HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. 1. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. misalnya dimatikan oleh pengarangnya. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. pantun dan syair. D. 1. 2.A. lebih-lebih pada masa sekarang. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. Bercorak pasif-romantik. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. Abas. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. di antaranya: Siti Nurbaya. Si Jamin dan Si Johan. 1893. seperti puisi lama. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. Menilik bentuknya. Nama-nama Dr. Sutan Pamunjtak. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. Dr. Agak dinamis. 2. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. 1898. pelaku utama senantiasa kandas. misalnya kawin paksa.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. adalah sebagai berikut: 1.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. sehingga merupakan angan-angan belaka. 3. Beberapa karyanya 4 . Namanya terkenal berkat beberapa karyanya.J. Memang Jodoh (autobiografi). b. Drewes dan K. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. A. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. Anak dan Kemenakan. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh.A. 3. Rinkes. Yamin.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. Mempergunakan bahasa Melayu baru. G. c.

Katak Hendak Menjadi Lembu. Karyanya antara lain: Salah Asuhan. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. Sariamin Sariamin. Karyanya antara lain: Ni Rawit.dan Pengaruh Keadaan. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. 7. Mencari Pencuri Anak Perawan.antara lain: Salah Pilih. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. 1909. dan Kasih Tersesat. Kasih Tak Terlerai. 4. dan Dewi Karuna. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Hulubalang Raja. Percobaaan Setia. Neraka Dunia. Sukreni Gadis Bali. Menebus Dosa. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. 5. 1895. (1914-1953). 8. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Karena Mertua. Si Cebol Rindukan Bulan. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Dia bekerja di Balai Pustaka. Penemuan Jodoh. Tebusan Darah. 9. Hang Tuah. Si Dul Anak Betawi. 5 . di Singaraja. 4. dan Cinta Tanah Air. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. bernama samaran Selasih atau Selagari. Anak Nelayan. Lahir di Talu Lubuksikaping. dan Cita-Cita Mustafa. Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. 1904. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. I. 6.dan Robert Anak Surapati. Ceti Penjual Orang. Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau.

sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. 16. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. 6 . Yamin SH. 12. Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah).dan Karena Kerendahan Budi. 1. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen).10. Sengsara Membawa Nikmat. 15. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). Tanah Air. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. Siti Nurbaya.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. kumpulan puisi baru karya Moh. 2. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. 11. Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan. Darah Muda (roman). 13. dan Asmara Jaya (roman). Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. yaitu: 1. Muda Teruna. 14. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi). Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara). Jadi.

Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). Seperti diketahui. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. dan Sutan Takdir Alisjahbana. lebih 7 . bukan saja mengenal. Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933. 2. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45.E.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. Armijn Pane. Tatengkeng. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru. bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. Lain halnya dengan Hamka. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. Misalnya Achdiat K. J. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. yaitu Amir Hamzah.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu.

Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. Dinamis 2. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. Mozasa. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. dan Karim Halim. Adinegoro. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. 2. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya.M. Mereka berlomba-lomba. Ditilik bentuknya. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. cukup beberapa bait saja. yaitu Al-Manfaluthi.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. 3. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Daeng Myala. Aoh Kartahadimadja.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. Bercorak romantik/idealistis. A. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. melainkan perjuangan 8 . A. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. Hasjemi. b. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. Pilihan kata. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu.

misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Karya-karyanya antara lain: a. Puisi Lama (1942) h. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. AI (bagian Sastra Timur) di Solo. Karya-karyanya antara lain: a. Layar Terkembang (roman tendenz. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah. dan meninggal pada bulan Maret 1946. Mulo di Medan. 2. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. Tak Putus Dirundung Malang (roman. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Ia keturunan bangsawan. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. 1941) 9 . serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. 1932) c. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. 1929) b. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. 1936) f. 1941) d. 1931/1952) g. Buah Rindu (kumpulan sajak.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. Dian Tak Kunjung Padam (roman. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. 1936) e. dan Jakarta AMS. 1937) b. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. Puisi Baru (1946) 2.

1933) f. SH. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. Pada tahun 1928. dilahirkan di Sawahlunto. Prof. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Karya-karyanya antara lain: a. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. HIS dan Normaalschool. 1922) b.c. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. Madah Kelana (kumpulan puisi. 1932) e. Tanah Air (kumpulan puisi. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Muhamad Yamin. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. Karya-karyanya antara lain: a. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. Sumbar. 1928) a. kemudian HIS Adabiyah di Padang. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Setelah menamatkan Volkschool. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. SH. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. 1940) 4. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. Sibolga. 14-11-1905. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . Muhammad Yamin. Puspa Mega (kumpulan puisi. 23 agustus 1905. Manusia Baru (Sandiwara. dan Tanjungbalai. 1939) d. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. Kertajaya (sandiwara. 1927) c. Setanggi Timur (kumpulan sajak. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). 1926) b. 1931) d. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam.

seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah.E. 19 Oktober 1907. 1951) e. Merantau ke Deli (kisah. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. Karena Fitnah (roman. Tan Malaka (19’45) e. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. 6. Gajah Mada (roman sejarah. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. 1941) c. Dia putera Dr. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. 1939) d. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. Ia pujangga Islam yang produktif.S Tjokroaminoto. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal.1939) h. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d. H. 16 Februari 1908.O. 1934). Tatengkeng Lahir di Kalongan. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. 1934) a. Dipenogoro (roman sejarah. Sumatera Barat. Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. 1938) g. Abdul Karim Amrullah. lalu ke KHS Kristen di Solo. Keadilan Illhi 11 . Tuan Direktur (1939) i. Sangihe. 1957) 5. Karya-karyanya bercorak religius. Kemudian pindah ke Bandung. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. Ia lahir di Maninjau. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. 1950) b. 1934) f. Ayahku (biografi) f.d. J. Karyanya antara lain: a. 1950) j. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam.

adalah nama samaran dari Asmara Hadi. dan menamatkan di Solo. 1935) b. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. Soekarno di Endeh. Ia berpendidikan HIS. Karyanya antara lain: a. Syair Untuk Aih (sajaka. Lembaga Hidup m. Lahir di Muarasipongi.k. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. Pendidikannya di HIS Bengkulu. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani.R. tanggal 5 September 1914. 1940) b. HIS Sirmadidi. HKS Bandung. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. Minahasa. Setelah menjadi guru. Tapanuli Selatan. dan pindah ke Nias. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. Belenggu (roman jiwa. 2 November 1909. Karya-karyanya antara lain: a. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur.R. 1953) c. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. Lembaga Budi l. Kemudian pindah ke Radio Makasar. Dia lahir di Talo. 18 Agustus 1908. Sajak-sajak dalam majalah 9. 1935) 8. M. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. Pahlawan Minahasa (roman. Bandung. 1931) c. Ia berpendidikan SR. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. Revolusi Agama 7. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. Surabaya. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. Ipih Ipih atau H. Stofia Jakarta pada tahun 1923. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. dan Normaalcursus di Malang. 1937) 12 . Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. Karyanya antara lain: a. serta Mulo Taman Siswa Bandung. Bengkulu. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. 1941) b. Mulo Jakarta. ELS.

Ratna (sandiwara. 1940) 12. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. 1922) 11. Bebasari (sandiwara bersajak. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Mozasa. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. Rivai. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. Aceh. 1922) b. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. Rustam Effendi Lahir di Padang. A. 15. 28 Maret 1912. Karya-karyanya antara lain: a. 14.M. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. 1936) b.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . Wishnu Wardhana (drama. Kintamani (roman) b. Hasjmy A. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. 1938) 10. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. DG. Lukisan Masa (sandiwara. nama samaran A. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. Myala. 1943) f. 1957) g. nama sebenarnya A. 18 Mei 1905. 1939) e. 16. Dewan Sajak (kumpulan sajak. Karyanya antara lain: a. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta.A Kartini.d. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. Lahir di Seulimeun.

Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. Baru pada tahun 1948. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. yaitu Angkatan Pujangga Baru. Sanusi Pane. di antaranya Pramoedya Ananta Toer. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama. 14 . dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. Angkatan Chairil Anwar. Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. Masa Chairil Anwar masih hidup. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Angkatan Kemerdekaan.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. St. dan lain-lain.Takdir Alisjahbana. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. Meskipun namanya sudah ada.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Australia. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani.c. tasawuf. Tiga Menguak Takdir. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. Buku dan Penulis (kritik) e. Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. Ketiga penyair itu. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. filsafat. yang ditulis dalam penjara diumumkan. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. yaitu ketika cerpennya Blora. Pancaran Hidup (sajak) 6. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. esai. Karya-karyanya antara lain: 18 . Setelah terjadi G 30 S/PKI. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Laut (sajak) f. dan kemasyarakatan. ia pun menulis cerpen. Atheis (roman) b. c. kritik. skenario film. dan lain-lain. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. Polemik Kebudayaan (esai) d. Selain menulis sajak. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. pelopor Angkatan ‘45. Chairil-Asrul-Rivai. 2 Februari 1925. Sine Nomine (cerpen) d. Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. Karya-karyanya antara lain: a. 7. serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. Bentrokan Dalam Asmara (drama). Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. menerjemahkan.

Manusia Indonesia h. 7 Maret 1922. Di Langit Ada Bintang 19 . Karya-karyanya antara lain: a.a. Maut dan Cinta (novel) i. Tanah Gersang (novel) d. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Suling (1948) b. Sayang Ada Orang Lain f. Manusia Iseng e. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. Awal dan Mira (1952) d. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. Tjerita dari Blora (1963) 9. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. terutama aksi polisional Belanda. Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Perempuan (cerpen) f. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Tak Ada Esok (roman) b. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Karya-karyanya antara lain: a. Perburuan (1950) f. Si Jamal (cerpen) e. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. Bukan Pasar Malam (1951) b. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. Bunga Rumah Makan (1948) c. Di Tepi Kali Bekasi (1951) c.

Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. dan “Liburan Seniman”) e. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Penuh Rahasia ( puisi ) c. Abu Hanifah. Karyany-karyanya antara lain: a.g. “Api”. Karya-karyanya antara lain: a. dan agama. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Selamat Jalan Anak Kufur 11. Pesanku (sandiwara radio) i. Kita Berjuang d. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. Saat yang Genting h. tanpa menghilangkan ketimurannya. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Karya-karyanya antara lain: a. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. Tempat Yang Kosong g. Dokter Rimbu (roman) c. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. Tinjaulah Dunia Sana b. bangsa. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Asokamala Dewi (cerpen) c. Mekar Melati h. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Kapal Udara ( puisi ) 20 .

1924. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. Seruan Nafas (sajak) 15. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis. Siapa? 3. Radio Masyarakat (cerpen) b. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan).5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. 1979). tetapi menyebut dirinya “aku”. Jassin. Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Sebagai contoh. Lukisan (sajak) e. Gema tanah Air (H. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru. Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. Raja Kecil. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial. Karya-karyanya antara lain: a. Berpisah b. 1975). Manusia Baru (sajak) d. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. Karya-karyanya antara lain: a. 21 .B.14.

tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. 2. melainkan merupakan survival. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45. 4. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi. Jasin.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja. yaitu: a. yang berkonsep sastra realisme sosialis. dari angkatan sebelumnya (’45).2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya. Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. b. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. setelah melalui masa-masa kegonjangan.B. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945. 3.

