HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

Bercorak pasif-romantik. Menilik bentuknya.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. Mempergunakan bahasa Melayu baru. Yamin. Beberapa karyanya 4 . Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. Rinkes. adalah sebagai berikut: 1. A. Anak dan Kemenakan. 2. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. pelaku utama senantiasa kandas. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. G. 1. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. 1893. seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. Drewes dan K.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. di antaranya: Siti Nurbaya. 2. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama. Abas. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. 1898. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. D. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. b. Dr. 3. 1. 3. misalnya dimatikan oleh pengarangnya. lebih-lebih pada masa sekarang. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. c. Agak dinamis. Nama-nama Dr. pantun dan syair.A. Si Jamin dan Si Johan. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku. misalnya kawin paksa. Memang Jodoh (autobiografi). Sutan Pamunjtak. sehingga merupakan angan-angan belaka. Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara.J.A. seperti puisi lama. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya.

Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. dan Kasih Tersesat. Penemuan Jodoh. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Si Cebol Rindukan Bulan. 4. 1904. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Hulubalang Raja. 4. Menebus Dosa. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat.dan Pengaruh Keadaan. 5 . Karyanya antara lain: Salah Asuhan. dan Cita-Cita Mustafa. Katak Hendak Menjadi Lembu. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. Sariamin Sariamin. Abdoel Moeis Lahir tahun 1886.antara lain: Salah Pilih. 6. Tebusan Darah. Hang Tuah. Karena Mertua. bernama samaran Selasih atau Selagari. Mencari Pencuri Anak Perawan. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. di Singaraja. 1909. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung. Kasih Tak Terlerai. Neraka Dunia. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Dia bekerja di Balai Pustaka. dan Dewi Karuna. (1914-1953). Ceti Penjual Orang. Karyanya antara lain: Ni Rawit. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. I. Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. 8. 9. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. 7. Lahir di Talu Lubuksikaping. 1895. Sukreni Gadis Bali. dan Cinta Tanah Air. Si Dul Anak Betawi.dan Robert Anak Surapati. 5. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. Percobaaan Setia. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Anak Nelayan.

Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. Muda Teruna. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). Jadi. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. kumpulan puisi baru karya Moh. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan.10. Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita. Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara). yaitu: 1. Sengsara Membawa Nikmat. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). 2. 11. Tanah Air. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). 13. Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah). Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. Yamin SH.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. Darah Muda (roman). Siti Nurbaya. 12. dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. 15. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi). 6 . dan Asmara Jaya (roman). sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya.dan Karena Kerendahan Budi. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. 1. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. 16. 14.

juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa.E. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H. Lain halnya dengan Hamka. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. dan Sutan Takdir Alisjahbana.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. J. bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an. yaitu Amir Hamzah. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. Armijn Pane. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. 2. Tatengkeng. Misalnya Achdiat K. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu. lebih 7 . Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). Seperti diketahui. bukan saja mengenal.

Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. cukup beberapa bait saja. yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. A. A. Mereka berlomba-lomba. Dinamis 2. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. yaitu Al-Manfaluthi. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. Adinegoro. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. Bercorak romantik/idealistis. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. Hasjemi. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana. 2. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi.M.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. Pilihan kata. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. melainkan perjuangan 8 . Ditilik bentuknya. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu. dan Karim Halim. Aoh Kartahadimadja. 3. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. b. Mozasa. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. Daeng Myala. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin.

Mulo di Medan. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. 1936) e. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. 1931/1952) g. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Karya-karyanya antara lain: a. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. Layar Terkembang (roman tendenz. Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. 1936) f. 1932) c. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908. Dian Tak Kunjung Padam (roman. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra. 2. Ia keturunan bangsawan. Buah Rindu (kumpulan sajak. dan meninggal pada bulan Maret 1946. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. dan Jakarta AMS. 1937) b. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. Puisi Lama (1942) h. Tak Putus Dirundung Malang (roman. Karya-karyanya antara lain: a. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. AI (bagian Sastra Timur) di Solo.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. 1941) d. 1941) 9 . kemenakan dan menantu Sultan Langkat. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. 1929) b. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Puisi Baru (1946) 2.

1926) b. Kertajaya (sandiwara. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. kemudian HIS Adabiyah di Padang. Muhammad Yamin. 1939) d. Karya-karyanya antara lain: a. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. Prof. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Puspa Mega (kumpulan puisi. SH. 1928) a. Pada tahun 1928. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Manusia Baru (Sandiwara. 1931) d. Madah Kelana (kumpulan puisi. Setelah menamatkan Volkschool. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. 1932) e. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45.c. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). 1940) 4. Sumbar. dan Tanjungbalai. Muhamad Yamin. 23 agustus 1905. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . SH. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. 1927) c. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. Sibolga. 1933) f. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. HIS dan Normaalschool. dilahirkan di Sawahlunto. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam. Karya-karyanya antara lain: a. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. 1922) b. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. Tanah Air (kumpulan puisi. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Setanggi Timur (kumpulan sajak. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. 14-11-1905.

kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. Merantau ke Deli (kisah.O. Ia lahir di Maninjau. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d. Ia pujangga Islam yang produktif. Gajah Mada (roman sejarah. lalu ke KHS Kristen di Solo. J. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen. 19 Oktober 1907. Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. Karena Fitnah (roman. Tan Malaka (19’45) e. Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Sumatera Barat. Abdul Karim Amrullah. 1939) d. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. Karya-karyanya bercorak religius.1939) h. Tatengkeng Lahir di Kalongan. Keadilan Illhi 11 . Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. Kemudian pindah ke Bandung. 16 Februari 1908. 1934) f. 1951) e. H. 1934) a. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. Dipenogoro (roman sejarah. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H.d. 6. Tuan Direktur (1939) i. 1938) g.S Tjokroaminoto. Dia putera Dr. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. 1950) j. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. Sangihe. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi. 1934). 1941) c. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. Karyanya antara lain: a. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman.E. 1950) b. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. Ayahku (biografi) f. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. 1957) 5.

tanggal 5 September 1914. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. Surabaya. 1935) 8.k. Ipih Ipih atau H. Minahasa. Stofia Jakarta pada tahun 1923. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. 1953) c. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. M. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur.R. Bandung. Revolusi Agama 7. Tapanuli Selatan. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. 1941) b. 1937) 12 . Karyanya antara lain: a. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. Sajak-sajak dalam majalah 9. Bengkulu. Dia lahir di Talo. HKS Bandung. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. Ia berpendidikan HIS. Lahir di Muarasipongi. dan pindah ke Nias. Lembaga Budi l. HIS Sirmadidi. 1931) c. 1940) b. Pahlawan Minahasa (roman. Karya-karyanya antara lain: a. 2 November 1909. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Pendidikannya di HIS Bengkulu. dan Normaalcursus di Malang. Mulo Jakarta. dan menamatkan di Solo. Soekarno di Endeh. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan. 1935) b. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. Lembaga Hidup m. serta Mulo Taman Siswa Bandung. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung.R. Ia berpendidikan SR. Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. Belenggu (roman jiwa. Karyanya antara lain: a. Kemudian pindah ke Radio Makasar. Setelah menjadi guru. Syair Untuk Aih (sajaka. ELS. 18 Agustus 1908. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. adalah nama samaran dari Asmara Hadi.

Percikan Permenungan (kumpulan sajak. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun.M. Mozasa. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. 1938) 10. 14. 28 Maret 1912.d. 1939) e. Karya-karyanya antara lain: a. Bebasari (sandiwara bersajak. 16. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak.A Kartini. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. DG. nama sebenarnya A. Wishnu Wardhana (drama. 15. Myala. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. A. Ratna (sandiwara. Hasjmy A. 1922) 11. Dewan Sajak (kumpulan sajak.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . 18 Mei 1905. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Rustam Effendi Lahir di Padang. Rivai. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. 1936) b. Aceh. 1940) 12. Lahir di Seulimeun. Lukisan Masa (sandiwara. Kintamani (roman) b. 1957) g. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. 1943) f. nama samaran A. Karyanya antara lain: a. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. 1922) b.

Angkatan Kemerdekaan. 14 . Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. yaitu Angkatan Pujangga Baru. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Baru pada tahun 1948. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Angkatan Chairil Anwar. di antaranya Pramoedya Ananta Toer. Masa Chairil Anwar masih hidup.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. St. Meskipun namanya sudah ada. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. dan lain-lain. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. Sanusi Pane. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3.Takdir Alisjahbana. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. Sine Nomine (cerpen) d. menerjemahkan. Setelah terjadi G 30 S/PKI. 7. Ketiga penyair itu.c. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. Bentrokan Dalam Asmara (drama). yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Laut (sajak) f. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. skenario film. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. Chairil-Asrul-Rivai. Polemik Kebudayaan (esai) d. Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. ia pun menulis cerpen. pelopor Angkatan ‘45. esai. Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. kritik. dan kemasyarakatan. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. filsafat. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. Buku dan Penulis (kritik) e. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Karya-karyanya antara lain: a. Australia. yaitu ketika cerpennya Blora. yang ditulis dalam penjara diumumkan. Karya-karyanya antara lain: 18 . serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. 2 Februari 1925. Atheis (roman) b. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. c. Selain menulis sajak. tasawuf. Pancaran Hidup (sajak) 6. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. Tiga Menguak Takdir. dan lain-lain.

Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. Manusia Iseng e. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. terutama aksi polisional Belanda. Sayang Ada Orang Lain f. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Di Langit Ada Bintang 19 . Perempuan (cerpen) f. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. Si Jamal (cerpen) e. Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Tak Ada Esok (roman) b. Perburuan (1950) f. Karya-karyanya antara lain: a. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda. Bunga Rumah Makan (1948) c. Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). Maut dan Cinta (novel) i. Suling (1948) b. Awal dan Mira (1952) d. Tjerita dari Blora (1963) 9. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. Mukhtar Lubis Lahir di Padang. 7 Maret 1922. Tanah Gersang (novel) d. Manusia Indonesia h.a. Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. Karya-karyanya antara lain: a. Bukan Pasar Malam (1951) b. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10.

Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Tempat Yang Kosong g. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. tanpa menghilangkan ketimurannya. Mekar Melati h. Karyany-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a.g. Dokter Rimbu (roman) c. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. Tinjaulah Dunia Sana b. Asokamala Dewi (cerpen) c. Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. Karya-karyanya antara lain: a. dan agama. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Selamat Jalan Anak Kufur 11. Pesanku (sandiwara radio) i. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. “Api”. Kapal Udara ( puisi ) 20 . Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. Saat yang Genting h. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. dan “Liburan Seniman”) e. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Permintaan Terakhir (cerpen) b. bangsa. Kita Berjuang d. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Penuh Rahasia ( puisi ) c. Abu Hanifah.

Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat. 1979).5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. Raja Kecil. Sebagai contoh. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). Seruan Nafas (sajak) 15. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial. Manusia Baru (sajak) d. Siapa? 3. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. 21 . Berpisah b. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Radio Masyarakat (cerpen) b. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis. Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951). Gema tanah Air (H. Jassin. Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Karya-karyanya antara lain: a. 1924. Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. 1975). ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru.B.14. Karya-karyanya antara lain: a. Lukisan (sajak) e. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. tetapi menyebut dirinya “aku”. Meski puisinya banyak diilhami puisi asing.

Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. b. 3. melainkan merupakan survival. Jasin. 4. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya.2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. 2. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. dari angkatan sebelumnya (’45). Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45. setelah melalui masa-masa kegonjangan.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja. Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut).B. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi. yang berkonsep sastra realisme sosialis.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. yaitu: a. tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945.

sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Corak karya cukup beragam. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. Majalengka. Cari Mauatan (kumpulan sajak. b. Oleh sebab itu. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. Mimbar Indonesia. 4. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah. kemudian di majalah orang dewasa. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Zenith. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. dan Pudjangga Baru. Sampai tahun 1950-1955. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. kedudukannya tidak menentu. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya.sastra.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. 1938. Karya-karyanya antara lain: a.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. 1956) b. b. karena masuk ke dalam politik praktis. cerpen. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. d. Ditengah keluarga (1956) 23 . c. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. yang berakibat macetnya 4. c. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli.

Ia keluaran INS Kayu Taman. 15 Juni 1931. NH. 1963) b. Dini. Karya-karyanya antara lain: a. Karya-karyanya antara lain: a. 1963) c. 1950) d. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. Hati yang Damai (1960) 6. Pesta (kumpulan sajak. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. Pertemuan Kembali (1960) d. 1956) g. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. Dini NH. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e.1958) h. 1958) b. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. Dua Dunia (1950) b.c. Perjalanan Pengantin (prosa. Karya-karyanya antara lain: a. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang. kemudian bekerja di GIA Jakarta. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. Setelah menamatkan SMA 1956. 1967) 3. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. Rasa Sayange (1961) 24 . lahir 29 Pebruari 1936. Bianglala (kumpulan cerita pendek. Kemarau (novel. 1956) 2. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. lalu masuk kursus stewardess. 17 November 1924. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek.

mendapat hadiah BMKM) c. Kejantanan di Sumbing (1965) c. Hotel.c. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek. 1953) d. Perawan Tua (cerpen) d. Surat Keputusan (cerpen. mendapat hadiah dari BMKM) b. Tiga Kota (1959) d. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an. 21 Oktober 1924. 1963) 7. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. Dalam sajak 9. 16 Maret 1927. Api dan Sirangka b. Karya-karyanya antara lain: a. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli. Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. 1963) 25 . Daerah perbatasan e. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Yerna (terjemahan dari Lorca. 1958. 1955) e. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a.H Lahirkan di Bandung. 10. 1957) b. 1959) 8. Karyanya berupa sajak. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. pengarang Spanyol. Salju. 1954) c. Karya-karyanya antara lain: a. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. Simphoni (sajak. Ramadhan K. cerita pendek. Dia adalah angkatan ‘45. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara.

menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). 1950-1955) b. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Karya-karyanya antara lain: a. Pendidikannya SMA Malang 1945. 1955) b. Pagar Kawat Berduri.11. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. Elsa (kumpulan sajak. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. 1958) c. Mulo Bandung 1948. Angin Laut (kumpulan cerita pendek. Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. 1951/1957) b. 26 . Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. Kubur Tak Bertanda (1955) d. Combat Intelligence. 1935. Dia menamatkan SMA tahun 1947. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. Alexander Leo Lahir di Lahat. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Hitam Atas Putih (1959) 14. 5 Desember 1929. dan Fakultas Hukum UI. Karya-karyanya antara lain: a. 12 Oktober 1929. Cirebon. Kesatuan Komando. Di Medan Perang (1962) d. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. Persetujuan dengan Iblis c. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. 13. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. 1958) 12. Karya-karyanya antara lain: a. 25 April 1927. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. Suara (kumpulan sajak. SMA Bandung 1950.

Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). b. b. 1958) b. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta. Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a. 18.Karya-karyanya antara lain: a. Karyanya-karyanya antara lain: a. 1951) b. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. Riono Praktikto Lahir di Semarang. c. d. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. Kabut Rendah (1968) 16. 1956) Mendung (Novel) 15. Malam Jahanam (drama. Si Rangka (1958) 17. Pendidikannya SMP 195. 1930. 27 Agustus 1932. Bukan Karena Kau (1968) d. Api (kumpulan cerita pendek. Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. Pulang (novel.

1967) 21. mendapat hadiah ke-2). 1962) 23. 1936) c. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. 1961) c. Karya-karyanya antara lain: a. Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. 18 Januari 1928. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. N. 20. 24 Oktober 1937. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. Tetesan Embun (kumpulan sajak.19.S. W. Titie Said Lahir di Bojonegoro. 1961) b. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. 11 Juni 1935. mendapat hadiah ke-3) b. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. Rendra Karya-karyanya antara lain: a.

karyanya. Kisah (1953-1957). kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman.5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. dan drama. Dalam pandangan Iwan. 29 . RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. f. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. Mimbar Indonesia. Bulan Bujur Sangkar Taman Drama. Kering dan Merahnya Merah (1968). Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international. Karya-karyanya antara lain: a. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. liberalisme. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. cerpen. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). dan Sastra (1961-1964). dan universal. h. sistematis. penyakit kebudayaan seperti etatisme. e. 1959) Ziarah. 4. Siasat. esai. g.

2 Periode 70 dan Karyanya 1.1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia. Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. 2. Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. 30 . Goenawan Mohamad Lahir di Batang. Asmarandana (1995). Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. Interclude (1973). seperti Taufiq Ismail. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). dan sebagainya. H. Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya. 29 juli 1941. 25 Juni 1937. Mansur Samin. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66. Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972). Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). Jawa Tengah. putra seorang wartawan berdarah Minang. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam.B. Goenawan Mohamad. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. Slamet Kirnanto. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. 5. Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. Dibesarkan di Pekalongan.

Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. dan STM. dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973).S. 3. Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. sampai beliau menjadi pakar sastra. namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas). Angin. dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). Mata Pisau (1974). “sangat gramatikal”. namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). Ladang. hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). Setahun kemudian. Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). 1945) dan Buku Puisi (1973). Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. Panggilan kepenyairanya sangat kental. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. 4. dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. 1930. Moeljanto. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. Akuarium (1974). Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. Pelabuhan. Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api. Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra.Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). 31 . Pernah menjadi guru SLTP. Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. Perahu Kertas (1984). Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). Sihir Hujan (1989). dan “sangat lembut”. SMU. dan Langit (1971).

dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. dia pernah tinggal di pulau penang.M. Amuk Kapak (1981). Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. Selain itu. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). Jawa Barat. ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). 28 Februari 1954. bunyi. 1981). 24 juni 1941. 23 April 1938. Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). Selain itu. Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. Kumpulan puisinya Riwayat (1967). kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian.5. yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. verifikasi. uaitu puisi konkret dan mantra. Sajak Sikat Gigi (1978). Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi. Sutardji lahir di Rengat. Rudi Jalak Gugat (1982). Laut Belum Pasang (1972). Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. Meditasi (1976). Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Abdul Hadi W. tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan. 8. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. 32 . dan tipografi. Kumpulan puisinya berjudul O. Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). 6. Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). Riau. 7. Apip Mustopa Lahir di Garut.

D. 33 . Bantalku Ombak. Selimutku Angin (1996). Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Cerulit Emas (1986). Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985). Nenek Moyangku Air Mata (1985).9. dan Madura Aku Darah-Mu (1999). Zawami Imron Lahir di Sumenep. Semerbak Mayang (1997). Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Bulan Tertusuk Larang (1980).

cerpen. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi. seperti puisi. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. khususnya seputar reformasi. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. cerpen. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. dan novel. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. novelis. yang bertemakan sosial-politik. esais. seperti Sutardji Calzoum Bachri. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. novel. Habibie lalu K. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“.H. Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000. cerpen maupun novel. cerpenis. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. 6.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. naturalis. 6. 34 . seiring dengan jatuhnya Orde Baru. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik.J.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. ⇒ Bertema sosial-politik. Bahkan. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. tahun 2002. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. Seratus lebih penyair. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. romantik.

contohnya dalam H. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. Tahun 2003. 6. 2005. Pikiran Rakyat. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. Paramadina Mulia. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. termasuk adanya sastra koran. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . Jakarta. dipahami pembaca. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. ⇒ Adanya sastra bertema gender. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. Kendal. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna. perkelaminan.U. seks. b. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). feminisme. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. ⇒ Disebut angkatan modern. masih mewarnai tema karya sastra. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an.⇒ Disebut angkatan reformasi. ⇒ Adanya sastra religi. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. romantik.

1996 Di Luar Kota.cina. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1995 Kota Hujan.atau papua ? ah. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu.madura.dayak sunda. Sastra UI 36 . Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor.arab. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri. 1986 Antologi Pesta Sastra. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya.batak. 1999 b. 1987 Kasidah Sunyi. 1982 Aku Kini Doa.aceh. 1989 Ketika Kata Ketika Warna. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta. 21 November 1968. Pendidikan: Fak.ambon. 1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960. 1997 Di Atas Umbria.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa.

Heteronormatifita dan Falosentrisme). Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. pagar. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman. 37 . Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Forum Keadilan. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Saman 71-72). seorang gadis cacat mental. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. Editor dan Detik di masa Orde Baru. Tak lama setelah penutupan Tempo. Novelnya yang pertama yaitu Saman. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda. dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. sudut tembok. Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. melibatkan.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. Selain itu. Matra.” (Katrin Bandel. Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. 78). Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. tihang listrik.

♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. intelektual. sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. penerbitan. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). serta lebih culas. Kalung dari Teman (1999). perlawanan. 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. Yang Terdiam dalam Microfon (1990). Kepompong Sunyi (1993). Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995). Matahari yang Mengalir (1990). ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. Ia menulis sajak dan cerpen. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). 19 Februari 1962 38 . kebebasan dan kemandirian. lebih cerdas. Kill the Radio (2001). tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. juga ia mendirikan Indonesia Tera. bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. Yogyakarta. lebih bebas.Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. Nikah Ilalang (1995). Jurusan Sastra Indonesia (1987).

politik. 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). dan kesepian. Secangkir Teh (2005).Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). prosa. Maut mengirim isyarat. Sehampar Kabut (2006). Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Dan aku terkejut. Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). esai. Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 . Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. agama. Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). Angsana (2007). di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). Selepas Kata (2004). Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. Sekarang menulis puisi. dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. kesunyian. Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut.

2. Parahyangan dengan gelar sarjana politik. dan fiksi. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. “Penembak Misterius” (1993). 1. Putri. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). M. Akar. I. “Saksi Mata” (1994). Ksatria. dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr.S. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. dan mengguncang. Putri. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). psikologi. unik. dan Bintang Jatuh. Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. Dr. religi. penelusuran nilai lewat sains. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. N. Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995).♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof.A. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. mitos. spiritualitas dan percintaan yang cerdas.

Adhitya Mulya Jomblo .5 Novelis Lainnya 1. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 .Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4. Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. 4. Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Andi Eriawan Always. Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5.hanya cinta yang bisa 7. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Filosofi Kopi 6. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir. 3. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3. Laila . Salah satunya adalah Elekta. tokoh sentral yang ada di novel tersebut.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Donny Dhirgantoro 5 cm 6.

Miranda Sihir Cinta 16.6 Kumpulan Cerpen 1. sayang ? 3.9. Ratih Kumala Tabula Rasa 6.Bukan Impian Biasa 11. Icha Rahmanti Cintapuccino 10. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12. Supernova 42 . Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Andi Eriawan Ruang Rindu 15. Chritian Simamora Macarin Anjing 13. Danni Junus Ei tu ze .7 Fenomena 1990-2000 a. Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6.

000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Sastra Perkelaminan 43 . Tiga tahun berikutnya. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. Jendela Newsletter. b. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Salah satunya adalah Elekta. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. Novel pertamanya yang sensasional. Sukses dengan novel pertamanya. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. dirilis 16 Februari 2001. Supernova edisi Petir. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Dee meluncurkan novel keduanya. Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung. Supernova satu: Ksatria. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril.Sebelum Supernova keluar. Novel yang laku 12. Bulan Maret 2002. Putri dan Bintang jatuh.

Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. mendasar. ajaran. nilai. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. penebar nilai kearifan kolektif. misalnya). sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. dan pemberangusan. Walau tahu dihadang ancaman tabu. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. atau tekad kreativitas kesusastraan. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. penyensoran. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika.Sejarah pun menggambarkan. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. idealisme. Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. 44 .

Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. politik. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. pencekalan.*** Sumber: HU. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. terkutuk. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. dan cacian. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. dan kekuasaan yang terusik egonya. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Pendeknya. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis.Secara politis. moral. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. Dan bagi masyarakat. 45 . Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. pujian. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. sudah mati. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. dan pemberangusan. Argumentasinya mantap. kritik sastra kita. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. juga pemenang dan pecundang. Sebab.

” tulis Katrin. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. Ada terasa argumentasi yang mantap. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Dan sepanjang delapan tahun ini. Ia menyiapkan argumentasi. dalam penilaian Katrin. memang. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . Dinar Rahayu. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca.biasa saja. Dia. menyoroti dua novel Ayu Utami. Sebab. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. ternyata biasa. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. juga punya asumsi yang sama. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. merujuk teori. Para penulis yang dipuji. di mata Katrin. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. Saman dan Larung. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. misalnya.Aktivis sastra cyber. Katrin Bandel. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Sementara itu. Saut Situmorang.

EM Forster. bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. tema-tema pascakolonial. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. Jerman. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. Karena berangkat dari rasa kecewa itu. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. Perulangan debat semacam ini. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. kalau perlu. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). Sebaliknya. dan sastra siber. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 .pelbagai segi: politik. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. Menurut Budi Darma. cerita yang biasa saja. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. nasionalisme. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. mencari pijakan teorinya. Lagipula. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. sejarah. dan seterusnya. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. Ia menyampaikan perspektif dengan. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. Karena itu. teori komunisme. Alih-alih habis. rangsangan semacam itu sangat perlu. Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. kejiwaan. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa.

sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. Kamis (29/6). Sam Abede Pareno. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. 48 . Sebuah otokritik dari seberang. Bedanya. serta sastrawan Akhudiat. Khusus untuk perempuan. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral." papar Sam." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. Demikian juga sebaliknya. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. d. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. yang mengingatkan.untuk mendukungnya. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. yang boleh dikata. Zoya Herawati. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. Dr. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. "Memang. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. Kata Zoya lagi. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. Sementara itu. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. Kemungkinan lain. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. Prof Dr. Meski begitu. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. juga menghadirkan Prof. untuk Indonesia. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot.

Turlan Siagian : Ksatria. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut. perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong . seimbang. Sastra Seleb 1. Masih menurut Sam. Padahal. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat. harta. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. Puteri. dan seks.*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. sastra yang sejati merupakan karya yang adil. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). itu bukanlah pemberontakan. bahkan lebih indah dari aslinya. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil." alasannya. sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah. dan menyeluruh.Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. Karena itu. 49 . kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya. Karena itu.

/ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . 12062001 3. dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya. sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. Namun demikian. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis.

Ringkasan Sejarah Sastra Modern. H.cybersastra.1967. 1995. Aku Ini Binatang Jalang. Membaca Sastra. Apresiasi Puisi. 2000. Metode Kritik. Meilani dkk. Rahmat Djoko. 2003.DAFTAR PUSTAKA Alami. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Waluyo.B. Bandung: Putrabardin. Intisari Sastra Indonesia.E. Jakarta: Gunung Agung. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai. Intan Wikipedia Indonesia.2004. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia..1993. Pradopo. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. Anwar.H. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Pendekatan Teori. dan Penerapannya.com www. Chairil. M. Ambary. Suhendar.wikipedia. Luqman. Jakarta: Gramedia. Haqani. Beberapa Teori Sastra. PT. Rosidi. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Rieke Diah.co. Bandung: Pena Media. www. Herman J. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2001. 1983. 2003.id 51 . Bandung: Pionir Jaya. Pitaloka. Budianta. Happy.2003. Depok: Indonesia Tera. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. Sri P. Ajip. Hastuti. Abdullah. 2005. Jassin. Jakarta: Pustaka Utama. Bandung: Djatnika.

ia dinobatkan oleh H. terjemahan karya John Steinbeck 52 .LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Chairil Anwar (Medan.B. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). diedit oleh Pamusuk Eneste. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. 26 Juli 1922 — Jakarta. Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Jakarta. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.

1953) Boen S. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa. Fakultas Sastra. Indonesian poems. 1976 H. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. Jassin (Singapore: University Education Press. 1976) Robin Anne Ross. 1974) S. Chairil Anwar. (Jakarta: Gunung Agung. Nababan.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. 1976) Arief Budiman. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. Universitas Hasanuddin. pelopor Angkatan '45. Ohio: Ohio University. 1983) 53 . 1972). disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. B. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. Auckland. oleh Donna M. dengan bantuan H. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. Abdul Kadir Bakar. disertai kumpulan hasil tulisannya. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. oleh Burton Raffel (Athens.S. Center for International Studies. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. State University of New York Press. Kementerian Pendidikan.U. Jassin. Chairil Anwar. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. Dickinson (Berkeley? California. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Jerman dan Spanyol. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel.B. Oemarjati. New Directions. antara lain bahasa Inggris.

1995) Zaenal Hakim. 1985) Sjumandjaya. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi. 1996) 54 . 1987) Pamusuk Eneste. Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat.Husain Junus.

digarami lautmu Dari mulai tgl.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. Jilid 7. 1954 55 . No 297. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty.

teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. Kami tidak tahu. 1957 56 . kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. Jilid 7. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Kenang. No 16. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. Yang tinggal tulang diliputi debu. kenanglah kami. kenanglah kami Teruskan. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa.

MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. No. Pedang di kanan. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. Th III. Sekali berarti Sudah itu mati. 8 Agustus 1954 57 . keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. Lawan banyaknya seratus kali. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu.DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar.

No. No. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat...jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru.PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi.. terlucut debu. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 . Waktu jalan... Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras. Th III.

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

Belum apa-apa Udara bertuba. Sepi menekan mendesak. Tak bergerak Sampai ke puncak. Lurus kaku pohonan. 60 . Sepi memagut. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Sepi. Dan menanti. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi. Setan bertempik Ini sepi terus ada. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku.. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Menanti. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala.. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Menanti.

sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. Berjalan menyisir semenanjung. kalau 'ku mati. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. gadis manis. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. 1946 61 . di angin mendayu. laut terang.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. Aku sendiri. Tiada lagi. bulan memancar. rumah tua. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. angin membantu. Kapal. pada cerita tiang serta temali. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. dia mati iseng sendiri. Di air yang tenang. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat.

di Karet (daerahku y. rimba jadi semati tugu di Karet. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 .a. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. malam tambah merasuk.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku.

Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya. (Dialihkan dari W. SMA (1952). di samping sebagai dramawan tradisional. Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Solo. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. tidak berarti ia berhenti untuk belajar. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya .S. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. di sekolah Katolik.W. Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Yosef di kota Solo. 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Bukan hanya menulis. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. St. ternyata ia juga piawai di atas 63 . Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. Rendra Dari Wikipedia Indonesia. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. S. Universitas Gajah Mada.

atau Angkatan 70-an. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. Bengkel Teater Pada tahun 1961. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. dan Siasat Baru. Berliner Horizonte Festival. Melbourne. Vagarth World Poetry Festival. dan Tokyo Festival (1995). Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Setelah itu. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. The Valmiki International Poetry Festival. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). New Delhi (1985). Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. di antaranya bahasa Inggris. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). seperti Kisah. dipentaskan ketika ia di SMP. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. Bhopal (1989). Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Akan tetapi. tetapi juga di luar negeri. Anugerah Seni 64 . “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Kuala Lumpur (1992). Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. Basis. Teeuw. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Jerman. Berlin (1985). Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Yogyakarta. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. World Poetry Festival. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. A. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Prof. Jepang dan India. Spoleto Festival. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .panggung. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. Angkatan 60-an. The First New York Festival Of the Arts (1988). sepulang dari Amerika Serikat. Seni. Konfrontasi. Belanda. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. Ia mementaskan beberapa dramanya.

Dia dinamis. Naomi Srikandi. Terhadap tudingan tersebut. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Andreas Wahyu Wahyana.E. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. Itu Rendra! Itu Rendra!. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. dan Klara Sinta. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). Penghargaan Adam Malik (1989).A. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. dan Sunarti tak lama kemudian. Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. dan punya kesehatan yang terjaga. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. tutur Sito tentang Rendra. Daniel Seta. Samuel Musa. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Peristiwa itu. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. Yogyakarta. The S. Hadiah Yayasan Buku Utama. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. Sejak itu. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. Hadiah Akademi Jakarta (1975). dan Sito menerimanya. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . Ujung-ujungnya. tak pelak lagi. aktif. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. ditemani Sunarti. katanya sambil mengutip ayat Quran. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. putri darah biru Keraton Yogyakarta. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. yang beragama Islam. Tugas Jeng Sito. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. 12 Agustus 1970. Kontroversi Pernikahan. Dari Sitoresmi. Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. Sarah Drupadi. dinikahi seorang pemuda Katolik. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. begitu panggilan Rendra kepadanya. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat.

aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 . dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles. dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare.

kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. ampun. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan. rasanya seperti minuman keras. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. minum di sana. Bahkan tidak tanggungtanggung. kecut. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. istri. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. ya Allah. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. saya selalu katakan. Bagi saga. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. saya telah malang-melintang di dunia teater. "Bagaimana. Dan. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. Bagi saya. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. Minum di sini. Waktu itu. dan juga marah. Bahkan. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Tetapi justru. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. malu. Tetapi.Meskipun sudah menjadi orang Islam. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. Mereka memang dapat dikalahkan. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. 67 . Lirih. Ampun. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. Pergi Haji Ketika naik haji. Ken Zuraida. ya Allah. saya memohon. saya ini sudah memohon ampun. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. Sebelumnya saya beragama Katolik. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. sampai saya bersendawa. Tetapi lebih dari itu. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. Dan bukan suatu kebetulan. dan juga materi. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. Bahkan. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. Sebagai penyair. maka minuman keras menjadi air. Sejak muda. ampun." Saya betul-betul merasa takut. sehingga saya ingin berteriak. "Aduh. BRA Sitoresmi Prabuningrat.

pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. yang telah menginjak usia ke-70. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. Ya. Mas Willi. menjadi puncak acara malam itu. penuh terisi. Penerbit Gema Insani Press website : http://www. Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek. Wascha Ah Wascha. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. Namun. Adi Kurdi. Syu'bah Asa. Setelah ini. N. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua. Chaerul Umam. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. para alumni Bengkel teater. sahabat. Riantiarno. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater. sastrawan besar Indonesia. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta . kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. gairah pengunjung tetap terasa. (Koran tempo / Sita) 68 . (Albaz . Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. Ratna Sarumpaet. Jakarta. saya tidak akan meminum minuman keras lagi. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. Tak pelak. dan Jose Rizal Manua. Selamat ulang tahun.co. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. Tak ada kue ulang tahun mewah.mualaf.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. Namun. Dengan gayanya yang khas.gemainsani.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Taman Ismail Marzuki.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. Sementara itu. Meski panggung hanya didominasi satu warna. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. dan keluarga dekatnya. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. hitam. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra.

Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. dan Syubah Asa. Belakangan. setelah Bip Bop. langsung dari keran wastafel hotel. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. guru kami. Beberapa hari kemudian. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. Teguh Karya. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Sama sekali tak ada pola gerak. meski siratan isi lakon tetap sama. Informan. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. Dalam pertemuan pada 1968 itu. dan Selamatan Anak Cucu. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. pada 1963. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Yang menarik. Di Manakah Kau Saudaraku. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. sangat memukau. tapi. dengan mengambil tema tertentu. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Intinya. Piip. Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. dan Lysistrata digelar. The Chair. Amak Baldjun. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Dunia Azwar. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer. Sulaiman. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. antara lain pentas ulang Oidipus. Begitu juga Putu Wijaya. ikut pentas teater minikata. Sekda. yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. Macbeth. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal.S. dan Vignet Katakana. Rambate-Rate-Rata. Rendra mengakui. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Geger tentu saja. 69 . Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. Setelah pementasan Bip Bop. Dia menggelar Isteri Yahudi. Seluruh gerak terjadi secara spontan. Bip Bop. Sebelum ke Amerika Serikat. Panembahan Reso. Rendra pada April 1968. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. dan Mencari Keadilan. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. Chaerul Umam. Perjuangan Suku Naga. yang mulai cemas.Rendra dimata N. terjemahan karya Bertolt Brecht. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. Nomor-nomor yang disajikan. Makan siang terpaksa bantingan. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. ternyata dialah sang pemenang. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Minumnya air putih. Rendra menjadi bintang yang menawan. kemudian. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia.

Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. tanpa uang. seakan tidak memiliki masa depan pula. Arifin C. saya berguru. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. Dan kepada Rendra. Indah. Milik Indonesia. juga pelarangan pentas puisi Rendra. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. Noer. dan Panembahan Reso. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991. Dalam penulisan. Rendra. terlunta. ketoprak. secara tak langsung. tanpa rasa takut. Tapi dia tak pernah jera. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. bentuk teater rakyat. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. saya banyak menyerap dari Rendra.Dalam Perjuangan Suku Naga. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. seniman besar. Segera saja Rendra menjadi ikon. 7 November 1935). Rendra adalah empu yang mumpuni. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. saya berguru kepada Asrul Sani. kemudian. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. Permata mulia. ternyata dialah sang pemenang. tapi. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. tanpa jengah. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Ini perkembangan yang menarik dan penting. para seniman bergiliran bicara. dan milik masyarakat luas. "berharga". Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. Lewat kiprah Rendra. Pikiran-pikirannya tajam. Memukau. (Koran Tempo) 70 . dan Goenawan Mohamad. teater menjadi lebih prestisius. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. Sekda.

Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang. yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Sejak duduk di SMP. terutama puisi-puisinya. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. tetapi juga di negara Barat dan sosialis. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. Shakespeare. Karya-karyanya. Jakarta. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada.B. 71 .WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. dan produser. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". Yassin. Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri.l. Amerika Serikat. George Bernard Shaw. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. John Galsworthy dan Sophokles). Eugene Ionesco. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. kemudian belajar tentang seni drama di Amerika.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. produser dan pemain utama. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Belanda dan bahasa Eropa lain. pemain utama. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. Rendra sudah mulai bersajak. Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. Korea atau Rusia. antara lain di Gedung Kesenian. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin). Ketika duduk di SMA pada 1952. dengan sangat mengejutkan penonton. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a.

kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi.Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Penulis adalah wartawan senior. teman sekolah WS Rendra di Solo. Memprihatinkan. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. 72 . Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung. Depok. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. khususnya di seni drama. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra.

Gugur 5. Hai. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Sajak Sebatang Lisong 26. Sajak Ibunda 17.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Kamu ! 6. Sajak Tangan 32. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Sajak Matahari 20. Orang-orang Miskin 10. Sajak Sebotol Bir 27. Tahanan 73 . Sajak Bulan Purnama 14. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Lagu Serdadu 8. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Seonggok Jagung 28. Sajak Mata-mata 19. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Lagu Seorang Gerilya 7. Sajak Potret Keluarga 24. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Sajak Pulau Bali 25. Pamplet Cinta 11. Sajak SLA 31. Gerilya 4. Sajak Kenalan Lamamu 18. Sajak Anak Muda 12.

apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh. aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 .

melihat sekuntum bunga telah mekar. membangkitkan keangkuhanku. aku berdiri menghadapmu. Di atas debu kemiskinan. Usaplah wajahku. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. wajah-wajah nelayan keruh. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. dari puingan masa yang putus asa. Jakarta. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Wahai. Dan perlahan tersirap darah kita. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Kita duduk bersandingan. Joki Tobing. Wahai. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. Nusantara Film. menyaksikan hidup yang kumal. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran.Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. Widuri. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Joki Tobing. aku terkenang akan wajahmu. Ciliwung keruh. kuseru kamu. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Jakarta. Nusantara Film.

Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 . bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang. bau asap.

ya. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu.karena dikhianati dewa keadilan. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. Terbangun bersama. Putera-puteriku. Kini Kami tersentak.

menggapai-gapai. berjuta-juta burung kondor. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. Burung-burung kondor menjerit. di dalam usaha tak menentu. dan menjawab dengan mengirim kondom. Dari pagi sampai sore. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. menanam bibit di tanah yang subur. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. 78 . lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan.buruh bekerja. Beribu-ribu burung kondor. bergerak menuju ke gunung tinggi. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. bergema di tempat-tempat yang sepi. Para tani . Di dalam marah menjerit. menoleh ke kanan. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. menoleh ke kiri. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. dan disana mendapat hiburan dari sepi.

mematuki udara. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 .Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. Yogya. mematuki batu-batu. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.

Wahai. dik Narti. pikir dan rasa 80 . Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah. Wahai. dik Narti.Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. penyair dari kehidupan sehari-hari. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai. dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu... kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi.

mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu. Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai. aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. putri duyung.

kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair .sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .. menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .

rumus asing diktat .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.kanak tanpa pendidikan termangu .mangu di kaki dewi kesenian bunga .bunga bangsa tahun depan berkunang .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .dan delapan juta kanak . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus .

ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar.

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

katanya. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional.Tetapi beberapa hari kemudian. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. Pram. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. Katanya. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya. tambahnya. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. Semenjak Orde Baru berkuasa. meralat pemberitaan itu. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. Lubis juga mengatakan. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. Dia juga merasa difitnah. Kalau tidak cukup. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Bahkan menurut Joko Pekik. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. Tetapi di pihak lain. untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin.apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. kata Mochtar Lubis. Katanya. Tetapi. ketika dituduh ikut membakar buku segala. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. bukan menuntut 'pencabutan'. Dalam berbagai opini-opininya di media. bawa ke forum terbuka. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini.

lalu kritis lagi. Sabtu 29 April. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. dan dirawat di rumah sakit. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru. Pram sempat tak sadar diri. dia kembali meminta pulang. kerajaan Jawa. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. begitu sampai di rumahnya. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. Setelah sadar. Meski masih kritis.mana mereka mengalami kekerasan seksual. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. dan diabetes. Berpulang Pada 27 April 2006. Kondisi Pram memang sempat membaik. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. jantung. antara Belanda. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. kondisinya jauh lebih baik. Pameran bertajuk Pram. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Mereka hanya 89 .00. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. Pada 12 Januari 2006. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. Pramoedya menderita diabetes. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. ditambah komplikasi ginjal. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. sesak napas dan jantungnya melemah. Bogor. orang Jawa secara umum. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. Tapi. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. Sastra. dan Tionghoa.00. sekitar pukul 19. Pram bersikeras ingin pulang. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Menurut laporan. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya.

" ujarnya. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03.00.30 WIB. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis. "Akhiri saja saya. Goenawan Mohamad. Bakar saya sekarang. ketika ajal menjemput. pengurus DPD PDI Perjuangan. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. Pada 30 April 2006 pukul 08.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun. Terakhir. Wapres Jusuf Kalla. 90 . Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22.00. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya." katanya. Jenazah dimandikan pukul 12. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak. Setelah itu. Namun. Putu Wijaya.00. Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26.00. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. Usman Hamid. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Ratna Sarumpaet. Jakarta Timur. pukul 05. Budiman Sujatmiko. "Dorong saja saya. antara lain dari KontraS. Erry Riyana Hardjapamekas. Utan Kayu. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. dan lain-lain. Tapi. Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. Namun.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. Nurul Arifin dan suami. artis Happy Salma. dan cendekiawan. Setelah itu. sastrawan. Saat itu. serta puluhan aktivis. Temasuk para anak muda fans Pram. lalu disalatkan. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. cucu. dan cicitnya. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Gus Solah. Pram sempat mengerang. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut. Dewan Kesenian Jakarta. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya.

Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. Berkeley. dari Universitas California. "for Journalism. 1995 Ramon Magsaysay Award. 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. Manila. dari The Wertheim Fondation. 1999 91 . "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people". Leiden. "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. 1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. New York. AS. dari Ramon Magsaysay Award Foundation. and modern experience of Indonesian people". Madison. Perancis. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Perancis. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. and Creative Arts. 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. AS. Belanda. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. AS. Paris. Filipina. his example to all who oppose tyranny. Literature. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. 1989 Wertheim Award. 1996 Doctor of Humane Letters. AS.

New York. 2000 The Norwegian Authors Union. pemenang sayembara Balai Pustaka. Chili. AS. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland. Swedia. 1987 Deutschsweizeriches PEN member. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. Jakarta. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). Sepoeloeh Kepala Nica (1946). Pasar Baru. 1988 International PEN English Center Award. Jakarta. ketika masih di Pulau Buru. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951).New York Foundation for the Arts Award. kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947). semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. Jerman. Zentrum. Inggris. 2004 Centenario Pablo Neruda. 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. AS. Swiss. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). hilang di tangan penerbit Balingka. Jepang.

tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982).) Oei Tjoe Tat. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). dilarang Jaksa Agung. Jakarta. antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II.) Hadji Moekti. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. 1987 Rumah Kaca (1988). dilarang Jaksa Agung. 1981 Anak Semua Bangsa (1981). (ed. 1985 Sang Pemula (1985). (1987). dilarang Jaksa Agung. 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini. dilarang Jaksa Agung. 1963. 1995 93 . (1995). dilarang Jaksa Agung. 1985 Hikayat Siti Mariah. terbit sebagai buku. dilarang Jaksa Agung. (ed. dilarang Jaksa Agung. 1987. Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini.Cerita dari Blora (1952). bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. yang pernah diumumkan di berbagai media. Satu Percobaan (1964). dilarang Jaksa Agung.

Daniel Mahendra. oleh A. oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. dkk (Penerbit Malka) 94 . 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. dilarang Jaksa Agung. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995).

Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. Writing from the World (Amerika Serikat). Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Thailand. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. 95 . Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City. Universitas Padjadjaran. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. Bandung. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Pada musim panas 1974. negen moderne Indonesische dichters (1979). O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Pada tahun 1979. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. India). Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka.

IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku. telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan. kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 .

Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai. Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 .MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh.

Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya. Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga.. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang..O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 .

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful