89 . dan diabetes. Sastra. dan Tionghoa. orang Jawa secara umum.mana mereka mengalami kekerasan seksual. lalu kritis lagi.00. Bogor. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. Pram bersikeras ingin pulang. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Menurut laporan. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. kondisinya jauh lebih baik. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. ditambah komplikasi ginjal. dia kembali meminta pulang. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Tapi. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. sekitar pukul 19. kerajaan Jawa. Sabtu 29 April. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. begitu sampai di rumahnya. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. sesak napas dan jantungnya melemah. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pameran bertajuk Pram. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. Kondisi Pram memang sempat membaik. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. Meski masih kritis. Setelah sadar. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. dan dirawat di rumah sakit. Pada 12 Januari 2006. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. jantung. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. Pram sempat tak sadar diri.

Bakar saya sekarang. Namun. Wapres Jusuf Kalla." ujarnya.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Temasuk para anak muda fans Pram. artis Happy Salma. Gus Solah. antara lain dari KontraS. Saat itu. ketika ajal menjemput. pukul 05. sastrawan." katanya. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. Setelah itu. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. "Dorong saja saya.00. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. Ratna Sarumpaet. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. cucu. Goenawan Mohamad. Nurul Arifin dan suami. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. Jakarta Timur. pengurus DPD PDI Perjuangan.00. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut.30 WIB. Utan Kayu. Putu Wijaya. Terakhir. Pram sempat mengerang. 90 . Budiman Sujatmiko. lalu disalatkan. Jenazah dimandikan pukul 12. "Akhiri saja saya. dan cicitnya. Erry Riyana Hardjapamekas. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Tapi.00. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. Namun. Pada 30 April 2006 pukul 08. dan cendekiawan. Setelah itu. serta puluhan aktivis.00. Usman Hamid. dan lain-lain. Dewan Kesenian Jakarta. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02.

1999 91 . "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. AS. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people". New York. 1996 Doctor of Humane Letters. Belanda. dari Ramon Magsaysay Award Foundation. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. AS. Madison.Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. "for Journalism. 1989 Wertheim Award. Paris. AS. and Creative Arts. 1995 Ramon Magsaysay Award. Manila. Perancis. dari Universitas California. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. Leiden. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Perancis. 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. AS. Literature. his example to all who oppose tyranny. Filipina. Berkeley. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. and modern experience of Indonesian people". dari The Wertheim Fondation. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan.

AS. New York. Jerman. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. 2000 The Norwegian Authors Union. pemenang sayembara Balai Pustaka. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). Inggris. Zentrum. kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . AS. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. Swedia. Jepang. kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). Chili. 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. 2004 Centenario Pablo Neruda. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). Sepoeloeh Kepala Nica (1946). 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). Swiss. Pasar Baru. semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. hilang di tangan penerbit Balingka. ketika masih di Pulau Buru. Jakarta. 1987 Deutschsweizeriches PEN member. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). 1988 International PEN English Center Award. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947). Jakarta.New York Foundation for the Arts Award.

dilarang Jaksa Agung. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. (ed. (1995). dilarang Jaksa Agung. 1963. 1987. (1987). 1981 Anak Semua Bangsa (1981). (ed. 1985 Sang Pemula (1985). yang pernah diumumkan di berbagai media. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). dilarang Jaksa Agung. terbit sebagai buku. dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini.) Hadji Moekti. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). 1985 Hikayat Siti Mariah.Cerita dari Blora (1952). Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. 1995 93 . 1987 Rumah Kaca (1988).) Oei Tjoe Tat. antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). Jakarta. 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). Satu Percobaan (1964). bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. dilarang Jaksa Agung. 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional.

Daniel Mahendra. oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. dilarang Jaksa Agung. 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. dkk (Penerbit Malka) 94 . oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995). oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. oleh A.

O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Bandung. Writing from the World (Amerika Serikat). Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. Pada tahun 1979. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. Universitas Padjadjaran. 95 . Pada musim panas 1974. India). ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. negen moderne Indonesische dichters (1979). Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Thailand.

IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 . telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan.

Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai.MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh. Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 .

. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan. Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang.Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya.O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O. Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang.. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 .

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful