HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. sehingga merupakan angan-angan belaka. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. D. 1893. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama. Yamin. c. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. 1898. seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. 2. Rinkes. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. Sutan Pamunjtak. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh. Menilik bentuknya. adalah sebagai berikut: 1. Dr. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. A. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. lebih-lebih pada masa sekarang. G. Mempergunakan bahasa Melayu baru. pelaku utama senantiasa kandas. misalnya dimatikan oleh pengarangnya. Abas.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. b. 2. seperti puisi lama. Memang Jodoh (autobiografi). Si Jamin dan Si Johan. pantun dan syair. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. di antaranya: Siti Nurbaya. Bercorak pasif-romantik. 1.A. Beberapa karyanya 4 .J. 3. misalnya kawin paksa. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. Drewes dan K. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. 1. 3. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. Anak dan Kemenakan. Agak dinamis.A. Nama-nama Dr.

Mencari Pencuri Anak Perawan. 1909. 6.antara lain: Salah Pilih. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. Dia bekerja di Balai Pustaka. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. 7. dan Cinta Tanah Air. (1914-1953). Kasih Tak Terlerai. Karyanya antara lain: Salah Asuhan. Anak Nelayan. 4. 1895. 1904. Lahir di Talu Lubuksikaping.dan Robert Anak Surapati. I. Tebusan Darah. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Katak Hendak Menjadi Lembu. Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. dan Cita-Cita Mustafa. dan Kasih Tersesat. Karyanya antara lain: Ni Rawit. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. Si Dul Anak Betawi.dan Pengaruh Keadaan. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. Ceti Penjual Orang. Hulubalang Raja. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. Menebus Dosa. 4. 5 . 8. 5. dan Dewi Karuna. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. Sariamin Sariamin. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat. Percobaaan Setia. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. Hang Tuah. Penemuan Jodoh. Neraka Dunia. bernama samaran Selasih atau Selagari. Karena Mertua. Sukreni Gadis Bali. 9. Si Cebol Rindukan Bulan. di Singaraja.

kumpulan puisi baru karya Moh. Yamin SH. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. 6 . 11. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. Darah Muda (roman). Sengsara Membawa Nikmat. Jadi. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan. Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. Siti Nurbaya. Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). yaitu: 1. 1. Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara).dan Karena Kerendahan Budi. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. Muda Teruna. sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. Tanah Air. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. 14.10. dan Asmara Jaya (roman). Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah). dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). 2. 13. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). 16. 15. Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). 12. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi).

Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an. bukan saja mengenal. Lain halnya dengan Hamka. dan Sutan Takdir Alisjahbana. Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. Armijn Pane. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa. yaitu Amir Hamzah. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2.E. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. lebih 7 .2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. Seperti diketahui.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. Tatengkeng. Misalnya Achdiat K. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. J. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. 2. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu.

Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. yaitu Al-Manfaluthi. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek.M. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. 2. Dinamis 2. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. Pilihan kata. dan Karim Halim. A. cukup beberapa bait saja. Aoh Kartahadimadja. 3. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. A. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya. Daeng Myala. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu. melainkan perjuangan 8 . disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. Bercorak romantik/idealistis. b. Hasjemi. Ditilik bentuknya. Adinegoro. Mereka berlomba-lomba. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. Mozasa.

1936) e. Mulo di Medan. Puisi Baru (1946) 2. 1936) f. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. 1941) 9 .kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. 1931/1952) g. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. 1937) b. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Ia keturunan bangsawan. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. 2. Tak Putus Dirundung Malang (roman. dan meninggal pada bulan Maret 1946. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. 1929) b. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. dan Jakarta AMS. AI (bagian Sastra Timur) di Solo. Dian Tak Kunjung Padam (roman. 1941) d. 1932) c. Layar Terkembang (roman tendenz. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. Karya-karyanya antara lain: a. Puisi Lama (1942) h. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. Buah Rindu (kumpulan sajak. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah. Karya-karyanya antara lain: a. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura.

Setelah menamatkan Volkschool. HIS dan Normaalschool. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. Kertajaya (sandiwara. Muhamad Yamin. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. 1926) b. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. 1927) c. SH. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam. kemudian HIS Adabiyah di Padang. Karya-karyanya antara lain: a. 1939) d. dan Tanjungbalai. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. Prof. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. Madah Kelana (kumpulan puisi. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. Setanggi Timur (kumpulan sajak. Muhammad Yamin. Tanah Air (kumpulan puisi. Sumbar. 1928) a. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. 1940) 4. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). dilahirkan di Sawahlunto.c. Manusia Baru (Sandiwara. Karya-karyanya antara lain: a. Sibolga. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. 1931) d. Pada tahun 1928. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. 1933) f. 14-11-1905. 1932) e. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. 1922) b. 23 agustus 1905. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. SH. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. Puspa Mega (kumpulan puisi.

1950) j. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. Gajah Mada (roman sejarah. J. 1938) g. Sumatera Barat. 1939) d. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. Sangihe. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara.1939) h. lalu ke KHS Kristen di Solo. Dia putera Dr. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal. Merantau ke Deli (kisah. Tuan Direktur (1939) i. Dipenogoro (roman sejarah. Tatengkeng Lahir di Kalongan. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. 1951) e. Ia pujangga Islam yang produktif. Kemudian pindah ke Bandung. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD.d. H. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. 16 Februari 1908. 1934). Karyanya antara lain: a.S Tjokroaminoto. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. Ayahku (biografi) f. Abdul Karim Amrullah. 1950) b. 1957) 5. 1934) a. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. 1941) c.O. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. 1934) f. Tan Malaka (19’45) e. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. 6. 19 Oktober 1907. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Ia lahir di Maninjau. Karena Fitnah (roman.E. Keadilan Illhi 11 . Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. Karya-karyanya bercorak religius. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara.

Setelah menjadi guru. dan Normaalcursus di Malang. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Kemudian pindah ke Radio Makasar.R. 1940) b. 1953) c. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. Pahlawan Minahasa (roman. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Karya-karyanya antara lain: a. Syair Untuk Aih (sajaka. 1931) c. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. dan menamatkan di Solo. Lembaga Hidup m. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. 2 November 1909. Karyanya antara lain: a. Sajak-sajak dalam majalah 9. Revolusi Agama 7. HKS Bandung. Lahir di Muarasipongi. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. Mulo Jakarta. Lembaga Budi l. dan pindah ke Nias. Bandung.k. adalah nama samaran dari Asmara Hadi. Pendidikannya di HIS Bengkulu. Bengkulu. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. Dia lahir di Talo. Karyanya antara lain: a. 1941) b. Surabaya. HIS Sirmadidi. Soekarno di Endeh. ELS.R. M. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. 1935) b. 1937) 12 . Ipih Ipih atau H. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. Ia berpendidikan HIS. tanggal 5 September 1914. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. Ia berpendidikan SR. 18 Agustus 1908. 1935) 8. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. Tapanuli Selatan. Minahasa. Stofia Jakarta pada tahun 1923. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur. Belenggu (roman jiwa. serta Mulo Taman Siswa Bandung. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane.

A. Rustam Effendi Lahir di Padang. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. 1922) b. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. Bebasari (sandiwara bersajak. nama sebenarnya A. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. Ratna (sandiwara. 1936) b. DG. 18 Mei 1905. Aceh.d. Dewan Sajak (kumpulan sajak. Lukisan Masa (sandiwara.A Kartini. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Mozasa. 1957) g. 1938) 10.M. Wishnu Wardhana (drama. 1940) 12. Rivai. Lahir di Seulimeun. Myala. Hasjmy A. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. 1922) 11. Karya-karyanya antara lain: a. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. 16. Kintamani (roman) b. 1939) e. 1943) f. Karyanya antara lain: a. nama samaran A. 28 Maret 1912. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. 14. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. 15. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam.

tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. Baru pada tahun 1948. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Sanusi Pane. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. yaitu Angkatan Pujangga Baru. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. di antaranya Pramoedya Ananta Toer.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. Masa Chairil Anwar masih hidup. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian. Angkatan Kemerdekaan. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. dan lain-lain. 14 . Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama.Takdir Alisjahbana. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. Angkatan Chairil Anwar. St. Meskipun namanya sudah ada. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. 7. Laut (sajak) f. Pancaran Hidup (sajak) 6. dan lain-lain. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. Sine Nomine (cerpen) d. Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. yaitu ketika cerpennya Blora. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). dan kemasyarakatan. ia pun menulis cerpen. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. tasawuf. Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. Atheis (roman) b. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. skenario film. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. Chairil-Asrul-Rivai. Selain menulis sajak. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia.c. Tiga Menguak Takdir. Setelah terjadi G 30 S/PKI. Buku dan Penulis (kritik) e. Bentrokan Dalam Asmara (drama). yang ditulis dalam penjara diumumkan. Karya-karyanya antara lain: a. Polemik Kebudayaan (esai) d. Australia. Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. Ketiga penyair itu. kritik. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. pelopor Angkatan ‘45. 2 Februari 1925. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. filsafat. Karya-karyanya antara lain: 18 . menerjemahkan. c. esai.

Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Awal dan Mira (1952) d. Bukan Pasar Malam (1951) b. Bunga Rumah Makan (1948) c. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Manusia Indonesia h. Perburuan (1950) f.a. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Manusia Iseng e. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Karya-karyanya antara lain: a. Tanah Gersang (novel) d. terutama aksi polisional Belanda. Perempuan (cerpen) f. Tak Ada Esok (roman) b. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). Sayang Ada Orang Lain f. Di Langit Ada Bintang 19 . Karya-karyanya antara lain: a. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Suling (1948) b. Si Jamal (cerpen) e. Maut dan Cinta (novel) i. 7 Maret 1922. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. Tjerita dari Blora (1963) 9. Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia.

tanpa menghilangkan ketimurannya. Tinjaulah Dunia Sana b. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Selamat Jalan Anak Kufur 11. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Tempat Yang Kosong g. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film.g. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. Karya-karyanya antara lain: a. Mekar Melati h. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Kapal Udara ( puisi ) 20 . dan “Liburan Seniman”) e. Asokamala Dewi (cerpen) c. Karya-karyanya antara lain: a. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Dokter Rimbu (roman) c. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Karyany-karyanya antara lain: a. Pesanku (sandiwara radio) i. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. “Api”. bangsa. dan agama. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. Abu Hanifah. Kita Berjuang d. Saat yang Genting h. Penuh Rahasia ( puisi ) c.

Berpisah b. Karya-karyanya antara lain: a. 1979).14. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. Jassin. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c.B. 21 . Lukisan (sajak) e. Manusia Baru (sajak) d. Sebagai contoh. Seruan Nafas (sajak) 15. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru. Radio Masyarakat (cerpen) b. dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). 1924. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Siapa? 3.5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. Karya-karyanya antara lain: a. Gema tanah Air (H. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat. Raja Kecil. tetapi menyebut dirinya “aku”. 1975). Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis.

IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . yang berkonsep sastra realisme sosialis. 4. Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). dari angkatan sebelumnya (’45). yaitu: a. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45. 3. tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. setelah melalui masa-masa kegonjangan.2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. b. Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. Jasin. melainkan merupakan survival. 2. Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945.B. Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi.

Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. 1956) b. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. Cari Mauatan (kumpulan sajak. dan Pudjangga Baru. c. Mimbar Indonesia. Zenith. 4. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. Majalengka. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. kedudukannya tidak menentu. d. b. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Ditengah keluarga (1956) 23 . di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. Oleh sebab itu. Corak karya cukup beragam. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra.sastra. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. yang berakibat macetnya 4. cerpen. kemudian di majalah orang dewasa. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. karena masuk ke dalam politik praktis. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. Sampai tahun 1950-1955. b. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. 1938. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. c. Karya-karyanya antara lain: a.

Rasa Sayange (1961) 24 . Pesta (kumpulan sajak. 1963) c. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. Karya-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a.c. 15 Juni 1931. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. Hati yang Damai (1960) 6. lahir 29 Pebruari 1936. 1963) b. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. 17 November 1924. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. 1958) b. Bianglala (kumpulan cerita pendek. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. Dua Dunia (1950) b. 1967) 3.1958) h. NH. 1950) d. Setelah menamatkan SMA 1956. Dini NH. Ia keluaran INS Kayu Taman. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. Perjalanan Pengantin (prosa. lalu masuk kursus stewardess. kemudian bekerja di GIA Jakarta. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. Dini. Karya-karyanya antara lain: a. Pertemuan Kembali (1960) d. Kemarau (novel. 1956) g. 1956) 2. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar.

cerita pendek. 10. 1955) e. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. Ramadhan K. Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. Surat Keputusan (cerpen. Hotel. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. Daerah perbatasan e. 1963) 25 . mendapat hadiah BMKM) c. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. Tiga Kota (1959) d. 1953) d. Api dan Sirangka b. pengarang Spanyol. 1958. 1959) 8. Karyanya berupa sajak. Kejantanan di Sumbing (1965) c. Perawan Tua (cerpen) d. Yerna (terjemahan dari Lorca. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an.c. Salju. 1957) b. Karya-karyanya antara lain: a. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek. Simphoni (sajak. 1954) c. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. 16 Maret 1927. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. 21 Oktober 1924. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Dalam sajak 9. 1963) 7.H Lahirkan di Bandung. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara. Karya-karyanya antara lain: a. mendapat hadiah dari BMKM) b. Dia adalah angkatan ‘45.

Cirebon.11. Kubur Tak Bertanda (1955) d. 13. 12 Oktober 1929. Persetujuan dengan Iblis c. 25 April 1927. 1958) c. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. 1951/1957) b. Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. 5 Desember 1929. 1955) b. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. dan Fakultas Hukum UI. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. Suara (kumpulan sajak. 26 . Karya-karyanya antara lain: a. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Karya-karyanya antara lain: a. Elsa (kumpulan sajak. Di Medan Perang (1962) d. Pendidikannya SMA Malang 1945. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Kesatuan Komando. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. Pagar Kawat Berduri. Combat Intelligence. 1935. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). SMA Bandung 1950. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. 1950-1955) b. Dia menamatkan SMA tahun 1947. Hitam Atas Putih (1959) 14. Mulo Bandung 1948. Alexander Leo Lahir di Lahat. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. Karya-karyanya antara lain: a. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. 1958) 12. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. Angin Laut (kumpulan cerita pendek.

1958) b. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. Karyanya-karyanya antara lain: a. c. 18. Bukan Karena Kau (1968) d. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . Riono Praktikto Lahir di Semarang. 1951) b. Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek.Karya-karyanya antara lain: a. Api (kumpulan cerita pendek. 1956) Mendung (Novel) 15. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. 1930. d. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). 27 Agustus 1932. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. b. Pulang (novel. Si Rangka (1958) 17. b. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a. Pendidikannya SMP 195. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. Kabut Rendah (1968) 16. Malam Jahanam (drama.

N.S. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. mendapat hadiah ke-3) b. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. 1967) 21. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. Titie Said Lahir di Bojonegoro. W. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta.19. 18 Januari 1928. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. 1961) c. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. mendapat hadiah ke-2). Rendra Karya-karyanya antara lain: a. 1962) 23. Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. 24 Oktober 1937. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. Tetesan Embun (kumpulan sajak. 20. 1936) c. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. 11 Juni 1935. Karya-karyanya antara lain: a. 1961) b.

f. Siasat. 4. g. liberalisme.karyanya. Kering dan Merahnya Merah (1968). RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. esai. Dalam pandangan Iwan. sistematis. cerpen. Kisah (1953-1957). dan Sastra (1961-1964). e. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954).5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. Karya-karyanya antara lain: a. 29 . 1959) Ziarah. dan drama. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. Bulan Bujur Sangkar Taman Drama. dan universal. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. penyakit kebudayaan seperti etatisme. Mimbar Indonesia. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. h.

Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Goenawan Mohamad Lahir di Batang. putra seorang wartawan berdarah Minang. Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66.1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia.2 Periode 70 dan Karyanya 1. Asmarandana (1995). Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). Interclude (1973). 5. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia.B. Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. 29 juli 1941. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). Mansur Samin. Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972). Slamet Kirnanto. 2. Dibesarkan di Pekalongan. 25 Juni 1937. dan sebagainya. Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan. H. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. Jawa Tengah. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). 30 . seperti Taufiq Ismail. Goenawan Mohamad.

Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). 1930.S. 1945) dan Buku Puisi (1973). namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas). dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). Perahu Kertas (1984). dan Langit (1971). 31 . dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. Akuarium (1974). Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. dan “sangat lembut”. Pernah menjadi guru SLTP. sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. “sangat gramatikal”. Angin. 3. Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. Pelabuhan. Moeljanto. Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Panggilan kepenyairanya sangat kental. Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Mata Pisau (1974). Setahun kemudian. Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. SMU. Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. 4. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973). Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api.Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. Ladang. Sihir Hujan (1989). dan STM. sampai beliau menjadi pakar sastra.

kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan.M. Kumpulan puisinya Riwayat (1967). Meditasi (1976). Apip Mustopa Lahir di Garut. Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). 32 . Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. 23 April 1938. verifikasi. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Selain itu. 6. Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). Selain itu. Riau. Abdul Hadi W. Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). 28 Februari 1954. Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. Sajak Sikat Gigi (1978). dia pernah tinggal di pulau penang. Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). Rudi Jalak Gugat (1982). bunyi. Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. Kumpulan puisinya berjudul O. Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. uaitu puisi konkret dan mantra. Sutardji lahir di Rengat. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. 8. Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Amuk Kapak (1981). 1981). 7. Jawa Barat. dan tipografi. Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. Laut Belum Pasang (1972). 24 juni 1941.5.

Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985). Selimutku Angin (1996). Bantalku Ombak. D. Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Zawami Imron Lahir di Sumenep.9. Cerulit Emas (1986). Semerbak Mayang (1997). Nenek Moyangku Air Mata (1985). dan Madura Aku Darah-Mu (1999). 33 . Bulan Tertusuk Larang (1980).

J. 6. cerpen maupun novel. khususnya seputar reformasi. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. naturalis.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. Bahkan. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. Seratus lebih penyair. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. romantik. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. ⇒ Bertema sosial-politik. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda. Habibie lalu K. tahun 2002. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. 6. esais. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. novelis. seperti Sutardji Calzoum Bachri.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000.H. seperti puisi.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. novel. cerpenis. dan novel. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. 34 . yang bertemakan sosial-politik. cerpen. cerpen. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi.

sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York.U. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. perkelaminan. dipahami pembaca. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. Kendal. Paramadina Mulia. 2005. Tahun 2003. ⇒ Adanya sastra religi. seks. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. Jakarta. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. ⇒ Disebut angkatan modern. termasuk adanya sastra koran. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. romantik. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. masih mewarnai tema karya sastra. contohnya dalam H. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). 6. feminisme.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. ⇒ Adanya sastra bertema gender. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. b. Pikiran Rakyat. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia.⇒ Disebut angkatan reformasi.

batak.aceh.dayak sunda. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri. 21 November 1968. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu. Pendidikan: Fak.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1996 Di Luar Kota.arab. 1989 Ketika Kata Ketika Warna. 1995 Kota Hujan. 1986 Antologi Pesta Sastra.atau papua ? ah. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor. 1999 b. 1997 Di Atas Umbria. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta.madura. 1987 Kasidah Sunyi. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960.cina. Sastra UI 36 . 1982 Aku Kini Doa. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya.ambon.

Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. Tak lama setelah penutupan Tempo. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Forum Keadilan. Heteronormatifita dan Falosentrisme). Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. Editor dan Detik di masa Orde Baru. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. tihang listrik. Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya. melibatkan. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. seorang gadis cacat mental. pagar. Novelnya yang pertama yaitu Saman. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. 78). Saman 71-72). dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. 37 . Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. Selain itu. Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. sudut tembok. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. Matra. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman.” (Katrin Bandel.

dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. Yang Terdiam dalam Microfon (1990). Kepompong Sunyi (1993). perlawanan. ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). Matahari yang Mengalir (1990). 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. intelektual. kebebasan dan kemandirian. ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. 19 Februari 1962 38 . Ia menulis sajak dan cerpen. Kill the Radio (2001). juga ia mendirikan Indonesia Tera. lebih bebas. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). lebih cerdas. serta lebih culas. Jurusan Sastra Indonesia (1987). bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995).Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). Nikah Ilalang (1995). Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Yogyakarta. 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. penerbitan. Kalung dari Teman (1999). sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat.

esai. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). Angsana (2007).Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). kesunyian. dan kesepian. Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 . Selepas Kata (2004). Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung. Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. prosa. kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. Maut mengirim isyarat. agama. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. Secangkir Teh (2005). Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). Sekarang menulis puisi. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. Dan aku terkejut. politik. Sehampar Kabut (2006). Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah.

Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. Parahyangan dengan gelar sarjana politik. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. penelusuran nilai lewat sains. psikologi. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. N. dan mengguncang. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . Putri. Dr. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. 2.A.S. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. I. Ksatria. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). M. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. religi. Putri. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. Akar. Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. “Penembak Misterius” (1993). mitos. unik. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. “Saksi Mata” (1994). dan Bintang Jatuh. “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995). dan fiksi. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). 1. Ketiga novelnya yaitu Ksatria.

Salah satunya adalah Elekta.5 Novelis Lainnya 1.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2.Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5. Andi Eriawan Always. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. Adhitya Mulya Jomblo . 3. Filosofi Kopi 6. Donny Dhirgantoro 5 cm 6.hanya cinta yang bisa 7. 4. Laila . Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3.

7 Fenomena 1990-2000 a. Icha Rahmanti Cintapuccino 10. Supernova 42 . Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. Danni Junus Ei tu ze .Bukan Impian Biasa 11. Andi Eriawan Ruang Rindu 15. Ratih Kumala Tabula Rasa 6. sayang ? 3.6 Kumpulan Cerpen 1. Miranda Sihir Cinta 16. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Chritian Simamora Macarin Anjing 13.9. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan.

Supernova satu: Ksatria. dirilis 16 Februari 2001. Salah satunya adalah Elekta. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Supernova edisi Petir. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad. Putri dan Bintang jatuh. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Bulan Maret 2002. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril.Sebelum Supernova keluar. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Novel yang laku 12. b. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Sastra Perkelaminan 43 . Novel pertamanya yang sensasional. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002. Jendela Newsletter. Tiga tahun berikutnya. Sukses dengan novel pertamanya. Dee meluncurkan novel keduanya. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu.

dan pemberangusan. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. mendasar.Sejarah pun menggambarkan. 44 . idealisme. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. nilai. penebar nilai kearifan kolektif. penyensoran. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. ajaran. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. misalnya). Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. atau tekad kreativitas kesusastraan. tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini.

pujian. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. dan kekuasaan yang terusik egonya.Secara politis. terkutuk. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. dan cacian. 45 . Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. politik. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan.*** Sumber: HU. dan pemberangusan. pencekalan. Pendeknya. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. juga pemenang dan pecundang. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. Argumentasinya mantap. moral. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. sudah mati. kritik sastra kita. Dan bagi masyarakat. Sebab.

Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. dalam penilaian Katrin. misalnya. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. memang. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya. di mata Katrin.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca. Sementara itu. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. menyoroti dua novel Ayu Utami. juga punya asumsi yang sama. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Saman dan Larung. Dan sepanjang delapan tahun ini. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. Katrin Bandel. ternyata biasa. Sebab. Para penulis yang dipuji. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. Saut Situmorang.Aktivis sastra cyber. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. merujuk teori. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Ia menyiapkan argumentasi. Ada terasa argumentasi yang mantap.” tulis Katrin. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk. Dinar Rahayu.biasa saja. Dia.

tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. kejiwaan. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. Perulangan debat semacam ini. kalau perlu. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. EM Forster. nasionalisme. Alih-alih habis. rangsangan semacam itu sangat perlu. cerita yang biasa saja. mencari pijakan teorinya. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. tema-tema pascakolonial. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. Karena itu. Menurut Budi Darma. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. Ia menyampaikan perspektif dengan. Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Jerman. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. dan seterusnya. teori komunisme. sejarah. dan sastra siber. Sebaliknya. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema.pelbagai segi: politik. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. Lagipula. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika.

mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral.untuk mendukungnya. malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. d. Dr. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. Kemungkinan lain. Khusus untuk perempuan. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. Sam Abede Pareno. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. Kata Zoya lagi. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. Prof Dr. serta sastrawan Akhudiat. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. untuk Indonesia. sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. juga menghadirkan Prof. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot. Meski begitu. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. yang boleh dikata. Sebuah otokritik dari seberang. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. yang mengingatkan. memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. "Memang. Demikian juga sebaliknya. Kamis (29/6). 48 . Sementara itu. Bedanya. Zoya Herawati. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka." papar Sam. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil.

Karena itu. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). dan menyeluruh.Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. dan seks. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah. Karena itu. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). Padahal. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2.*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. Masih menurut Sam. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. sastra yang sejati merupakan karya yang adil. Puteri. itu bukanlah pemberontakan. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil.Turlan Siagian : Ksatria. harta. seimbang. Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong . Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. bahkan lebih indah dari aslinya. 49 . Sastra Seleb 1. 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan." alasannya. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya.

dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya. sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . 12062001 3.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Namun demikian.

Hastuti. Pradopo. 1983. M. 2005. Bandung: Pena Media. Jassin. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Membaca Sastra.com www. dan Penerapannya.DAFTAR PUSTAKA Alami.. Intan Wikipedia Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2003. Anwar.H. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Depok: Indonesia Tera. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.1967. Meilani dkk. www. Intisari Sastra Indonesia. Abdullah. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi.B. Waluyo. Ambary. Rosidi. Jakarta: Pustaka Utama.2004. Happy. Metode Kritik. 2000. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. Herman J. Bandung: Pionir Jaya. Ajip.2003. Beberapa Teori Sastra. Pitaloka.wikipedia. H. Budianta. Luqman. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Pendekatan Teori. Bandung: Putrabardin. Suhendar.1993.id 51 . PT. 1995. Bandung: Djatnika. Rahmat Djoko.E. Jakarta: Gunung Agung. Rieke Diah. Chairil. Jakarta: Gramedia. Aku Ini Binatang Jalang. 2001. 2003.cybersastra.Ringkasan Sejarah Sastra Modern. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai.co. Sri P. Apresiasi Puisi. Haqani.

28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. ia dinobatkan oleh H.LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Chairil Anwar (Medan. terjemahan karya John Steinbeck 52 .B. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin. Jakarta. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). 26 Juli 1922 — Jakarta. diedit oleh Pamusuk Eneste.

1974) S. 1976 H. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. disertai kumpulan hasil tulisannya. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Chairil Anwar. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Jassin (Singapore: University Education Press. Center for International Studies. oleh Burton Raffel (Athens. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa. Universitas Hasanuddin. 1976) Robin Anne Ross. Jerman dan Spanyol.S. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. Jassin. Dickinson (Berkeley? California. 1983) 53 . diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. oleh Donna M. dengan bantuan H. Auckland. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Ohio: Ohio University. 1972). 1976) Arief Budiman. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel. State University of New York Press. Nababan. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. antara lain bahasa Inggris. (Jakarta: Gunung Agung.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Oemarjati. pelopor Angkatan '45. Abdul Kadir Bakar. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. Chairil Anwar. New Directions. Fakultas Sastra. B. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. Indonesian poems.U. Kementerian Pendidikan. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah.B. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. 1953) Boen S. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang.

1984) Rachmat Djoko Pradopo. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1987) Pamusuk Eneste. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. 1995) Zaenal Hakim. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat. 1996) 54 .Husain Junus. 1985) Sjumandjaya. Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

1954 55 . Jilid 7. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. No 297.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. digarami lautmu Dari mulai tgl.

kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. Yang tinggal tulang diliputi debu. kenanglah kami. 1957 56 . Jilid 7.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Kami tidak tahu. Kenang. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. No 16. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. kenanglah kami Teruskan. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami.

Pedang di kanan. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Th III. No. Lawan banyaknya seratus kali. Sekali berarti Sudah itu mati.DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. 8 Agustus 1954 57 .

Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. Th III. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi... No. terlucut debu.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat. Waktu jalan.PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan.. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 . No..jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

Belum apa-apa Udara bertuba. Menanti.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Menanti. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Sepi memagut. 60 . Sepi menekan mendesak. Tak bergerak Sampai ke puncak.. Lurus kaku pohonan. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Sepi. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah.. Dan menanti. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala.

sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. pada cerita tiang serta temali. Berjalan menyisir semenanjung. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. kalau 'ku mati. laut terang. Di air yang tenang. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. gadis manis.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. bulan memancar. Aku sendiri. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. Tiada lagi. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. rumah tua. di angin mendayu. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. angin membantu. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. Kapal. 1946 61 . desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. dia mati iseng sendiri.

rimba jadi semati tugu di Karet. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 . di Karet (daerahku y. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu.a. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. malam tambah merasuk.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin.

Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya.W. Rendra Dari Wikipedia Indonesia. sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta.S. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Universitas Gajah Mada. Bukan hanya menulis. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. SMA (1952). Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. St. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. S. Yosef di kota Solo. di samping sebagai dramawan tradisional. Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. (Dialihkan dari W. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Ternyata akademi tersebut telah ditutup. ternyata ia juga piawai di atas 63 . Solo. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. di sekolah Katolik. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah.

grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. The Valmiki International Poetry Festival. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. di antaranya bahasa Inggris. Belanda. Anugerah Seni 64 . Berliner Horizonte Festival. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Ia mementaskan beberapa dramanya. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Teeuw. The First New York Festival Of the Arts (1988). “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Jerman. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Bengkel Teater Pada tahun 1961. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. Akan tetapi. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968).panggung. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Kuala Lumpur (1992). seperti Kisah. Yogyakarta. Basis. sepulang dari Amerika Serikat. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. A. Angkatan 60-an. Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. atau Angkatan 70-an. Prof. Melbourne. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Konfrontasi. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. dan Tokyo Festival (1995). Jepang dan India. New Delhi (1985). di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Setelah itu. Seni. Bhopal (1989). dan Siasat Baru. Spoleto Festival. Vagarth World Poetry Festival. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. dipentaskan ketika ia di SMP. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. World Poetry Festival. Berlin (1985). Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. tetapi juga di luar negeri.

Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. Dia dinamis.A. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006). Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. Ujung-ujungnya. dan Sunarti tak lama kemudian. aktif. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. ditemani Sunarti. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai. Terhadap tudingan tersebut. Andreas Wahyu Wahyana. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Dari Sitoresmi.E. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. dan Klara Sinta. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. Hadiah Yayasan Buku Utama. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. 12 Agustus 1970. katanya sambil mengutip ayat Quran. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Kontroversi Pernikahan. Peristiwa itu. Sarah Drupadi. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. yang beragama Islam. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. Daniel Seta. Naomi Srikandi. tutur Sito tentang Rendra. Hadiah Akademi Jakarta (1975). dan punya kesehatan yang terjaga. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. putri darah biru Keraton Yogyakarta. Samuel Musa. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. dan Sito menerimanya. tak pelak lagi. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Tugas Jeng Sito. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. Penghargaan Adam Malik (1989). mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. begitu panggilan Rendra kepadanya. dinikahi seorang pemuda Katolik. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Sejak itu. Itu Rendra! Itu Rendra!. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. The S. Yogyakarta.

dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles. aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 . dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare.

Mereka memang dapat dikalahkan. maka minuman keras menjadi air. Ampun. istri. Sebelumnya saya beragama Katolik. Bagi saga. Sebagai penyair. Tetapi justru. dan juga marah. ampun. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Tetapi lebih dari itu. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. saya ini sudah memohon ampun. Dan bukan suatu kebetulan. Sejak muda. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. "Aduh. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. Dan.Meskipun sudah menjadi orang Islam. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. ampun. saya telah malang-melintang di dunia teater." Saya betul-betul merasa takut. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. Pergi Haji Ketika naik haji. malu. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. Waktu itu. BRA Sitoresmi Prabuningrat. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. Tetapi. Lirih. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. ya Allah. saya selalu katakan. kecut. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. 67 . sampai saya bersendawa. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. dan juga materi. Minum di sini. Bahkan. Bahkan tidak tanggungtanggung. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. Bagi saya. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Bahkan. ya Allah. Ken Zuraida. minum di sana. rasanya seperti minuman keras. Bahkan. saya memohon. "Bagaimana. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. sehingga saya ingin berteriak.

Jakarta.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. Ya. para alumni Bengkel teater. menjadi puncak acara malam itu.co. Adi Kurdi. (Koran tempo / Sita) 68 . Ratna Sarumpaet. sastrawan besar Indonesia. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Namun. Tak ada kue ulang tahun mewah. Syu'bah Asa. Wascha Ah Wascha. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. Setelah ini. gairah pengunjung tetap terasa.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta . N. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater.mualaf. penuh terisi. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. Chaerul Umam. Dengan gayanya yang khas. Mas Willi. (Albaz . Penerbit Gema Insani Press website : http://www.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia. dan Jose Rizal Manua. Sementara itu. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Riantiarno. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh.gemainsani. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum. Selamat ulang tahun. Tak pelak. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. dan keluarga dekatnya. Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. hitam. Taman Ismail Marzuki. Namun. Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. saya tidak akan meminum minuman keras lagi. yang telah menginjak usia ke-70. Meski panggung hanya didominasi satu warna. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. sahabat. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua.

Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Informan. Teguh Karya. Panembahan Reso. Begitu juga Putu Wijaya. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. Minumnya air putih. yang mulai cemas. Dalam pertemuan pada 1968 itu. setelah Bip Bop. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. Chaerul Umam. Piip. The Chair. Rambate-Rate-Rata. Setelah pementasan Bip Bop. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Rendra menjadi bintang yang menawan. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. Yang menarik. ikut pentas teater minikata. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. Sebelum ke Amerika Serikat. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. kemudian. dengan mengambil tema tertentu. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing.S. Makan siang terpaksa bantingan. ternyata dialah sang pemenang. Sama sekali tak ada pola gerak. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. sangat memukau. dan Vignet Katakana. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. 69 . Rendra mengakui. terjemahan karya Bertolt Brecht. dan Lysistrata digelar. tapi. Sekda. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. meski siratan isi lakon tetap sama. pada 1963. Sulaiman. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Intinya. dan Selamatan Anak Cucu. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Nomor-nomor yang disajikan. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Dia menggelar Isteri Yahudi. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. Belakangan. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. guru kami. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. Beberapa hari kemudian. dan Mencari Keadilan. dan Syubah Asa. Perjuangan Suku Naga. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Bip Bop. Rendra pada April 1968.Rendra dimata N. antara lain pentas ulang Oidipus. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Amak Baldjun. langsung dari keran wastafel hotel. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. Macbeth. Geger tentu saja. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. Di Manakah Kau Saudaraku. Dunia Azwar.

Dan kepada Rendra. ketoprak. seniman besar. kemudian. Lewat kiprah Rendra. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. Segera saja Rendra menjadi ikon. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. tapi. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. secara tak langsung. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). dan Goenawan Mohamad. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. juga pelarangan pentas puisi Rendra. Dalam penulisan. seakan tidak memiliki masa depan pula. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. para seniman bergiliran bicara. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. tanpa rasa takut. tanpa jengah. Noer. teater menjadi lebih prestisius. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. saya berguru kepada Asrul Sani. ternyata dialah sang pemenang. Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. Permata mulia. terlunta. Rendra adalah empu yang mumpuni. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. bentuk teater rakyat. tanpa uang. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Milik Indonesia. Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. dan milik masyarakat luas. Rendra. saya berguru. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. saya banyak menyerap dari Rendra. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. Tapi dia tak pernah jera. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas.Dalam Perjuangan Suku Naga. Indah. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. Arifin C. Ini perkembangan yang menarik dan penting. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. (Koran Tempo) 70 . Pikiran-pikirannya tajam. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. "berharga". Sekda. 7 November 1935). dan Panembahan Reso. Memukau. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif.

antara lain di Gedung Kesenian. Shakespeare. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. dengan sangat mengejutkan penonton. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Jakarta. pemain utama. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Rendra sudah mulai bersajak. Karya-karyanya. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). dan produser. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a. yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. produser dan pemain utama. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. Sejak duduk di SMP. 71 . atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. Ketika duduk di SMA pada 1952. Korea atau Rusia. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina.B. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki.l. tetapi juga di negara Barat dan sosialis. Eugene Ionesco. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". Amerika Serikat. John Galsworthy dan Sophokles). George Bernard Shaw. Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri. Yassin. Belanda dan bahasa Eropa lain.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. terutama puisi-puisinya. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri.

Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. khususnya di seni drama. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung. 72 . kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Memprihatinkan. Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. Depok. Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. Penulis adalah wartawan senior. teman sekolah WS Rendra di Solo.

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Sajak Anak Muda 12. Orang-orang Miskin 10. Sajak SLA 31. Lagu Serdadu 8. Sajak Potret Keluarga 24. Sajak Kenalan Lamamu 18. Gugur 5. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Mata-mata 19. Sajak Sebotol Bir 27. Tahanan 73 . Sajak Tangan 32. Sajak Pulau Bali 25. Kamu ! 6. Sajak Matahari 20.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Hai. Sajak Ibunda 17. Gerilya 4. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Sebatang Lisong 26. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Lagu Seorang Gerilya 7. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Pamplet Cinta 11. Sajak Seonggok Jagung 28. Sajak Bulan Purnama 14. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29.

aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah. apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 .

Jakarta. dari puingan masa yang putus asa. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. Jakarta. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. membangkitkan keangkuhanku. Wahai. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. Nusantara Film. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. menyaksikan hidup yang kumal. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. Widuri. kuseru kamu. aku terkenang akan wajahmu. Nusantara Film.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. Joki Tobing. Di atas debu kemiskinan. Wahai. melihat sekuntum bunga telah mekar. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Usaplah wajahku. wajah-wajah nelayan keruh. Dan perlahan tersirap darah kita. Kita duduk bersandingan. Joki Tobing. aku berdiri menghadapmu. Ciliwung keruh. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.

dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia. bau asap. bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 .Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang.

Sukmaku gagap.karena dikhianati dewa keadilan. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. ya. Putera-puteriku. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. Aku terkesiap. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. Terbangun bersama. Kini Kami tersentak. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu.

Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati.buruh bekerja. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. menggapai-gapai. Di dalam marah menjerit. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. Dari pagi sampai sore.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. Burung-burung kondor menjerit. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. bergema di tempat-tempat yang sepi. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. Para tani . dan menjawab dengan mengirim kondom. Beribu-ribu burung kondor. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. menoleh ke kanan. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. 78 . Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . menoleh ke kiri. menanam bibit di tanah yang subur. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. bergerak menuju ke gunung tinggi. berjuta-juta burung kondor. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. dan disana mendapat hiburan dari sepi. di dalam usaha tak menentu. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan.

mematuki udara.Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. mematuki batu-batu. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 . dan di kota orang-orang bersiap menembaknya. Yogya.

. dik Narti. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. penyair dari kehidupan sehari-hari. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai.. Wahai. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. pikir dan rasa 80 .Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi. dik Narti. Wahai.

Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai. Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan. putri duyung.

kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .. menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .

kanak tanpa pendidikan termangu .dan delapan juta kanak .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .mangu di kaki dewi kesenian bunga .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .bunga bangsa tahun depan berkunang .rumus asing diktat .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .

Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar. ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

Kalau tidak cukup. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Semenjak Orde Baru berkuasa. bawa ke forum terbuka. tambahnya. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. Tetapi di pihak lain. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Pram. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. katanya. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'.Tetapi beberapa hari kemudian. ternyata dalam pemberitaan berikutnya.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. meralat pemberitaan itu. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. Lubis juga mengatakan. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. Bahkan menurut Joko Pekik. Dia juga merasa difitnah. banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. Katanya. kata Mochtar Lubis. ketika dituduh ikut membakar buku segala. Dalam berbagai opini-opininya di media. Tetapi. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. Katanya. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. bukan menuntut 'pencabutan'. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 .

mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pram sempat tak sadar diri. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru. ditambah komplikasi ginjal. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. orang Jawa secara umum. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. Sastra. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. Meski masih kritis. Pameran bertajuk Pram. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pramoedya menderita diabetes. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Berpulang Pada 27 April 2006. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. dan diabetes. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. dan Tionghoa.00. dan dirawat di rumah sakit. Pada 12 Januari 2006. Tapi. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. lalu kritis lagi. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh.00. Mereka hanya 89 . jantung. kerajaan Jawa. Pram bersikeras ingin pulang. Menurut laporan. Sabtu 29 April. kondisinya jauh lebih baik. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Bogor. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. sekitar pukul 19. sesak napas dan jantungnya melemah. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. begitu sampai di rumahnya. antara Belanda. dia kembali meminta pulang. Kondisi Pram memang sempat membaik. Setelah sadar. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.mana mereka mengalami kekerasan seksual.

Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. dan cicitnya. Budiman Sujatmiko. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26.00. Bakar saya sekarang. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. ketika ajal menjemput. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. Temasuk para anak muda fans Pram. Ratna Sarumpaet. Pram sempat mengerang. Usman Hamid. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Namun.00. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Setelah itu. Pada 30 April 2006 pukul 08. lalu disalatkan. pengurus DPD PDI Perjuangan. artis Happy Salma. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. dan cendekiawan. Gus Solah.30 WIB. Namun. Terakhir. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram.00. "Dorong saja saya. Jakarta Timur. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. Putu Wijaya. Utan Kayu. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03. Erry Riyana Hardjapamekas. Goenawan Mohamad.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Dewan Kesenian Jakarta. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka." ujarnya. antara lain dari KontraS. Wapres Jusuf Kalla. 90 ." katanya. Setelah itu.00. pukul 05. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. Nurul Arifin dan suami. Tapi. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. dan lain-lain.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. serta puluhan aktivis. cucu. Saat itu. sastrawan. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22. "Akhiri saja saya. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. Jenazah dimandikan pukul 12.

1996 Doctor of Humane Letters. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. Perancis. Madison. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people". 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. 1999 91 . and Creative Arts. Leiden. Berkeley. 1995 Ramon Magsaysay Award. and modern experience of Indonesian people". Filipina. "for Journalism. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. dari Ramon Magsaysay Award Foundation. AS. his example to all who oppose tyranny. New York.Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. Paris. AS. Manila. 1989 Wertheim Award. "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. Belanda. dari Universitas California. AS. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. dari The Wertheim Fondation. AS. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Perancis. Literature.

1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. Jakarta. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). 2000 The Norwegian Authors Union. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). AS. 1987 Deutschsweizeriches PEN member. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). New York. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). 1982 Anggota kehormatan PEN Center. Swedia. Jakarta. Zentrum. Pasar Baru. Sepoeloeh Kepala Nica (1946). hilang di tangan penerbit Balingka. 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947).New York Foundation for the Arts Award. semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. Jerman. Inggris. kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . 1988 International PEN English Center Award. Swiss. Chili. 2004 Centenario Pablo Neruda. AS. Jepang. pemenang sayembara Balai Pustaka. ketika masih di Pulau Buru.

1963. 1985 Sang Pemula (1985). 1987 Rumah Kaca (1988). dilarang Jaksa Agung. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. dilarang Jaksa Agung. bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini.) Oei Tjoe Tat. 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini. (ed. (1995). 1981 Anak Semua Bangsa (1981). 1985 Hikayat Siti Mariah. dilarang Jaksa Agung.) Hadji Moekti. dilarang Jaksa Agung. yang pernah diumumkan di berbagai media. Satu Percobaan (1964). antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). Jakarta.Cerita dari Blora (1952). (ed. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). 1987. Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. 1995 93 . (1987). dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. dilarang Jaksa Agung. terbit sebagai buku. dilarang Jaksa Agung. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). dilarang Jaksa Agung.

dkk (Penerbit Malka) 94 . Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. Daniel Mahendra. oleh A.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995). 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. dilarang Jaksa Agung.

Thailand. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Bandung. Universitas Padjadjaran.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Pada musim panas 1974. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. India). Pada tahun 1979. 95 . O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Writing from the World (Amerika Serikat). Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. negen moderne Indonesische dichters (1979).

telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 .IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku.

MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai. Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 .

NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 ..Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya.. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan. Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang.O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang.

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful