HANDOUT

PERIODISASI SASTRA INDONESIA DR410

Agus Suherman

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1.1 Sejarah Berdirinya Angkatan Balai Pustaka 1.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka 1.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1.4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 2.1 Latar Belakang 2.2 Sejarah Berdirinya Angkatan Pujangga Baru 2.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 2.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya III PERIODE ANGKATAN ‘45 3.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘45 3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 3.5 Fenomena pada Angkatan ‘45 IV PERIODE ANGKATAN ‘50 4.1 Sejarah Berdirinya Angkatan ‘50 4.2 Ciri-ciri Angkatan ‘50 4.3 Masalah yang Dihadapi Angkatan ‘50 4.4 Angkatan ‘50 dan Karyanya 4.5 Fenomena pada Angkatan ‘50 V PERIODE ANGKATAN ‘70 5.1 Ikhwal Periode Angkatan ‘70 5.2 Angkatan ‘70 dan Karyanya VI PERIODE ANGKATAN 2000 6.1 Sejarah Angkatan Reformasi 6.2 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.3 Ciri-ciri Angkatan 2000 6.4 Angkatan 2000 dan Karyanya 6.5 Novelis Lainnya 6.6 Kumpulan Cerpen 6.7 Fenomena 1990-2000 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
1. 2. 3. 4. Chairil Anwar: Biografi dan Karyanya Rendra: Biografi dan Karyanya Pramoedya Ananta Toer: Biografi dan Karyanya Sutardji Calzoum Bachri: Biografi, Proses Kreatif, dan Karyanya

i 1 1 2 2 4 5 5 5 6 7 12 12 13 13 14 19 20 20 20 21 21 27 28 28 28 32 32 32 32 33 39 40 41 49 50
50 61 83 96

2

I PERIODE ANGKATAN BALAI PUSTAKA 1920-1940

1.1 Sejarah Berdirinya Balai Pustaka Pada tahun 1908 pemerintah Belanda mendirikan lembaga bacaan rakyat yang bernama Volkslectur dengan Dr. G.A.J Hazeu sebagai ketuanya di Jakarta. Lembaga ini bertugas memilih karangan-karangan dan kemudian menerbitkannya sebagai bacaan umum (rakyat), untuk anak-anak dan orang dewasa, guna mengisi waktu senggang dan menambah pengetahuan. Pada tahun 1917 Volkslektur itu diubah namanya menjadi Balai Pustaka serta para redakturnya terdiri atas para penulis dan ahli bahasa melayu. Tugas Balai Pustaka adalah: Mula-mula hanya menerbitkan naskah-naskah lama yang bila perlu dapat diubah dan disempurnakan. Menerbitkan saduran dan terjemahan hasil karya pujangga-pujangga asing kenamaan, seperti Shakespeare, Cervantes, Alexander Damas, Jules Verne, Tolstoi, Rudyat Klipling, Rabindranath Tagore. Fase terakhir barulah menerbitkan naskah-naskah pengarang muda bangsa Indonesia, baik berupa puisi maupun prosa. Balai Pustaka juga menerbitkan majalah-majalah: Panji Pustaka dan Sari Pustaka dalam bahasa Melayu, Kejawen dalam bahasa Jawa, dan Parahiangan dalam bahasa Sunda. Selain itu, Balai Pustaka juga memberikan kekangan terhadap naskah-naskah karangan dengan syarat-syarat sebagai berikut : Karangan-karangan jangan mengandung unsur yang menentang pemerintahan. Karangan-karangan tidak boleh menyinggung perasaan-perasaan golongan tertentu dalam masyarakat. Karangan-karangan hendaknya bebas dalam agama, yakni jangan menyinggung penganutnya serta hendaknya mengandung tuntutan perangai. Walaupun Balai Pustaka sering menahan atau mengubah naskah-naskah, namun manfaatnya besar sekali, yaitu: Memberi kesempatan kepada para pengarang untuk mengembangkan bakatnya. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati buku-buk bacaan, sehingga bertambah pengetahuannya serta dapat mengisi waktu senggang. 3

seperti terlihat pada karya Tulis Sutan Ati. Dia pengarang yang paling produktif sehingga ada yang memberi julukan “Raja Pengarang” Angkatan Balai Pustaka. 2. pelaku utama senantiasa kandas. Nama-nama Dr. Dr. Itulah sebabnya dalam mencapai cita-citanya. yang mempergunakan bentuk sonata dalam kesusastraan Indonesia. Menilik bentuknya. Anak dan Kemenakan. Agak dinamis. Ini berarti bahwa cita-cita baru senantiasa terkalahkan oleh adat lama yang membeku.Balai Pustaka hidup terus dan perannya semakin besar. misalnya kawin paksa. Sutan Pamunjtak. 1. adalah sebagai berikut: 1. kesusastraan angkatan Balai Pustaka ini mempunyai ciri-ciri: a. 1893. A. Beberapa karyanya 4 . Merari Siregar Karyanya antara lain: Azab dan Sengsara. Abas. misalnya dimatikan oleh pengarangnya. Marah Rusli Lahir di Sumatera Barat. Namanya terkenal berkat beberapa karyanya. 1898. Yamin. 3. Para penyairnya masih banyak yang mempergunakan bentuk-bentuk puisi lama. Rinkes. Para penyair baru ini dipelopori oleh Moh. 3. Si Jamin dan Si Johan. Nur Sutan Iskandar Lahir di Sumatera Barat. lebih-lebih pada masa sekarang.A.2 Konsep Pemikiran dan Ciri-ciri Periode Balai Pustaka Adapun konsep pemikiran dan ciri-ciri angkatan Balai Pustaka. di antaranya: Siti Nurbaya. b. Bercorak pasif-romantik. D. yang tetap dihiasi ungkapan-unngkapan klise serta uraian-uraian panjang. seperti puisi lama. G. mulai dipergunakan oleh para penyair muda. Bentuk prosa yang memegang peranan pada masa kesusastraan angkatan Balai Pustaka adalah Roman. Memang Jodoh (autobiografi). Mempergunakan bahasa Melayu baru. pantun dan syair. 2. Hidding pernah menjadi pemimpin Balai Pustaka. Bentuk puisi barat yang tidak terlalu terikat oleh syarat-syarat. Roman angkatan ini bertema perjuangan atau perlawanan terhadap adat istiadat lama.A. Drewes dan K.3 Angkatan Balai Pustaka dan Karyanya 1. 1. c. sehingga merupakan angan-angan belaka.J.

Bahasa dalam karangannya berlainan dengan pengarang-pengarang yang berasal dari Minangkabau. Si Cebol Rindukan Bulan. di Singaraja. Mencari Pencuri Anak Perawan. 4. 9. 5 . 5. Aman Datuk Modjomdo Lahir di Suprayang Solok Sumatera Barat.dan Pengaruh Keadaan. Menebus Dosa. 1895. Neraka Dunia. Hulubalang Raja.antara lain: Salah Pilih. dan Cita-Cita Mustafa. Kasih Tak Terlerai. Sutomo Djauhar Arifin Karyanya antara lain Andang Taruna. Perhatiannya lebih tertuju pada cerita anak-anak. bernama samaran Selasih atau Selagari.dan Robert Anak Surapati. 6. Karyanya antara lain: Rusmala Dewi. Karyanya antara lain: Ni Rawit. 1904. Lahir di Talu Lubuksikaping. dan Cinta Tanah Air. Dia terkenal sebagai pengarang roman detektif. Hamidah Hamidah adalah nama samaran dari Fatimah Hasan Delais. Dia bekerja di Balai Pustaka. Percobaaan Setia. I. Karyanya antara lain: Kawan Bergelut (kumpulan cerpen). Abdoel Moeis Lahir tahun 1886. Seorang wanita yang terkenal dengan karyanya Kehilanagn Mustika. Katak Hendak Menjadi Lembu. 7. Si Dul Anak Betawi. Karena Mertua. Karyanya antara lain: Salah Asuhan. (1914-1953). Sukreni Gadis Bali. Hang Tuah. dan Kasih Tersesat. Ceti Penjual Orang. Anak Nelayan. Tebusan Darah. Sunan Hasibuan Lahir di Bengkalis. Penemuan Jodoh. 4. Sariamin Sariamin. dan Dewi Karuna. kemudian diangkat menjadi pembantu ahli bahasa pada Balai Pustaka. 1909. Gusti Nyoman Pandji Tisna Putra Raja Buleleng yang dilahirkan pada 8 Februari 1908. 8. Karyanya antara lain: Kalau Tak Untung.

dan Pemandangan Dalam Dunia Kanak-kanak. 12. Adinegoro Merupakan seorang sastrawan dan wartawan. sehingga angkatan Balai Pustaka ini dijuluki sebagai Angkatan Siti Nurbaya. Darah Muda (roman). Karyanya antara lain: Pacoban (roman dalam bahasa Jawa). Tanah Air. Lutung Kasarung (terjemahan dari bahasa Sunda). Ajirabas Ajirabas adalah nama samaran dari Welfridus Joseph Sabarija Purwadarmita.dan Karena Kerendahan Budi. yaitu: 1.10. yaitu dengan terbitnya dua buah buku satra yang telah meninggalkan tradisi lama. Karyanya antara lain: Memutuskan Pertalian. Jadi. baik puisi maupun prosa sejak tahun 1922 mengalami perubahan. roman karya Marah Rusli yang sangat mengagumkan dan menggemparkan pada waktu itu. 15. Muhammad Kasim Banyak menghasilkan karangan yang bernada humor. Abas Sutan Pamuntjak Karyanya di antaranya Pertemuan. 13. 2. Yamin SH. 11. dan Siti Marhumah Yang Saleh (syair). kumpulan puisi baru karya Moh. 14. 6 . Karyanya antara lain: Melawat ke Barat (kisah). dan Asmara Jaya (roman). 16. Karyanya antara lain: Teman Duduk (kumpulan cerpen). Rustam Sutan Felindih Karyanya antara lain: Mekar Bunga Majapahit (sandiwara). dapat dikatakan bahwa kesusastraan Indonesia. Mardi Kawi (buku pelajaran bahasa Kawi).4 Fenomena pada Periode Balai Pustaka Tahun 1922 memberi suasana baru terhadap gelanggang sastra Indonesia. Haji Said Daeng Muntu Karyanya: Pembalasan. Tulis Sutan Nan Sati Karangan-karangannya penuh dengan bahasa dan lagam Minangkabau. Sengsara Membawa Nikmat. 1. Siti Nurbaya. dan Punca Bahasa Nippon (pelajaran bahasa Jepang). Muda Teruna.

Misalnya Achdiat K. Tetapi kita lihat pembagian sejarah sastra Indonesia dalam angkatan-angkatan ini. dan Sutan Takdir Alisjahbana. seorang pujangga baru kelahiran Sangihe yang beragama Protestan dan merupakan penyair religius sangat dipengaruhi oleh Willem Kloos. Seperti diketahui.2 Sejarah Ketika sastra Indonesia dikuasai oleh angkatan Pujangga Baru. bukan saja mengenal. Ia pengarang prosa religius yang bernafaskan Islam. Lain halnya dengan Hamka. Majalah inilah yang merupakan terompet serta penyambung lidah para pujangga baru. Mihardja pernah menyatakan bahwa ia lebih suka digolongkan kepada angkatan Pujangga Baru. Prosa dan Puisi yang disusun oleh H. 2. Masa ini dimulai dengan terbitnya majalah Pujangga Baru pada Mei 1933.E. Di antara para pujangga Belanda angkatan 80-an. Tatengkeng. J.B Jasin adalah sebuah bunga rampai (antologia) dari para pengarang dan penyair yang oleh penyusunnya digolongkan ke dalam Angkatan Pujangga Baru. Dalam manivestasi pujangga baru dinyatakan bahwa fungsi kesusastraan itu. dapat kita sebut misalnya Willem Kloos dan Jacques Perk. oleh para ahli dan para penyusun buku-buku pelajaran sastra Indonesia.1 Latar Belakang Buku Pujangga Baru. perkembangan sastra Indonesia dibagi-bagi menjadi angkatan-angkatan. mereka memilih masuk angkatan yang disukainya. yaitu setelah angkatan Balai Pustaka dan mendahului kelahiran angkatan ‘45. Tidak sedikit pula para sastrawan yang menolak atau tidak mau dimasukan dalam sesuatu angkatan. Hal ini tak mengherankan sebab pada jaman itu banyak para pemuda Indonesia yang berpendidikan barat. Angkatan Pujangga Baru biasanya ditempatkan sebagai angkatan kedua. Sebenarnya para pujangga baru serta beberapa orang pujangga Siti Nurbaya sangat dipengaruhi oleh para pujangga Belanda angkatan 1880 (De Tachtigers). bahkan mendalami bahasa serta kesusastraan Belanda. Penerbitan majalah tersebut dipimpin oleh tiga serangkai pujangga baru. masa-masa tersebut lebih dikenal sebagai Masa Angkatan Pujangga Baru. Armijn Pane. yaitu Amir Hamzah.II PERIODE ANGKATAN PUJANGGA BARU 1930-1945 2. tidaklah disertai dengan alasan-alasan yang bisa kita terima. lebih 7 . selain melukiskan atau menggambarkan tinggi rendahnya suatu bangsa. padahal para ahli telah menggolongkannya kepada angkatan ‘45. juga mendorong bangsa tersebut ke arah kemajuan.

yang boleh kita anggap sebagai perintis kesusastraan modern. 2. sedangkan angkatan Pujangga Baru aktif romantik. Mereka berlomba-lomba. 3. masih secorak dengan angkatan sebelumnya. disamping itu ikatan-ikatan lain seperti quatrain dan quint pun banyak dipergunakan. sedangkan Sanusi Pane lebih banyak dipengaruhi oleh India daripada oleh Barat. sehingga ia dikenal sebagai seorang pengarang mistikus ke-Timuran. Mozasa.dipengaruhi oleh pujangga Mesir yang kenamaan. A. karya angkatan Pujangga Baru mempunyai ciri-ciri: a. Hasjemi. Aoh Kartahadimadja. cukup beberapa bait saja. yaitu semangat membangun kebudayaan Indonesia yang baru dan maju. Ditilik bentuknya. Adinegoro.M. dan Karim Halim. Pada Armijn Pane rupanya pengaruh Barat itu menguasai dirinya secara lahir batin. Mereka datang dari segala penjuru tanah air dengan segala corak ragam gaya dan bentuk jiwa serta seninya. Angkatan Pujangga Baru menggunakan bahasa Melayu modern dan sudah meninggalkan bahasa klise. Mereka berusaha membuat ungkapan dan gaya bahasa sendiri. Hal ini berarti bahwa cita-cita atau ide baru dapat mengalahkan atau menggantikan apa yang sudah dianggap tidak berlaku lagi. b. Itulah sebabnya mereka dapat bekerjasama. Lebih jelas lagi tampak pada Armijn Pane. Penggabungan ungkapan serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari 4. Tema dalam karya prosa (roman) bukan lagi pertentangan faham kaum muda dengan adat lama seperti angkatan Siti Nurbaya. kadang-kadang para Pujangga Baru mengubah sajak atau puisi yang pendekpendek. yaitu Al-Manfaluthi. Jiwa Barat itu rupanya jelas sekali terlihat pada diri Sutan Takdir Alisyahbana.3 Karakteristik Karya Angkatan Pujangga Baru 1. misalnya saja dalam memelihara dan memajukan penerbitan majalah Pujangga Baru. misalnya ”Batu Belah” dan ”Hang Tuah” karya Amir Hamjah. Masih banyak lagi para pujangga baru lainnya seperti Rustam Effendi. Sajak-sajak yang agak panjang hanya ada beberapa buah. Ia sangat dipengaruhi agama Islam serta adat istiadat Melayu. A. Sajak jumlah suku kata dan syarat-syarat puisi lainnya sudah tidak mengikat lagi. Daeng Myala. Dinamis 2. hanya saja kalau romantik angkatan Siti Nurbaya bersifat fasip. Pujangga religius Islam yang terkenal dengan sebutan Raja Penyair Pujangga Baru adalah Amir Hamzah. Bentuk puisi yang memegang peranan penting adalah soneta. melainkan perjuangan 8 . Pilihan kata. namun tetap satu dalam cita-cita dan semangat mereka. Bercorak romantik/idealistis.

Bentuk karya drama pun banyak dihasilkan pada masa Pujangga Baru dengan tema kesadaran nasional. 1937) b. Dian Tak Kunjung Padam (roman. kemenakan dan menantu Sultan Langkat. 1936) e. 2. dan meninggal pada bulan Maret 1946. AI (bagian Sastra Timur) di Solo.4 Angkatan Pujangga Baru dan Karyanya 1. Amir Hamzah lebih banyak mengubah puisi sehingga mendapat sebutan “Raja Penyair” Pujangga Baru. 1941) d. Mulo di Medan. Karangannya mempunyai bahasa yang sederhana tetapi tepat. Sutan Takdir Alisjahbana Orang besar ini dilahirkan di Natal (Tapanuli) pada 11-02-1908. Anak Perawan Disarang Penyamun (roman. Ia keturunan bangsawan. 1936) f. dan Jakarta AMS. Karya-karyanya antara lain: a. menyebabkan keahlian yang bermacam-macam pula pada dirinya. Ia mengunjungi HIS di Tanjungpura. Selain itu belajar pula tentang filsafat dan kebudayaan pada Fakultas sastra. misalnya pada roman Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana c. 1941) 9 . Layar Terkembang (roman tendenz. Puisi Lama (1942) h. 1929) b. Karya-karyanya antara lain: a. Tak Putus Dirundung Malang (roman. serta hidup ditengah-tengah keluarga yang taat beragama Islam. Setelah itu ia belajar untuk Hoof Dacte di Jakarta dan juga belajar pada Sekolah Hakim Tinggi. Setelah menamatkan HIS di Bengkulu ia memasuki Kweekschool di Bukitinggi dan kemudian HKS di Bandung. Melawat Ke Tanah Sriwijaya (kisah. lahir pada 28-2-1911 di Tanjungpura (Langkat). Pendidikan yang beraneka ragam yang pernah dialaminya serta cita-cita dan keinginan yang keras itu. Nyanyi Sunyi (kumpulan sajak. Puisi Baru (1946) 2. 1931/1952) g. 1932) c. Bahannya ada yang diambil dari sejarah dan ada pula yang semata-mata pantasi pengarang sendiri yang menggambarkan jiwa dinamis. Ia menuntut ilmu pada Sekolah Hakim Tinggi sampai kandidat. Amir Hamzah Amir Hamzah yang bergelar Pangeran Indera Putra.kemerdekaan dan pergerakan kebangsaan. Tebaran Mega (kumpulan puisi/prosa lirik. Buah Rindu (kumpulan sajak.

ia memegang jabatan-jabatan penting dalam kenegaraan hingga akhir hayatnya (26 Oktober 1962). 1922) b. Ia pun tidak pernah absen dalam revolusi. Puspa Mega (kumpulan puisi. 1931) d. lebih-lebih setelah Proklamasi Kemerdekaan 19’45. 1927) c. Pancaran Cinta (kumpulan prosa lirik. HIS dan Normaalschool. ia pergi ke India untuk memperdalam pengetahuannya tentang kebudayaan India. Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi. Pekerjaan dan keahlian Yamin beraneka ragam. dan melanjutkan pelajarannya ke Mulo Padang dan Jakarta. Sandyakalaning Majapahit (sandiwara. Setanggi Timur (kumpulan sajak. Akhirnya ia memasuki Sekolah Hakim di Jakarta hingga bergelar pada tahun 1932. Bhagawad Gita (terjemahan salah satu bagian mahabarata) 3. Sibolga. Karya-karyanya antara lain: a. Pada tahun 1928. Manusia Baru (Sandiwara. Prof. Muhammad Yamin. Setelah menamatkan Volkschool. Madah Kelana (kumpulan puisi. Sekembalinya dari India ia memimpin majalah Timbul. SH. Tanah Air (kumpulan puisi. 1933) f. dan Tanjungbalai. 1939) d. Sumbar. ia mengunjungi sekolah-sekolah vak seperti sekolah pertanian dan peternakan di Bogor. Pada jaman pendududkan Jepang menjadi pegawai tinggi Pusat Kebudayaan Jakarta dan kemudian bekerja pada Jawatan Pendidikan Masyarakat di Jakarta. SH. Kertajaya (sandiwara. Menanti Surat dari Raja (sandiwara. Kemudian menamatkan AMS di Jogyakarta pada tahun 1927. serta pendidikannya pada Kweekschool Gunung Sahari Jakarata pada tahun 1925. kemudian HIS Adabiyah di Padang. 23 agustus 1905. Karya-karyanya antara lain: a. Ia mengunjungi SR di Padang Sidempuan. 1932) e. dilahirkan di Sawahlunto. ia menjabat pemimpin surat kabar Kebangunan dan kepala pengarang Balai Pustaka sampai tahun 1941. Sanusi Pane Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi. 1940) 4. terjemahan Rabindranath Tagore) 10 . 1928) a. 1926) b.c. 14-11-1905. Muhamad Yamin. Di samping sebagai guru pada Perguruan Jakarta.

Merantau ke Deli (kisah. Ia pernah menjadi kepala NS Tahuna pada tahun 1947. 1941) c. Hamka Hamka adalah singkatan dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah. 1950) b. Prosa Hamka bernafaskan religius menurut konsepsi Islam. 1950) j. 1934) a. J. Tan Malaka (19’45) e. 1957) 5. Dipenogoro (roman sejarah. Karya-karyanya bercorak religius. Tatengkeng Lahir di Kalongan. 19 Oktober 1907. Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) b. kemudian mengaji di langgar dan madsrasah. Sangihe. Abdul Karim Amrullah. Dia juga sering melukiskan Tuhan yang bersifat Universal. lalu ke KHS Kristen di Solo. Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (sandiwara. H. Ken Arok dan Ken Dedes (sandiwara. 1938) g. 1951) e. Pendidikannya dimulai dari SD kemudian pindah ke HIS Tahuna. 6. 16 Februari 1908. 6000 Tahun Sang Merah Putih (1954) d.S Tjokroaminoto. Gajah Mada (roman sejarah. Ayahku (biografi) f. 1934). Pendidikan Hamka hanya sampai kelas dua SD. Ia pernah mendapat didikan dan bimbingan dari H. Di Dalam dan Di Luar Lingkungan Rumah Tangga (Terjemahan dari Rabindranath Tagore) e. Sumatera Barat. 1939) d. seorang teolog Islam serta pelopor pergerakan berhaluan Islam modern dan tokoh yang ingin membersihkan agama Islam dari khurafat dan bid’ah. 1934) f. Karena Fitnah (roman. Ia lahir di Maninjau. Ia pujangga Islam yang produktif. Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi.d. Di Dalam Lembah kehidupan (kumpulan cerpen.O. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (roman. Julius Caesar (terjemahan dari karya Shakespeare) c. Karyanya antara lain Rindu Dendam (kumpulan sajak. Menunggu Beduk Berbunyi (roman. Tuan Direktur (1939) i.E. Karyanya antara lain: a. Keadilan Illhi 11 . Kemudian pindah ke Bandung.1939) h. Dia putera Dr.

Lebih dari setahun ia ikut dengan Ir. Kemudian menjadi guru bahasa dan sejarah di Kediri dan Jakarta serta pada tahun 1936 bekerja di Balai Pustaka. Ia berpendidikan SR. Syair Untuk Aih (sajaka. Bengkulu. 1940) b. serta Mulo Taman Siswa Bandung. Pendidikannya di HIS Bengkulu. dan Normaalcursus di Malang. 2 November 1909. Bandung. dan menamatkan di Solo. 1931) c. Pahlawan Minahasa (roman. HKS Bandung. Sajak-sajak dalam majalah 9. 1953) c. Lembaga Budi l. Surabaya. Armijn Pane Armijn Pane adalah adik dari Sanusi Pane. Dajoh Marius Ramis Dajoh lahir di Airmadidi. Soekarno di Endeh. 1935) 8. Belenggu (roman jiwa. M. Revolusi Agama 7.R. Dia lahir di Talo. Setelah menjadi guru. Karya-karyanya antara lain: a. Ia berpendidikan HIS. Dalam karya Prosanya sering menggambarkan pahlawanpahlawan yang berani. Kisah Antara Manusia (kumpulan cerita pendek. 1937) 12 . tanggal 5 September 1914. sedang dalam puisinya sering meratapi kesengsaraan masyarakat. Mulo Jakarta. Tapanuli Selatan. dan pindah ke Nias. Karyanya antara lain: a. Karyanya antara lain: a. Ipih Ipih atau H. 1935) b. Di Dalam Lingkungan Kawat Berduri (catatan.k. Peperangan Orang Minahasa dengan Orang Spanyol (roman. Pada masa pendudukan Jepang menjadi Kepala Bagian Kesusastraan di Kantor Pusat Kebudayaan Jakarta. Lahir di Muarasipongi. Nyai Lenggang Kencana (sandiwara. Minahasa. Stofia Jakarta pada tahun 1923. Dalam karyanya terbayang semangat gembira dengan napas kebangsaan dan perjuangan. ELS. ia menjadi wartawan dan pernah memimpin harian Pikiran Rakyat di Bandung. 18 Agustus 1908. 1941) b. adalah nama samaran dari Asmara Hadi. serta memimpin majalah Kebudayaan Timur. Lembaga Hidup m. HIS Sirmadidi. Pada masa Jepang menjabatat kepala bagian sandiwara di kantor Pusat Kebudayaan. Kemudian pindah ke Radio Makasar.R.

DG. 1922) 11. 18 Mei 1905. Karyanya antara lain: a. Dia aktif dalam bidang politik serta pernah menjadi anggota Majelis Perwakilan Belanda sebagai utusan Partai Komunis. 14. Karya-karyanya antara lain: a.d. 1957) g. A. 16. juga sering mencari istilah-istilah dari Bahasa Arab dan Sansakerta. nama sebenarnya A.A Kartini. Dalam karyanya banyak dipengaruhi oleh bahasa daerahnya. 1940) 12. Kintamani (roman) b. Myala. Mozasa. Dewan Sajak (kumpulan sajak. Ia berpendidikan SR dan Madrasah Pendidkan Islam. Rustam Effendi Lahir di Padang. Lahir di Seulimeun. Bebasari (sandiwara bersajak. Hasjmy nama sebenarnya adalah Muhammad Ali Hasjmy. singkatan dari Mohamad Zain Saidi Yogi. 1943) f. Rivai. 28 Maret 1912. 1922) b. Hasjmy A. Jiwa Berjiwa (kumpulan sajak. 1936) b. nama samaran A. 1938) 10.M. Lukisan Masa (sandiwara. Aceh. Pada tahun 1936 menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeun. Ratna (sandiwara. 1937) Sastrawan dan penyair lainnya dari angkatan Pujangga Baru: 13. Wishnu Wardhana (drama.M Tahir Intojo alias Rhamedin Or Mandank 13 . Habis Gelap Terbitlah Terang (uraian dan terjemahan surat-surat R. 1939) e. kumpulan sajaknya Puspa Aneka A. Percikan Permenungan (kumpulan sajak. Imam Supardi Karya-karyanya antara lain: a. Kisah Seorang Pengembara (kumpulan sajak. 15.

Banyak pula di antaranya yang selalu mendapatkan kecaman.Takdir Alisjahbana. setelah angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru. Sebegitu banyak orang yang memproklamasikan kelahiran dan membela hak hidup Angkatan ‘45. Munculnya karya-karya sastra Angkatan ‘45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar ini memberi warna baru pada khazanah kesusastraan Indonesia. tetapi sendi-sendi dan landasan ideal angkatan ini belum dirumuskan. sastra Indonesia Angkatan ‘45 bisa dikatakan sebagai angkatan ketiga dalam lingkup sastra baru Indonesia. Bahkan sampai saat ini karya-karya Pramoedya masih digandrungi khususnya oleh penikmat sastra. St. Rosihan Anwar menyebut angkatan ini dengan nama Angkatan ‘45. sebanyak itu pulalah yang menentangnya. Beberapa karya Angkatan ‘45 ini mencerminkan perjuangan menuntut kemerdekaan. 14 . dan lain-lain. Surat kepecayaan itu ialah semacam pernyataan sikap yang menjadi dasar pegangan perkumpulan “Selayang Seniman Merdeka”. Angkatan Kemerdekaan. Baru pada tahun 1950 “Surat Kepercayaan Gelanggang” dibuat dan diumumkan. di antaranya Pramoedya Ananta Toer.1 Sejarah Lahirnya Angkatan ‘45 Jika diruntut berdasarkan periodesasinya. Armijn Pane berpendapat bahwa Angkatan ‘45 ini hanyalah lanjutan belaka dari apa yang sudah dirintis oleh angkatan sebelumnya. Angkatan ‘45 lebih realistik dibandingkan dengan Angkatan Pujangga Baru yang romantik idealistik. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa sastra Indonesia baru lahir dengan adanya karya-karya Chairil Anwar. Nama ini segera menjadi populer dan dipergunakan oleh semua pihak sebagai nama resmi. sedangkan karya-karya pengarang terdahulu seperti Amir Hamzah. Sanusi Pane. Pramoedya dengan keprofesionalannya masih eksis menghasilkan karya-karya terutama mengenai perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Meskipun namanya sudah ada. Baru pada tahun 1948. dan lain-lainnya dianggap sebagai karya sastra Melayu. Masa Chairil Anwar masih hidup. Pada mulanya angkatan ini disebut dengan berbagai nama. Sutan Takdir Alisyahbana pun berpendapat demikian.III PERIODE ANGKATAN ‘45 (1940-1955) 3. ada yang menyebut Angkatan Sesudah Perang. Angkatan Chairil Anwar. Ketika itu Chairil Anwar sudah meninggal. Semangat patriotik yang ada pada sebagian besar sastrawan Angkatan ‘45 tercermin dari sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh parasastrawan tersebut. yaitu Angkatan Pujangga Baru.

3.2 Beberapa Pendapat Tentang Angkatan ‘45 1. Armijn Pane Pujangga Baru menentang adanya Angkatan ‘45 dan menganggap bahwa tak ada yang disebut Angkatan ‘45. 2. Sutan Takdir Alisyahbana Angkatan ‘45 merupakan sambungan dari Pujangga Baru. 3. Teeuw Memang berbeda Angkatan ‘45 dengan Angkatan Pujangga Baru, tetapi ada garis penghubung, misalnya Armijn Pane dengan Belenggu-nya. (puncak-puncak kesusastraan Indonesia). 4. Pendapat Angkatan ‘45 a. Sitor Situmorang - Pujangga Baru masih terikat oleh zamannya, yaitu zaman penjajahan, sedangkan Angkatan ‘45 dalam soal kebudayaan tidak membedakan antara Barat dan Timur, tetapi yang penting hakikat manusia. - Perjuangan Pujangga Baru baru mencapai kepastian dan ilmu pengetahuan b. Pramoedya Ananta Toer - Angkatan Pujangga Baru banyak ilmu pengetahuannya tetapi tidak mempunyai penghidupan (pengalaman). - Angkatan ‘45 kurang dalam ilmu pengetahuan (karena perang) tetapi sadar akan kehidupan. banyak

3.3 Karakteristik Karya Angkatan ‘45 a. Bercorak lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga Baru yang romantikidealistik. b. Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya mewarnai karya sastrawan Angkatan ’45. c. Bahasanya lugas, hidup dan berjiwa serta bernilai sastra. d. Sastrawannya lebih berjiwa patriotik. e. Bergaya ekspresi dan revolusioner (H.B.Yassin). f. Bertujuan universal nasionalis. g. Bersifat praktis. h. Sikap sastrawannya “tidak berteriak tetapi melaksanakan” 15

3.4 Angkatan ‘45 dan Karyanya 1. Chairil Anwar Chairil Anwar lahir di Medan, 22 Juli 1922. Sekolahnya hanya sampai MULO (SMP) dan itu pun tidak tamat. Kemudian ia pindah ke Jakarta. Ia merupakan orang yang banyak membaca dan belajar sendiri, sehingga tulisan-tulisannya matang dan padat berisi. Chairil Anwar berusaha memperbarui penulisan puisi. Puisi yang diubahnya berbentuk bebas, sehingga disebut puisi bebas. Ia diakui sebagai pelopor Angkatan ‘45 di bidang puisi. Hasil karyanya mengutamakan isi, sedangkan bahasa hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai isi. Chairil Anwar termasuk penyair yang penuh vitalitas (semangat hidup yang menyala-nyala) dan individualistis (kuat rasa akunya). Puisi gubahannya berirama keras (bersemangat), tetapi ada juga yang bernafas ketuhanan seperti “Isa” dan “Do’a”. Karya-karya Chairil Anwar antara lain: Buah penanya : a. Deru Campur Debu (kumpulan puisi) b. Tiga Menguak Takdir (kumpulan puisi karya bersama Rivai Apin dan Asrul Sani) c. Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus (kumpulan puisi) d. Pulanglah Dia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide) e. Kena Gempur (terjemahan dari karya Steinbeck) 2. Asrul Sani Asrul Sani lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926. Ia seorang dokter hewan. Pernah memimpin majalah Gema dan harian Suara Bogor. Tulisannya berpegang pada moral dan keluhuran jiwa. Asrul Sani adalah seorang sarjana kedokteran hewan, yang kemudian menjadi direktur Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan menjadi ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), juga pernah duduk sebagai anggota DPRGR/MPRS wakil seniman. Asrul Sani juga dikenal sebagai penulis skenario film hingga sekarang. Karya-karya Asrul Sani antara lain: a. Sahabat Saya Cordiaz (cerpen) b. Bola Lampu (cerpen) c. Anak Laut (sajak) d. On Test (sajak) e. Surat dari Ibu (sajak)

16

3. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli Utara, 21 Oktober 1924. Ia cukup lama bermukim di Prancis. Sitor juga diakui sebagai kritikus sastra Indonesia. Karya-karya Sitor Situmorang antara lain: a. Surat Kertas Hijau (1954) b. Jalan Mutiara (kumpulan drama) c. Dalam Sajak (1955) d. Wajah Tak Bernama (1956) e. Zaman Baru (kumpulan sajak) f. Pertempuran dan Salju di Paris g. Peta Pelajaran (1976) h. Dinding Waktu (1976) i. Angin Danau (1982) j. Danau Toba (1982) 4. Idrus Lahir di Padang, 21 September 1921. Idrus dianggap sebagai salah seorang tokoh pelopor Angkatan ‘45 di bidang prosa, walaupun ia selalu menolak penamaan itu. Karyanya bersifat realis-naturalis (berdasarkan kenyataan dalam alam kehidupan) dengan sindiran tajam. Karya-karyanya antara lain: a. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (novel) b. A K I (novel) c. Hikayat Puteri Penelope (novel, terjemahan) d. Anak Buta (cerpen) e. Perempuan dan Kebangsaan f. Jibaku Aceh (drama) g. Dokter Bisma (drama) h. Keluarga Surono ( drama ) i. Kereta Api Baja (terjemahan dari karya Vsevold Iyanov, sastrawan Rusia) 5. Hamzah Fansuri Dalam karya-karyanya tampak pengaruh dari kakaknya, Amir Hamzah dan R. Tarogo. Karya-karyanya antara lain: a. Teropong (cerpen) b. Bingkai Retak (cerpen) 17

menerjemahkan. filsafat. Meskipun sudah mulai mengarang sejak jaman Jepang dan pada awal revolusi telah menerbitkan buku Kranji dan Bekasi Jatuh (1947). Kesan dan Kenangan (kumpulan cerpen) 8. Rivai Apin menulis tidak selancar Asrul Sani. Chairil-Asrul-Rivai. yang bersama-sama mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” ialah Asrul Sani dan Rival Apin. Achdiat Karta Mihardja Ia menguasai ilmu politik. pelopor Angkatan ‘45. dan kemasyarakatan. Setelah terjadi G 30 S/PKI. esai. Pernah menjadi staf Kedubes RI di Canberra. tasawuf. Atheis (roman) b. Pramoedya Ananta Toer Lahir di Blora. Polemik Kebudayaan (esai) d.c. Sine Nomine (cerpen) d. Karya-karyanya antara lain: a. Ketiga penyair itu. dianggap sebagai trio pembaharu puisi Indonesia. kritik. Rivai termasuk tokoh Lekra yang karyakaryanya dilarang. Karya-karyanya antara lain: 18 . Tahun 1954 ia sempat mengejutkan kawan-kawannya. serta ketika romannya Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara mengarang yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka. Australia. skenario film. Keretakan dan Ketegangan (kumpulan cerpen) e. 7. c. namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949. serta beberapa waktu sempat memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan PKI. Selain menulis sajak. Bentrokan Dalam Asmara (drama). Ketiga penyair itu menerbitkan kumpulan sajak bersama. Laut (sajak) f. Pancaran Hidup (sajak) 6. dan lain-lain. 2 Februari 1925. yang ditulis dalam penjara diumumkan. Buku dan Penulis (kritik) e. Rivai Apin Penyair yang seangkatan Chairil Anwar. ia pun menulis cerpen. ketika keluar dari redaksi Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). yaitu ketika cerpennya Blora. Tiga Menguak Takdir.

Jalan Tak Ada Ujung (roman jiwa) c. Di bidang kewartawanan ia pernah mendapat hadiah Ramon Magsay-say dari Filipina. terutama aksi polisional Belanda. Sejak jaman Jepang ia sudah bekerja di bidang penerangan. Suling (1948) b. Di Tepi Kali Bekasi (1951) c. 7 Maret 1922. Maut dan Cinta (novel) i. Perempuan (cerpen) f. Bukan Pasar Malam (1951) b. Idenya bersifat kritik-demokrasi-konstruktif (membangun). Mukhtar Lubis Lahir di Padang. Karya-karyanya antara lain: a. Karyanya banyak menggambarkan perjuangan pada masa revolusi. Tjerita dari Blora (1963) 9. Tanah Gersang (novel) d. Tak Ada Esok (roman) b. Si Jamal (cerpen) e. pengarang kelahiran Cianjur tahun 1920 ini. Manusia Iseng e. Di Langit Ada Bintang 19 . Kisah dari Eropah (terjemahan) g. Perburuan (1950) f. di antaranya sebuah roman yang berjudul Tambera (1943). Utuy Tatang Sontani Pada saat-saat pertama Jepang menginjakan kaki di bumi Indonesia. Karya-karyanya antara lain: a. Mereka yang Dilumpuhkan (1951) e. Awal dan Mira (1952) d. Gadis Pantai Keluarga Gerilja (1951) d. telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa Sunda.a. Penyamun Dalam Rimba (novel) 10. Sayang Ada Orang Lain f. Bunga Rumah Makan (1948) c. Manusia Indonesia h.

Taufan di Atas Asia (kumpulan) b. Karyanya bernafas ketuhanan sejalan dengan pendapatnya bahwa seni harus mengabdi kepada kepentingan nusa. dan agama. Karyanya bernuansa ketuhanan dan kesusilaan. Di bidang kebudayaan ia berpendapat bahwa Timur yang idealis harus berkombinasi dengan Barat. Karya-karyanya antara lain: a. Usmar Ismail juga dikenal sebagai sutradara film. tanpa menghilangkan ketimurannya. dan “Liburan Seniman”) e. Sedih dan Gembira (kumpulan drama yang terdiri atas: “Citra”. Tinjaulah Dunia Sana b. Abu Hanifah. Kapal Udara ( puisi ) 20 . Puntung Berasap (kumpulan puisi) d. “Api”. Dokter Rimbu (roman) c. Usmar Ismail Selain dikenal sebagai sastrawan. El Hakim El Hakim merupakan nama samaran dari Dr. Ayahku Pulang (saudara dari cerita Jepang) 12. Tahun 1950 ia mendirikan Perfini. Mekar Melati h.g. Karyany-karyanya antara lain: a. Saat yang Genting h. Soal Agama Dalam Negara Modern 13. Tempat Yang Kosong g. Permintaan Terakhir (cerpen) b. Kita Berjuang d. Penuh Rahasia ( puisi ) c. Maria Amin Hasil karya pengarang wanita ini bercorak simbolik. Karya-karyanya antara lain: a. bangsa. Selamat Jalan Anak Kufur 11. Mutiara dari Nusa Laut (drama) f. Pesanku (sandiwara radio) i. Asokamala Dewi (cerpen) c.

Puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951).5 Fenomena Karya Angkatan ‘‘45 Dalam menuangkan karyanya. 1979). Bajak Laut di Selat Malaka (roman) c. yaitu mengupas masalah yang timbul dalam kehidupan. Hal ini dapat kita lihat dalam sajak Aku yang benar-benar bercorak baru. Waluyati Dalam Angkatan ‘45 ada seorang penyair wanita bernama Waluyati yang lahir di Sukabumi. Sebagai contoh. Lukisan (sajak) e. Manusia Baru (sajak) d. Ia pernah memimpin harian Merdeka Asia Raya dan Mingguan Siasat.B. 1924. Gema tanah Air (H. namun puisi-puisinya memiliki gaya khas yang hanya dimiliki oleh Chairil Anwar. Karya-karyanya antara lain: a. Rosihan Anwar Rosihan Anwar dikenal juga sebagai jurnalis (wartawan). dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toeti Heraty. Raja Kecil. Karya-karyanya antara lain: a. Berpisah b. 21 . Radio Masyarakat (cerpen) b. Chairail Anwar menggunakan bahasa Indonesia yang terbebas dari pola bahasa Melayu. Siapa? 3. Seruan Nafas (sajak) 15. Jassin. 1975). tetapi menyebut dirinya “aku”.14. Banyak tulisannya tentang tanggapan sosial. Meski puisinya banyak diilhami puisi asing. ia tidak lagi menyatakan “beta” seperti dalam puisi salah satu penyair Pujangga Baru. Ia menciptakan bahasa yang lebih demokratis.

tidak hanya berpusat di Jakarta dan Yogyakarta. Kemudian angkatan ini dikenal dengan karyanya berupa sastra majalah Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan yang bergabung dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). setelah melalui masa-masa kegonjangan. Jasin. Tinjauan yang mendalam dan menyeluruh membuktikan bahwa masa ini pun memperlihatkan ciri-cirinya. 2. Berisi kebebasan sastrawan yang lebih luas di atas kebiasaan (tradisi) yang diletakan pada tahun 1945. yaitu: a.2 Ciri-ciri Periode 50-an Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H. dari angkatan sebelumnya (’45). Masa ‘50 memberikan pernyataan tentang aspirasi (tujuan yang terakhir dicapai nasional lebih lanjut). tetapi lebih kepada peleburan (kristalisasi) antara ilmu dan pengetahuan asing dengan perasaan dan ukuran nasional. Terdapat pengungkapan yang lebih mendalam terhadap kebudayaan daerah dalam menuju perwujudan sastra nasional Indonesia. 3.B. 4. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya. yang berkonsep sastra realisme sosialis. Penilaian keindahan dalam sastra tidak lagi didasarkan kepada kekuasaan asing. Periode ‘50 tidak hanya pengekor (epigon) dari angkatan ‘45.1 Sejarah Lahirnya Periode ‘50 Slamet Muljono pernah menyebut bahwa sastrawan Angkatan ‘50 hanyalah pelanjut (successor) saja. Timbullah perpecahan antara sastrawan sehingga menyebabkan mandegnya perkembangan 22 . Pusat kegiatan sastra makin banyak jumlahnya dan makin meluas daerahnya hampir di seluruh Indonesia.IV PERIODE ANGKATAN ‘50 1950-1970 4. Adapun ciri-cirinya yang lebih rinci adalah sebagai berikut: 1. melainkan merupakan survival. b. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi oleh cerita pendek dan kumpulan puisi.

sastra. Ajip Rosidi Lahir di Jatiwangi. Adapun ciri-ciri dari periode ini antara lain: a. sehingga tidak dapat mengelola anggaran yang tersedia produksi karya. penerbit yang lainnya pun mengalami nasib serupa. Umumnya karya sastrawan sekitar tahun 1950-1960-an. Penerbit ini bernaung dibawah P dan K dan pergantian status yang dilakukan hanya dalam waktu yang singkat dan tidak menentu. Mimbar Indonesia. karya-karya sastra hanya banyak bermunculan di majalah-majalah seperti Gelanggang/Siasat. Cari Mauatan (kumpulan sajak. sesuai dengan kebutuhan majalah-majalah tersebut. cerpen. d. 1938. Setelah Balai Pustaka yang mengalami kesulitan penerbitan. Zenith. b. seperti penerbit seperti Pembangunan dan Tintamas. dan Pudjangga Baru. dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. Corak karya cukup beragam.3 Masalah yang Dihadapi Periode 50 a. c. b. 4. kemudian di majalah orang dewasa. sajak dan karangan-karangan lain yang pendek-pendek. karena pengaruh faktor politik/idiologi partai. Karya-karyanya antara lain: a. Sejak berumur 13 tahun sudah menulis di majalah-majalah sekolah. maka tak anehlah kalau para pengarang pun lantas hanya mengarang cerpen. di tambah penempatan pemimpin yang bukan ahli. sampai berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30 S/PKI di Indonesia. dikarenakan Balai Pustaka sebagai penerbit utama buku-buku sastra. kedudukannya tidak menentu. Majalengka. Istilah ini dilansir dan diperkenelkan oleh Nugroho Notosusanto dalam tulisannya Situasi 1954 yang dimuat di majalah Kompas yang dipimpinnya. sastrawan angkatan ‘45 juga masih menerbitkan karyanya. Ditengah keluarga (1956) 23 . karena masuk ke dalam politik praktis. Keadaan seperti itulah yang menyebabkan lahirnya istilah sastra majalah. Oleh sebab itu.4 Periode ‘50 dan Karyanya 1. yang berakibat macetnya 4. Oleh sebab itu pula karya yang banyak ditampilkan terutama sajak. Angkatan ’50 mengalami kendala dalam menerbitkan karya-karyanya. 1956) b. Terjadi peristiwa G 30 S/PKI sehingga sastrawan Lekra disingkirkan. c. Sampai tahun 1950-1955.

1956) g. Karya-karyanya antara lain: a. lahir 29 Pebruari 1936. NH. Ketemu di Jalan$ (kumpulan sajak bersama Sobrone Aidit dan Adnan. 1950) d. Nugroho Notosusanto Lahir di Rembang. Dua Dunia (1950) b. Ali Akbar Navis Lahir di Padang Panjang.c. Sejak tahun 1950 mulai terlibat dalam kegiatan sastra. 17 November 1924. Perjalanan Pengantin (prosa. Sebuah Rumah Buat Hari Tua e. Karya-karyanya antara lain: a. Bianglala (kumpulan cerita pendek. 15 Juni 1931. Ia keluaran INS Kayu Taman. Pesta (kumpulan sajak. Bokor Hutasuhut Karyanya Datang Malam (1963) 4. Karya-karyanya banyak mengisahkan kebiasaan barat yang bertentangan dengan timur. Tahun-Tahun Kematian (1955) f. Pertemuan Kembali (1960) d. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerita pendek. 1963) c. Enday Rasyidin Karyanya Surat Cinta 5. Dini. Dia bergerak dalam kemasyarakatan dan pernah menjadi Tentara Pelajar. Setelah menamatkan SMA 1956.1958) h. lulusan Fakultas sastra UI Jakarta. lalu masuk kursus stewardess. Hujan Panas (kumpulan cerita pendek. Dini NH. Karya-karyanya antara lain: a. Hujan Kepagian (kumpulan cerita pendek. Kemarau (novel. 1967) 3. Rasa Sayange (1961) 24 . kemudian bekerja di GIA Jakarta. Hati yang Damai (1960) 6. 1956) 2. 1963) b. 1958) b. nama lengkapnya Nurhayati Suhardini.

1957) b. Ramadhan K. cerita pendek. Wajah Tak Bernama (kumpulan sajak. Simphoni (sajak. pengarang Spanyol. Karya-karyanya antara lain: a. 21 Oktober 1924. Dalam sajak 9. Surat Keputusan (cerpen. 1955) e. Hujan Tanahku Hijau Bajuku (kumpulan cerita pendek.H Lahirkan di Bandung. Titis Basino Karyanya antara lain Dia. Karya-karyanya antara lain: a. Subagio Sastrowardojo Karyanya antara lain: a. mendapat hadiah BMKM) c. Salju. 10. Daerah perbatasan e. Pertempuran dan Salju di Paris (1956. 1958. Perawan Tua (cerpen) d. Jaman Baru (kumpulan sajak) f. dan terjemahan-terjemahan karya Lorca. Api dan Sirangka b. Sitor Situmorang Lahir di Tapanuli.c. Dia adalah angkatan ‘45. 16 Maret 1927. Yerna (terjemahan dari Lorca. 1954) c. 1963) 25 . Namanya mulai muncul sekitar tahun 1952. 1963) 7. mendapat hadiah dari BMKM) b. Hotel. Surat Kertas Hijau (kumpulan sajak. 1953) d. Priangan si Jelita (kumpulan sajak. Tiga Kota (1959) d. Jalan Mutiara (kumpulan tiga sandiwara. 1959) 8. yang tetap produktif menghasikan karya di tahun 50-an. Karyanya berupa sajak. Kejantanan di Sumbing (1965) c.

Pendidikannya SMA Malang 1945. Pasukan Payung AURI sampai dapat Brevet. 1947-1948 anggota Corps Mahasiswa di Magelang dan Jombang. Kesatuan Komando. Trisnojuwono Lahir di Yoyakarta. Pandidikannya HIS dan kursus-kursus bahasa pada masa Jepang. Toto Sudarto Bachtiar Lahir di Palimanan. 1955) b. SMA Bandung 1950. 13. Pagar Kawat Berduri. Sejak 1946 masuk Tentara Rajyat Mataram. dan Fakultas Hukum UI. 25 April 1927. Muhammad Ali Lahir di Surabaya. 1951/1957) b. Angin Laut (kumpulan cerita pendek. 5 Desember 1929. Cirebon. Suara (kumpulan sajak. 1950-1955) b. Karya-karyanya antara lain: a. Laki-laki dan Mesiu (kumpulan cerita pendek. 26 . Dia menamatkan SMA tahun 1947. Siksa dan Bayangan (Balai Buku Surabaya. Elsa (kumpulan sajak. 1958) c. Karya-karyanya antara lain: a. Pendidikannya Cultuur-School di Tasikmalaya tahun 1946. Di Medan Perang (1962) d. Tahun 1950 masuk tantara Siliwangi. Dia bekerja di Kotapraja Surabaya. Karya-karyanya antara lain: a. Hitam Atas Putih (1959) 14.11. Persetujuan dengan Iblis c. Kemudian bekerja di Balai Pustaka bagian redaksi. menjadi redaktur Mingguan Pemuda dan Mingguan Pahlawan (1949-1950). Mulo Bandung 1948. 1958) 12. Ia mulai bergerak di bidang Sastra tahun 1942. 1935. Kubur Tak Bertanda (1955) d. Combat Intelligence. Alexander Leo Lahir di Lahat. 12 Oktober 1929.

b. 1958) b. kemudian masuk Fakultas Pengetahuan Tehnik bagian bangunan umum. Karyanya-karyanya antara lain: a. Kirdjomuljo Lahir di Yogyakarta. Bukan Karena Kau (1968) d. 1956) Mendung (Novel) 15. 1951) b. mendapat hadiah ke-1 Departemen P &K) Hari Ini Tak Ada Cinta Sejuta Matahari Malam Penganten di Bukit Kera (Novel) 27 . Orang-orang yang Kembali (kumpulan cerita pendek. Kabut Rendah (1968) 16. Karyanya antara lain Romance Perjalanan (1955). Daerah Tak Bertuan ( 1963) c. Montinggo Busje Karya-karyanya antara lain: a. Malam Jahanam (drama. Riono Praktikto Lahir di Semarang. Pulang (novel. Si Rangka (1958) 17. Pendidikannya SMP 195. Toha Muchtar Karya-karyanya antara lain: a. 1930. d. Sejak tahun 1958 termasuk penyair produktif. 18. c. Api (kumpulan cerita pendek.Karya-karyanya antara lain: a. b. 27 Agustus 1932.

Nasjah Jamin Karya-karyanya antara lain: a. Balada Orang-orang Tercinta (1957) b. Karyanya antara lain Perjuanagan dan Hati Perempuan (kumpulan cerita pendek. Di Bawah Kaki Pak Dirman (kumpulan cerita pendek. Iwan sangat taat mempraktikan filsafat eksistensialisme dalam karya28 . Ia juga deklamator Tunas Mekar RRI Jakarta. Hilanglah Si Anak Hilang (novel. Sejak 1957 menulis sajak dan cerita pendek dalam majalah-majalah di ibu kota. 18 Januari 1928. 1967) 21. Tetesan Embun (kumpulan sajak.S. 1936) c. 1962) 23. 20. Iwan Simatupang Lahir di Sibolga. 1961) b. Rendra Karya-karyanya antara lain: a. Seraut Wajahku (kumpulan sajak. Empat Kumpulan Sajak (1961) c. W. mendapat hadiah ke-2). Sekelumit Nyanyian Sunda (drama. 11 Juni 1935. Mutiaraku Hilang (novel biografi) 22. N. Karya-karyanya antara lain: a. Ia Sudah Bertualang dan Cerita-Cerita Pendek Lainya (1963) 24. mendapat hadiah ke-3) b. 24 Oktober 1937.19. Dia merupakan sastrawan modern yang pernah dimiliki Indonesia. Susy Aminah Aziz Lahir di Jakarta. Titie Said Lahir di Bojonegoro. 1961) c. Ia pernah menjadi redaksi majalah wanita. Misbah Jusa Biran Karyanya antara lain Bung Besar (drama.

dan universal. RT Nol /RW Nol Lebih Hitam dari Hitam (cerpen. Ia juga dikenal sebagai penulis puisi. e. Karya-karyanya antara lain: a. Dalam pandangan Iwan. Mimbar Indonesia. dan Sastra (1961-1964). esai. 29 . Bulan Bujur Sangkar Taman Drama. Esainya banyak menghiasi majalah-majalah kebudayaan seperti Zenith (1951-1954). sistematis. penyakit kebudayaan seperti etatisme. Siasat. g. cerpen. h. 1959) Ziarah. dan drama. tetapi ada karya-karya yang dihasilkan dan dapat dikatakan bahwa kebisaan menulis sastra majalah merupakan fenomena dan ciri khas tersendiri untuk karya angkatan 50-an. kemudian dibukukan menjadi Petang di Taman. dan individualisme dapat diselesaikan atau disembuhkan melalui pertolongan orang luar (di antaranya satrawan-penulis) secara proposional. Kisah (1953-1957). 4.5 Fenomena Periode 50-an Tidak ada keterangan khusus yang mengatakan karya terfenomenal pada Angkatan ‘50. Iwan adalah sastrawan yang mewakili paradigma postmodernisma dan menganut civil society international.karyanya. f. liberalisme. Kering dan Merahnya Merah (1968).

B. Ia banyak menulis puisi dengan dasar dongeng-dongeng daerah atau cerita wayang disertai renungan kehidupan. Berikut ini disajikan beberapa penyair dan karyanya. dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998). Buku kumpulan puisinya adalah Parikesit (1972). Taufiq Ismail dikenal sebagai penyair puisi-puisi demonstrasi. H. Ia merupakan dokter hewan lulusan IPB. 2. Goenawan Mohamad Lahir di Batang. dan sebagainya. 30 . 5. 25 Juni 1937. Taufiq Ismail Lahir di Bukit Tinggi. Asmarandana (1995). Memimpin majalah Tempo sejak 1971 hingga tahun 1998. Kumpulan puisinya dibukukan dalam Tirani (1966) dan Benteng (1966). Ia adalah tokoh pejuang angkatan ‘66 dalam bidang sastra budaya.1 Ikhwal Periode 70-an Tahun 1960-an adalah tahun-tahun subur bagi kehidupan dunia perpuisian Indonesia. Jassin menyebut bahwa pelopor angkatan ‘66 ini adalah penyair-penyair demonstran. Interclude (1973).2 Periode 70 dan Karyanya 1. Tahun 1972 mendapatkan Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia dan pada tahun 1973 ia mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam. Jawa Tengah. Dibesarkan di Pekalongan. Tahun 1976 muncul puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menjadi cakrawala baru dalam dunia perpuisian Indonesia. seperti Taufiq Ismail. Goenawan Mohamad. putra seorang wartawan berdarah Minang. Ia juga dikenal sebagai dramawan terkenal di Bogor pada era 1960-an. Ia sendiri aktif dalam demonstrasi. Slamet Kirnanto.V PERIODE ANGKATAN ‘70 1965-1980 5. Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin kundang (1972). 29 juli 1941. Karya Sastra sekitar tahun 1966 lazim disebut angkatan ‘66. Tahun 1963 sampai 1965 yang berjaya adalah para penyair anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Mansur Samin.

Kepenyairan Sapardi membentang sejak tahun 1960-an hingga saat ini. Pernah menjadi guru SLTP. “sangat gramatikal”. 1945) dan Buku Puisi (1973).S. International Writing Programm di Universitas Lowa (1973-1972). Semula sang penyair tidak pernah dikaitkan dengan puisipuisi protes atau kritik sosial. Kumpulan puisinya terakhir berjudul Ayat-ayat Api. Sihir Hujan (1989). SMU. Perahu Kertas (1984). Kumpulan puisinya yang lain adalah Puisi-Puisi Sepi (1971). Ladang. Angin. hari kematiannya diperingati di Taman Budaya Surakarta (Solo) dan Taman Ismail Marzuki (Jakarta). dan meninggal dunia di kota itu pula pada tahun 1990. Ia pernah menerima Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 1970. dan Kongres Penyair Dunia di Taipei (1973).Pernah mengikuti Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1971). Kumpulan-kumpulan puisinya adalah Dukamu Abadi (1969). namun kesan itu hilang setelah ia menulis Ayat-ayat Api (2000). 1930. Hujan Bulan Juni (1994) dan Ayat-ayat Api (2000). Kepenyairannya tidak mengganggu penjelajahannya dalam dunia ilmu sastra. 31 . Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. dan “sangat lembut”. Karyanya antara lain Simfoni Puisi (bersama D. Akuarium (1974). Ia meninggal dalam keadaan sakit-sakitan. Ia pernah menjadi direktur majalah kanak-kanak Si Kuncung (1962-1964). 4. Pelabuhan. dan STM. sehingga ia tidak mau bekerja di luar bidangnya itu. Panggilan kepenyairanya sangat kental. dan Sajak-sajak Ladang Jagung (1975). dan Langit (1971). sampai beliau menjadi pakar sastra. Meskipun ada kesan bahwa puisi-puisi Sapardi adalah puisi-puisi kamar yang harus dibaca dalam keadaan sunyi. Moeljanto. Sapardi Djoko Darmono Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai puisi “sangat sopan”. dan terakhir sebagai anggota Komisi Disiplin Ilmu Sastra dan Filsafat. Mata Pisau (1974). namun banyak juga puisi-puisinya yang sangat populer dan dideklamasikan dalam lomba-lomba deklamasi serta dapat dikategorikan sebagai puisi auditorium (cocok untuk dibaca di pentas). 3. Hartoyo Andang Jaya Lahir di Solo. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Setahun kemudian.

uaitu puisi konkret dan mantra. Kumpulan puisinya Riwayat (1967).5. 1981). tapi bukan berarti bahwa puisinya dibuat dengan main-main atau tanpa kesungguhan. Tergantung pada Angin (1977) dan Anak Laut Anak Angin (1984). Laut Belum Pasang (1972). Meditasi (1976). Kumpulan puisinya berjudul O. Sutardji Calzoum Bachri Sutardji Calzoum Bachri pernah menyatakan diri sebagai “Presiden Penyair Indonesia”. yaitu puisi yang keluar dari pakem penulisan puisi yang harus memperhatikan rima. bunyi. Riau. Amuk Kapak (1981). Sutardji lahir di Rengat. 28 Februari 1954. 23 April 1938. Karyanya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Novelnya yang terkenal yaitu Arjuna Mencari Cinta (1977) dan Dingdong (1978). Sementara itu kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978). 8. Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975). ia pernah kuliah di Fakultas Sastra UGM hingga Sarjana Muda (1967). verifikasi. Ia merintis bentuk baru dalam perpuisian Indonesia. Terakhir bekerja sebagai pengasuh ruang sastra budaya RRI Manokwari (1969-1970). Abdul Hadi Wiji Muntari lahir di sumenep pada tanggal 24 juni tahun 1944. dia pernah tinggal di pulau penang. puisi itu dikembalikan pada kodratnya yang paling awal yaitu sebagai kekuatan bunyi yang tidak “dijajah” oleh makna atau pengertian. Selain itu. 6. Jawa Barat. Selain itu. 32 . Yudhistira Adhi Nugraha Massardi Lahir di Subang. Apip Mustopa Lahir di Garut. Sajak Sikat Gigi (1978). Rudi Jalak Gugat (1982). Ia pernah mendapat Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1993) dan dari Dewan Kesenian Jakarta (1976-1977) juga dari South East Asia Write Award (Bangkok. Abdul Hadi W. Fakultas Filsafat UGM (19681971) dan Universitas Padjajaran (1971-1973). dia bekerja sambil belajar di Universitas Sains Malaysia sejak tahun 1991. Puisi-puisinya mirip dengan puisi mbling. 24 juni 1941. Pelopor penulisan puisi konkret dan mantra ini akhir-akhir ini banyak terlibat dalam pembacaan puisi di sekolah dalam rangka pembinaan apresiasi puisi.M. 7. dan tipografi. Puisipuisinya juga dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru. kritik sastranya dilontarkan dalam masalah penulisan terkenal dengan nama kredo puisi.

Nenek Moyangku Air Mata (1985). Selimutku Angin (1996). Semerbak Mayang (1997). D. Bulan Tertusuk Larang (1980). Madura dan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Cerulit Emas (1986). dan Madura Aku Darah-Mu (1999). 33 . Zawami Imron Lahir di Sumenep. Buku kumpulan puisinya adalah Semerbak Mayang (1977). Ia pernah mendapat Hadiah Penulisan Puisi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985).9. Bantalku Ombak.

Korrie Layun Rampan pada tahun 2000 melempar wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan 2000.2 Angkatan 2000 dan Karyanya Setelah wacana lahirnya sastra Angkatan Reformasi muncul. ⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. tahun 2002. cerpen maupun novel. dan novel. dalam hal ini bisa disebut ikon atau hal/seseorang yang menjadi pencetus maupun tokoh sentral yang mewakili ciri khas dari angkatan tersebut. temasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an seperi Afrizal Malna. Sastrawan reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir 1990-an. 6. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri. Acep Zamzam Noer dan Ahmadun Yosi Herfanda.3 Ciri-ciri Periode 2000 a. serta yang muncul pada akhir 1990-an seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany. esais. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra puisi.1 Sejarah Angkatan Reformasi Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke B. juga ikut meramaikan suasana itu dengan sajak-sajak sosial-politik mereka. muncul wacana tentang sastrawan reformasi. 34 . 6. naturalis. seperti puisi. Seratus lebih penyair. romantik. cerpenis. novel. Di rubrik sastra Harian Republika misalnya. novelis. ⇒ Bertema sosial-politik.J. Bahkan. seperti Sutardji Calzoum Bachri. 1990-an (Angkatan Reformasi) ⇒ Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. Habibie lalu K. seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma. khususnya seputar reformasi. penyair yang semula jauh dari tema sosial-politik.H.VI PERIODE ANGKATAN 2000 1990-2000 6. Berbagai pentas pembacaaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik. yang bertemakan sosial-politik. Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia Jakarta. namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki “juru bicara“. selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Peristiwa reformasi 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra seperti puisi. dan kritikus sastra dimasukan Korrie ke dalam Angkatan 2000. cerpen. cerpen.

⇒ Disebut angkatan reformasi.U. Ahmadun Pernah menjadi Anggota Dewan Penasihat Majelis penulis Forum Lingkar Pena. Contoh karyanya: RESONANSI INDONESIA bahagia saat kau kirim rindu termanis dari lembut hatimu jarak yang memisahkan kita laut yang mengasuh hidup nahkoda pulau-pulau yang menumbuhkan kita 35 . sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. Pikiran Rakyat.4 Biografi Sastrawan dan Karyanya a. 2000-an (Angkatan Modern) ⇒ Tema sosial-politik. ⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam kesusastraan Indonesia. ⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna. ⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. ⇒ Adanya sastra bertema gender. 17 Januari 1958 Pendidikan: Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta menyelesaikan S2 di jurusan Magister Teknologi Informasi pada Univ. ⇒ Adanya sastra religi. Ia pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia ( 1993-1995) dan Ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (1999-2002). seks. Angkatan Reformasi ♦ Ahmadun Yosi Herfanda Lahir di Kaliwungu. Jakarta. masih mewarnai tema karya sastra. bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S. 6. ⇒ Banyak muncul kaum perempuan. dipahami pembaca. ⇒ Karya sastra lebih marak lagi. Kendal. b. romantik. contohnya dalam H. feminisme. ⇒ Disebut angkatan modern. 2005. Tahun 2003. Paramadina Mulia. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. Mahayana menerbitkan Creative Writing Institute. ⇒ Muncul cyber sastra di Internet. perkelaminan. termasuk adanya sastra koran.

1984/1999 ♦ Acep Zamzam Noer Lahir di Tasik pada tanggal 28 Februari 1960. tanya itu tak penting lagi bagi kita : kau dan aku berjuta wajah satu jiwa ya. 21 November 1968. jiwa kita tulus menyatu dalam asuhan burung garuda Jakarta. 1982 Aku Kini Doa. Pendidikan: Fak. Angkatan 2000 ♦ Justina Ayu Utami Lahir di Bogor.atau papua ? ah. 1987 Kasidah Sunyi.madura.dayak sunda. Sastra UI 36 . 1999 b.cina.ambon. Italia Kumpulan Puisinya: • • • • • • • • Tamparlah Mukaku. 1995 Kota Hujan. 1996 Di Luar Kota. apalah artinya tembok pemisah kita apalah artinya rahim ibu yang berbeda ? jiwaku dan jiwamu.arab.permata zamrud di katulistiwa : kau dan aku berjuta tubuh satu jiwa kau semaikan benih-benih kasih tertanam dari manis cintamu tumbuh subur diladang tropika pohon pun berbuah apel dan semangka kita petik bersama bagi rasa bersaudara : kau dan aku berjuta kata satu jiwa kau dan aku siapakah kau dan aku ? jawa. 1986 Antologi Pesta Sastra.batak. 1997 Di Atas Umbria.aceh. Pendidikan: Alumnus Seni Rupa ITB dan Universitas Italia Stranieri. 1989 Ketika Kata Ketika Warna.

Digambarkan bagaimana perempuan terpelajar generasi baru seperti tokoh Cok dengan entengnya membawa-bawa kondom dalam tas sekolah dan asyik berganti-ganti pasangan. Dalam novel Saman terdapat tokoh bernama Upi. pagar.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor. 37 . di mana terjadi pergeseran nilai-nilai ketika perempuan (justru di golongon menengah ke atas yang notabene terpelajar) merasa menemukan simbol kemandirian melalui kebebasan seks. Novelnya yang pertama yaitu Saman. Editor dan Detik di masa Orde Baru. juga membuatkan patung yang diberi nama Totem Phallus sebagai analogi pacar Upi dan ia boleh bermasturbasi dengan patung itu (Saman.” (Katrin Bandel. inilah yang membuatnya menonjol dari pengarang-pengarang lainnya. Dalam Saman digambarkan pula fenomena 'revolusi seksual' di kota-kota besar. mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus karena gaya penulisan Ayu yang terbuka bahkan terkesan vulgar. Ayu Utami dalam novel Saman berhasil menciptakan representasi seksualitas. sudut tembok. Saman meraih sayembara penulisan novel Dewan Kesenia Jakarta 1998. Dalam novel itu diceritakan bahwa menurut ibunya Upi beringas sekitar satu minggu menjelang haid. Kemudian ada tokoh Sakuntala yang dengan kesadaran penuh mendekap kebudayan Barat yang serba permisif yang disimbolkan sebagai raksasa. tihang listrik. Tak lama setelah penutupan Tempo. Forum Keadilan. dia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. seorang gadis cacat mental. Matra. Saman 71-72). Dia juga gemar memperkosa binatang (bebek dikempit di pangkal paha dan leher dicekik. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. bahkan dengan penuh kesadaran Sakuntala merusak selaput daranya sendiri sebagai tanda pemberontakan terhadap tatanan etika dan moralitas sosial yang dianggap membelenggunya. meleburkan diri dan menerima kemungkinan yang tak direncanakan. tetapi fisik dan estrogen serta progesteronnya tumbuh matang. 78). Ia juga kerap dimanfaatkan oleh lelaki iseng yang ingin menikmati tubuhnya. melibatkan. Upi sering melakukan onani dengan masturbasi menggosokkan selangkangannya pada pohon. berkat novel itu juga Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Frince Claus Fund. “mengarang bagi saya adalah kesedihan. Heteronormatifita dan Falosentrisme). Selain itu. Kemudian ada tokoh Romo Wis yang membuatkan rumah buat Upi yang bisa menjamin aktivitas seksualnya. sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag Belanda.

Para tokoh perempuan tersebut pada satu sisi mampu meraih kemandirian dan berhasil membongkar ruang domestik untuk mencapai ruang publik yang amat luas. Karikatur dan Sepotong Cinta (1996). 19 Februari 1962 38 . Yogyakarta.Sosok-sosok perempuan dalam Saman dan Larung menggambarkan citra perempuan Indonesia yang memiliki keterpelajaran. serta lebih culas. lebih bebas. Jurusan Sastra Indonesia (1987). tetapi di sisi lain mereka sebenarnya menjadi tumbal kebudayaan yang mengalami depresi dalam upaya menerjemahkan makna pemberontakan. kebebasan dan kemandirian. Matahari yang Mengalir (1990). lebih cerdas. Nikah Ilalang (1995). Yang Terdiam dalam Microfon (1990). intelektual. dan pengembangan jaringan informasi untuk pendidikan dan kebudayaan masyarakat. Ia mendirikan Forum Situs Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya. ♦ Dorotea Rosa Herliany Lahir di Magelang. ♦ Afrizal Malna Lahir di Jakarta. sebuah kelompok belajar kebudayaan dan masyarakat. penerbitan. 7 Juni 1957 Pernah mengikuti Poetry International Rotterdam (1996) Kumpulan puisinya: Abad yang Berlari (1984). Kumpulan sajaknya: Nyanyian Gaduh (1987). 20 Oktober 1963 Pendidikan: FPBS IKIP Sanata Dharma. bahkan sosial ekonomi yang kuat tetapi tidak dapat melepaskan diri dari carut-marut kebudayaan Orde Baru yang larut dalam kapitalisme. Kini ia mengelola penerbit Tera di Magelang. Ia menulis sajak dan cerpen. Mereka sebenarnya tetaplah Siti Nurbaya-Siti Nurbaya modern yang menghadapi Datuk Maringgih baru yang lebih kejam dan canggih. Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999). ♦ Sony Farid Maulana Lahir di Tasikmalaya. yakni kapitalisme yang serba permisif dengan bentuknya yang lebih gemerlap. lembaga swadaya non-profit yang bekerja dalam lapangan penelitan. Anjing Menyerbu Kuburan (1996). juga ia mendirikan Indonesia Tera. Kumpulan cerpennya: Blencong (1995). perlawanan. Kill the Radio (2001). Kepompong Sunyi (1993). Kalung dari Teman (1999).

Pernah membaca puisi di Poetry Festival Belanda (1999) 39 .Pendidikan: Jurusan Teater Akademi Seni Tari Indonesia (1986). Secangkir Teh (2005). Buku Sehampar Kabut masuk dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2005-2006. Tepi Waktu Tepi Salju (2004). “Tuan apa ada menu terakhir yang ingin anda santap?” 2006 ♦ Nenden Lilis Lahir di Garut. di buncit perutmu apa ada padang rumput?” sepasang sapi jantan dan betina bertanya demikian kepadaku. kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala (2000). Sekarang menulis puisi. kesunyian. Semasa kuliah sudah menulis puisi yang bertemakan sosial. Dan aku terkejut. agama. politik. Mana mungkin di perutku yang buncit ada padang rumput selain hijau padang golf? Begitulah. Hujan kembali membaca akar tumbuhan yang kering digarang kemarau. Sepasang sapi jantan dan betina membayang di kuah sop buntut di restoran hotel bintang lima yang sering dipajak para pecundang. Contoh puisinya yang dimuat dalam HU Pikiran Rakyat. prosa. Dunia menggeliat dalam kobaran api hutan bakar kepala si mislkin dipenggal begal digelap malam raungnya lenyap ditelan lembut alun musik jazz di restoran hotel bintang lima. Selepas Kata (2004). 26 September 1971 Kumpulan puisi tunggalnya Negeri Sihir (1999). Puisi-puisinya dibukukan dalam Variasi Parijs Van Java (2004). dan kesepian. dan laporan jurnalistik di HU Pikiran Rakyat Bandung. Angsana (2007). Sehampar Kabut (2006). Kota disergap demam ribuan buruh pabrik gulung tikar. Sabtu 28 Juli 2007 (mewakili sastra koran): SOP BUNTUT “Tuan. esai. Maut mengirim isyarat.

“Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1995). Bambang Sugiharto: Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner. dan mengguncang. “Penembak Misterius” (1993). dan Bintang Jatuh dirilis 16 Pebruari 2001 Beberapa pendapat para tokoh: Dr. Sujiwo Tejo: Mereka yang oleh sebab kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan nonfiksi akan kecewa dengan buku ini. 20 januari 1976 Ayah Ibu: Yohan Simanungsong-Turlan Siagian Pendidikan: Univ. Akar dirilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. dan Petir mendapat nominasi Khatulistiwa Literary Award tahun 2002 dan 2003. penelusuran nilai lewat sains. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum 40 . Novelnya Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Akar. spiritualitas dan percintaan yang cerdas. Sastroamidjojo Pendidikan: IKJ Jurusan Sinematografi Mengikuti teater alam pimpinan Azwar A. N. Pada tahun 1987 ia mendapat Sea Write Award. Putri. menentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi baru agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaannya. 2. psikologi.♦ Seno Gumira Ajidarma Ayahnya Prof. Berkat cerpennya “Saksi Mata” ia mendapat Dinny O’Hearn Prize for Literary (1997). Putri. Ketiga novelnya yaitu Ksatria. Dr. Parahyangan dengan gelar sarjana politik. ♦ Dewi Lestari ( Dewi Dee ) Lahir di Bandung. Taufik Ismaail: Salah satu kesegaran baru dalam sastra Indonesia. unik. Beberapa puisinya pernah dimuat di Horizon. dan fiksi. dan Bintang Jatuh.S. “Saksi Mata” (1994). I. Tetapi tidak bagi yang selalu menyongsong segala hal yang tumbuh. religi. Ksatria. M.A. Kemudian ia menulis cerpen antara lain: “Manusia Kamar” (1988). Jakob Sumarjo: Inilah karya sastra bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika. 1. mitos.

Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. Filosofi Kopi 6.hanya cinta yang bisa 7. Andi Eriawan Always. Fira Basuki Jendela-Jendela Pintu Atap Brownies Novel Suami Gila dan Istri Bawel 3. Donny Dhirgantoro 5 cm 6. Habiburrahman El Shirazy Ayat-Ayat Cinta 8. Adhitya Mulya Jomblo . Laila . Ninit Yunita Kok Putusin Gue? 5. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Puthut EA Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 41 . 4. Sitta Karina Kisah Keluarga Hanafiah Lukisan Hujan Imaji Terindah Pesan dari Bintang Putri Hujan dan Ksatria Malam 2. Petir dirilis Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Salah satunya adalah Elekta.Sebuah Komedi Cinta Gege Mengejar Cinta Kejar Jakarta 4.5 Novelis Lainnya 1. 3. Hanya saja ia memasukan empat tokoh baru dalam Petir.yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya.

6 Kumpulan Cerpen 1. Habiburrahman El Shirazy Di Atas Sajadah Cinta Ketika Cinta Berbuah Surga 2. Icha Rahmanti Cintapuccino 10. Intan Paramadhita Sihir Perempuan 6. Supernova 42 . Remy Sylado Kerudung Merah Kirmizi 12. Ratih Kumala Tabula Rasa 6.7 Fenomena 1990-2000 a. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan.9. Yennie Hardiwidjaja Miss Jutek 14. Chritian Simamora Macarin Anjing 13. Miranda Sihir Cinta 16. Danni Junus Ei tu ze . Andi Eriawan Ruang Rindu 15.Bukan Impian Biasa 11. sayang ? 3.

000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Salah satunya adalah Elekta.Sebelum Supernova keluar. Ia berhasil mendapat hadiah juara pertama. tak banyak orang tahu kalau Dee (Dewi Lestari) sering menulis. Jendela Newsletter. Sukses dengan novel pertamanya. Supernova edisi Petir. Dee meluncurkan novel keduanya. Tahun 1993 ia mengirim tulisan berjudul “Ekspresi” ke majalah Gadis yang saat itu sedang mengadakan lomba menulis. Bahkan kerika masih siswa SMU 2 Bandung. Supernova satu: Ksatria. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Dorothea Rosa Herliany dengan Kill the Radio. Tuliasan Dee pernah dimuat di beberapa media. ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Novel yang laku 12. Supernova pernah masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Supernova Dua berjudul Akar pada 16 Oktober 2002. ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah. Tiga tahun berikutnya. Sastra Perkelaminan 43 . Salah satu cerpenya berjudulnya “Sikat Gigi“ pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung. ia menulis cerita bersambung berjudul “Rico The Coro” yang dimuat di majalah Mode. dirilis 16 Februari 2001. Sutarji Calzoum Bachri Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti Sampah Bulan Desember. Akhirnya desepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada edisi ke-2 dan seterusnya. b. Bulan Maret 2002. Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menebus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling (60). Novel pertamanya yang sensasional. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Bersaing dengan para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75. Hanya saja ia memesukan 4 tokoh baru dalam Petir. Putri dan Bintang jatuh. Lama tak terdengar akhirnya Januari 2005 Dee merilis novel ketiganya. Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril. Novel ini sempat mengundang kontroversial karena dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara/Aum yang merupakan aksara suci Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya.

44 . Sejarah menawarkan bahwa kesusastaran yang mengusung seks(ualitas) mengandung eksperimen dalam konteks kesusastaran dan kemasyarakatan. atau tekad kreativitas kesusastraan. Sejarah tumbuhnya aliran realisme yang menginginkan sosok kenyataan yang apa adanya tak bisa lepas dari reaksi terhadap hegemoni aliran romantisisme yang getol merekam kenyataan yang molek dan tata krama agung kaum borjuis. Akibatnya komunikasi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) berubah menjadi konfrontasi. cita-cita kesusastraan tak mundur atau takluk. ajaran. misalnya). tapi juga kenyataan yang najis dan bejad. Tabiat kreativitas kerap menolak kemapanan nilai demi kebaruan yang radikal. mendasar. Padahal peristiwa intim antartubuh tampil rileks dan polos dalam kesusastaran Jawa tradisional tanpa penolakan dari masyarakatnya dan dijunjung sebagai karya adiluhung (Gatoloco dan Centini. Kesusastraan modern tidak hanya menggambarkan kanyataan yang indah dan arif. Akibatnya kesusastraan modern kerap dicap sebagai oposisi atau alternatif bagi kemapanan tradisi. nilai. Kesusastraan diharapkan memenuhi kebutuhan manusia pada kebaikan dan kebenaran. Pemberontakan itu merupakan isyarat aspiratif kesusastraan yang tak ingin absen mengucapkan kenyataan seks(ualitas). Sedangkan kesusastraan modern cenderung menjadi medan eksperimen seni dan cara memandang kenyataan. Reaksi-reaksi itu menjadi bukti bahwa seks(ualitas) maish tabu dikalangan sastra dan masyarakat moderen. kesusastaran yang mengakui seks(ualitas) menjadi peristiwa kesusastaran yang memancing caci-puji dari wilayah kesusastaran dalam menjelmakan peristiwa kemasyarakatan yang berbuntut pencekalan. sedangkan masyarakat meneguhi tradisi. dan tata nilai soal moral-kata selama berabad-abad. penebar nilai kearifan kolektif. Kesusastraan yang mengusung seks (ualitas) kerap dipandang sebagai pembrontakan terhadap kemapanan dalam kesusastraan dan kemasyarakatan. Walau tahu dihadang ancaman tabu.Sejarah pun menggambarkan. dan berharga sebagaimana politik ataupun agama. dan pemberangusan. Alasan filosofis tak ampuh didakwahkan untuk menginsafkan khalayak yang menuding karya sastra sebagai pornografi dan juga musykil menuntut karya sastra dipandang melulu melalui kaca mata estetika. penyensoran. dan pandangan masyarakat maupun aliran kesusastraan tertentu. Sejarah aliran kesusastraan merupakan interaksi atau pertarungan antara pandangan kesusastraan dengan pandangan kemasyarakatan. bukan pelanggeng keyakinan estetis atau pandangan tertentu. sebab ekspresi seks(ualitas) merupakan unsur kehidupan yang penting. Sementara itu kesusastraan dipahami awam sebagai medium penggali keluhuran. Alasan-alasan itu merupakan cita-cita. idealisme.

pujian. dan keterusikan itu menjadi motif pelanggaran. pemberontakan nilai dalam kesusastraan dianggap bentuk kreativitas terkutuk yang menyesatkan. sudah mati. Argumentasinya mantap. kritik sastra kita. dan romantisisme mewakili cara pandang kaum borjuis. Dalam lima tahun terakhir ladang sastra kita ramai oleh gunjingan telah terjadi krisis kritik sastra. Kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyimpan risiko-risiko yang mengakomodasi kesusastraan dan kemasyarakatan berada dalam interaksi yang rawan. Ada yang menuding krisis itu berpangkal karena adanya “politik sastra”. dan cacian. Maka kepenyairan acap dicitrakan sebagai dekaden. dan pemberangusan.Secara politis. terkutuk. pencekalan. Sebab. Sejarah kesusastraan menggambarkan bahwa kontroversi kesusastraan yang mengusung seks(ualitas) menyelenggarakan pertarungan nilai yang melahirkan kekeraskepalaan dan kekompromian. “Politik” itu berupa kuatnya jaringan personal antara komunitas-komunitas sastra terkemuka (yang di dalamnya ada kritikus terkemuka juga) dengan para penulis. Kreativitas atau pembaruan kesusastraan sering dicap sebagai pemberontakan oleh otoritas tradisi. Kedua aliran itu berakar pada konsep yang berseberangan dalam memandang kenyataan. moral. Aliran-aliran itu bersaing untuk membentuk kenyataan sesuai konsepnya masing-masing. Masyarakat ingin kemapanan nilai dan perlakuan sastra tak bersepakat dengan itu. realisme mendukung cara pandang kaum proletar. sebagai sebuah ranah sastra tersendiri. Inilah makna yang penting dan berharga dari kesusastraan yang mengusung masalah seks(ualitas) alias perkelaminan: tak sebatas urusan bagus-buruk sebagai teks. Sastra Perempuan Seks Sekumpulan tulisan yang menyerang sanjung-puji para kritikus terhadap para penulis perempuan Indonesia mutakhir. Pikiran Rakyat edisi 17 Maret 2007 Penulis: Binhad Nurrohmat (penyair) c. Pendeknya.*** Sumber: HU. dan kekuasaan yang terusik egonya. Dan bagi masyarakat. juga pemenang dan pecundang. tapi juga pandangan bajik-bejad dalam konteks masyarakat. kemapanan nilai kerap serupa lepra yang dihindari kesusastraan yang haus pembauran dan penjelajahan kreativitas. Penulis yang bisa masuk ke dalam jaringan-jaringan kritikus arus utama itu akan mendapat tempat dalam ranah sastra kita. Mutu kritik dituding tak bisa mengimbangi membanjirnya karya sastra sebagai objek kritik dengan tumbuhnya media massa dan penerbitan. 45 . bid’ah atau subversif karena dianggap mencemari nilai yang suci. politik.

Sebab. membongkar kelemahan sorotan atas karya-karya mereka. Yang tampak segera dari tulisan-tulisannya ini adalah usaha menyampaikan argumentasi sendiri dengan meminimalkan kutipan pemikir-pemikir sebelumnya yang seringkali dipakai bermegah diri oleh para kritikus lokal generasi terbaru. Penilaian Katrin semacam ini sah dan wajar saja. belum pernah terdengar ada penulis laki-laki dipuji karena dia terlahir sebagai laki-laki. Karya yang mendapat tempat dan sanjung-puji itu secara kualitas. banyak karya lain yang punya kualitas lebih terlewat dari gunjingan para kritikus di media massa hanya karena dia tak punya kontak ke jaringan kritikus arus utama itu. ternyata biasa. merujuk teori.” tulis Katrin. Karya yang berhasil malah akan terus merangsang daya kritis para pembaca.puji telah mengenalkan teknik bercerita yang baru ini. Penulis asal Jerman ini menuding para kritikus dalam jaringan itu telah tidak adil dalam menilai sebuah karya. Para kritikus arus utama menilai hadirnya perempuan mengangkat dan membongkar seks dari kotak tabu selama ini sebagai bentuk pemberontakan perempuan terhadap budaya patriarki—sebuah budaya yang makin kentara dalam gunjingan yang riuh itu bahwa perempuan memang baru dihargai karena dia perempuan. gencar menyuarakan tudingan dan asumsi ini.biasa saja. Katrin menunjukkan pilih kasih para kritikus itu. misalnya. Dinar Rahayu. dan penulis perempuan lainnya yang menggarap tema tak jauh dari selangkangan secara telanjang. Katrin Bandel. Saman dan Larung. lalu ia sendiri menunjukkan fakta lain yang mendukung ulasannya. Lalu kemunculan tiba-tiba Djenar Maesa Ayu. Bukan tanpa kebetulan jika istrinya. tak lebih hanya merumitkan narasi belaka. yang dianggap “novel terbaik sependek sejarah sastra Indonesia modern”. penulis buku Sastra Perempuan Seks ini. Dan sepanjang delapan tahun ini. menyoroti dua novel Ayu Utami. “Buku ini lahir dari rasa kecewa terhadap permainan politik sastra semacam itu. dalam penilaian Katrin. Sebuah karya sastra serupa raksasa tak akan habis sungguhpun dicincang dari pelbagai sudut.Aktivis sastra cyber. Sementara itu. Ia menyiapkan argumentasi. di mata Katrin. memang. Inilah fokus yang mengambil sebagian besar sorotan Katrin terhadap karya sastra kita dewasa ini. Dia. Tetralogi Bumi Manusia yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diulas dari 46 . Para penulis yang dipuji. juga punya asumsi yang sama. sastra kita (terutama novel dan cerita pendek) ramai oleh tema seputar seks yang ditulis perempuan. Ada terasa argumentasi yang mantap. Saut Situmorang. sehingga segala bangunan kritik puja-puji itu goyah bahkan ambruk.

Karena itu setiap ulasan tentang sebuah tema dalam buku ini terasa tak bebas ruang geraknya karena terbatas oleh jumlah halaman dan karakter di media massa tempat asalnya. EM Forster. tema-tema pascakolonial. Menurut Budi Darma. Sebaliknya. Soal dukun dan obat agaknya ringkasan dari disertasi Katrin di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Hamburg. Kita tidak tahu bagaimana Budi Darma mendapat ilham menulis cerita sepulang dari Amerika. Lagipula. Jerman. Seorang kritikus adalah seorang pembaca yang bertanya. sejarah. dan kritik bisa merangsang sebuah karya baru. Budi Darma sendiri sudah mempraktekannya ketika menulis novel Olenka (dan mungkin Cerita-cerita Orang Bloomington). Karena berangkat dari rasa kecewa itu. kalau perlu. bukan oleh kritikus yang memuji atau mencacinya. Perulangan debat semacam ini. tulisan-tulisan Katrin yang menyerang kritik sebelumnya terasa garang dan berapi-api. bukankah menunjukkan bahwa memang ada fenomena dan tren tertentu dalam sastra Indonesia? Barangkali karena buku ini bukan sekumpulan tulisan dengan kepaduan tema. teori komunisme. Persoalan rendahnya mutu kritik dan kewibawaan kritik selalu berulang dari generasi ke generasi. Menarik karena sorotan semacam ini jarang disentuh oleh kritikus lokal. Dalam perkembangan sastra Indonesia yang belum menunjukkan keunikannya ini. tak ada lanturan dan tokoh-tokoh yang kesurupan lagi. tulisan yang paling menarik dari buku ini adalah ulasannya soal dukun dan obat dalam sastra Indonesia. menyelipkan teori yang lebih ajeg 47 . dan seterusnya. rangsangan semacam itu sangat perlu. perdebatan kritik sudah terjadi sejak zaman kuda bertukar tanduk dengan rusa. dan sastra siber.pelbagai segi: politik. kritik yang baik adalah kritik yang memberi wawasan. Katrin telah meniru tabiat “intelektual publik” Indonesia yang membuat buku dengan mengumpulkan serpihan-serpihan ide lewat tulisan yang terserak dalam pelbagai berkala. Alih-alih habis. mencari pijakan teorinya. Ini juga menunjukkan bahwa baik-buruk mutu sebuah karya ditentukan oleh lompatan waktu. cerita yang biasa saja. Seandainya Katrin mau menambah jelas tiap argumentasi. Ia menyampaikan perspektif dengan. Cerita-cerita mutakhirnya lebih tertib dan terarah. tetralogi makin mengukuhkan kepengarangan Pramoedya. lalu melupakan sorotan terhadap nilai sebuah karya sebagai suatu kesatuan. Secara jujur ia mengaku terinspirasi oleh satu kritik sastra yang ditulis pengarang Inggris. nasionalisme. kejiwaan. tulisan lepas yang membahas novel atau fenomena jauh lebih subtil dan memberikan perspektif baru. Karena itu. Ia mengungkapkan segala aspek yang tak terlihat oleh penikmat sastra biasa. Kritik yang baik adalah kritik yang bisa membangkitkan siklus mencipta: karya sastra bisa melahirkan kritik.

memberi tempat pada karya yang luput dari pengamatan para kritikus arus utama itu. yang mengingatkan. keberanian yang ditampilkan lewat karya tulis hanyalah keberanian semu. berpendapat bahwa sastra merupakan dunia yang bebas diskriminasi gender. sebuah tulisan dalam buku ini ditulis untuk sebuah tema pada suatu waktu tertentu dengan mempertimbangkan aktualitas. Kamis Penulis novel dan cerita pendek dari Surabaya. Prof Dr. Sam Abede Pareno dari Universitas Budi Utomo. atau memperluas tema sorotan sebelum dibukukan. malah merupakan refleksi dari puncak ketakutan terhadap dominasi satu atas lainnya. Bedanya. mengemukakan bahwa karya sastra yang ditulis baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk saat ini samasama merefleksi ketakutan masing-masing. Kemungkinan lain. Khusus untuk perempuan. pengarang berkacamata tersebut mengutarakan. yang dikenal sebagai penyair dan dramawan. laki-laki yang selalu digambarkan perkasa. sekarang yang muncul adalah ’bahasa wanita’. sementara inti dari semangat feminisme mendapat porsi kecil. ke-11 tulisannya ini bisa jauh lebih berbobot. "Keberanian perempuan dalam sastra adalah ketakutan terhadap ideologi patriarki. Sebuah otokritik dari seberang. juga menghadirkan Prof. Kata Zoya lagi. Diskusi bertema Pemberontakan Gender terhadap Hegemoni Bahasa Laki-laki dalam Karya Sastra yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris itu. d." ucap Zoya dalam diskusi sastra di Kampus Universitas 17 Agustus Surabaya. pemberontakan feminis di Indonesia yang dilakukan oleh perempuan pengarang terbatas pada simbol kelamin belaka. buku ini tetap menarik sebagai sebuah bahan otokritik terhadap arus utama kritik sastra mutakhir kita. Perempuan lebih banyak diposisikan sebagai tokoh sentral.untuk mendukungnya." papar Sam. kalau dulu menggunakan ’bahasa lelaki’ karena penulisnya pria. Zoya Herawati. yang boleh dikata. Meski begitu. Gender dan Ketakutan dalam Sastra Surabaya. Sam Abede Pareno. Sastra dalam arti yang sebenar-benarnya tak boleh diskriminatif. Demikian juga sebaliknya. juga sering menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan. sejak dulu perempuan seolah-olah merupakan objek yang tiada habisnya. semacam suara lain dalam menimbang sebuah karya. "Memang. Kamis (29/6). Sementara itu. untuk Indonesia. 48 . Dr. serta sastrawan Akhudiat.

harta. kalau kini muncul karya sastra yang ditulis oleh perempuan dengan bahasa yang sangat lugas dan apa adanya." alasannya. Padahal. Masih menurut Sam. bertujuan membebaskan sastra dari kepura-puraan atau kepalsuan. 9 Januari 1974 : S1 UI Sastra Balanda S2 UI Ilmu Filsafat Karya : Renungan Kloset. Berbagai pengakuan terbuka dalam karya sastra. termasuk dalam novel Petir karya Dewi Lestari (Dee). sastra yang sejati merupakan karya yang adil. 49 . sastrawan pria pada umumnya justru menampilkan wanita sebagai sesuatu yang indah. bahkan lebih indah dari aslinya.Lanjut guru besar ilmu komunikasi tersebut. itu bukanlah pemberontakan. Rieke Diah Pitaloka Biografi TTL Pendidikan : Garut. Karena itu. dan menyeluruh.*** Sumber: Antara Penulis: Ati e. Karena itu. dari Cengkeh Sampai Utrecht** (Merupakan kumpulan puisi pertamanya). Dewi Lestari Biografi TTL Urutan dalam keluarga Ayah – Ibu Supernova 1 Supernova 2 Supernova 3 Supernova 4 : Bandung 20 01 1976 : anak ke-4 dari 5 bersaudara : Yohan Simanungsong . perempuan penulis tampaknya tidak menghendaki kepalsuan tersebut dan lahirlah dalam karya mereka sosok perempuan sebagai manusia biasa yang mendambakan kekuasan. dan seks. Sastra Seleb 1. seorang lelaki atau seorang perempuan yang memilih mengabdikan hidup di bidang sastra harus membebaskan diri dari jenis gendernya. seimbang. Puteri.Turlan Siagian : Ksatria. dan Bintang Jatuh : Akar : Petir : Filosofi Kopi 2. "Pemberontakan adalah perlawanan atas perlakuan yang tidak adil. Di situ digambarkan bahwa perempuan bukan lagi sang dewi yang tanpa cacat.

sehingga tema cinta tetap menjadi bagian dari kumpulan puisi ini. sayang? (kumpulan cerpen) 50 . dan beberapa puisi dalam bukunya merupakan “laporan langsung” dari demonstrasi yang diikutinya./ berapa pun jarak kita/ kan kukirim untukmu/ setangkai cinta/ setiap hari/ setuju?/ Sukabumi. Tamara Geraldine Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan. ia tetaplah seorang perempuan yang romantis. Sementara puisi yang lain merupakan pencerminan dari pandangannya terhadap masalah sosial-politik dan gender. 12062001 3. Namun demikian. Contoh karya puisinya: Note Ini penting:/ Kalau nanti malam/ Kau bertemu Tuhan/ Tolong tanyakan padanya/ Apakah Adam diciptakan/ Untuk memperkosa Hawa?/ Ini Penting!/ Tebet. 24062001 Setangkai Cinta Tak perlu bingung/ Begini saja.Rieke Diah Pitaloka sempat terlibat dalam gerakan prodemokrasi di Indonesia.

B.Ringkasan Sejarah Sastra Modern. Bandung: Pionir Jaya. Ungkapkan Isi Hati Melalui Puisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Intisari Sastra Indonesia.H. Budianta. Renungan Kloset dari Cengkeh-Utrech. Bandung: Putrabardin.DAFTAR PUSTAKA Alami. M. Rieke Diah. Aku Ini Binatang Jalang. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.cybersastra. Jakarta: Gramedia. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia.co. Meilani dkk.1967. Luqman.2004. Membaca Sastra. Bandung: Pena Media. Herman J. Apresiasi Puisi.id 51 . 2003. Jakarta: Pustaka Utama. PT. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai. 2003. Suhendar. Ambary. Metode Kritik. 2000. Sejarah dan Apresiasi Sastra Indonesia. Rosidi. Depok: Indonesia Tera. Sebelas Penyair Terkenal Indonesia. Pitaloka. Pendekatan Teori. Hastuti. dan Penerapannya. Jakarta: Gunung Agung. Rahmat Djoko. Jassin. 1983. 2001. Pradopo. 1995.com www. Sri P. Haqani. Intan Wikipedia Indonesia. Abdullah.1993.2003. Bandung: Djatnika.wikipedia. Waluyo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2005. H. Beberapa Teori Sastra. Happy.. Anwar. www.E. Chairil. Ajip.

ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. 26 Juli 1922 — Jakarta. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Jakarta. terjemahan karya John Steinbeck 52 .LAMPIRAN (beberapa sastrawan terkemuka dan karyanya) Chairil Anwar Dari Wikipedia Indonesia. Chairil Anwar (Medan. Buku-buku Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948).B. 28 April 1949) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[1] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. ia dinobatkan oleh H. diedit oleh Pamusuk Eneste.

Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (Jakarta: Pustaka Jawa. State University of New York Press. disertai kumpulan hasil tulisannya. dengan bantuan H. Chairil Anwar. antara lain bahasa Inggris. B. Dickinson (Berkeley? California. Jassin (Singapore: University Education Press. (Jakarta: Gunung Agung. 1953) Boen S. Abdul Kadir Bakar. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. 1978) The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. 1974) S. Terjemahan karya-karyanya di antaranya: Sharp gravel. Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. Chairil Anwar: The Poet and his Language (Den Haag: Martinus Nijhoff. Universitas Hasanuddin. 1972). Jerman dan Spanyol. Oemarjati. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar. 1976 H. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra. 1983) 53 . Nababan.B. 1960) Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. Auckland. Center for International Studies. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. 1976) Arief Budiman. oleh Burton Raffel (Athens. Kementerian Pendidikan. Indonesian poems. 1993) Karya-karya tentang Chairil Anwar Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949. Ohio: Ohio University.U. 1976) Robin Anne Ross. New Directions. oleh Donna M. Chairil Anwar.S. Fakultas Sastra. A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar (New York. Walujati (Madrid: Palma de Mallorca. pelopor Angkatan '45. 1963) Only Dust: Three Modern Indonesian Poets. Jassin. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets.Terjemahan ke dalam bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing.

Mengenal Chairil Anwar (Jakarta: Obor. 1995) Zaenal Hakim. Bahasa Puisi Penyair Utama Sastra Indonesia Modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Gaya bahasa Chairil Anwar (Manado: Universitas Sam Ratulangi.Husain Junus. 1985) Sjumandjaya. Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. Edisi kritis puisi Chairil Anwar (Jakarta: Dian Rakyat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1987) Pamusuk Eneste. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. 1996) 54 .

17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh (1948) Liberty. No 297.AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret 1943 PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu. 1954 55 . Jilid 7. digarami lautmu Dari mulai tgl.

Yang tinggal tulang diliputi debu. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. kenanglah kami. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948) Brawidjaja. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. 1957 56 . kenanglah kami Teruskan. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda.KRAWANG-BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Jilid 7. Kenang. Kami tidak tahu. No 16.

DIPONEGORO Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. MAJU Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika hidup harus merasai Maju Serbu Serang Terjang (Februari 1943) Budaya. 8 Agustus 1954 57 . Pedang di kanan. Sekali berarti Sudah itu mati. keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. No. Th III. Lawan banyaknya seratus kali.

. Waktu jalan. No. No.. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras.. Th III..PRAJURIT JAGA MALAM Waktu jalan. terlucut debu.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Zaman Baru. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948) Siasat. 96 1949 MALAM Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga --Thermopylae?.. 11-12 20-30 Agustus 1957 58 . bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi.

DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling 13 November 1943 59 .

Dan menanti. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Tak bergerak Sampai ke puncak. 60 .. pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah.. Belum apa-apa Udara bertuba. malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku. Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Sepi. Menanti. Maret 1943 HAMPA kepada sri Sepi di luar. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung punda Sampai binasa segala. Sepi menekan mendesak. SAJAK PUTIH Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi.PENERIMAAN Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau kau mau kuterima kembali Untukku sendiri tapi Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Sepi memagut. Menanti. Lurus kaku pohonan.

angin membantu.SENJA DI PELABUHAN KECIL buat: Sri Ajati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. rumah tua. laut terang. bulan memancar. gadis manis. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. Kapal. tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. Tiada lagi. kalau 'ku mati. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. Berjalan menyisir semenanjung. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. pada cerita tiang serta temali. sedu penghabisan bisa terdekap 1946 CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. di angin mendayu. Ada juga kelepak elang menyinggung muram. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. dia mati iseng sendiri. Di air yang tenang. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Aku sendiri. 1946 61 .

tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. cerita dan peristiwa berlalu beku 1949 DERAI DERAI CEMARA cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! 1947 YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam dan angin lalu mempesiang diriku. malam tambah merasuk.MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin.a.d) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar. di Karet (daerahku y. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah 1949 62 . rimba jadi semati tugu di Karet.

ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Masa Kecil Rendra adalah anak dari pasangan R. SMA (1952). 7 November 1935) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika. Pendidikan Ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Universitas Gajah Mada. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan masuk ke Fakultas Sastra. Yosef di kota Solo. ternyata ia juga piawai di atas 63 . di samping sebagai dramawan tradisional. cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. St. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah. Solo. Ternyata akademi tersebut telah ditutup.W. Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. S. ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Rendra Dari Wikipedia Indonesia. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Bukan hanya menulis. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik. di sekolah Katolik. Rendra) Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo. sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Setamat SMA Rendra pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri.S. tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya . Rendra sebagai Sastrawan Bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi. (Dialihkan dari W.

Verlag von Dietrich Reimer in Berlin: Hamburg 1977. Prof. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya. Setelah itu. Karya Rendra juga dibicarakan oleh seorang pakar sastra dari Jerman bernama Profesor Rainer Carle dalam bentuk disertasi yang berjudul Rendras Gedichtsammlungen (1957—1972): Ein Beitrag Zur Kenntnis der Zeitgenossichen Indonesischen Literatur. dipentaskan ketika ia di SMP. telah membicarakan dan menerjemahkan beberapa bagian puisi Rendra dalam tulisannya yang berjudul “A Thematic History of Indonesian Poetry: 1920 to 1974”. atau Angkatan 70-an. di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979). Anugerah Seni 64 . tetapi juga di luar negeri. Basis. berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti Angkatan ‘45. A.panggung. Kuala Lumpur (1992). World Poetry Festival. Bengkel Teater Pada tahun 1961. Belanda. terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . di antaranya bahasa Inggris. Ia juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Rendra mendirikan grup teater di Yogyakarta. Vagarth World Poetry Festival. Teeuw. Angkatan 60-an. Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956). Jepang dan India. The Valmiki International Poetry Festival. Seni. The First New York Festival Of the Arts (1988). Penghargaan Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan. Berlin (1985). Jerman. puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu. seperti Kisah. Konfrontasi. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk berkarya. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Penelitian tentang Karya Rendra Profesor Harry Aveling. Berliner Horizonte Festival. dan Siasat Baru. grup itu terhenti karena ia pergi lagi ke Amerika Serikat. Melbourne. Ketika kembali lagi ke Indonesia (1968). Spoleto Festival. Dari karya-karyanya terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri. Bengkel Teater ini sangat terkenal di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air. Yogyakarta. seorang pakar sastra dari Australia yang besar perhatiannya terhadap kesusastraan Indonesia. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya. sepulang dari Amerika Serikat. dan terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. Akan tetapi. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri. ia membentuk kembali grup teater yang bernama Bengkel Teater. dan Tokyo Festival (1995). Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. dan “OrangOrang di Tikungan Jalan” adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai sekarang Bengkel Teater masih berdiri dan menjadi basis bagi kegiatan keseniannya. Ia mementaskan beberapa dramanya. di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II (1989). New Delhi (1985). Bhopal (1989).

Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak. ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya. serta memerankan Yesus Kristus dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Penghargaan Adam Malik (1989). Sejak itu. yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat leher seseorang. Tapi alasan yang lebih prinsipil bagi Rendra. begitu panggilan Rendra kepadanya. dan Klara Sinta.A. beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini. yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan urakan di Bengkel Teater. Beberapa Karya Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) Sekda (1977) Mastodon dan Burung Kondor (1972) 65 . dan punya kesehatan yang terjaga. Tugas Jeng Sito. Hadiah Akademi Jakarta (1975). Dari Sitoresmi. Seperti saat ia menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) . The S. Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha. Terhadap tudingan tersebut. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar popularitas. Ia yang pernah menulis litani dan mazmur. Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979. ia menemukan cinta pertama pada diri Sunarti Suwandi. katanya sambil mengutip ayat Quran. ditemani Sunarti. Yogyakarta.E. Saya bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Itu Rendra! Itu Rendra!. Rendra memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah berlangsung lama. Daniel Seta. dan Sunarti tak lama kemudian. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji. antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak Rendra-Sunarti. dan Sito menerimanya. dan Rachel Saraswati Sang Burung Merak kembali mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida. mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra masuk Islam hanya untuk poligami. Dia dinamis. Satu-satunya kendala datang dari ayah Sito yang tidak mengizinkan putrinya. tak pelak lagi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959 itu. putri darah biru Keraton Yogyakarta. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai. Masuk Islam dan Julukan Burung Merak Baru pada usia 24 tahun. Kontroversi Pernikahan. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra. tutur Sito tentang Rendra. dinikahi seorang pemuda Katolik. memilih untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito. Andreas Wahyu Wahyana. kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Naomi Srikandi. Rendra melamar Sito untuk menjadi istri kedua. Peristiwa itu. yang beragama Islam. Tapi pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran Maryam. 12 Agustus 1970. Satu di antara muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat. Hadiah Yayasan Buku Utama. karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya.dari Pemerintah Republik Indonesia (1970). aktif. istri ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Samuel Musa. dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua betinanya. Ujung-ujungnya. Sarah Drupadi.

dengan judul yang sama) Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophocles.Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare. dengan judul yang sama) Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare. aslinya berjudul Oedipus Rex) Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: La Guerre de Troie n'aura pas lieu) Sajak/Puisi Jangan Takut Ibu Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan) Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang-alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok Jagung 66 .

saya ini sudah memohon ampun. Bahkan. keyakinan saya sebagai seorang muslim tetap terjaga. yang kemudian menjadi istri saya yang kedua. Ampun. kalau saya membaca bismillahirrahmanirrahim. Lirih. tetapi saya masih suka meminum minuman keras. Waktu itu. seperti orang yang selesai meminum minuman keras. dalam kemiskinan sebagai seniman pada waktu itu. "Aduh. dong!" Saya baru merasakan air lagi dalam penerbangan dari Jedah ke Amsterdam. Mereka memang dapat dikalahkan. Ken Zuraida. sampai saya bersendawa. Bahkan tidak tanggungtanggung. Bagi saya. Dan bukan suatu kebetulan. dan juga materi. Tetapi. Tetapi lebih dari itu. kecut. Pergi Haji Ketika naik haji. setelah perkawinan dengan istri yang ketiga. jika saya kemudian bergabung bersama Setiawan Djodi dan Iwan Falls dalam grup Swami dan Kantata Takwa. saya semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi saga. apa saja yang saya tenggak terasa seperti minuman keras merek Chevas Regal. Saya memang telah memilih jalan hidup saya sebagai seniman. Sebagai penyair. sih? Apa maksud-Mu? Jangan permalukan saya. air zamzam pun rasanya seperti Chevas Regal. kemudian sava dikenal-sebagai "dedengkot" Bengkel Teater sewaktu masih tinggal di Yogyakarta. puisi bukan hanya sekadar ungkapan perasaan seorang seniman. ampun. saya selalu katakan. Minum di sini. saya memohon. Ia adalah hati nurani yang tidak dapat disamaratakan dengan tanah. puisi merupakan sikap perlawanan saya kepada setiap bentuk kezaliman dan ketidakadilan. rasanya seperti minuman keras. itulah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar seperti yang selalu diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an. Penyair itu bukan buku yang dapat dibakar atau dilarang. tetapi tidak dapat disamaratakan dengan tanah begitu saja. menjadi penyair pada hakikatnya menjadi cermin hati nurani dan kemanusiaan. Dan. dan juga marah. ampun. "Bagaimana. minum di sana. saya telah malang-melintang di dunia teater. istri. Meskipun dalam rentang waktu yang cukup panjang-setelah memperoleh 4 orang anak--perkawinan saya kandas. Sejak muda. Seenaknya saja saya katakan bahwa tidak ada masalah dengan hal itu. akhirnya saya menyatakan diri sebagai seorang muslim. 67 . malu. melalui perkawinan dengan putri keraton inilah. sehingga saya ingin berteriak. Melalui Bengkel Teater inilah saya telah mendapatkan segalanya: popularitas. ya Allah. Tetapi justru. bukan juga benteng yang bisa dihancur leburkan. Sebelumnya saya beragama Katolik. ya Allah." Saya betul-betul merasa takut. Bahkan. saya berusaha konsisten dengan sikap saya. BRA Sitoresmi Prabuningrat. maka minuman keras menjadi air. Bahkan.Meskipun sudah menjadi orang Islam. saya dapat memboyong seorang putri Keraton Prabuningratan.

Tak pelak. orang-orang yang pernah disentuh hidupnya oleh pemimpin Bengkel Teater ini berusaha merangkai acara istimewa bagi budayawan kelahiran 7 November 1935 yang kerap dijuluki si Burung Merak tersebut. Karya-karya yang dipilih merupakan cermin pemikiran kritis serta pergolakan panjang batin Rendra selama 50 tahun lebih perjalanan kesastraannya. Dengan gayanya yang khas. Apalagi bila sang pemilik usia adalah orang besar seperti Rendra yang mengisi hidupnya untuk mewarnai kehidupan banyak orang. Tujuh puluh tahun memang bukanlah sebuah rentang usia yang pendek.dari Buku "Saya memilih Islam" Penyusun Abdul Baqir Zein. dan Jose Rizal Manua. gairah pengunjung tetap terasa. Selamat ulang tahun. sahabat. Dipandu oleh aktor kawakan yang juga jebolan Bengkel teater. Kemudian sebuah cerita pendek Gaya Herjan karya Rendra ditampilkan oleh aktor dan penyair Jose Risal Manua. Sementara itu. Jakarta. sastrawan besar Indonesia.Senin (28/11) semua kursi di Graha Bhakti Budaya. Riantiarno. Gelak tawa pengunjung tak henti-hentinya mewarnai pembacaan Putu yang nyleneh. Syu'bah Asa. menjadi puncak acara malam itu. Ya. Wascha Ah Wascha.com Tujuh Dasawarsa Sang Burung Merak Jakarta . Namun. (Koran tempo / Sita) 68 . Ratna Sarumpaet. Meski panggung hanya didominasi satu warna. Taman Ismail Marzuki. apalagi pesta yang ingar-bingar malam itu. (Albaz . hitam. Mas Willi. pun mengakhiri keseluruhan acara malam itu. Namun.mualaf. pembacaan karya-karya monumental sang maestro menjadi sebuah hidangan nikmat bagi para pengagum.co. acara dibuka dengan pembacaan puisi Nyanyian Orang Urakan yang dibawakan oleh Ketua Umum Dewan Kesenian Jakarta. Willibrordus Surendra Broto Rendra atau Rendra. Setelah ini. Penerbit Gema Insani Press website : http://www. Jose mampu menampilkan kepekaan Rendra terhadap kehidupan manusia sehari-hari seperti yang ia tunjukkan pada cerpen tersebut. Adi Kurdi.gemainsani. Tak ada kue ulang tahun mewah. tapi bersanding dengan pembacaan dramatic reading oleh Amak Baldjun. para alumni Bengkel teater. interpretasi baru Putu Wijaya pada cerpen lama Rendra. dan keluarga dekatnya. Esai bertajuk Keseimbangan yang dibawakan Adi Kurdi dan sebuah cerpen yang dibuat pada 1956 berjudul Ia Punya Leher yang Indah dibacakan oleh pemimpin Teater Koma. saya tidak akan meminum minuman keras lagi. malam itu merupakan malam penghormatan bagi sang pemilik usia.Alhamdulillah! Saya betul-betul bersyukur. Chaerul Umam. Ia membawakan monolog dari sekelumit bagian karya tersebut. N.id/) oleh Mualaf Online Center http://www. Monolog yang ia bawakan tak berdiri sendiri. kegelisahan Rendra pada kehidupan politik rezim Orde Baru yang ia tuangkan dalam Panembahan Roso ditampilkan secara apik oleh Butet Kertaradjasa. penuh terisi. yang telah menginjak usia ke-70.

Dan jatah kami hanya sebuah bacang ketan isi daging sapi. Intinya. Dia menggelar Isteri Yahudi. nyaris hanya terdiri atas gerak dan bunyi. antara lain pentas ulang Oidipus. Teguh Karya. Nomor-nomor yang disajikan. Pentas teater minikata digelar di Jakarta pada April 1968. Dia baru pulang dari Amerika Serikat dan membawa oleh-oleh yang bagi aktivis teater Indonesia boleh dibilang asing. Dan kekentalan "warna lokal" semakin memancarkan daya tariknya ketika Rendra mementaskan karya-karya sendiri: Mastodon dan Burung Kondor. Gerak bisa distimulasi oleh suara musik atau bisa juga oleh suara jiwa kita sendiri. Pertama kali saya bertemu langsung dengan W. Informan. Itulah latihan-latihan dasar teater yang memang minim kata. Seluruh gerak terjadi secara spontan. dan Lysistrata digelar. 69 . yang dia sadur menjadi Kereta Kencana. Dan dia menggelar sandiwara yang sarat teks pula. guru kami.Rendra dimata N. Chaerul Umam. tapi. dan Syubah Asa. sangat memukau. yang mulai cemas. Belakangan. Rendra berhasil mementaskan karya Eugene Ionesco. Padahal kami sama miskin dengan seniman-seniman teater lain. Sebelum ke Amerika Serikat. dan Selamatan Anak Cucu. Dalam pertemuan pada 1968 itu. Macbeth. Setelah pementasan Bip Bop. Dia juga menggelar Odiphus karya Sophocles. dan Vignet Katakana. Minumnya air putih. Tapi konsentrasi harus penuh dan hati jujur. Bip Bop. Amak Baldjun. terjemahan karya Bertolt Brecht. bentuknya pun mengalami perubahan yang lebih kental dengan warna lokal. Rambate-Rate-Rata. Beberapa hari kemudian. Itulah metode latihan tubuh dan jiwa yang ternyata sangat efektif bagi aktor. setelah Bip Bop. Rendra menjadi bintang yang menawan. Sama sekali tak ada pola gerak. Rendra kembali mementaskan teater yang bersumber dari naskah. ikut pentas teater minikata. Warna lokal jadi bungkus utama pergelarannya. langsung dari keran wastafel hotel. Geger tentu saja. Sulaiman. Teguh Karya adalah dramawan yang berhasil mempengaruhinya sehingga dia semakin bergiat dalam dunia teater. dengan mengambil tema tertentu. sebagai kegiatan berbobot politik dan membahayakan stabilitas nasional. Rendra mengajak kami melatih gerak kalbu atau gerak indah. tubuh bergerak karena dorongan jiwa. Rendra mengakui. mungkin karena kami berlatih di Hotel Indonesia. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. Perjuangan Suku Naga. Bentuk pementasan Bengkel Teater baru mengalami perubahan yang signifikan ketika Kasidah Barzanzi. Piip. Riantiarno (Pendiri Teater Koma) : Rendra. pada 1963. Ketika Hamlet dan Kasidah Barzanzi dipentaskan ulang. meski siratan isi lakon tetap sama. ternyata dialah sang pemenang. Hamlet karya Shakespeare dan Menunggu Godot karya Samuel Becket. Tapi teaternya kemudian dicap oleh penguasa. dan Mencari Keadilan. kemudian. Rendra pada April 1968. The Chair. Di Manakah Kau Saudaraku. Waktu itu saya mahasiswa Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan anggota Teater Populer.S. Dunia Azwar. Rendra berkenan mengunjungi Teater Populer. Yang menarik. Sekda. Panembahan Reso. Rendra pulang ke Yogyakarta dan berkiprah bersama Bengkel Teater. Grup kami sering dicap sebagai teater borjuis. Begitu juga Putu Wijaya. Goenawan Mohamad menyebutnya teater minikata. Makan siang terpaksa bantingan.

Dalam penulisan. Guru teater saya adalah Teguh Karya dan Rendra. dan Panembahan Reso. Memang saya belajar langsung kepada Teguh Karya. Pikiran-pikirannya tajam. (Koran Tempo) 70 . saya banyak menyerap dari Rendra. kemudian. saya berguru. Noer. secara tak langsung. Segera saja Rendra menjadi ikon. Milik Indonesia. Tapi dia tak pernah jera. Memukau. 7 November 1935). Kita seharusnya bersyukur memiliki dia. Teater (dan puisi) juga mulai diperhatikan kaum politikus. Itulah pembacaan puisi terbagus yang pernah saya saksikan. seakan tidak memiliki masa depan pula. Dengan sikap seperti itu pula dia dicekal dan dipenjara. tapi. Dalam hearing di ruang sidang pleno DPR RI. ternyata dialah sang pemenang. Dan Rendra membaca puisi dengan sangat-sangat bagus. Indah. bentuk teater rakyat. "berharga". Permata mulia. dikemas sebagai stilisasi yang sangat berhasil. Ini perkembangan yang menarik dan penting. Arifin C. Living-legend dan trendsetter yang berhasil memberi daya hidup bagi dunia teater (dan puisi). Hingga kini dia terus memberi kontribusi atas berbagai pikiran yang bernas. yang mengajari cara mempertahankan daya kreatif dalam kehidupan yang semakin kompetitif. Tapi cara bagaimana membangkitkan daya hidup serta mempertahankan stamina dalam gejolak arus zaman serta menyiasati kemusykilan politik kebudayaan dalam pemerintahan yang otoriter. Rendra adalah empu yang mumpuni. para seniman bergiliran bicara. malah dianggap memiliki potensi yang bisa mempengaruhi timbulnya pemikiran baru dalam kebijakan politik bernegara. Sekda. terlunta. seniman besar. tanpa jengah. teater menjadi lebih prestisius. tanpa rasa takut. mendorong para seniman pergi ke DPR RI untuk memprotes pada 1991.Dalam Perjuangan Suku Naga. Rendra kini 70 tahun (lahir di Solo. Tapi daya hidupnya tak pernah padam. Pelarangan pentas Teater Koma Suksesi dan Opera Kecoa. Dia memang pernah dikalahkan oleh kekuasaan yang otoriter. juga pelarangan pentas puisi Rendra. Dia selalu mengungkap apa yang dirasa. Lewat kiprah Rendra. Dan kepada Rendra. saya berguru kepada Asrul Sani. Rendra. dan milik masyarakat luas. Dia pernah dipaksa hidup dalam kemiskinan. dan Goenawan Mohamad. Saya memetik dasar pelajaran manajemen kehidupan kreatif dari dia. Berbagai tindakan bermakna dan inspiratif telah dia lakukan. tanpa uang. ketoprak.

Rendra tidak kena tuding sebagai seniman berhaluan kiri.WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa Oleh: Winarta Adisubrata Belanda. dan juga memancing perhatian "Paus Sastra" kita alm H. Amerika Serikat. Puisinya yang bercorak dan bernuansa baru di cakrawala sastra Indonesia pasca Angkatan ‘45 antara lain berjudul "Balada Atmo Karpo" dan "Paman Doblang" yang sangat mampu menandingi balada-balada penyair Spanyol Federico Garcia Lorca yang diterjemahkan Ramadhan KH. Ketika duduk di SMA pada 1952. yang ketika itu menjabat Pangkopkamtib. lampiran di majalah Siasat) dan beberapa kumpulan puisi Rendra lain mulai diperkenalkan ke berbagai bahasa Barat maupun bahasa Timur lain. Mendekam di Tahanan Setelah lulus dari fakultas sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Eugene Ionesco. Seorang Wunder Kind berani naik panggung dalam sebuah pertunjukan matinee (siang hari) di gedung wayang orang Sriwedari. menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca "Wong Solo". Rendra memang tidak pernah terkait dengan lembaga-lembaga kebudayaan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa Orde Lama.Satu di antara dramanya berjudul "Burung Kondor" kabarnya diproduksi dengan sponsor Jenderal Sumitro alm. George Bernard Shaw. 71 . Namun drama itu dihubung-hubungkan dengan upaya yang mendekati makar. Shakespeare. diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. sehingga Rendra untuk beberapa minggu harus mendekam di tahanan polisi militer di Pasar Rumput. Sejak duduk di SMP.l. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata. Sejak 1970-an Rendra banyak manggung di Jakarta. Rendra ke beberapa negara sosialis Asia (di antaranya Korea dan RRC). Jakarta. dengan sangat mengejutkan penonton. atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia. Kita mencatat sandiwara berjudul "Bunga Semerah Darah" sempat menggegerkan penonton di Solo pada 1951 ketika ia belum duduk di SMA. Yassin. John Galsworthy dan Sophokles). kemudian belajar tentang seni drama di Amerika. Dan tidak mustahil puisinya juga telah disalin ke bahasa Cina. ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. karena selain menulis puisi dan prosa (seingat saya Rendra juga menulis cerita pendek pada tahun 1950-an untuk terbitan di Solo dan Yogya). Belanda dan bahasa Eropa lain. Rendra naik panggung dengan tiga kapasitas sekaligus: penulis naskah drama. dan produser. karena si Anak Ajaib Rendra menampilkan seorang anak gelandangan sebagai pusat kisah dramanya. Korea atau Rusia. Karya-karyanya. menjadikannya tokoh seni Indonesia modern yang unik. produser dan pemain utama. yang keruan saja ketika itu memukau Prof Dr Teeuw (pengamat sastra modern kita yang berdomisili di negeri Belanda). terutama puisi-puisinya. Mungkin karena agama yang dipeluknya dan gaya seni sastra Rendra yang universal serta pilihan naskah-naskah drama yang dipanggungkannya serta disutradari dan dimainkannya (a. tetapi juga di negara Barat dan sosialis. Kemunculannya ibarat meteor di horizon sastra Indonesia modern yang meniupkan nafas dan gaya baru dalam bentuk puisi modern. antara lain di Gedung Kesenian. yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra. Kelebihan Renda bukan hanya dihargai di negeri sendiri. juga mampu naik panggung sekaligus sebagai penulis naskah drama. Rendra sudah mulai bersajak. Kumpulan puisinya "Sajak-sajak Duapuluh Lima Perak’ (sebagian berasal dari sajak-sajaknya yang dimuat di cahier (buku tulis) seni sastra Gelanggang.B. Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno di Senayan dan Taman Ismail Marzuki. pemain utama. Beberapa puisinya dimuat di Gelanggang Siasat (ketika itu redaktur pelaksananya Rivai Apin).

Rendra dan pedepokannya patut mendapat perhatian dari pemerintah seta para filantrop supaya upaya ia tidak sekadar akan lenyap bersama sang waktu. Memprihatinkan. teman sekolah WS Rendra di Solo. tetapi sebagai pemikir dan generasi yang berbuat. 72 . khususnya di seni drama. Para pengagum Rendra yang sempat bersua dengan dia lewat "Kereta Kencana’ Eugene Ionesco atau "Oedipus’ dari Sophokles (atau ‘Sobrat’ yang baru saja dipanggungkannya pekan lalu) patut diteruskan dengan upaya menghimpun kembali naskah drama dan puisi Rendra yang bisa menjadi salah satu sumber inspirasi untuk menjernihkan kembali falsafah (kehidupan) bangsa yang sudah lama terlena dengan Panca Sila namun segala centang perentang yang terjadi di negeri selama ini masih jauh dari adab dan budaya berTuhan apalagi berperikemanusiaan. Depok. Kita pantas dan wajib memberi penghargaan kepada Rendra dengan menopang kelestarian pedepokan drama Rendra.Patut kita catat keunikan Rendra sebagai penyair dan dramawan dengan kepiawaiannya naik panggung dan berpuisi yang di Indonesia mengingatkan kepada penyair Asrul Sani (satu di antara penyair ‘Tiga Menguak Takdir’ dari Angkatan ‘45 yang sangat dikaguminya). Penulis adalah wartawan senior. walaupun Asrul sendiri hanya tampil sebagai sutradara pangggung dan penyusun naskah terjemahan dari Sartre atau Lorca. Rendra telah menempa tradisi seni drama dan seni sastra melewati kurun waktu lebih dari 50 tahun. agar tetap lestari meneruskan cita-cita Rendra dalam memperkaya khazanah budaya bangsa. Karya dramawan muda yang dimainkan Rendra pekan lalu meyakinkan kita bahwa Rendra telah berhasil diikuti generasi penerus yang dituntut Rendra bukan sekadar penerus. Sesudah lebih dari 50 tahun malang melintang di panggung dan menguntai berjilid – jilid puisi serta puluhan tahun mengasuh sebuah pedepokan seni drama nun di Cipayung. Riantiarno Riantiarno kabarnya merupakan salah seorang ‘anak didik’ dan pemuja Rendra. kenapa hingga sekarang belum ada penerbit yang bersedia mengumpulkan karya-karya puisi dan naskah dramanya? Gramedia atau Pradnya Paramitha tentu cukup representatif untuk mewakili kesadaran berseni sastra dari negeri kita untuk melestarikan karya-karya puisi dan drama Rendra yang harus dikumpulkan berbagai sumber dan dokumentasi.

Sajak Sebatang Lisong 26. Sajak Pulau Bali 25. Sajak Matahari 20. Sajak Peperangan Abimanyu 22. Lagu Seorang Gerilya 7. Sajak Kenalan Lamamu 18. Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia 13. Sajak Mata-mata 19. Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api 30. Sajak Burung-Burung Kondor 15. Tahanan 73 . Lagu Serdadu 8. Gugur 5. Sajak Bulan Purnama 14. Sajak Potret Keluarga 24. Pamplet Cinta 11.Beberapa judul sajak karya Rendra 1. Sajak Tangan 32. Orang-orang Miskin 10. Sajak Sebotol Bir 27. Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon 29. Sajak SLA 31. Sajak Ibunda 17. Sajak Pertemuan Mahasiswa 23. Sajak Orang Kepanasan 21. Sajak Widuri untuk Joki Tobing 33. Gerilya 4. Sajak Anak Muda 12. Aku Tulis Pamplet Ini 2. Kamu ! 6. Hai. Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang 3. Sajak Seonggok Jagung 28. Nota Bele : Aku Kangen 9. Sajak Joki Tobing untuk Widuri 16.

apakah aku akan menelepon temanku apakah aku akan makan udang gapit di retoran aku sebel terhadap cendikiawan yang menolak menjadi saksi masalah sosial dipoles gincu menjadi metafisika sikap jiwa dianggap maya dibanding mobil berlapis baja hanya kamu yang enak diajak bicara kakiku melangkah melewati sampah-sampah Hhh. aku melihatmu di setiap ujung jalan sungguh tidak menyangka begitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku sekarang aku kembali berjalan Hah.Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalulintas aku menunduk memandang sepatu aku gentayangan bagai kelelawar tidak gembira tidak sedih terapung dalam waktu Ma. aku akan menulis sajak-sajak lagi rasa berdaya tidak bias mati begitu saja ke sini Ma masuklah ke dalam saku bajuku daya hidup menjadi kamu menjadi harapanku 74 .

Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Dengan latar belakang gubug-gubug karton. Joki Tobing. Widuri. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. membangkitkan keangkuhanku. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Nusantara Film. Joki Tobing. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. dari puingan masa yang putus asa. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. melihat sekuntum bunga telah mekar. aku berdiri menghadapmu. lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan. Nusantara Film. wajah-wajah nelayan keruh. Kita duduk bersandingan. Jakarta. Jakarta. aku terkenang akan wajahmu. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. Usaplah wajahku. kuseru kamu. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi 75 . Wahai. menyaksikan hidup yang kumal. Wahai. Ciliwung keruh. Di atas debu kemiskinan. Dan perlahan tersirap darah kita.

Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh 76 . bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia. bau asap.Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang.

Kini Kami tersentak. ya.karena dikhianati dewa keadilan. Putera-puteriku. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan. Sukmaku gagap. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Hari Kebangkitan Nasional 1990 77 . Terbangun bersama. Aku terkesiap. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam Aku menyeru-nyeru kamu. hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan.

dan menjawab dengan mengirim kondom. berjuta-juta burung kondor. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. menoleh ke kanan. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. Di dalam marah menjerit. Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. menoleh ke kiri. Para tani . dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.Sajak Burung-burung Kondor Angin gunung turun merembes ke hutan. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. menanam bibit di tanah yang subur. menggapai-gapai. di dalam usaha tak menentu. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. bergerak menuju ke gunung tinggi.buruh bekerja. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani . 78 . Beribu-ribu burung kondor. dan disana mendapat hiburan dari sepi. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. bergema di tempat-tempat yang sepi. Dari pagi sampai sore. Burung-burung kondor menjerit.

Yogya. mematuki udara. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi 79 . mematuki batu-batu.Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.

Wahai... dik Narti. dik Narti. pikir dan rasa 80 . dik Narti dengan pakaian pengantin yang anggun bunga-bunga serta keris keramat aku ingin membimbingmu ke altar untuk dikawinkan Aku melamarmu. Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah.Surat Cinta Kutulis surat ini kala hujan gerimis bagai bunyi tambur yang gaib. kupinang kau menjadi istriku ! Kaki-kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya di bumi. aku cinta kepadamu ! Kutulis surat ini kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor serta menggetarkan bulu-bulunya. orang yang bermula dari kata kata yang bermula dari kehidupan. Kau tahu dari dulu: tiada lebih buruk dan tiada lebih baik dari yang lain. Wahai. penyair dari kehidupan sehari-hari. Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menempuh ke muka dan tak kan kunjung diundurkan Selusin malaikat telah turun di kala hujan gerimis Di muka kaca jendela mereka berkaca dan mencuci rambutnya untuk ke pesta Wahai.

aku menjaringmu aku melamarmu Kutulis surat ini kala hujan gerimis kerna langit gadis manja dan manis menangis minta mainan. putri duyung.Semangat kehidupan yang kuat bagai berjuta-juta jarum alit menusuki kulit langit: kantong rejeki dan restu wingit Lalu tumpahlah gerimis Angin dan cinta mendesah dalam gerimis. Semangat cintaku yang kuta batgai seribu tangan gaib menyebarkan seribu jaring menyergap hatimu yang selalu tersenyum padaku Engkau adalah putri duyung tawananku Putri duyung dengan suara merdu lembut bagai angin laut. Dik Narti kuingin dikau menjadi ibu anak-anakku ! 81 . Engkau adalah putri duyung tergolek lemas mengejap-ngejapkan matanya yang indah dalam jaringku Wahai. Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan dan langit iri melihatnya Wahai. mendesahlah bagiku ! Angin mendesah selalu mendesah dengan ratapnya yang merdu.

penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya 82 .protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair ..sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung .Sajak Sebatang Lisong menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak . menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana .papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak .kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan .gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes .pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis .kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….

dan delapan juta kanak .mangu di kaki dewi kesenian bunga .juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus .rumus asing diktat . * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet 83 .bunga bangsa tahun depan berkunang .kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta .kanak tanpa pendidikan termangu .diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa-desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung .19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.

Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar. ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu 84 .

Pramoedya Ananta Toer Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Pramoedya Ananta Toer Pramoedya Ananta Toer (Blora, Jawa Tengah 6 Februari 1925 – Jakarta 30 April 2006) secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Masa kecil Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

85

Pasca kemerdekaan Indonesia

Pramoedya semasa muda Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen serta buku di sepanjang karir militernya dan ketika dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia tinggal di Belanda sebagai bagian dari program pertukaran budaya, dan ketika kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Hal ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Selama masa itu, ia mulai mempelajari penyiksaan terhadap Tionghoa Indonesia, kemudian pada saat yang sama, ia pun mulai berhubungan erat dengan para penulis di Tiongkok. Khususnya, ia menerbitkan rangkaian surat-menyurat dengan penulis Tionghoa yang membicarakan sejarah Tionghoa di Indonesia, berjudul Hoakiau di Indonesia. Ia merupakan kritikus yang tak mengacuhkan pemerintahan Jawa-sentris pada keperluan dan keinginan dari daerah lain di Indonesia, dan secara terkenal mengusulkan bahwa pemerintahan mesti dipindahkan ke luar Jawa. Pada 1960-an ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Tiongkoknya. Bukunya dilarang dari peredaran, dan ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan di lepas pantai Jawa, dan akhirnya di pulau Buru di kawasan timur Indonesia. Penahanan dan masa setelahnya Selain pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama, selama masa Orde Baru Pramoedya merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. 86

13 Oktober 1965 - Juli 1969 Juli 1969 - 16 Agustus 1969 di Pulau Nusakambangan Agustus 1969 - 12 November 1979 di Pulau Buru November - 21 Desember 1979 di Magelang

Pramoedya bersama rekan-rekan saat sedang melakukan kerja paksa di pulau Buru. Ia dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semifiksi sejarah Indonesia. Tokoh utamanya Minke, bangsawan kecil Jawa, dicerminkan pada pengalaman RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakkan pada jaman kolonial yang mendirikan organisasi Sarekat Priyayi dan diakui oleh Pramoedya sebagai organisasi nasional pertama. Jilid pertamanya dibawakan secara oral pada para kawan sepenjaranya, dan sisanya diselundupkan ke luar negeri untuk dikoleksi pengarang Australia dan kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pramoedya dibebaskan dari tahanan pada 21 Desember 1979 dan mendapatkan surat pembebasan secara hukum tidak bersalah dan tidak terlibat G30S/PKI, tapi masih dikenakan tahanan rumah di Jakarta hingga 1992, serta tahanan kota dan tahanan negara hingga 1999, dan juga wajib lapor satu kali seminggu ke Kodim Jakarta Timur selama kurang lebih 2 tahun. Selama masa itu ia menulis Gadis Pantai, novel semi-fiksi lainnya berdasarkan pengalaman neneknya sendiri. Ia juga menulis Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995), otobiografi berdasarkan tulisan yang ditulisnya untuk putrinya namun tak diizinkan untuk dikirimkan, dan Arus Balik (1995). Kontroversi Ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award, 1995, diberitakan sebanyak 26 tokoh sastra Indonesia menulis surat 'protes' ke yayasan Ramon Magsaysay. Mereka tidak setuju, Pramoedya yang dituding sebagai "jubir sekaligus algojo Lekra paling galak, menghantam, menggasak, membantai dan mengganyang" di masa demokrasi terpimpin, tidak pantas diberikan hadiah dan menuntut pencabutan penghargaan yang dianugerahkan kepada Pramoedya. 87

apalagi kalau ada tamu dari 'luar' yang datang pasti Pramoedya akan menjadi 'bintangnya'. Pekerjaan juru-tulis yang dimaksud oleh Joko Pekik adalah Pramoedya mendapat 'pekerjaan' dari petugas Pulau Buru sebagai tukang ketiknya mereka. Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri. yang juga pernah menjadi tahanan di Pulau Buru. bukan menuntut 'pencabutan'. kata Mochtar Lubis. tetapi dengan ketentuan saya boleh menjawab dan membela diri. Semuanya dibawa ke Pulau Buru di 88 . Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer. Bahkan dia menyarankan agar perkaranya dibawa ke pengadilan saja jika memang materi cukup. katanya. Dia juga merasa difitnah. Kalau tidak cukup. Mochtar Lubis malah mengancam mengembalikan hadiah Magsaysay yang dianugerahkan padanya di tahun 1958. nasib Pramoedya lebih baik dari umumnya tahanan yang ada. ia menyebut Pramoedya sebagai 'juru-tulis'. Tetapi dalam pemaparan pelukis Joko Pekik. Dia menyangkal terlibat dalam pelbagai aksi yang 'kelewat jauh'. para penandatangan petisi 26 ini merasa sebagai korban dari keadaan pra-1965. HB Jassin malah mengatakan yang lain sama sekali dari pernyataan Mochtar Lubis. HB Jassin pun akan mengembalikan hadiah Magsaysay yang pernah diterimanya. tambahnya. ketika dituduh ikut membakar buku segala. dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran. Dan pemberian penghargaan Magsaysay dikatakan sebagai suatu kecerobohan. Sementara Pramoedya sendiri menilai segala tulisan dan pidatonya di masa pra-1965 itu tidak lebih dari 'golongan polemik biasa' yang boleh diikuti siapa saja. Masa tua Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Dan mereka menuntut pertanggungan jawab Pram. Tetapi. menjadikan dia hidup dengan fasilitas yang lumayan . tetapi mengingatkan 'siapa Pramoedya itu'. untuk mengakui dan meminta maaf akan segala peran 'tidak terpuji' pada 'masa paling gelap bagi kreativitas' pada jaman Demokrasi Terpimpin. Dalam berbagai opini-opininya di media. banyak orang tidak mengetahui 'reputasi gelap' Pram dulu. Tetapi di pihak lain. Katanya. meralat pemberitaan itu. Katanya. jika Pram tetap akan dianugerahkan hadiah yang sama. Semenjak Orde Baru berkuasa. Taufik Ismail sebagai pemrakarsa. Statusnya sebagai tokoh seniman yang oleh media disebar-luaskan secara internasional. Lubis juga mengatakan. Bahkan menurut Joko Pekik. memimpin penindasan sesama seniman yang tak sepaham dengannya.Tetapi beberapa hari kemudian. ternyata dalam pemberitaan berikutnya. dokumentasi yang ditulis dalam gaya menyedihkan para wanita Jawa yang dipaksa menjadi wanita penghibur selama masa pendudukan Jepang. Pram. bawa ke forum terbuka.

Pram bersikeras ingin pulang. Pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa dia ke RS Sint Carolus hari itu juga. Kondisinya sempat memburuk lagi pada pukul 20. Pada 12 Januari 2006. walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pram sudah bisa memiringkan badannya dan menggerak-gerakkan tangannya. ditambah komplikasi ginjal. Ia juga memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka XI 2000 dan pada 2004 Norwegian Authors' Union Award untuk sumbangannya pada sastra dunia. ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede. tentu saja permintaan tersebut tidak diluluskan keluarga. sesak napas dan jantungnya melemah. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pram kemudian sempat mencopot selang infus dan menyatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Tapi. Berpulang Pada 27 April 2006. Setelah sadar. Meski permintaan itu tidak direstui dokter. Sastra. Sabtu 29 April. dan dirawat di rumah sakit. dan Tionghoa. Dia lantas meminta disuapi havermut dan meminta rokok. Kondisi Pram memang sempat membaik.00. Pram sempat tak sadar diri. di mana ia menggambar pengalamannya sendiri. diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Meski masih kritis. kondisinya jauh lebih baik. Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis. Pramoedya menderita diabetes. sekitar pukul 19.mana mereka mengalami kekerasan seksual. dan diabetes. Banyak dari tulisannya juga semi-otobiografi. begitu sampai di rumahnya. Banyak dari tulisannya menyentuh tema interaksi antarbudaya. mengakhiri tinggal di sana daripada kembali ke Jawa. Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. orang Jawa secara umum. antara Belanda. Ada sekitar 200 buku yang pernah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Ia menyelesaikan perjalanan ke Amerika Utara pada 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan. Mereka hanya 89 . penyakit yang selama ini tidak pernah menjangkitinya. Ia memperoleh Ramon Magsaysay Award untuk Jurnalisme. Pram masih dapat tersenyum dan mengepalkan tangan ketika sastrawan Eka Budianta menjenguknya. Menurut laporan. Bogor.00. Pram hanya bertahan tiga hari di rumah sakit. Pram didiagnosis menderita radang paru-paru. Ia juga telah dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Sastra. dan Seni Komunikasi Kreatif 1995. jantung. Buku dan Angkatan Muda menghadirkan sampulsampul buku yang pernah diterbitkan di mancanegara. dia kembali meminta pulang. Pram juga tertawa saat dibisiki para penggemar yang menjenguknya bahwa Soeharto masih hidup. lalu kritis lagi. kerajaan Jawa. Ia terus aktif sebagai penulis dan kolumnis. Pramoedya membuat perkenalannya saat ia sendiri merupakan tahanan politik di Pulau Buru selama masa 1970-an. Pameran bertajuk Pram.

Terlihat sejumlah karangan bunga tanda duka. Namun. Pram sempat mengerang. 90 . Hadir juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. serta puluhan aktivis.00. sastrawan. Pihak keluarga pun memutuskan menggelar tahlilan untuk mendoakan Pram.00. lalu disalatkan. Tetangga-tetangga sudah menerima kabar duka tersebut.00. Setelah itu. Pelayat yang hadir antara lain Sitor Situmorang. Tapi. Makam Pramoedya dipenuhi karangan bunga dan buku-buku karyanya. "Dorong saja saya." ujarnya. Pasang surut kondisi Pram tersebut terus berlangsung hingga pukul 02. Bakar saya sekarang. Putu Wijaya. Goenawan Mohamad.menempelkan batang rokok di mulut Pram tanpa menyulutnya. teman-teman hingga para penggemarnya ikut menunggui Pram. Temasuk para anak muda fans Pram. dan lain-lain. Ratusan pelayat tampak memenuhi rumah dan pekarangan Pram di Jalan Multikarya II No 26. Gus Solah. Setelah itu. antara lain dari KontraS. beberapa kali dia kembali mengalami masa kritis.55 Pramoedya wafat dalam usia 81 tahun.00. Namun. Budiman Sujatmiko. dan cendekiawan. mereka kembali mendengar bahwa Pram masih hidup. dia menyatakan agar Tuhan segera menjemputnya. Jenazah dimandikan pukul 12. "Akhiri saja saya. Terakhir. dibawa keluar rumah untuk dimasukkan ke ambulans yang membawa Pram ke TPU Karet Bivak. Dewan Kesenian Jakarta. dan cicitnya. Kabar meninggalnya Pram sempat tersiar sejak pukul 03. pengurus DPD PDI Perjuangan. Ratna Sarumpaet. pukul 05. Pada 30 April 2006 pukul 08. Utan Kayu. cucu. ketika ajal menjemput. Erry Riyana Hardjapamekas. Jakarta Timur. teman-teman dan kerabat yang menjaga Pram tak lelah memberi semangat hidup. artis Happy Salma." katanya.30 WIB. Teman-teman Pram yang pernah ditahan di Pulau Buru juga hadir melayat. Saat itu. Wapres Jusuf Kalla. Kondisi tersebut bertahan hingga pukul 22. Nurul Arifin dan suami. Terdengar lagu Internationale dan Darah Juang dinyanyikan di antara pelayat. Usman Hamid. Rumah Pram yang asri tidak hanya dipenuhi anak.

1995 UNESCO Madanjeet Singh Prize. his example to all who oppose tyranny. dari Ramon Magsaysay Award Foundation.Penghargaan Pramoedya saat mendapat gelar kehormatan Doctor of Humane Letters dari Universitas Michigan tahun 1999 Freedom to Write Award dari PEN American Center. and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan. in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening. and Creative Arts. Paris. and modern experience of Indonesian people". 1999 Chancellor's distinguished Honor Award. Filipina. Madison. "for Journalism. 1989 Wertheim Award. AS. dari Universitas California. "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violance" dari UNESCO. New York. 1995 Ramon Magsaysay Award. Manila. Berkeley. AS. Leiden. AS. Literature. dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique. "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people". dari The Wertheim Fondation. "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding". Belanda. 1988 Penghargaan dari The Fund for Free Expression. 1999 91 . 1999 Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters. AS. Perancis. "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions. 1996 Doctor of Humane Letters. Perancis.

New York. Chili. Inggris. 1947 Kranji–Bekasi Jatuh (1947). Jepang. 2000 The Norwegian Authors Union. pemenang sayembara Balai Pustaka. Sepoeloeh Kepala Nica (1946). semua judul sudah disesuaikan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. hilang di tangan penerbit Balingka. 2004 Lain-lain Anggota Nederland Center. 1978 Anggota kehormatan seumur hidup dari International PEN Australia Center. Swedia. AS. AS. Pasar Baru. kumpulan cerpen Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951) Bukan Pasarmalam (1951) Di Tepi Kali Bekasi (1951). kumpulan 3 cerpen Percikan Revolusi (1951). Jakarta. 1992 International PEN Award Association of Writers Zentrum Deutschland.New York Foundation for the Arts Award. 1982 Anggota kehormatan PEN American Center. kemudian dicetak ulang dalam kumpulan cerpen 92 . Jerman. 1999 Bibliografi Kecuali judul pertama. fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi Perburuan (1950). Jakarta. Zentrum. 1982 Anggota kehormatan PEN Center. 2000 Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka). ketika masih di Pulau Buru. 1988 International PEN English Center Award. 2004 Centenario Pablo Neruda. dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947 Dia yang Menyerah (1951). 1987 Deutschsweizeriches PEN member. 1949 Keluarga Gerilya (1950) Subuh (1951). Swiss.

(ed. 1953 Gulat di Jakarta (1953) Midah Si Manis Bergigi Emas (1954) Korupsi (1954) Mari Mengarang (1954). (1995). (1987).) Hadji Moekti.Cerita dari Blora (1952). dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Gadis Pantai (1962-65) dalam bentuk cerita bersambung. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung.) Oei Tjoe Tat. tak jelas nasibnya di tangan penerbit Bumi Manusia (1980). 1963. pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional. Jilid II & III dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Sejarah Bahasa Indonesia. dilarang Jaksa Agung. dilarang Jaksa Agung. Satu Percobaan (1964). dilarang Jaksa Agung. III & IV dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Kumpulan Karya Kartini. terbit sebagai buku. 1981 Anak Semua Bangsa (1981). dilarang Jaksa Agung. 1985 Hikayat Siti Mariah. 1988 Memoar Oei Tjoe Tat. Jakarta. 1985 Sang Pemula (1985). antologi sastra pra-Indonesia Jejak Langkah (1985). dilarang Jaksa Agung. (ed. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Wanita Sebelum Kartini. dilarang Jaksa Agung. dibakar Angkatan Darat pada 13 Oktober 1965 Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia (1963) Lentera (1965). 1987 Rumah Kaca (1988). 1995 93 . tak jelas nasibnya di tangan penerbit Cerita Dari Jakarta (1957) Cerita Calon Arang (1957) Sekali Peristiwa di Banten Selatan (1958) Panggil Aku Kartini Saja (I & II. 1981 Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga (1981) Tempo Doeloe (1982). bagian pertama triologi tentang keluarga Pramoedya. 1987. yang pernah diumumkan di berbagai media.

oleh Eka Kurniawan (Gramedia Pustaka Utama) Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer.Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I (1995). oleh Apsanti Djokosujatno (Tera Indonesia) Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra. dkk (Penerbit Malka) 94 . dilarang Jaksa Agung. oleh A. Teeuw (Pustaka Jaya) Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung) Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer. 1995 Arus Balik (1995) Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II (1997) Arok Dedes (1999) Mangir (2000) Larasati (2000) Jalan Raya Pos. Jalan Daendels (2005) Buku tentang Pramoedya dan karyanya Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja. Daniel Mahendra.

Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City.Sutardji Calzoum Bachri Dari Wikipedia Indonesia. Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting. Pada musim panas 1974. India). O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. kemudian sajak-sajaknya dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana. Sutardji dianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di Bangkok. Universitas Padjadjaran. Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven. Setelah lulus SMA Sutardji Calzoum Bachri melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi Negara. negen moderne Indonesische dichters (1979). Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Bandung. Writing from the World (Amerika Serikat). Thailand. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. 95 . Sutardji Calzoum Bachri (lahir 1941 di Riau) adalah pujangga Indonesia terkemuka. Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Calcutta. Pada tahun 1979. Pada mulanya Sutardji Calzoum Bachri mulai menulis dalam surat kabar dan mingguan di Bandung.

kini si bekas pemabuk ini ngebut di jalan lurus Jangan kau depakkan lagi aku ke trotoir tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia Kau biarkan aku menenggak marak cahayaMu di ujung usia O usia lalai yang berkepanjangan yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia Maka pagi ini Kukenakan zirah la ilaha illallah aku pakai sepatu siratal mustaqiem akupun lurus menuju lapangan tempat shlat ied Aku bawa masjid dalam diriku Kuhamparkan di lapangan Kutegakkan shalat dan kurayakan kelahiran kembali di sana 96 . telah kutegakkan shalat malam telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nunu Ka'bah tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya Maka aku girang-girangkan hatiku Aku bilang: Tardji rindu yang kau wudhukan setiap malam Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang Namun si bandel Tardji ini sekali merindu Takkan pernah melupa Takkan kulupa janjiNya Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab Cinta Maka walau tak jumpa denganNya Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini Semakin mendekatkan aku padaNya Dan semakin dekat semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa O lihat Tuhan.IDUL FITRI Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia-sia Telah kulaksanakan puasa ramdhanku.

Kau tahu? batu risau batu pukau batu Kau-ku batu sepi batu ngilu batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? 97 . Dengan siapa aku mengeluh? Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang lambai tak sampai.MANTERA lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam dupa rupa tiga menyan luka mengasapi duka puah! kau jadi Kau! Kasihku BATU batu mawar batu langit batu duka batu rindu batu jarum batu bisu kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu beringin ingin tak teduh.

Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan.. NGIAU Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa panjang. SEPISAUPI sepisau luka sepisau duri sepikul dosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 LUKA ha ha KALIAN pun 98 ..O dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O. Tapi bila dua manusia saling gigitan menanamkan gigi-gigi sepi mereka akan ragu menetapkan yang mana suka yang mana luka yang mana hampa yang mana makna yang mana orang yang mana kera yang mana dosa yang mana surga.Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar tengkuknya. Yang mana kucing yang mana tikusnya? Ngiau! Ah gang yang panjang. Cobalah tentukan! Aku kenal Afrika aku kenal Eropa aku tahu Benua aku kenal jam aku tagu jentara aku kenal terbang.

BAYANGKAN untuk Salim Said direguknya wiski direguk direguknya bayangkan kalau tak ada wiski di bumi sungai tak mengalir dalam aortaku katanya di luar wiski di halaman anak-anak bermain bayangkan kalau tak ada anak-anak di bumi aku kan lupa bagaimana menangis katanya direguk direguk direguknya wiski sambil mereguk tangis lalu diambilnya pistol dari laci bayangkan kalau aku tak mati mati katanya dan ditembaknya kepala sendiri bayangkan 1977 GAJAH DAN SEMUT tujuh gajah cemas meniti jembut serambut tujuh semut turun gunung terkekeh kekeh perjalanan kalbu 1976-1979 99 .

PARA PEMINUM di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi mereka bilang --kami takkan karam dalam lautan bulan-mereka nyanyi nyai jatuh dan mendaki lagi di puncak gunung mabuk mereke berhasil memetik bulan mereka mneyimpan bulan dan bulan menyimpan mereka di puncak semuanya diam dan tersimpan WALAU walau penyair besar takkan sebatas allah dulu pernah kuminta tuhan dalam diri sekarang tak kalau mati mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat jiwa membumbung dalam baris sajak tujuh puncak membilang bilang nyeri hari mengucap ucap di butir pasir kutulis rindu rindu walau huruf habislah sudah alifbataku belum sebatas allah 1979 100 .

101 .