P. 1
Handout Sastra Indonesia

Handout Sastra Indonesia

|Views: 824|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhafa Pratama

More info:

Published by: Dhafa Pratama on May 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2014

pdf

text

original

HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. Memang Jodoh (autobiografi). mulai dipergunakan oleh para penyair muda. Rinkes. Yamin. misalnya dimatikan oleh pengarangnya. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. pantun dan syair. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. sehingga merupakan angan-angan belaka. Sutan Pamunjtak. Beberapa karyanya 4 . 3. di antaranya: Siti Nurbaya.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. 1898. Nama-nama Dr. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. 1. Bercorak pasif-romantik. 2. b. seperti puisi lama.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. 2. Abas. 1893. pelaku utama senantiasa kandas. Si Jamin dan Si Johan. Menilik bentuknya. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya. Dr. c. Mempergunakan bahasa Melayu baru. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama.A. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. 3. 1.A. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. lebih-lebih pada masa sekarang. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. Agak dinamis. Anak dan Kemenakan. A.J. G. Drewes dan K. adalah sebagai berikut: 1. D.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. misalnya kawin paksa. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh.

Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. 4. Katak Hendak Menjadi Lembu. dan Cinta Tanah Air. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. Ceti Penjual Orang. Sariamin Sariamin. Si Cebol Rindukan Bulan. Karyanya antara lain: Salah Asuhan.antara lain: Salah Pilih. 1909. 7. Neraka Dunia. 1904. Kasih Tak Terlerai. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. Lahir di Talu Lubuksikaping. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. Tebusan Darah. dan Cita-Cita Mustafa. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. Dia bekerja di Balai Pustaka. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat. 5 . 1895. Percobaaan Setia. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. Hang Tuah. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Si Dul Anak Betawi. 9. 4. dan Kasih Tersesat. 8. Menebus Dosa. Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. di Singaraja. Hulubalang Raja. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Karyanya antara lain: Ni Rawit. 6. 5. Mencari Pencuri Anak Perawan. Karena Mertua. I. bernama samaran Selasih atau Selagari.dan Pengaruh Keadaan. dan Dewi Karuna.dan Robert Anak Surapati. Sukreni Gadis Bali. Anak Nelayan. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Penemuan Jodoh. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. (1914-1953).

Muda Teruna. 15. 16. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. 1. Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi). roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. 14. 2. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia.10. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. dan Asmara Jaya (roman). Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). 13. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). kumpulan puisi baru karya Moh. Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah). Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. Tanah Air. Darah Muda (roman). Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara).dan Karena Kerendahan Budi. Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. 11. Yamin SH. Siti Nurbaya. Jadi. yaitu: 1. Sengsara Membawa Nikmat. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. 12. 6 .

bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. J. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. Seperti diketahui. 2. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru. Lain halnya dengan Hamka. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru. Misalnya Achdiat K. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. Tatengkeng. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. lebih 7 .1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. dan Sutan Takdir Alisjahbana. Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan.E. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. yaitu Amir Hamzah. Armijn Pane.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. bukan saja mengenal.

Pilihan kata. 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. yaitu Al-Manfaluthi. Bercorak romantik/idealistis. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. Aoh Kartahadimadja. Adinegoro. Ditilik bentuknya. melainkan perjuangan 8 . Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. Dinamis 2. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. Mereka berlomba-lomba. A. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. cukup beberapa bait saja.M. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. dan Karim Halim. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Hasjemi. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. Mozasa. Daeng Myala. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. A. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu. 3. b.

1941) 9 . 1929) b. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. Karya-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. 1941) d. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908. Ia keturunan bangsawan. 2. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. Tak Putus Dirundung Malang (roman. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. Puisi Baru (1946) 2. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. Mulo di Medan.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. 1931/1952) g. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). dan meninggal pada bulan Maret 1946. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Puisi Lama (1942) h. Buah Rindu (kumpulan sajak. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. AI (bagian Sastra Timur) di Solo. 1936) f.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. Layar Terkembang (roman tendenz. dan Jakarta AMS. 1936) e. 1932) c. Dian Tak Kunjung Padam (roman. 1937) b. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah.

Setelah menamatkan Volkschool. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. Kertajaya (sandiwara. 1939) d. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. Muhammad Yamin. Pada tahun 1928. Karya-karyanya antara lain: a. 1932) e. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam. 14-11-1905. 1940) 4. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. 1933) f. kemudian HIS Adabiyah di Padang. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. Puspa Mega (kumpulan puisi. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Prof. 23 agustus 1905. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. 1931) d. SH. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta.c. dan Tanjungbalai. SH. 1926) b. Karya-karyanya antara lain: a. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. 1922) b. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. Sibolga. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). dilahirkan di Sawahlunto. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. 1927) c. HIS dan Normaalschool. Tanah Air (kumpulan puisi. 1928) a. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. Muhamad Yamin. Sumbar. Setanggi Timur (kumpulan sajak. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Manusia Baru (Sandiwara. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Madah Kelana (kumpulan puisi.

1941) c. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. Sumatera Barat. 1934). Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Gajah Mada (roman sejarah. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. Keadilan Illhi 11 . Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. 1950) j. Karya-karyanya bercorak religius. Dia putera Dr. 19 Oktober 1907. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. 1951) e. Merantau ke Deli (kisah. Tuan Direktur (1939) i. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. Tatengkeng Lahir di Kalongan. lalu ke KHS Kristen di Solo. 6. 16 Februari 1908. Ayahku (biografi) f. Sangihe. Abdul Karim Amrullah. H. 1938) g. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. Dipenogoro (roman sejarah. 1950) b. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d.E. Tan Malaka (19’45) e. 1934) a. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. 1957) 5. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. J. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal. Karyanya antara lain: a.1939) h. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. 1939) d. 1934) f. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. Karena Fitnah (roman.d. Ia lahir di Maninjau. Kemudian pindah ke Bandung. Ia pujangga Islam yang produktif.S Tjokroaminoto.O.

Ia berpendidikan SR. ELS. 1953) c. Karyanya antara lain: a. 1935) b. adalah nama samaran dari Asmara Hadi. Setelah menjadi guru. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. Ipih Ipih atau H. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. Soekarno di Endeh. 1941) b. dan Normaalcursus di Malang. dan pindah ke Nias. Revolusi Agama 7. Minahasa. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Karyanya antara lain: a. Lembaga Hidup m. Surabaya. Bengkulu. serta Mulo Taman Siswa Bandung. 1931) c. Pendidikannya di HIS Bengkulu. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. Lembaga Budi l. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi.R. 18 Agustus 1908. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. tanggal 5 September 1914. HIS Sirmadidi.k. dan menamatkan di Solo. 1940) b. M. Tapanuli Selatan. Syair Untuk Aih (sajaka. Mulo Jakarta. Stofia Jakarta pada tahun 1923. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. Sajak-sajak dalam majalah 9. Lahir di Muarasipongi. Kemudian pindah ke Radio Makasar. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Bandung. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur. 2 November 1909. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. 1937) 12 . 1935) 8. Dia lahir di Talo. Karya-karyanya antara lain: a. Pahlawan Minahasa (roman.R. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. Belenggu (roman jiwa. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. HKS Bandung. Ia berpendidikan HIS. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka.

Hasjmy A.A Kartini. Mozasa. Myala. nama sebenarnya A. Rustam Effendi Lahir di Padang.d. 1957) g. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. 1943) f. 1922) b. Aceh. Wishnu Wardhana (drama. 28 Maret 1912. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. 1940) 12. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. 1922) 11. nama samaran A. Dewan Sajak (kumpulan sajak. 16. Karya-karyanya antara lain: a. 14. Lukisan Masa (sandiwara.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. Lahir di Seulimeun. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. 18 Mei 1905. A. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. 15. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak. Kintamani (roman) b. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. 1938) 10. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi.M. Bebasari (sandiwara bersajak. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. Rivai. 1936) b. Karyanya antara lain: a. 1939) e. Ratna (sandiwara. DG.

Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. Baru pada tahun 1948. Angkatan Chairil Anwar. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. St. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. Angkatan Kemerdekaan. dan lain-lain. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. 14 . Sanusi Pane.Takdir Alisjahbana.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. yaitu Angkatan Pujangga Baru. Masa Chairil Anwar masih hidup. Meskipun namanya sudah ada. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. di antaranya Pramoedya Ananta Toer. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Tiga Menguak Takdir. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. Setelah terjadi G 30 S/PKI. Australia. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. filsafat. yang ditulis dalam penjara diumumkan. Laut (sajak) f. c. Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. esai. Atheis (roman) b. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). pelopor Angkatan ‘45. Polemik Kebudayaan (esai) d. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. 2 Februari 1925. Sine Nomine (cerpen) d. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. tasawuf. 7. kritik.c. menerjemahkan. Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. dan kemasyarakatan. Buku dan Penulis (kritik) e. skenario film. Chairil-Asrul-Rivai. Pancaran Hidup (sajak) 6. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). dan lain-lain. serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. yaitu ketika cerpennya Blora. Selain menulis sajak. Karya-karyanya antara lain: 18 . Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. Karya-karyanya antara lain: a. Bentrokan Dalam Asmara (drama). Ketiga penyair itu. ia pun menulis cerpen.

Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Sayang Ada Orang Lain f. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. Perburuan (1950) f. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Si Jamal (cerpen) e. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Manusia Indonesia h. Perempuan (cerpen) f. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. terutama aksi polisional Belanda. Tanah Gersang (novel) d. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. 7 Maret 1922. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Karya-karyanya antara lain: a. Maut dan Cinta (novel) i.a. Manusia Iseng e. Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. Tjerita dari Blora (1963) 9. Tak Ada Esok (roman) b. Awal dan Mira (1952) d. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Karya-karyanya antara lain: a. Suling (1948) b. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. Di Langit Ada Bintang 19 . Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Bunga Rumah Makan (1948) c. Bukan Pasar Malam (1951) b. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun).

Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Saat yang Genting h. Karyany-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. Tempat Yang Kosong g. Kapal Udara ( puisi ) 20 . Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. Mekar Melati h.g. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Penuh Rahasia ( puisi ) c. “Api”. bangsa. Selamat Jalan Anak Kufur 11. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. dan agama. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Abu Hanifah. Asokamala Dewi (cerpen) c. Tinjaulah Dunia Sana b. Pesanku (sandiwara radio) i. Karya-karyanya antara lain: a. Kita Berjuang d. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. tanpa menghilangkan ketimurannya. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. dan “Liburan Seniman”) e. Dokter Rimbu (roman) c.

Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial.B. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. Gema tanah Air (H. 1924. 21 . Karya-karyanya antara lain: a. Raja Kecil. 1979). Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. 1975). Siapa? 3. Berpisah b.5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. Karya-karyanya antara lain: a. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu.14. Sebagai contoh. Jassin. Manusia Baru (sajak) d. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru. Radio Masyarakat (cerpen) b. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). tetapi menyebut dirinya “aku”. dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Seruan Nafas (sajak) 15. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). Lukisan (sajak) e. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru.

4. Jasin. yaitu: a. yang berkonsep sastra realisme sosialis. Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). b. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45. Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. dari angkatan sebelumnya (’45). Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya.2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. 3. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1.B. Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. setelah melalui masa-masa kegonjangan. Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . melainkan merupakan survival. tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. 2.

kedudukannya tidak menentu. cerpen. c. Sampai tahun 1950-1955. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. karena masuk ke dalam politik praktis. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. kemudian di majalah orang dewasa. Cari Mauatan (kumpulan sajak.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. Majalengka. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. d. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. c. 1938. dan Pudjangga Baru. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. 1956) b. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. b. Mimbar Indonesia.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. b. Zenith. Oleh sebab itu.sastra. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. Corak karya cukup beragam. Karya-karyanya antara lain: a. yang berakibat macetnya 4. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. 4. Ditengah keluarga (1956) 23 . karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a.

Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. NH. Pertemuan Kembali (1960) d. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. Bianglala (kumpulan cerita pendek. 17 November 1924. Setelah menamatkan SMA 1956. Kemarau (novel. Rasa Sayange (1961) 24 . Ia keluaran INS Kayu Taman. 1950) d. 1963) c. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. lalu masuk kursus stewardess. Dini NH. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. Dua Dunia (1950) b. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. lahir 29 Pebruari 1936.c. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. 1956) g. Karya-karyanya antara lain: a. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar. Dini. 1967) 3. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. Karya-karyanya antara lain: a. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Hati yang Damai (1960) 6. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. kemudian bekerja di GIA Jakarta. Pesta (kumpulan sajak. Karya-karyanya antara lain: a.1958) h. 1956) 2. 1963) b. 1958) b. 15 Juni 1931. Perjalanan Pengantin (prosa.

Kejantanan di Sumbing (1965) c. 16 Maret 1927. 1959) 8. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an. mendapat hadiah dari BMKM) b. Salju. 21 Oktober 1924. cerita pendek. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. 1955) e. Dalam sajak 9. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. Hotel. Dia adalah angkatan ‘45. Yerna (terjemahan dari Lorca.H Lahirkan di Bandung. Titis Basino Karyanya antara lain Dia.c. 1963) 7. pengarang Spanyol. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. Daerah perbatasan e. 1953) d. 1963) 25 . Jaman Baru (kumpulan sajak) f. Simphoni (sajak. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek. Ramadhan K. 1954) c. mendapat hadiah BMKM) c. 10. Karyanya berupa sajak. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. Karya-karyanya antara lain: a. 1958. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. 1957) b. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. Karya-karyanya antara lain: a. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. Surat Keputusan (cerpen. Api dan Sirangka b. Perawan Tua (cerpen) d. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara. Tiga Kota (1959) d.

1951/1957) b. Dia menamatkan SMA tahun 1947. 12 Oktober 1929. 1935. 1950-1955) b. Karya-karyanya antara lain: a. SMA Bandung 1950. 13. 1958) 12. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. 25 April 1927. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. Persetujuan dengan Iblis c. Kubur Tak Bertanda (1955) d.11. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. Alexander Leo Lahir di Lahat. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. Di Medan Perang (1962) d. Cirebon. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. 1958) c. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Karya-karyanya antara lain: a. Pagar Kawat Berduri. Karya-karyanya antara lain: a. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. Pendidikannya SMA Malang 1945. Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. Angin Laut (kumpulan cerita pendek. 1955) b. Combat Intelligence. Elsa (kumpulan sajak. Mulo Bandung 1948. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). 5 Desember 1929. Suara (kumpulan sajak. dan Fakultas Hukum UI. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. 26 . Hitam Atas Putih (1959) 14. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. Kesatuan Komando.

18. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta.Karya-karyanya antara lain: a. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. Api (kumpulan cerita pendek. Pulang (novel. Kabut Rendah (1968) 16. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). d. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. 1958) b. 1951) b. 27 Agustus 1932. b. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. b. Malam Jahanam (drama. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a. 1930. Bukan Karena Kau (1968) d. Riono Praktikto Lahir di Semarang. Pendidikannya SMP 195. 1956) Mendung (Novel) 15. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. Karyanya-karyanya antara lain: a. c. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. Si Rangka (1958) 17.

Rendra Karya-karyanya antara lain: a. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. 11 Juni 1935. Titie Said Lahir di Bojonegoro. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. 1967) 21.S. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. Tetesan Embun (kumpulan sajak. Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. 1962) 23. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. 1936) c. Karya-karyanya antara lain: a. N. 18 Januari 1928. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. mendapat hadiah ke-2). 1961) c. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia.19. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. 20. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . W. mendapat hadiah ke-3) b. 1961) b. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. 24 Oktober 1937.

dan universal. Bulan Bujur Sangkar Taman Drama. Mimbar Indonesia. 29 . f. 4. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). Kering dan Merahnya Merah (1968). Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. esai. Dalam pandangan Iwan. dan drama. sistematis. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. h. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. liberalisme. Kisah (1953-1957). cerpen. Karya-karyanya antara lain: a. e. 1959) Ziarah. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. penyakit kebudayaan seperti etatisme.5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. dan Sastra (1961-1964).karyanya. RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. Siasat. g.

putra seorang wartawan berdarah Minang. 5. Jawa Tengah. Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. seperti Taufiq Ismail. Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972). Goenawan Mohamad. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan.2 Periode 70 dan Karyanya 1. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998).B. Mansur Samin. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. 25 Juni 1937. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Slamet Kirnanto. Asmarandana (1995). 29 juli 1941. Dibesarkan di Pekalongan. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an.1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. H. Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. dan sebagainya. 30 . Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. 2. Goenawan Mohamad Lahir di Batang. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam. Interclude (1973). Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66.

Ladang. 1930. Moeljanto. hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). sampai beliau menjadi pakar sastra. “sangat gramatikal”. Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). 3. Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. Panggilan kepenyairanya sangat kental. Akuarium (1974). Mata Pisau (1974). dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. Angin. sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. 4. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. Sihir Hujan (1989). Pelabuhan. dan “sangat lembut”. Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). Pernah menjadi guru SLTP. Setahun kemudian. dan Langit (1971). Perahu Kertas (1984). Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. 31 . dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973). Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971).S. dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas).Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. 1945) dan Buku Puisi (1973). namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). SMU. dan STM. Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api.

Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). verifikasi. 1981). Kumpulan puisinya berjudul O. Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). Selain itu. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Kumpulan puisinya Riwayat (1967). 8. Sutardji lahir di Rengat. 28 Februari 1954.5. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. bunyi. Meditasi (1976). 7. Sajak Sikat Gigi (1978). uaitu puisi konkret dan mantra. 6. Riau. dan tipografi. kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. Apip Mustopa Lahir di Garut. ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). 32 . Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. dia pernah tinggal di pulau penang. Rudi Jalak Gugat (1982).M. Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). Laut Belum Pasang (1972). Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. Selain itu. dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. Jawa Barat. 23 April 1938. Abdul Hadi W. Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. Amuk Kapak (1981). 24 juni 1941. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan.

Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. 33 .9. dan Madura Aku Darah-Mu (1999). Nenek Moyangku Air Mata (1985). Semerbak Mayang (1997). Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985). Bulan Tertusuk Larang (1980). Cerulit Emas (1986). Zawami Imron Lahir di Sumenep. D. Bantalku Ombak. Selimutku Angin (1996).

novel. 6. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. Bahkan. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. khususnya seputar reformasi. cerpen. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000. cerpen maupun novel. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. cerpen. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. novelis. 6. yang bertemakan sosial-politik. naturalis.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda. ⇒ Bertema sosial-politik.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri.H. 34 . seiring dengan jatuhnya Orde Baru. seperti puisi. esais. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. Habibie lalu K.J. dan novel. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. tahun 2002. seperti Sutardji Calzoum Bachri. romantik. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. cerpenis. Seratus lebih penyair. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi.

feminisme. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. Kendal. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . Tahun 2003. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna. ⇒ Adanya sastra bertema gender. masih mewarnai tema karya sastra. termasuk adanya sastra koran. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). b. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. romantik. 2005. contohnya dalam H. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. perkelaminan. ⇒ Adanya sastra religi. dipahami pembaca.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. Paramadina Mulia. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu.U.⇒ Disebut angkatan reformasi. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. ⇒ Disebut angkatan modern. seks. 6. Pikiran Rakyat. Jakarta.

Sastra UI 36 .batak. 1982 Aku Kini Doa. 1986 Antologi Pesta Sastra. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta. 21 November 1968. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960. Pendidikan: Fak. 1996 Di Luar Kota.dayak sunda. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor. 1997 Di Atas Umbria. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri.ambon. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku.atau papua ? ah. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya.madura. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu.aceh. 1987 Kasidah Sunyi. 1995 Kota Hujan.cina. 1989 Ketika Kata Ketika Warna.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa.arab. 1999 b.

Heteronormatifita dan Falosentrisme). seorang gadis cacat mental. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. Forum Keadilan. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. Editor dan Detik di masa Orde Baru. 78). dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. 37 . Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya.” (Katrin Bandel. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. Novelnya yang pertama yaitu Saman. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. pagar. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. tihang listrik. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. sudut tembok. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. melibatkan. Saman 71-72). Selain itu. Tak lama setelah penutupan Tempo.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. Matra.

Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. Matahari yang Mengalir (1990). Kill the Radio (2001). ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. lebih bebas. sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. kebebasan dan kemandirian.Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995). Yang Terdiam dalam Microfon (1990). Ia menulis sajak dan cerpen. bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. 19 Februari 1962 38 . Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. Nikah Ilalang (1995). Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). Kalung dari Teman (1999). juga ia mendirikan Indonesia Tera. Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. lebih cerdas. serta lebih culas. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). Kepompong Sunyi (1993). 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. intelektual. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. Yogyakarta. penerbitan. Jurusan Sastra Indonesia (1987). Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. perlawanan.

Tepi Waktu Tepi Salju (2004). Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. Selepas Kata (2004). Angsana (2007). kesunyian. Sehampar Kabut (2006). agama. Sekarang menulis puisi. Maut mengirim isyarat. esai. Secangkir Teh (2005). dan kesepian. prosa. kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. Dan aku terkejut. Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 . dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung.Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. politik. Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006.

Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. 2.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. psikologi. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. Ksatria. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. “Saksi Mata” (1994).S.A. dan Bintang Jatuh. M. Parahyangan dengan gelar sarjana politik. mitos. unik. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. 1. Putri. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. Dr. Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. religi. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . penelusuran nilai lewat sains. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). Putri. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). dan fiksi. “Penembak Misterius” (1993). N. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. Akar. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995). I. dan mengguncang. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya.

tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Andi Eriawan Always.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Salah satunya adalah Elekta. Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. 4. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir.hanya cinta yang bisa 7. Donny Dhirgantoro 5 cm 6. Filosofi Kopi 6. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5.5 Novelis Lainnya 1. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. 3. Adhitya Mulya Jomblo .Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Laila .

Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. sayang ? 3. Ratih Kumala Tabula Rasa 6. Danni Junus Ei tu ze . Chritian Simamora Macarin Anjing 13.7 Fenomena 1990-2000 a. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Andi Eriawan Ruang Rindu 15. Miranda Sihir Cinta 16. Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12.6 Kumpulan Cerpen 1. Icha Rahmanti Cintapuccino 10.Bukan Impian Biasa 11.9. Supernova 42 . Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan.

Dee meluncurkan novel keduanya. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah.Sebelum Supernova keluar. Supernova edisi Petir. b. Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. Bulan Maret 2002. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Tiga tahun berikutnya. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Novel yang laku 12. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Sastra Perkelaminan 43 . Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung. Salah satunya adalah Elekta. Putri dan Bintang jatuh. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Supernova satu: Ksatria. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Jendela Newsletter. Novel pertamanya yang sensasional. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. Sukses dengan novel pertamanya. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad. dirilis 16 Februari 2001.

tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. penyensoran. sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. atau tekad kreativitas kesusastraan. ajaran.Sejarah pun menggambarkan. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. misalnya). dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. nilai. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. dan pemberangusan. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. idealisme. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. 44 . penebar nilai kearifan kolektif. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. mendasar. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran.

Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. dan cacian. dan kekuasaan yang terusik egonya. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. moral. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. pujian. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. Sebab.*** Sumber: HU. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. 45 . dan pemberangusan. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. Argumentasinya mantap. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. Dan bagi masyarakat. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. kritik sastra kita. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. pencekalan. juga pemenang dan pecundang. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. politik. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. sudah mati.Secara politis. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. Pendeknya. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. terkutuk.

Ia menyiapkan argumentasi. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. juga punya asumsi yang sama. dalam penilaian Katrin. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. merujuk teori. menyoroti dua novel Ayu Utami. memang. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. Dan sepanjang delapan tahun ini. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Ada terasa argumentasi yang mantap. Sebab. Dia. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. di mata Katrin.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. Katrin Bandel. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas.Aktivis sastra cyber. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. Saut Situmorang. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. Saman dan Larung. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya.biasa saja. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca. Sementara itu. misalnya. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. ternyata biasa. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Dinar Rahayu. Para penulis yang dipuji. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk.” tulis Katrin. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka.

cerita yang biasa saja. kalau perlu. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. Alih-alih habis. Jerman. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. sejarah.pelbagai segi: politik. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. dan seterusnya. EM Forster. Perulangan debat semacam ini. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. dan sastra siber. rangsangan semacam itu sangat perlu. Menurut Budi Darma. bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. tema-tema pascakolonial. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. Ia menyampaikan perspektif dengan. kejiwaan. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. Sebaliknya. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. Karena itu. nasionalisme. teori komunisme. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. mencari pijakan teorinya. Lagipula. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris.

malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya. memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. yang boleh dikata." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. Sam Abede Pareno. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. d. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. Bedanya. Demikian juga sebaliknya. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral. sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. juga menghadirkan Prof. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. untuk Indonesia. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. serta sastrawan Akhudiat. Zoya Herawati. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. Kamis (29/6). 48 . Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. Kata Zoya lagi. Sebuah otokritik dari seberang.untuk mendukungnya. Khusus untuk perempuan. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Dr. "Memang. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. Sementara itu. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. Prof Dr. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. Kemungkinan lain. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo." papar Sam. Meski begitu. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. yang mengingatkan.

Masih menurut Sam. harta. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah. seimbang. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. Padahal. 49 . dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. bahkan lebih indah dari aslinya. dan seks.Turlan Siagian : Ksatria. 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong . Sastra Seleb 1.Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. Karena itu. Karena itu. dan menyeluruh. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). itu bukanlah pemberontakan. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan.*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. Puteri." alasannya. sastra yang sejati merupakan karya yang adil. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan.

12062001 3. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya. sayang? (kumpulan cerpen) 50 .Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia. Namun demikian. sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi.

2001. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Jassin. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai.2003.co. M. 1995. www. Rahmat Djoko. Chairil. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dan Penerapannya. Pradopo. PT.id 51 .DAFTAR PUSTAKA Alami. Meilani dkk. Intan Wikipedia Indonesia. H. Sri P. Ambary. Anwar. Depok: Indonesia Tera. Happy.cybersastra. 2005. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia.wikipedia. Aku Ini Binatang Jalang. Metode Kritik.2004. 2000. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Rieke Diah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ajip. 2003. Luqman. Budianta. Hastuti. Jakarta: Gramedia. Pitaloka.B. Jakarta: Pustaka Utama.. Beberapa Teori Sastra. Waluyo. Pendekatan Teori.E. Bandung: Djatnika. Membaca Sastra. Intisari Sastra Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.1967.1993. Bandung: Pena Media. Bandung: Putrabardin. Rosidi. Apresiasi Puisi. Herman J. Abdullah. Haqani. Bandung: Pionir Jaya. 2003. Suhendar. 1983.com www.H.Ringkasan Sejarah Sastra Modern.

26 Juli 1922 — Jakarta. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.B. Chairil Anwar (Medan. terjemahan karya John Steinbeck 52 . Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. ia dinobatkan oleh H. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Jakarta. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). diedit oleh Pamusuk Eneste. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak.

State University of New York Press. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. 1983) 53 . 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. antara lain bahasa Inggris. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. Universitas Hasanuddin.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Fakultas Sastra. Abdul Kadir Bakar. 1953) Boen S. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. B. 1972). 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. Jassin. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. (Jakarta: Gunung Agung. Chairil Anwar. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. Auckland. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. Nababan.S. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel. pelopor Angkatan '45. disertai kumpulan hasil tulisannya.U. Jassin (Singapore: University Education Press. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. Ohio: Ohio University. Center for International Studies. 1976) Arief Budiman. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Chairil Anwar. oleh Burton Raffel (Athens. 1976) Robin Anne Ross. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. oleh Donna M. Dickinson (Berkeley? California. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. 1976 H. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa.B. Jerman dan Spanyol. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. Indonesian poems. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. 1974) S. New Directions. Kementerian Pendidikan. Oemarjati. dengan bantuan H. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar.

Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. 1987) Pamusuk Eneste. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. 1995) Zaenal Hakim. 1996) 54 . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985) Sjumandjaya.Husain Junus. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi.

digarami lautmu Dari mulai tgl. No 297. 1954 55 . 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. Jilid 7.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu.

kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. Jilid 7. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. 1957 56 . kenanglah kami. Kami tidak tahu. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. No 16. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. Yang tinggal tulang diliputi debu.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Kenang. kenanglah kami Teruskan.

Th III.DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Sekali berarti Sudah itu mati. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. No. Lawan banyaknya seratus kali. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Pedang di kanan. 8 Agustus 1954 57 . Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya.

.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 . Waktu jalan..PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. No. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?.. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. terlucut debu. Th III. No.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Setan bertempik Ini sepi terus ada. 60 . Sepi menekan mendesak. Menanti. Tak bergerak Sampai ke puncak. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti.. Sepi memagut. Dan menanti. Lurus kaku pohonan.. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Sepi. Belum apa-apa Udara bertuba. Menanti.

di angin mendayu." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. Aku sendiri. bulan memancar. dia mati iseng sendiri. 1946 61 . sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. gadis manis. angin membantu. kalau 'ku mati. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Kapal. Di air yang tenang. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. rumah tua. Berjalan menyisir semenanjung. laut terang. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. pada cerita tiang serta temali. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. Tiada lagi. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat.

dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. rimba jadi semati tugu di Karet. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 . tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. di Karet (daerahku y. malam tambah merasuk. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku.a. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh.

di sekolah Katolik. S. Bukan hanya menulis. Universitas Gajah Mada. sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Ternyata akademi tersebut telah ditutup. 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.S. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. di samping sebagai dramawan tradisional. Solo. ternyata ia juga piawai di atas 63 . tidak berarti ia berhenti untuk belajar. SMA (1952). Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri.W. Yosef di kota Solo. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. Rendra Dari Wikipedia Indonesia. St. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. (Dialihkan dari W. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika.

dipentaskan ketika ia di SMP. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. Akan tetapi. Konfrontasi. Jepang dan India. The First New York Festival Of the Arts (1988). Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Angkatan 60-an. Bengkel Teater Pada tahun 1961. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. A. Basis. Berliner Horizonte Festival. New Delhi (1985). seperti Kisah. sepulang dari Amerika Serikat. Setelah itu. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Belanda. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. Seni. Jerman. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. World Poetry Festival. dan Tokyo Festival (1995). di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). di antaranya bahasa Inggris. Prof. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Berlin (1985). tetapi juga di luar negeri.panggung. Bhopal (1989). Anugerah Seni 64 . Kuala Lumpur (1992). antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. dan Siasat Baru. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. atau Angkatan 70-an. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Teeuw. Ia mementaskan beberapa dramanya. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. Vagarth World Poetry Festival. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. The Valmiki International Poetry Festival. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Yogyakarta. Melbourne. Spoleto Festival.

kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. dan Sunarti tak lama kemudian. dan Klara Sinta. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. The S. dan punya kesehatan yang terjaga. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. tutur Sito tentang Rendra. yang beragama Islam. Andreas Wahyu Wahyana. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006). Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. putri darah biru Keraton Yogyakarta. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Kontroversi Pernikahan. Ujung-ujungnya. Hadiah Yayasan Buku Utama. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. Peristiwa itu. Sejak itu. aktif. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Hadiah Akademi Jakarta (1975). Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. ditemani Sunarti. Dia dinamis. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Yogyakarta. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Penghargaan Adam Malik (1989). Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Daniel Seta. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. Tugas Jeng Sito. dan Sito menerimanya. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. Sarah Drupadi. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja.A. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. Dari Sitoresmi. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. katanya sambil mengutip ayat Quran. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. dinikahi seorang pemuda Katolik. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. Terhadap tudingan tersebut. 12 Agustus 1970. begitu panggilan Rendra kepadanya. tak pelak lagi. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai.E. Samuel Musa. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Itu Rendra! Itu Rendra!. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Naomi Srikandi.

dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles. dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare. aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 .Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare.

rasanya seperti minuman keras. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. "Bagaimana. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. ampun. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. BRA Sitoresmi Prabuningrat. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. Mereka memang dapat dikalahkan. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. Waktu itu. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. Dan bukan suatu kebetulan." Saya betul-betul merasa takut. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Bahkan. sehingga saya ingin berteriak. saya ini sudah memohon ampun. Dan. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. Bahkan. ya Allah. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Tetapi lebih dari itu. ampun. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. maka minuman keras menjadi air. saya selalu katakan. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. 67 . kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. istri. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. Ampun. saya telah malang-melintang di dunia teater. Bahkan. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas.Meskipun sudah menjadi orang Islam. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. Tetapi. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. Sebelumnya saya beragama Katolik. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. sampai saya bersendawa. Ken Zuraida. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. Sejak muda. malu. "Aduh. Bahkan tidak tanggungtanggung. ya Allah. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. kecut. minum di sana. dan juga materi. Bagi saga. dan juga marah. Sebagai penyair. Bagi saya. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. Minum di sini. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. Tetapi justru. saya memohon. Pergi Haji Ketika naik haji. Lirih. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu.

Adi Kurdi. (Albaz . Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. penuh terisi. Jakarta. Syu'bah Asa. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Tak pelak. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. gairah pengunjung tetap terasa. saya tidak akan meminum minuman keras lagi. Wascha Ah Wascha.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. (Koran tempo / Sita) 68 . Tak ada kue ulang tahun mewah. Riantiarno. Namun. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. dan keluarga dekatnya. hitam. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia. dan Jose Rizal Manua.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. Ya. Namun. Chaerul Umam. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum. sahabat. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Meski panggung hanya didominasi satu warna. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. para alumni Bengkel teater.co.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta .gemainsani. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. Penerbit Gema Insani Press website : http://www. Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. Sementara itu. Ratna Sarumpaet. Taman Ismail Marzuki. sastrawan besar Indonesia. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. Setelah ini. yang telah menginjak usia ke-70. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. Dengan gayanya yang khas. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut.mualaf. Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater. menjadi puncak acara malam itu. Selamat ulang tahun. Mas Willi. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra. N.

sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. dan Vignet Katakana. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Perjuangan Suku Naga. pada 1963. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Teguh Karya. The Chair. meski siratan isi lakon tetap sama. Informan. Minumnya air putih. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Panembahan Reso. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. guru kami. Setelah pementasan Bip Bop. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. Belakangan. Chaerul Umam. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. kemudian. Intinya. Dia menggelar Isteri Yahudi. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. dan Selamatan Anak Cucu. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. Dalam pertemuan pada 1968 itu. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Sama sekali tak ada pola gerak. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. tapi. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Bip Bop. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. Rambate-Rate-Rata. Geger tentu saja. 69 . Rendra pada April 1968. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. Makan siang terpaksa bantingan. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. antara lain pentas ulang Oidipus. setelah Bip Bop.Rendra dimata N. Piip. Di Manakah Kau Saudaraku. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. Dunia Azwar. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Amak Baldjun. Rendra menjadi bintang yang menawan. ikut pentas teater minikata. Rendra mengakui. Sebelum ke Amerika Serikat. ternyata dialah sang pemenang. Yang menarik. dan Syubah Asa. Sekda. dan Lysistrata digelar. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. yang mulai cemas. terjemahan karya Bertolt Brecht. dengan mengambil tema tertentu. Sulaiman. Macbeth. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. sangat memukau.S. Begitu juga Putu Wijaya. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. langsung dari keran wastafel hotel. Nomor-nomor yang disajikan. dan Mencari Keadilan. Beberapa hari kemudian.

Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. bentuk teater rakyat. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Arifin C. Indah. tanpa uang. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. para seniman bergiliran bicara. Lewat kiprah Rendra. Segera saja Rendra menjadi ikon. Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. saya banyak menyerap dari Rendra. Permata mulia. tanpa jengah. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. Pikiran-pikirannya tajam. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. secara tak langsung. Dan kepada Rendra. Dalam penulisan. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. "berharga". Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. tapi. Ini perkembangan yang menarik dan penting. Sekda. ketoprak. dan Goenawan Mohamad. seniman besar. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. dan milik masyarakat luas. seakan tidak memiliki masa depan pula. Tapi daya hidupnya tak pernah padam.Dalam Perjuangan Suku Naga. saya berguru kepada Asrul Sani. terlunta. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. tanpa rasa takut. Memukau. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. Noer. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. (Koran Tempo) 70 . saya berguru. Tapi dia tak pernah jera. teater menjadi lebih prestisius. 7 November 1935). Rendra. kemudian. juga pelarangan pentas puisi Rendra. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. ternyata dialah sang pemenang. Rendra adalah empu yang mumpuni. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Milik Indonesia. dan Panembahan Reso. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus.

Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. Eugene Ionesco. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). Jakarta. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. antara lain di Gedung Kesenian. sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri. Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. Ketika duduk di SMA pada 1952. Rendra sudah mulai bersajak. dan produser. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. Karya-karyanya. George Bernard Shaw. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. Shakespeare. Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. dengan sangat mengejutkan penonton. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. John Galsworthy dan Sophokles).l. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. produser dan pemain utama. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). pemain utama. Yassin. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.B. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". tetapi juga di negara Barat dan sosialis. Sejak duduk di SMP. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. Amerika Serikat. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. 71 . Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. Korea atau Rusia. yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. Belanda dan bahasa Eropa lain.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. terutama puisi-puisinya.

Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Memprihatinkan. Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. 72 .Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Depok. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. teman sekolah WS Rendra di Solo. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. khususnya di seni drama. Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Penulis adalah wartawan senior. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung.

Sajak Burung-Burung Kondor 15. Sajak Matahari 20. Hai. Sajak Kenalan Lamamu 18. Pamplet Cinta 11. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Kamu ! 6. Sajak Sebotol Bir 27. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Gerilya 4. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Gugur 5.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Sajak Bulan Purnama 14. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Anak Muda 12. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Ibunda 17. Sajak Seonggok Jagung 28. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Lagu Seorang Gerilya 7. Sajak Potret Keluarga 24. Orang-orang Miskin 10. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Sebatang Lisong 26. Sajak Tangan 32. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Tahanan 73 . Sajak Mata-mata 19. Sajak Pulau Bali 25. Sajak SLA 31. Lagu Serdadu 8.

aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah. apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 .Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma.

Joki Tobing. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Nusantara Film. Jakarta. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Wahai. Usaplah wajahku. Nusantara Film. menyaksikan hidup yang kumal. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Widuri. Wahai. melihat sekuntum bunga telah mekar. kuseru kamu. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. wajah-wajah nelayan keruh. Di atas debu kemiskinan. dari puingan masa yang putus asa. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. Kita duduk bersandingan. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. membangkitkan keangkuhanku. aku berdiri menghadapmu. Jakarta. Ciliwung keruh. Dan perlahan tersirap darah kita. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Joki Tobing. aku terkenang akan wajahmu.

Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang. bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 . bau asap.

Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan.karena dikhianati dewa keadilan. ya. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Aku terkesiap. Kini Kami tersentak. Sukmaku gagap. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . Terbangun bersama. Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. Putera-puteriku. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga.

dan menjawab dengan mengirim kondom. berjuta-juta burung kondor. 78 .buruh bekerja. Burung-burung kondor menjerit. Para tani . rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. menggapai-gapai. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. Beribu-ribu burung kondor. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. menoleh ke kiri. Di dalam marah menjerit. menanam bibit di tanah yang subur. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. di dalam usaha tak menentu. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. Dari pagi sampai sore. menoleh ke kanan. bergerak menuju ke gunung tinggi. dan disana mendapat hiburan dari sepi. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. bergema di tempat-tempat yang sepi. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.

Yogya. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 . dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. mematuki udara. mematuki batu-batu.

dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. pikir dan rasa 80 .Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. dik Narti. Wahai. dik Narti. Wahai. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. penyair dari kehidupan sehari-hari. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi... orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan.

putri duyung. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan. Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai.

Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair .penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung . menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana ..

mangu di kaki dewi kesenian bunga .bunga bangsa tahun depan berkunang .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus .dan delapan juta kanak . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .kanak tanpa pendidikan termangu .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.rumus asing diktat .

ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar.

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Pram. bukan menuntut 'pencabutan'. Lubis juga mengatakan. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. kata Mochtar Lubis. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. tambahnya. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri.Tetapi beberapa hari kemudian. Dia juga merasa difitnah. meralat pemberitaan itu. Dalam berbagai opini-opininya di media. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. bawa ke forum terbuka. banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. Tetapi. ketika dituduh ikut membakar buku segala. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. Tetapi di pihak lain. Bahkan menurut Joko Pekik. Semenjak Orde Baru berkuasa. katanya. Katanya. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya. Katanya. Kalau tidak cukup.

Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. Pramoedya menderita diabetes. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. dan dirawat di rumah sakit. Kondisi Pram memang sempat membaik. Mereka hanya 89 . di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. Setelah sadar. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. kerajaan Jawa. Sabtu 29 April.00. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. begitu sampai di rumahnya. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok.00. lalu kritis lagi. kondisinya jauh lebih baik. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. dan diabetes. Sastra. Meski masih kritis. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. Pram bersikeras ingin pulang. dia kembali meminta pulang. Pameran bertajuk Pram. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. Menurut laporan. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. orang Jawa secara umum. Pada 12 Januari 2006. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Pram sempat tak sadar diri. antara Belanda. dan Tionghoa. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Berpulang Pada 27 April 2006. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. jantung. sesak napas dan jantungnya melemah. Tapi. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. ditambah komplikasi ginjal.mana mereka mengalami kekerasan seksual. sekitar pukul 19. Bogor. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi.

menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Setelah itu. Wapres Jusuf Kalla. sastrawan. ketika ajal menjemput. Pram sempat mengerang. Namun.00. lalu disalatkan. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. dan cendekiawan. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. Jenazah dimandikan pukul 12. antara lain dari KontraS. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Goenawan Mohamad. "Akhiri saja saya. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03. Jakarta Timur. Gus Solah. dan lain-lain. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak.00. Dewan Kesenian Jakarta. Namun." katanya. Putu Wijaya. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Nurul Arifin dan suami." ujarnya.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. artis Happy Salma. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram.00. serta puluhan aktivis. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Usman Hamid. 90 . dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. pengurus DPD PDI Perjuangan. cucu. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. Budiman Sujatmiko. Bakar saya sekarang. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. pukul 05. "Dorong saja saya. Tapi. Ratna Sarumpaet. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00. Pada 30 April 2006 pukul 08. Saat itu. Temasuk para anak muda fans Pram. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26. Terakhir. dan cicitnya. Erry Riyana Hardjapamekas. Utan Kayu. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Setelah itu. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang.30 WIB.

1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. New York. 1999 91 . and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. and modern experience of Indonesian people". AS. Berkeley. Manila. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. Belanda. Paris. 1989 Wertheim Award. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. "for Journalism. 1996 Doctor of Humane Letters. dari Ramon Magsaysay Award Foundation. AS. Filipina. and Creative Arts. dari Universitas California. his example to all who oppose tyranny. 1995 Ramon Magsaysay Award. "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Perancis. Literature. Madison. AS. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people".Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. dari The Wertheim Fondation. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. Leiden. AS. Perancis.

Pasar Baru. Inggris. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. Jakarta. ketika masih di Pulau Buru. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). Swiss. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). 2004 Centenario Pablo Neruda. Sepoeloeh Kepala Nica (1946). pemenang sayembara Balai Pustaka. Swedia. 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. New York. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . Jerman. Chili. Jakarta. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. hilang di tangan penerbit Balingka. Zentrum. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). AS. Jepang. AS. 1987 Deutschsweizeriches PEN member.New York Foundation for the Arts Award. 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947). semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. 2000 The Norwegian Authors Union. kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). 1988 International PEN English Center Award.

terbit sebagai buku. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. 1985 Hikayat Siti Mariah. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). (1987). Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). dilarang Jaksa Agung. 1963. (1995). (ed. Jakarta. dilarang Jaksa Agung. yang pernah diumumkan di berbagai media. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini. antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung.) Hadji Moekti. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Satu Percobaan (1964). dilarang Jaksa Agung. bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. dilarang Jaksa Agung. 1987. 1995 93 . 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954).Cerita dari Blora (1952). 1985 Sang Pemula (1985).) Oei Tjoe Tat. (ed. 1987 Rumah Kaca (1988). 1981 Anak Semua Bangsa (1981). tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung.

Daniel Mahendra. oleh A. oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. dilarang Jaksa Agung. dkk (Penerbit Malka) 94 . oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995).

Thailand. Universitas Padjadjaran. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. negen moderne Indonesische dichters (1979). Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. India). Pada musim panas 1974. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. Bandung. Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. Writing from the World (Amerika Serikat). Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Pada tahun 1979. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. 95 .

telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan.IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 .

Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 .MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai.

Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang.Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 .O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan...

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->