Anda di halaman 1dari 20

PENENTUAN KADAR PROTEIN DAN ZAT BESI PADA PISANG

Disusun Oleh : Annisa Heksa Nurjanah Octaviani Ratnasari Ranza Fadhlil Pratama Kelas: 3 analis 1

PISANG
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompokkelompok tersusun menjari, yang disebut sisir.

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung protein, vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Manfaat Pisang

Sumber Tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat didalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.

Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.

Penderita Anemia
Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada pisang, dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah bagi penderita anemia. Dua buah pisang sehari, sangat baik untuk penderita anemia.

Penderita Sakit Maag Sebagai buah yang dapat dikonsumsi langsung, pisang tak membuat iritasi atau kerusakan usus bagi penderita maag. Buah ini sering digunakan untuk melawan penyakit usus, sebab teksturnya lembut. Pisang juga dapat menetralkan kelebihan asam lambung dan melapisi perut sehingga mampu mengurangi iritasi. Penderita Penyakit Lever Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat. Penderita Luka Bakar Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.

Yang Mengalami Stress Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.

Penderita Stroke Berdasarkan riset The New England Journal of Medicine, mengkonsumsi pisang setiap hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke hingga 40%. Mengontrol Temperatur Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.

Meningkatkan Kekuatan Otak Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.

TUJUAN ANALISA PROTEIN DAN ZAT BESI DALAM PISANG

Tujuan penelitian pisang adalah untuk mengetahui kadar protein dan zat besi yang terkandung di dalam pisang.

PROTEIN
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh karena zat ini berfungsi sebagai sumber energi dalam tubuh serta sebagai zat pembangun dn pengatur. Protein adlaah polimer dari asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung unsur-umsur C, H, O, N, P, S, dan terkadang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga. Protein yang terdapat dalam bahan pangan mudah mengalami perubahan-perubahan, antara lain: Dapat terdenaturasi oleh perlakuan pemanasan. Dapat terkoagulasi atau mengendap oleh perlakuan pengasaman. Dapat mengalami dekomposisi atau pemecahan oleh enzim-enzim proteolitik. Dapat bereaksi dengan gula reduksi, sehingga menyebabkan terjadinya warna coklat.

BESI

Besi adalah satu dari unsur yang paling banyak dari kerak bumi. Besi juga merupakan mineral esensial mikro yang paling melimpah. Kurang lebih 2/3 dari besi beredar sebagai hemoglobin, 1/10 sebagai mioglobin dan kurang dari 1% terdapat pada transferin dari semua enzim besi dan protein redoks. Sisanya terdiri dari simpanan besi feritin dan hemosiderin yang terdapat terutama pada haati, limpa dan sumsum tulang. Fungsi utama besi adalah unruk transport oksigen oleh hemoglobin. Besi ferro (Fe2+) dan besi ferri (Fe3+) bersifat sangat sukar laarut pada pH netral, dan diperlukan sistem khusus untuk transport besi dan memasukkan ino-ion ini kedalam tempat-tempat fungsional mereka.

Sumber besi utama adalah daging, tumbuhan polong, tetes tebu, dan kerang-kerangan. Sumber sintetis terdiri dari ferric okside dengan kandungan besi 35% dan ferrous sulphate dengan kandungan besi sebesar 20%. Besi dalam bahan pakan terutama terdapat dalam bentuk ferri, terikat kuat pada molekul organik. Penetapan besi dapat dilakukan dengan metode permanganometri. Besi dapat di oksidasi oleh KMnO4 dalam suasana asam, maka disini perlu penambahan asam sulfat bukan menggunakan asam klorida karena ion Cl- yang terlalu tinggi akan mengkonsumsi KMnO4. Pada saat titrasi ion besi akan terbentuk warna coklat yang dihasilkan dari besi (III) yang akan mengganggu pengamatan titik akhir titrasi oleh karena itu untuk menghilangkannya perlu ditambahkan asam fosfat 85% agar membentuk ion kompleks yang tidak berwarna.

PROSEDUR KERJA

Prosedur Kerja Penetapan Kadar Protein Metode Kjedahl


2 gram pisang

timbang

Masukan dalam cawan kosong yang telah di oven

Cawan+sampel yang telah bebas kadar air

Sampel yang telah bebas kadar air dimasukkan kedalam labu kjedahl

Simpan labu kjedahl pada set alat destilasi

Dinginkan, tambah 10 mL aquadest

Sampel yang telah didekstruksi tidak berwarna / hijau jernih

dekstruksi

Sampel yang telah ditambahkan selen dan H2SO4 pekat

Tambah NaOH 40% kedalam labu kjedahl melalui alat destilat

Masukkan 50 ml HCl 0,1 N + indicator metil merah kedalam labu Erlenmeyer untuk menampung destilat

Lakukan destilasi hingga volume HCl menjadi 125 ml

Volume penampung destilat bertambah menjadi 125 ml

Catat volume pemakaian NaOH

Titrasi destilat tersebut dengan NaOH 0,1N

Prosedur Kerja Penetapan Kadar Besi Metode Titrasi Permanganometri


1,96 gram sampel
timbang

Sampel yang telah di timbang

Di larutkan dengan 25 ml H2SO4 1 M pada labu ukur 50 ml

Di tambah 5 ml larutan H2SO4 2M dan 1 ml asam fosfat 85 %

Masukkan kedalam labu Erlenmeyer 250 ml

pipet 10 ml

Larutan yang telah ditanda bataskan dengan air dan di homogenkan

Kocok larutan tersebut

Di titrasi dengan KMnO4 sampai warna merah muda

Catat volume KMnO4 yang dipakai lalu hitung kadar besi dalam sampel

PENGAMATAN

Data Penimbangan
Penimbangan Asam Oksalat Pisang ( penetapan Fe ) Pisang ( kadar air ) Gram 0,3152 gram 1,9600 gram 1,0839 gram

Pisang ( penetapan protein )


Penimbangan selen ( sampel )

2,0003 gram
5,0060 gram

Data Kadar air


Penimbangan
Cawan kosong Cawan + sampel Cawan setelah pemijaran

Gram
33,7260 gram 34,8099 gram 34,0253 gram

Data Titrasi Penetapan Kenormalan NaOH 0,1 N


Percobaan ke
1 2

Volume Asam Oksalat


10 ml 10 ml

Volume NaOH Awal 3,00 ml 13,25 ml Akhir 13,25 ml 23,50 ml Pemakaian 10,25 ml 10,25 ml

volume tirasi volume titasi 1 2 Volume rata - rata 2 10,25 mL 10,25 mL 10,25 mL

Data Titrasi Penetapan Kenormalan HCl 0,1 N


Percobaan ke 1 2 Volume NaOH 10 ml 10 ml Volume HCl Awal 4,00 ml 14,40 ml Akhir 14,40 ml 25,00 ml Pemakaian 10,40 ml 10,60 ml

volume tirasi volume titasi 1 2 Volume rata - rata 2 10,40 mL 10,60 mL 10,50 mL

Penentuan Normalitas NaOH


N NaOH = mL H2C2O4 x N H2C2O4 mL NaOH = 10 x 0,1 10,25 = 0,0976 N

Penentuan Normalitas HCl


NNaOH . V NaOH 0,0976 . 10 NHCl = = = NHCl . V HCl NHCl . 10,5 0,0930 N

Kadar Protein (VxN)HCl %N

x (VxN)NaOH x 14

gram sampel 50 x 0,0930 x 2,70 x 0,0976 x 14 x 100% 2000,5 0,03 % 0,03 % x 6,25 % 0,1875%

x 100%

% Protein

Data Titrasi Penetapan Kenormalan KMnO4 0,1 N


Percobaan ke 1 2 Volume Asam Oksalat 10 ml 10 ml Volume KMnO4 Awal 0,00 ml 10,50 ml Akhir 10,50 ml 21,00 ml Pemakaian 10,50 ml 10,50 ml

Volume rata - rata

volume tirasi1 volume titasi 2 2 10,50 mL 10,50 mL 10,50 mL

Data Titrasi Penetapan Kadar Fe dalam Pisang


Percobaan ke 1 Volume Sampel 10 ml Volume KMnO4 Awal 0,00 ml Akhir 1,90 ml Pemakaian 1,90 ml

10 ml

1,90 ml

2,80 ml

1,90 ml

volume tirasi1 volume titasi 2 Volume rata - rata 2 1,90 mL 1,90 mL 1,90 mL

Penentuan Normalitas
N H 2 C 2 O4 = gram x 1000 BE V = 0,3152 x 1000 63 50 = 0,1001 N

Penentuan KMnO4
N KMnO4 = Vpipet x gram x 1000 Vlabu x BE x Vltitrasi = 10 x 0,3152 x 1000 50 x 63 x 10,5 = 0,0953 N

Kadar Besi
% Fe V xV x N x BE Fe x 100% labu titrasi V x gram sampel pipet 50 x 1,90 x 0,1001 x 56 x 100% 10 x 1,96 x 10 2,72 %

Selesai
TERIMA KASIH