Sampai tahun 1950-1955. b. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. 1938. kedudukannya tidak menentu. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. Cari Mauatan (kumpulan sajak. Majalengka. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. 4. cerpen. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. d.sastra. yang berakibat macetnya 4.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. b. Ditengah keluarga (1956) 23 . Zenith. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. c. kemudian di majalah orang dewasa. Karya-karyanya antara lain: a. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. Oleh sebab itu. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. Corak karya cukup beragam. c. karena masuk ke dalam politik praktis. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. 1956) b. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. dan Pudjangga Baru. Mimbar Indonesia.

Karya-karyanya antara lain: a. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Hati yang Damai (1960) 6.c. 15 Juni 1931. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. 17 November 1924. 1963) b. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. Dini. Setelah menamatkan SMA 1956. Perjalanan Pengantin (prosa. lalu masuk kursus stewardess. Dini NH. Bianglala (kumpulan cerita pendek. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. Pertemuan Kembali (1960) d. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e.1958) h. 1958) b. Rasa Sayange (1961) 24 . Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar. NH. 1963) c. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. 1950) d. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. kemudian bekerja di GIA Jakarta. lahir 29 Pebruari 1936. 1956) g. Kemarau (novel. 1956) 2. Dua Dunia (1950) b. Ia keluaran INS Kayu Taman. Pesta (kumpulan sajak. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. Karya-karyanya antara lain: a. 1967) 3. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. Karya-karyanya antara lain: a.

Kejantanan di Sumbing (1965) c. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Karya-karyanya antara lain: a. 1957) b. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara.c. Simphoni (sajak. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Salju. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. pengarang Spanyol. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. 1954) c. Ramadhan K. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek.H Lahirkan di Bandung. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. 1963) 25 . 1963) 7. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. Api dan Sirangka b. 1958. 1959) 8. Karyanya berupa sajak. 1953) d. mendapat hadiah dari BMKM) b. Karya-karyanya antara lain: a. 21 Oktober 1924. 16 Maret 1927. Perawan Tua (cerpen) d. 10. Yerna (terjemahan dari Lorca. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. Hotel. 1955) e. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. Tiga Kota (1959) d. cerita pendek. Surat Keputusan (cerpen. Dia adalah angkatan ‘45. Dalam sajak 9. Daerah perbatasan e. mendapat hadiah BMKM) c. Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an.

Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. dan Fakultas Hukum UI. Suara (kumpulan sajak. Pendidikannya SMA Malang 1945. Pagar Kawat Berduri.11. 25 April 1927. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. 1958) c. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. Alexander Leo Lahir di Lahat. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Hitam Atas Putih (1959) 14. Combat Intelligence. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Di Medan Perang (1962) d. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. 12 Oktober 1929. Kesatuan Komando. Karya-karyanya antara lain: a. 1955) b. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. SMA Bandung 1950. 1950-1955) b. Cirebon. 1935. 13. 26 . Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. Karya-karyanya antara lain: a. 5 Desember 1929. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). Karya-karyanya antara lain: a. Dia menamatkan SMA tahun 1947. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. 1958) 12. Persetujuan dengan Iblis c. 1951/1957) b. Elsa (kumpulan sajak. Angin Laut (kumpulan cerita pendek. Mulo Bandung 1948. Kubur Tak Bertanda (1955) d. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta.

Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta. Riono Praktikto Lahir di Semarang. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. d. b. 27 Agustus 1932. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. c. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . Api (kumpulan cerita pendek. 1951) b. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). 1930. Si Rangka (1958) 17. Pulang (novel.Karya-karyanya antara lain: a. Pendidikannya SMP 195. Malam Jahanam (drama. Bukan Karena Kau (1968) d. b. 18. Kabut Rendah (1968) 16. Karyanya-karyanya antara lain: a. 1956) Mendung (Novel) 15. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. 1958) b. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a.

Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. 11 Juni 1935. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. Karya-karyanya antara lain: a. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. 1961) b. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. mendapat hadiah ke-3) b. Titie Said Lahir di Bojonegoro. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga.19. 1967) 21. 1936) c. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. 1962) 23. 18 Januari 1928. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Rendra Karya-karyanya antara lain: a. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. Tetesan Embun (kumpulan sajak. 1961) c. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. 24 Oktober 1937. 20. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. mendapat hadiah ke-2).S. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . W. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. N.

5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. sistematis. 4. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. Siasat. dan universal. Kering dan Merahnya Merah (1968). h. Kisah (1953-1957). RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. g. dan drama. Mimbar Indonesia.karyanya. 29 . Karya-karyanya antara lain: a. 1959) Ziarah. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. Dalam pandangan Iwan. penyakit kebudayaan seperti etatisme. liberalisme. f. e. cerpen. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. dan Sastra (1961-1964). esai. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). Bulan Bujur Sangkar Taman Drama.

Slamet Kirnanto. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Goenawan Mohamad. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66. Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. Dibesarkan di Pekalongan. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). 5. Interclude (1973). 25 Juni 1937. Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). 30 . Goenawan Mohamad Lahir di Batang. Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972).1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia. Jawa Tengah. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. 29 juli 1941. 2. Asmarandana (1995). H.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. putra seorang wartawan berdarah Minang.2 Periode 70 dan Karyanya 1. Mansur Samin. Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan.B. Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. seperti Taufiq Ismail. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam. Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). dan sebagainya.

Panggilan kepenyairanya sangat kental. sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. Mata Pisau (1974). International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api. namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas).S. Ladang. Akuarium (1974). Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. dan STM. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. dan “sangat lembut”. Moeljanto. 3. dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973). Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. Pernah menjadi guru SLTP. Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). 1945) dan Buku Puisi (1973). sampai beliau menjadi pakar sastra. Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. 1930. Pelabuhan. 31 . SMU. dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). Perahu Kertas (1984). “sangat gramatikal”. Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. dan Langit (1971). Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). Sihir Hujan (1989). Angin.Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). Setahun kemudian. 4.

Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. 6. 28 Februari 1954. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Kumpulan puisinya berjudul O. Selain itu. uaitu puisi konkret dan mantra.5. Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. 8. dia pernah tinggal di pulau penang. Kumpulan puisinya Riwayat (1967). Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). dan tipografi. Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Sajak Sikat Gigi (1978). 32 . Apip Mustopa Lahir di Garut. Abdul Hadi W. kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan. Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. Jawa Barat. 1981). Laut Belum Pasang (1972). Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. Meditasi (1976). yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. 24 juni 1941. verifikasi. Rudi Jalak Gugat (1982). Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling.M. Amuk Kapak (1981). 7. Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. Selain itu. 23 April 1938. Sutardji lahir di Rengat. Riau. bunyi. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991.

Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Semerbak Mayang (1997). Cerulit Emas (1986). Selimutku Angin (1996).9. Bantalku Ombak. Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Zawami Imron Lahir di Sumenep. Nenek Moyangku Air Mata (1985). 33 . dan Madura Aku Darah-Mu (1999). D. Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985). Bulan Tertusuk Larang (1980).

VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. khususnya seputar reformasi. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya.H. 6. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. seperti Sutardji Calzoum Bachri. yang bertemakan sosial-politik. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an.J. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. novelis. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. esais.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. romantik. ⇒ Bertema sosial-politik. novel. dan novel. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. cerpen. cerpen maupun novel. naturalis. tahun 2002. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda. cerpen.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. 34 . dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. seperti puisi. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. Seratus lebih penyair. cerpenis. Habibie lalu K. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi. Bahkan. 6.

2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. 2005. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. 6. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. seks. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. feminisme. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . ⇒ Adanya sastra religi. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. perkelaminan. ⇒ Adanya sastra bertema gender. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. termasuk adanya sastra koran. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). b. ⇒ Disebut angkatan modern. Tahun 2003. Paramadina Mulia. romantik. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan.U. masih mewarnai tema karya sastra. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna.⇒ Disebut angkatan reformasi. Kendal. contohnya dalam H. Jakarta. Pikiran Rakyat. dipahami pembaca.

1995 Kota Hujan.aceh. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu.ambon. 1999 b. Sastra UI 36 .dayak sunda.madura. 21 November 1968.arab. 1986 Antologi Pesta Sastra.cina.batak. Pendidikan: Fak.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor. 1987 Kasidah Sunyi. 1996 Di Luar Kota. 1982 Aku Kini Doa. 1989 Ketika Kata Ketika Warna. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1997 Di Atas Umbria.atau papua ? ah. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta.

Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. seorang gadis cacat mental. dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. sudut tembok. Saman 71-72). juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman. Selain itu. Heteronormatifita dan Falosentrisme). tihang listrik. Matra. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. Tak lama setelah penutupan Tempo. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. Novelnya yang pertama yaitu Saman. Editor dan Detik di masa Orde Baru.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks.” (Katrin Bandel. 37 . 78). Forum Keadilan. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. pagar. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. melibatkan.

♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. 19 Februari 1962 38 . 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. intelektual. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995).Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. perlawanan. Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Kill the Radio (2001). juga ia mendirikan Indonesia Tera. Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. Matahari yang Mengalir (1990). bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. serta lebih culas. Jurusan Sastra Indonesia (1987). ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. Yogyakarta. Kalung dari Teman (1999). lebih bebas. lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). lebih cerdas. Ia menulis sajak dan cerpen. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. Nikah Ilalang (1995). kebebasan dan kemandirian. ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. Kepompong Sunyi (1993). Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). Yang Terdiam dalam Microfon (1990). penerbitan.

dan kesepian. Angsana (2007). Maut mengirim isyarat. Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 . prosa. 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). Secangkir Teh (2005). Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang.Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). Sekarang menulis puisi. Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. esai. Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. Selepas Kata (2004). Dan aku terkejut. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. politik. agama. Sehampar Kabut (2006). kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). kesunyian. dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung.

S. N. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. dan fiksi. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. “Penembak Misterius” (1993). dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. “Saksi Mata” (1994). I. M. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. psikologi. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . 2. Ksatria. penelusuran nilai lewat sains. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Putri. dan Bintang Jatuh. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. Putri. Dr. mitos. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. Parahyangan dengan gelar sarjana politik. Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. Akar. 1. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. religi.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. unik. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. dan mengguncang. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997).A. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995).

Andi Eriawan Always.5 Novelis Lainnya 1. Laila . Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5. Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8.Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Donny Dhirgantoro 5 cm 6.hanya cinta yang bisa 7. 4. Adhitya Mulya Jomblo . Salah satunya adalah Elekta. 3.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir. Filosofi Kopi 6.

Miranda Sihir Cinta 16.7 Fenomena 1990-2000 a. sayang ? 3. Ratih Kumala Tabula Rasa 6.Bukan Impian Biasa 11. Chritian Simamora Macarin Anjing 13. Danni Junus Ei tu ze . Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12.6 Kumpulan Cerpen 1. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Icha Rahmanti Cintapuccino 10. Supernova 42 . Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. Andi Eriawan Ruang Rindu 15.9.

tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. Tiga tahun berikutnya.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. Putri dan Bintang jatuh. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Salah satunya adalah Elekta. Supernova edisi Petir. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Bulan Maret 2002.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Dee meluncurkan novel keduanya. Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. Novel yang laku 12.Sebelum Supernova keluar. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung. Novel pertamanya yang sensasional. dirilis 16 Februari 2001. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Sukses dengan novel pertamanya. b. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad. Sastra Perkelaminan 43 . Jendela Newsletter. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. Supernova satu: Ksatria.

Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. penyensoran. penebar nilai kearifan kolektif. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. 44 . tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. idealisme. misalnya).Sejarah pun menggambarkan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. ajaran. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. mendasar. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. atau tekad kreativitas kesusastraan. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. dan pemberangusan. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. nilai.

Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. Argumentasinya mantap. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. moral. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. pencekalan. terkutuk. Dan bagi masyarakat. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. kritik sastra kita. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. dan pemberangusan. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. dan cacian. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. Pendeknya. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. dan kekuasaan yang terusik egonya. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. politik. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden.Secara politis.*** Sumber: HU. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. pujian. Sebab. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. 45 . Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. juga pemenang dan pecundang. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. sudah mati. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu.

Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. Dan sepanjang delapan tahun ini.biasa saja. menyoroti dua novel Ayu Utami. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. di mata Katrin. memang. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca.” tulis Katrin. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. Sementara itu. dalam penilaian Katrin. Ada terasa argumentasi yang mantap. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. juga punya asumsi yang sama. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya.Aktivis sastra cyber. Saut Situmorang. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. Saman dan Larung. Para penulis yang dipuji. Katrin Bandel. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. merujuk teori. misalnya. Dia. ternyata biasa. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk. Ia menyiapkan argumentasi. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . Sebab. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. Dinar Rahayu.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang.

Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. rangsangan semacam itu sangat perlu. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. teori komunisme. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi. Menurut Budi Darma. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Jerman. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. cerita yang biasa saja. mencari pijakan teorinya. tema-tema pascakolonial. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. Ia menyampaikan perspektif dengan. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. Karena itu. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. dan sastra siber. Perulangan debat semacam ini. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. Lagipula. kejiwaan. EM Forster. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. dan seterusnya. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. Sebaliknya. bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. kalau perlu. Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. sejarah. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. Alih-alih habis.pelbagai segi: politik. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. nasionalisme.

malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. Sebuah otokritik dari seberang. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. Demikian juga sebaliknya. "Memang." papar Sam. Sam Abede Pareno. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. Zoya Herawati. Kemungkinan lain. Prof Dr. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. juga menghadirkan Prof. Bedanya. yang boleh dikata.untuk mendukungnya. 48 . yang mengingatkan. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. Khusus untuk perempuan. serta sastrawan Akhudiat. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. Kata Zoya lagi. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. Meski begitu. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. d. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. Sementara itu. sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Dr. untuk Indonesia. Kamis (29/6).

harta. sastra yang sejati merupakan karya yang adil. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). 49 .*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. Karena itu. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. Masih menurut Sam. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. itu bukanlah pemberontakan. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. dan menyeluruh. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan. Sastra Seleb 1. dan seks. Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong .Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. seimbang. 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil. bahkan lebih indah dari aslinya. Puteri. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah." alasannya. Karena itu.Turlan Siagian : Ksatria. Padahal.

Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. 12062001 3. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet. sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia. Namun demikian.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar. www. 2000. Apresiasi Puisi. 2001.cybersastra. Pendekatan Teori. Metode Kritik. 1983.. Membaca Sastra.DAFTAR PUSTAKA Alami. Abdullah. Meilani dkk. Intisari Sastra Indonesia.2003. Pitaloka. Intan Wikipedia Indonesia. Chairil. 2003. dan Penerapannya. 1995. Bandung: Putrabardin. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. H.E.B. Rieke Diah. PT. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Hastuti. Jakarta: Gramedia. Haqani. Anwar. Sri P. Jakarta: Gunung Agung. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Pradopo. Depok: Indonesia Tera. Luqman.com www. Jakarta: Pustaka Utama. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai.H. Bandung: Pionir Jaya.1967.co.Ringkasan Sejarah Sastra Modern. Aku Ini Binatang Jalang.wikipedia.1993.2004. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Pena Media. Jassin. Rahmat Djoko. Ajip.id 51 . Bandung: Djatnika. Happy. Waluyo. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suhendar. Ambary. 2003. M. Budianta. Beberapa Teori Sastra. 2005. Herman J. Rosidi.

Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. 26 Juli 1922 — Jakarta. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman.LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Chairil Anwar (Medan. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. ia dinobatkan oleh H. Jakarta. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. diedit oleh Pamusuk Eneste. terjemahan karya John Steinbeck 52 .B. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia.

1983) 53 . Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. pelopor Angkatan '45. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. Chairil Anwar. antara lain bahasa Inggris. Chairil Anwar. oleh Donna M. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Abdul Kadir Bakar. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. State University of New York Press. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. Nababan. 1972). Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. Kementerian Pendidikan. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. Jassin (Singapore: University Education Press. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Center for International Studies. oleh Burton Raffel (Athens. Jassin. Ohio: Ohio University. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. 1976) Robin Anne Ross. dengan bantuan H. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing.S. disertai kumpulan hasil tulisannya. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. New Directions. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. 1976) Arief Budiman. Auckland. Indonesian poems. Dickinson (Berkeley? California. Universitas Hasanuddin. B. Fakultas Sastra. 1953) Boen S. 1976 H. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. (Jakarta: Gunung Agung. Jerman dan Spanyol.B. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar.U. 1974) S. Oemarjati.

1984) Rachmat Djoko Pradopo. 1996) 54 . Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. 1995) Zaenal Hakim. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi. Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1987) Pamusuk Eneste. 1985) Sjumandjaya. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat.Husain Junus. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

digarami lautmu Dari mulai tgl. No 297.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. 1954 55 . Jilid 7. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty.

kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. No 16. Kami tidak tahu. 1957 56 . Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Kenang. kenanglah kami Teruskan. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. Yang tinggal tulang diliputi debu. Jilid 7. kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai.

Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. Sekali berarti Sudah itu mati. 8 Agustus 1954 57 .DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. Lawan banyaknya seratus kali. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. Pedang di kanan. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Th III. No.

bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi.. No. terlucut debu.PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 . Th III.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?. Waktu jalan.. No.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat.

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Belum apa-apa Udara bertuba. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala.. Sepi memagut. Sepi menekan mendesak. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Tak bergerak Sampai ke puncak. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Dan menanti. Menanti. 60 .. Sepi. Menanti. Lurus kaku pohonan. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Setan bertempik Ini sepi terus ada.

SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. 1946 61 . laut terang. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. bulan memancar. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. angin membantu. kalau 'ku mati. rumah tua. Kapal. Berjalan menyisir semenanjung. dia mati iseng sendiri. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. gadis manis. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. pada cerita tiang serta temali. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. Aku sendiri. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Di air yang tenang. di angin mendayu. Tiada lagi. sekarang iseng sendiri Perahu melancar.

rimba jadi semati tugu di Karet. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 . ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh.a. di Karet (daerahku y. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. malam tambah merasuk.

Ternyata akademi tersebut telah ditutup.S. di samping sebagai dramawan tradisional. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Solo. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. Bukan hanya menulis. Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Yosef di kota Solo. (Dialihkan dari W. Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". St. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. SMA (1952). sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. ternyata ia juga piawai di atas 63 . Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Universitas Gajah Mada. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. di sekolah Katolik. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. S. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya.W. Rendra Dari Wikipedia Indonesia. tidak berarti ia berhenti untuk belajar.

Setelah itu. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. seperti Kisah. Jepang dan India. Basis. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). tetapi juga di luar negeri. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. dipentaskan ketika ia di SMP. Spoleto Festival. Teeuw. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Ia mementaskan beberapa dramanya. Vagarth World Poetry Festival. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Akan tetapi. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). dan Tokyo Festival (1995). Anugerah Seni 64 . di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. di antaranya bahasa Inggris. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. sepulang dari Amerika Serikat. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. New Delhi (1985). Jerman. Melbourne. Berliner Horizonte Festival. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat.panggung. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. The First New York Festival Of the Arts (1988). A. Prof. Bengkel Teater Pada tahun 1961. Belanda. Konfrontasi. dan Siasat Baru. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Kuala Lumpur (1992). Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. World Poetry Festival. Angkatan 60-an. Yogyakarta. Bhopal (1989). The Valmiki International Poetry Festival. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. Berlin (1985). puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Seni.

Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. Penghargaan Adam Malik (1989). yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Sejak itu. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. Itu Rendra! Itu Rendra!. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006). dinikahi seorang pemuda Katolik. Hadiah Akademi Jakarta (1975). Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . tak pelak lagi. Ujung-ujungnya. Kontroversi Pernikahan. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . Andreas Wahyu Wahyana. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Tugas Jeng Sito. Daniel Seta. Terhadap tudingan tersebut. Dia dinamis. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. Sarah Drupadi.E. Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. aktif. Samuel Musa. The S. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. putri darah biru Keraton Yogyakarta. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Hadiah Yayasan Buku Utama. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. tutur Sito tentang Rendra. katanya sambil mengutip ayat Quran. Naomi Srikandi. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. dan Sito menerimanya. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970).A. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. Dari Sitoresmi. dan Klara Sinta. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. dan punya kesehatan yang terjaga. Peristiwa itu. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. dan Sunarti tak lama kemudian. ditemani Sunarti. 12 Agustus 1970. Yogyakarta. yang beragama Islam. begitu panggilan Rendra kepadanya.

aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 . dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles. dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare.

istri. sehingga saya ingin berteriak. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. Tetapi justru. rasanya seperti minuman keras. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. Mereka memang dapat dikalahkan. Bahkan. Bagi saga. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. "Bagaimana. kecut. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Lirih. ya Allah. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. "Aduh. Dan bukan suatu kebetulan. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. Minum di sini. Bahkan tidak tanggungtanggung. Sejak muda.Meskipun sudah menjadi orang Islam. saya memohon. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. BRA Sitoresmi Prabuningrat. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. dan juga marah. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. Dan. Bagi saya. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. saya ini sudah memohon ampun. ampun. Tetapi. Waktu itu. malu. Sebelumnya saya beragama Katolik. ampun. Ken Zuraida. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. minum di sana. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. Tetapi lebih dari itu. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. dan juga materi. ya Allah. Bahkan. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. Bahkan." Saya betul-betul merasa takut. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. Pergi Haji Ketika naik haji. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. sampai saya bersendawa. saya selalu katakan. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. 67 . Sebagai penyair. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. maka minuman keras menjadi air. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. Ampun. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. saya telah malang-melintang di dunia teater.

Mas Willi. N.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. gairah pengunjung tetap terasa. Wascha Ah Wascha. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. Dengan gayanya yang khas. Tak ada kue ulang tahun mewah.co. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. (Albaz . Taman Ismail Marzuki. Penerbit Gema Insani Press website : http://www.mualaf. sastrawan besar Indonesia. dan keluarga dekatnya. menjadi puncak acara malam itu. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua. Riantiarno. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. Adi Kurdi.gemainsani. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. saya tidak akan meminum minuman keras lagi. Jakarta. penuh terisi. Namun. Setelah ini. Tak pelak. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum. Chaerul Umam. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater. Namun. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. yang telah menginjak usia ke-70.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. sahabat. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. (Koran tempo / Sita) 68 .com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta . Sementara itu. Selamat ulang tahun. Syu'bah Asa.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. dan Jose Rizal Manua. para alumni Bengkel teater. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. Ya. Meski panggung hanya didominasi satu warna. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh. hitam. Ratna Sarumpaet. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa.

Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. The Chair. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. Informan. Minumnya air putih. Piip. sangat memukau. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. meski siratan isi lakon tetap sama. Panembahan Reso. ikut pentas teater minikata. Geger tentu saja. pada 1963. Rambate-Rate-Rata. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Amak Baldjun. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Dalam pertemuan pada 1968 itu. Belakangan. dan Lysistrata digelar. Rendra pada April 1968. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. kemudian. Intinya. Setelah pementasan Bip Bop. dengan mengambil tema tertentu. Sulaiman. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. ternyata dialah sang pemenang. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. tapi. guru kami. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. Beberapa hari kemudian. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. dan Vignet Katakana. Teguh Karya. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. langsung dari keran wastafel hotel. Seluruh gerak terjadi secara spontan. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Di Manakah Kau Saudaraku. dan Mencari Keadilan. yang mulai cemas. Rendra mengakui. Bip Bop. dan Selamatan Anak Cucu. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. Makan siang terpaksa bantingan. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. Perjuangan Suku Naga.Rendra dimata N. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. dan Syubah Asa. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. Begitu juga Putu Wijaya. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. antara lain pentas ulang Oidipus. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Nomor-nomor yang disajikan. Sekda. Dunia Azwar. terjemahan karya Bertolt Brecht. 69 . Rendra menjadi bintang yang menawan. Sama sekali tak ada pola gerak. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Yang menarik. setelah Bip Bop. Dia menggelar Isteri Yahudi. Chaerul Umam. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. Sebelum ke Amerika Serikat. Macbeth. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah.S.

(Koran Tempo) 70 . saya banyak menyerap dari Rendra. Lewat kiprah Rendra. tapi. Pikiran-pikirannya tajam. juga pelarangan pentas puisi Rendra. 7 November 1935). Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. teater menjadi lebih prestisius. Ini perkembangan yang menarik dan penting. Rendra adalah empu yang mumpuni. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. dan Panembahan Reso. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. dan Goenawan Mohamad. Memukau. Dalam penulisan. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. secara tak langsung. tanpa rasa takut. saya berguru. tanpa jengah. Rendra. seniman besar. bentuk teater rakyat. Dan kepada Rendra. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. Milik Indonesia. Permata mulia. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. saya berguru kepada Asrul Sani. terlunta. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. Indah. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. dan milik masyarakat luas. Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. Sekda. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. para seniman bergiliran bicara. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. Arifin C. Segera saja Rendra menjadi ikon.Dalam Perjuangan Suku Naga. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. "berharga". ternyata dialah sang pemenang. Tapi dia tak pernah jera. seakan tidak memiliki masa depan pula. Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. ketoprak. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. kemudian. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. Noer. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. tanpa uang.

John Galsworthy dan Sophokles). dengan sangat mengejutkan penonton.l. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a. produser dan pemain utama. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Shakespeare. dan produser. Belanda dan bahasa Eropa lain. Yassin. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Eugene Ionesco. kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. pemain utama. Karya-karyanya. Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Korea atau Rusia. Sejak duduk di SMP.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. George Bernard Shaw. yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. Amerika Serikat.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. Jakarta. Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. antara lain di Gedung Kesenian. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. Ketika duduk di SMA pada 1952. tetapi juga di negara Barat dan sosialis.B. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. Rendra sudah mulai bersajak. 71 . menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). terutama puisi-puisinya. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC).

khususnya di seni drama. kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. Depok. Penulis adalah wartawan senior. teman sekolah WS Rendra di Solo. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. 72 . tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Memprihatinkan.Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung. Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun.

Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Sajak Tangan 32. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Sajak Sebotol Bir 27. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Ibunda 17. Sajak Mata-mata 19. Sajak Bulan Purnama 14.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Lagu Serdadu 8. Orang-orang Miskin 10. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Hai. Sajak Anak Muda 12. Sajak SLA 31. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Sajak Seonggok Jagung 28. Nota Bele : Aku Kangen 9. Lagu Seorang Gerilya 7. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Pulau Bali 25. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Matahari 20. Gugur 5. Pamplet Cinta 11. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Gerilya 4. Kamu ! 6. Sajak Sebatang Lisong 26. Sajak Potret Keluarga 24. Tahanan 73 . Sajak Kenalan Lamamu 18.

aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah. apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 .

membangkitkan keangkuhanku. aku terkenang akan wajahmu. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Wahai. Usaplah wajahku. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Kita duduk bersandingan. Joki Tobing. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. Jakarta.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. wajah-wajah nelayan keruh. Ciliwung keruh. menyaksikan hidup yang kumal. melihat sekuntum bunga telah mekar. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. Dan perlahan tersirap darah kita. aku berdiri menghadapmu. Di atas debu kemiskinan. Joki Tobing. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Jakarta. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. Widuri. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. Nusantara Film. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Wahai. dari puingan masa yang putus asa. Nusantara Film. kuseru kamu.

dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia. bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga.Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang. bau asap. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 .

Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. Terbangun bersama. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Sukmaku gagap. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. ya.karena dikhianati dewa keadilan. Putera-puteriku. Aku terkesiap. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. Kini Kami tersentak. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 .

menoleh ke kanan. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. Dari pagi sampai sore. berjuta-juta burung kondor.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. Di dalam marah menjerit. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. bergerak menuju ke gunung tinggi. menanam bibit di tanah yang subur.buruh bekerja. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. dan menjawab dengan mengirim kondom. di dalam usaha tak menentu. 78 . Beribu-ribu burung kondor. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . menggapai-gapai. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. Para tani . Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. Burung-burung kondor menjerit. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. dan disana mendapat hiburan dari sepi. bergema di tempat-tempat yang sepi. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. menoleh ke kiri.

Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. mematuki udara. mematuki batu-batu. Yogya. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 .

pikir dan rasa 80 . dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. Wahai. Wahai. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai.. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi. penyair dari kehidupan sehari-hari. dik Narti.. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. dik Narti.Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya.

aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai. Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. putri duyung. Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 .

.papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan . menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair .penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .

kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .rumus asing diktat .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus .kanak tanpa pendidikan termangu .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.mangu di kaki dewi kesenian bunga .bunga bangsa tahun depan berkunang .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .dan delapan juta kanak .

ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar.

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

Dalam berbagai opini-opininya di media. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. meralat pemberitaan itu. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. Semenjak Orde Baru berkuasa. kata Mochtar Lubis. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.Tetapi beberapa hari kemudian. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. Tetapi. tambahnya. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. Katanya. bukan menuntut 'pencabutan'. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . Lubis juga mengatakan. bawa ke forum terbuka. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. Tetapi di pihak lain. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. Katanya.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. Pram. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. Kalau tidak cukup. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Dia juga merasa difitnah. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. ketika dituduh ikut membakar buku segala. Bahkan menurut Joko Pekik. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. katanya.

Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Mereka hanya 89 . Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Berpulang Pada 27 April 2006. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. sekitar pukul 19. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. begitu sampai di rumahnya. Menurut laporan. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. Kondisi Pram memang sempat membaik. kerajaan Jawa. Sabtu 29 April. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pram sempat tak sadar diri. Pram bersikeras ingin pulang. Pramoedya menderita diabetes. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Meski masih kritis. Pameran bertajuk Pram. antara Belanda. dan diabetes. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. lalu kritis lagi. Tapi. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. sesak napas dan jantungnya melemah. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru.00. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. dia kembali meminta pulang. Sastra. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. orang Jawa secara umum. kondisinya jauh lebih baik. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Pada 12 Januari 2006. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. Setelah sadar. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. ditambah komplikasi ginjal.mana mereka mengalami kekerasan seksual. dan dirawat di rumah sakit.00. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. Bogor. dan Tionghoa. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. jantung.

Saat itu. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. 90 . Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. dan cendekiawan. Terakhir. Gus Solah. Namun. Pada 30 April 2006 pukul 08. Nurul Arifin dan suami. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Tapi. dan cicitnya. sastrawan.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. dan lain-lain. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. "Akhiri saja saya.00. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. artis Happy Salma. Jenazah dimandikan pukul 12. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03. Putu Wijaya.30 WIB." katanya. Ratna Sarumpaet. Erry Riyana Hardjapamekas. Goenawan Mohamad. Setelah itu. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. Bakar saya sekarang. Wapres Jusuf Kalla. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. Namun. Budiman Sujatmiko. pengurus DPD PDI Perjuangan.00. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. serta puluhan aktivis.00. cucu. antara lain dari KontraS.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. Usman Hamid. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak. Utan Kayu. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22. Setelah itu. Jakarta Timur. "Dorong saja saya. pukul 05." ujarnya. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. Dewan Kesenian Jakarta. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. ketika ajal menjemput. Pram sempat mengerang. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. lalu disalatkan.00. Temasuk para anak muda fans Pram.

New York. 1999 91 . 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. and Creative Arts. Paris. Perancis. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. Filipina. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. and modern experience of Indonesian people". his example to all who oppose tyranny. Literature. 1996 Doctor of Humane Letters. dari Universitas California. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people".Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. 1995 Ramon Magsaysay Award. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. dari The Wertheim Fondation. Manila. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. AS. 1989 Wertheim Award. Leiden. AS. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. AS. AS. Madison. "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. Berkeley. "for Journalism. Belanda. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". dari Ramon Magsaysay Award Foundation. Perancis.

New York. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. Pasar Baru. ketika masih di Pulau Buru. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947).New York Foundation for the Arts Award. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). pemenang sayembara Balai Pustaka. semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. AS. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). Jerman. 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. Jepang. hilang di tangan penerbit Balingka. Inggris. Swedia. 1988 International PEN English Center Award. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). Sepoeloeh Kepala Nica (1946). kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). Swiss. Jakarta. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. 2004 Centenario Pablo Neruda. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). 2000 The Norwegian Authors Union. Zentrum. 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. 1987 Deutschsweizeriches PEN member. Chili. AS. Jakarta.

(ed. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965).) Oei Tjoe Tat. terbit sebagai buku. 1963. dilarang Jaksa Agung. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini. 1987 Rumah Kaca (1988).) Hadji Moekti. dilarang Jaksa Agung. 1987. dilarang Jaksa Agung. 1981 Anak Semua Bangsa (1981). Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Jakarta. antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). dilarang Jaksa Agung. (1995). 1985 Sang Pemula (1985). 1995 93 . (1987). (ed. dilarang Jaksa Agung. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini. yang pernah diumumkan di berbagai media.Cerita dari Blora (1952). bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. 1985 Hikayat Siti Mariah. 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. dilarang Jaksa Agung. Satu Percobaan (1964).

oleh A.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995). oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. dilarang Jaksa Agung. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. dkk (Penerbit Malka) 94 . oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Daniel Mahendra.

Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. 95 . Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Pada musim panas 1974. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. Thailand. Pada tahun 1979.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. Universitas Padjadjaran. Bandung. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Writing from the World (Amerika Serikat). Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. negen moderne Indonesische dichters (1979). India).

IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 . telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan.

MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai. Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 .

Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang.O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O.Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya.. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang.. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 . Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga. Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang.

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful